PERMODELAN STRUKTUR.
Di dalam rekayasa bangunan, terdapat satu tahapan perancangan yaitu tahap perancangan struktur yang bertujuan untuk menjamin kekokohan (kekuatan dan kekakuan) struktur.
Pada tahap ini perekayasa (engineer/ insinyur) dihadapkan pada bangunan yang dirancang serta beban yang akan berada di atasnya. Tahap ini lah yang disebut sebagai tahap analisis struktur.
Tujuan analisis struktur meliputi Menentukan :
gaya luar (komponen reaksi), dan
gaya dalam (resultan tegangan).
Gaya-gaya tersebut harus :
memenuhi syarat kesetimbangan,
menghasilkan perubahan bentuk yang sepadan (compatible) dgn kontinuitas struktur dan kondisi tumpuan.
Menganalisis sebuah bangunan perlu dilakukan penyederhanaan, berupa idealisasi sehingga dapat dianalisis menggunakan pendekatan ilmu mekanika.
Model idealisasi struktur didasarkan pada :
Sifat dan perilaku material komponen.
Gambar geometrik yg disederhanakan dalam bentuk diagram skematik.
Teknik perhitungan matematis.
Analisis struktur biasanya dilakukan dengan salah satu atau kombinasi dari model-model berikut :
Model struktur aktual.
Model Fisik berskala.
Model Matematis.
Pada umumnya, model struktur dapat berupa :
Struktur rangka
Struktur kontinum
MODEL STRUKTUR RANGKA
STRUKTUR KONTINUM
BAGIAN STRUKTUR
Di dalam dasar-dasar mekanika rekayasa, pada umumnya struktur terdiri atas :
Batang (member)
Tumpuan (support)
Batang dapat berupa :
Tali (elemen/ batang yang hanya mampu memikul beban aksial tarik saja)
Batang Pendel (elemen/batang yang mampu memikul beban aksial tekan dan tarik)
Balok (elemen/ batang yang mampu memikul beban aksial tekan, tarik, geser/melintang, dan momen)
Tumpuan dapat berupa :
Rol (tumpuan yang hanya mampu menyangga beban tegak lurus bidang kontaknya)
Sendi/ Engsel (tumpuan yang mampu menyangga beban tegak lurus bidang kontak dan sejajar bidang kontak
Jepit/Fixed (tumpuan yang mampu menyangga beban tegak lurus, sejajar bidang kontang, dan putaran pada bidang kontak).