• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERNYATAAN TELAH DIREVIU

N/A
N/A
Ary Cl

Academic year: 2023

Membagikan "PERNYATAAN TELAH DIREVIU "

Copied!
56
0
0

Teks penuh

Berdasarkan peninjauan kami, tidak ada kondisi atau hal yang menimbulkan perbedaan keyakinan atas keabsahan informasi yang disajikan dalam Laporan Kinerja Kejaksaan Tinggi (LkjIP) Kalimantan Tengah Triwulan III Tahun 2023. Laporan Kinerja Kejaksaan Tinggi Kalteng Tahun 2023 adalah bagian dari laporan pertanggungjawaban kepala unit pelaporan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dalam mencapai tujuan dan kegiatan program yang telah ditetapkan untuk mencapai visi dan misi Kejaksaan Republik Indonesia. Kami berharap penyusunan Laporan Kinerja Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah Tahun 2023 dapat bermanfaat sebagai tambahan informasi dan bahan dalam mengelola kinerja Kejaksaan Republik Indonesia pada khususnya dan Pemerintah pada umumnya untuk mewujudkan tujuan nasional dan negara. yaitu masyarakat adil dan makmur.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah Tahun 2023 merupakan bentuk wujud akuntabilitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta penggunaan anggarannya. Kejaksaan Tinggi dipimpin oleh seorang Kepala Kejaksaan Tinggi yang merupakan pimpinan dan penanggung jawab Kejaksaan yang mengarahkan, mengendalikan pelaksanaan tugas dan wewenang Kejaksaan di wilayah hukumnya.

Inovasi yang telah diterapkan selama ini di satuan kerja dan terbukti dapat

Profesionalitas Aparatur Kejaksaan RI Berdasarkan Peraturan Jaksa Agung

Selain itu juga terdapat pos fungsional umum sebagai tenaga penunjang dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan. Hal ini perlu dilakukan untuk menyikapi semakin tingginya harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang berkeadilan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik terkait pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan.

Peningkatan Akuntabilitas dan Integritas Aparatur Kejaksaan RI

7 perencana, jabatan fungsional dokter, jabatan fungsional perawat, jabatan fungsional pasir dan berbagai jabatan fungsional lainnya.

Pemantauan pengendalian intern. Kelima unsur pengendalian intern merupakan unsur yang

Peran Kejaksaan dalam Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi

Sesuai dengan tugas dan fungsi Kejaksaan RI, terdapat berbagai program yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan upaya pencegahan tindak pidana korupsi, antara lain penyelenggaraan fungsi keamanan pembangunan strategis dan operasi intelijen penegakan hukum di bidang ekonomi dan keuangan. , pelaksanaan fungsi pelayanan hukum gratis oleh Bidang Perdata dan TUN, fungsi bimbingan dan informasi hukum serta program peningkatan kesadaran hukum masyarakat seperti program Ucapan Jaksa dan Jaksa Masuk Sekolah, serta upaya peningkatan Integritas Program zona wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih yang melayani lingkungan internal kejaksaan. Keberadaan program-program tersebut di atas diharapkan dapat terus ditingkatkan baik kuantitas maupun kualitasnya sebagai wujud peran Kejaksaan dalam mendukungnya.

Penuntasan Penanganan Perkara Tindak Pidana

Dalam kondisi seperti itu, diperlukan upaya untuk mencari dan menghadirkan terdakwa yang kemungkinan melarikan diri ke luar negeri. Putusan Pengadilan tersebut berupa pidana denda, khususnya terhadap tindak pidana di Zona Ekonomi Eksklusif yang tidak memungkinkan dilakukannya pidana fisik. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan upaya untuk mendorong terdakwa membayar denda pidana yang dijatuhkan oleh pengadilan, apalagi jika terdakwa merupakan warga negara asing yang telah kembali ke negaranya.

Upaya Penyelamatan dan Pemulihan Aset Negara

Perencanaan Kinerja

Akuntabilitas Kinerja

Penutup

RENCANA STRATEGIS KEJAKSAAN TINGGI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2020-2024

  • Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kejaksaan RI;
  • Meningkatkan Optimalisasi Kinerja Aparatur Kejaksaan RI dalam Penanganan Perkara
  • Meningkatkan Upaya Penyelamatan dan Pemulihan Aset Negara; (Misi Presiden dan
  • Meningkatkan Kualitas Kinerja Kejaksaan RI Berbasis Teknologi Informasi (TI). (Misi
  • Meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kejaksaan RI
  • Meningkatnya Akuntabilitas Kejaksaan RI dan Integritas Aparatur Kejaksaan RI;
  • Meningkatnya Peran Kejaksaan RI dalam Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi
  • Meningkatnya Upaya Penyelamatan dan Pemulihan Aset Negara. (Diukur dengan
  • Meningkatnya dukungan manajemen dan Pelaksanaan tugas teknis lainnya di Kejaksaan
  • Meningkatnya pengawasan aparatur Kejaksaan oleh Kejaksaan Tinggi;
  • Meningkatnya dukungan fungsi intelijen terhadap tugas dan fungsi di Kejaksaan Tinggi;
  • Meningkatnya pelayanan publik kepada lembaga dan masyarakat;
  • Meningkatnya Penyelesaian Penanganan Perkara Tindak Pidana Umum di Kejaksaan
  • Meningkatnya Penyelesaian Kegiatan Perkara Tindak Pidana Korupsi, Tindak Pidana
  • Meningkatnya penyelesaian penanganan perkara perdata dan tata usaha negara di Kejaksaan

Sebagai acuan arah politik Kejaksaan Republik Indonesia 5 tahun ke depan, telah ditetapkan Rencana Strategis Kejaksaan Republik Indonesia periode 2020-2024, berdasarkan Peraturan tentang Kejaksaan Republik Indonesia periode 2020-2024. Kejaksaan Republik Indonesia. Nomor 12 Tahun 2020 yang ditandatangani pada tanggal 30 Juni 2020. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kejaksaan RI; Sumber Daya Manusia (SDM) Kejaksaan RI; Misi Presiden dan Wakil Presiden Nomor 1) 2. Meningkatkan tanggung jawab Kejaksaan RI dan integritas Kejaksaan RI; (Misi Presiden dan Wakil Presiden No.8) 3. Meningkatkan Peran Kejaksaan RI v.

Meningkatkan optimalisasi kinerja Kejaksaan RI dalam pemrosesan perkara di Kejaksaan RI dalam pemrosesan perkara pidana; (Utusan Presiden dan Wakil Presiden Nomor 6 dan 7); Meningkatkan akuntabilitas penuntutan Indonesia dan integritas penuntutan Indonesia; dan integritas kejaksaan Indonesia; diukur dengan: Meningkatkan nilai SPIP Kejaksaan Indonesia, meningkatkan nilai SAKIP Kejaksaan Indonesia, serta mengurangi jumlah Kejaksaan Indonesia yang telah didisiplinkan); Diukur dengan: Jumlah kegiatan yang mendukung upaya pencegahan tindak pidana korupsi dan penurunan jumlah kasus tindak pidana korupsi setiap tahunnya); Peningkatan optimalisasi 4. Kinerja Kejaksaan Indonesia i.

Peningkatan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya di Kejaksaan. Melaksanakan tugas teknis lainnya pada Mahkamah Agung; Peningkatan dukungan intelijen terhadap tugas dan fungsi Mahkamah Agung; berkaitan dengan tugas dan fungsi Mahkamah Agung; Peningkatan penanganan perkara pidana umum di Kejaksaan Perkara pidana umum di Kejaksaan Tinggi;

Meningkatkan penyelesaian tindak pidana yang berkaitan dengan perkara korupsi, tindak pidana korupsi, tindak pidana pencucian uang, perpajakan, bea masuk dan cukai secara wajar dan adil di hadapan Mahkamah Agung; Peningkatan penyelesaian penanganan perkara perdata dan tata usaha negara di lingkungan kejaksaan perdata dan tata usaha negara pada Kejaksaan Agung; (Dengan indikator: Persentase kegiatan. Untuk mencapai visi dan misinya, Kejaksaan Agung Kalimantan Tengah menetapkan tujuan kegiatan dengan Sasaran Indikator Kinerja (IKS) sebagai berikut.

CAPAIAN KINERJA KEJAKSAAN TINGGI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2023 TRIWULAN III

  • Sasaran Strategis “Meningkatnya Akuntabilitas dan Integritas Aparatur Kejaksaan RI”
  • Sasaran Strategis “Meningkatnya Akuntabilitas dan Integritas Aparatur Kejaksaan RI”
    • Persentase Nilai SAKIP Kejaksaan

Pegawai

Persentase Berkurangnya Pengaduan Masyarakat terhadap Aparatur Kejaksaan RI Keberhasilan terhadap capaian Indikator Sasaran Strategis Persentase Berkurangnya

  • Persentase Penyelesaian Laporan Pengaduan Masyarakat
  • Persentase pelaksanaan operasi intelijen yang berkaitan dengan bidang Socialty, politik, Social, budaya dan kemasyarakatan, ekonomi dan
  • Persentase Lembaga/ pihak yang diberi penyuluhan dan penerangan hukum Persentase Lembaga/ pihak yang diberi penyuluhan dan penerangan hukum

Meningkatnya pencapaian tujuan renstra karena pencapaian riil menunjukkan tren yang stabil, sedangkan tujuan renstra meningkat yaitu 75 pada tahun 2022 menjadi 85 pada tahun 2023. Pencapaian nyata indikator kinerja Persentase pelaksanaan operasi intelijen terkait bidang sosial, politik, sosial, budaya dan kemasyarakatan, ekonomi dan keuangan, keberlanjutan dan keamanan, produksi teknologi informasi dan intelijen sebesar 100% dibandingkan tujuan 3. Dari segi capaian kinerja riil, terdapat peningkatan kinerja pada triwulan III tahun 2023 jika dibandingkan kinerja tahun 2022 masing-masing sebesar 96,38% pada tahun 125.

Peningkatan jumlah laporan operasi intelijen di wilayah Ipoleksosbudhankam yang dapat diselesaikan yaitu 25 laporan pada tahun 2022 menjadi 24 laporan pada triwulan III tahun 2023. Dari sisi hasil kinerja riil dibandingkan dengan pencapaian tujuan renstra, terdapat peningkatan pelaksanaan tujuan renstra yaitu dari 96,38% dari target pada tahun 2022 menjadi 113% dari target pada tahun 2023. di kuartal ketiga. Meningkatnya pencapaian target renstra disebabkan karena pencapaian riil menunjukkan tren yang stabil, sedangkan target renstra meningkat yaitu 80 pada tahun 2022 menjadi 85 pada tahun 2023.

Dari sisi kinerja kinerja aktual, dibandingkan pencapaian target Renstra, terdapat peningkatan/penurunan kinerja target Renstra yaitu dari 52,194% dari target tahun 2022 menjadi 90,37% dari target tahun 2023. Triwulan III . Meningkatnya pencapaian target renstra disebabkan oleh kinerja aktual yang menunjukkan tren meningkat, sedangkan target renstra meningkat, dari 30 pada tahun 2022 menjadi 35 pada tahun 2023. Sedangkan untuk capaian kinerja, terdapat penurunan kinerja pada tahun 2022. triwulan III tahun 2023 karena masih dalam tahap pelaksanaan kegiatan dibandingkan kinerja tahun 2022 yaitu 1,42% menjadi 0.

Meningkatnya pencapaian target renstra disebabkan oleh kinerja aktual yang menunjukkan tren meningkat sedangkan target renstra meningkat yaitu 171 pada tahun 2022 menjadi 211 pada tahun 2023. Berdasarkan pencapaian indikator kinerja program di atas maka tercapainya pencapaian sasaran indikator sasaran strategis adalah sebesar 2,1 persen kegiatan pendukung upaya pencegahan korupsi. Persentase perkara pidana umum yang telah mempunyai badan hukum tetap (efektifitas pemidanaan) di pengadilan tingkat pertama dan telah dilaksanakan.

Sasaran Strategis “Meningkatnya Keberhasilan Penyelesaian Tindak Pidana”

  • Persentase Perkara yang Diselesaikan Berdasarkan Keadilan Restoratif Persentase Perkara yang diselesaikan berdasarkan keadilan restorative diukur
  • Persentase Perkara Tindak Pidana Umum yang Berkekuatan Hukum Tetap (inkracht van gewisjdezaak) pada Peradilan Tingkat Pertama dan Telah

27 Indikator sasaran strategis 3.1 Persentase penyelesaian perkara pidana umum yang memperoleh kekuatan hukum tetap dan dilaksanakan. Dari sisi capaian kinerja riil, terdapat peningkatan kinerja pada tahun 2023 Triwulan III dibandingkan kinerja tahun 2022 yaitu sebesar 85% menjadi 97,05% Peningkatan/penurunan kinerja ini terjadi karena adanya capaian kinerja pada tahap pelaksanaan pada triwulan III. Meningkatnya pencapaian tujuan renstra disebabkan karena pencapaian aktual menunjukkan tren yang meningkat, sedangkan tujuan renstra mengalami peningkatan yaitu 29 pada tahun 2023.

Persentase perkara pidana biasa yang mempunyai kesatuan hukum tetap (inkracht van gewisjdezaak) pada Pengadilan Negeri dan telah selesai (inkracht van gewisjdezaak) pada Pengadilan Negeri dan telah dieksekusi. Persentase perkara pidana umum yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht van gewisjdezaak) pada Pengadilan Negeri dan telah dieksekusi diukur dalam beberapa tahap dengan menggunakan rumusan :.

SPDP

Pra Penuntutan

Pelaksanaan Eksekusi terhadap Terpidana

Pelaksanaan Eksekusi terhadap Barang Bukti

Perbandingan hasil indikator kinerja program 3.1.2 persentase perkara pidana biasa yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht van gewisjdezaak) di pengadilan tingkat pertama dan telah dieksekusi pada triwulan III tahun 2022 dan 2023. Dari sisi kinerja kinerja riil, terdapat peningkatan kinerja pada triwulan III tahun 2023 dibandingkan kinerja tahun 2022 yaitu 99,87% menjadi 103,13. Dilihat dari hasil kinerja riil dibandingkan dengan pencapaian sasaran renstra, terdapat penurunan kinerja pencapaian sasaran renstra yaitu dari 99,87% dari sasaran pada tahun 2022 menjadi 103,13% dari sasaran pada triwulan III tahun 2023.

Menurunnya pencapaian target Renstra disebabkan karena kinerja aktual menunjukkan tren yang meningkat, target Renstra meningkat dari 85 pada tahun 2022 menjadi 90 pada tahun 2023.

  • Persentase Tindak Lanjut Laporan Pengaduan Masyarakat
  • Persentase Perkara Tindak Pidana Korupsi dan TPPU yang Diselesaikan pada Tahap Penyelidikan
  • Persentase Perkara Tindak Pidana Korupsi dan TPPU yang Diselesaikan pada Tahap Penyidikan
  • Persentase Perkara Tindak Pidana Korupsi dan TPPU yang Diselesaikan pada Tahap Pra Penuntutan
  • Persentase Perkara Tindak Pidana Korupsi dan TPPU yang Diselesaikan pada Tahap Penuntutan
  • Persentase Perkara Tindak Pidana Korupsi dan TPPU yang Telah Dieksekusi Capaian kinerja tahun 2023 Triwulan III berdasarkan formulasi di atas, dapat
  • Persentase Perkara Tindak Pidana Khusus (Kepabeanan, Cukai dan Pajak) dan TPPU yang Diselesaikan pada Tahap Pra Penuntutan
  • Persentase Perkara Tindak Pidana Khusus (Kepabeanan, Cukai dan Pajak) dan TPPU yang Diselesaikan pada Tahap Penuntutan
  • Persentase Perkara Tindak Pidana Khusus (Kepabeanan, Cukai dan Pajak) dan TPPU yang Telah Dieksekusi
  • Persentase penyelesaian penyelamatan aset negara
  • Sasaran Strategis “Meningkatkan Pengembalian Aset dan Kerugian Negara”
    • Persentase penyelesaian pemulihan aset negara
    • Persentase pengembalian kerugian keuangan negara melalui jalur pidana khusus Persentase pengembalian kerugian keuangan negara diukur dengan
    • Persentase perkara perdata yang ditangani melalui jalur litigasi
    • Persentase perkara perdata yang ditangani melalui jalur non litigasi
    • Persentase perkara TUN yang ditangani melalui jalur litigasi
    • Persentase pengembalian kerugian negara melalui jalur perdata

Terkait capaian kinerja aktual dibandingkan pencapaian target Renstra, terdapat peningkatan kinerja pencapaian target Renstra yaitu dari 127,78% dari target pada tahun 2022 menjadi 71,89% dari target pada Triwulan III tahun 2023. Terkait capaian kinerja aktual dibandingkan pencapaian target Renstra, terdapat peningkatan kinerja target renstra yaitu dari 121,52% dari target pada tahun 2022 menjadi 0% dari target pada Triwulan III tahun 2023. Terkait capaian kinerja aktual dibandingkan pencapaian target Renstra, terdapat peningkatan kinerja pencapaian target Renstra yaitu dari 119,04% dari target pada tahun 2022 menjadi 100% dari target pada Triwulan III tahun 2023.

Berdasarkan capaian kinerja aktual dibandingkan dengan pencapaian tujuan renstra, maka tingkat keberhasilan pencapaian tujuan renstra mengalami peningkatan yaitu dari 118,90% dari target pada tahun 2022 menjadi 92,85% dari target pada tahun III. pada triwulan tahun 2023. Dari segi capaian kinerja riil dibandingkan pencapaian sasaran renstra, terlihat adanya peningkatan tingkat keberhasilan pencapaian sasaran renstra yaitu dari 90% sasaran pada tahun 2022 menjadi 95% dari sasaran renstra. target tahun 2023. Dari sisi capaian kinerja riil, pada triwulan III tahun 2023 terjadi penurunan kinerja dibandingkan kinerja tahun 2022 yaitu 94,12% vs 0%.

Terkait capaian kinerja aktual dibandingkan pencapaian target Renstra, terdapat penurunan kinerja pencapaian target Renstra yaitu dari 94,12% dari target pada tahun 2022 menjadi 0% dari target pada Triwulan III tahun 2023. Terkait capaian kinerja aktual dibandingkan pencapaian target Renstra, terdapat peningkatan kinerja pencapaian target Renstra yaitu dari 98,05% dari target pada tahun 2022 menjadi 17,05% dari target pada Triwulan III tahun 2023. Terkait capaian kinerja aktual dibandingkan pencapaian target Renstra, terdapat peningkatan kinerja target renstra yaitu dari 90,37% dari target pada tahun 2022 menjadi 46,86% dari target pada Triwulan III tahun 2023.

Dari sisi capaian kinerja aktual dibandingkan pencapaian target Renstra, terdapat peningkatan pencapaian capaian target renstra yaitu dari 133% dari target pada tahun 2022 menjadi 75% dari target pada tahun 2023. Berapa capaian kinerja aktual? mengenai jika dibandingkan dengan pencapaian target Renstra, terdapat peningkatan kinerja pencapaian target renstra yaitu dari 120% dari target pada tahun 2022 menjadi 41% dari target pada tahun 2023. Mengenai kinerja kinerja aktual dibandingkan dengan pencapaian dari target Renstra terdapat peningkatan kinerja pencapaian target strategis yaitu dari 122% dari target pada tahun 2022 menjadi 0% dari target pada Triwulan III tahun 2023.

Dari sisi capaian kinerja aktual, terdapat peningkatan kinerja pada Triwulan III tahun 2023 dibandingkan kinerja tahun 2022 yaitu sebesar 116,6% menjadi 125. Dari sisi capaian kinerja riil dibandingkan pencapaian tujuan Renstra terdapat peningkatan peningkatan kinerja dalam mencapai Tujuan Renstra yaitu dari 1116,6% dibandingkan target pada tahun 2022 menjadi 125% dari target pada tahun 2023.

Referensi

Dokumen terkait

Sistem Peradilan Pidana Anak adalah keseluruhan penyelesaian perkara Anak yang berhadapan dengan hukum, mulai tahap penyelidikan sampai tahap pembimbingan

Sebagaimana halnya perkara suap/gratifikasi di Kabupaten Tanggamus, sampai dengan putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) dan terpidana BK selesai

31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer, dan Pasal 89 ayat (2) KUHAP bahwa aparat yang berwenang dalam melakukan penyidikan untuk perkara koneksitas terdiri

xvi Calling Built-In Applications Using Intents 85 Understanding the Intent Object 89 Using Intent Filters 91 Adding Categories 96 Displaying Notifi cations 98 Summary 103

83 84 85 86 87 88 89 90 memiliki inisiatif belajar memiliki kemampuan untuk mengetahui kebutuhan belajarnya merancang tujuan pembelajaran yang hendak mereka capai memilih sumber

5.1 Introduction 84 5.2 Experimental procedures 84-88 5.3 Results 88-99 5.4 Discussion 100-101 5.5 Appendix 102-103 CHAPTER 6 Summary, Conclusion and Future Prospects

CONTENTS ix Theoretical Framework /97 The Components of the Theoretical Framework /98 Theoretical Framework for Example 5.13 /99 Hypotheses Development /103 Definition of Hypothesis

98 11 Valuation of consumer goods industry cigarette sector companies 98 12 Financial indicator of several utilities industry telecommunicaton sector companies.... 99 13 Valuation of