PERKERASAN LENTUR
DAN KOMPOSIT
EKO SUPRI MURTIONO
Material Pondasi Bawah dan Pondasi Jala n Tanpa Pengikat
Material Berbutir Tipe 1 (Klausul 803)
Material dengan gradasi seperti ditunjukan pada tabel dibawah dan terbuat dari batu pecah, slag atau material lainnya.
Material Berbutir Tipe 2 (Klausul 804
Material ini ukurannya lebih kecil dari Tipe 1, dan dapat terbuat dari pasir alam, atau koral dan gradasinya ditunjukan pada tabel dibawah
Material Pondasi Bawah dan Pondasi Jala n Tanpa Pengikat
Wet Mix (Klausul 805)
Material ini dibuat dengin mesin, menggunakan batu pecah atau slag ang mempunyai gradasi sesuai dengan spesifikasi, dicampur dengan air 2-6%
tergantung pada agregatnya. Air harus diperhatikan agar tidak terjadi segresi.
Umumnya material ini dihamparkan dan dipadatkan tiap lapis (tidak lebih dari 200mm)
Material Tanpa Bahan Pengikat Lain- nya
Material ini digunakan pada jalan dengan lalu lintas ringan, tempat parkir, bahu jalan yang diperkeras, dll., dan material yang dipakainya tidak tercakup dalam spesifikasi.
Spesifikasi material dibuat sesuai dengan kesepakatan antara kontraktor dan pemi- lik pekerjaan dan termasuk hal – hal sebagai berikut :
Material Tanpa Bahan Pengikat Lainnya
Sisa Quarry
Agregat sisa dari quarry harus bergradasi, ukuran maksimumnya tidak
lebih dari 100mm, dan menggunakan
material halus secukupnya untuk mengisi rongga di antara agregat yang
besar.
Bekas Bangunan
(Puig)
Material puing bekas bangunan antara lain berupa
batu bata pecah, batu, beton yang
harus bersih dan berukuran tidak lebih dari 150mm
Lempung (self binding grafel)
Kadar lempung dalam material yang
digunakan tidak lebih banyak dari
yang diperlukan sebagai pengikat.
Harus dipastikan tidak terdapat bongkahan lempung
tercampur dalam material.
Klinker
Klinker harus keras dan telah dioven dengan sempurna, bergradasi dan tidak
lebih dari 50 mm.
Harus diperhatikan pemisahan klinker dan abu karena abu
tidak bias digunakan
Penghamparan, Perataan, dan Pemadatan Material Tanpa Bahan Pengikat
Material yang deicampur degan air harus dijaga kadar airnya agar tidak terjadi segresi. Penghamparan harus dilakukan secara merata. Untuk pekerjaan yang berskala besar harus digunakan mesin penghampar, (paving machine) atau spreader box (Klausul 705). Dan untuk pekerjaan yang lebih kecil dapat digunakan shovel, bulldozer, atau grader.
Elevasi Penghamparan dikontrol dengan : a) Patok dan benang
b) Rel (sight rails) dan mistar tengan atau profile
c) Kawat penghantar untuk mesin penghampar yang dapat menyesuaikan ketinggiannya, baik secara manual maupun otomatis.
Penghamparan, Perataan, dan Pemadatan Material Tanpa Bahan Pengikat
Spesifikasi (Klausul 801) menetapkan material untuk dihampar berlapis–lapis, setiap lapisnya tidak kurang dari 110 mm padat, dan tidak lebih tebal dari 225 mm, kecuali ditetapkan lain. Jika diinginkan tebal lebih dari 225 mm, haluskan penghamparan dan pemadatan sebanyak dua kali atau lebih.
Toleransi Ketinggian permukaan hasil pemadatan ini di mulai dari +10 mm sampai -30 mm. Ketebalan material yang dapat dipadatkan tergantung pada jenis alat pemadat yang digunakan. Contoh hubungan antara alat pemadatan dan tebal pemadatan dicantumkan di tabel dibawah ini
Penghamparan, Perataan, dan Pemadatan Material Tanpa Bahan Pengikat
Spesifikasi (Klausul 801) menetapkan material untuk dihampar berlapis–lapis, setiap lapisnya tidak kurang dari 110 mm padat, dan tidak lebih tebal dari 225 mm, kecuali ditetapkan lain. Jika diinginkan tebal lebih dari 225 mm, haluskan penghamparan dan pemadatan sebanyak dua kali atau lebih.
Toleransi Ketinggian permukaan hasil pemadatan ini di mulai dari +10 mm sampai -30 mm. Ketebalan material yang dapat dipadatkan tergantung pada jenis alat pemadat yang digunakan. Contoh hubungan antara alat pemadatan dan tebal pemadatan dicantumkan di tabel dibawah ini
Lapis Pondasi Campuran Beraspal
-Dense Macadam Menurut BS 4987 (Klausul 903)-
Persyaratan utama dalam komposisi dense macadam untuk lapis pondasi ini adalah bahwa materialnya mempunyai agregat yang lolos saringan 3,35 mm sebanyak 38%, dan bahan pengikat yang berviskositas tinggi, seperti aspla bitumen pen 50, 100, atau 200; atau tar dengan 50, 54, atau 58 EVT.
Pen adalah singkatan dari klasifikasi aspal berdasarkan nilai penetrasinya.
Penetrasi merupakan ukuran dari kekerasan aspal.
Rolled Asphalt Menurut BS 594 (klausul 904)
Jenis campuran yang paling lama digunakan sebagai lapisan pondasi jalan
Karakteristik Dense Bitumi- nous dan Hot Rolled Asphalt Sebagai Pondasi Jalan
Kemampuan Menyebarkan Beban
Kecepatan Konstruksi
Kedap Air dan Ketahanan terhadap Kebekuan
Beton dan Material dengan Bahan Pengikat Semen
Beton Mutu beton portland yang dicakup dalam spesifikasi berkisar dari mutu beton yang sesuai untuk perkerasan kaku tanpa tulangan maupun dengan tulangan serta cement Baund Granular Material
Material dengan bahan pengikat semen
Soil cement
Cement bound granular material Lean Concrete
Spesifikasi
Pencampuran dan Batching
Pengangkutan Penghamparan Pemadatan Perawatan
Lapis Permukaan Lapis atas permukaan merupakan struktur jalan yang terdiri atas dua lapis yaitu lapis aus danlapis permukaan
Fungsi Menerima beban langsung dari dari lalau lintas dan menyebarkanya untuk mengurangi tegangan pada lapisan bawah struktur jalan
Menyediakan permukaan jalan yang aman dan kesat(anti selip)
Menyediakan permukaan yang baik bentuknya dan rata sehingga nyaman dilalui Menyediakan drainase yang baik dari permukaan kedap air, sehingga melindungi struktur perkerasan jalan dari perubahan cuaca
Memberikan permukaan yang ‘meyakinkan’ sehingga memberi ‘perasaan nyaman’ bagi pengguna jalan
Kekerasan permukaan jalan diten- tukan oleh tekstur makro dan mikro- nya, meliputi
Rough harsh Rough polished Smooth harsh Smooth polished
Material Lapisan Permukaan
Fungsi lapisan permukaan
Mendistribusikan beban lalu lintas ke lapis pondasi jalan yang biasanya terbuat dari material yang lebih lemah
Menghasilkan permukaan dengan bentuk yang diinginkan dan rata, sehingga
memungkinkan dibuat lapis aus yang tipis
di atasnya
Jenis campuran yang sesuai untuk
digunakan pada lapisan permukaan adalah
Agregat ukuran nominal 20 mm dengan gradasi terbuka
Agregat ukuran nominal 40 mm dengan gradasi padat
Agregat ukuran nominal 28 mm dengan gradasi padat
Agregat ukuran nominal 20 mm dengan gradasi padat
Lapisan permukaan hot rolled asphalt Agregat ukuran nominal 40 mm untuk penghamparan 1 kali
LAPIS AUS
Ada banyak campuran beraspal yang digunakan untuk bahan lapis aus, dengan ketebalan berkisal antara 20-40mm. Catatan : jika lapus aus merupakan lapis yang bergradasi terbuka, maka lapis aus menjadi tidak kedap air. Agar lapis- lapis lain di bawahnya tetap terlindung dari cuaca, maka lapis aus tersebut perlu diberikan surface dressing atau menambahkan lapis kedap air pada kon- struksi
perkerasan.
Menyediakan per- mukaan yang kesat
dan tahan lama
Melindungi perk- erasan dari cuaca
Menahan pengaruh abrasi dan tegangan
Menyediakan per- mukaan jalan yang
rata FUNGSI
LAPIS AUS
PILIHAN LAPIS AUS
Hot Rolled Asphalt (BS 594)
Hot Rolled Asphalt merupakan satu-satunya campuran yang direkomendasikan untuk digunakan sebagai lapis aus pada jalan dengan volume lalu lintas yang besar. Umumnya tebal lapis hot rolled asphalt adalah 40 mm, ditambah dengan lapisan coated chipping setebal 20 mm yang kemudian dipadatkan
Ukuran Nominal 10 dan 14 mm dengan gradasi rapat
• Menggunakan batu pecah , slag, kerikil dan kapur
• Bahan pengikatnya aspal cair 200 detik sampai aspal pen 100 atau tar dengan C34 sampai C42 EVT.
• Berfungsi untuk menambah kekuatan lapisan perkerasan.
PILIHAN LAPIS AUS
Campuran Agregat BerGradasi Rapat dengan Tar
• Digunakan pada jalan dengan lalu lintas rendah
• Ukuran agregat 10 & 14 mm
• Tebal lapis aus 30 dan 40 mm
Ukuran nominal 6 mm dengan gradasi medium
• Digunakan pada jalan dengan lalu lintas rendah, jalan setapak, halaman sekolah, dan tambalan.
• Agregat berupa batu pecah, slag atau kerikil
• Bahan pengikat aspal cair 50 detik.
PILIHAN LAPIS AUS
Ukuran Nominal 3 mm Cold Asphalt Fine Graded
• Tidak bisa dilalui oleh lalu lintas berat
• Agregat halus dicampur dengan cutback berviskositas 200 detik
• Sering dikombinasikan dengan 14 atau 10 mm agregat Chipping
Ukuran nominal 6 mm Campuran Padat (BS 4987)
• Banyak digunakan sebagai pelapis ulang
• Digunakan pada lalu lintas rendah
PILIHAN LAPIS AUS
Ukuran Nominal 10 & 14 mm Campuran Bergradasi Terbuka
• Tidak dapat pada jalan lalu lintas berat
• Permeabel terhadap air
• Agar lebih kedap air ditutup dengan surface tratment
Campuran Porous (BS 4987)
• Dapat mengurangi percikan air dari roda kendaraan
• Terbuat dari kerikil ukuran 10 mm dan 20 mm dengan 2%, batu kapur terhidrasi untuk menggurangi ‘stripping’ akibat genangan air.
PILIHAN LAPIS AUS
Lapis Kesat (BS 594)
• Semua ukuran agregat harus mempunyai tonjolan tonjolan pada tekstur mikronya agar ada tempat bagi air untuk mengalir akibat tertekan oleh roda.
• Campuran ini diperlukan lebih sedikit binder daripada campuran hot rolled asphalt
• Tidak diperlukan pekerjaan perawatan pada permukaan jalan
• Menyebabkan timbul tekstur makro yang besar untuk permukaan yang baik sebagai saluran drainase
Pekerjaan Persiapan Sebelum Hamparan
British Standard 4987 menetapkan bagwa ketepatan bentuk akhir permukaan jalan yang terbuat dari coated macadam diukur dengan mistar 3 m di manapun dengan posisi sejajar. Kedalaman dari celah antar mistar dan permukaan tidak boleh lebih dari 25 mm di bawah konstruksi lapis atas.
Menurut BS 594, jika permukaan jalan lama akan diperbaiki baik dengan alat perata panas atau dingin maupun dengan penambahan lapisan campuran beras- pal, kedalaman maksimum di bawah mistar 3 m yang searah sumbu jalan.
Tack coat diperlukan agar terdapat ikatan antara material lama dengan yang baru. Tack coat diberikan jika dibuat lapis aus dengan agregat yang berukuran halus. Tack coat disemprotkan dengan intensitas 0,4-0,6 liter/m2, kemudian ditaburkan agregat ukuran 6 mm atau fine cold asphalt agar tack coat tidak melekat
Pengangkutan Material Perkerasan Lentu r
Campuran beraspal harus tersedia secara kontinu, dan segera dihamparkan.
Jumlah campuran beraspal yang dituangkan kemesin penghampar harus diatur Agar penghantar dapat bekerja secara kontinu.
Menggunakan kendaraan yang bersih
Harus ditutupi selama per-
jalan
Menggunakan debu atau oli
DOKUMENTASI
KELOMPOK 6