PERLINDUNGAN ORANG TUA TERHADAP ANAK DALAM PERKAWINAN ANAK. Studi Kasus di Desa Labuhan Mulya Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana orang tua melindungi anak yang menikah di bawah umur di desa Labuhan Mulya Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji. Terlindungnya orang tua dari pernikahan di bawah umur di desa Labuhan Mulya disebabkan karena usia pernikahan anak yang belum matang.
Perlindungan orang tua terhadap anak dalam perkawinan di bawah umur berkaitan dengan kewajiban dan tanggung jawab orang tua terhadap anaknya. Namun dalam hukum positif di Indonesia, belum ada peraturan yang mengatur tentang perlindungan orang tua terhadap perkawinan di bawah umur. Untuk mengetahui bagaimana cara orang tua melindungi anak dalam perkawinan di bawah umur di Desa Labuhan Mulya Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji.
Dengan demikian, dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa belum ada penelitian mengenai perlindungan orang tua terhadap anak dalam perkawinan anak. Observasi atau observasi digunakan untuk melakukan observasi lapangan mengenai Perlindungan Orang Tua dari Anak dalam Perkawinan Anak. Bentuk Perlindungan Orang Tua Terhadap Anak Dalam Perkawinan Anak Di Desa Labuhan Mulya Kecamatan Way Serdang Anak Di Bawah Umur Di Desa Labuhan Mulya Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji.
Tak terkecuali pasangan di bawah umur di desa Labuhan Mulya, mereka tetap mendapat kasih sayang dan perhatian yang diberikan oleh orang tuanya. Terlindungnya orang tua dari perkawinan di bawah umur di desa Labuhan Mulya disebabkan karena usia anak yang belum matang untuk dikawinkan. Bentuk perlindungan orang tua terhadap perkawinan di bawah umur adalah perlindungan fisik, perlindungan ekonomi, dan perlindungan psikologis.
Dari hasil pembahasan dan penelitian terhadap data yang dikumpulkan mengenai perlindungan orang tua terhadap anak dalam perkawinan anak di desa Labuhan Mulya Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji dapat diambil suatu kesimpulan. Bentuk perlindungan orang tua terhadap perkawinan anak di desa Labuhan Mulya adalah Perlindungan Fisik, Perlindungan Ekonomi dan Perlindungan Psikologis.
PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi objek penelitian adalah: Bagaimana orang tua melindungi anak dalam perkawinan anak di Desa Labuhan Mulya Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji. Di sisi lain, terjadinya perkawinan anak juga bisa disebabkan oleh pengaruh bahkan paksaan orang tua. Penelitian lapangan pada umumnya bertujuan untuk memecahkan permasalahan praktis dalam kehidupan sehari-hari. 2 Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah perlindungan orang tua terhadap anak pada perkawinan anak di desa Labuhan Mulya.
Untuk memperoleh data yang berkaitan dengan penelitian ini, peneliti mencari informasi yang diperlukan tentang pengasuhan orang tua terhadap anak dalam perkawinan. Penyebab terjadinya perkawinan di bawah umur di desa Labuhan Mulya adalah pergaulan bebas yang menjadikan perempuan hamil terlebih dahulu sehingga harus menikah, kemauan pasangan nikah di bawah umur berdasarkan kemauan suka sama suka dan dukungan orang tua. Dari dua pasangan anak di bawah umur di Desa Labuhan Mulya, kebutuhan fisiknya masih ditanggung oleh orang tua atau ibu mertuanya.
Meski demikian, orang tua kedua pasangan di bawah umur tersebut tidak merasa terbebani meski berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Perlindungan orang tua terhadap perkawinan anak dapat berupa konseling, bantuan keuangan, pendidikan pernikahan, dan lain-lain. Mulai dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang masih dihadapi oleh orang tua, keluarga hasil pernikahan anak tidak lepas dari tanggung jawab orang tua.
Tujuan Penulisan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relavan
LANDASAN TEORI
Pengertian Anak
Asas Dan Tujuan Perlindungan Orang Tua Terhadap Anak
Hak-Hak Perlindungan Orang Tua Terhadap Anak
Kewajiban Perlindungan Orang Tua Terhadap Anak
Pernikahan Dibawah Umur
- Pengertian Pernikahan Dibawah Umur
- Dasar Hukum Pernikahan Dibawah Umur
- Batasan Usia PernikahanDibawah Umur
- Faktor-Faktor Pernikahan Dibawah Umur
- Dampak Pernikahan Dibawah Umur
Perlindungan Orang Tua Terhadap Anak Dalam Pernikahan
METODOLOGI PENELITIAN
Sumber Data
Sumber data dalam suatu penelitian adalah subyek yang datanya dapat diperoleh.5 Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa sumber data, baik sumber data primer maupun sumber data sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data 6 Baik dari perorangan atau perorangan, seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan oleh peneliti. Data primer ini diperoleh dengan melakukan wawancara langsung kepada pemangku kepentingan dan orang tua serta tokoh masyarakat di Desa Labuhan Mulya Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji.
Responden yang telah ditentukan mewakili keseluruhan jumlah responden sehingga dapat melengkapi hasil penelitian. Sumber data sekunder merupakan sumber yang tidak memberikan data secara langsung kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau dokumen. 7 Sumber data sekunder juga diambil dari sumber yang sudah ada, biasanya diperoleh dari pustaka atau laporan penelitian terdahulu, yang selanjutnya akan menghasilkan data sekunder atau disebut juga data tersedia. Namun untuk mendukung penjelasan dalam penelitian ini, bahan pustaka juga digunakan sebagai data sekunder.
Dalam memperoleh data sekunder tersebut, peneliti menggunakan Al-Quran dan Hadits serta peraturan tertulis berupa Fiqih Islam dengan pasal-pasal KHI, Fiqh Munakahat, Kitab Bulughul Marom, Kementerian Agama Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Lembaga Keagamaan Islam. , Undang-undang Perlindungan dan Adopsi Anak di Indonesia, undang-undang no. 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara bebas terbimbing, yaitu wawancara dengan mengajukan pertanyaan sesuai kerangka pertanyaan yang telah disusun, dan orang yang diwawancara mempunyai kebebasan dalam memberikan jawaban. Dokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data berupa data tertulis yang memuat informasi dan penjelasan serta refleksi terhadap fenomena-fenomena yang masih relevan dan sejalan dengan masalah penelitian. Teknik dokumentasi mengolah dan memperoleh dari pengumpulan dokumen, pemilihan dokumen sesuai dengan tujuan penelitian, mencatat dan menjelaskan, menafsirkan dan menghubungkan dengan fenomena lain 11 Dokumentasi dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data atau informasi melalui bahan tertulis baik dari peraturan perundang-undangan, undangan, buku atau buku, arsip, serta catatan lapangan atau hasil wawancara dan foto selama penelitian.
Teknik Analisis Data
Orang tua pria tersebut rela memberikan tempat tinggal kepada mereka dengan harapan mereka bisa hidup mandiri. Hal ini dikarenakan orang tua merasa anaknya belum mampu memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Sedangkan orang tua dari pasangan keduanya bekerja sebagai buruh lepas yang pendapatannya tidak stabil.
Nafkah yang diberikan orang tua dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena pasangan pertama mengalami pernikahan di bawah umur, mereka harus mengambil keputusan bercerai karena tekanan dari orang tua kedua belah pihak.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Praktik Pernikahan Dibawah Umur di Desa Labuhan Mulya
- Profil Pasangan Pernikahan Dibawah Umur
- Faktor Terjadinnya Pernikahan Dibawah Umur di Desa
- Proses Pelaksanaan Pernikahan Dibawah Umur di Desa
Selain itu, faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya pernikahan di bawah umur adalah pendidikan terakhir pasangan tersebut. Pada pihak laki-laki hanya tamatan SD dan isteri hanya tamatan SMP sehingga pengetahuan mengenai perkawinan di bawah umur masih kurang. Sebelum mereka melakukan perbuatan yang memaksanya untuk melangsungkan perkawinan di bawah umur, mereka tidak mempertimbangkan akibat dari perbuatannya.
Namun sang suami tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga orang tua istri harus mencukupi kebutuhan sehari-hari, apalagi mereka memiliki seorang anak laki-laki. Pernikahan di bawah umur di Desa Labuhan Mulya bukanlah sebuah budaya atau adat istiadat yang ada pada masyarakat desa ini. Berdasarkan data perkawinan di kantor Desa Labuhan Mulya tahun 2016-2020, terdapat dua pasangan yang melakukan perkawinan di bawah umur.
Pasangan nikah di bawah umur di Desa Labuhan Mulya memilih melakukan nikah siri sebagai solusi ditolaknya izin menikah. Menurut hukum positif di Indonesia, perkawinan sirri yang dilakukan oleh pasangan di bawah umur adalah sah. Dalam kasus pasangan suami istri di bawah umur di Desa Labuhan Mulya tetap melangsungkan perkawinan yang dicatatkan di KUA setelah usianya mencapai batas yang ditentukan oleh Undang-Undang Perkawinan.
Bentuk perlindungan orang tua terhadap anak dalam perkawinan dengan anak di bawah umur di desa Labuhan Mulya kecamatan Way Serdang.
Bentuk Perlindungan Orang Tua Terhadap Anak Dalam
Pasangan pertama tinggal di rumah terpisah dari orang tuanya, namun rumah tersebut milik orang tua suami. Meski tinggal terpisah, mereka tetap bergantung pada orang tua untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut. Tak jauh berbeda dengan pasangan pertama karena pasangan kedua dan ketiga masih tinggal bersama orang tuanya sehingga segala kebutuhan fisiknya dipenuhi oleh orang tuanya.
Keadaan ini membuat para orang tua semakin tidak bisa membiarkan anak cucunya hidup dalam keadaan ekonomi yang tidak stabil. Hal ini berkaitan dengan bimbingan dan arahan dari orang tua, hendaknya orang tua menyertakan kasih sayang dan perhatian dalam memberikan bimbingan dan arahan. Jadi tidak menutup kemungkinan orang tua tetap dapat bertanggung jawab terhadap anaknya yang belum menginjak usia 18 (delapan belas) tahun meskipun sudah menikah.
Dalam perkawinan yang baik, dalam arti perkawinan dipimpin oleh orang dewasa, maka orang tua dapat ikut campur dalam urusan rumah tangga. Sebenarnya dalam Islam tidak ada kewajiban bagi orang tua untuk melakukan hal tersebut dalam rumah tangga anaknya, namun terpaksa dilakukan karena keterbatasan anak yang tidak mampu mengarungi kapal rumah tangga tanpa orang tuanya. Tidak hanya urusan materi, urusan yang harus diputuskan oleh kedua belah pihak antara suami dan istri juga harus diputuskan oleh orang tua.
Perlindungan tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa anak yang belum berumur 18 (delapan belas) tahun masih berada dalam tanggung jawab orang tuanya dan masih dalam pengasuhan dan perlindungan orang tuanya.
Akibat Perlindungan Orang Tua Terhadap Pernikahan
PENUTUP
Saran
Pasangan suami istri muda harus lebih berhati-hati saat bersosialisasi dengan lawan jenis. Apabila perkawinan itu diadakan karena adat, maka mereka harus menunggu waktu yang ditentukan dalam undang-undang agar anak yang dilahirkan itu dianggap sah. Orang tua perlu lebih tegas terhadap anaknya yang sudah menikah agar bisa menjadi keluarga yang mandiri.
Tokoh masyarakat diharapkan dapat memberikan pembinaan kepada remaja dan orang tua mengenai batasan usia menikah dan akibat dari pernikahan di bawah umur agar pernikahan di bawah umur tidak terulang kembali.