• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengenalan Inspeksi di Tempat Kerja

N/A
N/A
ella silvana

Academic year: 2024

Membagikan "Pengenalan Inspeksi di Tempat Kerja"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 1

INSPEKSI

KESEHATAN & KESELAMATAN KERJA

by Anas Zaini Z.Iksan

(2)

Sistim Manajemen K3

Peningkatan berkesinambungan

1

2

3 4

5

5 Prinsip Dasar

(3)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 3

Introduction

Inspeksi adalah salah satu alat terbaik dalam mengidentifikasi risiko bahaya.

Permenaker No. 05/ 1996 (Elemen 4.1)

OSHAS 18002 : 1999 (Klausal 4.5.1, butir d. 3:

Dasar Hukum

(4)

BENEFIT

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 4

Identifikasi

• potensial problem

• defisiensi equipment

• kekeliruan dalam tindakan/ pelaksanaan kerja.

• efek perubahan (effect of changes).

• kekurangan dalam tindakan perbaikan (remedial action).

• positive performance dan quality result.

Mendemonstrasikan komitmen manajemen

(5)

Jenis Inspeksi

Informal Inspection

• Dilakukan dengan tingkat kesadaran yang tinggi oleh setiap orang dalam rutinitas aktifitasnya.

• Spontan, terbatas dan tidak sistematis.

• Mendapatkan kondisi/

data sebenarnya/ nyata &

asli.

• Bisa dalam bentuk check-list

Formal Inspection

• Menyeluruh dan

komprehensif

• Jadual dengan jelas &

ada rencana awal

• Bagian dari tanggung jawab line management.

• Dilakukan secara team (kelompok).

• Dimana & apa – need analysis.

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 5

(6)

INSPEKSI K3 SEBELUM MULAI BEKERJA

Kapan ?

Sebelum mulai pekerjaan setiap pagi

Setiap ganti shift

(7)

Check mesin dan peralatan sebelum digunakan bekerja

(8)

Check persiapan alat bantu dalam kondisi darurat

(9)

INSPEKSI K3 PADA SAAT BEKERJA

DILAKUKAN SECARA ACAK PADA PUNCAK PEKERJAAN

KAPAN ?

(10)

INSPEKSI K3 SAAT BEKERJA

1. Penggunaan material dan Alat yang tidak memadai.

2. Tindakan berbahaya.

3. Operator yang tidak qualified

YANG HARUS DIPERHATIKAN :

(11)

INSPEKSI K3 SELESAI

Setiap sore sebelum pek. berakhir.

Setiap akhir penghentian shift

KAPAN ?

(12)

Laporan inspeksi k3 selesai pekerjaan

(13)

INSPEKSI K3 SELESAI

PASTIKAN LOKASI BERSIH DAN AMAN

(14)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 14

Formal Inspeksi

Secara umum formal inspeksi dapat dikatagori sbb:

A. Inspeksi umum K3 (general inspection).

B. Inspeksi kebersihan (Housekeeping) C. Inspeksi kritikal (critical part inspection) D. Inspeksi Preventive maintenance

E. Pre-use equipment inspeksi

(15)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 15

Manfaat - Formal Inspeksi

 Inspector-observant memberikan perhatian penuh dalam inspeksi.

 Inspector-observer mempersiapkan menjadi observant dan perceptive.

 check-list yang ter-struktur menjadi focus.

 Melihat sesuatu diluar penglihatan normal (outside normal eye level).

 Temuan sumber bahaya di klasifikasi, diprioritaskan u tindak lanjut.

 Temuan dan rekomendasi dilaporkan, meningkatkan

hazard awareness, corrective action dan pencegahan

kecelakaan.

(16)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 16

Tahapan - Formal Inspeksi

1. Persiapan (prepare) 2. Pelaksanaan (inspect)

3. Mengembangkan langkah perbaikan

4. Tindak lanjut (follow-up action).

(17)

KAPRO

Oleh Project Manager bersama dgn wakil sub Kon

(18)

INSPEKSI K3 MINGGUAN

Semua pengarahan yang diberikan dan hasil inspeksi harus

dicatat dan diarsipkan.

(19)

KAPRO

MK SUB

Hasil inspeksi ini akan menjadi pokok bahasan dalam rapat mingguan

di proyek.

(20)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 20

Tahapan Formal Inspeksi

1. Persiapan (prepare)

– Mulailah dengan positive attitude.

• Persiapan mental untuk tidak hanya melihat hal yang substandard namun juga harus hal yang benar (right).

– Buat perencanaan inspeksi.

• Ketahui penanggung jawab area.

• Buat peta dan rute inspeksi.

– Tentukan apa yang akan dilihat/ inspeksi

– Pelajari dan pahami apa yang dilihat/diinspeksi.

– Buat daftar verikasi (checklist)

(21)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 21

Tahapan Formal Inspeksi

 Persiapan (preparation)

– Tinjau kembali (review) laporan inspeksi sebelumnya.

• Temukan hal – hal yang belum tuntas akar permasalahannya (basic causes).

• Temukan lokasi atau equipment yang belum diinspeksi.

• Temukan item–item yang terbatas dan masih dapat dikembangkan.

• Temukan dan analisa corrective action yang mungkin tidak tepat atau masih bisa dikembangkan.

• Temukan laporan tentang Critical parts.

(22)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 22

Tahapan Formal Inspeksi

 Persiapan (prepare)…lanjutan

– Petugas

– Persiapkan dan lengkapi peralatan, material dan kebutuhan lainya untuk menunjuang inspeksi.

• Pakaian yang cocok

• Alat pelindung diri

• Senter

• Alat ukur/ meteran

• Kamera

• P3K secukupnya.

(23)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 23

Tahapan Formal Inspeksi

2. Inspeksi (inspect)

– “Key-point” / “Tips” dalam inspeksi:

• Mengacu pada Map dan Check-list.

• Berbicara secara positive.

• Lihat secara detil dan tajam.

• Lakukan tindakan perbaikan sementara.

• Uraikan dan petakan seluruh item temuan dengan jelas.

• Klasifikasikan sumber bahaya.

• Memeriksa dan melaporkan existing item bila dianggap perlu

• Menentukan basic causes dari substandard action dan

condition (gunakan magic word “Why”).

(24)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 24

Tahapan Formal Inspeksi

2.1 Klasifikasi Sumber Bahaya

– Klas ‘A’ (Major)

• Kondisi atau tindakan yang dapat mengakibatkan kecelakaan fatal atau cacat permanen.

– Klas ‘B’ (Serius)

• Kondisi atau tindakan yang dapat mengakibatkan kecelakaan serius atau cacat sementara.

– Klas ‘C’ (Minor)

• Kondisi atau tindakan yang dapat mengakibatkan kecelakaan

minor dan tanpa cacat.

(25)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 25

Tahapan Formal Inspeksi

2.2 Time Frame vs Klasifikasi Resiko

– Klas ‘A’ segera (immediately)

– Klas ‘B’ tidak lebih dari 6 jam

– Klas ‘C’ tidak lebih dari 12 jam

(26)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 26

Tahapan Formal Inspeksi

3. Mengembangkan Langkah Perbaikan

– Tidak sebatas correction tapi juga corrective action.

– Merekomendasikan sesuatu yang sistematis yang dapat mengontrol immediate / basic causes.

• Pontensi dari severity loss (keparahan)

• Kemungkinan timbul kerugian

• Biaya pengontrolan

• Level pengontrolan

• Alternatif pengontrolan

• Justifikasi/ alasan pengontrolan

(27)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 27

Tahapan Formal Inspeksi

4. Tindakan Lanjut (follow-up)

– Sebagai tindakan nyata dari rekomendasi tindakan perbaikan.

– Inspektor harus berinisiatif dalam follow-up action:

• Commendation, memorandum, recourses, verifying, progress

monitoring, final review.

(28)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 28

(29)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 29

Katagori Formal Inspeksi

B. Inspeksi Kebersihan/ Housekeeping

– Tidak terbatas pada kebersihan namun kerapaian juga.

– Bersih: Sebuah tempat untuk sesuatu dan sesuatu berada pada tempatnya selalu.

– Rapi: Sebuah tempat bebas dari sesuatu yang tidak

penting dan sesuatu yang penting berada pada

tempat yang tepat.

(30)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 30

Katagori Formal Inspeksi

C. Inspeksi Kritical (Critical Part Inspection)

– Critical part: komponen dari mesin, equipment,

material, struktur atau lokasi yang lebih vital dari

komponen lainya yang dapat mengakibatkan

kerugian yang besar bila mengalami kegagalan atau

kerusakan.

(31)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 31

Katagori Formal Inspeksi

D. Inspeksi Preventive Maintenance

– Preventive Maintenance bertujuan untuk menjaga performa equipment atau mesin dalam kondisi prima dan jauh dari kegagalan (fails).

– Point pada preventive maintenance:

• Histori kegagalan (failure), kecelakaan/ breakdowns

• Risk Assessment

• Program inspeksi

• Regulatory requirement

• Informasi dan data manufacturer’s

(32)

Lokasi : Semua Area Dept/Area : Construction/Zone 1& 2

Aktivitas : Pekerjaan Struktur Tanggal Pengujian : 25 September 2005

No Kegiatan Bahaya Pengendalian yang Ada Tingkat

Keparahan

Tingkat Kemungkinan

Tingkat Resiko

Resiko Dapat Ditoleransi

Pengendalian yang disyaratkan Tingkat Keparahan

Tingkat Kemungkinan

Tingkat Resiko

Resiko Dapat Ditoleransi

Penanggung Jawab Pekerjaan

( F ) ( S ) ( Rt ) ( Y/N ) ( R ) ( L ) ( Rt ) ( Y/N )

1 Lifting / Pengangkatan Tertimpa, Terjepit a. Setiap Rigger harus dilengkapi dengan alat pelindung diri yang standard ( Helmet, Sepatu safety dan Rompi signal ).

b. Setiap pengangkatan material, lokasi yang dilalui harus aman dari pekerja yang berada disekitarnya.

5 3 15 N a. Setiap Rigger harus dilengkapi dengan alat

pelindung diri yang standard ( Helmet, Sepatu safety dan Rompi signal ).

b. Setiap pengangkatan material, lokasi yang dilalui harus aman dari pekerja yang berada disekitarnya.

c. Setiap pengangkatan material harus selalu dikomandoi oleh rigger yang berpengalaman dan telah mengikuti pelatihan rigging.

d. Untuk pengangkatan material yang berukuran dan bertonase besar harus dilengkapi dengan SIB ( Surat Ijin Bekerja ) serta methode kerja.

3 2 6 Y Rigger,

Koord.

Supervisor

2 Pemasangan Scaffolding Tertimpa, terjatuh dari ketinggian, terjepit

a. Setiap pekerja Scaffolding wajib menggunakan sabuk pengaman dan alat pelindung diri lainnya (Helmet , Sepatu Safety) b. Setiap pemasangan scaffolding harus dilaksanakan oleh pekerja yang

berpengalaman dan telah mengikuti pelatihan Scaffolder.

5 3 15 N a. Setiap pekerja Scaffolding wajib

menggunakan sabuk pengaman dan alat pelindung diri lainnya (Helmet , Sepatu Safety) b. Setiap pemasangan scaffolding harus dilaksanakan oleh pekerja yang

berpengalaman dan telah mengikuti pelatihan Scaffolder.

c. Scaffolding yang telah terpasang harus di chek ulang kembali oleh Safety Dept dan Pekerja Scaffolding tersebut.

d. Scaffolding yang belum selesai dikerjakan dipasang Tagging ( Merah = Belum bisa dipergunakan , Hijau = Bisa dipergunakan ).

e. Lokasi kerja yang sedang dipasang scaffolding harus clear dari pekerja.

3 2 6 Y Scaffolder &

Supervisor Bekisting

IDENTIFIKASI ASPEK K3L, PENGUJIAN RESIKO DAN PENGENDALIAN RESIKO

PROYEK THE CAPITAL RESIDENCE

Edisi/Revisi Tgl. Terbit

0 14-Mar-05

No . Form : K3L - 01

IDENTIFIKASI MASALAH SAFETY

(33)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 33

Katagori Formal Inspeksi

D. Pre-use inspeksi

– Suatu inspeksi yang dilakukan sebelum suatu alat/

equipment digunakan untuk memastikan kelayakan

serta terpenuhinya persyaratan safety yang

diharuskan.

(34)

Sunday, December 25, 2016 Laurensius Lamech 34

(35)

35

- INSIDEN & KECELAKAAN

(Tindakan Pemeriksaan dan Perbaikan) INSIDEN & KECELAKAAN

INSIDEN/NEAR MISS (NM1) INSIDEN/NEAR MISS (NM6) …..

ACCIDENT / KECELAKAAN (Acc.Rprt.8) ACCIDENT / KECELAKAAN (Acc.Rprt.7)

(36)

36

- INSIDEN & KECELAKAAN

(Tindakan Pemeriksaan dan Perbaikan)

INSIDEN & KECELAKAAN (lanjutan)

POTENSI (NM13) POTENSI (NM14) …..

(37)

Manajemen Resiko

Eliminasi Subsitusi Rekayasa

Pengendalian Administrasi Alat Pelindung Diri

Cidera Sakit Proses Properti Lingkungan Frekuensi

Mungkin

Jarang

Sering

Keparahan

Minor

Serius

Fatal

(38)

Perbaikan berlanjut

• Manajemen Resiko

• Perundangan & aturan lain

• Sasaran

• Program Kerja

• Struktur Organisasi & Tanggungjawab

• Kompetensi, Kesadaran dan Pelatihan

• Komunikasi dan Konsultasi

• Dokumentasi

• Pengendalian Dokumen

• Pengendalian Operasi

• Kesiagaan dan Tanggap darurat

• Pemantauan dan Pengukuran

• Penyelidikan insiden, ketidak sesuaian Tindakan perbaikan & Pencegahan

• Pengendalian rekaman

• Audit Internal

Elemen Kunci SMK3 PU/OHSAS 18001:1999/ISO 14001

1

2 3 4 5 6

7 8 9 10 11 12 13

14 15 16

17

Komitmen & kebijakan

Perencanaan

Penerapan Pemantauan &

Koreksi

Tinjauan

Manajemen

(39)

Tindakan tegas harus diberikan jika terdapat tindakan

yang berbahaya ( unsafe act )

(40)

Seorang pekerja memberikan aba-aba pada pengangkatan tiang, pada saat

diangkat tiang meluncur kedepan dan . . ..menumbuknya.

(41)

Seorang mekanik sedang melakukan inspeksi pada mesin truk, tiba-tiba hidrolik kehilangan tekanan dan bak truk jatuh

menimpanya.

(42)

Seorang pekerja sedang mengatur plat baja yang dimuat dalam dumptruck,

ketika bucket menghimpit dan tewas.

(43)

Dua orang mekanik sedang meng install boom pada hydraulic excavator.

Seorang memasukkan besi bar pada pinhole, sedang yang lain tanpa melihat mengangkat boom . Akibatnya besi bar mencelat dan hampir mencederai

pekerja satunya.

(44)

Mekanik mencoba memasang planetary gear pada transmisi,

yang tiba-tiba merosot dan m,enjepit jarinya sampai putus.

(45)

Dismantling alat dozer,koordinasi antara signalman dan operator crane tidak baik. Hal tersebut mengakibatkan kaki

terjepit dan patah.

(46)

Untuk membersihkan silinder hidraulik dari boom escavator, mekanik menggunakan tangga yang bertumpu pada permukaan yang tidak rata

dan sembarangan, dapat berakibat fatal bila terjatuh.

(47)

Saat inspeksi mekanik tidak melihat bahwa yang diinjak adalah matras plastik

yang basah sehingga tergelincir dan jatuh, kepala terbentur bodi mesin.

(48)

Saat membuka selang hidrolik mekanik tidak sadar bahwa selang dalam

kondisi bertekanan sehingga tersemprot oli bertekanan.

(49)

Memperbaiki loader dengan posisi kaki pada lintasan tanpa rambu yang

memadai, sangat berbahaya.

(50)

Sisa cucian yang berupa minyak/ grease dapat menempel pada

sol sepatu pekerja yang dapat menyebabkan tergelincir.

(51)

Untuk memudahkan pekerjaannya pekerja melubangi plywood dengan paku

beton yang ditembakkan dan . . fatal

(52)

12/25/2016 Disampaikan oleh : Anas Zaini Z.Iksan 52

Anas Zaini Z. Iksan Hp. 08129405983 Email :[email protected]

52

Referensi

Dokumen terkait

Inspeksi tempat kerja dimaksudkan untuk mengidentifikasi bahaya yang terdapat ditempat kerja agar supaya kecelakaan akibat kerja maupun penyakit akibat kerja tidak

Penilaian risiko harus terstruktur dan diterapkan sehingga dapat membantu pengusaha untuk : mengidentifikasi setiap bahaya yang diciptakan di tempat kerja dan

Hasil menunjukan bahwa informan mengetahui tentang bahaya di tempat kerja dan pengendalian untuk menghindari bahaya di tempat kerja, informan merasa tidak nyaman

Hasil menunjukan bahwa informan mengetahui tentang bahaya di tempat kerja dan pengendalian untuk menghindari bahaya di tempat kerja, informan merasa tidak nyaman

Setiap perusahaan yang memperkerjakan 100 tenaga kerja atau lebih dan atau yang mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang

Maka perlu dinyatakan bahwa upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3 harus diselenggarakan di semua tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai risiko bahaya kesehatan, mudah

Dokumen ini membahas tentang faktor risiko, gejala klinis, diagnosis, dan pengukuran diabetes

Analisis Potensi Bahaya Penghalusan Material Tahapan Kerja Potensi Bahaya Pengendalian Memindahkan material ke tempat gerinda Tergores dan tertimpa material Menggunakan sarung tangan