• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSETUJUAN PEMBIMBING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PERSETUJUAN PEMBIMBING"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Polsek Kajuara mempunyai peranan yang sangat penting dalam menciptakan dan meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya dalam menanggulangi kenakalan remaja di wilayah hukumnya yaitu di wilayah kecamatan Kajuara. Judul Skripsi : Peran Polisi Sektor Kajuara dalam Mengatasi Kenakalan Remaja di Kecamatan Kajuara Kabupaten Bones.

TINJAUAN PUSTAKA

Hakekat Kenakalan Remaja

Permasalahan sosial kenakalan remaja yang sebenarnya bertentangan dengan hukum dan anti sosial merupakan permasalahan sosial yang menyangkut nilai-nilai kemasyarakatan dan nilai moral. Kenakalan remaja dari dulu hingga sekarang hampir menemukan titik persamaan pada unsur-unsur penyebab kenakalan remaja.

Teori Penyimpangan Sosial

Perilaku buruk (dursila), atau kejahatan/kenakalan anak kecil, yang merupakan gejala penyakit sosial (patologi) pada remaja yang disebabkan oleh bentuk pengabaian sosial, sehingga berkembang perilaku menyimpang. Kuasa budaya dan kekacauan sosial di bandar yang berkembang pesat, dan mengakibatkan banyak tingkah laku delinkuen dalam kalangan kanak-kanak remaja, serta corak jenayah dalam kalangan orang dewasa.

Hakekat Kepolisian

Dalam bukunya Masdar Farid Mas’Udi pasca amandemen kedua UUD pasal 30 tentang pertahanan dan keamanan negara ayat 4 disebutkan bahwa: “Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang memelihara keamanan masyarakat.dan ketertiban mempunyai tugas perlindungan, perlindungan, pelayanan kepada masyarakat dan penegakan hukum". Keberadaan kepolisian sebagai alat negara dalam memelihara keamanan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, merupakan garda terdepan dalam menjamin keamanan masyarakat. kemudahan terciptanya ketertiban umum Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dalam penegakan hukum, serta memberikan perlindungan, pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat untuk memelihara keamanan dalam negeri.

Reformasi di lingkungan POLRI secara bertahap membawa perubahan yang cukup signifikan, fungsi-fungsi yang dikembangkan sudah terlihat implementasinya di masyarakat. Dalam kondisi saat ini, beberapa ancaman sosial bahkan budaya menjadi hal utama yang terjadi di masyarakat saat ini, seperti kekerasan, terorisme dan bencana yang disebabkan oleh ulah manusia. Nilai-nilai keagamaan semakin memudar dalam kehidupan masyarakat, memang masih banyak hal yang perlu diperbaiki, namun komitmen dan gerakan perubahan sudah terlihat di masyarakat.

Salah satu hal yang berpotensi mengganggu Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) adalah permasalahan kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif lainnya yang semuanya mengandung unsur pidana.

Dasar-dasar Kebijakan Polri

Munculnya gejala Westernisasi, yaitu pola hidup yang selalu berorientasi pada budaya Barat tanpa diseleksi terlebih dahulu, seperti meniru model pakaian yang dikenakan orang Barat yang justru bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku, misalnya dari rok mini, pakaian longgar. , pria memakai anting, dan sebagainya. Upaya preventif yang terbaik adalah dengan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat agar lebih memahami hak dan kewajibannya sebagai anggota masyarakat. Wajar saja dalam mengambil keputusan akhir, pihak kepolisian mendasarkan diri pada norma-norma yang berlaku di masyarakat, sehingga keputusan akhir tersebut tetap menjunjung tinggi perlindungan hak asasi manusia.

Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, Pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia senantiasa bertindak berdasarkan norma hukum, memperhatikan norma agama, kesusilaan, kesusilaan, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Asas, Wewenang, dan Pokok-pokok Kebijakan Polri

Profesionalitas Polisi dalam Penegakan Hukum

Saat ini pihak kepolisian sedang berhadapan dengan masyarakat “Post Industrial” tidak hanya terhadap pelaku kejahatan saja, hal ini seharusnya dapat dicegah oleh pihak kepolisian dengan tidak menambah beban korban kejahatan tersebut. Tugas keadilan adalah tugas kepolisian yang erat kaitannya dengan penegakan hukum dan peraturan perundang-undangan, terutama peraturan perundang-undangan yang memuat sanksi pidana. Tugas sosial yaitu kepolisian erat kaitannya dengan upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pencapaian tujuan nasional.

Tugas Bestuurlijk merupakan tugas kepolisian yang lebih berkaitan dengan regulasi dan pekerjaan sosial agar kehidupan bermasyarakat dapat terwujud. Terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat memerlukan penegakan hukum, perlindungan, pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang didukung oleh masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah terwujudnya keamanan dalam negeri yang merupakan syarat mutlak untuk mendukung terwujudnya masyarakat sipil, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Oleh karena itu, dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia harus dibantu dan didukung oleh seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan rasa aman dan tenteram guna mencegah terjadinya kejahatan yang dilakukan oleh anak.

Gambar 1: Bagan Kerangka PikirPeran Polisi
Gambar 1: Bagan Kerangka PikirPeran Polisi

Jenis Penelitian

Lokasi dan Subjek Penelitian

Fokus Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Mengetahui kapan harus mengajukan pertanyaan lanjutan yaitu berupa pertanyaan netral yang diajukan pewawancara untuk memperjelas jawaban responden, untuk melengkapi jawaban responden yang belum lengkap atau untuk mendapatkan jawaban yang relevan dengan pertanyaannya. Periksa kelengkapan hasil wawancara dan catat jawaban apa saja yang diberikan responden atau apapun yang berkaitan dengan penelitian namun tidak dimasukkan dalam kuesioner. Observasi dalam penelitian ini merupakan salah satu metode pengumpulan data untuk menunjang keabsahan data yang diteliti, sehingga hasil penelitian dapat benar-benar memuaskan.

Observasi mengoptimalkan keterampilan peneliti mengenai motif, keyakinan, perhatian, perilaku bawah sadar, kebiasaan, dll; Alasan digunakannya metode dokumentasi dalam penelitian ini adalah karena kegiatan Polsek Kajuara yang sangat aktif dalam menangani perkara pidana dan perkara lainnya tentunya mempunyai banyak dokumen, program kerja dan kegiatan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku, dimana dapat digunakan sebagai format data untuk melengkapi data sebelumnya guna memperoleh data yang lengkap dan obyektif.

Teknik Analisis Data

Menurut saya, Polsek Kajuara mempunyai kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi terhadap permasalahan kenakalan remaja yang muncul di desa ini. Polsek Kajuara juga bisa menyelesaikan segala permasalahan kenakalan remaja tanpa memihak. “Keberadaan Polsek Kajuara di wilayah hukum Kecamatan Kajuara dirasakan sebagai mitra masyarakat dan Polsek Kajuara mempunyai kemampuan yang cukup untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat khususnya permasalahan kenakalan remaja di wilayah Kecamatan Kajuara” .

Polsek Kajuara juga selalu siap dan bertanggung jawab terhadap hal-hal yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama masalah kejahatan remaja.” Menurut saya, Polsek Kajuara mempunyai kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi terhadap masalah kenakalan remaja. Responden juga “setuju” bahwa Polsek Kajuara mampu dan mampu menyelesaikan setiap permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat secara mandiri.

Dengan demikian, semboyan Polri “Polri adalah mitra masyarakat” dapat dikatakan dapat diwujudkan dalam wilayah hukum Polsek Kajuara.

Gambar 2: Analisis data kualitatifPengumpulan
Gambar 2: Analisis data kualitatifPengumpulan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Bone merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang terletak di pintu gerbang pantai timur Sulawesi Selatan yang memiliki garis pantai agak panjang membentang dari utara Tanjung Pallette di Kecamatan Tanete Riattang ke selatan dari Massangkae di Kecamatan Kajuara hingga Sembilan. Pulau di Kabupaten Sinjai terletak di Teluk Bone, sekitar 174 kilometer sebelah timur Kota Makassar. Kecamatan Kajuara merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bone, mempunyai 18 desa dan kelurahan, jumlah dusun 54 dan RT 172 serta mempunyai luas wilayah 124,13 km², jarak dari ibu kota kecamatan ke ibukota kabupaten berjarak ± 75 km. Potensi yang ada di Kecamatan Kajuara banyak sekali potensinya untuk dikembangkan karena setiap desa mempunyai potensi keunggulan.

Meski belum seluruh unsur struktural terpenuhi, namun jumlah anggota yang ada dapat dimaksimalkan dalam menjalankan kerja institusi Polsek Kajuara. Tabel di bawah ini menunjukkan nama-nama personel Polsek Kajuara berdasarkan pangkat dan jabatan. Melihat data yang ada, jumlah penduduk pada usia 16 tahun tidak sebanding dengan jumlah penduduk Kecamatan Kajuara yang berjumlah 31.951 jiwa.

Namun dengan jumlah yang sedikit tersebut, Polsek Kajuara bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat atas segala pengaduan yang masuk ke kantor polisi.

Tabel II
Tabel II

Faktor Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja

Peristiwa-peristiwa yang mengganggu bahkan mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Kajuara sebagaimana dikemukakan oleh BRIGPOL Ismail (Satuan Reserse Kriminal Polsek Kajuara) secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut: . a) Penganiayaan b) Pencurian c) Ancaman d) Penyakit sosial. Untuk mengetahui data trend perkembangan tindak pidana remaja di wilayah hukum Polsek Kajuara yang disajikan oleh BRIGPOL Ismail dari tahun 2011 hingga tahun 2015 dijelaskan secara rinci di bawah ini. Polsek Kajuara mempunyai hubungan yang baik dan komunikatif dengan aparat kecamatan, aparat desa dan tokoh masyarakat.

Polsek Kajuara mempunyai hubungan yang baik dan komunikatif dengan aparat kecamatan, aparat desa dan tokoh masyarakat. Polsek Kajuara mempunyai integritas yang tinggi dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Sejalan dengan misinya menciptakan dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, Polsek Kajuara senantiasa berupaya menjaga situasi kamtibmas yang kondusif terhadap berbagai bentuk ancaman terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya kenakalan remaja.

Bahwa responden menjawab “setuju” bahwa Polsek Kajuara mempunyai tingkat kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi terhadap hal tersebut. Hasil wawancara menunjukkan bahwa Polsek Kajuara menyelesaikan permasalahan secara profesional dengan mengedepankan independensi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kejahatan remaja. Responden pun menjawab “setuju” bahwa Polsek Kajuara mempunyai kemampuan dan pengetahuan dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul di masyarakat.

Tabel IV
Tabel IV

Upaya Polsek Kecamatan Kajuaran Dalam Menanggulangi Kenakalan

Pembahasan

  • Faktor Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja
  • Upaya Polsek Kajuara dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja

Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja di Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone. Secara umum penyebab kenakalan remaja di Kecamatan Kajuara adalah yang pertama, kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya. Kenakalan remaja harus segera ditanggulangi, berbagai pihak khususnya kepolisian turut bertanggung jawab atas permasalahan ini.

Kepolisian yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat diharapkan berperan dalam mengatasi kenakalan remaja. Responden juga “setuju” Polsek Kajuara siap mengantisipasi dan menjaga segala bentuk ancaman terhadap keamanan dan kekacauan sosial. Namun jajaran Polsek Kajuara tetap berkomitmen meningkatkan kesiapan dalam menjaga dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya masalah kenakalan remaja, agar keamanan dan ketertiban masyarakat benar-benar aman, tertib dan terlindungi dari segala bentuk ancaman yang bersifat merusak. dan gangguan.

Dalam bab ini peneliti memaparkan berbagai kesimpulan dari temuan penelitian yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya mengenai “Peran Polisi Sektor Kajuara Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja di Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone” kemudian memberikan saran untuk meningkatkan peran polisi di Kajuara. . Pemolisian sektoral lebih efektif.

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran-saran

Guna menunjang kelancaran dan kecepatan terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat, maka disarankan agar Polsek Kajuara mengusulkan kepada Kapolres Bone untuk memberikan tambahan sepeda motor dinas dan Alkom untuk operasional. Kapolsek Kajuara disarankan untuk lebih meningkatkan kapasitas anggota Polsek khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan pelayanan yang cepat dan ramah tanpa membeda-bedakan golongan masyarakat, serta kepatuhan anggota dalam menjalankan tugas jaga khususnya. pada malam hari. Hal ini sangat penting, karena kerusuhan bisa terjadi kapan saja, sehingga anggota Polsek tidak boleh lengah dan menuruti kondisi yang mereka anggap menguntungkan.

Serta melakukan pendekatan komprehensif kepada masyarakat, khususnya dalam menyelesaikan permasalahan terkait adat istiadat masyarakat setempat. Setelah diperiksa dan diteliti, skripsi ini telah memenuhi persyaratan dan layak untuk diujikan di Jurusan Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Gambar

Gambar 1: Bagan Kerangka PikirPeran Polisi
Gambar 2: Analisis data kualitatifPengumpulan
Tabel II
Tabel III
+2

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyebab terjadinya konflik antar warga di kelurahan Mancani pada umumnya dipicu oleh kenakalan remaja dan

Faktor Internal Penyebab Kenakalan Remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo Kabupaten Pesisir Selatan Faktor internal penyebab kenakalan remaja di Desa Ampuan Kenagarian Lumpo