• Tidak ada hasil yang ditemukan

perbedaan minat dan hasil belajar pada pelajaran ips

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "perbedaan minat dan hasil belajar pada pelajaran ips"

Copied!
142
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar belakang

Dalam proses pelaksanaannya, dengan keterlibatan dan partisipasi dalam proses pembelajaran, perpaduan pembelajaran daring dan tatap muka dapat meningkatkan rasa tanggung jawab siswa, karena tidak hanya dilakukan secara daring menggantikan proses pembelajaran langsung di kelas, melainkan untuk melengkapi dan mengatasi materi yang tidak ditransfer dalam proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan observasi yang dilakukan diketahui bahwa pemahaman mereka terhadap pembelajaran tematik khususnya IPS di sekolah masih rendah karena kurangnya minat dan hasil belajar siswa dalam menerima pelajaran yang ditawarkan. Selain itu model yang digunakan dalam proses pembelajaran kurang efektif dan bervariasi, sehingga minat siswa dalam menerima pembelajaran di kelas sangat rendah.

Rumusan masalah

Dengan adanya aplikasi Google Classroom, ketika guru mempunyai waktu terbatas, guru dapat melakukan pembelajaran di luar kelas dengan membagikan materi, tugas, kuis melalui aplikasi Google Classroom. Pembelajaran di luar kelas dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja melalui aplikasi Google Classroom. Apakah terdapat perbedaan minat dan hasil belajar pada pembelajaran IPS melalui penggunaan media pembelajaran online pada siswa kelas IV SD Islam Khairu Ummah Kecamatan Manggala Kota Makassar.

Tujuan penelitian

Manfaat penelitian

Sebagai bahan referensi untuk dijadikan referensi bagi mahasiswa dalam memberikan pengetahuan baru tentang pemanfaatan media pembelajaran online yang lebih menarik dan berkembang di era modern seperti saat ini. Hasil penelitian ini dapat dijadikan literatur dalam penggunaan media pembelajaran online menggunakan Whatssap dan Google Classroom.

KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PIKIR

Leaning management system (LMS)

LMS yang berlisensi open source

Seiring dengan perkembangan dari Google, akhirnya pada tahun 2016 tepatnya pada tanggal 29 September 2016 layanan Google Apps berganti nama menjadi Google Suite. Untuk mendukung kegiatan sosial yang dijalankan oleh para aktivis di organisasi nirlaba atau biasa dikenal dengan LSM, Google meluncurkan produk bernama Google Suite for Nonprofits pada tahun 2013. Google Suite for Nonprofits dari awal berdirinya pada tahun 2013 hingga tahun 2018 telah menerima lebih dari 100.000 LSM yang bergabung. Google Suite untuk lembaga nonprofit dari seluruh dunia (Aminullah, 2020).

Pembelajaran jarak jauh (online)

  • Pengertian pembelajaran online
  • Karakteristik penggabungan pembelajaran online dan tatap
  • Tujuan penggabungan pembelajaran online dan tatap

Blended learning merupakan model pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dengan e-Learning yang memanfaatkan kemajuan inovasi dan teknologi yang ditawarkan secara online dengan partisipasi dan interaksi yang ditawarkan dalam pembelajaran konvensional (Dwiyogo, 2018). Tujuan dari penggabungan pembelajaran daring dan tatap muka adalah untuk memberikan kesempatan yang lebih besar kepada siswa untuk dapat menguasai materi yang tidak disampaikan pada proses pembelajaran tatap muka. Dengan menyajikan informasi (delivering information), pendidik menyiapkan bahan ajar yang dipadukan dengan internet sebelum pembelajaran tatap muka berlangsung.

Google classroom

Perbedaan minat dan hasil belajar pada pembelajaran IPS melalui penggunaan media pembelajaran online pada siswa kelas IV SD muslim. Deskripsi Hasil Belajar Kelas IPS Melalui Penggunaan Media Pembelajaran Daring pada Siswa Kelas IV SD Islam Khairu Ummah Kota Makassar pada Kelas Eksperimen A dan Eksperimen B. Terdapat Perbedaan Hasil Belajar Antara Kelas Eksperimen A dan Eksperimen B pada Kelas Eksperimen A dan Eksperimen B. Siswa kelas IV SD Islam Khairu Ummah Kecamatan Kota Manggala Makasar.

Gambar 2. 1 Icon Google Classroom
Gambar 2. 1 Icon Google Classroom

Pembelajaran dengan grup Whatssap

Konsep minat belajar

  • Pengertian minat belajar
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar
  • Fungsi minat dalam belajar

Minat belajar merupakan penggerak dalam diri seseorang untuk dapat melakukan kegiatan belajar yang dapat menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman. Minat belajar menurut Clayton Aldelfer dalam Nashar adalah kecenderungan siswa untuk melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh keinginan untuk mencapai hasil belajar sebaik-baiknya (Nashar, 2014: 42). Dari berbagai faktor yang dapat mempengaruhi minat belajar siswa, diantaranya adalah faktor kurikulum, faktor dari dalam diri siswa itu sendiri, metode pengajaran, dan faktor guru.

Konsep hasil belajar

  • Pengertian hasil belajar
  • Tujuan penilaian hasil belajar
  • Faktor yang mempengaruhi hasil belajar
  • Kaitan antara pembelajaran daring melaui google

Hasil belajar sebagai sesuatu yang diperoleh atau dikuasai setelah suatu proses pembelajaran biasanya ditunjukkan dalam bentuk nilai atau skor. Penilaian hasil belajar adalah proses penilaian terhadap hasil belajar yang dicapai, diperoleh atau diperoleh siswa selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman siswa selama berinteraksi dengan dunia fisik dan lingkungannya (Husamah, dkk, 2018).

Review pada dasarnya dimaksudkan untuk memberikan pertimbangan atau nilai berdasarkan kriteria tertentu. Hasil yang diperoleh dari penilaian dinyatakan sebagai bentuk hasil belajar. Kegagalan seorang siswa dalam mencapai hasil belajar yang dicapai hendaknya tidak dipandang sebagai kekurangan siswa tersebut. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, yaitu faktor internal dan faktor eksternal yang ada dalam diri siswa.

Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku baik pengetahuan, pemahaman, sikap dan keterampilan siswa sehingga menjadi meningkat. Keberhasilan belajar dapat dinyatakan dalam hasil belajar yang diukur, yang kemudian dinyatakan dalam nilai-nilai sebagai cerminan prestasi yang dicapai seseorang melalui pendidikan dan proses belajar yang telah dialami” (Sudjana. Berdasarkan Dari definisi yang telah diuraikan di atas, hasil belajar adalah perubahan tingkah laku, baik pengetahuan, pemahaman, sikap, dan keterampilan dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk nilai.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring melalui aplikasi Google Classroom siswa terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran guna meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar.

Pembelajaran ips di SD

  • Penelitian relevan

Sebagai motivator, guru berperan untuk memotivasi siswa agar mau belajar dan memberikan bimbingan kepada siswa yang memerlukannya. Memiliki kemampuan dasar berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, penelitian, pemecahan masalah dan keterampilan hidup sosial. Memiliki kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi dan bersaing dalam masyarakat majemuk di tingkat lokal, nasional, dan global.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas maka peneliti sampai pada kesimpulan bahwa IPS bertujuan untuk mempersiapkan siswa agar mampu menghadapi permasalahan sosial yang ada di lingkungan lokal, nasional dan global, tentang keterampilan sosial yang harus dimiliki untuk hidup. dalam masyarakat seperti mis. kerjasama, komunikasi, tanggung jawab dan pengembangan kognitif pengetahuan siswa untuk memecahkan masalah sosial. Untuk menunjukkan penelitian terkait penggunaan media pembelajaran online pada Google Classroom dan WhatsApp, peneliti menggunakan studi penelitian yang relevan sebagai berikut; Terdapat pengaruh blended learning berbantuan Google Classroom Pengaruh blended learning berbantuan Google Classroom terhadap hasil belajar siswa SMA pada konsep gerak lurus.

Terjadi peningkatan hasil belajar melalui penggunaan aplikasi Google Classroom terlihat dari peningkatan persentase hasil belajar siswa dari sebelum dan sesudah tindakan. Dampak media sosial Instagram dan WhatsApp terhadap terbentuknya budaya “Sendiri Bersama” Instagram dan media sosial WhatsApp memberikan dampak terhadap terbentuknya budaya. Penggunaan model pembelajaran media online mampu menciptakan hubungan positif antara model pembelajaran dengan siswa, sehingga siswa dapat mempelajari materi yang belum dipahaminya dengan mengakses materi dan dapat bertanya kapan saja dan dimana saja.

Guru mempunyai banyak waktu untuk menyampaikan materi kepada siswa dalam waktu yang bersamaan, namun mungkin saja berada di tempat yang berbeda.

Tabel 2.1 Penelitian Sebelumnya
Tabel 2.1 Penelitian Sebelumnya

Kerangka pikir

Hipotesis penelitian

METODE PENELITIAN

  • Jenis dan Desain penelitian
  • Lokasi dan waktu penelitian
  • Populasi dan sampel penelitian
  • Teknik pengumpulan data
  • Teknik analisis data

Penerangan minat belajar kelas IPS melalui penggunaan media pembelajaran dalam talian murid kelas IV SD Islam Khairu Ummah Kota Makassar kelas eksperimen A dan eksperimen B. Berdasarkan huraian minat belajar kelas eksperimen A menggunakan WhatsApp boleh dapat dilihat dalam jadual di bawah. Berdasarkan huraian minat belajar dalam kelas eksperimen B menggunakan Bilik Darjah Google, anda boleh lihat dalam jadual di bawah: Jadual.

Berdasarkan Tabel 4.3 kategorisasi minat belajar siswa pada kelas eksperimen B menunjukkan 9 siswa atau 34,62%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa minat belajar kelas eksperimen B mengalami peningkatan dibandingkan dengan kelas eksperimen A. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran eksperimen kelas B dengan Google Classroom lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran eksperimen kelas A dengan Whatssap.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pada kelas eksperimen A dengan menggunakan Google Classroom lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran pada kelas eksperimen B dengan menggunakan WhatsApp. Terdapat perbedaan minat belajar antara kelas eksperimen A dan kelas eksperimen B pada siswa kelas IV SD Islam Khairu Ummah Kecamatan Manggala Kota Makassar. Nilai signifikansi tersebut kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan minat belajar antara kelas eksperimen A dan kelas eksperimen B yang menggunakan pembelajaran daring berupa WhatsApp dan Google Classroom.

Dari hasil analisis SPSS terdapat perbedaan mean (perbedaan rata-rata) minat belajar antara kelas eksperimen A dan eksperimen B sebesar 4,32168.

Tabel 3.2   Sumber Data  SD Islam Khairu Ummah
Tabel 3.2 Sumber Data SD Islam Khairu Ummah

HASIL PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Deskripsi Lokasi Penelitian
  • Deskripsi Penelitian
  • Uji Normalitas
  • Uji Homogenitas
  • Uji Hipotesis

Berdasarkan tabel 4.6 kategorisasi hasil belajar kelas eksperimen B menunjukkan 10 siswa dengan tingkat persentase (38,46) memerlukan bimbingan, 7 siswa dengan tingkat persentase (26,93) cukup, 9 siswa dengan tingkat persentase (34,62) baik dan kategori tingkat sangat baik tidak ada. Dari nilai tersebut menunjukkan lebih besar dari taraf signifikan α = 0,05 (sig. > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen A berdistribusi normal. Dari nilai tersebut menunjukkan lebih besar dari taraf signifikan α = 0,05 (sig. > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen B berdistribusi normal.

Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data minat belajar kelas eksperimen A dan kelas eksperimen B siswa berasal dari populasi yang homogen. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil belajar kelas eksperimen A dan kelas eksperimen B siswa berasal dari populasi yang homogen. Dari hasil analisis SPSS terdapat perbedaan rata-rata (mean Difference) hasil belajar antara kelas uji coba A dan kelas uji coba B sebesar 5,76923.

Dimana untuk kelas eksperimen A memperoleh nilai rata-rata hasil belajar sebesar 69,6 dan untuk kelas eksperimen B sebesar 75,38. Sedangkan hasil belajar kelas eksperimen A dan eksperimen B mencapai signifikansi sebesar 0,046, signifikansi tersebut kurang dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar penggunaan media pembelajaran daring pada kelas eksperimen A dengan Menggunakan WhatsApp dan kelas eksperimen B menggunakan Google Classroom.

Tabel 4.4 Histogram minat belajar kelas Eksperimen A dan Eksperimen B
Tabel 4.4 Histogram minat belajar kelas Eksperimen A dan Eksperimen B

Pembahasan

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Terdapat kesan minat belajar terhadap pelajaran IPS melalui penggunaan media pembelajaran online murid darjah IV Sekolah Rendah Islam Khairu Ummah, kecamatan Manggala, Kota Makassar. Terdapat rumusan hasil pembelajaran dalam pelajaran IPS melalui penggunaan media pembelajaran dalam talian bagi murid darjah empat Sekolah Rendah Islam Khairu Ummah, kecamatan Manggala, Kota Makassar. Berbanding pembelajaran media dalam talian menggunakan google classroom, pelajar mendapat gred yang lebih baik berbanding menggunakan whatssap.

Terdapat perbedaan minat dan hasil belajar pada pembelajaran IPS melalui penggunaan media pembelajaran online pada siswa kelas IV SD Islam Khairu Ummah Kecamatan Manggala Kota Makassar.

Saran

Pengaruh Blended Learning Berbantuan Google Classroom terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Pada Konsep Gerak Lurus. Ariyanto, M.Pd (2019) Pemanfaatan Aplikasi Google Classroom Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas X IPS 3 SMA Batik 2 Surakarta. Yuda Darmawan 2019, Pemanfaatan Aplikasi Google Classroom Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas X Jurusan IPS Sekolah Menengah: Published.

Dengan mengamati keadaan alam lingkungan tempat tinggalnya, siswa dapat menjelaskan hubungan antara ciri-ciri alam dengan kelangsungan hidup manusia di lingkungannya. Peneliti menjelaskan penggunaan media pembelajaran online pada aplikasi Google Classroom dan WhatsApp yang akan digunakan selama proses pembelajaran. Dengan mengamati aktivitas warga di lingkungannya, siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan perekonomian di lingkungannya.

Pada kegiatan LET'S OBSERVE: siswa diminta mengamati kegiatan ekonomi dan jenis pekerjaan yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi tersebut di lingkungannya. Peneliti menjelaskan tentang penggunaan media pembelajaran pada aplikasi Google Classroom dan aplikasi WhatsApp yang akan digunakan selama proses pembelajaran. Jika menggunakan Google Classroom, bagaimana cara mengidentifikasi aktivitas siswa, baik aktivitas pra pembelajaran maupun aktivitas penutup.

Gambar

Gambar 2. 1 Icon Google Classroom
Gambar 2.3 Buat Kelas
Gambar 2.6 Tugas dapat dibuka dengan cara menekan open atau  judul tugas
Gambar 2.8  Siswa dapat melihat batas tugas yang di berikan oleh  peserta diidk dan guru dapat menambahkan tugas dan materi di
+7

Referensi

Dokumen terkait

In our speci- fications, we disaggregate total crime by violent and prop- erty crime and also consider murder as a separate category to investigate whether lengthy trials are more