Nama:Rifqi Hanif Fakhrudin NIM:14030120130118 Matkul: Etika Bisnis
Perkembangan Etika Bisnis di Indonesia
Perkembangan zaman di Indonesia semakin maju dan bervariatif dari segi bisnis khusunya dengan perpaduan teknologi yang sudah ada ini membuktikan bahwa bisnis sangat memiliki persaingan yang cukup ketat yang mana dalam perkembangannya ada beberapa pelaku bisnis yang menghalalkan berbagai cara untuk bisa mengungguli pesaing bisnis lainnya untuk mencapai tujuannya sehingga terjadinya persaingan yang didalamnya melanggar peraturan,norma,maupun etika bisnis yang menyebabkan kerugian antara pelaku bisnis satu dengan yang lainnya. Pelanggaran yang dilakukan seringkali tidak terjadi hanya pada perusahaan kecil saja namun menyangkut perusahaan dengan skala yang besar Tina Dacin (2011:1)mengatakatan bahwa penipuan tetap merupakan masalah yang sulit dipecahkan danmahal dalam organisasi saat ini. Sebuah survey menemukan bahwa sekitar sepertigadari organisasi di seluruh dunia adalah korban dari kejahatan ekonomi.
Akhir akhir ini etika bisnis merupakan isu yang cukup dibicarakan bagi sebuah perusahaan dalam menjalankan suatu bsnis. Perusahaan perlu mementingkan aspek masyarakat seperti pekerja,investor,dan pemegang kepentingan lainnya jadi sehingga etika bisnis ini wajib dimiliki oleh para perusahaan agar tidak melanggar norma norma yang berlaku di masyarakat karena tata cara dan kebiasaan yang sudah ada merupakan suatu aturan yang tidak bisa dilanggar karena akan menciptakan citra perusahaan Secara etimologi (asal kata) etika berasal dari kata
“ethicus” (Bahasa Latin) dan “eticos” (Bahasa Yunani) yang memiliki makna “kebiasaan”.
Menurut Harmon Chaniago (2013:237) etika adalah nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, didasarkan pada kebiasaan mereka. Hal ini dipertegas oleh Barten dalam Gustina (2008:138) “etika dapat diartikan sebagai nilai-nilai dan normanorma moral dalam suatu masyarakat. Di sini terkandung arti moral atau moralitas Literatur Review: Pentingkah Etika Bisnis Bagi Perusahaan ? 3 seperti apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan yang pantas atau tidak, dan sebagainya.”
Prinsip Etika Bisnis
Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang dimaksudkan untuk memberikan indikasi tentang bagaimana suatu perusahaan harus bertindak untuk mencapai tujuannya, Sonny Keraf (1998).
Prinsip-prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut:
a) Prinsip otonomi
Prinsip otonomi menunjukkan sikap kemandirian, kebebasan dan tanggung jawab. Orang yang mandiri adalah orang yang dapat mengambil keputusan dan bertindak sesuai dengan kemampuan dan keyakinannya sendiri, tanpa tekanan, dorongan atau ketergantungan pada orang lain.
B. Prinsip Integritas
Prinsip kejujuran menyampaikan sikap bahwa apa yang dipikirkan dikatakan dan apa yang dikatakan dilakukan. Prinsip ini juga mensyaratkan kepatuhan terhadap berbagai kewajiban, perjanjian, dan kontrak yang disepakati.
C. Asas Keadilan
Asas keadilan menyampaikan suatu sikap dimana semua pihak diperlakukan secara adil, yaitu sikap yang tidak membeda-bedakan aspek yang berbeda, baik ekonomi, hukum atau lainnya.
D Prinsip saling menguntungkan
Asas saling menguntungkan membentuk kesadaran bahwa dalam berbisnis perlu ditanamkan asas win-win solution, artinya dalam setiap keputusan dan kegiatan bisnis harus diperhatikan agar semua pihak merasa menjadi bagiannya agar dapat berjalan dengan baik. untuk mendapatkan manfaat. .
e) Prinsip Integritas Moral
Prinsip integritas moral adalah prinsip tidak merugikan orang lain dalam segala keputusan dan tindakan bisnis. Prinsip ini dilandasi oleh kesadaran bahwa nilai dan harkat kemanusiaan setiap orang harus dihormati.
Contoh dan Kesimpulan
Perusahaan umkm yang mendirikan produk usaha kain tekstil dengan memproduksi limbah yang ada seperti kain kain bekas dengan CSR (coorporate social responsibility) dengan
mengedukasi masyarakat dengan pengolahan limbah kain perca menjadi produk barang jadi seperti keset,tas,boneka dan lain lain kesimpulannya dengan ini bisa disimpulkan bahwa pertanggungjawaban perusahaan dari skala kecil maupun besar harus tetap menjunjung tinggi norma-norma dan aturan masyarakat yang sudah berlaku dengan mementingkan para stakeholder disekitarnya.