Perpustakaan Nasional RI: Data Katalog Dalam Terbitan.
Prosiding Seminar Nasional Riset Manajemen dan Bisnis 2017: Perkembangan Konsep dan Riset E- Business di Indonesia, Surakarta, Ruang Seminar FEB UMS, Rabu, 24 Mei 2017 / Editor:
Imronudin, (et.,al),-- Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2017 vii, 988, 28 cm
ISBN: 978-602-361-067-9
1. Manajemen-Bisnis I. Judul
Prosiding Seminar Nasional Riset Manajemen dan Bisnis 2017:
Perkembangan Konsep dan Riset E-Business di Indonesia
Surakarta, Ruang Seminar FEB UMS, Rabu, 24 Mei 2017
Reviewer
Farid Wajdi, Ph.D
Dr. Anton Agus Setyawan Ihwan Susila, Ph.D Dr. Syamsudin, MM.
Imronudin, Ph.D Wiyadi, Ph.D Soepatini, Ph.D
Dr. Edy Purwo Saputro
Dra.W.Mukharomah, SE., Msi.
Ahmad Mardalis, SE., MBA.
Jati Waskito, SE., M.Si.
Zulfa Irawati, SE., M.Si.
Imron Rosyadi, SE., Msi.
Muhammad Sholahuddin, SE., M.Si.
Muzakar Isa, SE., M.Si.
Editor
Ketua : Imronudin Ph.D
Anggota : Muzakar Isa, SE., M.Si.
Sajiwo tri Prakoso, SE., MM Andri Veno, SE., MM Layouter : Sajiwo Tri Prakoso Disain cover: Ali Himawan
Hak Cipta © 2017 pada penulis dan dilindungi Undang-Undang Diterbitkan oleh: Muhammadiyah University Press (MUP) Jln.
A. Yani Pabelan Tromol Pos 1 Kartasura Surakarta 57162 Telp:
(0271) 717417 Eks. 2172, Email: [email protected]
Artikel pada prosiding ini dapat digunakan, dimodifikasi, dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersil (non profit), dengan syarat tidak menghapus atau mengubah atribut penulis. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang kecuali mendapatkan izin terlebih dahulu dari penulis.
KATA PENGANTAR
Assalaamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuhu Salam Sejahtera bagi kita semua
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas karunia-Nya Prosiding Seminar Nasional Riset Manajemen dan Bisnis 2017 (SANSETMAB 2017) dengan tema
“Perkembangan Konsep dan Riset E-Business di Indonesia” dapat diterbitkan. Seminar Nasional Riset Manajemen dan Bisnis 2017 (SANSETMAB 2017) ini telah terselenggara atas kerjasama Program Studi S1 Manajemen UMS dan S2 Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana sosialisasi hasil penelitian di bidang manajemen. Saat ini internet telah menjadi sebuah peluang baru dalam bisnis. Hal ini menuntut peneliti di bidang manajemen untuk menciptakan dan menyebarkan pengetahuan terkait E-business. Penelitian mengenai E-business merupakan penelitian multi-disiplin, yang harus dikembangkan dalam kerjasama dengan bidang yang ada seperti Sistem Informasi dan Teknologi; Pemasaran, Keuangan dan Supply Chain Management; Strategi Bisnis dan Manajemen
Kami berharap dengan adanya Seminar Nasional Riset Manajemen dan Bisnis 2017 (SANSETMAB 2017) ini dapat menjadi media pertukaran informasi dan pengalaman, diskusi ilmiah serta peningkatan kemitraan di antara para peneliti.
Akhir kata kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung terlaksananya acara Seminar Nasional Riset Manajemen dan Bisnis 2017 (SANSETMAB 2017). Kami juga mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam pelaksanaan acara ini masih banyak kekurangan.
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuhu
Surakarta, 24 Mei 2017 Hormat Kami,
Ketua Panitia
Dr. Syamsudin, MM
DAFTAR ISI DEWAN REDAKSI
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI
1. PENGKOMUNIKASIAN CORPORATE IDENTITY HOTEL SYARIAH (Studi Kasus Implementasi Komunikasi Pemasaran Terpadu Dalam
Mengomunikasikan Corpotate Identity Hotel Syariah Di Solo)
Sri Hartini ... 1
2. HARGA, RESIKO, SIKAP KONSUMENDAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK FASHIONSE CARA ONLINE
Fransisca Christinna Wijaya, Eristia Lidia Paramita, dan Yusepaldo Pasharibu ... 18
3. SIKAP STAKEHOLDER TERHADAP PEMBANGUNAN PARIWISATA:
STUDI KASUS DESA SENARU, LOMBOK UTARA, NUSA TENGGARA BARAT
Kresno Agus Hendarto, Rubangi Al Hasan, Yumantoko, Ahmad Nur dan
Edi Kuniawan... 33
4. PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMBANGUN
KEPERCAYAAN MERK
Ahmad Mardalis dan Ana Putri Hastuti ... 50
5. PENGARUH KARAKTERISTIK INOVASI TERHADAP NIAT
MENGADOPSI SOLOPOS EPAPER.
Sholahuddin, Anton Agus Setyawan, dan Rina Trisnawati ... 63
6. THE QUALITY OF SURAKARTA CITY’S COMMUNICATION MEDIA IN
BRANDING THE CITY AS TOURISM AND CULTURAL DESTINATION
Atik Astrini ... 85
7. PENGARUH GAYA HIDUP, PRESTISE DAN KELOMPOK REFERENSI
TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI PADA KONSUMEN TAIWAN TEA HOUSE SEMARANG)
Alvina Fajar Wibowo dan Eko Suseno Hendro Riyadi... 97
8. FAKTOR PEMBENTUK BRAND LOYALTY : PERAN SELF CONCEPT
CONNECTION, BRAND LOVE, BRAND TRUST DAN BRAND IMAGE (Telaah Pada Merek H&M Di Kota Dki Jakarta)
Meta Andriani dan Frisca Dwi Bunga ... 114
9. KUALITAS PELAYANAN RUMAH SAKIT NEGERI DAN
SWASTARUJUKAN PASIEN PENGGUNA BPJS DI SALATIGA
Aninda Shela Rahmadita dan Yunita Budi Rahayu Silintowe ... 128
10. ANTESEDEN KEPUASAN DALAM MEMBENTUK
LOYALITASPELANGGAN
Yohana Angel Chrestina, Marjam Desma Rahadhini dan Untung Sriwidodo ... 148
11. KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PENJUAL – PEMBELI PASAR KLEWER SURAKARTA (Studi Kasus Etnosentris, Stereotip dan Prasangka
Dalam Kegiatan Jual-Beli di Pasar Klewer Surakarta)
Agnes Amanda ... 157
12. PERSEPSI MAHASISWA PADA PERKEMBANGAN E – BUSINEES DALAM PEMASARAN PRODUK (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto)
Inta Gina Setiawiani dan Rina Mudjiyanti ... 169
13. PENGARUH STRATEGI PEMASARAN DAN ORIENTASI WIRAUSAHA TERHADAP KINERJA PEMASARAN YANG DIMODERASI OLEH LINGKUNGAN PERSAINGAN PADA INDUSTRI BATIK SOKARAJA, KABUPATEN BANYUMAS
Arini Hidayah dan Purnadi ... 182
14. PENGARUH RELEVANCE, CONFUSION, DAN ENTERTAINMENT IKLAN HIJAU TERHADAP SIKAP SKEPTIS KONSUMEN
Jati Waskito ... 193
15. PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PROMOSITERHADAP MINAT BELI ULANG JASA SERVICE MOTOR DENGAN KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Bengkel Motor Ahass Cabang UMS)
Sri Murwanti dan Anggrahini Panca Pratiwi ... 207
16. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SECARA ONLINE PADA MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA
Wardoyo dan Intan Andini... 228
17. CUSTOMER SATISFACTION IN SHARIA HOTEL
Muhammad Sholahuddin dan Ary Kusuma Wardani ... 244
18. ANALISIS PENGARUH SERVICE RECOVERY TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DALAM JASA TELEPON SELULER
Mia Antika, Kussudyarsana dan Evita DhewiHananti ... 268
19. PENGARUH IDENTIFIKASI KOMUNITAS MEREK, KETERASAAN KOMUNITAS MEREK DAN KOMITMEN KOMUNITAS MEREK PADA KOMITMEN MEREK
Arthur Sitaniapessy ... 283
20. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN EKSPATRIAT KOREA SELATAN, BUDAYA ORGANISASI, MOTIVASI KERJA TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN
Mochamad Mochklas ... 294
21. ANALISIS PENGEMBANGAN ORGANISASI MELALUI
PROSESDIAGNOSA DENGAN MODEL WEISBORD
Hardiyansyah dan Ade Firmansyah ... 308
22. PERSEPSI PENGAJAR DI PESANTREN TERHADAP BANK SYARIAH
Any Meilani dan Ami Pujiwati
...320 23. PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KESIAPAN BELAJAR MAHASISWA
PENERIMA BEASISWA (Studi Kasus Di UPBJJ-UT JAKARTA)
Eko Kuswanti dan Any Meilani ... 333
24. FASHION LEADERSHIP, SIKAP POSITIF, DAN DAMPAKNYA PADA MINAT BELI E-COMMERCE FASHION
Albert Kurniawan Purnomo ... 346
25. PENGARUH MOTIVASI KEDISIPLINAN DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KELURAHAN SERENGAN SURAKARTA
Indah Wahyu Utami dan Elistya Rimawati ... 366
26. PLANNED BEHAVIOR PADA E-RECRUITMENT SEBAGAI PENGGERAK INTENTION TO APPLY FOR WORK (Kasus Fresh Graduate Pada
UNIVERSITAS SWASTA DI JAKARTA)
Santi Rimadias dan Lia Kaheru Pratiwi ... 377
27. KARAKTERISTIK KOMPETENSI SDM: CONTENT ANALYSIS
IKLANLOWONGAN PEKERJAAN SALES PADA E-RECRUITMENT
Sri Nur Kasanah dan Rosaly Franksiska... 391
28. KARAKTERISTIK PERUBAHAN ORGANISASI SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN ORGANISASI DI INDUSTRI BATIK LAWEYAN
SURAKARTA
Lukman Hakim dan Eko Sugiyanto ... 407
29. PENGARUH QUALITY OF WORK LIFE, SELF DETERMINATION, DAN JOB PERFORMANCE TERHADAP WORK ENGAGEMENT KARYAWAN
Irmawati dan Alifa Sri Wulandari ... 421
30. PERAN PUSTAKAWAN DI PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYEDIA DATA DAN INFORMASI DALAM MENUNJANG PENELITIAN BISNIS
Handy Aribowo dan Alexander Wirapraja ... 433
31. REKRUTMEN DAN SELEKSI KARYAWAN UNTUK MENUNJANG PENGEMBANGAN ORGANISASI BISNIS (Hambatan dan Tantangan dalam mendapatkan SDM Berkualitas)
Maskarto Lucky Nara Rosmadi ... 445
32. IMPACT ANALYSIS ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TOWARDS JOB PURSUIT INTENTION WITH SOCIO-ENVIRONMENTAL CONSCIOUSNESS AS A MODERATING VARIABLE: CASE STUDY OF UNDERGRADUATE STUDENTS AT UNIVERSITAS INDONESIA
Wulan Prihatiningsih Muhammad Irfan Syaebani, dan Monica Devina ... 457
33. KONFLIK PERAN PADA WANITA PEMILIK UKM DI
KOTAPALEMBANG
Dina Mellita, Heriyanto dan Utari ... 469
34. EKSPLORASI FAKTOR PEMBENTUK KEPERCAYAAN POLITIK PEMILIH MUDA
Ihwan Susila dan Sidik Permono Nugroho ... 477
35. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMOTIVASI MINAT MAHASISWA DALAM BERWIRAUSAHA SETELAH MENDAPATKAN MATERI KWU
Nur Achmad dan Redika Dewangga Putra ... 488
36. PENGARUH TRAINING TERHADAP PROFESIONALISME
SERTADAMPAKNYA PADA KINERJA KARYAWAN DI PT.
GARUDAINDONESIA PERSERO TBK
Tinjung Desy Nursanti dan Feblisa... 498
37. KOMITMEN DAN KINERJA DRIVER OJEK ONLINE DI
KOTASURAKARTA
Liana Mangifera dan Muzakar Isa ... 507
38. PENGADAAN ALAT TULIS DAN TAS PESERTA PENDIDIKDAN DAN PELATIHAN DENGAN MENGGUNAKAN KONTRAK HARGA SATUAN
Muchamad Amrullah ... 516
39. FAKTOR PENENTU PROFITABILITAS PERUSAHAAN ASURANSI JIWA DI INDONESIA PERIODE 2013-2015
Herlina Lusmeida ... 532
40. IMPLIKASI KEPEMILIKAN MANAJERIAL, ROE, DER DAN NILAI TUKAR TERHADAP KEBIJAKAN DEVIDEN SERTA DAMPAKNYA PADA PRICE TO BOOK VALUE
Sriyono dan Rukhul Abadi ... 542
41. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING PADA SAAT INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2010-2015
Erric Wijaya dan Sarita Amalina ... 556
42. PENGARUH LEVERAGE, PROFITABILITY, UKURAN PERUSAHAAN DAN PROPORSI KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP TAX
AVOIDANCE
Vidiyanna Rizal Putri dan Bella Irwasyah Putra ... 576
43. FORMULASI PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK UMUM DAN BPR DI WILAYAH KABUPATEN KLATEN SEKITARNYA
Arif Julianto Sri Nugroho, Hendro Joko Prasetyo, dan Sarwono Nursito ... 587
44. ANALISIS INVESTASI PENENTUAN PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN METODE INDEKS TUNGGAL DI BURSA EFEK INDONESIA (Studi komparatif penggunaan random model pada Jakarta Islamic Indek periode 2012 -2015)
Novi Khoerul Umam, Naili Amalia, Nadya Alifah, Ifada Suffa, Azza Aprilia, Henri Dwi Wahyudi ... 600
45. PENGARUH KINERJA MODAL INTELEKTUAL TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN INDONESIA PERIODE 2012-2015
Dahlia S. Halin dan Ossi Ferli ... 614
46. MODEL BISNIS KANVAS PENDANAAN HAJI PADA PERBANKAN SYARIAH
Muhammad Sholahuddin, Wuryaningsih Dwi Lestari, Sri Murwanti, dan Meissy
Anrewanda Wanidyatama ... 631
47. PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode tahun 2012-2014)
Tegar Gigih Arifandi Brameswara ... 643
48. PENGARUH MODAL INTELEKTUAL TERHADAP
INVESTMENTOPPORTUNITY SET (IOS) PADA PERUSAHAAN DI INDONESIA
Erlin Melani, Aang Afandi dan Eki Andhika ... 657
49. RESTRUKTURISASI LAYOUT DENGAN METODE SLP
Deby Wihida dan Nurista Fitriana ... 668
50. ISO 9000 DENGAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM): MANA YANG LEBIH TEPAT DIADOPSI?
Sri Padmantyo dan Ayu Sri Utami ... 680
51. PERKEMBANGAN MODEL HELIX DALAM PENINGKATAN INOVASI
Aflit Nuryulia Praswati ... 690
52. MODEL KOMPETENSI WIRAUSAHA DAN
ORIENTASIPEMBELAJARANDALAM MENINGKATKAN KINERJA
MANAJERIALUSAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH
Muhamad Sil ... 706
53. SMART CARD DAN EVENT GREAT SALE
Aang Afandi ... 720
54. ANALISIS VOTER BEHAVIOUR SEBAGAI STRATEGI
POLITICALMARKETING PADA PILKADA SERENTAK DI KOTA BUKITTINGGI
Yesi Elsandra, Yofina Mulyati, Meivalinda ... 728
55. POTENSI DAYA TARIK WISATA SEJARAH BUDAYA
Suyatmin Waskito Adi dan Edy Purwo Saputro ... 744
56. METODE SWOT DAN IE MATRIKS SEBAGAI ALAT UNTUK PERUMUSAN STRATEGI DI RITEL X MALANG
Amanda Nur Cahyawati ... 752
57. FAKTOR PENDUKUNG EKSTERNAL DAN PENGADOPSIAN
E-COMMERCE PADA UKM: SEBUAH MODEL KONSEPTUAL
Hendrick Hernando ... 760
58. MASA DEPAN INVESTASI DI NEGERIKU
Aidil Anwar ... 767
59. PENGEMBANGAN BALANCE SCORECARD (BSC)DALAM PENERAPAN TEACHING FACTORY DI POLITEKNIK ATK YOGYAKARTA
Sofwan Siddiq Abdullah dan Andi Rahadiyan Wijaya ... 779
60. KAJIAN STRATEGI OPERASI INDUSTRI KECIL PAKAN IKAN BERBASIS PRODUK SAMPINGAN AGRIBISNIS (KASUS CV. BABELAN AGRO SEJAHTERA BEKASI)
M. Ikhwan Rahmanto ... 797
61. STRATEGI PEMASARAN PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH SECARA ONLINE
Emi Suwarni, Martius Hasan Nopa dan Fitriasuri ... 815
62. ANALISIS KONDISI SOSIAL EKONOMI, KENDALA DAN PELUANG USAHA PEDAGANG KAKI LIMA : STUDI PADA PEDAGANG KAKI LIMA DI SEPUTAR ALUN-ALUN KABUPATEN KLATEN
Siti Fatimah Nurhayati ... 828
63. ASURANSI DAN PENGURANGAN RISIKO BANJIR DI KABUPATEN KLATEN
MUZAKAR ISA ... 844
64. PENGUKURAN DAYA SAING KLASTER BATIK, KONVEKSI DAN MEBEL DI KABUPATEN SRAGEN
Ma’ruf, Sidiq Permono Nugroho dan Andri Veno ... 852
65. STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF DENGAN PENDEKATAN TRIPLE HELIX (STUDI KASUS PADA INDUSTRI KREATIF DI TANGERANG SELATAN)
Nuraini, Rifzaldi Nasri ... 867
66. APLIKASI E-BUSINESS UNTUK PRODUK E-WASTE SAMPAH
TPAJATIBARANG SEMARANG
Azis Fathoni ... 878
67. PROSES PENGEMBANGAN PRODUK PRIVATE BRAND HYPERMART
Sheila Pranoto dan Zoel Hutabarat ... 889
68. PENGENDALIAAN PERSEDIAAN SUKU CADANG DALAM RANGKA PENINGKATAN EFISIENSI KERJA
Moses Immanuel dan Zoel Hutabarat ... 901
69. PEREMPUAN PESISIR DALAM KEMANDIRIAN EKONOMI DESA (Studi tentang motivasi dan Pengaruh Perempuan sebagai Istri Para Nelayan di
Kabupaten Bangkalan)
Hadi purnomo dan Uswatun Hasanah ... 916
70. STRATEGI PENGEMBANGAN KINERJA KOPERASI
DENGANPENDEKATAN ANALITYC HIERARCHICAL PROCESS
Adya Hermawati dan Rahayu Puji Suci ... 925
71. OPTIMALISASI ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR (OCB) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KOTA KEDIRI
Restin Meilina dan Moch. Wahyu Widodo ... 942
72. PENERAPAN PENGETAHUAN PRODUK PADA KONSEP TPB DI LINGKUNGAN MUSLIM
Erny Rachmawati ... 954
73. ANALISIS STRATEGI BISNIS UNIT (SBU) BERDASARKAN BOSTON CONSULTING GROUP (BCG) DAN MC KINSEY STUDI KASUS PADA UKM KERAJINAN PAYUNG HIAS JUWIRING.
Sri Puji Setiti dan Nurul Widayati ... 967
74. PENGARUH PEMBIAYAAN DAN BIAYA OPERASIONAL TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN SYARIAH.
Imronudin dan Annisa Ayu Ningrum
... 979STRATEGI PEMASARAN PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH SECARA ONLINE
Emi Suwarni1 dan Martius Hasan Nopa2 Universitas Bina Darma
Jalan Jenderal Ahmad Yani No.3 Palembang [email protected]1
Fitriasuri3 Universitas Bina Darma
Jalan Jenderal Ahmad Yani No.3 Palembang [email protected]3
Abstract: This research aims to find out the marketing strategy of micro, small and medium enterprises of Rizky Kerupuk Kemplang by online. The object of research is Micro, Small and Medium Enterprises Rizky Kerupuk Kemplang are engaged in the culinary field. This research is a qualitative research and using SWOT analysis as a tool of analysis. The results showed that: 1) SO strategy; Sales of Rizky Kerupuk Kemplang can be improved through online marketing, because it can be easily accessed by the wider community; And by using online media, the quality of marketable products is assured, so that consumers can become regular customers; 2) WO Strategy; Provide instructions for conducting online transactions to customers; And provide software (software) to maintain the website that has been created, provide special features and code for consumers who want to make transactions; 3) ST Strategy; Registering permanent customers on other sites with comments, so as to attract potential customers to make transactions; And 4) WT Strategy; Provide complete information about the product, place of business, to convince potential customers.
Keywords: Marketing Strategy, Strength, Weakness, Opportunity, Threat.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran pada Usaha mikro kecil dan menengah kerupuk kemplang Rizky secara online. Objek penelitian adalah Usaha mikro, Kecil dan Menengah Kerupuk Kemplang Rizky yang bergerak dalam bidang kuliner. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif dan menggunakan análisis SWOT sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Strategi SO; penjualan kerupuk kemplang Rizky dapat ditingkatkan melalui pemasaran secara online, karena dapat dengan mudah diakses oleh kalangan masyarakat luas; dan dengan menggunakan media online, kualitas produk yang dipasarkan terjamin, sehingga para konsumen dapat menjadi pelanggan tetap; 2) Strategi WO; memberi petunjuk untuk melakukan transaksi secara online kepada pelanggan; dan menyediakan perangkat lunak (software) untuk menjaga website yang telah dibuat, memberikan ciri khusus dan kode bagi konsumen yang ingin melakukan transaksi; 3) Strategi ST;
mendaftarkan para pelanggan tetap pada situs lain dengan berbagai komentar, sehingga dapat dijadikan daya tarik pada calon konsumen untuk melakukan transaksi; dan 4) Strategi WT; memberikan informasi yang lengkap mengenai produk, tempat usaha, untuk meyakinkan calon konsumen.
Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Strength, Weakness, Opportunity, Threat.
1.
PENDAHULUANPemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok perusahaan dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan untuk mendapatkan laba yang diinginkan yang merupakan tujuan bisnis suatu perusahaan. Berhasil tidaknya pencapaian tujuan bisnis tersebut juga tergantung kepada keahlian pengusaha di bidang pemasaran, produksi, keuangan maupun bidang lain. Akan tetapi tidak kalah penting juga tergantung pada kemampuan pengusaha untuk mengkombinasikan fungsi-fungsi manajemen tersebut agar usaha perusahaan dapat berjalan lancar.
Pada dasarnya tujuan utama dalam mendirikan perusahaan adalah mencari laba seoptimal mungkin.
Keberhasilan suatu perusahaan untuk mencapai tujuan itu sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam hal memasarkan produknya. Suatu perusahaan yang menjual produknya dengan harga yang kompetititf pada tingkat kualitas yang diharapkan, akan mampu mengatasi tantangan dari para pesaing terutama dalam bidang pemasaran.
Untuk menarik minat konsumen agar mau melakukan pembelian, maka perusahaan harus mampu menciptakan strategi pemasaran yang tepat dan sesuai dengan kondisi pasar yang dihadapi. Hal ini juga berlaku pada usaha mikro kecil dan menengah.
Usaha mikro kecil dan menengah merupakan usaha yang realtif fleksibel. Usaha ini dapat menyerap tenaga kerja lokal, sumber daya lokal dan meningkatkan sumber daya manusia untuk menjadi wirausaha yang tangguh.
Karena sifatnya yang relatif fleksibel, usaha mikro kecil dan menegah mudah beradaptasi dengan lingkungan yang terbatas infrastrukturnya dibanding dengan usaha besar yang pada umumnya membutuhkan sumber daya dan dana yang besar. Pada usaha mikro, kecil dan menengah biaya umum dan resiko yang ditanggung relatif kecil, oleh karena itu usaha ini relatif mudah untuk ditekuni. Usaha mikro, kecil dan menenagh tersebar ke pelosok tanah air, mulai dari perkotaan sampai dengan pedesaaan. Dalam transformasi struktur ekonomi nasional yang cenderung berubah dari ekonomi agraris ke ekonomi industri, sektor usaha ini berfungsi sebagai transformator dan mobilisator dalam penyerapan tenaga kerja lokal.
Salah satu strategi pemasaran yang sedang berkembang saat ini adalah melalui media internet, khususnya website yang saat ini sedang berkembang pesat. Pemasaran secara online telah menjadi media penyebar informasi yang cepat, luas, dan mudah diakses dengan biaya yang cukup terjangkau. Saat ini sudah cukup banyak perusahaan kecil maupun besar telah menggunakan website untuk melakukan pemasaran, atau yang lebih dikenal dengan istilah internet marketing (e-marketing). Bagi perusahaan memasarkan dan memperkenalkan produk secara online dalam bentuk-bentuk website merupakan salah satu faktor penting sebagai salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memasarkan produk atau jasa.
Penggunaan internet sebagai sarana perdagangan saat ini mulai semakin meluas. Perusahaan yang menggunakan internet sebagai media penjualan maupun promosi, disebut juga penjualan atau promosi dengan cara e- commerces . Karakteristik dari e-commerce dalam upaya melakukan penjualan maupun promosi produk biasanya dengan menampilkan display produk, spesifikasi produk, harga produk, dan sebagainya mampu memberikan informasi penting tentang produk yang ditawarkan. Tampilan produk dan promosi melalui media e-commerce menjadikan pelanggan dapat leluasa melihat aktivitas sebuah perusahaan dalam memasarkan produknya. Pemasaran melalui web secara simultan, dapat mempengaruhi pemrosesan informasi periklanan para pengguna internet.
Pemrosesan informasi periklanan oleh para calon pembeli sebagai pengguna internet mampu mempengaruhi keputusan pembelian.
Dalam melaksanakan strategi pemasaran secara online selalu berkaitan dengan empat variabel yaitu produk, harga, tempat, dan promosi. Dimana keempat variabel tersebut saling berkaitan satu sama lain hal ini akan mempengaruhi strategi pemasaran. Untuk bertahan dalam persaingan pasar, promosi dilakukan untuk mendapatkan perhatian dari konsumen. Untuk dapat mencapai hal tersebut diperlukan strategi pemasaran antara lain secara online melalui sebuah situs web yang dinamis, menarik, dan up to date.
Usaha Kerupuk Kemplang Rizky merupakan salah satu usaha mikro, kecil dan menengah di kota Palembang. Usaha ini didirikan pada tahun 1998, diawali dengan mencoba sebuah resep kerupuk kemplang secara otodidak. Awalnya produk tersebut ditawarkan kepada keluarga. Seiring berjalannya waktu, pesanan kerupuk dan kemplang, dari keluarga semakin banyak, maka tertarik pula untuk menjualnya kepada masyarakat sekitar. Saat ini usaha kerupuk kemplang Rizky semakin berkembang.
Mengingat kerupuk kemplang merupakan salah satu usaha kecil dan tematik Sistem Inovasi Daerah (SIDa) di bidang kuliner khususnyadi kota Palembang. Upaya untuk mengembangkan usaha kecil kemplang dan kerupuk ini sangat diperlukan, selain untuk peningkatan ekonomi masyarakat juga untuk menunjang sumber pendapatan daerah.
Produk kerupuk kemplang sebagai makanan khas kota Palembang cukup memungkinkan untuk terus dikembangkan sebagai ekonomi basis lokal dan industri kecil yang berdaya saing. Untuk itu, diperlukan suatu strategi pemasaran yang tepat agar selalu mendapatkan kepercayaan dari para konsumen dan mampu bersaing dalam industri yang sama. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemasaran UMKM Kerupuk Kemplang Rizky adalah dengan menggunakan media online sebagai sarana penjualan.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang, maka penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu:
“Bagaimana strategi pemasaran pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kerupuk Kemplang Rizky secara online”?
Tujuan Penelitian
Selaras dengan rumusan masalah di atas, maka yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemasaran pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kerupuk Kemplang Rizky secara online.
2.
METODOLOGI PENELITIANObjek penelitian adalah usaha kecil kerupuk kemplang Rizky yang terletak di Jalan KHM Asyik RT. 029 RW. 009 Kelurahan 3-4 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang. Sumber penelitian ini adalah data primer.
Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa studi lapangan (observasi, dokumentasi dan wawancara), serta studi kepustakaan. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini digunakan analisis SWOT.
Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran merupakan suatu manajemen yang disusun untuk mencapai tujuan pemasaran dengan membuat keputusan-keputusan yang bersifat strategis. Pengertian pemasaran itu sendiri menurut American
Marketing Association dalam (Assauri, 2014:3) adalah “hasil prestasi kerja kegiatan usaha yang berkaitan dengan mengalirnya barang dan jasa dari produsen sampai ke konsumen”. Sedangkan menurut pendapat Kotler dalam (Hurriyati, 2010:4) menyatakan, “pemasaran merupakan proses sosial dan manajerial dimana individu atau kelompok bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya melalui kreativitas, penawaran dan pertukaran nilai produk dengan yang lain”.
Menurut Tull dan Kahle dalam (Tjiptono, 2008:6), “strategi pemasaran adalah alat fundamental yang disusun untuk mencapai tujuan perusahaan dengan cara mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut”.
Assauri (2014:168) menyatakan, “strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran dari waktu ke waktu, pada masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya, terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan yang selalu berubah-ubah”.
Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran merupakan serangkaian tujuan, sasaran, kebijakan, dan aturan yang memberi arah bagi usaha-usaha untuk meningkatkan pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu. Strategi pemasaran juga merupakan tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan yang selalu berubah.
Pemasaran Online
Pemasaran online merupakan suatu bentuk usaha untuk memasarkan produk dan jasanya serta membangun hubungan dengan pelanggan melalui media internet. Bentuk pemasaran ini pada dasarnya merupakan situs publik yang sangat besar di jaringan komputer dengan berbagai tipe yang berbeda dan berasal dari berbagai negara di seluruh dunia satu sama lainya ke dalam suatu wadah informasi yang sangat besar.
Menurut Chaffey dalam (Mulia, 2009:15), “pemasaran online adalah sarana untuk memasarkan produk atau jasa melalui internet.” Pemasaran online juga merupakan aplikasi dari internet dan teknologi-teknologi digital terkait untuk mencapai tujuan-tujuan pemasaran, teknologi-teknologi itu seperti media internet, kabel-kabel, satelit, perangkat keras, perangkat lunak yang diperlukan untuk keperluan pemasaran online tersebut.
Sedangkan menurut Mohammed dan Jaworski (2003:4), “pemasaran online adalah proses membangun dan menjaga hubungan dengan pelanggan melalui aktifitas secara online untuk memfasilitasi pertukaran ide-ide, produk, dan layanan yang dapat memuaskan tujuan dari kedua belah pihak.”
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pemasaran secara online adalah segala usaha yang dilakukan untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau menggunakan media internet.
Analisis Strengths Weaknesses Opportunities and Threats (SWOT)
Analisis SWOT mencakup upaya-upaya untuk mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang menentukan kinerja perusahaan. Informasi eksternal mengeni peluang dan ancaman dapat diperoleh dari banyak sumber, termasuk pelanggan, dokumen pemerintah, pemasok, kalangan perbankan, rekan diperusahaan lain. Banyak perusahaan menggunakan jasa lembaga pemindaian untuk memperoleh keliping surat kabar, riset di internet, dan analisis tren-tren domestik dan global yang relevan (Daft dalam Nisak, 2013:2).
Rangkuti (2010:18) mendefinisikan, “Analisis SWOT sebagai identifikasi sejumlah faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi pemasaran. Analisis ini didasarkan pada logika untuk memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunity). Namun secara bersamaan dapat pula meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threats)”. Sedangkan menurut Kottler dalam Komaryatin (2008:89), “Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan”.
Dalam mengidentifikasi berbagai masalah yang timbul dalam perusahaan, maka sangat diperlukan penelitian yang sangat cermat sehingga mampu menemukan strategi yang sangat cepat dan tepat dalam mengatasi masalah yang timbul dalam perusahaan.
Matrik SWOT dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman dari (factor eksternal) yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya (faktor internal perusahaan). Matrik SWOT sebagai alat pencocokan yang mengembangkan empat tipe strategi yaitu SO, WO, ST dan WT. Perencanaan usaha yang baik dengan metode SWOT dirangkum dalam matrik SWOT yang terlihat pada gambar di halaman berikut.
Matriks ini menjelaskan bahwa ada empat strategi yang dapat dikembangkan:
Strategi SO : Strategi yang memanfaatkan kekuatan agar peluang yang ada dapat dimanfaatkan.
Strategi WO : Strategi yang mencoba meminimalkan kelemahan atau memperbaiki kelemahan dalam rangka mencoba meraih peluang yang ada.
Strategi ST : Strategi yang menggunakan kekuatan untuk mencoba mengatasi atau memperkecil ancaman yang dihadapi.
Strategi WT : Strategi yang mencoba meminimalkan atau mengurangi kelemahan dalam rangka mencegah ancaman yang harus dihadapi.
Faktor Internal
Faktor Eksternal
Kekuatan (S) Daftar 5-10 kekuatan disini
Kelemahan (W) Daftar 5-0 Kelemahan internal disini
Opportunities (O) Daftar 5-10 peluang
eksternal disini
Strategi SO Gunakan strategi yang memanfaatkan kekuatan untuk
meraih peluang
Strategi WO Gunakan strategi yang memanfaatkan peluang dengan
mengurangi/ mengatasi kelemahan
Ancaman (T) Daftar 5-10 ancaman
eksternal disini
Strategi ST Gunakanlah strategi menggunakan kekuatan untuk
menghadapi ancaman
Strategi WT Gunakanlah strategi yang memperkecil kelemahan untuk
menghadapi ancaman (Sumber: Wheelen & Hunger dalam Amir, 2011:119)
Gambar 1. Matriks SWOT
Sementara itu, Mulyadi (2007:522) menyatakan bahwa TOWS Matrix dibuat dengan mendaftar peluang dan ancaman pada posisi vertical matrix dan mendaftar kekuatan dan keterbatasan pada sisi horizontal matrix sebagaimana nampak pada gambar 2 berikut ini.
STRENGHT-S WEAKNESSES-W
Daftar Kekuatan Daftar Keterbatasan/
Kelemahan OPPORTUNITIES-O SO-Strategies WO-Strategies
Daftar Peluang Menggunakan kekuatan untuk meraih peluang
Mengatasi keterbatasan dengan memanfaatkan peluang
THREATS-T ST-Strategies WT-Strategies
Daftar Ancaman Menggunakan kekuatan untuk menghilangkan ancaman
Meminimalkan keterbatasan dan menghindari ancaman.
(Sumber: Mulyadi, 2007:522)
Gambar 2. TOWS Matrix
Alat yang dipakai untuk menyusun faktor-faktor strategis perusahaan adalah matrik SWOT. Matrik ini dapat mengambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matrik ini dapat menghasilkan 4 set kemungkinan alternatif strategis.
3.
HASILUsaha Mikro, Kecil Menengah Kerupuk Kemplang Rizky didirikan pada tahun 1998, diawali dengan mencoba sebuah resep kerupuk kemplang secara otodidak. Awalnya produk tersebut ditawarkan kepada keluarga terdekat saja. Seiring berjalannya waktu, pesanan kerupuk dan kemplang, dari keluarga semakin banyak, oleh karena itu usaha ini mulai menjual produknya kepada masyarakat sekitar. Usaha kemplang ini semakin berkembang dengan dibantu pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan, sehingga saat ini, produk kerupuk kemplang Rizky sudah mulai dikembangkan dengan cara online sebagai media pemasarannya.
Dalam memasarkan produknya secara online, beberapa strategi yang dilakukan oleh usaha ini untuk lebih memperluas pasaran produknya. Untuk membuat strategi tersebut diperlukan informasi baik dari factor internal dan factor eksternal usaha mikro, kecil dan menengah Kerupuk Kemplang Rizky. Informasi mengenai faktor internal dan eksternal pada usaha mikro, kecil dan menengah Kerupuk Kemplang Rizky diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Faktor Internal
a. Kekuatan (Strengths)
1) Pemasaran kerupuk kemplang Rizky secara online memberikan akses yang luas pada masyarakat khususnya pelanggan potensial.
2) Internet merupakan media yang dapat melintasi batas-batas geografis serta nasional, dengan menempatkan iklan secara online, sehingga seluruh masyarakat dapat melihat iklan tersebut.
3) Internet memungkinkan pemasaran produk kerupuk kemplang Rizky untuk selalu terhubung dengan pelanggan secara real time.
4) Pemasaran secara online memungkinkan untuk mendapatkan umpan balik dengan cepat dari para pelanggan.
5) Pemasaran secara online akan membantu meningkatkan penjualan dan keuntungan.
b. Kelemahan (Weaknesses)
1) Banyak para pelanggan yang menggunakan media tersebut hanya untuk memperoleh informasi mengenai produk saja akan tetapi untuk pembelian mereka lebih memilih untuk melakukan secara offline.
2) Biaya awal yang dibutuhkan untuk membuat sebuah situs dalam pemasaran secara online cukup tinggi.
3) Pemasaran online sangat bergantung pada teknologi sehingga sangat rentan terhadap kesalahan teknis.
4) Kerugian yang sering terjadi pada pemasaran secara online antara lain kerentanan terhadap kegiatan penipuan.
5) Pemasaran secara online tidak mempunyai sentuhan manusia secara langsung saat pelanggan membeli produk.
2. Faktor Eksternal a. Peluang (Opportunities)
1) Pemasaran secara online sangat menguntungkan karena produk dapat dijual serta dapat dikirim melalui jasa pengiriman.
2) Menjalankan pemasaran secara online membutuhkan koneksi internet, perangkat komputer serta mudah melakukan semua kegiatan pemasaran dan transaksi penjualan.
3) Beriklan di situs online dan melalui penyedia iklan online lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan iklan secara offline.
4) Produk usaha mikro, kecil dan menengah kerupuk kemplang Rizky memiliki segmentasi pasar tertentu pada pemasaran online sehingga memudahkan untuk target pasar.
5) Penjualan produk usaha mikro, kecil dan menengah kerupuk kemplang Rizky secara online dapat memanfaatkan supplier pertama untuk menampung barang sebelum adanya pesanan, sehingga tidak perlu melakukan pemindahan barang setiap saat.
b. Ancaman (Threats)
1) Keberadaan produk pada usaha yang sama dalam pemasaran secara online dapat meningkatkan kecenderungan pelanggan untuk beralih ke produk tersebut.
2) Keuntungan pada usaha mikro, kecil dan menengah kerupuk kemplang Rizky dengan pemasaran secara online mengakibatkan banyak pendatang baru yang pada akhirnya akan dapat mengurangi tingkat profitabilitas.
3) Daya tawar konsumen juga digambarkan sebagai pasar output, akan mempengaruhi kepekaan pelanggan terhadap perubahan harga.
Faktor-faktor strategis perusahaan yang didapat kemudian dimasukkan dalam bentuk tabel, di mana sebelumnya dilakukan pembobotan terhadap masing-masing faktor strategi perusahaan. Pemberian bobot internal dan eksternal didasarkan pada perhitungan kategori nilai penilaian terhadap setiap faktor strategis perusahaan, dari sini dilihat mana yang mempunyai pengaruh paling besar dan pengaruh terkecil untuk memberikan penilaian. Fungsi dari pembobotan dan rating adalah untuk mengetahui faktor strategis perusahaan dan dapat memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif dapat menjadi faktor kekuatan dan peluang, sedang dampak negatif menjadi kelemahan dan ancaman. Pada halaman berikut inidisajikan tabel pemberian nilai dan bobot serta pemberian bobot dan rating.
Tabel 1. Matriks Faktor Internal (IFAS)
No Faktor Internal Rating Bobot Rating Score
I. Kekuatan (Strengths)
1. Pemasaran kerupuk kemplang Rizky secara online akan memberikan akses yang luas pada pelanggan potensial.
4 0.20 0.80
2. Internet merupakan media yang dapat melintasi batas-batas geografis serta nasional, dengan menempatkan iklan secara online seluruh masyarakat dapat melihat iklan tersebut.
3 0.05 0.15
3. Internet memungkinkan pemasaran produk kerupuk kemplang Rizky untuk selalu terhubung dengan pelanggan secara online.
4 0.15 0.60
4. Pemasaran secara online memungkinkan untuk mendapatkan umpan balik instan dari para pelanggan.
3 0.10 0.30
5. Pemasaran secara online akan membantu meningkatkan penjualan dan keuntungan.
4 0.05 0.20
II. Kelemahan (Weaknesses)
1. Banyak para pelanggan yang menggunakan media tersebut hanya untuk memperoleh informasi mengenai produk dan mereka lebih memilih untuk membelinya secar offline.
3 0.05 0.15
2. Biaya awal yang dibutuhkan untuk membuat sebuah situs dalam pemasaran secara online cukup tinggi.
3 0.10 0.30
3. Pemasaran online sangat bergantung pada teknologi sehingga sangat rentan terhadap kesalahan teknis.
3 0.15 0.45
4. Pemasaran secara online cukup rentan terhadap kegiatan penipuan.
3 0.10 0.30
5. Pemasaran secara online tidak mempunyai sentuhan manusia secara langsung saat pelanggan membeli produk.
4 0.05 0.20
Jumlah - 1.00 3.45
(Sumber: Data diolah, 2016)
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa kekuatan (strengths) mempunyai total nilai dengan skor 2.05 dengan rata-rata 0.41, sedangkan faktor kelemahan (weakness) mempunyai total nilai skor 1.40 dengan rata- rata 0.28. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kekuatan (strengths) lebih tinggi dari kelemahan (weakness)
pada faktor internal usaha mikro, kecil dan menengah kerupuk kemplang Rizky dalam menggunakan pemasaran secara online.
Seperti halnya pada IFAS, maka pada faktor-faktor strategis eksternal EFAS juga dilakukan identifikasi . Dari hasil identifikasi dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 2. Matriks Faktor Eksternal (EFAS)
No Faktor Eksternal Rating Bobot Rating
Score I. Peluang (Opportunities)
1. Pemasaran secara online sangat menguntungkan jika produk yang dimiliki pantas untuk dijual serta dapat dikirim melalui jasa pengiriman.
3 0.25 0.75
2. Menjalankan pemasaran secara online membutuhkan koneksi internet, perangkat computer serta mudah melakukan semua kegiatan pemasaran dan transaksi penjualan dengan mudah.
4 0.20 0.80
3. Beriklan di situs online dan melalui penyedia iklan online lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan iklan secara offline.
3 0.15 0.45
4. Produk kerupuk kemplang Rizky dengan segmentasi pasar yang jelas pada pemasaran online sangat memudahkan untuk menentukan target pasar.
4 0.10 0.40
5. Menjual produk kerupuk kemplang Rizky secara online dapat memanfaatkan supplier pertama untuk menampung barang sebelum adanya pesanan, sehingga tidak perlu melakukan pemindahan barang setiap saat.
4 0.05 0.20
II. Ancaman (Threats)
1. Adanya produk pada usaha yang sama dalam pemasaran secara online dapat meningkatkan kecenderungan pelanggan untuk beralih.
3 0.05 0.15
2. Menguntungkan pasar usaha pemasaran secara online mengakibatkan banyak pendatang baru yang pada kahirnya akan mengurangi profitabilitas.
3 0.10 0.30
3. Daya tawar konsumen juga digambarkan sebagai pasar output, akan mempengaruhi kepekaan pelanggan terhadap perubahan harga.
3 0.10 0.30
Jumlah 1.00 3.35
(Sumber: Pengolahan Data Primer, 2016)
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa peluang (opportunities) mempunyai total nilai skor 2.60 dengan rata-rata 0.52, sedangkan faktor ancaman (threats) mempunyai total nilai skor 0.75 dengan rata-rata 0.25. Dengan demikian dapat diketahui bahwa peluang (opportunities) lebih tinggi dari ancaman (threats) pada faktor eksternal usaha kerupuk kemplang Rizky secara online.
Dengan diketahui nilai kekuatan (strengths) diatas nilai kelemahan (weakness) dimana terdapat selisih nilai sebesar (+) 0.13. Demikian juga diketahui bahwa nilai peluang (opportunities) berada diatas nilai ancaman (threats) dan memiliki selisih nilai sebesar (+) 0.27. Dari hasil identifikasi faktor-faktor tersebut maka dapat digambarkan dalam Diagram SWOT yang dapat dilihat pada gambar 3 berikut.
Opportunities
Strengths
Threats Weakness
+ 0.41 - 0.28
+ 0.52
- 0.25 II I
III IV
+ 0.13 + 0.27
(Sumber: Pengolahan Data Primer, 2016)
Gambar 3. Diagram Cartesius Analisis SWOT
Dari nilai total masing-masing faktor selain digambarkan dalam diagram SWOT juga digambarkan dalam rumusan matrik SWOT, dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3. Rumusan Kombinasi Strategi Matrik SWOT IFAS
EFAS Strengths (S) Weakness (W)
Opportunities (O) Strategi SO
= 0.41 + 0.52
= 0.93
Strategi WO
= 0.28 + 0.52
= 0.80 Threats (T) Strategi ST
= 0.41 + 0.25
= 0.66
Strategi WT
= 0.28 + 0.25
= 0.53 (Sumber: Pengolahan Data Primer, 2016)
Dari analisis matrik IFAS dan EFAS pada Tabel 1. dan 2 maka dapat disusun matrik SWOT. Matrik SWOT ini disusun untuk menganalisis rumusan alternatif strategi kekuatan untuk memanfaatkan peluang (SO), strategi memanfaatkan peluang untuk mengurangi kelemahan (WO), strategi menghadapi ancaman dengan memanfaatkan kekuatan (ST) dan strategi mengurangi kelemahan dengan memanfaatkan kekuatan (WT).
Tabel 4.3. Matriks SWOT
Faktor Internal Kekuatan (S) Kelemahan (W)
1 Pemasaran kerupuk kemplang Rizky secara online akan memberikan akses yang luas pada pelanggan potensial.
1 Banyak para pelanggan yang menggunakan media secara online hanya untuk memperoleh informasi mengenai produk dan mereka lebih memilih untuk membelinya secar offline.
Faktor Eksternal
2 Internet merupakan media yang dapat melintasi batas-batas geografis serta nasional, dengan menempatkan iklan secara online seluruh masyarakat dapat melihat iklan tersebut.
2 Biaya awal yang dibutuhkan untuk membuat sebuah situs dalam usaha secara onlinecukupi tinggi.
3 Internet memungkinkan
pemasaran produk kerupuk kemplang Rizky untuk selalu terhubung dengan pelanggan secara online.
3 Pemasaran online sangat
bergantung pada teknoligi sehingga sangat rentan terhadap kesalahan teknis.
4 Pemasaran secara online
memungkinkan untuk
mendapatkan umpan balik instan dari para pelanggan.
4 Pemasaran secara online rentan terhadap kegiatan penipuan.
5 Pemasaran secara online akan membantu meningkatkan penjualan dan keuntungan.
5 Pemasaran secara online tidak mempunyai sentuhan manusia secara langsung saat pelanggan membeli produk.
Peluang (O) Strategi SO Strategi WO
1 Pemasaran secara online sangat menguntungkan karena produk dapat dikirim melalui jasa pengiriman.
S1- S2 O1-O4
Penjualan kerupuk kemplang Rizky ditingkatkan melalui pemasaran secara online, karena mudah diakses oleh kalangan masyarakat luas.
W1-W2 O1-O3-
O4
Diberikan petunjuk untuk melakukan transaksi secara online kepada pelanggan.
2 Menjalankan pemasaran secara online
menggunakan internet, perangkat komputer sehingga mudah melakukan semua kegiatan pemasaran dan transaksi penjualan
S3-S4 O2-O3-
O4
Menggunakan media online dalam memasarkan produk dengan kualitas yang terjamin, sehingga para konsumen dapat menjadi pelanggan tetap.
W3-W4- W5 O2-O3-
O4
Menyediakan perangkat lunak (software) untuk menjaga website yang telah dibuat, serta memberikan ciri khusus dan kode bagi konsumen yang ingin melakukan transaksi.
3 Beriklan di situs online dan melalui penyedia iklan online lebih murah jika dibandingkan dengan
menggunakan iklan secara offline.
4 Produk kerupuk kemplang Rizky memiliki
segmentasi yang
jelas pada
pemasaran online jelas sehingga memudahkan untuk menetapkan target pasar.
5 Menjual produk kerupuk kemplang Rizky secara online dapat memanfaatkan supplier pertama untuk menampung barang sebelum adanya pesanan, sehingga tidak perlu melakukan pemindahan barang setiap saat.
Ancaman (T) Strategi ST Strategi WT
1 Keberadaan produk diluar bidang batas
produk umum
meningkatkan kecenderungan pelanggan untuk
beralih ke
alternatif.
S1-S2 T1-T3
Daftarkan para pelanggan tetap pada situs lain dengan berbagai komentar, sehingga dapat dijadikan daya tarik pada calon konsumen untuk melakukan transaksi.
W1-W2 T1-T2
Memberikan informasi yang lengkap mengenai produk, tempat usaha, izin usaha, dan hak paten usaha untuk meyakinkan calon konsumen.
2 Menguntungkan pasar
mengakibatkan banyak pendatang baru yang pada kahirnya akan mengurangi profitabilitas.
3 Daya tawar
konsumen juga digambarkan sebagai pasar output,
kemampuan pelanggan untuk menempatkan perusahaan
dibawah tekanan,
juga akan
mempengaruhi kepekaan
pelanggan terhadap perubahan harga.
4.
SIMPULANKesimpulan yang dapat diambil dari studi strategi pemasaran pada kerupuk kemplang Rizky secara online adalah sebagai berikut:
1. Strategi SO; penjualan kerupuk kemplang Rizky ditingkatkan melalui pemasaran secara online, karena mudah diakses oleh kalangan masyarakat luas; dan dengan menggunakan media online dalam memasarkan kualitas produk terjamin, sehingga para konsumen potensial dapat menjadi pelanggan tetap.
2. Strategi WO; memberikan petunjuk untuk melakukan transaksi secara online kepada pelanggan; dan menyediakan perangkat lunak (software) untuk menjaga website yang telah dibuat, serta memberikan ciri khusus dan kode bagi konsumen yang ingin melakukan transaksi.
3. Strategi ST; mendaftarkan para pelanggan tetap pada situs lain dengan berbagai komentar, sehingga dapat dijadikan daya tarik pada calon konsumen untuk melakukan transaksi.
4. Strategi WT; memberikan informasi yang lengkap mengenai produk, tempat usaha, izin usaha, dan hak paten untuk meyakinkan konsumen.
DAFTAR PUSTAKA
Amir, M. Taufiq. 2011. Manajemen Strategik Konsep dan Aplikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Anggraeni, Andian Ari. 2008. Strategi Pemasaran Online Menggunakan Search Engine. Jurnal Pendidikan Akuntansi Vol. VI. No. 2 – Tahun 2008 Hal. 60 – 69, Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Assauri, Sofjan. 2014. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada Hadi, Amirul. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Halim, Abdul. dkk. 2009. Sistem Pengendalian Manajemen. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Nisak, Zuhrotun. 2013. Analisis SWOT untuk Menentukan Strategi Kompetitif. Jurnal EMBA 619 Vol.1 No.3.
Universitas Sam Ratulangi Manado..
Rangkuti, Freddy. 2010. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT Gramedia.
Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran. Bandung: Andi.