• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSEPSI MASYARAKAT DAN MAHASISWA TERHADAP DAMPAK PEMBANGUNAN GEDUNG PERKULIAHAN FAKULTAS EKONOMI DI LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG: STUDI KASUS PADA MASYARAKAT SEKITAR DAN MAHASISWA AKTI

N/A
N/A
ilham indrajatmoko

Academic year: 2023

Membagikan "PERSEPSI MASYARAKAT DAN MAHASISWA TERHADAP DAMPAK PEMBANGUNAN GEDUNG PERKULIAHAN FAKULTAS EKONOMI DI LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG: STUDI KASUS PADA MASYARAKAT SEKITAR DAN MAHASISWA AKTI "

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

PERSEPSI MASYARAKAT DAN MAHASISWA TERHADAP DAMPAK PEMBANGUNAN GEDUNG

PERKULIAHAN FAKULTAS EKONOMI DI LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG: STUDI KASUS PADA MASYARAKAT

SEKITAR DAN MAHASISWA AKTIF

SKRIPSI

diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana

Oleh NIM.5101419030

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2023

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI...i

DAFTAR GAMBAR...iii

DAFTAR TABLE...iv

BAB I PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Identifikasi Masalah...3

1.3 Batasan Masalah...3

1.4 Tujuan Penelitian...4

1.5 Manfaat Penelitian...5

BAB II KAJIAN PUSTAKA...8

2.1 Landasan Teori...8

2.1.1 Presepsi Dalam Konteks Pembangunan...14

2.1.2 Pengaruh Sosial Dalam Penilaian Dampak Pembangunan...14

2.2 Penelitian Yang Relevan...15

2.3 Kerangka Berfikir...16

2.4 Hipotesis Penelitian...18

BAB III METODOLOGI PENELITIAN...19

3.1 Desain Penelitian...19

3.2 Fokus Penelitian...19

(3)

3.3 Variabel Penelitian...19

3.3.1 Variabel Independen...19

3.3.2 Variabel Dependennya...20

3.3.3 Variabel Kontrol...20

3.4 Populasi Dan Sample Penelitian...20

3.5 Instrumen Penelitian...20

3.6 Prosedur Pengumpulan data...21

3.7 Analisis Data...21

3.8 Etika Penelitian...21

DAFTAR PUSTAKA...22

(4)

DAFTAR GAMBAR

(5)

DAFTAR TABLE

(6)

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

Pembangunan gedung perkuliahan di lingkungan universitas merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, terus mengembangkan infrastruktur akademiknya guna mendukung kegiatan pembelajaran, riset, dan pengabdian masyarakat

Universitas Negeri Semarang (UNNES) telah melakukan pembangunan 3 gedung baru Fakultas Ekonomi (FE) yang merupakan salah satu dari 13 proyek gedung yang dibiayai oleh Islamic Development Bank (IDB) dengan luas area 7.762 m2 gedung tersebut masing-masing terdiri atas tiga lantai yang terkoneksi dengan jembatan penghubung antar gedung

Pembangunan gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi di lingkungan Kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES) merupakan salah satu upaya pengembangan infrastruktur pendidikan yang dilakukan oleh universitas tersebut.

Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas pembelajaran bagi mahasiswa.

Namun, dalam pelaksanaannya, pembangunan gedung perkuliahan tidak hanya berdampak pada lingkungan fisik kampus, tetapi juga dapat mempengaruhi persepsi masyarakat sekitar dan mahasiswa aktif terhadap perubahan yang terjadi.

Persepsi ini mencakup pandangan, penilaian, pemahaman, serta sikap individu terhadap dampak positif maupun negatif dari pembangunan tersebut.

(7)

Persepsi warga sekitar terhadap pembangunan gedung perkuliahan sangat penting untuk dipahami, karena dapat mempengaruhi hubungan antara universitas dan masyarakat lokal. Dalam konteks ini, persepsi mencakup pandangan, penilaian, dan sikap warga terhadap perubahan fisik, sosial, dan ekonomi yang terjadi akibat pembangunan. Warga sekitar UNNES, yang merupakan pemangku kepentingan terdekat, memiliki pengalaman dan pandangan unik tentang dampak pembangunan ini, sehingga penting untuk menggali persepsi mereka untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan harmonis. Persepsi masyarakat sekitar kampus memiliki peranan penting karena mereka adalah bagian dari komunitas lokal yang akan merasakan dampak langsung dari adanya pembangunan gedung perkuliahan baru. Mereka dapat mengalami perubahan dalam aspek sosial ekonomi seperti lalu lintas, pola hidup sehari-hari, dan interaksi dengan mahasiswa serta aktivitas akademik lainnya di area kampus.

Sementara itu, persepsi mahasiswa aktif sangat relevan sebagai pihak yang secara langsung terlibat dalam proses belajar-mengajar di fakultas ekonomi.

Dalam hal ini, mereka menjadi saksi langsung atas kemudahan akses ke fasilitas kuliah baru dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi pengalaman belajar mereka.

Oleh karena itu diperlukan sebuah studi kasus yang menggali lebih dalam tentang persepsi masyarakat sekitar dan mahasiswa aktif terkait dampak dari pembangunan gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi di lingkungan Kampus UNNES. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana pembangunan infrastruktur pendidikan

(8)

berdampak pada stakeholder utama universitas, yaitu masyarakat sekitar dan mahasiswa aktif.

Melalui penelitian ini, diharapkan akan diperoleh wawasan baru tentang pandangan, penilaian, serta sikap masyarakat sekitar dan mahasiswa aktif terhadap perubahan akibat adanya pembangunan gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi.

Hasil penelitian tersebut juga akan menjadi acuan penting bagi pihak universitas dalam merencanakan pengembangan infrastruktur pendidikan yang lebih responsif dengan kebutuhan stakeholders-nya.

Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, maka dilakukanlah studi kasus untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat sekitar dan mahasiswa aktif mengenai dampak dari pembangunan gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi di lingkungan Kampus Universitas Negeri Semarang dalam bentuk skripsi yang berjudul “Persepsi Masyarakat Dan Mahasiswa Terhadap Dampak Pembangunan Gedung Perkuliahan Fakultas Ekonomi Di Lingkungan Kampus Universitas Negeri Semarang: Studi Kasus Pada Masyarakat Sekitar Dan Mahasiswa Aktif”

I.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Bagaimana persepsi masyarakat sekitar terhadap dampak dari pembangunan gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi di lingkungan Kampus UNNES?

(9)

b. Bagaimana persepsi mahasiswa aktif terhadap dampak dari pembangunan gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi di lingkungan Kampus UNNES?

c. Apakah terdapat perbedaan persepsi antara masyarakat sekitar dan mahasiswa aktif mengenai dampak dari pembangunan gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi di lingkungan Kampus UNNES?

I.3 Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan oleh peneliti diatas, maka dapat diambil pembatasan masalah pada persepsi warga sekitar terhadap pembangunan gedung perkuliahan di lingkungan universitas negeri semarang agar pertumbuhan masalah tidak meluas, antara lain:

a. Batas Geografis dan Sosial: Penelitian ini akan berfokus pada persepsi warga sekitar di wilayah geografis tertentu yang berdekatan dengan kampus UNNES. Sampel penelitian akan mencakup warga dalam radius tertentu dari kampus untuk memastikan representasi yang mencerminkan variasi sosial dan demografis masyarakat sekitar.

b. Aspek Dampak Utama: Penelitian akan mengeksplorasi pandangan warga sekitar mengenai dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi dari pembangunan gedung perkuliahan di lingkungan UNNES. Dampak sosial mencakup isu-isu seperti hubungan antara universitas dan masyarakat, partisipasi warga dalam proses pembangunan, dan perubahan sosial di komunitas sekitar. Dampak lingkungan berkaitan dengan perubahan tata guna lahan, akses terhadap ruang terbuka hijau, dan dampak lingkungan fisik. Dampak ekonomi meliputi perubahan dalam aktivitas ekonomi dan peluang pekerjaan bagi warga.

(10)

c. Pandangan Terhadap Proses Pembangunan: Penelitian ini akan memfokuskan pada persepsi warga sekitar terhadap proses pembangunan gedung perkuliahan, termasuk keterlibatan mereka dalam tahap perencanaan, konsultasi, dan pengambilan keputusan. Tujuan dari batasan ini adalah untuk memahami tingkat partisipasi warga dan sejauh mana pandangan mereka dipertimbangkan dalam proses pembangunan.

I.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui persepsi masyarakat sekitar terhadap dampak dari pembangunan gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi di lingkungan Kampus UNNES.

b. Untuk mengetahui persepsi mahasiswa aktif terhadap dampak dari pembangunan gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi di lingkungan Kampus UNNES.

c. Untuk membandingkan persepsi antara masyarakat sekitar dan mahasiswa aktif mengenai dampak dari pembangunan gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi di lingkungan Kampus UNNES.

Dengan mencapai tujuan-tujuan tersebut, penelitian ini diharapkan akan memberikan wawasan yang berharga bagi pihak universitas, pemerintah daerah, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan gedung perkuliahan yang berdampak positif dan berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar UNNES.

(11)

I.5 Manfaat Penelitian

Dari uraian diatas, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang positif untuk pihak-pihak yang membutuhkan. Adapun bebarapa manfaat yang diambil dari penelitian ini:

a. Memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pandangan, penilaian, serta sikap masyarakat sekitar dan mahasiswa aktif terhadap pembangunan gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi.

b. Menyediakan informasi bagi pihak universitas dalam merencanakan kegiatan pengembangan infrastruktur pendidikan yang lebih responsif dengan kebutuhan stakeholder.

c. Sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk melakukan penelitian serupa.

Manfaat diatas dapat dijabar kembali dalam 2 bentuk manfaat yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis sebagai berikut :

a. Manfaat Teoritis

1. Kontribusi pada Pengetahuan Akademis: Penelitian ini akan memberikan kontribusi pada pengetahuan akademis terkait persepsi warga sekitar terhadap pembangunan gedung perkuliahan di lingkungan universitas. Temuan dari penelitian ini dapat menjadi tambahan informasi dan data yang relevan bagi literatur ilmiah dan riset terkait partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan dan dampak sosial-lingkungan dari pembangunan infrastruktur perkuliahan.

b. Manfaat Praktis:

(12)

1. Pembangunan Berkelanjutan: Penelitian ini dapat memberikan masukan bagi universitas dan pihak terkait dalam merencanakan pembangunan gedung perkuliahan yang berkelanjutan. Dengan memahami persepsi warga sekitar, keputusan pembangunan dapat lebih memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar dan dampak sosial-lingkungan yang diharapkan.

2. Peningkatan Partisipasi Masyarakat: Penelitian ini dapat mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Dengan memahami persepsi dan kebutuhan warga sekitar, universitas dapat lebih aktif melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan terkait pembangunan, sehingga meningkatkan rasa memiliki dan dukungan dari warga sekitar.

3. Pengelolaan Dampak Lingkungan: Temuan penelitian ini dapat membantu dalam pengelolaan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh pembangunan gedung perkuliahan. Dengan memahami pandangan warga sekitar, universitas dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak negatif dan memperkuat dampak positif pada lingkungan sekitar.

4. Peningkatan Hubungan antara Universitas dan Masyarakat: Dengan memperhatikan persepsi dan aspirasi masyarakat sekitar, penelitian ini dapat membantu meningkatkan hubungan antara universitas dan masyarakat lokal.

Universitas dapat menjadi mitra yang lebih responsif dan responsibel terhadap kebutuhan dan harapan warga sekitar, sehingga menciptakan iklim kerjasama yang lebih harmonis dan saling menguntungkan.

5. Perencanaan Strategis Institusi: Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi perencanaan strategis universitas dalam menghadapi isu-isu pembangunan dan

(13)

hubungan dengan masyarakat sekitar. Dengan mempertimbangkan persepsi dan pandangan warga, universitas dapat menyusun rencana yang lebih inklusif dan berorientasi pada keberlanjutan.

Secara keseluruhan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta membantu dalam meningkatkan kualitas pembangunan dan hubungan antara Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan masyarakat sekitar.

(14)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA II.1 Landasan Teori

Dalam landasan teori ini, akan diuraikan konsep-konsep yang mendukung pemahaman mengenai persepsi masyarakat dan mahasiswa terhadap dampak pembangunan gedung perkuliahan.

II.1.1 Pengertian Bangunan dan Pembangunan Gedung Negara

(Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45/PRT/M/2007) Bangunan Gedung Negara adalah bangunan gedung untuk keperluan dinas yang menjadi/

akan menjadi kekayaan milik Negara seperti : gedung kantor, gedung sekolah, gedung rumah sakit, gudang, dan rumah negara, dan diadakan dengan sumber pembiayaan yang berasal dari dana APBN, dan/atau perolehan lainnya yang sah.

Pembangunan adalah kegiatan mendirikan bangunan gedung yang diselenggarakan melalui tahap perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi dan pengawasan konstruksi/ manajemen konstruksi (MK), baik merupakan pembangunan baru perbaikan sebagian atau seluruhnya, maupun perluasan bangunan gedung yang sudah ada, dan/ atau lanjutan pembangunan bangunan gedung yang belum selesai, dan/atau perawatan (rehabilitasi, renovasi, restorasi).

II.1.2 Dampak Pembangunan Gedung

Telah dijelaskan, pembangunan sangat berpengaruh bagi lingkungan dan menimbulkan sejumlah dampak. Dampak tersebut bisa berdampak positif atau pun negatif. Berikut ini ditampilkan beberapa dampak pembangunan terhadap lingkungan yang wajib diketahui:

(15)

a. Dampak Positif

Dampak-dampak positif pembangunan bagi lingkungan adalah:

1. Menambah Penghasilan Penduduk Sehingga Dapat Meningkatkan Kemakmuran

Pembangunan sangat dibutuhkan negara berkembang untuk kemakmuran penduduknya. Khusus di Indonesia, salah satu upaya Indonesia menjadi negara maju adalah meningkatkan pembangunan di daerah terpencil atau daerah perbatasan. Bila ini berhasil, maka lapangan kerja di daerah tersebut akan melimpah dan menghasilkan penghasilannya yang tinggi.

Bukan tidak mungkin, bila kemakmuran penduduk kian meningkat. Bila hal itu terjadi, maka tujuan pembangunan untuk taraf hidup penduduk yang lebih baik telah terwujud. Selain itu, pendapatan perkapita penduduk dan negara pun menjadi lebih tinggi. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sukirno (1995:18) yang menyatakan bahwa pembangunan adalah upaya yang dapat membantu meningkatkan pendapatan perkapita penduduknya.

2. Menghasilkan Barang yang dibutuhkan Masyarakat, Khususnya Pembangunan di Sektor Industri

Manfaat sektor industri bukan hanya bagi sektor pertanian, tetapi juga penting bagi masyarakat atau penduduk. Barang-barang seperti pakaian, makanan, kendaraan pribadi dan sebagainya adalah macam-macam kebutuhan manusia yang dapat dihasilkan dari sektor industri., terutama sektor industri barang. Tak hanya sektor industri barang, sektor industri jasa juga dapat memberi manfaat untuk penduduk. Jasa transportasi, jasa

(16)

jasa transportasi dapat memberikan kebutuhan penduduk berupa angkutan umum. Sementara itu, jasa produksi dapat memberikan jasa pergudangan dan bank untuk kebutuhan penduduk. Jasa konsumen dapat memberi jasa berupa pengacara, penjahit, dan sebagainya yang memang ditujukan langsung untuk konsumen atau penduduk.

3. Pembangunan Sektor Industri Dapat Memperbesar Kegunaan Bahan Mentah

Dampak positif ini masih ada kaitannya dengan poin yang ke-2. Bahan mentah adalah bahan baku yang belum mengalami proses pengolahan.

Bahan ini bisa berbentuk bahan tambang (bijih emas, minyak, bijih besi, dll) atau hasil perkebunan dan pertanian seperti padi, jagung, kopi, dan tembakau. Sektor-sektor industri–dalam hal ini pabrik atau perusahaan bisa memanfaatkan bahan-bahan mentah tersebut supaya kegunaannya lebih besar. sebongkah emas, minyak goreng, dan kendaraan bermotor adalah barang-barang yang bisa dihasilkan dari bahan mentah pertambangan. Keripik, beras, tahu dan bubuk kopi adalah barang-barang yang bisa dihasilkan dari barang mentah hasil pertanian dan perkebunan.

4. Mengurangi Ketergantungan Negara Terhadap Luar Negeri

Pembangunan yang menghasilkan sektor lapangan industri yang melimpah membuat lapangan kerja meningkat dan produksi pun melimpah. Barang mentah yang diolah oleh industri bisa menjadi barang-barang yang dibutuhkan masyarakat. Bila jumlah barang ini melimpah, Negara dipastikan mempunyai persediaan kebutuhan yang banyak dan tidak perlu repot-repot mengimpor kebutuhan-kebutuhan masyarakat dari negara lain.

(17)

Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat pun juga tinggi. Bila sebuah negara mengalami hal-hal tersebut, bisa dipastikan bahwa negara tersebut memiliki ciri-ciri negara maju di bidang ekonomi.

5. Pembangunan Dapat Merangsang Masyarakat Untuk Meningkatkan Pengetahuan seputar Dunia Industri

Sektor-sektor industri yang menyebar akan menarik perhatian masyarakat awam untuk tahu lebih dalam. Mereka bisa mempelajari sejarah industri, potensi industri di dalamnya, serta industri apa yang cocok dengan mereka. Perlahan, mereka pun akan tertarik bekerja di industri-industri tersebut. Dengan demikian, sektor-sektor industri tidak perlu repot mempromosikan diri atau mengajak masyarakat untuk bekerja di bawah naungan mereka.

6. Terbukanya Sarana dan Prasarana Baru

Selain kebutuhan masyarakat, pembangunan juga dapat menambah sarana dan prasarana baru di suatu daerah. Mesin-mesin pabrik, kantor, dan traktor adalah beberapa diantaranya. Bila dioptimalkan, sarana dan prasarana tersebut bisa bermanfaat untuk masyarakat.

7. Terbentuknya Jalur Transportasi Baru

Pembangunan tak hanya dalam ranah industri. Ranah transportasi juga perlu diperhatikan dalam proses pembangunan. Dengan adanya jalur transportassi baru, jarak antar wilayah yang jauh bisa semakin dekat. Atau, dua daerah yang terpisah bisa semakin terjangkau. Dengan begitu, biaya perjalanan pun jadi lebih hemat. Pembangunan jembatan Suramadu adalah salah satu contohnya. Pembangunan jembatan ini mampu menghubungkan

(18)

Pulau Jawa (khususnya Surabaya) dan Madura yang terpisah oleh lautan luas.

b. Dampak Negatif

Selain dampak positif, pembangunan juga mempunyai dampak negatif untuk lingkungan. Dampak-dampak tersebut antara lain:

1. Limbah yang Dihasilkan Industri Dapat Menimbulkan Pencemaran Lingkungan

Pengolahan limbah industri yang buruk dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, entah itu pencemaran air, tanah, maupun udara. Akibatnya, warga yang tinggal di lingkungan sekitar akan ikut tercemar dan terserang berbagai macam penyakit. Tak hanya masyarakat, hewan dan tumbuhan pun akan ikut terpapar dampak buruk polusi tersebut. Pembuangan dan pengolahan limbah yang tepat akan mengurangi dampak negatif satu ini.

2. Adanya Polusi Udara

Polusi udara ini ditimbulkan oleh asap pabrik industri. Polusi ini akan menimbulkan pencemaran udara dan berbagai macam penyakit yang diderita manusia. Asma, TBC, dan lain sebagainya adalah penyakit yang diderita masyarakat akibat polusi ini. Hewan-hewan dan tumbuhan yang terkena polusi ini akan mengalami risiko kematian yang cukup tinggi.

3. Menimbulkan Berbagai Macam Penyakit

Pencemaran-pencemaran yang terjadi akibat limbah industri akan menimbulkan sejumlah penyakit. TBC, asma, hingga penyakit kanker adalah penyakit-penyakit yang berpotensi diidap oleh masyarakat akibat pencemaran limbah industri. Tidak jarang penyakit-penyakit tersebut dapat

(19)

menimbulkan kematian bagi penderitanya. Bila tidak ditangani, tingkat kematian masyarakat akan tingggi dan akan mengurangi jumlah tenaga kerja.

4. Rusaknya Alam

Proses pembangunan memerlukan banyak lahan yang dibutuhkan. Tak jarang, lahan-lahan di perhutanan dan perbukitan pun digunakan untuk pembangunan. Akibatnya, alam di sekitar hutan dan perbukitan pun menjadi rusak, serta dapat memantik berbagai bencana alam yang merugikan masyarakat sendiri. Gempa, kebakaran hutan, dan erosi adalah bencana alam yang dapat ditimbulkan oleh kerusakan alam tersebut.

5. Daerah Resapan Air Berkurang

Tidak hanya menimbulkan bencana, pembangunan yang dilakukan di huta dan perbukitan akan mengurangi daerah resapan air. Sebab, keduanya adalah daerah resapan air yang mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Bila daerah ini tandus atau rusak, maka air–dalam hal ini air hujan–tidak akan bisa ditampung dalam jumlah banyak dan akan menimbulkan banjir.

6. Lahan Pertanian akan Berkurang

Tak hanya di hutan atau pun perbukitan, lahan pertanian pun tidak jarang dijadikan obyek pembangunan. Seharusnya, pembangunan mampu membantu sektor pertanian, bukan malah mengurangi lahan pertanian.

Bila lahan pertanian berkurang, maka ketersedian beras pun akan berkurang. Hal ini tentu akan merugikan masyarakat dan negara. Tak hanya itu, para petani pun akan kehilangan pekerjaannya. Bila dipaksakan

(20)

untuk beralih profesi, tentu akan memakan waktu lama. Belum lagi jika ternyata para petani tidak siap atau enggan berganti profesi.

7. Lahan Terbuka Hijau Berubah Menjadi Lahan Tertutup

Lahan terbuka hijau turut menjadi korban pembangunan. Akibatnya, lahan yang mestinya terbuka bagi semua orang kini malah menjadi milik perseorangan. Hal ini tentu akan mengurangi wilayah-wilayah untuk publik dan berpotensi menimbulkan penyalahgunaan lahan terbuka hijau.

Padahal, lahan terbuka sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sebab, lahan tersebut bisa digunakan masyarakat untuk bersosialisasi atau pun rekreasi.

Anak-anak juga diuntungkan dengan adanya lahan terbuka hijau. Sebab, mereka mempunyai tempat terbuka yang cocok untuk bermain.

II.1.3 Presepsi Dalam Konteks Pembangunan

Persepsi merupakan proses subjektif dimana individu atau kelompok memberikan makna kepada suatu stimulus berdasarkan pengalaman pribadi mereka (Snyder & Decker, 2020). Dalam konteks pembangunan gedung perkuliahan, persepsi masyarakat dan mahasiswa dapat mempengaruhi sikap serta tanggapan mereka terhadap dampak dari pembangunan tersebut.

II.1.4 Pengaruh Sosial Dalam Penilaian Dampak Pembangunan

Teori pengaruh sosial seperti Teori Norma Sosial oleh Cialdini et al. (1990) menjelaskan bahwa persepsi individu bisa dipengaruhi oleh norma-norma sosial dalam masyarakat atau kelompok tertentu. Penilaian dampak pembangunan gedung perkuliahan bisa dipengaruhi oleh norma-norma sosial yang ada di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.

(21)

II.2 Penelitian Yang Relevan

Terdapat beberapa penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik penelitian ini dan memberikan wawasan mengenai persepsi masyarakat dan mahasiswa terhadap dampak pembangunan gedung perkuliahan, diantaranya :

1. Studi oleh Johnson, M. (2018)

Penelitian oleh Johnson (2018) berjudul "Perceptions of Community Impacts from University Building Construction Projects"

menyajikan hasil studi tentang bagaimana persepsi komunitas terhadap dampak dari proyek konstruksi bangunan universitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kebisingan, kemacetan lalu lintas, dan perubahan visual dapat mempengaruhi persepsi positif atau negatif dari masyarakat sekitar.

2. Penelitian oleh Smith et al.(2020)

Dalam artikel berjudul "Exploring Student Perceptions towards Campus Development: A Case Study on a University Expansion Project", Smith et al. (2020) melakukan penelitian untuk melihat persepsi mahasiswa terhadap pembangunan kampus dan dampaknya terhadap pengalaman belajar mereka. Penulis menemukan bahwa persepsi mahasiswa dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti fasilitas baru, aksesibilitas, dan kenyamanan lingkungan.

3. Penelitian oleh Johnson (2019)

Dalam penelitiannya bertajuk "The Impact of University Campus

(22)

melakukan studi kasus tentang dampak perluasan kampus universitas pada komunitas sekitarnya. Hasil penelitian tersebut memberikan wawasan tentang bagaimana perluasan kampus dapat mempengaruhi pola hidup dan persepsi masyarakat sekitar.

4. Penelitian oleh Brown, S.K. (2018)

Dalam artikel berjudul "Student Perceptions of Classroom Facilities: Implications for Learning and Teaching", Brown (2018) mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap fasilitas kuliah dan dampaknya terhadap proses pembelajaran. Penulis menemukan bahwa fasilitas yang baik dapat meningkatkan motivasi belajar dan pengalaman akademik mahasiswa.

5. Penelitian oleh Anderson, L., Smith, M., & Johnson, T.R.(2020)

Studi oleh Anderson et al. (2020) dengan judul "The Influence of Infrastructure Development on Social Interaction in Local Communities"

menyajikan penelitian mengenai pengaruh pembangunan infrastruktur terhadap interaksi sosial di komunitas lokal. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman tentang bagaimana perubahan fisik lingkungan dapat mempengaruhi dinamika sosial antara masyarakat setempat.

II.3 Kerangka Berfikir

Berdasarkan tinjauan pustaka yang telah dilakukan, kerangka berfikir penelitian ini adalah sebagai berikut:

(23)

Keterangan :

X1 = Persepsi Mahasiswa Aktif UNNES

X2 = Persepsi Masyarakat Di sekitar Kampus UNNES

Y = Dampak Pembangunan Gedung Perkuliahan Fakultas Ekonomi di

Lingkungan Kampus Universitas Negeri Semarang

= Persepsi Masyarakat dan Mahasiswa terhadap Dampak Pembangunan Gedung Perkuliahan Fakultas Ekonomi di Lingkungan Kampus Universitas Negeri Semarang

Kerangka berpikir ini mengindikasikan bahwa persepsi masyarakat dan mahasiswa terhadap dampak pembangunan gedung perkuliahan dipengaruhi oleh

(X1)

Persepsi masyarakat di sekitar kampus UNNES

(Y)

Dampak Pembangunan Gedung Perkuliahan Fakultas Ekonomi di Lingkungan Kampus Universitas Negeri Semarang

(X2)

Persepsi Mahasiswa Aktif UNNES

(24)

faktor-faktor seperti norma sosial, pengaruh sosial dari kelompok sekitar, serta aspek-aspek fisik maupun non-fisik dari proyek konstruksi tersebut.

II.4 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan landasan teori dan penelitian sebelumnya, diajukan hipotesis penelitian sebagai berikut:

H1: Masyarakat sekitar memiliki persepsi positif terhadap dampak pembangunan gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi di Lingkungan Kampus Universitas Negeri Semarang.

H2: Mahasiswa aktif memiliki persepsi yang beragam terhadap dampak pembangunan gedung perkuliahan Fakultas Ekonomi di Lingkungan Kampus Universitas Negeri Semarang.

H3: Norma sosial dan pengaruh sosial dari kelompok sekitar mempengaruhi persepsi masyarakat dan mahasiswa terhadap dampak pembangunan gedung perkuliahan.

(25)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN III.1 Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk memahami persepsi masyarakat sekitar kampus UNNES dan mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi terhadap dampak pembangunan gedung perkuliahan. Data akan dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh responden yang dipilih dengan metode sampel acak sederhana.

III.2 Fokus Penelitian

Fokus penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat sekitar kampus UNNES dan mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi mengenai dampak pembangunan gedung perkuliahan. Tujuan utama adalah memahami bagaimana mereka menyikapi perubahan lingkungan akibat pembangunan tersebut serta mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi persepsi mereka.

III.3 Variabel Penelitian

Menurut Silaen (2018: 69) menjelaskan bahwa “variabel penelitian adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai atau mempunyai nilai yang bervariasi, yakni suatu sifat, karakterististik atau fenomena yang dapat menunjukan sesuatu untuk dapat diamati atau diukur yang nilainya berbeda-beda atu bervariasi.”

(26)

III.3.1 Variabel Independen

a. Pembangunan Gedung Perkuliahan: Tingkat kepuasan terhadap proses pembangunan gedung perkuliahan.

III.3.2 Variabel Dependennya

a. Persepsi Masyarakat Sekitar: Persepsi masyarakat terhadap dampak positif/negatif yang ditimbulkan oleh pembangunan gedung perkuliahan.

b. Persepsi Mahasiswa Aktif Fakultas Ekonomi: Persepsi mahasiswa terhadap dampak positif/negatif yang ditimbulkan oleh pembangunan gedung perkuliahan.

III.3.3 Variabel Kontrol a. Usia responden b. Jenis kelamin

c. Lama tinggal di sekitar kampus UNNES (hanya untuk masyarakat sekitar) III.4 Populasi Dan Sample Penelitian

Populasi dalam penelitian ini meliputi masyarakat sekitar kampus UNNES dan mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi UNNES. Sampel akan dipilih menggunakan metode sampel acak sederhana. Jumlah responden yang ditargetkan adalah 50 responden, dengan pembagian 25 responden dari masyarakat sekitar kampus dan 25 responden dari mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi UNNES.

III.5 Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini, instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Kuesioner telah dikembangkan oleh penulis berdasarkan tujuan penelitian serta literatur terdahulu yang relevan. Validitas konten instrumen

(27)

dievaluasi oleh ahli bidang terkait dan reliabilitasnya diuji menggunakan teknik Cronbach's alpha.

III.6 Prosedur Pengumpulan data

Proses pengumpulan data dilakukan dalam beberapa tahap. Pertama, peneliti menghubungi pihak berwenang di Fakultas Ekonomi UNNES untuk mendapatkan izin akses ke lingkungan kampus dan ijin melakukan penelitian kepada mahasiswa aktif. Selanjutnya, peneliti akan menjadwalkan waktu yang tepat untuk melaksanakan pengisian kuesioner baik dengan masyarakat sekitar kampus maupun mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi UNNES.

III.7 Analisis Data

Data yang dikumpulkan akan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif seperti frekuensi, persentase, mean, dan standar deviasi untuk menjawab pertanyaan penelitian. Selain itu, analisis komparatif antara persepsi masyarakat sekitar kampus dan mahasiswa aktif juga akan dilakukan menggunakan uji beda (misalnya uji t atau Mann-Whitney).

III.8 Etika Penelitian

Penelitian ini akan memperhatikan aspek etika penelitian seperti perlindungan privasi responden dan kerahasiaan data yang terjaga. Sebelum dimulainya proses pengisian kuesioner, peserta akan diberikan informasi secara jelas tentang tujuan penelitian serta hak-hak mereka sebagai responden.

(28)

DAFTAR PUSTAKA

Johnson, M.(2018). Perceptions of Community Impacts from University Building Construction Projects.Journal of Urban Planning and Development, 144(4), 05018010.

Smith, J., Johnson,R., & Williams,L.(2020).Exploring Student Perceptions towards Campus Development: A Case Study on a University Expansion Project.International Journal of Educational Technology, 17(2), 86-101 Johnson, R. (2019). The Impact of University Campus Expansion on Surrounding

Communities: A Case Study. Journal of Community Psychology, 47(2), 256-268.

Brown, S.K. (2018). Student Perceptions of Classroom Facilities: Implications for Learning and Teaching. Journal of College & University Student Housing, 45(1), 20-30.

Anderson, L., Smith, M., & Johnson, T.R.(2020). The Influence of Infrastructure

Development on Social Interaction in Local

Communities.JournalofCommunityDevelopmentandSociology, 45(3), 120-135.

Cialdini, R. B., Reno, R. R., & Kallgren, C. A. (1990). A focus theory of normative conduct: Recycling the concept of norms to reduce littering in public places. Journal of Personality and Social Psychology, 58(6), 1015–1026.

Oliver, R.L. (1980). A cognitive model of the antecedents and consequences of

(29)

Snyder M.L., Decker S.H.(2020) Perceptions and Reactions to Crime and Criminals: An Overview from a Sociological Perspective . In: Bruinsma G., Weisburd D. (eds) Encyclopedia of Criminology and Criminal Justice.

Snyder M.L., Decker S.H.(2020) Perceptions and Reactions to Crime and Criminals: An Overview from a Sociological Perspective . In: Bruinsma G., Weisburd D. (eds) Encyclopedia of Criminology and Criminal Justice.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun hasil penelitian menyatakan bahwa (1) Terdapat persamaan dan perbeda- an persepsi mahasiswa berdasarkan latar belakang orang tua tidak sekolah, orang tua berpendidikan SD,

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “Pengaruh Persepsi Mahasiswa Mengenai Penggunaan

PENGARUH PERSEPSI KONSUMEN PADA IKLAN TELEVISI TERHADAP MINAT BELI PRODUK MIE SEDAAP WHITE CURRY Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Kampus 1 Universitas Sanata Dharma

pendidikannya, responden yang tidak sekolah dan SMA berpersepsi positif terhadap peranan Mahasiswa sedangkan responden dengan latar belakang SD, SMP dan

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut permasalahan yang ingin diteliti adalah, Dampak Sosial Ekonomi dari pembangunan Pakuwon City terhadap Kampung Kejawan Putih

Dalam mengendalikan dampak sosial setelah adanya pembangunan perumahan, dapat dilakukan dengan mengadakan kegiatan-kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat, Sehingga

Dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa Persepsi masyarakat Kelurahan Uwuran Satu Kecamatan Amurang mengenai dampak lingkungan hidup dalam pembangunan belum menunjukan

Dari Enam Variabel Dampak Fly Over Gajah Mada-Juanda terhadap Kondisi Lingkungan, berdasarkan Persepsi Masyarakat variable yang terkena Dampak Fly Over Gajah