Praktikum Teknik Peledakan Laboratorium Tambang
BAB X
POLA PENGEBORAN UNDERGROUND BLASTING
Disusun Oleh :
Nama : Rizky Adi
NPM : 100.701.21.039
Shift/Kelompok :
IV (Empat)Hari/Tanggal Praktikum : Rabu/27 Desember 2023 Hari/Tanggal Laporan : Rabu/3 Januari 2023
Asisten :
1. Zahwa Siba Afiza 2. Anggi Auliya ZanetiAcc Laporan Nilai Akhir
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2023 M/1445 H
ii
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
Sebelum laporan ini di buat , marilah panjatkan Puji serta syukur atas kehadirat illahi rabbi Allah SWT yang karena berkat ridho dan hidayah-Nyalah saya dapat menyelesaikan laporan ini, tak lupa shalawat serta salam semoga allah limpah curahkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan ke zaman yang serba islami, akhlaq dan imani.
Kemudian saya ucapkan terimakasih kepada dosen dan assisten laboratorium tambang karena atas bimbingannya saya dapat menyelesaikan laporan awal ini yang berjudul’’ UNDERGROUND BLASTINGsecara tepat waktu.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan ini.Saya menyadari, Laporan yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan laporan ini.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Bandung, 26 Desember 2023 Penulis
RIZKY ADI 10070121039
iii
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB I PENDAHULUAN... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2Maksud dan Tujuan ... 1
1.2.1Maksud ... 1
1.2.2Tujuan ... 1
BAB II LANDASAN TEORI ... 2
2.1 Pendahuluan ... 2
2.2 Perbedaan antara Underground dan Surface Blasting ... 3
2.3 Pola Pemboran Underground ... 4
2.4 Metode Penambangan Underground ... 6
BAB III TUGAS DAN PEMBAHASAN... 7
3.1 Tugas ... 7
3.1.1 Pola Diamond Cut, ... 7
3.1.2 Pola Fan-cut ... 7
3.1.3 Pola Burn-cut ... 7
3.1.4 Pola V-cut ... 7
3.2 Pembahasan ... 7
3.2.1 Pola Diamond Cut/Pyramid Cut ... 8
3.2.2 Pola Fan-cut ... 9
3.2.3 Pola Burn-cut ... 9
3.2.4 Pola V-cut ... 9
BAB IV ANALISIS ... 10
BAB V KESIMPULAN ... 11
DAFTAR PUSTAKA ... 12
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kegiatan pertambangan secara umum terbagi menjadi dua berdasarkan tempat kegiatannya yaitu tambang terbuka dan tambang bawah tanah. Tambang bawah tanah merupakan salah satu metode penambangan yang tidak langsung bersentuhan dengan atmosfer atau udara bebas. Dalam proses kegiatan penambangannya, tambang bawah tanah memiliki banyak metode dalam mengambil bahan endapan seperti batubara dan biji (emas).
Penambangan underground dilakukan dengan berbagai macam cara untuk membuat lubang bukaannya. Untuk membuat lubang bukaan dilakukan dengan melalui peledakan, peledakan di sini adalah pekerjaan memisahkan bijih dari batuan induknya menggunakan bahan peledak sehingga dihasilkan bentuk dan ukuran yang memudahkan dalam proses pengangkutan kepermukaan menggunakan peralatan yang tersedia.
Peledakan di underground dimulai dengan membuat lubang tembak yang selanjutnya disebut cut. Cut ini berfungsi sebagai bidang bebas terhadap peledakan selanjutnya. Maka dari itu pemilihan pola pengeboran untuk underground blasting perlu diperhatikan.
1.2 Maksud dan Tujuan
1.2.1 MaksudMaksud dari praktikum peledakan ini yaitu untuk memahami mengenai pola pengeboran tambang bawah tanah..
1.2.2 Tujuan
Terdapat beberapa tujuan yang dapat dijabarkan sebagai berikut diantaranya:
1. Mengetahui faktor apa saja yang menjadi pembeda pada kegiatan peledakan tambang bawah tanah dan tambang surface.
2. Mengetahui pengertian cut hole.
3. Mengetahui jenis- jenis pola pemboran cut hole pada tambang bawah tanah.
2
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pendahuluan
Pengeboran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk membuat suatu lubang. Pengeboran sendiri dalam pertambangan merupakan suatu metode yang dilakukan dalam kegiatan pemberaian suatu bahan galian sebelum dilakukannya peledakan. Dalam pengeboran terdapat pola dan juga arah pengeboran, serta terdapat juga kriteria dalam pemilihan alat bor yang akan digunakan.
Sebelum dilakukannya kegiatan pemboran, biasanya engginer membuat suatu perencanaan pemboran. Tujuan perencanaan pemboran dan peledakan yaitu untuk dijadikan acuan dalam pelaksanaan pemboran. Kegiatan pemboran dan peledakan memiliki tujuan untuk menghasilkan batuan lepas, yang didapatkan dalam derajat fragmentasi sesuai dengan tujuan yang akan capai. Hasil peledakan ini sangat mempengaruhi produktivitas dan biaya operasi berikutnya. Fragmentasi batuan dapat dikontrol dengan merubah pola pemboran atau mengatur powder faktor atau menggunakan kombinasi kedua faktor tersebut.
Sumber: Rachmat Risejet, 2013 Gambar 2.1
Komponen dalam Pengeboran
Kegiatan pengeboran yang dilakukan menggunakan alat bor yang berbeda sesuai peruntukannya. Adapun kegiatan pengeboran yang dilakukan pada rangkaian peledakan bertujuan untuk membuat lubang ledak dengan pola dan arah tertentu sesuai dengan pola peledakan yang akan digunakan dimana lubang
3
pengeboran tersebut digunakan sebagai lubang ledak yang diisi olehbaha-bahan peledak seperti ANFO dan bahan peledak lainnya. Pola pengeboran untuk lubang ledak akan mempengaruhi hasil peledakan yang dilakukan.
Hal yang perlu diperhatikan dalam peledakan yaitu sifat-sifat batuan yang penting, antara lain:
1 Kekerasan yaitu tahanan dari suatu bidang permukaan halus terhadap abrasi.
Kekerasan dipakai untuk mengukur sifat-sifat teknis dari material batuan.
2 Abrasiveness yaitu parameter yang mempengaruhi keausan (umur) mata bor.
Abrasiveness tergantung pada komposisi batuan. Keausan mata bor sebanding dengan komposisi batuan tersebut. Kandungan kuarsa dalam batuan biasanya dianggap sebagai petunjuk yang dapat dipercaya untuk mengukur keausan mata bor (drill bit).
3 Tekstur yaitu struktur butiran dari batuan dan dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat-sifat porositas, looseness density dan ukuran butir. Tekstur juga mempengaruhi kecepatan pemboran.
4 Struktur yaitu seperti rekahan, patahan, bidang perlapisan schistosity dan jenis batuan, dip, strike.
5 Breaking characteristic menggambarkan sifat batuan apabila dipukul dengan palu. Setiap jenis batuan mempunyai sifat khusus dan derajat kerusakan yang berhubungan dengan dengan tekstur, komposisi mineral dan strukturnya.
2.2
Perbedaan antara Underground dan Surface Blasting
Keberhasilan suatu peledakan salah satunya terletak pada ketersediaan bidang bebas yang mencukupi minimal 2 bidang bebas. Peledakan dengan hanya satu bidang bebas, disebut crater blasting, akan menghasilkan kawah dengan lemparan fragmentasi ke atas dan tidak terkontrol.
Pada tambang terbuka selalu dibuat minimal dua bidang bebas : 1 Dinding bidang bebas
2 Puncak jenjang (top bench)
Adapun perbedaan dari kegiatan peledakan antara tambang bawah tanah dan tambang terbuka dapat dilihat dari berbagai faktor - faktor sebagai berikut:
4
Tabel 2.1
Perbedaan antara Underground dan Surface Blasting
2.3
Pola Pemboran Underground
Pada lubang maju tambang bawah tanah atau terowongan perlu adanya pembuatan suatu bidang bebas yang disebut dengan cut hole. Cut Hole merupakan suatu lubang buka yang dibuat pada suatu face yang tidak memiliki free face berupa lubang bor sedalam kemajuan yang diperoleh
2.3.1 Center cut disebut juga pyramid atau diamond cut. Empat atau enam lubang dengan diameter yang sama dibor ke arah satu titik, sehingga berbentuk piramid
5
Sumber : Anonim, 2016
Gambar 2.1 Pyramid Cut
2.3.2 Wedge cut disebut juga V-cut, angled cut atau cut berbentuk baji: Setiap pasang dari empat atau enam lubang dengan diameter yang sama dibor ke arah satu titik, tetapi lubang bor antar pasangan sejajar, sehingga terbentuk baji.
Sumber : Anonim, 2016
Gambar 2.2 Wedge Cut
2.3.3 Drag cut atau pola kipas: Bentuknya mirip dengan wedge cut, yaitu berbentuk baji. Perbedaannya terletak pada posisi bajinya tidak ditengah- tengan bukaan, tetapi terletak pada bagian lantai atau dinding bukaan.
6
Sumber : Anonim, 2016
Gambar 2.3 Drag Cut
2.3.4 Burn cut disebut juga dengan cylinder cut : Pola ini sangat cocok untuk batu yang keras dan regas seperti batupasir (sandstone) atau batuan beku
Sumber : Anonim, 2016
Gambar 2.4 Burn Cut
Pola peledakan underground diatas merupakan jenis-jenis pola pemboran underground yang umum digunakan dalam kegiatan pemboran tambang bawah tanah.
2.4 Metode Penambangan Underground
Metode tambang bawah tanah terbagi mejadi:1 Open Stope Methodes 2 Supported Stope Methodes 3 Caving Methodes
4 Coal Mining Methodes
7
BAB III
TUGAS DAN PEMBAHASAN
3.1 Tugas
Gambarkan penampang terowongan 4 tampak (depan, samping, atas dan 3D dikertas milimeter block A3 menggunakan
3.1.1 Wedge Cut, 3.1.2 Pola Diamond Cut 3.1.3 Pola Burn-cut 3.1.4 Pola fan cut
3.2 Pembahasan
3.2.1 Pola V-cutSumber : Data Praktikum, 2022
Gambar 3.1 Pola V-Cut
8
3.2.2 Pola Diamond Cut/Pyramid Cut
Sumber : Data Praktikum, 2022
Gambar 3.2
Pola Diamond-Cut / Pyramid-Cut 3.2.3 Pola Burn-cut
Sumber : Data Praktikum, 2022
Gambar 3.3 Pola Burn-Cut
9
3.2.4 Pola Fan-cut
Sumber : Data Praktikum, 2022
Gambar 3.4 Pola Fan-Cut
10
BAB IV ANALISIS
Dari hasil pembuatan pola pengeboran Underground Blasting terdapat beberapa macam pola yang dapat digunakan pada kegiatan peledakan tambang bawah tanah diantaranya yaitu pola V-Cut, Burn Cut, Fan Cut dan Pyramid Cut.
Pemilihan dan penentuan pola pengeboran Underground Blasting tersebut ditentukan berdasarkan jenis dan karakteristik dari massa batuan yang akan diledakan. Contohnya seperti apabila massa batuan yang akan diledakan relatif keras atau masif maka lebih cocok menggunakan pola peledakan pyramid cut. Hal tersebut dikarenakan pola peledakan pyramid cut mengacu pada satu titik pada cut hole untuk meledakannya yang dapat menyebabkan distribusi gaya yang dihasilkan dari reaksi peledakan mengacu pada satu titik yang dapat membuat crack atau rekahan pada massa batuan yang relatif keras sehingga massa batuan tersebut pecah dan terberai.
Sedangkan untuk massa batuan yang relatif lunak dapat menggunakan pola V-Cut. Hal tersebut dikarenakan pada pola peledakan V-cut memiliki dua bidang yang cocok untuk melakukan peledakan pada batuan yang berlapis. Pada lapisan batuan berupa vein dapat menggunakan pola peledakan fan cut dikarenakan pada pola peledakan fan cut ini mengacu pada bagian tertentu saja dan cocok untuk block caving.
Pada pola peledakan burn cut umumnya digunakan dalam kegiatan underground blasting dikarenakan pola peledakan burn cut juga cocok untuk massa batuan yang relatif keras atau massif, dan pada pola ini lebih memudahkan dalam proses pengeboran dan pemasukan bahan peledaknya
11
BAB V KESIMPULAN
Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari materi yang telah dijabarkan diantaranya sebagai berikut :
1 Faktor yang menjadi pembeda pada kegiatan peledakan tambang bawah tanah dan tambang surface yaitu luas area yang dimana pada tambang bawah tanah luas area nya itu terbatas dan sesuai dengan dimensi bukaan sehingga luasnya dipengaruhi oleh kestabilan bukaan sedangkan luas area pada tambang terbuka itu lebih luas dikarenakan area nya di permumaan bumi, faktor yang kedua yaitu volume hasil peledakan. Berdasarkan volume hasil peledakan pada tambang bawah tanah yaitu terbatas hal ini dikarenakan luas permukaan bukaan dan juga diameter mata bor serta kedalaman pengeborannya sehingga nantinya hasil produksinya itu kecil sedangkan pada tambang terbuka untuk volume hasil peledakan yaitu volumenya lebih besar bahkan bisa mencapai ratusan ribu meterkubik per peledakan jadi nantinya bisa dirancang target yang besar. Faktor yang ketiga yaitu suplai udara segar dan juga faktor yang mempengaruhi yaitu keselamatan kerja.
2 Cut hole yaitu suatu lubang bukaa yang dimana diciptakan di suatu face yang tidak memiliki free face berupa lubang bor sedalam kemajuan yang didapat ataupun yang diperoleh.
3 Jeni-jenis pola pemboran cut hole pada tambang bawah tanah ada 4 (empat) yaitu wedge cut (V-CUT), Pyramid cut (Diamond cut), Fan cut dan burn cut..
12
DAFTAR PUSTAKA
1. Dirga P, 2017, “Teknik Peledakan”, Jurnal peledakan. Diakses pada tanggal 24 Desember 2023.
2. Micha, 2013, “Dasar Teori Peledakan”, michanarchy.com . Diakses pada tanggal 24 Desember 2023
3. Nurkhamim, 2006, “Buku Petunjuk Praktikum Teknik Peledakan”, Laboratorium Pemboran & Peledakan Jurusan Teknik Pertambangan, UPN ‘Veteran’ Yogyakarta
4. Singgih Saptono 2006, “Teknik peledakan”, Jurusan Teknik Pertambangan, UPN ‘Veteran’ Yogyakarta
5. Swedish, 1990, “Underground Blasting”, University of Michigan