Alhamdulillahi Robbil “Alamin peneliti mendoakan kehadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat dan bimbingan-Nya, peneliti dapat menyelesaikan skripsinya yang berjudul “PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM TRANSAKSI PENJUALAN DAN PEMBELIAN ONLINE MELALUI MEDIA SOSIAL SEPERTI DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN KONSUMEN NOMOR 8 TAHUN 1999 (Studi Kasus Desa Wirowongso Kecamatan Ajung Kabupaten Jember) ” .Ahmad Bitsmar Ramadhan: Perlindungan konsumen dalam transaksi online melalui media sosial diambil dari Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999. Bagaimana analisis kasus perlindungan konsumen terkait transaksi jual beli di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung Kabupaten Jember sesuai dengan UU No 8 Tahun 1999?.
Bagaimana analisis kasus perlindungan konsumen terkait jual beli online di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung Kabupaten Jember berdasarkan UU No. Kami berharap hasil penelitian/observasi ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pengetahuan hukum ekonomi syariah, mengenai perlindungan konsumen dalam transaksi jual beli di internet melalui media sosial dalam tinjauan hukum. TIDAK. Dapat bermanfaat dalam melakukan penelitian serupa selanjutnya, selain itu juga dapat dijadikan acuan untuk penelitian lain sesuai dengan bidang penelitian penulis.
PENDAHULUAN
- Fokus Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Definisi Istilah
- Sistematika Pembahasan
Pelaku usaha telah melanggar ketentuan pasal ayat 2 UUPK sesuai dengan beberapa kasus yang dialami konsumen di Desa Wirowongso, Ajung Jember. 8 Tahun 1999 Pasal 9 ayat 1 telah menjelaskan bentuk perlindungan konsumen dimana disebutkan bahwa “pelaku usaha dilarang menawarkan.. Dalam hal ini yang terjadi di desa Wirowongso kabupaten Jember, pelaku usaha telah mengabaikan hak orang banyak. konsumen dalam jual beli di media sosial.
KAJIAN PUSTAKA
Kajian Teori
Konsumen perantara adalah konsumen yang membeli suatu produk dari suatu pelaku usaha untuk dijual kembali. Kewajiban dan hak merupakan bagian dari hukum, sehingga kewajiban pelaku usaha dapat dipandang sebagai hak konsumen. Namun setelah menerima barang yang dibeli, barang tersebut tidak sesuai dengan foto yang diposting pelaku usaha.
Dalam beberapa kasus yang terjadi di Desa Wirowongso, sebagian besar pelaku usaha melakukan perbuatan yang dilarang dalam Pasal 8 ayat 2 UUPK yang menyatakan bahwa “Pelaku usaha dilarang berdagang. Apabila pelaku usaha ayat (1) dan (2) melanggar maka ia harus menarik produk atau jasa tersebut dari pasaran. Menurut pasal 7 huruf g Undang-Undang Perlindungan Konsumen (CPA) pelaku usaha mempunyai tanggung jawab untuk memberikan ganti rugi, penggantian atau kompensasi apabila konsumen menerima produk yang tidak sesuai dengan perjanjian.
Kewajiban dan hak merupakan bagian dari hukum, sehingga kewajiban pelaku usaha dapat dipandang sebagai hak konsumen. Pelaku usaha wajib memberikan ganti rugi, ganti rugi atau penggantian atas kerugian yang dialami konsumen. Yang terjadi di Desa Wirowongso, pelaku usaha belum memiliki izin resmi sehingga masih belum ada kekuatan hukum terhadap jenis usahanya.
Apakah Anda memperoleh informasi sebelumnya tentang hak-hak konsumen dan pelaku usaha sebelum menandatangani perjanjian jual beli?
METODE PENELITIAN
Lokasi Penelitian
Tempat penelitian merupakan tempat yang menjadi subjek penelitian untuk memperoleh informasi yang benar. Lokasi penelitian yang digunakan untuk penelitian dalam skripsi ini adalah Desa Wirowongso Kecamatan Ajung Kabupaten Jember. Lokasi ini dijadikan lokasi penelitian karena Desa Wirowongso merupakan salah satu desa yang terdapat transaksi jual beli elektronik. Dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa kegiatan jual beli elektronik tidak hanya terjadi di Desa Wirowongso saja.
Alasan peneliti mengambil lokasi penelitian di Desa Wirowongso adalah karena di desa ini menarik untuk dikaji lebih dalam yaitu transaksi jual beli berlangsung secara terbuka artinya pelaku dan penerima tidak lagi menutup-nutupi. . transaksi tersebut karena para pihak membenarkan bahwa kegiatan tersebut dianggap wajar.
Subjek Penelitian
Penggalian data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dengan beberapa pelanggan yang digunakan sebagai sumber dalam pencarian informasi.46. Dalam menentukan objek penelitian hendaknya perhatian diberikan kepada pihak-pihak yang turut serta langsung dalam kasus penelitian yang sedang ditangani peneliti. Dalam hal ini data yang peneliti peroleh melalui wawancara, observasi publikasi dan dokumentasi.
Informasi diperoleh dari pelaku usaha dan konsumen di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung Kabupaten Jember.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam melakukan transaksi, badan usaha juga memberikan bukti pembayaran kepada konsumen sebagai bukti pembayaran yang sah. Pengusaha tidak memberikan mobil tersebut karena uang yang ditransfer ke klien untuk pemasaran belum sampai. Dan contoh selanjutnya, contoh kelima yang dihadapi oleh para pebisnis adalah salah satu permasalahan yang juga terjadi dalam jual beli mobil bekas adalah pemalsuan dokumen.
Pengusaha telah disesatkan untuk membeli mobil bekas yang dokumennya ternyata palsu. Hal inilah yang terjadi ketika pelaku usaha mempromosikan barangnya untuk menarik konsumen sehari-hari. Tidak apa-apa, itu hanya pesan yang mereka gunakan. Analisis yang terjadi di showroom antara pelaku usaha dan konsumen sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam UU No.
Apabila pelaku usaha tidak memenuhi kewajibannya maka dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan Pasal 62 UUPK yang menyatakan bahwa “pelaku usaha yang melakukan transaksi jual beli, sebagian besar pelaku usaha hanya memberikan informasi eksternal yang memberikan gambaran eksternal kepada konsumen. , yang dijadikan formalitas materi iklan Dari contoh kasus 5 dan 6 yang terjadi di Desa Wirowongso, terlihat jelas dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen bahwa para korban harus mendapatkan kompensasi yang bisa diperoleh konsumen dari pelaku usaha. antara lain sebagai berikut: 65.
Berdasarkan beberapa sampel yang diambil peneliti, yang terjadi di Desa Wirowongso adalah banyak hak yang dilemahkan baik oleh pelaku usaha itu sendiri maupun justru karena lemahnya pengetahuan konsumen mengenai hak yang seharusnya mereka miliki. Transaksi online baik bagi pelaku usaha maupun konsumen harus dilakukan dengan itikad baik sejak awal. Pada hakikatnya, peraturan perlindungan konsumen tidak cukup hanya menjadi wadah hukum dan solusi bagi konsumen dan pelaku usaha.
Hal ini juga membuktikan bahwa tidak sedikit pelaku usaha yang menjual barangnya kepada konsumen dengan cara yang kurang teliti dan jujur. Sehingga ketika konsumen merasa dirugikan dan mengajukan pengaduan, maka pelaku usaha tidak akan merespon.
Analisis Data
Keabsahan Data
Dalam keabsahan data tersebut peneliti menggunakan teknik triangulasi yang digunakan dalam penelitian dengan dua cara yaitu pertama dengan menggunakan triangulasi sumber yang dalam hal ini membandingkan data yang diperoleh dengan teknik yang berbeda untuk fenomena yang sama. Kedua, penggunaan triangulasi dengan metode perbandingan perolehan data dari teknik pengumpulan data yang sama dengan sumber berbeda.53.
Tahap-tahap Penelitian
Pada angka 2 tampak dari Pasal 7 UUPK yang menjelaskan bahwa pelaku usaha “Memberikan keterangan yang benar, jelas, dan jujur mengenai keadaan dan jaminan barang/atau jasa serta memberikan penjelasan mengenai penggantian, perbaikan, dan pemeliharaan”. Konsumen yang mengalami kerugian baik materil maupun non materil akibat kelalaian atau kesengajaan pelaku usaha dapat melaporkan kejadian tersebut kepada instansi atau lembaga yang berwenang melindungi konsumen. Konsumen dalam hal ini harus diberikan berbagai perlindungan khusus yang sangat rentan terhadap berbagai peluang yang akan merugikan konsumen bahkan dari pihak pelaku usaha yang tidak mempunyai itikad baik dalam melakukan transaksi jual beli online.
Konsumen yang merasa haknya dilanggar oleh pelaku usaha dapat mengadu kepada lembaga yang berwenang, salah satunya adalah Yayasan Konsumen Indonesia YLKI sebagai lembaga perlindungan konsumen yang diakui pemerintah.
PEMBAHASAN
Penyajian Data Lapangan
Pembahasan Temuan
Penulis menyimpulkan salah satu penyebab kerugian yang dialami konsumen di Desa Wirowongso dalam transaksi jual beli online adalah konsumen pada umumnya berada pada posisi yang lemah dalam artian masih minim pengetahuan dan mudah tertarik dengan gambar melalui media sosial, sehingga kemudahan bagi pelaku usaha dalam menjalankan usahanya. Selain hak dalam Pasal 4 UUPK, hal serupa juga terdapat pada ketentuan pasal-pasal berikutnya, khususnya pada Pasal 7 yang mengatur tentang kewajiban pelaku usaha. Apabila terjadi permasalahan antara konsumen dan pelaku usaha dalam melakukan transaksi jual beli, maka dapat menggunakan alat UUPK yang menjadi pedoman bagi konsumen khususnya untuk memperjuangkan haknya guna melindungi kepentingannya.
Tidak menutup kemungkinan pelaku usaha akan mencari pembeli yang tidak beritikad baik untuk menyelesaikan masalah melalui proses tersebut. Terkait pelanggaran terhadap peraturan yang mengatur kewajiban pelaku usaha dalam memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang atau jasa pada pasal 7 Undang-Undang Perlindungan Konsumen, dan pelanggaran terhadap larangan pelaku usaha pada pasal 8 UU Perlindungan Konsumen. UU Perlindungan Konsumen dan mengabaikan hak-hak konsumen. Karena hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur, maka pelaku usaha wajib memberikan tanggung jawab atas kerugian konsumen. Tanggung jawab pelaku usaha atas kerugian yang dialami konsumen diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen yaitu pada Pasal 19 yang mengatur bahwa tanggung jawab pelaku usaha adalah sebagai berikut: Sehubungan dengan pelanggaran terhadap peraturan yang mengatur tentang kewajiban pelaku usaha dalam menyediakan barang yang benar. informasi, berbagai permasalahan mengenai penerapan peraturan perlindungan konsumen pembelian produk secara online di Indonesia antara lain, masih belum optimalnya penegakan hukum yang disebabkan oleh kurangnya koordinasi antara lembaga penegak hukum, sumber daya manusia dan keuangan, serta kurangnya dukungan masyarakat. kesadaran akan hak-haknya sebagai konsumen.
Hal terpenting yang harus diperhatikan oleh konsumen yang mengalami kerugian adalah keberanian untuk mengajukan pengaduan kepada pelaku usaha yang bersangkutan, karena dengan mengajukan pengaduan konsumen dapat dikatakan sedang memperjuangkan haknya. Dan sulitnya juga untuk mengajukan pengaduan kepada pelaku usaha di desa Wirowongso karena sebagian besar konsumen melakukan pembelian melalui perantara atau pihak ketiga, apabila konsumen dirugikan maka perantara tersebut tidak dapat dihubungi lagi. Saran bagi pelaku usaha sebagai pelaku usaha yang baik dan berbudi luhur hendaknya mengikuti tata cara dan tata cara undang-undang perlindungan konsumen serta lebih memperhatikan hak dan kewajiban yang seharusnya diberikan kepada konsumen.
Usulan kepada pemerintah untuk selalu memberikan ketegasan kepada pihak-pihak baik pelaku usaha maupun konsumen itu sendiri agar tidak mengesampingkan peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan.
PENUTUP
Saran
Saran bagi konsumen, sebelum melakukan transaksi, setidaknya jangan pernah mengabaikan atau meremehkan ketentuan undang-undang perlindungan konsumen. Tim Esai Institut Agama Islam Negeri Jember. https:lengkong-jember.desa.id C.Terjemahan Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir An-Nur. Analisis hukum mengenai produk kosmetik yang tidak memenuhi izin edar badan pengawas obat dan makanan ditinjau dari UU No. Aspek hukum transaksi pembelian online menggunakan Facebook Media.
Kharima Miftakhul, 2020, Skripsi Transaksi Jual Beli Secara Elektronik Dengan Semua Fitur 10K di Aplikasi Shopee dari Aspek Hukum Positif dan Hukum Dagang Syariah.