PENDAHULUAN
Ruang lingkup Masalah
Penelitian ini dilakukan berdasarkan laporan keuangan auditan pada perbankan di Indonesia periode tahun 2005 sampai dengan tahun 2014, sedangkan jenis penelitiannya adalah.
Identifikasi Masalah
Perumusan Masalah
Pembatasan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rasio efisiensi operasional seperti perkiraan biaya operasional dan pendapatan usaha (BOPO) sebelum dan sesudah merger dan akuisisi.
Sistematika Penelitian
Bab ini menjelaskan tentang gambaran objek penelitian, keseluruhan proses, teknik analisis data, hasil pengujian seluruh hipotesis dan interpretasinya.
LANDASAN TEORI
Pengertian Merger dan Akusisi
Tipe-Tipe Merger dan Akusisi
Manfaat dan Kekurangan Merger dan Akusisi
Motif Melakukan Merger dan Akusisi
Tahapan Merger dan Akusisi
Kinerja Keuangan Bank
Laporan Keuangan Bank
Penelitian Terdahulu
Analisis ini mengambil topik Kinerja Keuangan Bank sebelum dan sesudah merger dan akuisisi (Studi Pada Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2012). Persamaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah sama-sama menganalisis kinerja keuangan setelah melakukan merger dan akuisisi dengan menggunakan rasio CAR, ROE, NIM, BOPO, ROA, LDR. Persamaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah sama-sama menganalisis kinerja keuangan setelah merger dan akuisisi dengan menggunakan rasio CAR, NPL, NIM, BOPO, ROA, LDR.
Persamaan penelitian saat ini dengan penelitian terdahulu adalah sama-sama menganalisis kinerja keuangan setelah selesai merger dan akuisisi dengan menggunakan rasio CAR, NIM, ROE, ROA, LDR. Analisis ini mengambil topik Kinerja Keuangan Bank sebelum dan sesudah merger (studi kasus: Bank UOB Indonesia). Analisis ini mengambil topik Analisis dampak merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan bank: Kasus perusahaan di Pakistan.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah sama-sama menganalisis kinerja keuangan setelah selesainya merger dan akuisisi. Analisis ini mengambil topik Analisis Kinerja Keuangan Bank sebelum dan sesudah akuisisi Bank Sinar Bali. Persamaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah sama-sama menganalisis kinerja keuangan setelah melakukan merger dan akuisisi dengan menggunakan rasio ROA, ROE, NPM.
Persamaan penelitian saat ini dengan penelitian terdahulu adalah sama-sama menganalisis kinerja keuangan setelah selesai merger dan akuisisi dengan menggunakan rasio ROE. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kinerja keuangan Nomor, Tahun dan Jabatan Peneliti. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kinerja keuangan.
Kerangka Pemikiran
Hipotesis
METODOLOGI PENELITIAN
- Desain Penelitian
- Metode Pengambilan sampel
- Metode Pengumpulan Data
- Definisi Operasional Variable
- Variable Dependen
- Variable Independen
- Teknik Analisis Data
- Statistik Deskriptif
- Uji Normalitas
- Uji Hipotesis
Dalam penelitian ini, peneliti membandingkan data keuangan perusahaan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Uji Hipotesis 1 : Terdapat perbedaan rasio profitabilitas yang ditentukan oleh return on assets perusahaan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Indonesia Banking School sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan sehingga Hipotesis Pertama yang menyatakan terdapat perbedaan rasio profitabilitas yang ditunjukkan oleh return on assets perusahaan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi diterima.
Dalam pengujian Hipotesis 2 terdapat perbedaan rasio profitabilitas yang diproksi return on equity perusahaan sebelum dan sesudah M&A. Uji Hipotesis 3: Terdapat perbedaan rasio modal yang merupakan proksi kecukupan modal perusahaan sebelum dan sesudah M&A. Uji Hipotesis 4: Terdapat perbedaan rasio risiko pasar yang merupakan proksi net interest margin perusahaan sebelum dan sesudah M&A.
Uji Hipotesis 5: Terdapat perbedaan rasio likuiditas yang diproksi dengan rasio pinjaman terhadap simpanan perusahaan sebelum dan sesudah M&A. Uji Hipotesis 6: Terdapat perbedaan rasio risiko kredit yang merupakan proksi kredit macet perusahaan sebelum dan sesudah M&A. Sekolah perbankan Indonesia sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan sehingga hipotesis keenam diterima yang menyatakan terdapat perbedaan rasio likuiditas seperti perkiraan kredit macet perusahaan sebelum dan sesudah M&A.
Diketahui hampir seluruh rasio dalam penelitian ini mengalami perbedaan kinerja keuangan antara sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Diketahui seluruh rasio dalam penelitian ini mengalami perbedaan hasil keuangan antara sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Diketahui hampir seluruh rasio dalam penelitian ini mengalami perbedaan kinerja keuangan antara sebelum dan sesudah merger dan akuisisi.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Analisis dan Pembahasan Hasil Penelitian
- Statistik Deskriptif
- Uji Normalitas
- Uji Hipotesis
- Pembahasan
Nilai Return on Asset Indonesia Banking School dari 18 data bank setelah melakukan kegiatan M&A berkisar antara -0,05 hingga 5,15 dengan mean sebesar 2,0169 dengan standar deviasi sebesar 1,21549. Margin bunga bersih dari 18 data bank setelah melakukan aktivitas M&A berkisar antara 0,43 hingga 12,72 dengan mean 5,3415 pada standar deviasi 2,08518. NPL dari 18 data bank setelah melakukan kegiatan M&A berkisar antara 0 hingga 4,26 dengan mean 1,0054 dan standar deviasi 0,86845.
Nilai return on assets dari 18 data bank setelah selesainya aktivitas merger dan akuisisi berkisar antara 0,04 hingga 4,23 dengan mean 2,0189 dan standar deviasi 1,02043. Margin bunga bersih dari 18 data bank setelah melakukan kegiatan M&A berkisar antara 3,00 hingga 6,85 dengan mean 4,7204 pada standar deviasi 1,01735. Nilai return on aset dari 18 data bank setelah melakukan kegiatan M&A berkisar antara -0,05 hingga 5,15 dengan mean 2,0148 pada standar deviasi 1,40370.
Nilai NPL dari 18 catatan bank setelah kegiatan M&A selesai berkisar antara 0 sampai dengan 2,68 dengan mean sebesar 0,9767 dengan standar deviasi sebesar 0,76160. Berdasarkan hasil uji hipotesis terlihat nilai z hitung lebih besar dari z tabel yaitu -4,215 > -1,645 dengan tingkat signifikansi < α 0,05 masing-masing 0,000 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan perbedaannya, sehingga hipotesis kedua menyatakan bahwa terdapat perbedaan rasio profitabilitas yang diperkirakan sebesar return on equity perusahaan sebelum dan sesudah menerima merger dan akuisisi. Berdasarkan hasil uji hipotesis terlihat nilai z hitung lebih besar dari z tabel yaitu -5,263 > -1,645 dengan tingkat signifikansi < α 0,05 masing-masing 0,000 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan perbedaannya, sehingga hipotesis ketiga yang menyatakan terdapat perbedaan rasio permodalan yang diwakili oleh rasio kecukupan modal perusahaan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi diterima.
Berdasarkan hasil uji hipotesis terlihat bahwa nilai z hitung lebih besar dari z tabel yaitu -3,200 > -1,645 dengan taraf signifikansi < α 0,05 yaitu 0,000 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan perbedaan, sehingga Hipotesis Pertama menyatakan terdapat perbedaan rasio profitabilitas yang diberikan oleh return on aktiva yang diterima perusahaan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Berdasarkan hasil uji hipotesis terlihat nilai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 3,692 > 1,72472 dengan tingkat signifikansi < α 0,05 yaitu 0,001 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan, sehingga hipotesis kedua menyatakan terdapat perbedaan rasio profitabilitas yang diproksikan dengan return on equity perusahaan yang diterima sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Berdasarkan hasil uji hipotesis terlihat bahwa nilai z hitung lebih besar dari z tabel yaitu -3,784 > -1,645 dengan taraf signifikansi < α 0,05 yaitu 0,000 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan perbedaan, sehingga hipotesis keenam menyatakan terdapat perbedaan rasio likuiditas yang diproksikan dengan kredit bermasalah yang diterima perusahaan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi.
Berdasarkan hasil uji hipotesis terlihat nilai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 2,767 > 1,72472 dengan tingkat signifikansi < α 0,05 yaitu 0,010 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan sehingga hipotesis pertama menyatakan, terdapat perbedaan rasio profitabilitas yang merupakan perkiraan pengembalian aset perusahaan sebelum dan sesudah menerima merger dan akuisisi. Berdasarkan hasil uji hipotesis terlihat nilai z hitung lebih besar dari z tabel yaitu -2,959 > -1,645 dengan tingkat signifikansi < α 0,05 yaitu 0,003 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan Oleh karena itu hipotesis keenam menyatakan, bahwa terdapat perbedaan rasio likuiditas yang didekati dengan kredit macet perusahaan sebelum dan sesudah menerima M&A.
Implikasi Manajerial
Berdasarkan hasil perhitungan analisis kinerja keuangan dapat disimpulkan bahwa rasio profitabilitas ditinjau dari aset mengalami perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil perhitungan analisis kinerja keuangan dapat disimpulkan bahwa rasio profitabilitas ditinjau dari permodalan mengalami perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil perhitungan analisis kinerja keuangan dapat disimpulkan bahwa rasio permodalan mengalami perbedaan yang signifikan.
Berdasarkan hasil perhitungan analisis kinerja keuangan dapat disimpulkan bahwa rasio risiko pasar mengalami perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil perhitungan analisis kinerja keuangan dapat disimpulkan bahwa rasio likuiditas modal tidak mengalami perbedaan. Berdasarkan hasil perhitungan analisis kinerja keuangan dapat disimpulkan bahwa rasio efisiensi mengalami perbedaan yang signifikan.
Batasan pengambilan periode observasi adalah 3 tahun sebelum merger dan akuisisi dan 3 tahun setelah merger dan akuisisi sehingga belum terlihat manfaat merger dan akuisisi. Perusahaan yang akan melakukan merger dan akuisisi harus lebih mempertimbangkan keputusan yang akan diambilnya, mengingat banyaknya kendala dan resiko dalam kegiatan merger dan akuisisi, sehingga harus jeli dalam menatap masa depan perusahaan yang akan merger atau akan diakuisisi. . Penelitian selanjutnya sebaiknya menambahkan rasio-rasio keuangan seperti: Quick Ratio, Debt-to-Equity Ratio, Total Asset Turnover, Operating Ratio, dll sehingga diharapkan dapat meningkatkan generalisasi pengaruh pengumuman merger dan akuisisi terhadap kinerja operasi.
Membedakan jenis merger dan akuisisi yang dilakukan, apakah merger dan akuisisi vertikal, horizontal, atau konglomerat. Analisis kinerja keuangan perbankan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi (Survei pada bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015 “Analisis hubungan merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan dan return saham pada bank yang terdaftar di BEI”.
SIMPULAN DAN SARAN
Keterbatasan Penelitian
Mengenai penggunaan tolak ukur kinerja yang digunakan dalam penelitian ini hanya menganalisis kinerja berdasarkan rasio-rasio keuangan yang hanya aspek keuangan saja, sedangkan banyak faktor non keuangan yang tidak dapat dimasukkan dalam ukuran kuantitatif.
Saran
Juga mencakup aspek non-ekonomi yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan, misalnya: ambisi pemilik usaha untuk menguasai berbagai sektor industri, keinginan untuk menjadi grup terbesar meskipun ada kemungkinan merger bisnis tidak menguntungkan, teknologi dan budaya perusahaan . Analisis Perbandingan Dampak Merger dan Akuisisi terhadap Efisiensi Keuangan Bank Nigeria” Joseph Ayo Babalola University, Ikeji Arakeji, P.M.B 5006, Ilesha. Merger dan Akuisisi di Sektor Perbankan Ceko Dampak Merger Bank terhadap Efisiensi Bank”.
An Analysis of the Impact of Merger and Acquisition on the Financial Performance of Banks: A Case of Pakistan". Journal of Poverty, Investment and Development - An Open Access International Journal Vol.5.