• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkenalkan Pendidikan Islam

N/A
N/A
Na Syahnah

Academic year: 2023

Membagikan "Perkenalkan Pendidikan Islam"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

KH Ahmad Dahlan sebagai tokoh pendidikan nasional mempunyai gagasan, gagasan dan konsep yang sangat kuat tentang pendidikan agama Islam. Secara praktis dapat menghasilkan rumusan konsep Pendidikan Islam menurut KH.Ahmad Dahlan dan implementasinya di SMP Muhammadiyah 33 Jakarta Barat, sehingga memberikan kontribusi positif bagi penulis pada khususnya dan pembaca serta mahasiswa UIN pada umumnya.

Kerangka Pemikiran

Menurut Dahlan, pendidikan Islam hendaknya fokus pada upaya mendidik umat Islam yang berakhlak mulia. Berdasarkan landasan di atas, Dahlan sebenarnya ingin memastikan pengelolaan pendidikan Islam dilaksanakan secara modern dan profesional, sehingga pendidikan yang dilaksanakan dapat memenuhi kebutuhan peserta didik dan beradaptasi dengan dinamika zaman.

Sisitematika Pembahasan

Pengertian Konsep Pendidikan Islam

Hasan Langgulung mengatakan bahawa “Pendidikan Islam adalah sarana untuk menyelamatkan generasi muda untuk memenuhi peranan, menyampaikan ilmu dan nilai-nilai Islam yang selaras dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan menuai hasil di akhirat”. Langgulung menitikberatkan pendidikan Islam dalam menyiapkan generasi muda yang berilmu dan nilai-nilai Islam untuk bercita-cita tinggi di atas dunia dan menuai hasil di akhirat.

Dasar Pendidikan Islam

Isi ajaran yang terdapat dalam kitab suci Al-Qur'an terdiri dari dua prinsip utama, yaitu. Ayat di atas menjelaskan bahwa salah satu fungsi Al-Qur'an adalah memberi petunjuk kepada umat manusia dalam segala hal termasuk.

Tujuan Pendidikan Islam

Melalui ijtihad dituntut perubahan situasi dan kondisi sosial yang tumbuh dan berkembang juga sesuai dengan ajaran Islam. Jadi, untuk menyempurnakan dan mewujudkan ajaran Islam, ijtihad sangat diperlukan, karena globalisasi Al-Qur'an dan Hadits saja tidak menjamin tercapainya tujuan pendidikan Islam. Sedangkan tujuan pendidikan Islam tidak lepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam, yaitu terciptanya pribadi hamba Allah yang selalu bertaqwa kepada-Nya dan dapat mencapai kehidupan bahagia di dunia dan akhirat.

Tujuan hidup manusia dalam Islam ini dapat pula disebut sebagai tujuan akhir pendidikan Islam. Pendidikan Islam yang dilaksanakan Nabi bertujuan untuk mengembangkan individu-individu Islam menjadi kader-kader yang berjiwa kuat dan siap menjadi dakwah umat Islam dan guru yang baik. Selain itu pendidikan Islam juga harus mengedepankan aspek kemanusiaan dalam pengelolaan dan pemeliharaan kesejahteraan alam semesta.23.

Metode Pendidikan Islam

Metode pengajaran adalah suatu cara penyampaian atau penyampaian informasi melalui cerita lisan dari guru kepada siswa. Metode penugasan adalah suatu cara mengajar dimana seorang guru memberikan tugas-tugas tertentu kepada siswa, sedangkan hasilnya diawasi oleh guru dan siswa dimintai pertanggungjawabannya. Metode demonstrasi merupakan suatu cara mengajar dimana guru memperlihatkan proses suatu hal, atau pelaksanaan suatu hal sambil siswa memperhatikan.

Metode kerja kelompok merupakan suatu cara mengajar dimana guru membagi siswanya ke dalam kelompok belajar tertentu dan setiap kelompok diberikan tugas tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode cerita merupakan suatu cara mengajar dimana guru menyampaikan materi pembelajaran melalui cerita atau narasi. Metode peribahasa merupakan suatu cara mengajar dimana guru menyampaikan materi pembelajaran melalui contoh atau perumpamaan.

Biografi KH. Ahmad Dahlan

Latar Belakang KH. Ahmad Dahlan

Darwis mulai belajar tentang pendidikan ketika masih balita, kedua orang tua Darwis memberikan pendidikan agama.26. Berdasarkan fakta di atas, kita dapat menyimpulkan dari silsilah bahwa Muhammad Dahlan merupakan keturunan ke-12 dari Syekh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik, seorang wali terkemuka di kalangan Wali Songa. Muhammad Dahlan mengetahui pendidikan orang tuanya sejak kecil, kedua orang tua Darwis memberikan pendidikan agama.

Riwayat Pendidikan KH. Ahmad Dahlan

Ahmad Dahlan memutuskan berangkat ke tanah suci pada usia 15 tahun, keberangkatannya dibiayai oleh kakak iparnya, KH. Ahmad Dahlan pun rupanya berniat mempelajari Islam lebih mendalam di tanah suci. Saat ia menuntut ilmu di Mekkah, syekh lain di Mekkah memberi nama Ahmad Dahlan kepada Muhammad Darwis.

Sekembalinya ke tanah air, ia meminta ayah dan ibunya mengganti namanya menjadi Ahmad Dahlan. Muhammad Darwis adalah nama asli Ahmad Dahlan dan sering dipanggil Ahmad Dahlan hingga saat ini. Itulah asal muasal perubahan nama Muhammad Darwis yang kini diubah menjadi Ahmad Dahlan dari pendiri Organisasi Muhammadiyah.

KH. Ahmad Dahlan Pendiri Organisasi Muhammadiyah

Ahmad Dahlan mendirikan sekolah Sebelum mendirikan Organisasi Muhammadiyah pada tahun 1921, Dahlan mendirikan sekolah bersama. Lahirnya organisasi Muhammadiyah dilatarbelakangi oleh keprihatinan Ahmad Dahlan terhadap keadaan umat Islam saat itu. Keberhasilan amal dan berbagai bidang kehidupan serta aktivitas muhammadiyah tentunya berkat kerjasama yang baik antara Ahmad Dahlan dan kawan-kawan serta warga muhammadiyah lainnya.

Ahmad Dahlan menilai dua sistem pendidikan yang dikotomis inilah yang menjadi biang keladi kemunduran umat Islam. Ahmad Dahlan, untuk menunjang segala karya dan amal Ahmad Dahlan dan Muahmmadiyah, Ahmad Dahlan dengan kegigihan dan pengorbanannya, satu tahun sebelum KH. Ahmad Dahlan meninggal dunia pada tahun 1923, didirikan 8 (delapan) jenis sekolah oleh Muhammadiyah dengan jumlah guru 73 orang dan murid 1.019 orang.

Tempat dan Waktu Penelitian

Sebagai lembaga pendidikan yang dikelola secara formal, SMP Muhammadiyah 33 diselenggarakan dengan struktur organisasi dan kepemimpinan. Sedangkan berdasarkan yang penulis teliti dari data dan dokumen sekolah yang ada, dapat diketahui jumlah guru atau dewan guru di SMP Muhammadiyah 33 Jakarta pada tahun. Selain itu berdasarkan dokumen sekolah yang dicari peneliti, pada bagian akademik Tahun 2018-2019 ada 95 pendaftar di SMP Muhammadiyah 33 Jakarta Barat.

Sebagai lembaga pendidikan swasta yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), SMP Muhammadiyah 33 Jakarta Barat selalu mengikuti peraturan yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sarana dan Prasarana di SMP Muhammadiyah 33 Jakarta Barat Sebagai bentuk upaya untuk menjamin kelancaran proses belajar mengajar di SMP Muhammadiyah 33 Jakarta Barat, diperlukan berbagai macam sarana dan prasarana yang harus memadai dan menunjang. Sarana dan Prasarana di SMP Muhammadiyah 33 Jakarta Barat adalah sebagai berikut37.

Tabel 3.1  Struktur Organisasi
Tabel 3.1 Struktur Organisasi

Metode Penelitan

Teknik Pengumpulan Data

Penulis akan mengamati kegiatan belajar mengajar di sekolah, baik kegiatan intra maupun ekstrakurikuler, penulis juga akan mengamati sikap atau karakteristik tenaga pengajar, siswa dan kondisi lingkungan di sekolah. Dengan teknik wawancara ini, penulis dapat mendiskusikan permasalahan yang muncul dan mengajak responden untuk memecahkan permasalahan tersebut. Wawancara ini ditujukan kepada guru-guru yang mewakili bidang kurikulum, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan guru mata pelajaran Kemuhammadiyahan.

Dokumentasi memerlukan data tentang suatu hal berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, agenda, dll.40 Saat ini, teknik dokumentasi telah menjadi bagian penting dan tidak terpisahkan dari metodologi penelitian kualitatif. Hal ini disebabkan adanya kesadaran dan pemahaman baru bahwa banyak data yang disimpan baik berupa dokumen maupun benda. Dalam penelitian ini penulis akan menggali data-data yang terdapat di SMP Muhammadiyah 33 Jakarta Barat berupa otobiografi, brosur, arsip sekolah, surat resmi, peraturan dan kebijakan, website resmi, foto, dll.

Sumber Data

Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh peneliti sendiri dari sumber asli 41 Sumber data utama dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan dewan guru di SMP Muhammadiyah 33 Jakarta Barat. Data sekunder merupakan data yang diperoleh peneliti dari sumber-sumber yang ada sebagai penunjang sumber pertama, seperti dokumen, buku, skripsi, buletin/majalah dan lain-lain.

Teknik Analisis Data

Metode deduktif digunakan sebaliknya, yaitu mencari wawasan umum yang ada yang dapat memperkuatnya. Metode deskriptif, yaitu digunakan untuk menggambarkan segala sesuatu yang berkaitan dengan topik yang dibicarakan secara sistematis, faktual dan akurat dengan memperhatikan faktor-faktor, sifat-sifat dan hubungan antara dua fenomena yang diteliti. Dari sini pada akhirnya ditarik suatu kesimpulan umum yang semula muncul dari data-data yang ada mengenai objek permasalahan.43.

Dapat disimpulkan bahwa teknik analisis data merupakan hal yang paling penting untuk mencapai pemecahan masalah dalam penelitian. Penulis kemudian menggunakan metode-metode yang telah dijelaskan di atas, Penggunaan metode-metode tersebut merupakan salah satu cara untuk mempermudah penyelesaian suatu masalah penelitian.

Konsep Pendidikan Islam Menurut KH. Ahmad Dahlan di SMP Muhammadiyah 33 Jakarta Barat

Ahmad Dahlan memadukan pendidikan agama dan pendidikan umum sedemikian rupa, dengan tetap berpegang teguh pada ajaran Al-Qur'an dan Sunnah. Ahmad Dahlan mempunyai persoalan mendasar terkait lembaga pendidikan di kalangan umat Islam, khususnya pesantren. Ahmad Dahlan menawarkan metode sintesa antara metode pendidikan modern Barat dengan metode pendidikan pesantren.

50 Ahmad Sarwono bin Zahir Shofrotun Binti Husain al-Aydrus, Ahmad Dahlan (Pemersatu Pembaru dan Pemelihara Tradisi), 52. Dengan kurikulum ini, Ahmad Dahlan berusaha membentuk pribadi yang utuh dengan memberikan ajaran agama dan umum. Cara belajar mengajar di pesantren menggunakan sistem weton dan sorogan, madrasah yang dibangun oleh Ahmad Dahlan menggunakan sistem klasik seperti sekolah Belanda.

Implementasi Konsep Pendidikan Islam menurut KH. Ahmad Dahlan di SMP Muhammadiyah 33 Jakarta Barat

SMP Muhammadiyah 33 Jakarta Barat merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan organisasi Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Tujuan umum pendidikan di SMP Muhammadiyah 33 Jakarta Barat antara lain meletakkan landasan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian dan akhlak. Di SMP Muhammadiyah 33 Jakarta terdapat mata pelajaran pengetahuan umum dan juga ilmu agama.

Untuk pelajaran ilmu agama atau pendidikan Islam di SMP Muhammadiyah 33 Jakarta terdapat empat pelajaran yang berisi pendidikan Islam. Ketiga hal tersebut terpenuhi dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diajarkan di SMP Muhammadiyah 33 Jakarta Barat. Di SMP Muhammadiyah 33 Jakarta digunakan dua jenis kurikulum yaitu KTSP 2006 dan kurikulum 2013.

Hasil Analisis

PENUTUP

Kesimpulan

Ahmad Dahlan telah diterapkan dan dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 33 Jakarta sebesar 90%, sehingga SMP Muhammadiyah 33 telah menghasilkan siswa yang unggul dan menjadi salah satu sekolah terbaik di DKI Jakarta.

Saran

Saran bagi seluruh guru SMP Muhammadiyah 33 Jakarta agar turut serta memperkenalkan dan mengajarkan nilai-nilai Islam dan ajaran Kemuhammadiyahan kepada siswa, tidak hanya guru PAI dan guru muhammadiyah saja. Usulan kepada pengurus cabang Tomang Muhammadiyah (PCM) dan Dewan Disdakmen agar SMP Muhammadiyah 33 Jakarta Barat membuat asrama atau sejenis asrama Islam bagi siswa agar dapat lebih mengontrol perilaku siswa dan melindungi mereka dari interaksi eksternal yang buruk dapat membatasi. . Ahmad Dahlan dan implementasinya di suatu lembaga pendidikan agar lebih baik lagi sebaiknya menggunakan metode penelitian atau teknik pengumpulan data yang berbeda dengan yang selama ini peneliti lakukan.

Gambar

Tabel 3.1  Struktur Organisasi
Tabel 3.2  Tenaga Pengajar
Tabel 3.3  Peserta Didik
Tabel 3.4  Sarana dan Fasilitas

Referensi

Dokumen terkait

Dalam konteks pendidikan agama Is- lam di Sekolah Dasar, maka mata pelajaran PAI merupakan satu mata pelajaran yang juga diajarkan dengan pendekatan tematik

PERNYATAAN Kreativiatas Guru Pendidikan Agama Islam Guru PAI selalu menggunakan metode ceramah menerangkan dalam mengajar Guru PAI menggunakan metode tanya jawab dalam mengajar

Buku “Pendidikan Agama Islam 1” untuk pelajaran PAI SD/MI kelas I ini disusun berdasarkan permen nomor 22 Tahun 2006 Tahun 2006 yang memuat standar isi pendidikan 2006 yang

Penyelenggaraan mata pelajaran PAI mengacu kepada Keputusan Menteri Agama (KMA) Republik Indonesia Nomor 211 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pengembangan Standar Nasional

Dengan demikian, pendidikan multikulturalisme tidak sepenuhnya dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pelajaran PAI sebab kandungan pluralisme agama, humanisme,

ini, data primer yang diperoleh oleh peneliti adalah hasil wawancara dengan.. guru pengajar mata pelajaran PAI dan siswa SMAN 1

vi ABSTRAK PENGARUH METODE TANYA JAWAB TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD NEGERI 3 GONDANGREJO Oleh: Septi Sri Wahyuni Metode tanya

Dokumen ini membahas tentang implementasi nilai-nilai karakter pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dan