Materi 7 ETIKA BISNIS &
GREEN BUSINESS
ETIKA BISNIS
Pengertian Etika Bisnis
Etika Bisnis Menurut Budi
Untung (2012) adalah pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku
secara universal dan secara ekonomi atau sosial.
Peter Koestenbaum memberikan formula untuk memahami etika sebagai “melayani sesama”, dengan cara:
1. Janganlah melakukan sesuatu pada orang lain atas apa yang kita sendiri tidak senang
menerimanya
2. Melayani sesama juga berarti Anda mau melihat dari kacamata orang lain. Masuklah ke dalam alam berpikir orang lain (another person’s point of view) dan lihatlah apakah perbuatan Anda
menyenangkan atau tidak.
3. Seringkali orang tidak menyadari perbuatannya akan mencelakakan orang lain sebelum waktunya tiba
4. “Melayani sesama” juga berarti Anda menjadi seorang yang lebih dari orang yang
Prinsip-Prinsip Etika Bisnis
Secara umum etika bisnis merupakan acuan cara yang harus ditempuh oleh perusahaan untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh karena itu, etika bisnis memiliki prinsip-prinsip umum yang dijadikan acuan dalam
melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan bisnis yang dimaksud.
1. Prinsip Otonomi dalam Etika Bisnis
Prinsip otonomi dalam etika bisnis adalah bahwa perusahaan secara bebas memiliki kewenangan sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi yang dipunyainya.Contoh prinsip otonomi dalam etika bisnis:
perusahaan tidak tergantung pada pihak lain untuk mengambil keputusan tetapi
perusahaan memiliki kekuasaan tertentu sesuai dengan misi dan visi yang diambilnya dan tidak bertentangan dengan pihak lain.
2. Prinsip Kejujuran dalam Etika Bisnis
Prinsip kejujuran dalam etika bisnis merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Kegiatan bisnis akan berhasil jika dikelola dengan prinsip kejujuran. Baik terhadap karyawan, konsumen, para pemasok dan pihak-pihak lain yang terkait dengan kegiatan bisnis ini. Prinsip yang paling hakiki dalam aplikasi bisnis berdasarkankejujuran ini terutama dalam pemakai kejujuran terhadap diri sendiri.
3. Prinsip Keadilan dalam Etika Bisnis
Prinsip keadilan yang dipergunakan untuk mengukur bisnis menggunakan etika bisnis adalah keadilan bagi semua pihak yang terkait memberikan kontribusi langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis.
Para pihak ini terklasifikasi ke dalamstakeholder.
. Contoh: dalam alokasi sumber daya ekonomi kepada semua pemilik faktor ekonomi.
4. Prinsip Hormat Diri Sendiri dalam Etika Bisnis
Prinsip hormat pada diri sendiri dalam etika bisnis merupakan prinsip tindakan yang dampaknya berpulang kembali kepada bisnis itu sendiri. Dalam aktivitas bisnis tertentu ke masyarakat merupakan cermin diri bisnis yang bersangkutan.
Namun jika bisnis memberikan kontribusi yang menyenangkan bagi masyarakat, tentu
masyarakat memberikan respon sama. Sebaliknya jika bisnis memberikan image yang tidak
menyenangkan maka masyarakat tentu tidak menyenangi terhadap bisnis yang bersangkutan.
Etika dan faktor-faktor yang mendasarinya
Kasali (2012) memberikan tips untuk menjalankan bisnis sesuai etika sebagaimana berikut:
Jangan masuk ke dalam bisnis yang tidak riil, apalagi yang menjanjikan kekayaan dalam waktu cepat (instant).
Hindarilah membaca buku-buku yang menjanjikan cara- cara cepat, instan dan memotong kompas.
Yakinkan dan ucapkan terus dalam diri Anda bahwa Anda mampu bekerja keras dan kerja keras selalu berakhir baik.
Berbisnislah dengan nilai-nilai kejujuran, keadilan, persamaan, keterbukaan, win-win, melayani dan tanamkanlah nilai-nilai itu di usaha yang Anda bangun.
Jangan tergoda untuk cepat berhasil. Ingatlah semua ada waktunya. Waktu yang terlalu cepat dipacu dapat
beresiko negatif.
Rekrutlah karyawan yang jujur dan jalankan apa yang Anda ucapkan.
Implementasi Etika dalam Bisnis
1. Kejujuran.
2. Integritas.
3. Memenuhi Janji Serta Komitmen.
4. Loyalitas.
5. Keadilan.
6. Kepedulian.
7. Penghargaan.
8. Mematuhi Aturan.
9. Jiwa Kepemimpinan.
10.Menjaga Reputasi.
GREEN
BUSINESS
Apa itu Green Business?
Dennis D. Hrisch (2010):
Tindakan sukarela oleh perusahaan swasta yang berupaya mencapai kinerja lingkungan yang lebih baik dan, secara bersamaan, membuat perusahaan lebih kompetitif.
Kriteria Green Business:
1. Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan 2. Mematuhi regulasi tentang lingkungan
3. Melakukan kampanye pelestarian lingkungan 4. Melakukan Corporate Social Responsibilty (CSR)
5. Memiliki sistem manajemen yang mendukung gerakan hijau 6. Memiliki sertifikat ISO 14001
HIJAU, yang seperti apa?
Limbah yang dapat diserap/diolah oleh alam – biodegradable
Minimum limbah → tidak melebihi ambang (daya urai dan daya serap lingkungan)
Efisien penggunaan sumberdaya →karena sumberdaya non renewable, atau hanya bisa renewed setelah beberapa generasi (abad)
Memanfaatkan nilai jasa lingkungan dan sumberdaya renewable lain →tersedia terus, tidak menghasilkan limbah yang tidak dapat diserap/diolah alam
SEJALAN DENGAN KEBIJAKAN DI INDONESIA
1.Misi ke-6 Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2005-2025
2.Peraturan a.l:
a.UU No. UU No. 31/2012 tentang Pengelolaan LH b.PP No. 70 tahun 2009 tentang Konservasi Energi 3.Instrumen:
a.Apresiasi: penghargaan, ranking perusahaan (SRI Kehati); belum dihubungkan dengan produk b.Amdal dan ambang pencemaran– enforcement kurang
c.Pajak lingkungan
Berbisnis sekaligus bisa ikut serta
menyelamatkan lingkungan adalah sesuatu yang istimewa:
Kita tidak semata-mata hanya memikirkan keuntungan saja, namun juga memiliki keinginan yang positif untuk memperbaiki atau bahkan sekedar mengurangi berbagai masalah yang terjadi.
Hal ini akan sangat menyenangkan, terutama bagi yang memang memiliki kepedulian khusus akan hal-hal yang membuat lingkungan menjadi lebih baik dan nyaman.
Sekian…..
Jangan lupa untuk mempelajari kembali materi ini di rumah….