TAHUN 2021
TAHAPAN PENYUSUNAN RANCANGAN RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN
- BAB I PENDAHULUAN
- BAB II VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN
- BAB III ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN
- BAB IV TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN
- BAB V PENUTUP
Kementerian menyusun rancangan Rencana Strategis Kementerian untuk sektor-sektor yang menjadi tugas dan kewenangannya pada tahun terakhir pelaksanaan rencana pembangunan nasional jangka menengah yang sedang berjalan, diawali dengan penyusunan rancangan Rencana Strategis Kementerian yang bersifat teknokratis yang dapat mulai . pada bulan Januari tahun terakhir Rencana Strategis sebelumnya. Dalam penyusunannya, Rencana Strategis Teknokratis Kementerian mengacu pada rancangan teknokratis rencana pembangunan nasional jangka menengah. Penyusunan Rencana Strategis Kementerian dilakukan melalui adaptasi Rencana Strategis Teknokratik Kementerian yang berpedoman pada rancangan awal rencana pembangunan jangka menengah nasional.
Kementerian menyerahkan rancangan Rencana Strategis kementerian kepada kementerian yang menangani urusan pemerintahan perencanaan pembangunan nasional untuk ditinjau pada bulan Agustus tahun terakhir Rencana Strategis sebelumnya. Kementerian mengadakan pertemuan bipartisan dengan Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perencanaan pembangunan nasional, dalam rangka revisi Rencana Strategis Kementerian yang dapat diselesaikan antara bulan Agustus sampai dengan Oktober tahun terakhir rencana strategis sebelumnya. rencana dilaksanakan. berpedoman pada rancangan pertama rencana pembangunan jangka menengah nasional. Kementerian melaksanakan revisi rancangan Rencana Strategis Kementerian sesuai dengan dokumen risalah hasil rapat bipartisan dan menyampaikan hasil revisi rancangan Rencana Strategis Kementerian kepada Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ini. . perencanaan pembangunan nasional paling lambat bulan Oktober tahun terakhir Rencana Strategis sebelumnya.
Forum penyesuaian rancangan renstra Kementerian berlangsung pada bulan Januari hingga Maret tahun terakhir renstra sebelumnya. Rencana strategis kementerian ditetapkan setelah harmonisasi rencana strategis kementerian dengan keputusan Presiden Republik tentang rencana pembangunan jangka menengah nasional. Kementerian melalui keputusan menteri menetapkan rencana strategis kementerian yang menjadi rencana strategis kementerian paling lambat 3 (tiga) bulan setelah ditetapkannya rencana pembangunan jangka menengah nasional.
TAHAPAN PENYUSUNAN RANCANGAN RENSTRA UNIT KERJA ESELON I
- BAB III ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN
Sedangkan potensi dan permasalahan menjelaskan analisis permasalahan yang timbul, potensi, kelemahan, peluang dan tantangan jangka menengah yang dihadapi UKE I dalam pelaksanaan tugas fungsional yang ditugaskan untuk mewujudkan visi dan melaksanakan misi UKE I. Visi dan Misi UKE I berpedoman pada visi dan misi Kementerian sejalan dengan visi dan misi Presiden terpilih yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Bab ini disusun dengan pendekatan pemecahan masalah terhadap permasalahan-permasalahan yang penting dan mendesak untuk segera diselesaikan dalam jangka waktu tertentu (jangka menengah) dan sangat penting bagi pencapaian sasaran strategis dan tujuan nasional kementerian.
Sedangkan misi merupakan rumusan umum berupa upaya yang dilakukan untuk mewujudkan visi UKE I. d. Penjelasan Sasaran dan Sasaran Strategis UKE I Sasaran dan Sasaran Strategis UKE I merupakan penjabaran dari Visi dan Misi UKE I yang disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi dan permasalahan pada tahap sebelumnya untuk mewujudkan visi dan melaksanakan misi UKE I. Ada kriteria yang harus diperhatikan UKE I dalam menyusun tujuan dan menentukan tujuan strategis. Arah Kebijakan dan Strategi UKE I memuat langkah-langkah berupa pedoman program/kegiatan untuk menyelesaikan permasalahan penting dan mendesak yang harus segera dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu (jangka menengah) dan berdampak besar terhadap pencapaian visi, misi, tujuan. dan Tujuan Strategis. f. Kerangka Peraturan telah disusun sebagai bentuk operasionalisasi arah politik UKE I dalam rangka pelaksanaan strategi UKE I dan pencapaian Sasaran Strategis UKE I. Kerangka Peraturan yang termasuk dalam Rencana Strategis UKE I berupa Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Instruksi Presiden, dan Peraturan Menteri.
Tujuan program merupakan hasil yang akan dicapai dari suatu program untuk mencapai tujuan strategis. Pengurus UKE I atas nama Menteri menetapkan rencana strategis UKE I yang telah difinalisasikan dalam bentuk keputusan menteri untuk menjadi rencana strategis UKE I. Selanjutnya pimpinan UKE I menyampaikan rencana strategis UKE I. yang telah ditetapkan kepada Sekretaris Jenderal paling lambat 5 (lima) hari setelah Rencana Strategis UKE I ditetapkan.
TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN UNIT KERJA ESELON I
Setelah menetapkan Pagu Anggaran Kementerian berdasarkan Surat Bersama yang ditandatangani oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan negara dan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perencanaan pembangunan nasional, Menteri menetapkan Pagu Anggaran Kementerian berdasarkan Surat Bersama yang ditandatangani oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan negara dan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perencanaan pembangunan nasional, Menteri menetapkan Pagu Anggaran Kementerian. Pagu Anggaran per Program dan per Program UKE I sesuai dengan kebutuhan dan skala prioritas Perencanaan. Menteri melimpahkan penetapan Pagu Anggaran per Program dan Per UKE I kepada Pimpinan UKE 1 untuk menetapkan kegiatan pada masing-masing UKE II sebagai dasar penyusunan RKA UKE I lengkap dengan TOR dan RAB sesuai dengan Aturan Perencanaan Anggaran . Pimpinan UKE I menyampaikan pagu anggaran RKA kepada Sekjen melalui Biro Perencanaan untuk diteliti dan kepada Irjen melalui APIP untuk dikaji. e.
Sekretaris Jenderal dan Inspektur Jenderal menyampaikan hasil penyelidikan dan peninjauan pagu anggaran kepada masing-masing pimpinan UKE I untuk disempurnakan, dengan tembusan kepada Menteri. Menteri menyampaikan pagu anggaran kementerian kepada pimpinan komite terkait di DPR untuk disetujui. Menteri menyampaikan RKA Pagu Anggaran Kementerian kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan negara dan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perencanaan pembangunan nasional, disertai dengan lembar persetujuan pimpinan komite terkait. di DPR sebagai bahan revisi.
Pimpinan UKE I menyusun RKA melalui sistem penerapan keuangan tingkat lembaga atau sebutan lain yang dikelola oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan negara di bidang keuangan negara melalui SIRIKA. Dalam hal pada saat pengalokasian dana anggaran terjadi perubahan RKA batas atas anggaran Kementerian yang telah dibahas dan disetujui oleh pimpinan komite terkait di Dewan Perwakilan Rakyat, Menteri melakukan penyesuaian RKA. batas atas anggaran Kementerian UKE I. menjadi RKA Kementerian Sumber Daya Anggaran. Sekretaris Jenderal dan Inspektorat Jenderal menyampaikan hasil penelitian dan penelaahan batas atas dana anggaran kepada masing-masing pimpinan UKE I, dan tembusannya kepada Menteri.
FORMAT KERANGKA ACUAN KERJA DAN RINCIAN ANGGARAN BIAYA Kerangka Acuan Kerja (KAK) merupakan dokumen Perencanaan yang
Jadwal pelaksanaan peninjauan oleh Inspektorat Jenderal dan penyidikan oleh Sekretariat Jenderal dapat dilakukan secara paralel. Menteri menyampaikan RKA Alokasi Anggaran Kementerian kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan negara dan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perencanaan pembangunan nasional, disertai dengan lembar persetujuan pimpinan komite terkait. di DPR sebagai bahan penilaian Kementerian Keuangan dan Bappenas. FORMAT KERANGKA KERJA DAN RINCIAN ANGGARAN BIAYA Syarat-syarat Kerja (TOR) merupakan suatu dokumen perencanaan.
Karena setiap kegiatan mempunyai karakteristik yang spesifik, maka setiap tahapan kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan nyata. Kerangka Acuan (TOR) yang disusun harus jelas, mudah dipahami, sistematis, terukur dan menggambarkan variabel 5 W+2 H (Apa, Mengapa, Dimana, Kapan, Siapa, Bagaimana dan Berapa). Sedangkan besarnya biaya yang diperlukan untuk menghasilkan komponen keluaran pada saat melakukan kegiatan disesuaikan dengan standar biaya yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan.
Masukkan jumlah/kuantitas (target) jumlah RO dan komponen yang diproduksi. Utama/Pendukung) Di lapangan untuk menjelaskan apakah komponen tersebut merupakan komponen utama atau pendukung.
TATA CARA EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN ANGGARAN TAHUNAN TERHADAP PELAKSANAAN RENJA UNIT KERJA ESELON I
Badan Perencanaan mewakili Kementerian untuk memeriksa pelaporan UKE I, UKE II dan unit kerjanya setiap triwulan. Rincian hasil satuan kerja (RO): Pelaporan data realisasi RO satuan kerja (data RO berdasarkan dokumen RKA Kementerian). Kontraktor dan penanggung jawab RO (UKE II) melaporkan realisasi RO berdasarkan data sebaran RO (satuan kerja) dan realisasi komponen.
Kontraktor dan Operator Kegiatan (UKE II) melaporkan realisasi IKK berdasarkan data Komponen, RO (satuan kerja) dan realisasi RO. Data hasil pemantauan pelaksanaan yang dimasukkan oleh satuan kerja/UKE II/UKE I akan diperiksa oleh Badan Perencanaan yang mewakili Kementerian. Model verifikasi ini mengacu pada mekanisme pelaporan, dimana menteri menyampaikan laporan triwulanan kepada kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perencanaan pembangunan nasional, paling lambat 14 hari setelah akhir triwulan.
TATA CARA EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN ANGGARAN TAHUNAN TERHADAP PELAKSANAAN RKA UKE I
Tahap analisis dilakukan terhadap hasil pengumpulan data, hasil pengukuran dan hasil penilaian kinerja anggaran pada aspek pelaksanaan. Rekomendasi yang diberikan sehubungan dengan evaluasi kinerja anggaran mengenai aspek pelaksanaan tahun anggaran berjalan dimaksudkan sebagai masukan terhadap kebijakan tahun anggaran berjalan. Variabel kinerja anggaran untuk aspek pelaksanaan meliputi pencapaian output, serapan anggaran, efektivitas dan konsistensi serapan anggaran terhadap rencana penarikan dana.
Penilaian kinerja anggaran berbasis manfaat merupakan penilaian kinerja anggaran yang dilakukan untuk memperoleh informasi kinerja terkait perubahan yang terjadi pada pemangku kepentingan sebagai penerima manfaat penggunaan anggaran dalam program Kementerian. Penilaian tersebut mengarahkan pada anggaran rumah tangga kementerian yang menyelenggarakan urusan negara di bidang keuangan negara, yang berkaitan dengan pengukuran dan evaluasi efektivitas anggaran pelaksanaan RKA kementerian. Penilaian Kinerja Anggaran Kontekstual adalah penilaian kinerja anggaran yang dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kualitas informasi kinerja yang terdapat dalam dokumen RKA Kementerian dan/atau daftar periksa pelaksanaan anggaran, termasuk relevansinya dengan dinamika situasi, termasuk perubahan kebijakan pemerintah. .
Penilaian kinerja pada tingkat kementerian dilakukan dengan menghitung rata-rata nilai kinerja anggaran pada aspek manfaat pada tingkat kementerian dan rata-rata nilai kinerja anggaran pada tingkat UKE I. Penilaian kinerja pada tingkat UKE I dihitung berdasarkan rata-rata nilai kinerja anggaran pada aspek manfaat dan aspek pelaksanaan pada tingkat UKE I dan rata-rata nilai kinerja anggaran pada tingkat UKE II/Satuan Kerja dalam lingkup kewenangan UKE I. Nilai kinerja anggaran pada tingkat UKE II/Satuan kerja sama dengan nilai kinerja anggaran untuk aspek pelaksanaan pada tingkat satuan kerja.
LAPORAN KINERJA
Evaluasi dan analisis kinerja terhadap setiap sasaran strategis atau hasil Program/Kegiatan serta kondisi akhir yang harus dicapai. Pengumpulan dan peringkasan dilakukan dengan memperhatikan indikator kinerja yang digunakan, frekuensi pengumpulan data, penanggung jawab, mekanisme perhitungan dan media yang digunakan. Bab ini memberikan penjelasan umum tentang organisasi, dengan menekankan aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategis issue) yang dihadapi organisasi.
Pada subbab ini disajikan pencapaian kinerja setiap pernyataan kinerja sasaran strategis sesuai dengan hasil pengukuran kinerja. Perbandingan kinerja saat ini dan pencapaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir; Membandingkan kinerja tahun ini dengan tujuan jangka menengah yang tercantum dalam dokumen perencanaan strategis organisasi;
Subbab ini menguraikan realisasi anggaran yang dikeluarkan dan yang dikeluarkan untuk realisasi kinerja sesuai dengan dokumen Perjanjian Implementasi dan/atau dokumen perencanaan tahunan. Bab ini menyajikan kesimpulan umum mengenai pencapaian kinerja dan langkah-langkah masa depan yang akan diambil organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.
INDIKATOR KINERJA