BAB III METODE PENELITIAN
C. Populasi dan sampel penelitian
Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas IV SD Islam Khairu Ummah Kecamatan Manggala Kota Makassar yang terdiri dari 2 kelas yang berjumlah 52 siswa. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah sampling jenuh ini termasuk dalam Nonprobability Sampling. Sampling jenuh merupakan teknik pengambilan sampel yang semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Sampel pada penelitian ini yaitu kelas IV SD Islam Khairu Ummah Kecamatan Manggala Kota Makassar. (Nurul Komariah, dkk .2019). Berdasarkan tabel dibawah Jumlah keseluruhan siswa SD Islam Khairu Ummah Kecamatan Manggala Kota Makassar yaitu
Tabel 3.1 SD Islam Khairu Ummah
Berdasarkan pendapat di atas, maka yang menjadi populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Islam Khairu Ummah.
2. Sampel
Sampel adalah Sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.
Untuk memperoleh sampel yang repsentatif, maka berdasarkan pendapat Arikunto (2010) bahwa apabila subjeknya kurang dari 100 orang, lebih baik diambil secara keseluruhan. Berhubung karna jumlah populasi berjumlah 52 orang siswa maka semuanya ditarik menjadi sampel.yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.2 Sumber Data SD Islam Khairu Ummah
Eksperimen A Eksperimen B
26 siswa 26 siswa
Kelas 1a 29 siswa
Kelas 1b 30 siswa
Kelas 2a 24 siswa
Kelas 2b 23 siswa
Kelas 3 29 siswa
Kelas 4a 26 siswa
Kelas 4b 26 siswa
Kelas 5 29 siswa
Kelas 6 24 siswa
Jumlah 240 siswa
D. Defenisi Operasional Variabel
Variabel penelitian berkenaan dengan apa yang diteliti dalam suatu penelitian. Sugiyono (2017: 38) variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Terdapat dua macam variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel terikat dan variabel bebas.
1. Variable dependen disebut variable terikat sebagai variabel output, kriteria dan konsekuen. Sugiyono (2017: 39) variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat yaitu minat belajar dan hasil belajar IPS siswa, disebut sebagai Y.
2. Variabel Independen disebut variabel bebas sebagai stimulus predictor dan antecdent. Sugiyono (2017: 39) variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas yaitu penggunaan media pembelajaran online disebut sebagai X.
Untuk memperoleh gambaran dalam penelitian ini dianggap perlu untuk mendefinisikan variabel penelitian kedalam bentuk rumusan yang operasional, yang dapat diukur. Variabel yang dimaksud adalah:
1. Media pembelajaran online
Dalam pembelajaran online media pembelajaran sangat dibutuhkan siswa untuk membantu proses belajarnya yang tidak maksimal pada saat di sekolah, Blended Learning dapat didefinisikan sebagai model pembelajaran yang menggabungkan model pembelajaran tradisional (tatap muka) dengan model pembelajaran online (e-learning) dengan aplikasi Google Classroom dan Whatsaap. Oleh karena itu penulis akan menanyakan pada responden tentang metode pembelajaran online yang menggunakan google classroom dan Whatssap.
2. Minat belajar
Minat belajar merupakan sebuah perhatian, ketertarikan, kesenangan, keinginan dalam hati yang tidak disengaja yang sifatnya membangun untuk menerima sesuatu yang disampaikan dari luar (lingkungan). Oleh karena itu penulis akan menanyakan pada responden tentang minat belajar siswa terhadap penerapan media pembelajaran online dengan menggunakan google classroom dan whatsapp.
3. Hasil belajar
Menurut Sudjana (2016:3) “Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku baik pengetahuan, pemahaman, sikap, dan ketrampilan siswa sehingga menjadi lebih baik setelah mengikuti pembelajaran dengan mengunakan media pembelajaran yang
menggabungkan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online.
E. Variabel penelitian
Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai berdasarkan defenisi variabel, maka yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah media pembelajaran online dengan menggunakan Google Classroom dan Whatssap (X), minat belajar (Y1), dan hasil belajar (Y2).
F. Instrumen Penelitian
Instrumen pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menggunakan kurikulum 2013 sesuai dengan kurikulum yang digunakan oleh SD Islam Khairu Ummah.
1. Instrumen Tes Tertulis (Penilaian)
Penilaian kemampuan pemahaman atau hasil belajar siswa dilakukan dengan menggunakan posttest. posttest digunakan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah melalui proses pembelajaran. Soal posttest masing-masing terdiri dari 5 soal.
2. Instrumen Angket
Angket adalah kegiatan pengumpulan data berupa pertanyaan yang telah diisi oleh responden untuk memperoleh informasi yang ingin diketahui (Suparno, 2014). Dalam penelitian ini angket yang digunakan adalah jenis angket tertutup dan terbuka.
Pada angket tertutup siswa bebas memberikan jawaban sesuai dengan dirinya, sesuai dengan kategori yang telah ditentukan. Yang akan diukur dengan menggunakan angket ini adalah respon siswa setelah menggunakan pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran online dan tatap muka dalam keterlibatan siswa selama proses pembelajaran.
Kategori penilaian yang digunakan dalam angket tertutup penelitian ini terbagi menjadi 4 kategori, yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Dengan nilai skor sebagai berikut:
Tabel 3.3 Kategori skor pada angket tertutup
Tabel 3.4 Kategori Persentase tanggapan siswa
3. Validasi Instrumen Penelitian
Validitas dilakukan untuk mengukur atau menentukan apakah suatu instrumen yang digunakan sungguh mengukur apa yang mau
Kategori Skor
Positif Negatif
Sangat Setuju 4 1
Setuju 3 2
Tidak Setuju 2 3
Sangat Tidak Setuju 1 4
Persentase Kategori 0% - 20% Sangat Rendah
21% - 40% Rendah
41% - 60% Sedang
61% - 80% Tinggi
81% - 100% Sangat Tinggi
diukur, yaitu apakah sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan (Suparno, 2014). Kesimpulannya valid bila sesuai dengan tujuan penelitian. Terdapat 3 macam validitas, yaitu content validity (validitas isi), criterion-related evidence of validity, construct-related evidence.
Penelitian ini menggunakan validitas isi (content validity).
Validitas isi digunakan untuk mengukur apakah isi dari instrumen yang akan digunakan sungguh mengukur isi dari domain yang mau diukur. Apakah item tes sungguh mempresentasikan isi yang mau dites (Suparno, 2014).
Menurut Suparno (2014: 66) untuk melihat apakah tes kita valid secara isi dapat ditentukan minimal dengan dua cara, yaitu:
1) Dengan minta penilaian ahli, apakah tes itu sungguh sesuai dengan isi yang mau dites.
2) Dengan menggunakan kisi-kisi yang menunjukkan bahwa instrumen itu memang memuat semua isi yang mau dites, bukan hanya sebagian saja.
Dengan demikian instrumen yang akan divaliditasi adalah instrumen dalam bentuk soal pretest dan posttest serta angket, yang akan diberikan pada siswa.