i
Peran Perempuan dalam Keluarga Perspektif Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 1-6
(Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Mishbâh)
Proposal ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Agama (S.Ag)
Oleh:
Devi Nirmayuni (15210650)
PRODI ILMU AL-QUR‟AN DAN TAFSIR (IAT) FAKULTAS USHULUDDIN
INSTITUT ILMU AL-QUR‟ANJAKARTA TAHUN AJARAN 2019 M/ 1440 H
ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi dengan judul “Peran Perempuan dalam Keluarga Perspektif Al- Qur’an surat At-Tahrim ayat 1-6 (Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Mishbâh)” yang disusun oleh Devi Nirmayuni Nomor Induk Mahasiswa: 15210650 telah melalui proses bimbingan dengan baik dan dinilai oleh pembimbing telah dan memenuhi syarat ilmiah untuk diujikan dalam sidang Munaqasyah.
Jakarta, 14 Agustus 2019 Pembimbing
Drs. H. Arison Sani,
iii
iv
LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi dengan judul “Peran Perempuan dalam Keluarga Perspektif Al- Qur’an surat At-Tahrim ayat 1-6 (Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Mishbâh)” yang disusun oleh Devi Nirmayuni dengan NIM 15210650 telah diujikan pada sidang Munaqasyah Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta pada tanggal 16 Agustus 2019. Skripsi telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Agama (S.Ag).
Jakarta, 16 Agustus 2019
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah
Dr. Muhammad Ulinnuha, Lc, MA Sidang Munaqasyah
Ketua Sidang Sekretaris Sidang
Dr. Nadjematul Faizah, M.Hum Mamluatun Nafisah, M.Ag.
Penguji I Penguji II
Ahmad Hawasi, S. Si., M. Ag. Iffaty Zamimah, MA.
Pembimbing
Drs. H. Arison Sani, MA.
v
PERNYATAAN PENULIS Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Devi Nirmayuni
NIM : 15210650
Tempat/Tgl.Lahir : Sungai Danai, 25 Desember 1996
Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul judul “Peran Perempuan dalam Keluarga Perspektif Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 1-6 (Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Mishbâh)” adalah benar-benar asli karya penulis kecuali kutipan-kutipan yang sudah disebutkan. Kesalahan dan kekurangan di dalam karya ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya.
Jakarta, 14 Agustus 2019
Devi Nirmayuni
vi MOTTO
“It’s not happiness that bring us gratitude.
It’s gratitude that bring us happiness.”
vii
PERSEMBAHAN
Terimakasih kepada kedua orang tua yang tidak pernah lelah untuk
mendo‟akan di setiap sujudnya. Terimakasih untuk cinta dan kasih sayang yang berlimpah serta pengorbanan yang begitu besar yang telah diberikan hingga saat ini.
viii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji bagi Allah sang Maha Pencipta yang telah memberikan yang telah memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga kita masih bisa hidup dalam keadaan yang penuh berkah.
Shalawat serta salam senantiasa dicurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah ke zaman yang berilmu pengetahuan seprti halnya sekarang ini.
Selanjutnya penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT karena atas pertolongan dan rahmat-Nya penulis mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul “Peran Perempuan dalam Keluarga Perspektif Al- Qur’an surat At-Tahrim ayat 1-6 (Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Mishbâh)”. Selain itu penulis mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini. Terima kasih yang terdalam kepada:
1. Prof. Dr. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo, Rektor Instiitut Ilmu Al- Qur‟an (IIQ) Jakarta beserta seluruh jajarannya yang telah berjasa dalam kemajuan perguruan tinggi ini.
2. Dr. Muhammad Ulinnuha, Lc, MA sebagai dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah
3. Drs. H. Arison Sani, MA sekaligus dosen pembimbing yang telah menyediakan waktu, pikiran dan tenaganya untuk memberikan bimbingan, nasehat, petunjuk, dan arahan kepada penulis yang senantiasa sabar dalam membimbing penulis selama penyusunan skripsi ini.
4. Terimkasih kepada kedua orang tua tercinta Bapak Hasanudin dan Ibu Mariana yang tak pernah lupa melafadzkan nama penulis di dalam do‟a-do‟anya, yang tidak pernah berhenti memberikan
ix
dukungan dan motivasi sehingga penulis bisa menyelesaikan studinya di IIQ Jakarta.
5. Segenap Dosen Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta yang telah mendidik dan membimbing penulis serta mengajarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat.
6. Segenap Instruktur Tahfidz Ibu Atiqoh, Ibu Hj. Istiqomah, Ibu Hj.
Muthmainnah, Ka Nurafriani Hasanah, dan Ibu Fatimah Askan terimakasih atas waktu dan motivasi luar biasa kepada penulis untuk lebih dekat dengan Al-Qur‟an.
7. Terimakasih kepada sahabat-sahabatku tersayang Siti Nurholizah, Alifah Nurru‟fah, Qoriatus Sholihah, Reka Lestary Husain, Feyskia Iman Sari Kusumawardani, Sekar Wiji Rahayu, Raudhatul Fira Zulita, Nabilatun Nada, yang selalu ada disetiap suka dan duka, dan selalu memberikan support kepada penulis hingga skripsi ini selesai.
8. Terimakasih kepada teman-teman kelas Ushuluddin IAT A angkatan 2015, yang telah memberikan semangat, motivasi, dan telah berjuang bersama sejak awal hingga akhir perkuliahan.
9. Kepada seluruh pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dengan kebaiakan yang berlipat ganda. Aamiin.
Jakarta, 14 Agustus 2019 Penyusun
Devi Nirmayuni
x DAFTAR ISI
SURAT PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i
SURAT PENGESAHAN ... ii
PERNYATAAN PENULIS ... iii
MOTTO ... iv
PERSEMBAHAN ... v
KATAPENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI... ix
ABSTRAK ... xii
PEDOMAN TRANSLITERASI ... xiv
BAB I: PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Permasalahan ... 7
1. Identifikasi Masalah ... 7
2. Pembatasan Masalah ... 7
3. Rumusan Masalah ... 8
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 8
D. Kajian Pustaka ... 8
E. Metode Penelitian ... 12
F. Teknik dan Sistematika Penulisan ... 14
BAB II: PERAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA A. Pengertian Perempuan ... 16
B. Istilah-istilah Perempuan dalam Keluarga ... 18
C. Peran Perempuan dalam Keluarga ... 24
D. Hak-hak Perempuan dalam Keluarga... 36
E. Kewajiban Perempuan dalam Keluarga ... 41
xi
BAB III: PROFIL KITAB TAFSIR AL-AZHAR KARYA BUYA HAMKA DAN KITAB TAFSIR AL-MISHBẬH KARYAM. QURAISH SHIHAB
A. Biografi Buya Hamka
1. Riwayat Hidup Buya Hamka ... 44 2. Riwayat Pendidikan dan Karir Buya Hamka ... 45 3. Karya-karya Buya Hamka ... 51 B. Profil Tafsir Al-Azhar
1. Latar Belakang dan Motivasi Penulisan Tafsir Al-Azhar 51 2. Karakteristik dan Sistematika Tafsir Al-Azhar ... 53 3. Metode dan Corak Penafsiran Tafsir Al-Azhar ... 54 C. Biografi M. Quraish Shihab
1. Riwayat Hidup M. Quraish Shihab ... 55 2. Riwayat Pendidikan dan Karir M. Quraish Shihab .... 56 3. Karya-karya M. Quraish Shihab ... 58 D. Profil Tafsir Al-Mishbâh
1. Latar Belakang dan Motivasi Penulisan Tafsir Al-Mishbâh
………...60 2. Karakteristik dan Sistematika Tafsir Al-Mishbâh .... ….62 3. Metode dan Corak Penafsiran Tafsir Al-Mishbâh ... ….63 BAB IV: AYAT-AYAT TENTANG PERAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA MENURUT TAFSIR AL-AZHAR DAN TAFSIR AL- MISHBÂH
A. Menjaga Rahasia Suami (QS. At-Tahrim[66]: 1-3) ... 65 B. Meminta maaf ketika melakukan Kesalahan (QS. At-Tahrim[66] :4-
5)………..74 C. Memelihara Diri dan Keluarga dari Neraka (QS. At-Tahrim[66]:
6)………..79
xii BAB V : PENUTUP
A. Kesimpulan ... 85 B. Saran ... 86 DAFTAR PUSTAKA ... 87
xiii
PEDOMAN TRANSLITERASI
Transliterasi ini berpedoman pada buku penulisan skripsi, tesis, dan disertasi Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta tahun 2017. Transliterasi Arab-Latin mengacu pada berikut ini:
1. Konsonan
No. Arab Latin No. Arab Latin
1.
ا
a 16.ط
th2.
ة
b 17.ظ
zh3.
ث
t 18.ع
„4.
ث
ts 19.غ
gh5.
ج
j 20.ف
f6.
ح
h 21.ق
q7.
خ
kh 22.ك
k8.
د
d 23.ل
l9.
ذ
dz 24.و
m10.
ز
r 25.ن
n11.
ش
z 26.و
w12.
س
s 27.ه
h13.
ش
sy 28.ء
,14.
ص
sh 29.ي
y15.
ض
dhxiv 2. Vokal
Vokal Tunggal Vokal panjang Vokal Rangkap
Fathah : a
آ
: ȃْْي َ
.. : aiKasrah : i ْ : ȋ
ي
ْو َ
.. :auDhammah : u
و
: ȗ3. Kata Sandang
a. Kata sandang yang diikuti alif lam
(لا)
qamariyah.Kata sandang yang diikuti alif lam
(لا)
qamariyah ditransliterasikan sesuai dengan bunyinya.Contoh :
ةسقبنا
ْ
: al-Baqarahتنيدمنا
: al-Madȋnahb. Kata Sandang yang diikuti oleh
(لا)
syamsiahKata sandang yang diikuti alif lam
(لا)
syamsiah ditransliterasikan sesuai dengan aturan yang digariskan di depan dan sesuai dengan bunyinya. Contoh:مجسنا
: ar-rajulةديسنا
:as-Sayyidahصمشنا
: asy-syamsْ يمزادنا
ْ:ad-Dȃrimȋc. Syaddah (Tasydȋd)
Syaddah (Tasydȋd) dalam sistem aksara Arab digunakan lambang (
ْ َ َ َ)
sedangkan untuk alih aksara ini dilambangkan dengan huruf, yaitu dengan cara menggandengkan huruf yang bertandaxv
tasydȋd. Aturan ini berlaku secara umum, baik tasydȋd yang berada di tengah kata ataupun yang terletak setelah kata sandang yang diikuti oleh huruf-huruf syamsiah. Contoh:
ِّْاللبِبْآّن م ء :
Ȃmannȃ billȃhiِْعّكُّسنا و :
wa ar-rukka’iْ
ْ ءآه فُّسناْ ه ما ء ْ :
Ȃmannȃas-Sufahȃ’uْ هْيِرناْ َّنِإ : ْ
Inna al ladzȋna d. Ta Marbȗthah (ة
)Ta Marbȗthah (
ة
) apabila berdiri sendiri, waqaf atau diikuti oleh kata sifat (na’at),maka huruf tersebut diaksarakan menjadi huruf“h”. Contoh:
ِْة دِئْف ْلْ ا
: al-Af’idahْ ت يِم لَْسِلإاْ ت عِمب جْن ا
: al-Jȃmi’ah al-IslȃmiyyahSedangkan ta marbuthah (ة) yang diikuti atau disambungkan (di- washal) dengan kata benda (ism) maka dialih aksarakan menjadi huruf ”t”. Contoh:
ِْت بِصب نناْ ت هِمب ع
: „Ȃmilatun Nȃshibah.ى سْب كْناْ ت ي ْلْ ا
: al-Ȃyat al-Kubra e. Huruf KapitalSistem penulisan huruf Arab tidak mengenal huruf capital, akan tetapi apabila telah dialih aksarakan maka berlaku ketentuan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) bahasa Indonesia, seperti penulisan awal kalimat,huruf awal, nama tempat, nama bulan, nama diri dan lain-lain. Ketentuan yang berlaku pada EYD berlaku pula dalam alih aksara ini, seperti cetak miring (italic) atau cetak tebal (bold) dan ketentuan lainnya. Adapun untuk nama diri yang diawali dengan kata sandang, maka huruf yang ditulis capital adalah awal nama diri,
xvi
bukan kata sandangnya. Contoh: „Ali Hasan al-„Ȃridh, al-Ȃsqallȃnȋ, al-Farmawȋ dan seterusnya. Khusus untuk penulisan kata Alqur‟an dan nama-nama surahnya menggunakan huruf capital. Contoh: Al- Qur‟an, Al-Baqarah, Al-Fȃtihah dan seterusnya.
xvii ABSTRAK
Nirmayuni, Devi, 15210650. “Peran Perempuan dalam Keluarga Perspektif Al-Qur‟an surat At-Tahrim ayat 1-6 (Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Mishbâh)”. Skripsi.
Jurusan: Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir. Fakultas: Ushuluddin dan Dakwah, Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta.
Pembimbing: Drs. H. Arison Sani, MA.
Islam adalah agama rahmatan lil’alamin. Hal itu salah satunya bisa dlihat dari cara Islam memosisikan kaum perempuan. Ketika Islam datang, ia mengangkat martabat wanita dari kondisi yang dominan dalam masyarakat di dunia saat itu. Dari sini kita dapat melihat betapa besarnya peran perempuan hingga Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang beriman agar tidak meremehkan hal-hal yang berhubungan dengan wanita. Dalam Al-Qur‟an ditemukan beranekaragam kisah yang mana di dalamnya terdapat nilai-nilai yang berharga yang terkandung dalam kisah tersebut.
Nilai-nilai tersebut dapat berfungsi sebagai petunjuk, peringatan, rahmat, penawar penderitaan serta pelajaran. Dalam surat At-Tahrim terdapat ayat yang saling berkaitan dan membahas permasalahan- permasalahan yang terjadi di dalam keluarga Nabi-nabi, salah satunya adalah keluarga Nabi Muhammad SAW yang mengalami goncangan bahkan ada wacana bahwa beliau akan menceraikan istrinya.
Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (Library Research), yaitu rangkaian penelitian yang berkenaan dengan pengumpulan data dan pustaka dari literatur yang berkaitan dengan judul penelitian ini. Jenis penelitian ini adalah kualitatif agar mendapatkan da yang mendalam. Adapun metode yang digunakan yaitu deskriptif-analisis komparatif, dengan itu penulis dapt memperoleh data atau informas dari berbgai sumber tertulis atau dari sumber data yang ada pada informan.
Berdasarkan analisa data yang dilakukan, penulis memperoleh kesimpulan bahwa betapa besarnya pengaruh peran perempuan dalam sebuah keluarga, antara lain adalah menjaga rahasia suami, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, menjaga kelurga dari api neraka.
1 BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Islam adalah agama rahmatan lil’alamin. Hal itu salah satunya bisa dlihat dari cara Islam memosisikan kaum perempuan. Jika kita melihat kembali zaman jahiliyah, betapa perempuan dipandang rendah. Ketika itu, mengubur hidup- hidup bayi berjenis kelamin perempuan sudah dianggap tradisi dalam masyarakat Arab jahiliyah.1
Islam mampu mengembalikan harga diri dan kepribadian wanita, menempatkannya pada kedudukan yang tinggi, yang mana hukum positif saat itu belum ada yang mencapai taraf itu.
Berikut adalah beberapa contoh sebelum risalah kenabian datang:
Menurut Undang-undang Yunani, dimana wanita berada dalam wilayah kekuasaan penaggung jawabnya. Sebelum wanita itu kawin, maka ia menjadi milik ayahnya atau saudara laki-lakinya, atau siapapun yang menjadi penanggung jawabnya maka setelah ia kawin akan menjadi milik suaminya, sehingga ia tidak memiliki ruang gerak untuk mengatur urusannya sendiri baik sebelum kawin atau sesudahnya. Wanita seolah-olah menjadi komoditas yang dapat diperjual belikan dan yang menerima harganya adalah penanggung jawabnya.
1 Andi Sri Suriati Amal, Perempuan sebagai Muslimah, Ibu, dan Istri, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2013), h. 1-2
2 Menurut Undang-undang Romawi, wanita diperlakukan seperti anak kecil atau bagaikan orang gila. Artinya ia tidak memiliki wewenang sedikit pun atas dirinya. Tuan rumahlah yang berhak menjual setiap wanita yang berada dalam wilayah tanggung jawabnya. Jadi wanita tetap berada di bawah kekuasaan penanggung jawabnya, yakni ayahnya atau suaminya sampai ia tutup usia dan penanggung jawabnya mempunyai hak penuh ntuk menjualnya, mengasingkannya, menghukumnya, atau bahkan berhak menghilangkan nyawanya.2
Ketika Islam datang, ia mengangkat martabat wanita dari kondisi yang dominan dalam masyarakat di dunia saat itu. Islam datang memberikan kebebasan kepada wanita, menjaminnya dapat menggunakan hak prbadinya dan independensinya, memulihkan kembali harga dirinya, menyatakan bahwa pria dan wanita satu sama lain hidup saling melengkapi dan saling mendukung.3
Dalam Al-Qur’an, wanita diberi tempat khusus dengan memberi satu surat yang disebut dengan surat an-Nisa[4] yang artinya adalah wanita, yang mana di dalamnya banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita. Dari sini kita dapat melihat betapa besarnya peran perempuan dalam kehidupan hingga Allah memberi petunjuk kepada orang-orang
2 As-Syeikh Mohammad Mutawalli as-Sya’rawi, Wanita dalam Perspektif Al-Qur’an, (Jakarta: Yayasan Alumni Timur Tengah, 2010), h. 17
3 As-Syeikh Mohammad Mutawalli as-Sya’rawi, Wanita dalam Perspektif Al-Qur’an, (Jakarta: Yayasan Alumni Timur Tengah, 2010), h. 34
3 yang beriman agar tidak meremehkan hal-hal yang menjadi hak para perempuan.
Bagi umat Islam adanya pembatasan seks dengan pernikahan, itu berarti telah menyelamatkan kaum wanita untuk terjun dalam dunia prostitusi.4 Maka dari itu umat Islam dianjurkan untuk menikah, karena pernikahan dalam Islam menawarkan ketenangan jiwa dan kedamaian pikiran, sehingga laki-laki dan perempuan bisa hidup bersama dalam cinta, kasih sayang, kepahitan dalam hidup, harmonis, kerjasama, saling menasehati dan toleran meletakkan pondasi mengangkat keluarga dalam Islam dalam suatu lingkungan yang lestari dan sehat.5
Menurut Undang-Undang Perkawinan (UUP) No. 1 tahun 1974: Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan yang Maha Esa.6
Dalam kehidupan berkeluarga, suami istri dituntut untuk menjaga hubungan yang baik, menciptakan suasana yang harmonis, yaitu dengan menciptakan saling pengertian, saling menjaga, saling menghormati, dan saling menghargai, serta saling memenuhi kebutuhan masing-masing. Apabila suami istri melalaikan kewajiban, maka akan terjadi kesenjangan hubungan yang akibatnya dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti
4 Lynn Wilcox, Wanita dalam Al-Qur’an Perspektif Sufi, terj.
DICTIA, (Bandung: Pustaka Hidayah, 2001), Cet. I, H. 46
5 Muhammad Ali Al-Hasyimi, Menjadi Muslim Ideal, terj.
Ahmad Baidowi, (Jakarta: PT. Mitra Pusaka, 1999), Cet. I, h. 93
6 Kementrian Agama RI, Etika Berkeluarga, Bermasyarakat, dan Berpolitik, (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an , 2012), Cet. II, h. 343
4 mengakibatkan kesalahpahaman, perselisihan, dan ketegangan hidup berumah tangga. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Ar-Rum ayat 21:
ْمُكَنْ يَ ب َلَعَجَو اَهْ يَلِا اْوُ نُكْسَتِّل اًجاَوْزَا ْمُكِسُفْ نَا ْنِّم ْمُكَل َقَلَخ ْنَا ِهِتَيآ ْنِمَو ًةَّدَوَّم
َنْوُرَّكَفَ تَّ ي ٍمْوَقِّل ِتَي َلَ َكِلَذ ِْفِ َّنِا ًةَْحَْرَّو
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran) Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.7
Ayat tersebut menggambarkan jalinan ketenteraman, rasa kasih dan rasa sayang sebagai suatu ketenangan yang dibutuhkan oleh masing-masing individu, laki-laki dan perempuan ketika jauh dari pasangannya. Setiap suami dan istri yang menikah, tentu sangat menginginkan kebahagiaan hadir dalam kehidupan rumah tangga mereka, ada ketenangan, ketentraman, kenyamanan, dan kasih sayang. Rumah tangga yang menjadi surga dunia tidaklah identik dengan limpahan materi, kebahagiaan bukanlah sebuah kemustahilan untuk dicapai, sebab kebahagiaan merupakan
7 Kementrian Agama RI, Etika Berkeluarga, Bermasyarakat, dan Berpolitik (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an), h.
345
5 pilihan dan buah dari cara berfikir dan bersikap. Maka dari itu, hanya dengan pasangannyalah ia dapat menikmati manisnya cinta dan indahnya kasih sayang dan kerinduan.8
Islam sebagai agama yang memberikan perhatian besar pada pentingnya institusi keluarga, secara normatif memberikan seperangkat aturan-aturan yang komperehensif, baik berkaitan dengan persoalan memilih pasangan hidup, tata cara perkawinan, tata krama hubungan suami istri, menyambut kelahiran anak, pendidikan anak dan keluarga, bahkan kematian serta soal warisan.9
Keluarga merupakan bagian dari institusi sosial terkecil di tingkat masyarakat. Satu sisi dapat dipahami sebagai bagian dari proses sosial, namun di sisi lain juga dapat dipahami sebagai cara membangun masyarakat yang ramah nilai, manfaat dan arti bagi kehidupan yang lebih luas. Untuk menghantarkan harapan demikian, keluarga mesti memiliki seperangkat aturan yang dapat menumbuhkan kesadaran yang tinggi di antara anggota keluarga terhadap hak dan kewajibannya masing-masing.10
Setiap pasangan harus berusaha dan bertekad untuk membangun rumah tangga yang bahagia dan langgeng. Konflik diantara suami istri merupakan sesuatu yang tidak bisa
8 Lembaga Darut-Tauhid, Kiprah Muslimah dalam Keluarga Islam, Terj. A. Chumaidi Umar, (Bandung: Mizan, 1990), Cet. Ke 1, h.
82
9 Hamim Ilyas, dkk., Perempuan Tertindas?, (Yogyakarta:
Pusat Studi Wanita IAIN Sunan Kalijaga, 2003), Cet. I, h. 89-90
10 Zaitunah Subhan, Menggagas Fiqh Pemberdayaan Perempuan, (Jakarta: El-Kahfi, 2008), Cet. I, h. 223
6 dihindari, dapat dikatakan bahwa hal itu merupakan sebuah keadaan yang buruk yang tidak mungkin terlepas dari mereka.
Karena pada dasarnya manusia berbeda-beda dalam perasaan, keahlian, kemampuan, dan kepribadiannya. Perbedaan- perbedaan itulah yang menyebabkan adanya konflik.11
Nabi Muhammad SAW pun yang merupakan teladan bagi setiap muslim dan muslimah, dalam kehidupan rumah tangga yang idealnya itu juga ternyata juga tak luput dari selisih paham dan selisih pendapat. Ini artinya bahwa Nabi Muhammad SAW dan juga istri-istrinya adalah manusia dengan segala kekurangannya yang tidak luput dari kesalahan.
Dalam Al-Qur’an ditemukan beranekaragam kisah. Jika dikaji secara mendalam, bukan saja akan mengungkapkan rahasia pesona bahasa yang memiliki daya tarik yang begitu kuat, tetapi juga dapat mengungkapkan banyak hal, berupa nilai-nilai yang berharga yang terkandung dalam kisah tersebut. Nilai-nilai tersebut dapat berfungsi sebagai petunjuk, peringatan, rahmat, penawar penderitaan serta pelajaran dan pada akhirnya bisa menambah keyakinan akan kebenaran Al-Qur’an dan risalah Nabi Muhammad SAW.
Dalam surat at-Tahrim terdapat 12 ayat yang saling berkaitan dan membahas permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam keluarga Nabi-nabi, salah satunya adalah keluarga Nabi Muhammad SAW yang mengalami goncangan bahkan ada
11 Ra’ad Kamil Al-Hayali, Trik Mengatasi Konflik Suami Istri, (Surabaya: Dunia Ilmu 1999), Cet. I, h. 38
7 wacana bahwa beliau akan menceraikan istrinya. Pada ayat 1-5 membahas sumpah Nabi yang mengharamkan atas apa yang dihalalkan oleh Allah atas diri beliau, dikarenakan kedua istrinya yang bernama Aisyah dan Hafshah yang cemburu. Kemudian Allah memerintahkan Nabi untuk membebaskan sumpahnya dan memberitahukan apa yang telah dilakukan oleh istri-istrinya, dan memerintahkan kepada istri-istrinya untuk segera bertaubat. Lalu pada ayat 6 Allah memerintahkan kepada seluruh orang-orang yang beriman untuk menjaga dirinya beserta keluarganya dari api neraka.
Penulis tertarik untuk mengungkap pelajaran apa saja yang bisa diambil dari permasalahan yang terjadi dalam keluarga Nabi beserta istri-istrinya tersebut. Maka dari itu, yang akan menjadi fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah Tafsir Al- Azhar yang merupakan karya Buya Hamka dan Tafsir Al- Mishbâh yang merupakan karya M. Quraish Shihab. Buya Hamka dan M. Quraish Shihab merupakan tokoh agama dan juga mufassir yang cukup disegani di Indonesia, kedua tokoh tersebut merupakan tokoh yang ahli di bidang tafsir dan berbagai permasalahan umat. Penelitian ini akan membandingkan dan menganalisis tentang bagaimana kedua tokoh tersebut menafsirkan ayat di dalam kedua kitabnya yaitu Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Mishbâh.
Dari latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul, “Peran Perempuan dalam
8 Keluarga Perspektif Al-Qur’an surat at-Tahrim ayat 1-6 (Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Mishbâh)”.
B. Identifikasi, Pembatasan dan Rumusan Masalah 1. Identifikasi Masalah
Dari judul yang akan dipaparkan di atas, dapat ditemukan beberapa masalah yang patut dibahas. Diantara masalah yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:
a. Banyak sekali pelajaran-pelajaran dalam Al-Qur’an yang bisa dijadikan acuan dalam keluarga
b. Banyaknya peran perempuan yang belum bisa terlaksanakan dengan baik dalam keluarga
c. Adanya perbedaan pandangan para mufassir dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an tentang perempuan 2. Pembatasan Masalah
Berdasarkan hasil identifikasi masalah di atas, penulis akan membatasi penelitian ini hanya pada peran perempuan dalam keluarga dalam penasfiran Buya Hamka pada Tafsir Al-Azhar dan penafsiran M. Quraish Shihab pada Tafsir Al- Mishbâh pada surat At-Tahrim ayat 1-6.
3. Rumusan Masalah
Dari permasalahan-permasalahan yang dapat diidentifikasi di atas, penulis melihat perlu melakukan pembatasan terhadap masalah yaitu :
a. Bagaimana kehidupan keluarga Nabi dalam Al- Qur’an surat At-Tahrim ayat 1-6 pada Tafsir Al- Azhar dan Tafsir Al-Mishbâh?
9 b. Apa saja pelajaran yang dapat diambil dari
pembahasan surat At-Tahrim ayat 1-6?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Adapun tujuan penelitian ini adalah:
a. Untuk mengetahui cara Nabi dalam menyikapi permasalahan yang ada dalam keluarganya
b. Untuk mengetahui seperti apa peran perempuan dalam keluarga
c. Untuk menambah wawasan mengenai kandungan surat at-Tahrim ayat 1-6
2. Adapun manfaat penelitian ini adalah:
a. Dari tulisan ini dapat menambah pengetahuan kita seperti apakah keluarga Nabi dalam surat at-Tahrim.
b. Memberi acuan untuk setiap keluarga agar dapat membangun keluarga yang harmonis.
c. Sebagai pedoman dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
D. Kajian Pustaka
Menurut pengamatan penulis karya-karya tulis mengenai peran suami dan istri dalam keluarga sudah banyak dilakukan para peneliti baik dari segi perspektif Al-Qur’an maupun perspektif tafsir-tafsir. Namun sejauh ini peneliti belum menemukan pembahasan khusus tentang “Peran Perempuan dalam Keluarga Perspektif Al-Qur’an surat at-Tahrim ayat 1-6 (Studi Komparatif Tafsir al-Azhar dan Tafsir al-Mishbâh)”.
10 Penelitian ini mengkaji persoalan bagaimana peran perempuan menurut Al-Qur’an. Namun tidak menutup kemungkinan skripsi yang disusun oleh penulis ini memiliki kemiripan dengan skripsi penulis lainnya. Dalam beberapa buku dan skripsi yang saya baca, banyak hal khususnya teori dan pendapat yang menjadi perhatian penulis untuk dijadikan penunjang penulisan skripsi ini. Dan sebagai tinjauan pustaka penulis dalam menyusun teori-teorinya mengambil dari buku- buku dan skripsi yang bersangkutan dengan peran permpuan dalam berumah tangga. Berikut adalah penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini:
1. Eva Yarosdiana merupakan penulis sebuah skripsi yang berjudul Peran Suami dalam membina Rumah Tangga yang Sakinah Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2011, dalam skripsi ini dijelaskan bagaimana peran suami dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Peranan suami sesuai kedudukannya dalam keluarga yaitu harus bisa mengayomi dan menjaga seluruh anggota keluarganya.
Dalam penulisan skripsinya, penulis menggunakan metode maudhu’i (tematik). Perbedaan dengan penelitian yang akan diteliti nanti adalah terletak pada pembahasan perannya yaitu peneliti akan memfokuskan penelitiannya pada peran perempuan dan perbedaan selanjutnya yaitu pengambilan mufassir yang berbeda, karena peneliti akan menggunakan kitab tafsir karya Buya Hamka dan kitab tafsir karya M.
Quraish Shihab dengan metode komparatif.
11 2. Nafiah Indaniyyah menulis skripsi dengan judul Peran Perempuan dalam Menciptakan Perdamain Perspektif Al- Qur’an Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al-Qur’an 2011, di dalam skripsi ini dijelaskan apa saja peran perempuan dalam menciptakan perdamaian berdasarkan surah an-Naml ayat 29-35. Pesan Al-Qur’an tentang perdamaian yaitu harus dikualitaskan oleh setiap pribadi muslim dengan cara berucap dan berprilaku yang ramah dan santun terhadap sesama tanpa memandang perbedaan suku, agama, strata sosial dan lain sebagainya. Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan diteliti nanti ialah pada objek yang dituju yaitu dalam skripsi ini yang difokuskan pada peran perempuan dalam menciptakan perdamaian, sedangkan peneliti akan memfokuskan pada peran perempuan dalam keluarga dengan melihat persamaan dan perbedaan dari dua kitab tafsir yaitu tafsir Al-Azhar dan Al-Mishbah.
3. M. Faishal Hadi menulis skripsi dengan judul Pendidikan Keluarga dalam Al-Qur’an surat at-Tahrim ayat 6 dalam Tafsir Al-Mishbah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta 2015, di dalam skripsi ini dijelaskan bagaimana relevansi pendidikan keluarga berdasarkan surat at-Tahrim ayat 6 menurut tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab.
Karena penulis melihat banyaknya fenomena keluarga masa kini yang tidak berprilaku sesuai dengan aturan agama, sehingga menyebabkan terjadinya perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, pelantaran dan hubungan yang buruk
12 antara anak dengan kedua orang tuanya. Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan diteliti nanti ialah terletak pada pengambilan surat yaitu peniliti akan mengambil dari ayat 1 sampai ayat 6 pada surat at-Tahrim, sedangkan penulis hanya memfokuskan pada satu ayat yaitu ayat 6 saja pada surat at-Tahrim. Lalu perbedaan selanjutnya yaitu terletak pada metode penafsiran yang diambil, dimana penulis hanya menganalisis penafsiran menurut tafsir Al-Mishbah saja, sedangkan peneliti akan mengambil metode komparatif antara tafsir Al-Azhar dan tafsir Al-Mishbah.
4. Nourma Idah Chasanah menulis skripsi yang berjudul Etika dalam Keluarga Perspektif Al-Qur’an Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al-Qur’an 2017, di dalam skripsi ini dijelaskan berbagai macam etika dalam keluarga, karena hasil didikan keluarga tersebut menentukan nasib anak bangsa. Dalam skripsi ini menjelaskan tentang penafsiran ayat-ayat etika dalam keluarga dengan menggunakan tafsir Al-Ibriz karya KH. Bisri dan tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. KH. Bisri adalah salah satu Kiai besar di kawasan pesisir dengan menggunakan tafsir tradisi kultur Jawa, sedangkan Buya Hamka merupakan mufassir pertama menerbitkan tafsirnya di Indonesia dengan menggunakan bahasa Melayu. Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan diteliti nanti ialah penulis memfokuskan kepada peran perempuan dalam keluarga. Lalu perbedaan yang lebih menonjol terletak pada kitab tafsir yang digunakan, karena peneliti menggunakan kitab tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan kitab tafsir Al-
13 Mishbah karya M. Quraish Shihab, dimana kedua mufassir ini berasal dari Indonesia.
5. Syarifah Ainul Mardiah menulis skripsi yang berjudul Konsep Pernikahan Harmonis dalam Al-Qur’an Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al-Qur’an 2017, di dalam skripsi ini dijelaskan bagaimana konsep pernikahan yang harmonis yang sesuai dengan ajaran Islam dan Al-Qur’an. Penulis ingin melihat persamaan dan perbedaan pandangan dua mufassir yang berbeda yaitu Buya Hamka dalam tafsir Al- Azhar dan Hasbi as-Shiddieqy dalam tafsir An-Nur. Adapun perbedaan dengan penelitian yang akan diteliti nanti ialah peneliti lebih memfokuskan kepada peran perempuan dalam keluarga, dan menggunakan dua mufassir yang berbeda yaitu tafisr Al-Azhar karya Buya Hamka dan tafsir Al- Mishbah karya M. Quraish Shihab.
E. Metodologi Penelitian 1. Jenis Penelitian
Untuk mendapatkan data dan fakta yang objektif dalam penelitian ini, peneliti juga menggunakan metode kepustakaan (Library Research), yaitu rangkaian penelitian yang berkenaan dengan pengumpulan data dan pustaka dari literature yang berkaitan dengan judul penelitian ini. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan
14 menjadi hipotesis. Sehingga apabila hipotesis diterima, maka hipotesis tersebut berkembang menjadi teori.12
2. Sumber Data Penelitian
Untuk mendapatkan data dalam penulisan ini, penulis menggunakan sumber data yang relevan dengan judul proposal ini. Adapun sumber-sumber penulisan dalam penulisan ini akan menggunakan kitab tafsir yang sesuai dengan judul, dengan melihat penafsiran ayat-ayat dalam surat at-Tahrim yang berkenaan dengan peran perempua.
Adapun kitab yang akan digunakan adalah kitab Tafsir Al- Azhar karya Buya Hamka dan Al-Mishbâh karya M. Quraish Shihab.
Penulis menggunakan sumber data yang relevan yaitu sumber primer seperti Al-Qur’an dan terjemahannya, kitab Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, dan Tafsir Al-Mishbâh karya M. Quraish Shihab, ada pula sumber-sumber sekunder untuk mendukung penulis dalam penelitian menggunakan kitab-kitab tafsir, buku-buku sejarah tentang keluarga Nabi, ensiklopedia tafsir, serta buku-buku yang mendukung penafsiran, dan yang berkaitan dengan judul.
3. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah metode studi dokumenter (documentary study), yaitu suatu metode pengumpulan data yang menghimpun dan
12 Huzemah T. Yanggo, dkk., Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis, Disertasi Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, (Jakarta: IIQ Press, 2011), Cet II, h. 22
15 menganalisa dokumen-dokumen, baik tertulis, gambar, maupun elektronik.
4. Metode Analisis Data
Secara teknik operasional penulis mengidentifikasikan ayat-ayat yang ada dalam Al-Qur’an mengenai ayat-ayat yang berhubungan dengan judul yang akan diteliti.
Pembahasan skripsi ini menggunakan metode penulisan yang bersifat deskriptif-analisis komparatif. Deskriptif analisis, yaitu suatu pendekatan masalah dengan menguraikan terlebih dahulu sebagai gambaran awal dan setelah itu baru di analisis. Metode deskriptif ini dimaksudkan untuk menggambarkan objek apa adanya, sedangkan metode analisis di anggap perlu guna menganalisis objek yang telah digambarkan sebelumnya.
Dalam membahas permasalahan penelitian ini menggunakan teknis analisis komparatif yaitu dengan membandingkan berbagai pendapat para ulama tafsir dalam menafsirkan ayat-ayat yang dibahas oleh penulis untuk mendapatkan informasi berkenaan dengan identitas dan pola pikir dari masing-masing mufassir.13
5. Teknik dan Sistematika Penulisan a. Teknik penulisan
Skripsi ini berpedoman pada buku pembuatan skripsi yang berjudul: Petunjuk Teknis Penulisan Proposal dan Skripsi
13 Nasharuddin Baidan, Metode Penafsiran Al-Qur’an, (Yogyakrta: Pustaka Pelajar, 2002), h. 59
16 Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta yang diterbitkan oleh LPPI IIQ Jakarta, cetakan tahun 2017.
b. Sistematika penulisan
Untuk mempermudah penulisan, maka pembahasan skripsi ini dibagi dalam beberapa bab dengan rincian sebagai berikut :
Bab pertama, bab ini merupakan pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan penelitian, metodologi penelitian serta sistematika penulisan.
Bab kedua, penulis akan memaparkan tentang pengertian perempuan, istilah-istilah perempuan dalam Al-Qur’an dan peran perempuan dalam keluarga, hak-hak perempuan dalam keluarga, kewajiban perempuan dalam keluarga.
Bab ketiga, bab ini berisi tentang biografi Buya Hamka dan M. Quraish Shihab beserta profil tafsirnya.
Bab keempat, berisi surat at-Tahrim ayat 1-6 menurut penafsiran Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dan M.
Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbâh.
Bab kelima, pada bab ini berisi penutup, mencakup kesimpulan dan saran-saran , diakhiri dengan daftar pustaka.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Di dalam surat At-Tahrim ayat 1-6 terdapat beberapa permasalahan yang terjadi di dalam kehidupan keluarga Nabi Muhammad SAW, yang mana tidak jarang diantara istri-istri Nabi tersebut muncul rasa cemburu, persaingan, dan pertikaian diantara satu sama lain. Disini kita dapat mengambil pelajaran betapa besarnya pengaruh peran perempuan dalam menjaga keharmonisan sebuah keluarga.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwasannya setiap anggota keluarga perlu melaksanakan perannya masing-masing dengan baik, agar terciptanya keluarga yang harmonis. Karena keharmonisan dalam keluarga akan tercipta bila setiap anggota keluarga dapat saling memahami dan menjalankan perannya masing-masing.
B. Saran
Sebagai akhir pembahasan ini, penulis ingin menyampaikan kepada para pembaca yang tertarik dengan tema yang penulis teliti, agar penelitian ini dapat dijadikan rujukan atau informasi awal dalam penelitian yang berkaitan dengan tema tersebut.
Kepada para pengkaji maupun peneliti selanjutnya, untuk lebih dalam membahas tema ini. Penelitian yang penulis paparkan ini masih sangat jauh dari kata sempurna. Karena
keterbatasan keilmuwan yang penulis miliki, sehingga hanya mampu mengupas dan menyentuh bagian permukaan saja.
DAFTAR PUSTAKA
Andi Sri Suriati Amal, Perempuan sebagai Muslimah, Ibu, dan Istri, (Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama, 2013),
As-Syeikh Mohammad Mutawalli as-Sya‟rawi, Wanita dalam Perspektif Al-Qur’an, (Jakarta: Yayasan Alumni Timur Tengah, 2010),
Lynn Wilcox, Wanita dalam Al-Qur’an Perspektif Sufi, terj. DICTIA, (Bandung: Pustaka Hidayah, 2001),
Muhammad Ali Al-Hasyimi, Menjadi Muslim Ideal, terj. Ahmad Baidowi, (Jakarta: PT.
Mitra Pusaka, 1999),
Kementrian Agama RI, Etika Berkeluarga, Bermasyarakat, dan Berpolitik, (Jakarta:
Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur‟an , 2012),
Lembaga Darut-Tauhid, Kiprah Muslimah dalam Keluarga Islam, Terj. A. Chumaidi Umar, (Bandung: Mizan, 1990),
Hamim Ilyas, dkk., Perempuan Tertindas?, (Yogyakarta: Pusat Studi Wanita IAIN Sunan Kalijaga, 2003),
Zaitunah Subhan, Menggagas Fiqh Pemberdayaan Perempuan, (Jakarta: El-Kahfi, 2008), Ra‟ad Kamil Al-Hayali, Trik Mengatasi Konflik Suami Istri, (Surabaya: Dunia Ilmu 1999) Huzemah T. Yanggo, dkk., Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis, Disertasi Institut Ilmu Al- Qur’an (IIQ) Jakarta, (Jakarta: IIQ Press, 2011)
Nasharuddin Baidan, Metode Penafsiran Al-Qur’an, (Yogyakrta: Pustaka Pelajar, 2002), Team Pustaka Phoenix, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Baru, (Jakarta: Pustaka Phoenix, 2007),
Istibsyaroh, Hak-hak Perempuan, (Jakarta: PT. Mizan Publika, 2004),
Nadlifah, Wanita Bertanya Islam Menjawab, (Yogyakarta: Qudsi Media, 2011), M. Quraish Shihab, Perempuan, (Tangerang: Lentera Hati, 2018),
M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur‟an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Bandung: PT. Mizan Pustaka, 2007),
A. Hafiz Anshary AZ, dkk., Ensiklopedi Al-Qur’an Kajian Kosakata dan Tafsirnya, (Jakarta: Yayasan Bimantara, 2002),
M. Quraish Shihab, Ensiklopedia Al-Qur’an: Kajian Kosakata, (Jakarta: Lentera Hati, 2007),
Ibn Fâris bin Zakariya‟, Abu al-Husain Ahmad, Mu’jam Maqâyis al-Lughat, Juz VI, (Mishr: Mushthafa‟ al-Bâb al-Halabiy wa al-Syarîqat, 1992)
Al-„Allâmah al-Râgib al-Ashfahâniy, Mu’jam Mufradât Alfâzh al-Qur’â, (Bairut-Libnan:
Dâr al-Fikr, t.th),
M. Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, (Jakarta:
Lentera Hati, 2000),
Kementrian Agama RI, Kedudukan dan Peran Perempuan, (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur‟an , 2012),
Abu Hadian Shafiyarrahman, Hak-hak Anak dalam Syari’at Islam, (Yogyakarta: Al- Manar, 2002),
M. Quraish Shihab, Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan, (Bandung: Mizan, 1994), Cet. I,
Ibrahim Amini, Anakmu AmanatNya, (Jakarta: Al-Huda 2006), Cet. I,
Ali Hasyimi, Kepribadian Wanita menurut Al-Qur’an dan Sunnah, (Jakarta: Akademika Pressindo, 1997),
Nadlifah, Wanita Bertanya Islam Menjawab, (Yogyakarta: Qudsi Media, 2011), Cet. I
https://muslim.or.id/9142-peranan-wanita-dalam-islam.html, diakses pada tanggal 8 Agustus 2019
http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/3700/Peran%20Perempuan%dala m%20Keluarga.pdf?sequence=1&isAllowed=y, diakses pada tanggal 8 Agustus 2019 M. Zainal Arifin, dan Muh. Anshori, Fiqih Munakahat, (Jawa Timur: CV. Jaya Star Nine, 2019),
Huzemah T. Yanggo, Fiqih Perempuan Kontemporer, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2010), Tim Penerjemah Pena, Tafsir Al-Qur’an Perempuan 2, (Jakarta: Pena Pundi Aksara, 2007), Syaikh Imad Zaki al-Barudi, Tafsir Al-Qur’an al-Adzim Lin Nisa’, Terj. Arif Anggoro, dkk., (Jakarta: Pena Pundi Aksara, 2007),
Mafri Amir, Literatur Tafsir Indonesia, (Tangerang: Madzhab Ciputat, 2013), Cet II, M. Yunan Yusuf, Corak Pemikiran Kalam Al-Azhar Sebuah Telaah atas Pemikiran Hamka dalam Teologi Islam, (Jakarta: Penamadani, 2004), Cet. III,
Rusydi Hamka, Pribadi dan Martabat Buya Hamka, (Jakarta: PT. Mizan Publika, 2017) Saiful Amin Ghofur, Profil Para Mufassir Al-Qur’an, (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2008),
Abdul Rouf, Tafsir Al-Azhar: Dimensi Tasawuf Hamka, (Kuala Selangor: Piagam Intan SDN. BHD, 2013), Cet. I,
Haji Abdul Karim Amrullah (HAMKA), Tafsir Al-Azhar juzu I, (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982),
Mauluddin Anwar, dkk., M. Quraish Shihab: Cahaya Cinta dan Canda, (Tangerang:
Lentera Hati, 2015),
Abudin Nata, Tokoh-tokoh Pembaharu Islam di Indonesia, (Jakarta: Raja Grafindo Press, 2005),
Mahbub Junaidi, Rasionalitas Kalam M. Quraish Shihab, (Sukoharjo: Angkasa Solo, 2011),
Atik Wartini, “Corak Penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah”, dalam Jurnal Hunafa: Jurnal Studi Islamika, Vol. XI No. I, 2014
M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur’an Jilid 2, (Tangerang: Lentera Hati, 2011), M. Quraish Shihab, Logika Agama, (Jakarta: Lentera Hati, 2005),
M. Quraish Shihab, Menabur Pesan Ilahi, (Tangerang: Lentera Hati, 2006),
Badiatur Roziqin, dkk., 101 Jejak Tokoh Islam Indonesia, (Yogyakarta: E-Nusantara, 2009),
M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Bandung: Mizan, 2013), Cet. I,
M. Quraish Shihab, dkk., Sejarah Ulum al-Qur’an (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2008), M. Quraish Shihab, Kaidah Tasir, (Tangerang: Lentera Hati, 2013)
Samsurrohman, Pengantar Ilmu Tafsir, (Jakarta: Amzah, 2014),
Haji Abdul Malik Abdul Karim Amrullah, Tafsir Al-Azhar, (Singapura: Pustaka Nsional Pte Ltd), Jilid 10,
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, (Jakarta:
Lentera Hati, 2009),