• Tidak ada hasil yang ditemukan

(1)ETIKA PESERTA DIDIK MENURUT IMAM NAWAWI DALAM BUKU ADABUL ALIM WAL MUTA’ALLIM DAN RELEVANSINYA DENGAN UNDANG-UNDANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL OLEH NURVIA ALFANDI NIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "(1)ETIKA PESERTA DIDIK MENURUT IMAM NAWAWI DALAM BUKU ADABUL ALIM WAL MUTA’ALLIM DAN RELEVANSINYA DENGAN UNDANG-UNDANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL OLEH NURVIA ALFANDI NIM"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

Dengan izin Allah swt, penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Etika peserta didik menurut Imam Nawawi dalam Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim dan Relevansinya dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional” sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Sarjana Pendidikan (S.Pd.) pada Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Riau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep etika peserta didik menurut Imam Nevevi dengan relevansinya dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Imam Naveviu menjelaskan etika siswa sebelum pembelajaran dimulai dan cara persiapannya.

Peserta Didik

Imam Nawawi

Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003

Fokus Penelitian

Mengetahui etika peserta didik menurut Imam Nawawi dalam kitab Adabul Alim Wal Muta'allim. Untuk mengetahui relevansi etika pelajar menurut Imam Nawawi dalam buku Adabul Alim Wal Muta'allim dan UU Pendidikan Nasional No.

Tesis Sri Wahyuni​​​​Hasibuan (UIN SU, 2019) yaitu “Konsep etika mahasiswa menurut KH Hasyim Asy’ari dalam Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim”. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep etika siswa menurut KH Hasyim Asy’ari dalam kitab Adabul Alim Wal Muta’allim terbagi menjadi empat bagian, yaitu etika kepribadian siswa, etika siswa terhadap guru, etika peserta didik dalam pembelajaran, dan etika peserta didik dalam pembelajaran. Dan strategi yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan konsep etika pada siswa adalah dengan mengintegrasikan nilai-nilai yang terkandung dalam kitab Adabul Alim Wal Muta’allim menurut KH Hasyim Asy’ari ke dalam RPP guru di sekolah. 8.

Wahyu Apri Ramadhan (UIN MMIM, 2018) yaitu “Etika Guru Menurut Imam Nawawi dan Relevansinya dengan UU RI No. 8 Sri Wahyuni​​​​​​​Skripsi: “Konsep etika siswa menurut KH Hasyim Asy'ara dalam kitab Adabul 'Alim Wal Muta'allim" (Medan: UINSU, 2019), hal. Majalah April Liana Citra Immaniar, dkk (USK, 2021) yaitu "Etika peserta didik terhadap guru menurut Imam Asy' ari (kajian teoritis dari kitab Adab al-'Alim wa al-Muta'allim)".

Hasil penelitian ini menurut Imam Asy'ari yang dirumuskan dalam kitab Adab al-'Alim wa al-Muta'allim yaitu: Ada 12 etika yang harus dimiliki siswa terhadap gurunya.10. 10 April Liana Citra Immaniar, Etika Siswa terhadap Guru Menurut Imam Asy'ari (Kajian Teoritis Kitab Adab al-'Alim wa al-Muta'allim), Jurnal Penelitian Humaniora.

Pengertian Etika

Secara umum etika dapat diterjemahkan sebagai suatu disiplin filosofis yang sangat diperlukan dalam interaksi antar manusia dalam memilih dan memutuskan model perilaku yang terbaik berdasarkan skala moral yang berlaku.14 Etika adalah ilmu tentang norma, nilai, dan moral. ajaran, sedangkan akhlak adalah kewajiban manusia.15. Etika merupakan refleksi kritis dan rasional tentang nilai-nilai moral yang menentukan dan terwujud dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara individu maupun kelompok.16 Etika adalah ajaran moral yang siap pakai, sedangkan moral siap pakai. -menggunakan instruksi konkrit tentang bagaimana kita harus hidup. Etika dapat dikatakan sebagai nilai dan norma moral yang menjadi pedoman bagi seseorang atau suatu kelompok.

Pertama, etika dapat diartikan sebagai nilai dan norma moral yang menjadi pedoman bagi individu atau kelompok dalam mengatur perilaku. Kedua, etika merupakan ilmu yang membahas tentang bagaimana berperilaku baik dan buruknya seseorang sesuai dengan adat istiadat yang berlaku di masyarakat. Ketiga, etika dapat dikatakan sebagai seperangkat prinsip atau nilai moral atau yang dapat disebut dengan kode etik.

Objek dan Subjek Etika

Setelah melalui penjelasan di atas, dan membandingkannya dengan pengertian etika yang cukup dekat, maka pengertian etika mempunyai beberapa pengertian yang berbeda-beda. Ketiga, etika dapat dikatakan sebagai seperangkat prinsip atau nilai moral atau yang dapat disebut dengan kode etik. dengan kebutuhan atau minat individu, baik fisik maupun psikis. Hasil keputusan dan pertimbangan yang diambil dan diyakini kebenarannya itulah yang disebut dengan nilai.

Objek dapat berupa sesuatu yang bersifat fisik maupun mental, misalnya objek, sikap, dan perilaku tertentu.

Tujuan Etika

Perbedaan Etika, Moral dan Akhlak

Secara etimologis, pengertian moralitas berarti budi pekerti, watak, dan konstitusi moral.24 Moralitas adalah ajaran yang berbicara tentang baik dan jahat, yang tujuannya adalah wahyu universal dari Tuhan. Menurut Ibnu Maskawaih, akhlak adalah keadaan jiwa seseorang yang mengajaknya melakukan perbuatan tanpa mempertimbangkannya.25 Sedangkan Al Ghazali berpendapat bahwa akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang timbul akibat perbuatan yang mudah tanpa memerlukan pertimbangan batin. .26 Sedangkan jika moralitas dipandang sebagai suatu disiplin ilmu, maka moralitas adalah ilmu yang penting. Dimana tolak ukur moralnya adalah Al-Quran dan Sunnah, etika mempunyai tolak ukur pemikiran atau akal, sedangkan tolak ukur moral adalah norma-norma yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Peserta Didik

Pengertian Peserta Didik

Di sisi lain, dalam literatur akademis, istilah siswa partisipatif umumnya diterapkan pada pendidikan orang dewasa. Dari sudut pandang pedagogi, peserta didik merupakan unsur penting yang mempunyai hak dan kewajiban dalam kerangka sistem pendidikan yang komprehensif dan terpadu. Siswa mempunyai potensi kemanusiaan yang berbeda-beda, seperti: bakat, minat, kebutuhan, sosial, emosional, kemampuan pribadi dan fisik.

33Irfan Setiawan, Pembinaan dan pengembangan peserta didik pada lembaga pendidikan berasrama, (TT: Cerdas Menulis, 2013) hal. Sedangkan jika dilihat dari pendekatan sosial, mahasiswa merupakan anggota masyarakat yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi anggota masyarakat yang lebih baik. Mahasiswa harus dipersiapkan agar pada waktunya mampu menjalankan perannya di dunia kerja dan beradaptasi dengan masyarakat.

Siswa dalam konteks ini berinteraksi satu sama lain, guru dan masyarakat yang berhubungan dengan sekolah. Dari pengertian mengenai pelajar dapat kita simpulkan bahwa pelajar adalah seseorang yang mencari ilmu dan berusaha mengembangkan dirinya ke suatu jenjang pendidikan, baik pada pendidikan formal maupun nonformal.

Tugas dan Kewajiban Peserta Didik

Sebagai anggota masyarakat ia menemukan dirinya berada di dalam keluarga, komunitas sekitar, dan masyarakat luas. Sementara itu, Imam Al Ghazali yang juga dikembangkan oleh Said Hawa meyakini ada seorang santri yang melakukan hal tersebut.

Etika Peserta Didik

Etika siswa merupakan bantuan bagi siswa dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan pedoman dalam pelaksanaan berbagai kegiatan pembelajaran. Islam dengan sempurna memberikan pedoman dasar etika siswa.38 Etika siswa juga merupakan hal yang harus dipenuhi dalam proses pendidikan. Etika siswa harus ditegakkan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses pembelajaran.

Etika yang dirumuskan oleh pakar di atas hendaklah disempurnakan dengan empat akhlak pelajar dalam pembelajaran. Pelajar hendaklah bertujuan untuk menuntut ilmu bagi menghiasi jiwa dengan fitrah keimanan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Pelajar hendaklah gigih menimba ilmu dan bersabar dalam menghadapi cabaran dan dugaan yang datang.

Siswa harus ikhlas dalam mencari ilmu dan menghormati guru atau pendidik, berusahalah mencapai kehendak guru dengan menggunakan beberapa cara yang baik. Siswa harus melakukan usaha yang sungguh-sungguh (jihad) dalam mencari ilmu dan diiringi dengan doa kepada Allah agar berhasil dalam mencari ilmu.41.

Undang-Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003

Jenis Penelitian

Penelitian perpustakaan juga menggunakan sumber daya perpustakaan untuk memperoleh data penelitian 44 Penelitian perpustakaan adalah penelitian yang menggunakan sumber daya perpustakaan dan membatasi kegiatannya pada bahan koleksi perpustakaan tanpa memerlukan penelitian lapangan. Oleh karena itu proses penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif, yaitu data yang diperoleh diuraikan setelah melalui proses analisis atau penafsiran yang mendalam dari kitab Adabul Alim Wal Muta'allim kemudian dicari relevansinya dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20. tahun 2003.

Pendekatan Penelitian

Dengan kata lain, penelitian ini mengkaji tentang konsep etika peserta didik menurut Imam Nawawi yang terdapat dalam kitab Adabul Alim Wal Muta’allim dan relevansinya dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.

Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data

Sumber data

Prihantoro, Lc, L.L.M diterbitkan oleh Diva Press dan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Data sekunder adalah informasi atau data yang diperoleh dari tangan kedua (second hand data). Data pendukung tersebut diperoleh dari buku-buku penelitian terkait yaitu buku, situs internet, jurnal dan literatur yang digunakan dalam menganalisis konsep etika siswa. Informasi dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, esai ilmiah, tesis, disertasi, peraturan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber tertulis lainnya.46.

Teknik Analisis Data

Pertama, pengkodean kata, istilah, dan kalimat yang relevan dengan fokus penelitian dan sering muncul dalam buku Adabul Alim Wal Muta’allim dan UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003. Teknik ini dipilih dengan tujuan untuk menemukan makna dan konsep etika peserta didik yang terdapat dalam kitab Adabul Alim Wal Muta'allim dan UU Sistem Pendidikan Nasional no. Ketiga, menganalisis dan mencari perbedaan serta persamaan makna dan kategori untuk mengetahui makna dan konsep etika peserta didik yang tertuang dalam kitab Adabul Alim Wal Muta'allim dan UU Sistem Pendidikan Nasional no.

Hasil kajian yang telah dilakukan pada bab sebelumnya khususnya etika peserta didik menurut Imam Nawawi dalam kitab Adabul Alim Wal Muta'allim dan relevansinya dengan UU Sistem Pendidikan Nasional, pada bab ini akan dikemukakan poin-poin penting yang menjadi perhatian. dalam penelitian ini, antara lain sebagai berikut. Etika pelajar menurut Imam Nawawi dalam kitab Adabul Alim Wal Muta'allim terbagi menjadi empat. Yaitu etika pribadi siswa, etika siswa terhadap guru, etika siswa dalam belajar, dan etika siswa terhadap sesamanya.

Menurut Imam Nawawi, relevansi etika peserta didik dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional yang pertama Nomor 20 Tahun 2003, baik menurut Imam Nawawi maupun Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, menuntut peserta didik untuk bermoral dan beretika, baik lahir maupun batin. secara pribadi atau sosial. Relevansi etika peserta didik menurut Imam Nawawi dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional kedua Nomor 20 Tahun 2003, baik menurut Imam Nawawi maupun Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 juga ditegaskan.

Saran

Bungin, Burhan, 2007. Analisis isi dan diskusi kelompok terfokus dalam penelitian sosial", dalam Metodologi Penelitian Kualitatif: Pembaruan Metodologis Menuju Varian Kontemporer yang Berbeda, ed. Pendidikan Multikultural Islam: Konsep dan Implementasi Proses Pengajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Nilai Multikultural.

Referensi

Dokumen terkait

Dimensi Drop Panel ➢Lebar Drop Panel - Tebal Drop Panel harus ≥ 25% tebal pelat diluar drop panel - Tebal Drop Panel tidak perlu lebih besar dari ¼ jarak sudut drop panel ke sudut