• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perencanaan Gaslift dan Optimasi

N/A
N/A
Amsal Kabrahanubun

Academic year: 2024

Membagikan " Perencanaan Gaslift dan Optimasi "

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

MIA FERIAN HELMY

WEEK #3

Teknik Produksi Sembur Buatan GASLIFT (Valve Mechanics)

5-Sept-2022

(2)

Penentuan Titik Injeksi

(3)

Untuk penentuan spasi katup sembur buatan (KSB) secara analitis dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan:

Keterangan:

DV1, V2,.... = Kedalaman katup 1,2 dan seterusnya, ft

Pso1,so2,… = Tekanan buka katup 1,2 yang ditentukan di permukaan, psi Pwh = Tekanan kepala sumur, psi

Gs = Gradien kill fluid, psi/ft Gu = Gradien unloading, psi/ft

S

wh ko

V G

P D = P

!

( )

S

u V

V wh

SO SO V

V V

V

G

G D

P D P

D , ,... , ,...

,...

, ,...

,

1 2 1 2

2 1 3

2

− + −

=

Penentuan Titik Injeksi secara Analitis

Contoh lihat di catatan mia

(4)

OUTLINE

Fungsi Gas Lift Valve

Penampang Gas Lift Valve

Gaya pada Valve

(5)

FUNGSI GAS LIFT VALVE

Sebagai saluran masuknya gas injeksi dari annulus kedalam tubing

Mengatur jumlah gas injeksi yang masuk kedalam tubing, sesuai dengan yang direncanakan

Pengatur pentahapan pengaliran “killing fluid” dari dalam sumur ke permukaan

PARAMETER PADA GAS LIFT VALVE

• Tekanan gas injeksi pada casing

• Tekanan aliran fluida produksi dalam tubing

• Laju gas injeksi

• Luas penampang port valve

• Temperatur pada kedalaman valve

(6)

GAS LIFT VALVE

Pt Pc Pc

Pt Gas Injeksi

Fluida Produksi Pc = Pt

(7)

GAS LIFT VALVE

Gas Injection

Tubing Pressure

Close condition Open condition

(8)

PENAMPANG GAS LIFT VALVE

(9)

MEKANIKA VALVE

Dome berisi gas Nitrogen yang mempunyai tekanan tertentu.

Gas Nitrogen ini menekan bagian dasar dome, Pd, pada luas penampang bellow, Ab

Port terbuka untuk dilalui gas masuk kedalam tubing, jika ujung stem tidak menempel pada port.

Jika gaya membuka sedikit lebih besar dari gaya menutup.

(10)

GAYA PADA VALVE

Gaya membuka katup : Fo = Pc(Ap-Ab) + PtAp

Gaya menutup katup : Fc = PdAb

Pada keadaan seimbang : Fo = Fc

dimana : R = Ap/Ab Katup Terbuka

R R P P

c

P

d t

= −

1

(11)

Posisi Valve Tertutup

Perkalian antara tekanan dalam dome, Pd, dengan luas penampang bellow, Ab, menghasilkan gaya kebawah yang

mendorong stem dan ujung stem kebawah, sehingga menutup port.

Gaya menutup = Fc = Pd Ab

(12)

Posisi Valve Terbuka

Gaya membuka ini berasal dari tekanan gas injeksi dari anulus, Pc yang menekan bellow ke atas, pada luas penampang efektif sebesar (Ab-Ap) serta tekanan fluida dari tubing, Pt (melalui port) yang menekan ujung stem keatas.

Gaya membuka = Pc (Ab - Ap) + Pt Ap

(13)

Keseimbangan Gaya Membuka dan Menutup

Dalam keadaan seimbang, yaitu sesaat katup akan membuka, gaya membuka sama dengan gaya menutup, hal ini dapat

dinyatakan sebagai berikut:

Untuk tekanan tubing, Pt tertentu, gas akan mengalir kedalam katup apabila:

Jika persamaan (2) dibagi dengan Ab, maka diperoleh persamaan berikut:

b d p

t p

b

inj

A A P A P A

P ( − ) + =

P A

c

(

b

− A

p

) = P A

d b

− P A

t p

P A

A P P A

c A

p b

d t

p b

(1− ) = −

(14)

Penentuan Tekanan Injeksi Katup Terbuka/Tertutup

Apabila R = A

p

/A

b

, maka

Harga tekanan injeksi, Pc, dapat ditentukan dengan persamaan berikut :

Persamaan diatas dapat digunakan untuk menentukan tekanan gas injeksi yang dibutuhkan untuk membuka katup dibawah

kondisi operasi.

R P P

R

P

inj

( 1 − ) =

d

t

R R P P

inj

P

d t

= −

1

(15)

JENIS VALVE BERDASARKAN CARA KERJA

Casing pressure operated valve : tekanan buka ditentukan oleh tekanan gas injeksi dalam annulus / casing

Fluid operated valve : tekanan buka ditentukan oleh tekanan

fluida dalam tubing

(16)

PEMASANGAN GAS LIFT VALVE

Didalam annulus/dibagian dinding luar tubing. Sifatnya Non- retrieveable, yaitu untuk mengganti valve, tubing harus dicabut

Didalam tubing/dibagian dinding dalam tubing, yang sifatnya

Retrieveable, yaitu valve dicabut dengan wireline.

(17)

Penentuan Tekanan Dome

P d = ?

Pada Temperature Di kedalaman Valve

Diubah menjadi Tekanan pada Temperatur Bengkel

Test Rack Opening Pressure

R R P P inj P d t

= −

1

(18)

DOME PADA GAS LIFT VALVE

Dome pada Gas Lift Valve, diisi gas Nitrogen sejumlah mole tertentu, sehingga dapat

memberikan tekanan tutup valve yang sesuai.

Sesuai dengan

P V=Z n R T

P-dome

Vol. dome Temperatur di sekitar dome

(19)

19

Penentuan Tekanan Dome

Tekanan dome @ T

D

= P

d

Tekanan casing @ D = P

c

Test Rack (di laboratorium)

Tekanan dome @ T

D

convert

Tekanan dome @ 60

o

F (Tabel 5-3)

Tekanan buka valve, p

vo

R p R

p

p

d

=

c

( 1 − ) +

t

@TD

d F t

d

C P

P

@60o

=

Tabel 5-3 Gradien gas injeksi

Gradien Aliran @ tubing

R P

P

vo d o F

= −

1

60

@

(20)

20

Temperatur pada Valve

T-surface

T-bottom Gradient

Geothermal (oF/ft)

Gradient Temperatur Aliran

Retreivable valve Non-Retreivable

valve

(21)

Penentuan Test Rack Opening Pressure

Gas Lift - Design

P

1

= P

c

P

2

= 0

(22)

Ptro (1)

Keseimbangan Gaya Buka dan Gaya Tutup, pada Pt = Patm :

Dimana Pvc = tekanan tutup di bengkel

Jika R = Ap/Ab, maka

Maka P-dome di bengkel :

P A

d b

= P

vc

( A

b

− A

p

)

R 1

P

vo

P

dT

= −

) R 1

( P

P

d

=

vo

(23)

Ptro (2)

Gaya Buka hanya dipengaruhi oleh Pvc, yaitu:

Pd di set pada temperatur bengkel (60oF)

Perlu dilakukan koreksi terhadap temperatur pada kedalaman valve P Ad b = Pvc(Ab − Ap) +P Avc p

P Ad b = P Avc b − −−  atau P: d = Pvc

(24)
(25)

Perhitungan Tekanan @ Bellow secara Analitis

P(x) = tekanan rata-rata yang bekerja pada bellow

Pvi = P(x) yang diperlukan untuk membuka katup

z = pergerakan stem dari posisi tertutup k = cp/cv

Ab = luas permukaan bellow Pdi = tekanan dome awal

Pd(x)=tekanan dome jika stem bergerak sejauh x

P x P k

A x dP

vi

b

d P

P x

di d

( )

= + + 

( )
(26)

Penentuan Ukuran Port Valve

Q = laju alir gas, MCF/d Cd = discharge coefficient Ap = luas penampang port Pu = tekanan injeksi gas dalam

annulus, psia k = cp/cv

R = perbandingan antara tekanan upstream dengan downstream

T = temperatur aliran gg = specific gravity gas

( )

Q

C A P gk R R T

d p u

g

k k

k

= 1555. 2 2( +1) g

Atau dengan menggunakan

Grafik, yang dibuat pada kondisi Laju Alir pada kondisi kritik :

Specific Gravity gas = 0.65 Temperatur alir = 60 oF

Tekanan dasar = 14.65 psia

k = cp/cv = 1.27

Discharge coeficient = 0.865

(27)

Penentuan Ukuran Port : R

520

) 460 T

(

q

gi

q

g,sc v

+

=

Berdasarkan rate injeksi (di permukaan – Mscf/d), q

gi, sc

tentukan rate injeksi @ T

D

Berdasarkan P

t

dan P

c

, gunakan Gambar 5-22, untuk menentukan ukuran Port

P

t

= downstream press

P

c

= upstream press

(28)

Lihat Contoh Perhitungan P tro Tabel 5-4 (hal. 174)

Kermit E. Brown Vol. 2A

Gambar

Tabel 5-3Gradien gas injeksi

Referensi

Dokumen terkait

Hasil Sensitivitas Laju Gas Injeksi Terhadap Laju Alir Minyak Kondisi Aktual .... Hasil Perhitungan Inflow dan Outflow Performance Skenario

Seiring dengan diproduksikannya suatu sumur, maka performa sumur tersebut untuk dapat memproduksikan fluida akan semakin menurun. Oleh karena itu dibutuhkan injeksi gas