Politeknik Negeri Sriwijaya
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Teori Umum 2.1.1. Komputer
Blissmer (dalam Fauzi 2019:1) menegaskan bahwa “Komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas, yaitu menerima input, memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan, menyimpan perintah- perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan output dalam bentuk informasi”.
Komputer merupakan rangkaian mesin elektronik yang terdiri dari ribuan bahkan jutaan komponen yang mampu saling bekerja sama, serta membentuk sebuah sistem kerja yang rapi dan teliti sehingga sistem ini kemudian dapat digunakan untuk melaksanakan serangkaian pekerjaan berdasarkan urutan instruksi ataupun program yang diberikan kepadanya (Iskandar 2015:48).
Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa komputer merupakan sebuah alat elektronik yang mampu melakukan eksekusi beberapa perintah yang diberikan oleh user lalu dilakukan pengelolaan dengan menggunakan suatu program sehingga menghasilkan sebuah output dalam bentuk informasi.
2.1.2. Website
Menurut Arif (2019:1) dalam bukunya yang berjudul 10 Menit Jago Buat Webite, website merupakan sekumpulan halaman web yang saling terhubung dan berisi kumpulan informasi yang disediakan secara perorangan, kelompok, atau organisasi.
Menurut Zaky (2019:1), website adalah sebuah template yang memungkinkan seseorang untuk menyatakan informasi tentang dirinya, hobinya, pengetahuannya, produk yang dijualnya, dan apapun yang dapat diakomodasi oleh teks, tulisan, gambar, video, animasi, dan file multimedia lainnya.
2 Politeknik Negeri Sriwijaya
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa website merupakan kumpulan dari beberapa halaman web yang saling terhubung dan berisi beberapa informasi dari perorangan, kelompok, atau organisasi yang dapat berupa gambar, tulisan, video, animasi, dan file multimedia lainnya.
2.1.3. Sistem
Menurut Nafiudin (2019:6) mengatakan bahwa sistem adalah seperangkat elemen yang digabungkan menjadi satu dengan yang lainnya untuk suatu tujuan bersama. Sistem dapat berbentuk suatu hal yang abstrak ataupun berbentuk wujud.
Menurut Mc. Leod (dalam Muslihudin 2019:1) mengatakan bahwa sistem merupakan sebuah kelompok elemen yang saling terintegrasi dan memiliki maksud yang sama agar mampu mencapai sebuah tujuan bersama.
Dari dua pengertian tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa sistem merupakan kumpulan dari beberapa elemen yang saling terhubung satu dan yang lainnya sehingga membentuk suatu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi ayng sudah ditetapkan guna mencapai tujuan bersama.
2.1.4. Internet
Menurut Ahmadi dan Hermawan (2013:68), internet merupakan komunikasi jaringan global sehingga menghubungkan seluruh komputer di dunia meskipun memiliki perbedaan pada sistem operasi dan mesin.
Menurut wikipedia (https://id.wikipedia.org/wiki/Internet) internet atau interconnected network adalah sistem jaringan komputer yang digunakan untuk menghubungkan perangkat komputer di seluruh dunia dengan menggunakan paket protokol internet (TCP/IP).
Dari dua pengertian diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa internet merupakan sebuah jaringan komputer yang dibuat untuk menghubungkan seluruh prangkat yang ada di dunia dengan menggunakan paket protokol internet (TCP/IP).
3 Politeknik Negeri Sriwijaya
2.2 Teori Judul
2.2.1 Sistem Pendukung Keputusan
2.2.1.1 Pengertian Sistem Pendukung Keputusan
Menurut Rahman, dkk (dalam Diana 2019:19) menegaskan bahwa sistem pendukung keputusan merupakan bentuk implementasi dari teori – teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu – ilmu seperti operation research dan management science. Namun, bedanya adalah dilakukan pengembangan dengan menggunakan sebuah perangkat komputer untuk melakukan perhitungan iterasi seperti mencari nilai minimum, maksimum, dan optimum.
Menurut Diana (2019:19) menegaskan bahwa sistem pendukung keputusan merupakan sistem informasi atau model analisis yang dirancang untuk membantu para pengambil keputusan dan para professional agar mendapatkan informasi yang akurat sehingga dapat membantu pengambilan suatu keputusan.
Berdasarkan kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa sistem pendukung keputusan merupakan sebuah bentuk implementasi dari teori pengambilan keputusan yang diwujudkan dalam sebuah sistem informasi dan dirancang untuk membantu para pengambil keputusan dan para professional agar mendapatkan sebuah informasi yang valid dan akurat sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan.
2.2.1.2 Komponen Sistem Pendukung Keputusan
Komponen Sistem Pendukung Keputusan terdiri dari (Hartini et al. 2013), yaitu:
1. Manajemen Data
Manajemen data atau manajemen basis data memiliki kemampuan yagn dibutuhkan untuk mengkombinasikan jenis – jenis data dengan pengambilan maupun ekstraksi data, dan lain – lain.
2. Manajemen Model
Sistem Pendukung Keputusan memiliki keunggulan dalam model keputusan dan mengintegrasikan akses data. Kemampuan yang diharus dimiliki yaitu
4 Politeknik Negeri Sriwijaya
menciptakan berbagai macam model baru dengan mudah dan cepat, mengakses maupun dalam mengintegrasikan model – model keputusan, dan lain – lain.
3. Antarmuka Pengguna
Kekutan karakteristik dalam sistem pendukung keputusan dan fleksibilitas adalah kemampuan berinteraksi antar user atau pengguna dan juga sistem yang dinamakan antarmuka pengguna (subsistem user interface). Ada tiga bagian yaitu apa saja yang dipakai oleh user atau pengguna dalam melakukan komunikasi pada sistemnya yang disebut bahasa aksi, apa saja yang harus diketahui oleh user atau pengguna yang disebut bahasa presentasi dan tampilan, dan apa saja yang harus diketahui user atau pengguna agar bisa lebih efektif atau disebut basis pengetahuan.
4. Basis Pengetahuan
Basis pengetahuan bersifat opsional tetapi menguntungkan jika mampu digunakan dalam tiga subsistem utama.
2.2.1.3 Tujuan Sistem Pendukung Keputusan
Menurut Diana (2019:22) ada beberapa tujuan dari implementasi sistem pendukung keputusan, antara lain:
1. Sistem pendukung keputusan memiliki kemampuan untuk mengambil sebuah keputusan dengan waktu yang cepat karena mampu memproses data dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak;
2. Sistem pendukung keputusan dapat membantu manajer dalam mengambil lebih akurat dan berkualitas karena;
3. Meningkatkan tingkat pengendalian guna meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi terjadinya kesalahan pada suatu sistem sehingga dapat dilakukan antisipasi kesalahan;
4. Menghasilkan keputusan yang berkualitas karena keputusan yang diambil didasrkan pada data yang lerngkap dan akurat.
5 Politeknik Negeri Sriwijaya
2.2.2 Framework
Menurut Rahmawati (2017:5) dalam bukunya yang berjudul Codeigniter Web Framework, menegaskan bahwa framework adalah struktur konseptual yang digunakan untuk memecahkan sebuah masalah atau sebuah isu kompleks.
Menurut Ade dan Acep (2019:1), menegaskan bahwa framework adalah suatu “kerangka kerja” atau dengan kata lain merupakan kumpulan dari fungsi – fungsi/prosedur-prosedur dan class – class untuk tujuan tertentu yang sudah siap digunakan sehingga bisa lebih mempermudah dan mempercepat pekerjaan seorang programer, tanpa harus membuat fungsi atau class dari awal.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa framework merupakan sebuah tools yang digunakan oleh programer dalam membangun sebuah sistem agar dapat mempercepat pekerjaan seorang programer.
2.2.3 Codeigniter
Menurut Ade dan Acep (2019:4) menegaskan bahwa codeigniter merupakan sebuah framework yang digunakan dalam pembangunan web application yang bersifat open source dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP.
Menurut Virdiandry (2018:109), codeigniter merupakan aplikasi open source berupa sebuah framework dengan model MVC (Model, View, dan Controller) untuk membangun website dinamis dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa codeigniter merupakan sebuah framework yang bersifat open source, codeigniter biasanya digunakan dalam membangun sebuah website dan menggunakan bahasa pemrograman PHP.
2.2.4 Metode Simple Additive Weighting (SAW)
Metode penjumlahan terbobot menjadi sebuah istilah yang sering dikenal dalam metode ini. Konsep dasar metode ini adalah menentukan penjumlahan terbobot dari rangking kinerja pada setiap alternatif di semua atribut. Metode
6 Politeknik Negeri Sriwijaya
Simple Additive Weighting (SAW) dipilih sebagai contoh metode yang paling bagus karena metode ini bisa menemukan alternatif disetiap atributnya. Metode ini membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada. Kemudian pada tahapan berikutnya dibuat perangkingan yang akan memilih alternatif terbaik (Anjar, dkk., 2019).
Langkah – Langkah penyelesaian metode Simple Additive Weighting (SAW) yaitu:
1. Menentukan apa saja kriteria yang dijadikan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan, yaitu Ci;
2. Menentukan bagaimana rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria;
3. Membuat matriks keputusan berdasarkan kriteria (Ci) setalah itu melakukan normalisasi matriks berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut keuntungan ataupun atribut biaya maka diperolehlah matriks ternormalisasi R.
Dari langkah – langkah diatas akan menghasilkan perangkingan seperti penjumlahan dari perkalian matriks ternormalisasi R dengan vector bobot mendapatkan nilai yang besar yang akan terpilih menjadi solusi dan akan menjadi alternatif terbaik (Ai).
Keterangan :
rij = nilai rating kinerja ternormalisasi
xij = nilai atribut yang dimiliki dari setiap kriteria Maxi(xij) = nilai terbesar dari setiap kriteria Mini(xij) = nilai terkecil dari setiap kriteria
7 Politeknik Negeri Sriwijaya
Nilai preferensi untuk setiap alternatif (Vi) diberikan sebagai:
Keterangan :
Vi = rangking untuk setiap alternatif wj = nilai bobot dari setiap kriteria rij = nilai rating kinerja ternormalisasi
Nilai Vi yang lebih besar mengindikasikan bahwa alternatif Ai lebih terpilih.
2.2.5 Kinerja
Kinerja karyawan (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Petrus, dkk., 2018).
Kinerja merupakan sebuah prestasi yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Pengertian lain tentang kinerja adalah bahwa kinerja atau prestasi kerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan disepakati bersama.
2.2.6 Evaluasi Kinerja
Berdasarkan sudut pandang kegunaan kinerja itu sendiri menurut Petrus, dkk (2018), evaluasi kinerja berperan sebagai umpan balik tentang berbagai hal seperti kemampuan, keletihan, kekurangan dan potensinya yang pada gilirannya bermanfaat untuk menentukan tujuan, jalur, rencana dan pengembangan karirnya.
8 Politeknik Negeri Sriwijaya
Sedangkan bagi organisasi, hasil penilaian kinerja sangat penting dalam kaitannya dengan pengambilan keputusan tentang berbagai hal seperti identifikasi kebutuhan program pendidikan dan pelatihan, rekrutmen, seleksi, program pengenalan, penempatan, promosi, sistem balas jasa, serta berbagai aspek lain dalam proses manajemen SDM.
Berdasarkan kegunaan tersebut, maka penilaian yang baik harus dilakukan secara formal berdasarkan serangkaian kriteria yang ditetapkan secara rasional serta diterapkan secara objektif serta didokumentasikan secara sistematik. Dengan demikian, dalam melakukan penilaian atas prestasi kerja para pegawai harus terdapat interaksi positif dan kontinyu antara para pejabat pimpinan dan bagian kepegawaian.
2.2.7 SMS Gateway
Menurut Hilmi, dkk (2015:1), SMS Gateway merupakan suatu platform yang menyediakan service untuk mengirim dan menerima SMS dari peralatan mobile melalui SMS Gateway’s shortcode.
Dengan demikian, dari definisi di atas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa SMS Gateway adalah sebuah sistem aplikasi yang digunakan untuk mengirim dan atau menerima SMS dan biasa digunakan pada aplikasi bisnis baik untuk kepentingan broadcast, servis informasi terhadap pengguna, dan lain - lain.
9 Politeknik Negeri Sriwijaya
2.3 Teori Khusus
2.3.1 Metode Pengembangan Sistem
Model waterfall adalah sebuh model SDLC (Software Development Life Cycle) yang paling sederhana. SDLC atau Software Development Life Cycle adalah proses pengembangkan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan metodologi yang digunakan orang untuk mengembangkan sistem perangkat lunak sebelumnya atau alur hidup klasik.
Berikut proses atau tahapan dari metode pengembangan waterfall dapat dibagi menjadi lima fase, yaitu :
Gambar 2.1 Model Waterfall
Metode Waterfall memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut:
1) Requirements analysis and definition
Pada tahapan ini adalah tahapan Analisa permintaan yang kemudian didefinisikan secara rinci dan berfungsi sebagai spesifikasi sistem.
2) System and software design
Pada tahapan perancangan semua kebutuhan sistem baik perangkat keras maupun perangkat lunak sudah didefinisikan dengan membentuk arsitektur sistem secara keseluruhan.
10 Politeknik Negeri Sriwijaya
3) Implementation and unit testing
Pada tahap ini, perangkat lunak sudah direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program. Lalu dilakukan pengujian apakah software yang sudah dibuat mampu berjalan dengan baik atau tidak.
4) Integration and system testing
Pada tahap ini merupakan pengujian terakhir dari program yang sudah dibuat. Setelah pengujian, perangkat lunak dapat dikirimkan ke customer 5) Operation and maintenance
Ini adalah tahapan yang paling panjang. Sistem dipasang dan digunakan secara nyata. Maintenance dilakukan apabila terjadi kesalahan yang tidak ditemukan pada tahapan-tahapan sebelumnya, melakukan pengembangan dari sistem yang sudah ada, dan meningkatkan layanan sistem.
2.3.2 Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu gambaran umu dari sebuah sistem yang telah ada atau sistem baru yang dikembangkan. Salah satu hal yang menguntungkan apabila kita menggunakan DFD adalah mempermudah user atau pengguna yang tidak memiliki latar belakang pada bidang komputer untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan.
Tabel 2.1 Simbol-simbol Data Flow Diagram (DFD)
No Simbol Keterangan
1 Entitas Luar, dikenal sebagai internal entity atau eksternal entity sumber tujuan data.
2 Proses, yaitu menggambarkan bagian dari sistem di transformasikan input ke output.
Entitas Luar
Proses
11 Politeknik Negeri Sriwijaya
3 Aliran data, menunujukan pengeluaran atau masukan dari suatu proses.
4 Penyimpanan data atau tempat data direfer oleh proses
(Sumber : Muslihudin 2016)
2.3.3 Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Sutanta (2011) dalam bukunya yang berjudul “Basis Data Dalam Tinjauan Konseptual” menjelaskan bahwa Entity Relationship Diagram (ERD) adalah sebuah model data yang dikembangkan berdasarkan objek. Entity Relational Diagram adalah sebuah diagram yang menunjukkan informasi dibuat, disimpan,dan digunakan dalam sistem bisnis. Simbol-simbol ERD yang sering digunakan antara lain sebagai berikut :
Tabel 2.2 ERD (Entity Relationship Diagram)
No Simbol Keterangan
1 Entitas mendeskripsikan tabel di basis data
2 Atribut mendeskripsikan kolom dalam tabel
di basis data
3 Relasi mendeskripsikan hubungan antar
tabel
4 Garis mendeskripsikan penghubung antar
himpunan relasi (Sumber : Muslihudin 2016:84)
Aliran Data
Data Store Store
12 Politeknik Negeri Sriwijaya
2.4 Teori Program
2.4.1 Hyertext Preprocessor (PHP)
Menurut Kustiyaningsih (dalam Vidiandry 2018:3) PHP merupakan skrip yang bersifat server side yang ditambahkan ke dalam HTML. PHP merupakan singkatan dari “PHP : Hypertext Preprocessor”, PHP merupakan bahasa yang terdapat dalam dokumen HTML dan bekerja disisi server (server-side HTML- embeddedscripting).
PHP dibuat untuk mampu berkolaborasi dengan basis data server dan dibuat sedemikian rupa sehingga pembuatan dokumen HTML yang dapat mengakses basis data menjadi begitu mudah. Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk membuat aplikasi yang dibangun oleh PHP pada umumnya akan memberikan keluaran pada web browser, tetapi prosesnya keseluruhannya dijalankan diserver.
2.4.2 Basis Data (Database)
Menurut Rahman (2012:43), “Database atau basis data adalah pengaturan data yang tujuan utamanya berupa fleksibilitas dan pengambilan data yang cepat”.
Basis data berasal dari dua kata, yaitu Basis dan data. Basis kurang lebih dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang/berkumpul. Sedangkan Data adalah representasi fakta yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan dan sebagainya yang diwujudkan dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.
2.4.3 MySQL
Menurut Vidiandry (2018:97), MySQL adalah sebuah sistem manajemen basis data SQL yang bersifat open source dan paling popular saat ini. Sistem basis data MySQL mendukung beberapa fitur seperti multyithread, multiuser, dan SQL database manajemen sistem (DBMS). Database sendiri diperlukan ketika kita ingin menginput data dari user menggunakan form HTML lalu diolah menggunakan bahasa pemrograman PHP agar bisa disimpan ke dalam database MySQL.
13 Politeknik Negeri Sriwijaya
2.4.4 XAMPP
Menurut Haqi dan Setiawan (2019:8) XAMPP adalah sebuah software bebas (free software) yang mendukung banyak system operasi. Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yaitu terdiri atas program Apache HTTP Server, MySQL database, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan pemprograman PHP dan Perl. Dalam prakteknya, XAMPP bisa dimanfaatkan untuk menguji kinerja fitur ataupun menampilkan konten yang ada didalam website tanpa harus terkoneksi dengan internet, cukup akses melalui XAMPP control panel, atau istilahnya website offline.
2.5 Referensi Penelitian Sebelumnya
1. Penelitian yang dilakukan oleh Maya Hardianti, Rahmat Hidayatullah, Fitri Pratiwi, dan Atma Hadiansa pada tahun 2017 dalam jurnal yang berjudul Sistem Penunjang Keputusan Penilaian Kinerja Pegawai Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP), tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prestasi yang dapat dicapai setiap pegawai. Sehingga diharapkan dapat membantu pengambil keputusan dalam mendapatkan informasi untuk menentukan prestasi kinerja pegawai yang bersifat lebih objektif.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Edgar Aryo Ferdika dalam jurnal yang berjudul Sistem Pendukung Keputusan Penilai Kinerja Karyawan Kontrak Pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang, penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem pendukung keputusan untuk menilai kinerja karyawan kontrak pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang sehingga dapat menilai kinerja karyawan kontrak dengan efektif dan efisien.
3. Penelitian yang dilakukan Rohmat Taufiq, Sulkhan, Yulianti, dan Aries Saifuding pada tahun 2010 yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Pegawai dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendesain sistem pendukung keputusan sesuai kriteria
14 Politeknik Negeri Sriwijaya
yang ada tersebut dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan tujuan bisa dikembangkan ke dalam SPK berbasis Web.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Saefudin dan Sri Wahyuningsih pada tahun 2014 dalam jurnal yang berjudul Sistem Pendukung Keputusan Untuk Penilaian Kinerja Pegawai Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Pada RSUD Serang, penelitian ini bertujuan merancang sistem pendukung keputusan penilaian kinerja pegawai menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) yang digunakan sebagai pendukung keputusan pengambilan keputusan di RSUD Serang
5. Penelitian yang dilakukan oleh Petrus Sokibi dan Apriyanto Noer Setiawan pada tahun 2018 yang berjudul Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Karyawan PT Harjamukti Jaya Mandiri Menggunakan Metode Simple Additive Weighting, tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan yang mampu membantu pihak PT. Harjamukti Jaya Mandiri dalam menentukan kinerja pegawai yang baik secara objektif.
15 Politeknik Negeri Sriwijaya