• Tidak ada hasil yang ditemukan

peribahasa pada masyarakat sigulai kecamatan simeulue barat

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "peribahasa pada masyarakat sigulai kecamatan simeulue barat"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PERIBAHASA PADA MASYARAKAT SIGULAI KECAMATAN SIMEULUE BARAT

Skripsi

diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

oleh

Fifi Yufita 1411010016

PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN BINA BANGSA GETSEMPENA

BANDA ACEH

2019

(2)
(3)

v

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

ABSTRAK ... iv

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR LAMPIRAN ... viii

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Fokus Penelitian ... 4

1.3. Rumusan Masalah ... 5

1.4. Tujuan Penelitian ... 5

1.5. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II LANDASAN TEORI ... 7

2.1. Definisi Peribahasa ... 7

2.2. Karakteristik Peribahasa ... 10

2.3. Macam-macam Peribahasa ... 11

2.4. Fungsi Peribahasa ... 11

2.5. Karakteristik Peribahasa Indonesia ... 14

2.6. Bentuk-bentuk Peribahasa ... 15

2.7. Definisi Semantik ... 16

2.8. Makna Asosiatif ... 17

2.9. Penggunaan Peribahasa ... 22

2.10. Kajian Penelitian Relevan ... 24

2.11. Kerangka Berfikir ... 28

(4)

vi

BAB III PROSEDUR PENELITIAN ... 30

3.1 Desain Penelitian ... 30

3.2 Latar Penelitian ... 30

3.3 Data dan Sumber Data Penelitian ... 30

3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 31

3.5 Teknik Keabsahan Data ... 31

3.6 Teknik Analisis Data ... 32

BAB IV DATA DAN TEMUAN PENELITIAN ... 33

4.1 Data ... 33

4.1.1. Lokasi Penelitian ... 33

4.1.2. Data dan Sumber Data ... 34

4.2 Temuan Penelitian ... 34

4.2.1. Bentuk Peribahasa Simeulue Barat ... 34

4.2.2. Makna Asosiatif dalam Peribahasa ... 36

4.2.3. Fungsi Peribahasa Masyarakat Sigulai ... 50

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 61

5.1. Simpulan ... 61

5.2. Saran ... 62

DAFTAR PUSTAKA ... 63

LAMPIRAN Lampiran Wawancara ... 65

Gambar Dokumentasi ... 81

SK Proposal ... 82

SK Pembimbing Skripsi ... 83

UKBI ... 84

(5)

vii

Biodata Penulis ...85

(6)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bahasa daerah adalah suatu bahasa yang dituturkan di suatu wilayah apakah itu pada suatu daerah kecil, provinsi, atau daerah yang lebih luas.

Keberadaan sebuah bahasa lokal atau bahasa daerah sangat erat dengan eksistensi suku bangsa yang melahirkan dan menggunakan bahasa tersebut.

Bahasa menjadi unsur pendukung utama tradisi dan adat istiadat. Bahasa juga menjadi unsur pembentuk sastra, seni, kebudayaan, hingga peradaban sebuah suku bangsa. Bahasa daerah dipergunakan dalam berbagai upacara adat istiadat, dan dalam percakapan sehari-hari. Salah satunya bahasa sigulai yang terdapat pada masyarakat Simeulue Barat. Dengan demikian bahasa daerah merupakan unsur pembentuk budaya daerah dan sekaligus budaya nasional.

Bahasa Sigulai umumnya digunakan di tiga kecamatan yaitu:

1) Kecamatan Simeulue Barat, 2) Kecamatan Salang, dan 3) Kecamatan Alafan.

Pada penelitian ini saya fokuskan pada penggunaan peribahasa masyarakat Desa Sigulai Kecamatan Simeulue Barat.

Sebagai sastra lisan, peribahasa Sigulai pada masyarakat Sigulai sering dipakai misalnya: 1) pada acara adat istiadat seperti: perkawinan dan sunnatan, 2) rapat-rapat resmi dan rapat-rapat kekeluargaan. Peribahasa yang digunakan berupa pertanyaan-pertanyaan. Peribahasa pada masyarakat Sigulai juga bagian

(7)

2

dari kebudayaan yang mengandung nilai-nilai positif yang patut untuk dilestarikan dan dikembangkan. Namun, dalam berperibahasa kadangkala masyarakat sendiri merasa kesulitan untuk memahami makna yang terkandung didalamnya karena kurangnya pengetahuan/pemahaman terhadap peribahasa.

Penggunaan peribahasa pada masyarakat Sigulai saat ini belum memiliki pengertian secara lebih luas, begitu juga dengan makna, dan fungsi dan penggunaan. Penutur peribahasa dalam masyarakat setempat semakin berkurang.

Hal ini berpengaruh pada tingkat perkembangan peribahasa itu sendiri. Namun, dampak negatif dari segi peribahasa Sigulai dan penggunaan dalam kehidupan sehari-hari masih terasa kurang, angka penggunaan juga termasuk kurang, kemudian tidak mencakup kesemua bidang sebagaimana peribahasa pada umumnya. Maka, perlu adanya upaya pelestarian dan pemeliharaan agar sastra tersebut tetap berkembang dan dapat dipahami oleh segenap generasi penerusnya.

Akan tetapi, kenyataanya, peribahasa mulai punah dikarenakan penerusnya mulai tidak menyukai dan mengenal arti dan makna dari peribahasa itu sendiri.

Contohnya: (1) “adat gaja tetupang” artinya orang yang berkuasa. Secara langsung peribahasa ini menjelaskan tentang jiwa seorang pemimpin yang memiliki banyak kekuasaan, termasuk bidang politik, sosial budaya, perekonomian dan lain sebagainya. Kata “gaja” jika dilihat dari segi nama dan bentuk berasal dari sesuatu yang memiliki tubuh berukuran besar (bongsor), namun jika ditinjau dari segi peribahasa kata “gaja” mempunyai makna orang yang memiliki badan dan jiwa besar dan kuat baik dari segi fisik, pemikiran dan lain sebagainya. Sedangkan kata tetupang memiliki sederet makna untuk

(8)

3

melakukan kesalahan dengan menyalahgunakan kekuasaan yang dimilikinya.

Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas maka dalam hal ini yang menjadi fungsinya adalah supaya dalam menjalankan sesuatu amanah harus sesuai dengan janji yang sudah sebagaimana yang telah ditentukan, manfaat penyampaian peribahasa ini adalah supaya orang yang kita maksud tidaklah cepat merasa tersinggung secara langsung, akan tetapi melalui bahasa lebih halus kita sampaikan, maka orang merasa akan senantiasa kita maksud tidaklah merasa cepat malu.

Contoh (2) “ma makik-makik batang tarandam” artinya sejumlah permasalahan yang sengaja di timbulkan. Dapat dianalisis adalah secara langsung peribahasa ini menjelaskan tentang sikap yang dimiliki seseorang. Dalam kalimat tersebut mengandung kata makik-makik yakni menjelaskan tentang seseorang yang secara sengaja menimbulkan masalah yang tidak disenangi oleh orang lain.

Kata“batang yang tarandam”jika dilihat dari segi nama dan bentuk yang berasal dari batang pohon yang sudah lama tarapung di atas air. Namun, jika dimaknai dalam peribahasa kata batang tarandam memiliki makna dimana seseorang yang sengaja menimbulkan masalah dan memiliki suatu nilai sikap yang kurang berkenan baik. Adapun fungsi dari contoh diatas adalah dengan melakukan teknik penyampaian secara tidak langsung dan berusaha agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Contoh diatas, juga termasuk kedalam contoh penyampaian nasehat dan memberi sejumlah arahan, dimana seseorang harus memperhatikan situasi yang mereka tempati, serta juga sesuai dengan kehidupan dalam bermasyarakat dimanapun kita berada. Demikian arti analisis dan fungsi dari

(9)

4

kedua peribahasa yang dapat dibahas.

Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, selain untuk mengetahui, mendeskripsikan makna dan fungsi peribahasa, maka penelitian ini juga harus dilakukan secara terstruktur dikarenakan bahwa peribahasa Sigulai pada masyarakat Sigulai merupakan salah satu sastra lisan. Maka oleh karena itu, peneliti merasa tertarik untuk merumuskan judul Peribahasa Pada Masyarakat Sigulai Kecamatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue”.

1.2 Fokus Penelitian

Fokus penelitian meliputi objek atau sasaran penelitian, ruang lingkup dan waktu penelitian. Hal tersebut diuraikan untuk mengetahui arah penelitian dengan secara rasional.

Dalam penelitian ini, fokus penelitian adalah mengkaji peribahasa pada masyarakat Sigulai di Kecamatan Simeulue Barat yang digunakan dalam sehari- hari menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Dengan aspek yang dilihat adalah makna dari peribahasa dan fungsi peribahasa tersebut dalam komunikasi sehari-hari masyarakat Sigulai. Dalam penganalisisan, penelitian menggunakan pendekatan kajian semantik dengan aspek makna asosiatif.

(10)

5

1.3 Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1) Bagaimana bentuk peribahasa pada masyarakat Sigulai Kecamatan Simeulue Barat?

2) Bagaimana makna peribahasa pada masyarakat Sigulai Kecamatan Simeulue Barat?

3) Bagaimana fungsi peribahasa pada masyarakat Sigulai Kecamatan Simeulue Barat?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah:

1) Untuk mengetahui bentuk yang terdapat dalam peribahasa pada masyarakat Sigulai Kecamatan Simeulue Barat.

2) Untuk memperoleh makna peribahasa pada masyarakat Sigulai Kecamatan Simeulue Barat.

3) Untuk mengetahui fungsi peribahasa pada masyarakat Sigulai Kecamatan Simeulue Barat.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian memuat dua hal yaitu manfaat teoretis dan praktis bagi pihak-pihak terkait dengan upaya pemecahan masalah penelitian.

(11)

6

1) Manfaat Teoretis

Manfaat teoretis (akademis) adalah kegunaan hasil penelitian terhadap pengembangan keilmuan, yakni:

a) Dapat menambah koleksi penelitian terkait kearifan lokal masyarakat Sigulai di Kecamatan Simeulue Barat.

b) Dapat menambah koleksi penelitian terkait pendekatan kajian semantik c) Dapat menjadi pegangan dalam hal bidang pemaknaan dan fungsi

peribahasa.

2) Manfaat Praktis

Manfaat praktis adalah kegunaan hasil penelitian untuk kepentingan masyarakat penggunanya.

a. Dapat menjadi kajian bagi peneliti lanjut yang mengkaji hal lebih mendalam meneliti kajian semantik.

b. Dapat menambah wawasan pembaca dalam hal pemaknaan dan fungsi peribahasa.

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Referensi

Dokumen terkait

rumusan yang sangat erat”. Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : Untuk Mengetahui Dampak Program

Salah satu dari bentuk kebudayaan tercermin dalam suatu kearifan lokal (local wisdom). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat

Adapun Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaiman peran kyai terhadap perubahan sosial masyarakt pesisir desa paciran dan bagaimana bentuk-bentuk perubahan sosial masyarakat

Gaya bahasa apa sajakah yang paling banyak terdapat pada peribahasa.. 1.3

Berdasarkan hasil penelitian terdapat 10 gaya bahasa yang digunakan dalam peribahasa mandarin dalam buku 50 Chinese Wisdoms.. Gaya bahasa yang terdapat dalam penelitian ini

Oleh karena itu, masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah “Apa fungsi peribahasa Jamee dan makna apa saja yang terkandung dalam peribahasa Jmee.”

7 1.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian ini sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui kondisi kesehatan

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitan Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah “Untuk Mengetahui Pengaruh Kualitas