Terminologi kekayaan berkaitan dengan kekayaan pemegang saham yang juga berkaitan dengan prinsip time value of money. Menurut Weston JF dan EF Brigham (1993), modal kerja dibedakan menjadi dua, yaitu modal kerja dapat dibedakan menjadi dua, yaitu modal kerja bersih dan modal kerja kotor. Semakin panjang siklus operasi perusahaan per periode maka semakin besar pula modal kerja yang dibutuhkan dan sebaliknya.
Rasio merupakan salah satu alat analisis keuangan yang dapat digunakan untuk menilai kinerja suatu perusahaan dari sudut pandang keuangan berdasarkan laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Rasio likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancar yang telah jatuh tempo. Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengubah aset non tunai menjadi aset tunai.
Analisis Du Point banyak digunakan untuk memantau pengelolaan keuangan pada perusahaan yang mempunyai banyak divisi (perusahaan multidivisi). Perusahaan induk dapat mengevaluasi kinerja divisi bawahannya dengan menggunakan sistem nilai uang Du Point Time. Oleh karena itu, konsep nilai waktu uang dikembangkan untuk membantu proses pengambilan keputusan.
Dalam nilai waktu uang atau time value of money untuk membantu proses pengambilan keputusan.
Keuntungan
Sedangkan harga jual per unit (P) adalah Rp 100,00 dan kapasitas produksi maksimal 75.000 unit per tahun, tentukan BEPnya. Jadi dalam hal ini BEP terjadi ketika produksi mencapai 5.000 unit atau penjualan Rp 600.000.000. Artinya dalam hal ini, jika perusahaan perikanan tersebut mampu memproduksi dan menjual lebih dari 5000 unit, dengan tingkat penjualan melebihi Rp 600 juta, maka akan diperoleh keuntungan baru.
BC Ratio
Ct adalah biaya pada tahun t, sedangkan i adalah tingkat bunga dan n adalah lamanya tahun yang dijadikan patokan investasi (t tertinggi). Jika rasio BC lebih dari satu (≥1), maka suatu usaha dikatakan layak.
Internal Rate of Return
Payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk memulihkan biaya investasi (investasi tunai awal). Ada beberapa jenis laporan keuangan, antara lain neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Dalam menyusun laporan keuangan diperlukan beberapa tahapan mulai dari pencatatan transaksi, penyusunan jurnal, penyusunan buku besar atau posting, hingga penarikan kesimpulan berupa laporan keuangan.
Untuk itu pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) melalui pengelolaan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan suatu usaha agar dapat bertahan dan berkembang. Manajemen sumber daya manusia merupakan fungsi manajemen yang berkaitan dengan pengelolaan rekrutmen, penempatan, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Proses pengelolaan SDM meliputi tahapan yang berbeda-beda, yaitu perencanaan SDM, rekrutmen, seleksi, pelatihan dan pengembangan pegawai, evaluasi jabatan, kompensasi jasa hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).
Dalam rekrutmen dan seleksi pada prinsipnya perlu diterapkan filosofi 'the right man in the right place'. Pegawai yang mempunyai bakat besar dan keinginan untuk berprestasi tinggi bila diberikan pekerjaan yang terlalu sederhana dapat menyebabkan pegawai tersebut mengalami demotivasi (berkurangnya motivasi). Di sisi lain, pemimpin tidak bisa mempercayakan terlalu banyak pekerjaan di luar kapasitas karyawannya jika ingin karyawannya bekerja maksimal.
Rekrutmen merupakan proses menjaring beberapa calon potensial yang akan diseleksi bagi pegawai pada posisi tertentu. Hasil dari proses rekrutmen adalah calon, yaitu pengumpulan sejumlah calon atau calon pegawai untuk jabatan calon tertentu. Kemudian proses rekrutmen dilanjutkan dengan proses seleksi, yaitu proses yang dilakukan untuk memilih calon pegawai untuk jabatan pada jabatan tertentu, yang paling memenuhi persyaratan untuk mengisi jabatan tersebut.
Sumber internal
Beberapa perusahaan mempunyai kebijakan promosi internal dari dalam, yaitu mengutamakan pengisian lowongan dengan mengutamakan promosi bagi karyawan internal perusahaan. Promosi adalah kenaikan jabatan, sedangkan rotasi adalah perubahan jabatan setingkat, dan demosi adalah pengurangan jabatan. Cara tertutup dapat digunakan, termasuk meminta manajer untuk menyarankan atau mencalonkan karyawan potensial yang dapat dipromosikan.
Manajer merupakan pihak yang berhak memberikan rekomendasi karena dialah pihak yang mengetahui kinerja karyawan yang berada di bawah pengawasannya. Cara terbuka dilakukan dengan cara posting pekerjaan, dengan cara mengumumkan lowongan jabatan sehingga seluruh pegawai yang memenuhi persyaratan dapat melamar.
Sumber eksternal
Dalam krisis ekonomi, ketika pasokan tenaga kerja terlalu melimpah melebihi ketersediaan lapangan kerja, fenomena walk-in dan write-ins menjadi semakin umum. Di Amerika Serikat, setiap negara bagian memiliki agen tenaga kerja yang disebut kantor pengangguran, yang bertugas mendaftarkan pencari kerja. Lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal, juga berpotensi menjadi pemasok tenaga kerja yang dibutuhkan dunia usaha.
Di Indonesia juga terdapat banyak organisasi buruh yang dapat dijadikan sebagai alternatif penyedia tenaga kerja. Open house dilakukan dengan mengundang calon kandidat untuk mendengar informasi mengenai lowongan yang ditawarkan. Penilaian calon KSAO dapat dilakukan dengan berbagai tes seperti: tes psikologi, wawancara, tes kompetensi, tes kecerdasan dan tes kesehatan.
Analisis kebutuhan pelatihan dapat menggunakan berbagai informasi masukan, antara lain informasi penilaian kinerja karyawan, hasil observasi, data kecelakaan kerja, hasil penyuluhan, hasil tes, wawancara, survei, uraian tugas, atau referensi strategi perusahaan. Dalam menyusun suatu program pelatihan dan pengembangan, ada beberapa hal yang harus dirinci antara lain materi, metode, instruktur, fasilitas yang diperlukan, lokasi, waktu dan anggaran yang diperlukan. Evaluasi keberhasilan program pelatihan dan pengembangan SDM dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain evaluasi peningkatan pengetahuan, evaluasi pelaksanaan, evaluasi dampak perubahan perilaku, dan evaluasi return on investment (ROI).
Penilaian ini dapat dilakukan dengan cara observasi, pengisian angket atau wawancara, baik terhadap peserta, rekan kerja peserta, maupun dengan atasan peserta. Sedangkan penilaian ROI dapat dilakukan dengan membandingkan manfaat dan biaya suatu program pelatihan dan pengembangan. Beberapa manfaat dari program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia antara lain peningkatan produktivitas, berkurangnya kesalahan kerja, berkurangnya pergantian karyawan (employee turnover), berkurangnya waktu pengawasan atau beban kerja, perubahan perilaku, dan lain-lain.
Pelatihan di tempat kerja adalah pelatihan yang berlangsung di tempat kerja dan diintegrasikan ke dalam proses kerja, termasuk pembinaan dan rotasi kerja. Sedangkan off-the-job training adalah pelatihan yang berlangsung di luar tempat kerja dan terpisah dari proses kerja, termasuk ceramah (pengajaran di kelas, seperti di perguruan tinggi atau sekolah), film, studi kasus, latihan berdasarkan pengalaman (penempatan kerja atau aktivitas), vestibular training (simulasi dengan ruang latihan, peralatan yang hampir sama dengan kondisi nyata), role play (permainan), permainan manajemen (misalnya kompetisi bisnis) atau bola basket (peserta diberikan paket file dan data berisi masalah yang harus dipecahkan) . Sedangkan proses penilaian kinerja Japat dilakukan dengan dua cara, yaitu satu arah (oleh manajemen) dan dua arah (partisipatif).
Ada beberapa penyebab mengapa pegawai tidak berkinerja maksimal, antara lain: keterampilan yang kurang, kurang bekerja keras, masalah eksternal, dan masalah pribadi. Dalam prakteknya, beberapa bentuk kompensasi antara lain gaji pokok, kompensasi jabatan, lembur, insentif, bonus, kompensasi transportasi, kompensasi komunikasi, tunjangan makan, tunjangan pendidikan, tunjangan kesehatan, program kepemilikan rumah, program kepemilikan rumah kendaraan, program pensiun, jaminan sosial. (Jaminan Sosial) dll. Prinsip keadilan eksternal adalah tingkat persaingan kebijakan imbalan suatu perusahaan di pasar tenaga kerja.
Atrisi˗˗pengurangan tenaga kerja yang normal atau alami sebagai akibat dari pengunduran diri, pensiun, atau kematian.