Puji syukur kehadirat Allah SWT, Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat, Taufik dan Hidayah sehingga penulis dapat menyusun disertasi yang berjudul “Pesan Etika Islam dalam Film 2015 Yang Di Atas Presiden” dengan bentuk dan isi yang sangat sederhana. . Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Sosial (S.Sos) pada program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Jurusan Dakwah, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, IAIN Bengkulu . Dari fenomena di atas, penulis memutuskan untuk menjadikan film “Who Above the President” tahun 2015 sebagai objek penelitian.
Rumusan Masalah
Untuk melakukan penelitian ini, penulis menganalisa film tahun 2015 yang berada di atas presiden dengan cara menonton film tersebut melalui akun youtube dengan link https://youtu.be/0hAf0gjp4mA. Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas, penulis mengkajinya sebagai bentuk tesis yang berjudul “Pesan Etika Dalam Film 2015 Yang Berada Di Atas Presiden”.
Batasan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
11Saidatina Fitri, »Da'wah Messages in State Film 5 Menara A Content Analysis Study, Faculty of Da'wah and Communication, Islamic State University, Makassar, 2017. 14Febriyanto Dwi Hadi Priyono, »Propagative Messages in the Film Cinta Subuh 2 Maha Cinta ”, Ushuludin Faculty, Adab, in Da'wah, IAIN Bengkulu, 2021. 15 Risriyanti, Sporočila Da'wah v filmu Assalamualaikum Beijing, Semiotična analiza Rolanda Barthesa, Fakulteta za Da'wah, Državni islamski inštitut (IAIN), Purwokerto, 2016.
Pengertian Etika
- Akhlak
- Ikhlas
- Sabar
- Bersyukur
- Jenis-jenis film a. Film cerita Fiksi
- Kategori Film
Film fitur adalah film yang dibuat atau diproduksi berdasarkan cerita yang ditulis dan dilakukan oleh aktor dan aktris. Film tanpa cerita adalah film yang mengambil realita sebagai subjeknya, film tanpa cerita adalah film nyata yang dapat menunjukkan fakta atau realita yang ada, kamera dapat merekam objek yang sedang terjadi saat ini. Film adalah gerak dan gambar yang muncul disebut film, film yang memiliki keterbatasan kemampuan otak dan.
Yang diwujudkan melalui pemikiran-pemikiran yang disampaikan dalam karyanya berupa film yang dapat digolongkan menjadi film sejarah dan film non sejarah. Film feature adalah film yang benar-benar dibuat oleh seorang sutradara dan dijadikan film yang dapat ditayangkan di televisi. Sedangkan film non cerita adalah film yang mengambil kisah nyata atau kisah yang benar-benar dibuat menjadi film dan ditayangkan di televisi.
Newsreel adalah film tentang fakta, peristiwa yang benar-benar terjadi karena sifatnya berita, sehingga film yang disajikan kepada masyarakat harus mengandung nilai berita. Film dokumenter adalah film yang menggambarkan peristiwa nyata, kehidupan seseorang, suatu periode dalam sejarah atau rekaman cara hidup makhluk hidup dalam bentuk ringkasan rekaman fotografi berdasarkan peristiwa nyata dan akurat. Terdiri dari: (a) Mise en scena yang memiliki empat unsur utama: panggung atau latar, tata cahaya, kostum dan tata rias, (b) Sinematografi, (c) montase, yaitu peralihan dari satu gambar (shot) ke gambar lainnya , dan (d) ) Bunyi, yaitu segala sesuatu dalam film yang dapat kita tangkap melalui indra pendengaran.
Dengan layar film yang lebar, memberikan kebebasan kepada penonton untuk melihat adegan-adegan yang tergambar dalam film tersebut.
Konsep Dasar Semiotika
Penjelasan ini mengidentifikasi tanda-tanda yang dibuat oleh orang-orang yang mewakili latar belakang budaya mereka. Penanda adalah tanda yang menunjukkan hubungan alamiah antara tanda dan yang ditandakan, misalnya ada asap berarti ada api. Interpretasi atau penggunaan tanda merupakan suatu konsep dalam benak seseorang untuk mengetahui tanda mana yang merupakan makna tunggal dalam benak seseorang terhadap suatu objek yang disebut sebagai tanda.
Objek adalah tanda yang dirujuknya, baik berupa materi yang ada dalam panca indera maupun yang terkait dengan imajiner dan mental. Penafsir adalah tanda yang ada dalam pikiran seseorang tentang objek yang dirujuk oleh tanda itu. Qualisign adalah tanda yang menjadikan ciri khas suatu tanda, seperti sifat warna merah, yang dimaknai sebagai qualisign karena dapat dipahami sebagai tampilan cinta, larangan, atau sesuatu yang dapat membahayakan.
Sedangkan legisign dapat diartikan sebagai tanda pembuatan tanda yang berarti suatu aturan yang dapat berlaku untuk umum, atau suatu kode. Ikon dapat diartikan sebagai tanda yang sama dengan tampilannya, sehingga tanda tersebut mudah dipahami dan dikenali. Tafsir dalam trikotomi adalah tanda yang terbagi menjadi rheme, dicisign dan argument.
Argumen tersebut dapat diartikan sebagai tanda bahwa penafsir juga memiliki tanda yang bersifat umum (ketiga).
Unit Analisis
Rhema dapat diartikan sebagai lambang yang eksponennya adalah makna yang diberi tanda agar dapat berkembang. Tataran linguistik adalah penanda utama, yang penuh sebagai tanda, yang penuh karena penanda memiliki acuan tetap terhadap maknanya. Sedangkan penanda sekunder, atau pada tataran mitis, tanda yang penuh pada tataran linguistik, meluber menjadi penanda kosong.
Peneliti melakukan penelitian ini dengan cara menonton film tersebut melalui akun youtube dengan link https://youtu.be/0hAf0gjp4mA. Data sekunder merupakan data tertulis dari literatur yang bertujuan untuk memperoleh teori-teori yang relevan dengan penelitian, baik dari karya ilmiah, referensi buku, jurnal ilmiah dan data tertulis lainnya yang berkaitan dengan judul penelitian yaitu pesan etik dalam film Who over the President 2015. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan observasi langsung, yaitu mengamati dan menonton film secara langsung, pada topik yang berkaitan dengan film Who Above the President tahun 2015.
Dokumentasi adalah mencari informasi tentang film dengan screenshot saat menonton film atau variabel berupa buku, surat, majalah, agenda, dan lainnya, baik berupa novel maupun sinopsis dalam film Who's Over the President 2015.
Teknik Analisis Data
Jadwal Penelitian
- Gambaran Umum Film Siapa di atas Presiden
- Alur cerita film siapa diatas presiden
- Profil Produser Film Siapa di Atas Presiden
- Pemain Film Siapa Di Atas Presiden
- Sinopsis Film 2015 Siapa Di Atas Presiden
Sutradara Rahabi Mandra dan Hanung Bramantyo memanfaatkan momentum pemilu 2014 untuk membuat film tentang konspirasi politik yang menjegal capres. Tangkas Duet sutradara Rahabi Mandra dan Hanung Bramantyo ini cekatan mengisahkan konspirasi politik berlatar pemilihan umum 2014. Pada Festival Film Indonesia 2017, ia mendapatkan penghargaan Best Edited bersama Teuku Rifnu Wikana pada Festival Film Indonesia 2017. penulis skenario untuk film Night Bus (2017).
Film ini merupakan film drama yang berlatar belakang pemilihan presiden Indonesia, yang menceritakan tentang seseorang yang terjebak bukan karena kesalahannya, melainkan karena difitnah karena sifat dan kepribadiannya yang baik, sehingga hal itulah yang akhirnya menjeratnya. . dan tidak bisa berkampanye tetapi diwakili oleh anaknya Ricky Bagaskoro. Film ini mendapat banyak perhatian dari penonton karena film ini merupakan film bergenre drama dengan menceritakan keadaan di Indonesia. Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan Rahabi Mandra ini menceritakan drama pertarungan antara tiga calon presiden Indonesia.Meskipun situasi dan latar belakang mirip dengan pemilihan presiden tahun lalu, karakter dan cerita dalam film ini murni fiksi.
Hal inilah yang kemudian mempertemukan dua ujung tombak, Iptu Astri (Atiqah Hasiholan) di sisi baik hati, dan Satria (Rio Dewanto) di sisi antagonis.Dua aktor yang merupakan suami istri di kehidupan nyata juga harus berduel di film ini. Jauh lebih dalam dari itu, film ini mengacu pada sosok “gelap” yang bisa mengontrol bahkan presiden sekalipun. Seorang ahli bela diri dari Thailand didatangkan untuk membuat koreografi aksi dalam film ini terlihat indah.
Donny Damara, Rudy Salam, Donna Harun dan Maudy Ayunda adalah nama-nama yang akan Anda lihat di film ini.
Hasil Penelitian dan Pembahasan Tabel 4.1 Tabel 4.1
Bagas Netologowo adalah politikus yang mengkampanyekan pemberantasan korupsi di Indonesia. Indeks Bagas Netologowo pada debat pertama yang dapat disimpulkan dari apa yang disampaikannya adalah Confidence, yang artinya kita harus percaya bahwa kita bisa menjadi yang terbaik. 3 Penafsiran Bagas Netologowo pada debat pertama yang dapat ditarik kesimpulannya adalah Trust, artinya kita harus yakin.
Bagas Netologowo berkata kepada Krishna Darojatu: jika kita benar-benar ingin memberantas korupsi, ini jalan yang harus ditempuh, siapa lagi yang melakukannya kalau bukan kita. Indeks “cara” yang dimaksud oleh bagas netologowo adalah membebaskannya dari penjara dan dia memilikinya. 3 Tafsir Dari pernyataan Bagas Netologowo dapat kita ambil bahwa keyakinan harus ada pada diri kita agar apa yang kita inginkan sesuai dengan rencana.
Indeks Dari pernyataan Bagas Netologowo, jika kita tidak melakukan kesalahan, jangan takut dan lihatlah dengan sabar agar ujian yang kita terima dapat diselesaikan. 3 Tafsir Tafsir yang bisa diambil dari pernyataan Bagas Netologowo Jangan takut salah, kita berada di jalan kebenaran, maka keadilan akan menemani kita. Bagas netologowo adalah seorang politikus bernama bagas netologowo yang sedang berpidato memenangkan pemilu 2014 dengan memakai peci hitam dan ditemani oleh seorang wanita berbaju putih dan mereka tersenyum bahagia.
3 Tafsir Dari pernyataan bagas netologowo setelah kepolosannya terbukti, dapat kita pahami bahwa kejujuran adalah hal yang sangat penting yang ada dalam diri kita karena.
PENUTUP
Saran
Setelah meneliti film siapa di atas presiden ini, ada saran kepada masyarakat Indonesia agar kita mencintai negeri ini. Azizah, Nur, Perilaku moral dan religiusitas mahasiswa dengan latar belakang pendidikan umum dan agama, (Jurnal: Universitas Gadjah Mada) Vol 33, No 2, 1-16. Messages of Dakwah Film Negeri 5 Menara” (Studi Analisis: Skripsi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Alauddin Makassar, 2017.
Ibrahim subandy Idy, 2011, Budaya populer sebagai komunikasi; Dinamika Popscape dan Mediascape di Indonesia Kontemporer, Yogyakarta: Jalasutra. Kamalia, Iftakhul, “Pesan Moral dalam Film Animasi Nussa dan Rara” di YouTube, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, 2019. Pesan Moral dalam Film (Analisis konten kualitatif pesan moral dalam film sampah)” ( Kajian analitik: Skripsi Fakultas Komunikasi dan Informatika, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2017.
2019, “Nilai-nilai Islam dalam Serial, Analisis Narasi oleh Tyvetan Todorov, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto. Perilaku moral dan religius mahasiswa dengan pendidikan umum dan agama, (Jurnal: Universitas Gadjah Mada). Risriyanti, 2016, “Pesan Dakwah dalam Film Beijing Assalamualaikum, Analisis Semiotika Fakultas Dakwah Roland Barthes Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto.
Riswandi, i Lathifah Istiqomah, "Analysis of the Da'wah Messages of the Film Grief as Deep as Love /" Afhandling fra Fakultetet for Ushuludin, Adab og Da'wah, IAIN Bengkulu, 2019.