Germinativum Menjadi Gamet Pria
dan Wanita
Gametogenesis: Perubahan Sel
$Fit {$H fii.ffi I l"{ ATl Vt,,i\A F RltolO RD lAl-
Perkembangan berawal dari pembuahan (fertilisasi), proses penyatuan gamet pria, sperma, dan gamet wanita,
oosi! untuk
menghasilkanzigot.
Gamet berasal dari sel germinativumprimordial
(SGP;primordial
germ
cells) yang terbentukdi
epiblasselama minggu kedua dan yang bergerak menuju dindingyolksac (lihat Gambar
2.t).
Selama mingguKorelasiKlinis
$,*fr ffi *rntfi rlu*'t$truni Primordial dan
'!'e'laXleYrlr,*
Teratoma adalah tumor yang asalnya masih diperdebatkan dan sering mengandung ber- bagai jaringan, misalnya tulangr rambut, otot,
epitel
usus,dan
sebagainya. Diperkirakan bahwa tumor ini berasal dari suatu sel tunas pluripoten yang dapat berdiferensiasi menj adi ketiga lapisan germinativum atau turunan- turunannya. Sebagianbukti
menunjukkan bahwasel
germinativumprimordial
yangtelah menyimPang dari jalur migrasi normal- nya dapat meniadi penyebab terbentuknya tumor ini. Sumber lain adalah sel epiblas yang bermigrasi
melalui garis primitif
selamagastrulasi (Lihat Gambar 5.10, halaman 75)'
keempat, sel-sel
ini
mulai bermigrasi dari yolk sac menuju ke gonad yang sedang terbentuk, tempat sel- sel ini sampai pada akhir minggu kelima. Pembelahanmitotik
meningkatkan jumlah selini
sewaktu ber- migrasi danjuga ketika tiba di
gonad. Sebagai persiapan untuk fertilisasi, sel germinativum meng-alami
gametogenesisyang
mencakup meiosis,untuk
mengurangijumlah
kromosom, dan sito- diferensiasi, untuk menuntaskan pematangannya'"li"
!:, i",t t t ll Fi H\iVri\, R [ -c.all F,l K llffi f',i,{":r 5 {.ii,{d,
Sifat individu baru ditentukan oleh gen-gen spesifik
di
kromosom yang diwarisi dari ayah dan ibunya.Manusia
memiliki
sekitar 35.000 gendi 46
Wa- mosom. Gen-gen dikromosomyang sama cenderung diwariskan bersama dan karenanya dikenal sebagai linked genes (gen terkait).li
sel somatilg kromosomtampak sebagai 23 pasangan homolog untuk mem-
bentuk jumlah diploid, yaitu 46.
'lerdapat 22pasangan kromosom yang sepadan, otosom, dan satu pasang
kromosom
seks.Jika
Pasangannya adalahXX,
individu secara genetis adalah wanita;jika pasangannya XY, individu tersebut secara genetis pria. Satu kromosom dari setiap pasangan berasal dari gamet ibu, oosit, dan satunya lagi dari gamet ayah, sperma. I(arena itu, setiap gamet mengandung jumlah haploid, yaitu 23 kromosom, dan penyatuan kedua gamet saat
fertilisasi
memulihkan jumlah diploid (46).t5
t6 Bagian Satu
.f'
Embriologi UmumRongga amnion Bagian
kepala
mudigah Bagian ekor
Bakal tali pusat
Jantung
Sel germinativum primordial di dinding yolk sac
Yolk sac
Gambar 2.1 Mudigah pada akhir minggu ketiga,yang memperlihatkan posisi sel germinativum primordial di dinding yolksac, dekat dengan perlekatan bakal tali pusat. Dari lokasi ini, sel-sel tersebut bermigrasi ke gonad yang sedang terbentuk.
Kromosom berstruktur ganda
trt€
c
G-\ [r
/-.,---" \
[ .
'
l>':'llj;'"
)tt''ir"1"-*-"
\r'.-// ./F \:-./
Sel anak
e
\-Ul
tr
Telofase
Gambar 2.2 Berbagai tahap mitosis. Pada profase, kromosom tampak sebagai benang-benang halus. Kromatid ganda mulai tampak jelas sebagai unit individual selama metafase. Selama pembelahan, anggota satuan pasangan kromosom tidak pernah menyatu. Biru, kromosom ayah; merah, kromosom ibu.
v /^i\\
.t." '',..t .$,
D 'ii
Anafase
'\,ffi,.,'tr
'''-'--l-11'ld[ i'\]l
Kromosom
Profase
Sentriol
Prometafase
Mitosis
Mitosis
adalah proses pembelahan satu sel untuk menghasilkandua sel
anak yang secara genetis identik dengan sel induk (lihat Gamb ar 2'2) ' Setiap sel anak menerima komplemen lengkap46 W*
mosom. Sebelum suatu sel mengalami mitosis, setiap kromosom mereplikasi asam deoksiribonukleatnya
(ONA). S elama fase replikasi ini, kromosom menj adi sangat panjang, tersebar difus ke seluruh.nukleus, dan tidak dapat dikenali dengan mikroskop cahaya.
Saat mitosis dimulai, kromosom mulai membentuk kumparan, berkontraksi,
dan
memadat; Proses- proses ini menandai dimulainya profase. Setiap kro- mosom sekarangterdiri
dari dua subunit paralel, kromatid, yang disatukan oleh suatu daerah sempit (sentromer)y"tg
terdapat di keduanya. Sepanjang profase, kromosom terus memadat, memendek, danmenebal (Gambar 2.2A), tetapi hanya
saatprometafase kromatid dapat dibedakan (Gambar
2.28).
Selama metafase, kromosom-kromosom berjajar dalam suatu bidang ekuator, dan struktur gandanya tampak jelas (Gambat 2.2C). Masing- masing kromosom diikat olehmikrotubulus
yang berjalandari
sentromerke
sentriol, membentuk gelendongmitotik
(mitotic spindle). Tidak lama kemudian sentromer masing-masing kromosom membelah, menandai awal anafase,diikuti
olehmigrasi kromatid ke kutub
gelendong yangberlawanan. Akhirnya, selama telofase, kumparan kromosom mengurai
dan
memanjang, selubung nukleus kembali terbentuk, dan sitoplasma mem- belah (Gambar 2.2D,8). Masing-masing sel anak menerima separuh dari bahan kromosom ganda sehingga mempertahankan jumlah kromosom yangsama seperti sel induk.
Meiosis
Meiosis adalah pembelahan sel yang terjadi pada sel germinativum untuk menghasilkan gamet pria dan wanita, yaitu masing-masing sPerma dan sel telur.
Meiosis memerlukan duapembelahan sel, meiosis
I
dan meiosis
II,
untuk mengurangi jumlah kromo- som menjadi jumlah haploid zS (lihat Gambar 2.3).Bab 2 .!. Gametogenesis: Perubahan Sel Germinativum menjadi Gamet Pria dan
Wanita
17Seperti pada mitosis, sel germinatil'um
pria
dan wanita (spermatosit dan oositprimer)
pada awal meiosisI
mereplikasikanDNA
mereka sehingga setiap ke-46 kromosom tersebut digandakan menjadi sister chromatld. Namun, berbeda dengan mitosis, kromosom-kromosomhomolog
kemudian ber- gabung membentuk pasangan-pasangan, suatu proses yang disebut sinapsis. Pembentukan pa- sangan bersifat eksak dantitik-demi-titik
kecuali kombinasi XY. Pasangan-pasangan homolog kemu- dian berpisah menjadi dua sel anak. Segera sesudah- nya, terjadi meiosis II yang memisahkan kromosom ganda (skter chromatid) tersebut' Karena itu, setiap gamet mengandung 23 kromosom.Crossover
Crossouer (tukar-silang), suatu Proses yang penting
dalam
meiosisI,
adalahpertukaran
segmen-segmen kromatid antara pasangan kromosom yang homolog (Gambar 2.3 C). Segmen-segmen kromatin putus dan dipertukarkan sewaktu kromosom ho- molog memisah. Sewaktu terjadi pemisahan,
titik-
titik
pertukaran menyatuuntuk
sementara dan membentukstruktur
sepertihuruf X
(kiasma;Gambar 23C). Umumnya terjadi sekitar 30 sampai 40 crossover (satu atau dua per kromosom) antara gen-gen yang terpisah jauh di satu kromosom pada setiap pembelahan meiotik I.
Akibat
pembelahanmeiotik, (")
variabilitas genetik ditingkatkan melalui tukar-silang yang me- nyebabkan redistribusi bahan genetilg dan melalui distribusi acakkromosom homolog ke sel anak; dan(b)
setiap sel germinativum mengandung jumlah kromosom yang haploid sehingga saat pembuahan jumlah diploid 46 terpulihkan.Badan Polar
Juga selama meiosis, satu oosit primer menghasilkan empat sel anak, masing-masing dengan 22 kromosom plus 1 kromosom
X
(lihat Gambar 2.4A). Namun, hanya satu dari sel anakini
berkembang menjadi gamet dewasa,oosit; tiga
sisanya, badan polar, hanya mendapat sedikit sitoplasma dan mengalamit8 Bagian Satu .'r. Embriologi Umum
Oosit primer setelah replikasi DNA
,/-
--[fl,) Pasangan [}'$
Pembentukan'***:h\'::,.",,.
\ v f
nemberahan
-\ -
,/tr, \
__,,D. e,'
Kromosom berstruktur ganda mulai
memisah
meiotik I
Spermatosit primer setglah replikasi DNA
t\
f Aa))
\{)
peri66ilrranpasangan dimulai
Sel mengandung 23 kromosom berstru ktu r-ganda
Sel mengandung 23 kromosom tunggal
#arnban 2.3 Pembelahan meiotik pertama dan kedua. A. Kromosom homolog saling mendekati. B. Kromosom homolog berpasangan, dan setiap anggota dari suatu pasangan terdiri dari dua kromatid. C. Kromosom-kromosom homolog yang berpasangan secara erat saling bertukar fragmen kromatid (crossover, tukar-silang). Perhatikan kiasma. D. Kromosom berstruktur ganda mulai terpisah. E. Anafase dari pembelahan meiotik pertama. l,G. Selama pembelahan meiotik kedua, kromosom berstruktur ganda terpisah di sentromer. Pada akhir pembelahan, kromosom di masing-masing dari empat sel anak tersebut berbeda satu sama lain.
(22 + x)
6arnhar 2"4 Proses-proses yang terjadi selama pembelahan maturasi pertama dan kedua. A. Sel germinativum primitif pada wanita (oosit primer) menghasilkan hanya satu gamet matang, oosit matur. B. Sel germinativum primitif pada pria (spermatosit primer) menghasilkan empat spermatid yang semuanya berkembang menjadi spermatozoa.
Sel-sel ini mengandung 46 kromosom berstruktur ganda
Pembelahan Maturasi Pertama
**'ffi'
oosit I \
Tffi*h
Bab 2 .:. Gametogenesis: Perubahan Sel Germinativum menjadi Gamet Pria dan Wanita t9 degenerasi pada perkembangan selanjutnya. Demi-
kian juga, satu spermatosit
primer
menghasilkan empat seil anak, dua dengan 22 kromosom plusI
kromosom X dan dua dengan 22 kromosom plus
I
kromosomY
(Gambar2.48).
Namun, berbedadengan pembentukan oosit, keempat sel tersebut berkembang menjadi gamet matang.
KorelasiKlinis
Cacat Lahir dan Abortus Spontan: Faktor Kromosom dan Genetik
Kelainan kromosom yang dapat mengenai
jumlah atau struktur,
adalah penyebabpenting
cacatlahir dan
abortus spontan.Diperkirakan bahwa 50% konsepsi berakhir dengan abortus spontan dan bahwa 50% dari
j anin abortus ini mengidap kelainankromosom mayor. I(arena
itu,
sekitar 25% konseptus menderita cacat kromosom mayor' I(elainan kromosom terseringpada janin abortus adalah 45,X (sindrom Turner), triploidi, dan trisomi16. I(elainan kromosom merupakan penyebab
7%
cacatlahir mayor, dan mutasi
gen menyeb abk an 8o/o lainnya.Kelainan Jumlah
Sel somatik manusia normal mengandung 46 kromosom; gamet normal mengandung 23
kromosom. Sel somatik normal
bersifatdiploid, atau 2n; gamet normal
adalahhaploid,
atatrn. Euploid
merujuk kepadasemua kelipatan bulat zr misalnya diploid atau
triploid.
Aneuploid
merujuk kepada semua jumlah kromosom yang bukan euploid; kata ini biasanya digunakan jika terdapat tambah- an satu kromosom(trisomi)
atau terjadi ke- hilangan satu kromosom(monosomi).
I(e- lainan dalam jumlah kromosom dapatberasal sewaktu pembelahanmeiotik
atau mitotik.Pada meiosis, dua anggota dari satu pasangan kromosom homolog dalam keadaan normal akan memisah selama pembelahan meiotik
pertama sehingga masing-masing sel anak menerinia satu anggota dari setiap Pasangan (lihat Gambar 2. 5A). Namun, kadang-kadang pemisahan
tidak terjadi
(nonilisiunction),dan
kedua anggotadari
suatu Pasangan bergerak ke salah satu sel (Gambar 2.58,C).Akibat
nondisjunction kromosom, satu selmenerima
24
kromosom,dan
Yang lain menerima 22br,:,kan 23 (normal). Jika saat pembuahan, sebuah gamet yang memiliki 23 kromosom menyatu dengan sebuah gamet dengan24
atau22
kromosom, hasilnyaadalah individu dengan 47
kromosom(trisomi)
atau 45 kromosom (monosomi)' Nondisjunction yangterjadi
selama pem- belahan meiotik pertama atau kedua pada sel germinativum, dapat me"ngenai otosom ataukromosom
seks.Pada wanita,
insidenskelainan kromosom, term asttkno ndisj unction, meningkat seiring dengan usia, terutama pada usia 35 tahun atau lebih.
Kadang-kadang, nondisjunction terjadi sewaktu mitosis
(mitotic
nonilisiunction) pada sebuah sel mudigah selama tahap-tahap paling awal pembelahan sel. I(eadaanini
menghasilkan mosaikisme,yaitu
sebagian selmemiliki
jumlah kromosom abnormaldan
yang lainnya normal.lndividu
yang terkenamungkin
memperlihatkan sedikitatau banyak ciri sindrom tertentu, b ergantung pada
jumlah sel yang
terkenadan
dis-tribusinya.
Kadang-kadang kromosom Putus, dan potongan dari satu kromosom melekat ke
kromosom lain. Translokasi ini
dapatseimbang (balanceil), yaitu pemutusan dan penyambungan kembali terjadi antara dua kromosom tetapi
tidak
ada bahan genetikpenting yang hilang dan individu
yangbersangkutan normal; atau tak-seimbang, yaitu satu bagian dari suatu kromosom lenyap
dan fenotipe yang terbentuk
menjadi20 Bagian Satu
.i.
Embriologi Umumberubah. Sebagai contoh, translokasi tak- seimbang antara lengan panjang kromosom 14
dan2l
selama meiosis I atauII
menghasil-kan
gamet dengan salinan tambahan kro- mosom21,
salah satu penyebab sindrom Down (lihat Gamb ar 2.6). Translokasi sering terjadi antara kromosom 13, 14,15, 21, dan22
karcna kromosom-kromosomini
ber- kelompok sewaktu meiosis.Trisomi
2l
(Sindrom Down)Sindrom Down
biasanya disebabkan oleh adanya tambahan salinankromosom 2l
(trisomi 2f)
(lihat Gambar 2.7). Gambaran anak dengan sindrom Down mencakup retar- dasi pertumbuhan; retardasi mental dengan derajat bervariasi; kelainan kraniofasiaf ter- masuk kelopak matasipit ke
atas, lipatan epikantus (lipatankulit
tambahandi
sudut me&al mata), wajah datar, dan telingakecil; cacat jantung; dan hipotonia (lihat Gambar 2.8).Oosit primer atau spermatosit : setelah duplikasi DNA
46
kromosom
!berstruktur ganda
23 kromosom
tunggal ', 24 22 ',
)zkromosom kromosom
A
B24 22
24c
Para
individu ini
juga memperlihatkan pe- ningkatan insidens leukemia, infeksi, disfungsitiroid,
dan penuaan dini. Selain itu, hampir semua memperlihatkan tanda-tanda penyakit Alzheimer setelah usia 35 tahun. Pada 95o/okasus, sindrom ini disebabkan oleh trisomi 21 karena nondisjunction meiotik, dan pada 7 5o/o
dari
kasus-kasusini,
nondisjunction terjadi sewaktu pembentukan oosit. Insidens sin- drom Down sekitar 1 dari 2.000 konseptus untuk wanita berusia kurang dari 25 tahun.fusiko ini meningkat seiring dengan usia ibu dari 1 dalam 300 pada usia 35 menjadi I dalam 100 pada usia 40 tahun.
Pada sekitar 4% kasus sindrom Down, terjadi translokasi tak-seimbang antara kro- mosom
21
dan kromosom 13, 14, atau 15 (Gambar2.6).
Sisal%
disebabkan oleh mosaikismeyang ditimbulkan oleh
non-disjunction mitotik. Para individu ini memiliki sel yang jumlah kromosomnya normal dan
el
f 1
Nondisiunbtionpada , -
Nondisiunction pada Pembelahan meiotik normalr
pembelahan meiotikI r
pembelahan meiotik llv r,t
tti\llr i\, v
/l il fi\ ;0
tlA /r*^ i/Y*^ ilF-'n
r I r t;lt tt i u r!
I I { lill ll i l} ,l
Gambar 2.5 A. Pembelahan maturasi normal. B. Nondisjunction pada pembelahan meiotik pertama. C. Nondisjunctlon pada pembelahan meiotik kedua.
Bab 2
*
Gametogenesis: Perubahan Sel Germinativum menjadi Gamet Pria danWanita
2lA t
I k
W I
I IJ
LJ I
H
t(14;21)
21
ir
*1123 )i' lf
ii )l tr tr tf lr ir lr
6789101112x
*l 1t \ r{
}I
it lf ll
tf
dl13 14 15
16 17 18ra tf
!f
tl 19 21
Gambar 2.6 A.Translokasi lengan panjang kromosom 14 dan 21 di sentromer. Hilangnya lengan pendek secara klinis tidak signifikan, dan individu yang bersangkutan secara klinis normal, meskipun mereka berisiko menghasilkan keturunan dengan trlnslokasi tak-seimbang. B. Kariotipe translokasi kromosom 21 ke-l4yang menghasilkan sindrom Down'
3p
ff\i F#
#nfr
qr ff*IO
mffi Ffffi ffi
+l$15
#ffi *m
EfrE #
H.'4
..q.dff
J
ffi
#+il+
*dJXa
I
fHt*
t$fr
22
Bagian Satu .1. Embriologi Umum#* S l*'
14
:i
+ +frH
drn l&,#'
#
ifl fir#t1
ffift
#F 6H
t)
"f
ih
#rffi
't#r## tr:
tlr * 13
##F
&#
fib I
ffi#
f, fu'f;x
.s.+* slf11
5
**# #E
r1_;" il
12
#ry hffi
I
10EH
t*ffidH
7ffiffi mffi
17
fl tr
ffi#
ffiffi
fllfX 4H rft
*
s**"ffih'@
16
GI
a Fl
^lI21
22#!* ft H
20 +
#p
*i+I,
19
Garnbar 2"y Kariotipe trisomi 21, sindrom Down.
+d '#
fuF
"{t
tr.
Gambar 2.9 A,B.Anakdengan sindrom Down,yang ditandaioleh wajah datardan lebar,fisura palpebra oblik,epikantus,dan bibir bawah beralur. C. Ciri lain sindrom Down adalah tangan yang gemuk dengan satu alur transversal atau simian crease. Banyak anak dengan sindrom Down mengalami retardasi mental dan mengidap kelainan jantung kongenital.
ilr
*
Bab 2 .1. Gametogenesis: Perubahan Sel Germinativum menjadi Gamet Pria dan Wanita 23
sebagian
lagi selnya bersifat
aneuploid.Mereka
mungkin
memperlihatkan sedikit atau banyak ciri sindrom Down.Trisomi 1B
Pasien dengan
trisomi
18 memperlihatkan gambaranberikut:
retardasi mental, cacat jantung kongenital, telinga letak rendah, dan fleksijari
tangan dan tangan (lihat Gambar2.9).
Selalnitu,
pasien sering mengalami mikrognatia, anomali ginjal, sindaktili, dan malformasi sistem rangka. Insidens kelainanini
adalah sekitarI dari
5.000 neonatus.Delapan puluh lima persen meninggal pada usia kehamilan antara 10 minggu dan aterm, sedangkan mereka yang lahir biasanya me- ninggal pada usia 2 bulan.
Trisomi 13
I(elainan utama pada
trisomi 13
adalah retardasi mental, holoprosensefalus, cacat jantung kongenital, tuli, bibir dan langit-langit sumbing, dan cacat mata, misalnya mikrof-talmia,
anoftalmia,dan koloboma
(lihat Gambar 2.10). Insidens kelainanini
adalahGambar 2.9 Foto anakdengan trisomi 18. Perhatikan oksiput yang menonjol, bibir sumbing, mikrognatia, telinga letak- rendah, dan satu atau lebih jari tangan fleksi.
sekitar 1 dari 20.000 kelahiran hidup, dan lebih dari 90o/o bayi
ini
meninggal pada bulan per- tama setelah lahir.Sindrom Klinefelter
Gambaran
klinis sindrom Klinefelter
yang ditemukan hanya padapria dan
biasanya terdeteksi saat pubertas, yaitu sterilitas, atrofi testis, hialinisasitubulus
seminiferus, dan biasanya ginekomastia. Sel-sel memiliki 47 kro- mosom dengan satu komplemen kromosomseks tipe XXY, dan satu badan kromatin seks (badan
Barr
yang dibentuk oleh pemadatan kromosom seks yang mengalami inaktivasi.;badan Barr juga terdapat pada wanita normal) ditemukan pada B0% kasus (lihat Gamb ar 2.1 I) . Insidensnya adalah sekitar
1 dari
500 pria.Nondisjunction homolog
XX
adalah penyebabtersering.
IGdang-kadangpasien
dengansindrom Klinefelter memiliki 48 kromosom:
Gambar 2.10 Anak dengan trisomi 13. Perhatikan bibir sumbing bilateral, dahi landai, dan anoftalmia.
24 Bagian Satu
*
Embriologi UmumI,!li
:
l:iL: I !
Gambar 2.1 1 Pasien dengan sindrom Klinefelter yang memperlihatkan perkembangan phallus (penis) normal tetapi dengan ginekomastia (pembesaran payudara).
44 otosom dan
4
kromosom seks (XXXY).Meskipun retardasi mental bukan merupakan gambaran umum sindrom ini, semakin banyak terdapat kromosom
X
semakin besar ke- mungkinan terjadinya gangguan mental.SindromTurner
Sindrom Turner,
dengankariotipe
45,X, adalah satu,satunya monosomi yang masih memungkinkan kehidupan.Namun,
98o/ojanin dengan sindrom ini mengalami abortus spontan. Beberapa
yang
bertahan hidupmemiliki
penampilanjelas wanita
(lihatGambar 2,L2) dan ditandai oleh tidak adanya ovarium (disgenesis gonad) dan perawakan pendek. I(elainan lain yang sering ditemukan adalah leher bersayap, limfedema ekstremitas,
Gambar 2.12 Pasien dengan sindrom Turner. Karakteristik utama adalah leher bersayap, perawakan pendek, dada lebar, dan tidak terjadinya pematangan seksual.
kelainan tulang, dan dada lebar dengan puting
terp is ah j auh. S ekitar 5 5 o/o w anlta y anq t erke na
bersifat monosomik
untuk X dan
badan kromatin negatif karena nondisjunction. Pada B0% daripara wanita ini, penyebabnya adalah nondisjunction pada gamet pria' Pada wanita sisanya, penyebabnya adalah kelainan struk- tural kromosomX
atau nondisjunction mitosis yang menyebabkan mosaikismeSindromTriple X
Pasien dengan
sindrom triple X
bersifatinfantil,
denganhaid sedikit dan
sedikitbanyak mengalami retardasi mental. Mereka memiliki dua badan kromatin seks
di
dalam sel mereka.ir"!.f. I '
Hl'ti i
Illrt{,[I- - ..i '
lil i,${1, r i
Bab 2
*
Gametogenesis: Perubahan Sel Germinativum menjadi Gamet Pria danWanita
25,Gambar 2.13 Pasien dengan sindrom Angelman akibat mikrodelesi pada kromosom 15 dari ibu.Jika defek diwarisi di kromosom ayah,yang terjadi adalah sindrom Prader-Willi (Gambar 2.14).
Kelainan
Struktur
Kelainan struktur kromosom,
yang me- ngenai satu atau lebih kromosom, biasanya terjadi akibat putusnya kromosom. Putusnya kromosom disebabkan oleh faktor lingkung- an, misalnya virus, radiasi, dan obat. Akibat dari pemutusan ini bergantung pada apa yang terjadi pada potongan-potongan kromosom tersebut. Pada sebagian kasus, bagian yang putus lenyap, dan bayi dengan delesi parsial kromosomini
mengalami kelainan. Suatu sindrom terkenal, akibat delesi parsial lengan pendek kromosom5,
adalah cri-du-chat syndrome(uy
oJthe
cat).Anak
dengan kelainanini
menangis seperti kucing, dan mengidap mikrosefalus, retardasi mental, serta kelainan jantung kongenital. Banyak sindromlain
yangrelatif
jarang dijumpaidiketahui
disebabkanoleh delesi
parsial kromosom.Mikrodelesi yang hanya mengenai bebe-
rapa gen yang berdekatan, dapat
me-nyebabkan sindrom mikrodelesi
ataucontiguous gene syndrome. Tempat-tempat
delesi terjadi yang disebut contiguous gene complexes, dapat diketahui dengan high- resolution
chromatin baniling.
Salah satu contoh mikrodelesi adalah yangterjadi
dilengan panjang kromosom 15 (tSqtl-
15q13). Mewarisi delesi
di
kromosom ibu menyebabkan sindrom Angelman, dan anakyang
bersangkutanmengalami
retardasi mental,tidak
dapat berbicara, mengalami gangguan perkembangan motorik, dan rentan terhadap serangan tertawa yang spontan dan berkepanjangan(lihat
Gambar 2.13). Jikacacat diwariskan di kromosom ayah, timbullah
sindrom Prader-Willi; individu
yang ter- jangkit memperlihatkan hipotonia, obesitas, retardasi mental, hipo gonadisme, dan kriptor- kidismus (lihat Gambar2.I4).
I(arakteristik yangdiekspresikan secaraberbedaberdasarkan apakah bahan genetik berasal dariibu
atauayah adalah contoh dafi genomic imprinting.
Contiguous gene syndrome lainnya mungkin
diwarisi dari kedua orang tua,
termasuksindrom Miller-Dieker
(lissensefalus, ke- terlambatan perkembangan,kejang,
serta25 Bagian Satu
.f.
Embriologi UmumGanrb;lr ?.'t4 Pasien dengan sindrom Prader-Willi akibat mikrodelesi
di
kromosom 15 ayah. Jika defek diwarisi di kromosom ibu, yang terjadi adalah sindrom Angelman (Gambar 2.13).kelainan jantung dan wajah yang terjadi akibat delesi
di lTpB)
dan sebagian besar kasussindrom velokardiofasial
(Shprintzen) (cacat palatum, cacat jantung konotrunkal, keterlambatan bicara, gangguan belajar, dan gangguan mirip-skizofrenia akibat delesi di22qIt).
Fragile sites (bagian yang rapuh) adalah bagian kromosom yang mudah memisah atau putus di bawah manipulasi sel tertentu. Sebagai contoh, bagian yang rapuh dapat diperlihatkan dengan membiakkan limfosit dalam medium defisien folat. Meskipun banyak ditemukan tempat rapuh dan
terdiri
dari pengulanganCGG, hanya tempat di lengan
panjangkromosom X (Xqz7) yang
dilaporkanberkaitan dengan perubahan fenotipe dan disebut
fragile X
syndrome(sindrom X
rapuh). Fragile
X
syndrome ditandai oleh retardasi mental, telinga besar, rahang me- nonjol, dan iris biru pucat. Pria lebih sering terkena daripada wanita ( 1 per 1.000 versus 1 per 2.000), yang mungkin menjadi penyebab lebih banyaknya pria pada populasi retardasi mental. FragileX
syndrome hanya kedua di bawahsindrom Down
sebagai penyebab retardasi mental akibat kelainan kromosom.Mutasi Gen
Banyak malformasi kongenital pada manusia bersifat herediter, dan sebagian jelas mem- perlihatkan pola pewarisan mendelian. Ba- nyak cacat lahir disebabkan secara langsung oleh perubahan dalam struktur atau fungsi satu gen, sehingga disebut mutasi gen tunggal (single gene mutatioz). Jenis cacat
ini
di- perkirakan menjadi penyebab sekitar B%semua malformasi pada manusia.
Dengan pengecualian kromosom X danY
pada pria, gen terdapat berpasangan, atau alel sehingga terdapat
dua
dosisuntuk
setiapdeterminan genetik: satu dari
ibu
dan satudari
ayah.Jika gen mutan
menghasilkan kelainan hanya dengan satu dosis, meskipun terdapat alel normal, mutasi tersebut bersifat dominan. Jika kedua alel harus abnormal (dosis ganda) atau jika mutasi terkait-X pada pria, mutasi ini adalah mutasi resesif. Faktor- faktor pemodifikasi dapat menyebabkan gra- dasi efek gen mutan.Aplikasi teknik
biologi
molekular telah meningkatkan pengetahuan kita tentang gen-gen penyebab perkembangan normal. Se-
baliknya, analisis genetik terhadap sindrom- sindrom pada manusia telah memperlihatkan bahwa mutasi di banyak gen yang sama ini menyebabkan sebagian kelainan kongenital dan penyakit anak. I(arena
itu,
keterkaitanBab 2
*
Gametogenesis: Perubahan Sel Germinativum menjadi Gamet Pria dan Wanita 27antara gen-gen kunci dalam perkembangan dan peran gen-gen tersebut dalam sindrom klinis kini menjadi semakin jelas.
Selain menyebabkan malformasi konge-
nital,
mutasi dapat menyebabkan kelainan bawaan metabolism e (inborn error of meta- bolism); Penyakit golongan ini, dengan yang paling dikenal antaralain
adalah fenilketo-nuria,
homosistinuria,dan
galaktosemia, sering disertai oleh atau menyebabkan retar- dasi mental dengan derajat bervariasi.Teknik Diagnostik
untuk
Mengidentifi kasi Kelainan Genetik Analisis sitogenetik digunakan untuk me- nilai jumlah dan integritas kromosom. Teknik
ini
memerlukan sel yang sedang membelah, yang biasanya berarti membuat biakan sel yang dihentikan pada metafase dengan pem- berian bahankimia.
I(romosom diwarnai dengan Giemsa untuk memperlihatkan pola pita terang dan gelap (G-bands; Gambar 2.6) yang khasuntuk
setiap kromosom. Setiap pita mewakili5
sampai 10x
106 pasangan basaDNA
yang mungkin mencakup bebe- rapa hingga ratusan gen. Baru-baru ini dikem-bangkan high-resolution metaphase b anding technique yang memperlihatkan lebih banyak
pita
(mewakili potonganDNA
yang lebihpendek)
sehingga dapat digunakan untuk mendiagnosis delesi kecil.Teknik-teknik molekular
baru,
misalnya fluorescencein situ lrybridizatior (ffSH),
menggunakan pelacak
DNA
spesifik untuk mengidentifikasiploidi
beberapa kromosom tertentu. Pelacak berfluoresensi dihibridisasike
kromosom ataulokus
genetik dengan menggunakan sel di kaca objek, dan hasilnya dilihat di bawah mikroskop fluoresens (lihatGambar 2.15). Pengecatan
kromosomadalah teknik yang menggunakan pelacak ber- fluoresens untuk mengenali bagian-bagian di
sepanjang kromosom (Gambar 2. 1 58). Teknik ini dapat mengidentifikasi translokasi dan tata-
ulang
(rearrangements) antara kromosom-kromosom. Spectral karyotype
analysis(SI(f,
analisiskariotipe spektral)
adalahteknik
dengan menghibridisasi setiap kro- mosom ke suatu pelacak berfluoresens unik dengan warna berbeda. Hasilnya kemudian dianalisis oleh komputer.Gambar 2.15 A. Fluorescence in situ hybridization, dengan menggunakan pelacak untuk kromosom 21 (titik merah). Perhatikan bahwa terdapat tiga titik merah di masing-masing selyang menunjukkan trisomi 21 (sindrom Down). Titikhijau merupakan pelacak kontroluntuk kromosom 13. Dua sel bertumpang tindih dikanan bawah,menimbulkan kesan adanya banyak pelacak. B.Pengecatan kromosom yang memperlihatkan tata-ulang antara kromosom 4 dan 14.
28 Bagian Satu .1. Embriologi Umum
Sel germinativum primordial
Oogenesis
Pematangan Oosit Dimulai Sebelum Lahir
Pada
wanita
genetik, setelahtiba di
gonad sel germinativum primordial berdiferensiasi menjadioogonia (lihat Gambar 2.16A,8).
Sel-sel ini mengalami sejumlah pembelahan mitotik, dan padaakhir bulan ketiga
sel-selini
tersusun dalam kelompok-kelompokyang dikelilingi oleh
satulapisan sel epitel gepeng
(lihat
Gambar 2.17 dan2.18).
Sementara semuaoogonia dalam
satukelompok mungkin berasal dari satu sel, sel epitel gepeng yang dikenal sebagai sel
folikular,
berasal dari epitel permukaan yang menutupi ovarium'Sebagian besar oogonia terus membelah dengan
mitosis, tetapi
sebagiandi
antaranya terhentipembelahannya pada tahap profase meiosis
I
dan membentukoosit primer
(Gambar2.16C
dan2.17A). Selama beberapa bulan kemudian, jumlah oogonia meningkat pesat, dan pada akhir bulan kelima perkembangan pranatal,
jumlah total
sel germinativumdi ovarium
mencapai maksimal, diperkirakanberjumlah 7 juta. Padawaktu ini, sel-sel mulai mati, dan banyak oogonia serta oosit primerOosit primer pada profase
menjadi atretik. Pada bulan ketujuh, sebagian besar
oogonia telah mengalami
degenerasi kecuali beberapa yang terletak dekat dengan permukaan.S emua o osit primer yang bertahan hidup telah masuk ke tahap profase meiosis
I,
dan sebagian besar di antaranya masing-masingdibungkus oleh
satulapisan sel epitel gepeng (Gambar
2.178).
Oositprimer,
bersama dengansel epitel
gepeng di sekitarnya, dikenal sebagai folikelprimordial
(lihatGambar 2.I8A).
Pematangan Oosit Berlaniut Saat Pubertas
Menjelang kelahiran, semua
oosit primer
telahmemulai profase meiosis
I,
tetapi sel-selini
tidak melanjutkan pembelahan ke tahap metafase namun masuk ke stadiumdiploteq
suatu tahap istirahat selama profase yang ditandai oleh adanya jala-jalakromatin
(Gambar2.17C).
Oositprimer
tetaptertahan di p rof as e d an ti dak menuntaskan p emb elahan meiotik ytertama mereka sebelum pubertas tercapai' I(eadaan tertahan
ini ditimbulkan oleh
oocyteI
+ Pembelahan
mitotik
Gambar 2.16 Diferensiasi sel germinativumprimordial menjadi oogoniaberawal segerasetelahsampainyasel-sel tersebutdi ovarium. pada bulan ketiga perkembangan, sebagian oogonia menghasilkan oosit primer yang masuk ke tahap profase pembelahan meiotik pertama. profase ini dapat berlangsung hingga 40 tahun atau lebih dan hanya selesai ketika sel memulai pematangan akhirnya. Selama periode ini oosit primer ini membawa 46 kromosom berstruktur-ganda.
PERUBAHAN MORFOLOGIS SELAMA PEMATANGAN GAMET
Oogonium
Bab 2
*
Gametogenesis: Perubahan Sel Germinativum menjadi Gamet Pria dan Wanita 29Epitel permukaan ovarium Oosit primer dalam keadaan
istirahat (stadium diploten) Sel
epitel gepeng
Oogonia
Oosit primer dalam
profase
,- _ \'t.pembelahan .,;,
\'
meiotik I
-f"1
\:)),,)AI
Gambar 2.17 Potongan ovarium pada berbagai tahap perkembangan. A. Oogonia terdapat dalam kelompok-kelompok di bagian korteks ovarium. Sebagian memperlihatkan mitosis; yang lain telah berdiferensiasi menjadi oosit primer dan masuk ke
tahap profase pembelahan meiotik pertama. B. Hampir semua oogonia telah berubah menjadi oosit primer pada profase pembelahan meiotik pertama. C.Tidak terdapat oogonia. Setiap oosit primer dikelilingi oleh satu lapisan sel folikular, membentuk folikel primordial. Oosit telah masuk ke tahap diploten profase, yaitu suatu tahap dengan keadaan oosit yang tetap demikian hingga sesaat menjelang ovulasi. Setelah itu barulah oosit tersebut masuk ke tahap metafase pembelahan meiotik pertama.
Awal zona pelusida
{t,' t t,
tt {
";7
Jaringan ikat ovarium2j
A Folikel primordial
B
^Fotiket 'sedang yangtumbuh
C
Folikel primerGambar 2.18 A.Folikel primordial yang terdiri dari satu oosit primer dikelilingi oleh satu Iapisan sel epitel gepeng. B. Folikel stadium pre-antralatau primer diniyang direkrut dari cadangan folikel primordial.Sewaktu folikeltumbuh,sel-sel folikular menjadi kuboid dan mulai mengeluarkan zona pelusida yang tampak sebagai bercak ireguler di permukaan oosit. C. Folikel primer matur (pre-antral) dengan sel folikular membentuk lapisan sel granulosa di sekitar oosit dan adanya zona pelusida yang jelas.
,-
n
t'
I
tl
,lq
t I
Bulan ke-4 Bulan ke-7 Neonatus
Zona pelusida
tt'
30
Bagian Satu'!'
Embriologi Umummaturation
inhibition (OUf),
suatu peptida kecil yang dikeluarkan oleh sel folikular.Jumlah total oosit primer saat lahir dip erkirakan b ervariasi dari 600. 000 sampai 800.000. Selama masa anak-ana[ sebagian besar oosit menjadi atretik; hanya sekitar 400.000 yang ada pada permulaan pubertas, dan kurang dari 500 yang akan diovulasikan. Sebagian oosit yang mencapai kematangan pada tahap kehidupan lanjut telah berada dalam keadaan dorman pada stadium diploten pembelahan meiotik pertama selama 40 tahun atau lebih sebelum ovulasi. Tidak diketahui apakah stadium diploten adalah fase paling cocok untuk melindungi oosit dari pengaruh lingkungan.Kenyataan bahwa risiko memiliki anak dengan ke- lainan kromosom meningkat seiring dengan usia ibu menunjukkan bahwa oosit primer rentan terhadap kerusakan sewaktu menjadi tua.
Saat pubertas, terbentuk cadangan folikel yang
terus tumbuh dan
dipertahankanoleh
pasokan folikel primordial. Setiap bulan, 15 sampai 20 folikel yang terpilih dari cadangan tersebut memulai proses pematangan, melewati tiga stadium: ( 1) primer ataupre-antraf (2)
sekunder atau antral, dan (3) pre- ovulasi (folikel Graaf). Stadium antral adalah sta-dium
yang paling lama, sedangkan stadium Pre- ovulasi berlangsung selama sekitar 37 jam sebelum ovulasi. Sewaktu oosit primer mulai tumbuh, sel-sel folikel di sekitar berubah dari gepeng menj adi kub oid dan berproliferasi untuk membentuk epitel berlapis, yaitu sel granulosq dan unit yang terbentuk disebutfolikel primer
(Gambar 2.I8B,C). Sel granulosaterletak pada membrana basalis yang memisahkan
sel ini dari sel stroma di sekitarnya yang membentuk teka
folikuli.
Sel-sel granulosa dan oosit juga menge- luarkan satu lapisan glikoprotein dipermukaan oosit,membentuk
zonLapelusida (Gambar 2.I8C)'
Sewaktu folikel terus tumbuh, sel-sel teka folikuli tersusun membentuk satu lapisan dalam sel sekre- torik, teka interna, dan satu kapsul fibrosa di bagian luar, teka eksterna. Sel-sel folikel juga membentuk tonjolan-tonjolan kecil mirip-jari yang menembus zona pelusida dan berjalin dengan mikrovilus darimembran plasma oosit. Prosesus ini penting untuk transpor bahan dari sel folikular ke oosit.
Seiring
dengan berlanjutnya perkembangan, muncul rongga-rongga terisi cairan di antara sel-sel granulosa. Penyatuan ruang-ruang ini menghasilkanantrum, dan folikel
dinamaifolikel
sekunder (vesikular). Pada awalnya antrum berbentuk bulan sabit, tetapi seiring dengan waktu, ruangini
mem- besar (Gambar 2.19). Sel granulosa yang menge-lilingi
oosit tetaputuh
dan membentuk kumulus ooforus. Setelah matang, folikel sekunder mungkin bergaris tengah 25mm
atau lebih. Folikelini
di- kelilingi oleh teka interna yangterdiri
dari sel-sel denganciri
sekresi steroid, kaya pembuluh darah, dan teka eksterna yang secara bertahap menyatu dengan stroma ovarium (Gambar 2.19).Pada setiap siklus ovarium, sejumlah folikel mulai berkembang, tetapi biasanya hanya satu yang men-
capai kematangan sempurna. Yang lain berdegenerasi dan menjadi atretik (Gambar
2.I9C).I(etika
folikel sekunder telah matang, lonj akan luteining hortnone(r,rr)
akan memicu fase pertumbuhan preovulasi.Meiosis
I
tertuntaskan sehingga terbentuk dua sel anak dengan ukuran b erbeda, masing-masing dengan23
kromosom berstruktur ganda(lihat
Gambar2.20A,8). Satu sel, oosit sekunder,
mendapatsebagian besar sitoplasma; yang lain, badan polar pertama, hampir tidak mendapat sitoplasma sama sekali. Badan polar pertama terletak antata zona pelusida dan membran sel oosit sekunder di ruang perivitelina (Gambar 2.208). Sel kemudian masuk ke meiosis
II
tetapi terhenti pada tahap metafase sekitar 3 jam sebelum ovulasi. Meiosis II diselesaikan hanyajika oosit dibuahi; jika tida( sel
akanmengalami degenerasi sekitar 24 iamsetelah ovulasi' Badan polar pertama juga mengalami pembelahan kedua (Gambar 2.20C).
Spermatogenesis
Pematangan Sperma Di mulai Saat Pubertas
Spermatogenesis yang dimulai saat pubertas, men- cakup semua proses pengubahan spermatogonia
Antrum folikel
menjadi spermatozoa. Saat
lahir,
sel-sel germi- nativum pada bayi pria dapat dikenali di korda seks(genjel seks) testis sebagai sel besar pucat yang dikelilingi oleh sel penunjang (lihat Gamb ar 2.21A).
Sel penunjang yang berasal dari epitel permukaan kelenjar dengan cara seperti sel folikular, menjadi sel sustentakular atau sel Sertoli (Gambar 2.21C).
Bab 2 .i. Gametogenesis: Perubahan Sel Germinativum menjadi Gamet Pria dan Wanita 3r
\'h:
_i* $ a&'i
iri
Se;!
a
Zona pelusida Kumulus ooforus
Gambar 2.1g A. Folikel stadium sekunder (antral). Oosit yang dikelilingi oleh zona pelusida, berada di tepi; telah terbentuk antrum akibat akumulasi cairan di ruang antarsel. Perhatikan susunan sel teka interna dan teka eksterna. B. Folikel sekunder matur (graaf). Antrum telah banyak membesar, terisi oleh cairan folikel, dan dikelilingi oleh lapisan-lapisan sel granulosa. Oosit terbenam dalam tumpukan sel granulosa, kumulus ooforus. C. Fotomikrograf folikel sekunder matur dengan antrum (A) besar terisi cairan dan garis tengah 20 mm (x65). CO, kumulus ooforus;5G, sel granulosa; fl, teka interna;AF,folikel atretik
Oosit
primer it \{::,. \:rl
B "',,1
Segera sebelum pubertas, genjel seks membentuk suatu
lumen
dan menjaditubulus
seminiferus'Pada waktu yang hampir
bersamaan, sel-sel germinativumprimordial
membentuksel
tunas spermatogonia. Dari populasi sel tunasini
muncul sel-sel dalam interval-interval yang teratur untuk membentuk spermatogoniatipe A, dan
pem-32 Bagian Satu
{.
Embriologi UmumZona pelusida
Oosit primer sedang membelah
A
Oosit sekunder dan badan polar 1
Badan polar sedang membelah
Gambar 2.20 Pematangan oosit. A. Oosit primer memperlihatkan gelendong pembelahan meiotik pertama. B. Oosit sekunder dan badan polar pertama.Membran nukleus lenyap.C.Oosit sekunder memperlihatkan gelendong pembelahan meiotik kedua.
Badan polar pertama juga sedang membelah.
Sel Sel germinativum penunjang
prrmordial
I\ tr%$
..u- w ffiW
:d&
w .. w
rSS ."#* w
&.
A
I.i!s
'Membrana basalis
Spermatosit primer dalam
profase
B
Gambar 2,21 A. Potongan melintang melalui korda primordial dan sel penunjang. B,C. Dua segmen dari spermatogenesis yang berbeda-beda.
q*#' r'*
-..:.. r
4id'r*"{-:\:i ,. \
C ^\\
P"mbelahan lipermaIogonla Spermatogonia sekunderseks primitif pada neonatus pria yang memperlihatkan sel germinativum tubulus seminiferus dalam potongan melintang. Perhatikan tahap-tahap
bentukannya menandai dimularnya spermatogene- sis. Sel tipe A mengaiami pembelahan mitotik dalam jumlah terbatas untuk membentuk suatu klona sel.
Pembelahan sel yang terakhir menghasilkan sperma- togonia
tipe B
yang kemudian membelah untuk membentuk spermatositprimer (lihat
Gambar2.2I
dan Z.ZZ). Spermatosit primer kemudian me- masuki tahap profase yang berkepanjangan (ZZhari)diikuti
oleh penuntasan secara cepat meiosisI
dan membentuk spermatosit sekunder. Selama pem-belahan meiotik kedua, sel-sel ini cepat membentuk spermatid haploid (lihat Gamb ar2.2I sampai
Z.n).
Di sepanjang rangkaian proses ini, sejak saat sel tipe
A
meninggalkan populasi sel tunas sampai pem- bentukan spermatid, sitokinesis berlangsung tidak sempurna sehingga generasi sel-sel selanjutnya di- satukan oleh jembatan sitoplasma. I(arena itu, pro- geni dari satu spermatogonium tipe A membentuk satu klona sel germinativum yang mempertahankan kontak selama diferensiasi (Gambar 2.22). SelainBab 2 eio Gametogenesis: Perubahan Sel Germinativum meniadi Gamet Pria dan Wanita 33 Spermatogonia
gelap tipe A Spermatogonia pucat tipe A Spermatogonia pucat tipe A Spermatogonia pucat tipe A Spermatogonia pucat tipe A
@
Spermatogonia tipe B Spermatosit primer
Spermatosit sekunder
Spermatid
Gambar 2.22 Spermatogonia tipe A,yang berasal dari populasi sel tunas spermatogonia,adalah sel-sel pertama dalam proses spermatogenesis. Terbentuk klona-klona sel, dan dalam setiap pembelahan selanjutnya terbentuk jembatan sitoplasma yang menyatukan sel-sel sampai masing-masing sperma dipisahkan dari badan residual. Pada kenyataannya, jumlah sel yang salinq berhubungan satu sama lain jauh lebih besar daripada yang diperlihatkan di gambar.
Spermatosit primer dalam keadaan
istirahat Spermatogonium
tipe B
"{:\
o(ffi) l
Mitotik
Spermatosit sekunder
/,:.#\
{:: L-J
C nPt
Gambar 2.23 Produk meiosis selama spermatogenesis pada manusia
34 Bagian Satu
*
Embriologi UmumSpermatid tahap lanjut
Spermatid dini
Spermatosit pnmer Sel Sertoli Junctional complex
Spermatogonia pucat tipe A Spermatogonia gelap tipe A Spermatogonia tipe B Lamina basalis Sel peritubulus
Gambar 2,24 Sel Sertoli dan spermatosit yang sedang mengalami pematangan. Spermatogonia, spermatosit, dan spermatid tahap awal menempati cekungan di aspek basal sel; spermatid tahap lanjut terletak di ceruk dalam dekat apeks.
itu, spermatogonia dan spermatid tetap terbenam di
dalam ceruk
(resesus)sel Sertoli
selama per- kembangannya(lihat
Gambar 2.24). Dengan caraini, sel Sertoli
menunjangdan melindungi
selgerminati\.um,
ikut
serta memberi nutrisinya, dan membantu pembebasan spermatozoa matur.Spermatogenesis
diatur oleh produksi LH
(luteining hormone)oleh
hipofisis.LH
mengikat reseptordi
sel Leydig dan merangsang produksi testosteron, yang pada gilirannya berikatan dengansel Sertoli untuk
mendorong spermatogenesis.Follicle stimulating hormone
(fSH)
juga esensial karena pengikatan hormonini
ke sel Sertoli me- rangsang pembentukan cairan testis dan sintesis protein reseptor androgen intrasel.Spermiogenesis
Serangkaian perubahan yang menyebabkan trans- formasi spermatid menjadi spermatozoa disebut spermiogenesis. Perubahan-perubahan
ini
men- cakup(a)
pembentukan akrosom yang menutupi separuh p ermukaan nukleus dan mengandung enzimuntuk
membantu penetrasitelur
dan lapisan di sekitarnya sewaktu fertilisasi (lihat Gambar 2.25);(b)
pemadatan nukleus;(c)
pembentukan leher, bagian tengah, danekor;
dan(d)
pengelupasan sebagian besar sitoplasma. Pada manusia, waktu yang diperlukan spermatogonia untuk berkembang menjadi spermatozoa matur adalah sekitar74han,
dan sekitar 300juta
sel sperma dihasilkan setiap harinya.Bab 2 .i. Gametogenesis: Perubahan Sel Germinativum menjadi Gamet Pria dan Wanita 35
sentriol
>t
'i./,.r'i--\, \ eah,ani{ i}
coloi
$,*/rl
A
*"t'' '*-
Granula akrosom
Mitokondria r Bagian ekor
Bahan .oii:
cotoi s$+r
B Struktur
cincin
Bagian tengah
Nukleus dibungkus oleh akrosom
Gambar 2.25 Tahap-tahap penting dalam transformasi spermatid manusia menjadi spermatozoa.
t
fl
! t
I
]t
ii
n
w#uti i
j li
ti ri
,L]C trt
{r
U'
v
I )i
ii
Llc
Oosit berinti tiga
A. Folikel primordial dengan dua oosit. B. Oosit berinti tiga. C. Berbagai jenis
Korelasi
Klinis
Gamet AbnormalPada manusia dan kebanyakan mamalia, satu folikel ovarium kadang-kadang mengandung dua atau tiga oosit primer yang jelas dapat dibedakan (lihat Gambar 2.26A). Meskipun dapat menghasilkan kembar dua atau tiga,
oosit ini
biasanya mengalami degenerasi sebelum matang. Pada kasus-kasus yang jarafig, satu oosit primer mengandung dua atau bahkan tiga nukleus (Gambar 2.268).Oosit berinti (nukleus) dua atau tiga tersebut mati sebelum mencapai kematangan.
Berbeda dengan oosit atipikal, sperm atozoa abnormal sering ditemukan, dan hampir 10%
dari
semua spermatozoa memperlihatkan kecacatan. Kepala atauekor mungkin
ab-normal,
spermatozoamungkin
berukuran raksasa atau cebol, dan kadang-kadang dua spermatozoamenyatu (Gambar
2.26C).Sperma dengan kelainan
morfologi
tidak memiliki kemampuan motilitas normal dan mungkin tidak dapat membuahi oosit.Akrosom
ffiffi
Folikel primordial dengan dua oositGambar 2.26 Sel germinativum abnormal.
spermatozoa abnormal.
36 Bagian Satu
*
Embriologi UmumJika telah
terbentuk sempurna, spermatozoa masuk ke lumen tubulus seminiferus. Dari sini, selini didorong ke arah epididimis oleh elemen-elemen kontraktil di dinding tubulus seminiferus. Meskipun pada awalnya hanya bergerak sedikit, spermatozoa memperoleh motilitas penuhnya di epididimis.
RINGKASAN
.d"-
r.
Sel germinativumprimordial
muncul div' q
dinding yolk sac pada minggu keempat dan bermigrasi
ke
gonadindiferen
(Gambar 2.1), tempat sel-sel tersebut tiba pada akhir minggu kelima. Sebagai persiapan untuk pembuahan, baik sel germinativum pria maupun wanita mengalami gametogenesisyang
mencakupmeiosis
dansitodiferensiasi.
Selama meiosisI,
kromosomhomolog
berpasangandan
mempertukarkanbahan genetik;
selamameiosis II, sel
tidak melakukanreplikasi DNA
sehinggasetiap
selmemiliki jumlah kromosom
haploid
dan separuh dari jumlah DNA sel somatik normal (Gambar 2.3).I(arena
itu,
gamet pria dan wanita matur masing- masing memiliki 22 kromosom plus kromosom Xatau22 kromosom plus kromosom Y.
Cacat lahir dapat terjadi akibat kelainan dalam iumlah atau
strukturkromosom
dan akibat mutasi gen tunggal. Sekitar 7% cacat lahir mayor disebabkan oleh kelainan kromosom, danSo/o akibat mutasi gen.Trisomi
(kromosom tambahan) dan monosomi (hilangnya sebuahkromosom) terjadi
sewaktumitosis atau meiosis. Sewaktu meiosis, kromosom- kromosom homolog secara normal berpasangan dan kemudian berpisah. Namun, jika pemisahan gagal
(nondisjunction,
tidak
memisah), satusel
akan menerima terlalu banyak kromosom dan sel lainnya kekurangankromosom
(Gambar2.5).
Insidens kelainanjumlah kromosom meningkat
seiring dengan usia ibu, terutama pada ibu berusia 35 tahun atau lebih. Kelainan struktur kromosom mencakup delesi besar(sindrom cri-du-chat)
danmikro-
delesi. Mikrodelesi mungkin mengenai gen-gen yang berdekatan serta dapat menyebabkan cacatseperti sindrom Angelman (delesi
maternal,kromosom 15q11-15q13) atau
sindrom
Prader-Willi (delesi paternal, 15q11-15q13).
I(arenabergantung pada apakah bahan genetik yang terkena diwariskan dari ibu atau ayah, sindrom-sindrom ini juga adalah contoh imprinting. Mutasi gen dapat bersifat dominan (hanya satu gen dari pasangan alel yang harus