• Tidak ada hasil yang ditemukan

Politeknik Negeri Sriwijaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Politeknik Negeri Sriwijaya"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

Bab II Tinjauan Pustaka 6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori Umum

2.1.1 Pengertian Komputer

Menurut Prawiro dikutip Harmayani, dkk. (2021:1), “Komputer adalah suatu perangkat elektronik yang dapat digunakan untuk mengolah data sesuai dengan prosedur yang telah dirumuskan sebelumnya sehingga menghasilkan informasi bermanfaat bagi penggunanya.”

Menurut Robert H. Blissmer dikutip Harmayani, dkk. (2021:3),

“Pengertian komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas, yaitu menerima input, memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan output dalam bentuk informasi.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa komputer adalah suatu alat elektronik yang dapat melakukan beberapa tugas seperti mengolah data sesuai dengan prosedur yang ada dan menghasilkan output berupa informasi.

2.1.2 Pengertian Perangkat Lunak (Software)

Menurut Pahul dikutip Sindu dan Paramartha (2018:192), “Software atau perangkat lunak adalah kumpulan dari data-data elektronik yang diformat, disimpan secara digital, termasuk program komputer, dokumentasinya, dan berbagai informasi yang bisa dibaca, dan ditulis oleh komputer.”

Menurut Suprapto (2018:194), “Pengertian software aplikasi adalah suatu perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna, seperti membuat dokumen, memanipulasi foto, membuat laporan keuangan, atau merancang rumah dan lain sebagainya.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa perangkat lunak (software) adalah kumpulan data-data elektronik yang memanfaatkan kemampuan komputer

(2)

Bab II Tinjauan Pustaka dalam melakukan tugas yang diinginkan pengguna. Seperti membuat dokumen, memanipulasi foto, membuat laporan keuangan, atau merancang rumah dan lain sebagainya.

2.1.3 Pengertian Data

Menurut Sutabri dikutip Rusmawan (2019:35), “Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian serta merupakan suatu bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut melalui suatu model untuk menghasilkan informasi.”

Menurut Kumorotomo dan Margono dikutip Rusmawan (2019:35), “Data adalah fakta yang tidak sedang digunakan pada proses keputusan, biasanya dicatat dan diarsipkan tanpa maksud untuk segera diambil kembali untuk pengambilan keputusan.”

Dari pendapat di atas dapat disimpukan bahwa data adalah fakta yang menggambarkan suatu kejadian yang bentuknya masih mentah dan perlu diolah lebih lanjut untuk pengambilan keputusan.

2.1.4 Pengertian Sistem

Menurut Satzinger, Jackson, dan Burd dikutip Prehanto (2020:3), “Sistem merupakan kumpulan komponen yang memiliki hubungan serta bekerja bersama- sama dalam mencapai suatu tujuan yang ditentukan.”

Menurut Murdick dikutip Prehanto (2020:3), “Sistem merupakan perangkat elemen atau pengolahan berbentuk kegiatan maupun prosedur mencari tujuan yang sama dalam menjalankan data dengan waktu yang ditentukan sehingga menghasilkan sebuah informasi, energi maupun barang.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekumpulan elemen atau komponen berbentuk kegiatan yang saling berkaitan satu dengan yang lain untuk melaksanakan suatu fungsi atau kegiatan guna menyelesaikan atau mencapai suatu tujuan yang sama dan menghasilkan sebuah informasi, energi maupun barang.

(3)

Bab II Tinjauan Pustaka 2.1.5 Pengertian Informasi

Menurut Sutarman dikutip Rusmawan (2019:32), “Informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima.”

Menurut M. Thoha Miyanto dikutip Rusmawan (2019:32), “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Bahan bakunya adalah data yaitu suatu kumpulan fakta-fakta dari suatu peristiwa atau kejadian yang belum mempunyai arti.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah sekumpulan data atau fakta yang diolah menjadi sebuah bentuk yang berguna dan berarti bagi yang menerimanya.

2.1.6 Pengertian Sistem Informasi

Menurut Hidayat (2019:16), “Sistem Informasi merupakan sebuah alat atau sarana yang bertujuan untuk mengolah data menjadi informasi, yang dapat dimanfaatkan oleh pengambil keputusan.”

Menurut Tejoyuwono dikutip Hidayat (2019:16), “Sistem Informasi merupakan suatu pengumpulan data yang terorganisasi beserta tata cara penggunaannya yang mencakup lebih jauh daripada sekadar penyajian.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu pengumpulan data yang kemudian diolah menjadi informasi untuk digunakan sebagai pengambilan keputusan.

2.1.7 Pengertian Basis Data (Database)

Menurut Connolly dan Begg dikutip Rusmawan (2019:38), “Basis data adalah sebuah kumpulan data yang saling berelasi secara logika dan dirancang untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan oleh suatu organisasi.”

Menurut Ramakrishnan dan Gerke dikutip Kadir (2020:9), “Database merupakan kumpulan data yang umumnya menjabarkan aktivitas-aktivitas dari satu atau lebih dari satu organisasi yang terkait.”

(4)

Bab II Tinjauan Pustaka Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa basis data (database) adalah sekumpulan data yang saling terhubung dan disimpan pada suatu media guna menjabarkan aktivitas-aktivitas dari satu atau lebih dari satu organisasi yang terkait.

2.2 Teori Judul

2.2.1 Pengertian Sistem Pakar

Menurut Hayadi (2018:1), “Sistem Pakar atau Expert System biasa disebut juga dengan Knowledge Based System yaitu suatu aplikasi computer yang ditujukan untuk membantu pengambilan keputusan atau pemecahan persoalan dalam bidang yang spesifik.”

Menurut Arhami dikutip Hayadi (2018:1), “Sistem Pakar adalah suatu cabang dari AI yang membuat penggunaan secara luas Knowledge yang khusus untuk penyelesaian masalah tingkat manusia yang pakar.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sistem pakar adalah suatu aplikasi yang merupakan salah satu cabang dari Artificial Intelligence yang mampu melakukan aktivitas layaknya seorang pakar untuk membantu dalam pengambilan keputusan.

2.2.2 Pengertian Diagnosa

Menurut KBBI, Diagnosis adalah penentuan jenis penyakit dengan cara meneliti (memeriksa) gejala-gejalanya; penentuan jenis penyakit berdasarkan tanda dan gejala dengan menggunakan cara dan alat seperti laboratorium, foto, dan klinik.

Menurut Abdi (2021), “Diagnosis atau diagnosa adalah istilah yang sangat erat kaitannya dengan dunia medis. Diagnosis medis (disingkat Dx atau DS) adalah penentuan kondisi kesehatan yang sedang dialami oleh seseorang sebagai dasar pengambilan keputusan medis untuk prognosis dan pengobatan.”

(5)

Bab II Tinjauan Pustaka Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa diagnosa atau diagnosis adalah suatu kegiatan yang dilakukan dalam menentukan kondisi seseorang berdasarkan dari gejala-gejala yang dideritanya.

2.2.3 Pengertian Penyakit

Menurut DocDoc (2020), “Penyakit adalah kondisi buruk pada organ atau bagian tubuh tertentu yang disebabkan oleh mikro organisme berbahaya seperti bakteri, virus, luka, ketidakseimbangan kimiawi dalam tubuh, terkena racun, dan munculnya sel tidak sempurna.”

Menurut Merry (2022), “Definisi Penyakit merupakan kejadian yang tidak normal pada tubuh atau pikiran yang menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi, atau paksaan/stres kepada orang yang terlibat atau kesukaran terhadap orang yang dipengaruhinya.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa penyakit adalah suatu kondisi dimana tubuh mengalami permasalahan atau keadaan yang tidak normal dikarenakan sesuatu yang tidak baik pada dirinya.

2.2.4 Pengertian Gigi dan Mulut

Menurut Halodoc (2019), “Mulut dan gigi merupakan bagian awal tubuh yang menerima makanan, cairan, dan juga salah satu organ yang terlibat dalam proses pencernaan. Ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, sebelum kedua hal tersebut ditelan, makanan dan minuman akan terlebih dahulu masuk mulut.”

Menurut Amanda (2018), “Gigi dan mulut merupakan "pintu gerbang"

masuknya bakteri atau kuman yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan pada organ tubuh lainnya. Di rongga mulut terdapat berbagai macam bakteri, bakteri aerob maupun anaerob, bakteri yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut dapat menyebar ke organ lain pada tubuh melalui sistem peredaran darah.”

(6)

Bab II Tinjauan Pustaka Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa gigi dan mulut adalah bagian awal dari organ tubuh dalam proses pencernaan. Di dalam gigi dan mulut juga terdapat banyak bakteri atau kuman dikarenakan gigi dan mulut merupakan pintu gerbang awal masuknya makanan dan minuman dari luar tubuh.

2.2.5 Pengertian Anak

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, “Bahwa anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya.”

Menurut Mufaroha (2021:45), “Anak adalah putra putri kehidupan, masa depan bangsa dan negara. Oleh karena itu anak memerlukan pembinaan agar dapat berkembang mental dan spiritualnya secara maksimal.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa anak adalah amanah dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan masa depan bangsa dan negara sehingga harus dibina agar dapat menjadi seseorang yang dapat berkembang dengan baik secara fisik dan mental.

2.2.6 Pengertian Website

Menurut Wijayanti (2021), “Website adalah kumpulan halaman yang berisi informasi tertentu dan dapat diakses dengan mudah oleh siapapun, kapanpun, dan di manapun melalui internet.”

Menurut Adani (2020), “Website adalah kumpulan halaman dalam suatu domain yang memuat tentang berbagai informasi agar dapat dibaca dan dilihat oleh pengguna internet melalui sebuah mesin pencari. Informasi yang dapat dimuat dalam sebuah website umumnya berisi mengenai konten gambar, ilustrasi, video, dan teks untuk berbagai macam kepentingan.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa website adalah kumpulan halaman yang dapat diakses dengan menggunakan intenet yang menampilkan sebuah informasi berupa gambar, ilustrasi, video, dan teks.

(7)

Bab II Tinjauan Pustaka 2.2.7 Pengertian Metode Forward Chaining

Dalam sistem pakar, metode forward chaining atau runut maju merupakan metode yang melakukan pelacakan ke depan, dimulai dari sekumpulan fakta dan berakhir di kesimpulan. Metode ini kebalikan dari metode backward chaining.

Metode forward chaining bermula dari fakta-fakta yang sudah diketahui atau ditetapkan dalam suatu sistem pakar. Kemudian menggunakan premis yang ditentukan oleh user, yang nantinya premis-premis itu akan disesuaikan dengan fakta-fakta tadi menggunakan suatu aturan tertentu. Hasil dari proses ini akan menghasilkan fakta baru, yang nantinya akan digunakan untuk melanjutkan proses dan mendapatkan kesimpulan akhir setelah tidak ada lagi aturan yang premisnya cocok dengan fakta. Pada suatu kasus, runut maju digunakan untuk mengetahui kesimpulan dari fakta yang dialami pengguna. Pengguna hanya diminta memasukkan premis-premis yang dialami. Untuk memudahkan pengguna sistem dapat memunculkan daftar premis, sehingga pengguna hanya tinggal memilih saja. Berikut kelebihan dan kelemahan metode forward chaining, antara lain:

Kelebihan :

1. Metode forward chaining akan bekerja secara maksimal dengan baik ketika masalah bermula dari melakukan pengumpulan sebuah informasi lalu mencari kesimpulan yang dapat ditarik dari informasi tersebut.

2. Metode ini menyediakan banyak informasi dari jumlah kecil dari suatu data.

Kelemahan :

Kelemahan-kelemahan utama yang terdapat dari forward chaining ini yaitu adanya kemungkinan suatu cara yang akan digunakan untuk mengenali beberapa-beberapa fakta yang lebih penting dari pada fakta lainnya. Dan sistem ini bisa saja menanyakan sebuah pertanyaan yang tidak ada hubungannya.

Walaupun jawaban tersebut sangat penting, namun pada halnya akan dapat membingungkan pengguna untuk menjawab seluruh subjek yang tidak ada hubungannya.

(8)

Bab II Tinjauan Pustaka 2.2.8 Pengertian Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut Anak pada Klinik Clover Dental Care Berbasis Website dengan Metode Forward Chaining

Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut Anak pada Klinik Clover Dental Care Berbasis Website dengan Metode Forward Chaining adalah sebuah program komputer atau sistem informasi yang memanfaatkan kecerdasan buatan seperti layaknya seorang pakar atau ahli di bidangnya dengan menggunakan premis yang ditentukan oleh user, yang nantinya premis-premis itu akan disesuaikan dengan fakta-fakta tadi menggunakan suatu aturan tertentu yang menghasilkan sebuah diagnosa beserta solusi atau penanganannya.

2.3 Teori Khusus

2.3.1 Pengertian Kamus Data

Menurut Hadiprakoso (2021:72), “Kamus data (data dictionary) berisi penjelasan rinci yang dibuat oleh perancang basis data tentang semua tabel yang terdapat dalam basis data.” Dengan demikian, kamus data berisi semua atribut nama dan karakteristik untuk setiap tabel dengan kata lain kamus data berisi meta data tabel-tabel dalam basis data. Fungsi dari kamus data ini adalah sebagai alat bantu komunikasi untuk memastikan semua anggota tim desain dan implementasi basis data menggunakan tabel, atribut dan karakteristiknya yang sama.

Menurut Rusmawan (2019:36), “Kamus data merupakan katalog fakta data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang ada pada diagram alir data. Kamus data harus juga dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang dicatat.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kamus data adalah katalog fakta data yang berisi penjelasan rinci yang dibuat oleh perancang basis data berdasarkan arus data pada diagram alir.

(9)

Bab II Tinjauan Pustaka Tabel 2.1 Simbol-simbol pada Kamus Data

No Simbol Uraian

1. = Terdiri dari, mendefinisikan, diuraikan menjadi, artinya

2. + Dan

3. () Optional (boleh ada atau boleh tidak)

4. {} Pengulangan

5. [] Memilih salah satu dari sejumlah alternatif, seleksi

6. ** Komentar

7. @ Identifikasi atribut kunci

8. ! Pemisah sejumlah alternatif pilihan antara simbol []

Sumber: Kurniawan, dkk. (2021:28)

2.3.2 Pengertian Data Flow Diagram (DFD)

Menurut Pahlevi dikutip Rusmawan (2019:51), “Data Flow Diagram (DFD) merupakan suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, terstruktur, dan jelas.”

Menurut Rohman dikutip Pujiastuti, dkk. (2021:22), “Data Flow Diagram (DFD) adalah diagram yang digunakan untuk menggambarkan arus data di dalam sistem dengan terstruktur dan jelas.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa DFD adalah diagram yang menggambarkan arus data yang ada di dalam sistem dengan menggunakan notasi- notasi agar terstruktur dan jelas.

(10)

Bab II Tinjauan Pustaka Tabel 2.2 Simbol-simbol pada Data Flow Diagram (DFD)

No Nama Simbol Keterangan

1. External

Entity

Simbol ini digunakan untuk menggambarkan asal atau tujuan data

2. Proses

Simbol ini digunakan untuk proses pengolahan atau transformasi data

3. Data Flow

Simbol ini digunakan untuk menggambarkan aliran data yang berjalan

4. Data Store

Simbol ini digunakan untuk menggambarkan data flow yang sudah disimpan atau diarsipkan Sumber: Pujiastuti, dkk (2021:22)

2.3.3 Pengertian Flowchart

Menurut Rohman dikutip Pujiastuti, dkk. (2021:26), “Flowchart merupakan urutan-urutan langkah kerja suatu proses yang digambarkan dengan menggunakan simbol-simbol yang disusun secara sistematis.”

Menurut Krismiaji dikutip Rusmawan (2019:48), “Bagan alir merupakan teknik analitis yang digunakan untuk menjelaskan aspek-aspek sistem informasi secara jelas, tepat, dan logis.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa flowchart adalah diagram yang menampilkan aliran atau langkah-langkah pada proses suatu program.

(11)

Bab II Tinjauan Pustaka Tabel 2.3 Simbol-simbol pada Flowchart

No Gambar Simbol untuk Keterangan

1. Proses/Langkah Menyatakan kegiatan yang akan ditampilkan dalam diagram alir.

2. Titik keputusan

Proses/Langkah di mana perlu adanya keputusan atau adanya kondisi tertentu. Di titik ini selalu ada dua keluaran untuk melanjutkan aliran kondisi yang berbeda.

3. Masukan/

Keluaran Data

Digunakan untuk mewakili data masuk, atau data keluar.

4. Terminasi Menunjukan awal atau akhir sebuah proses.

5. Garis alir Menunjukan arah aliran proses atau algoritma.

6. Kontrol/Inspeksi

Menunjukkan proses/langkah di mana ada inspeksi atau pengontrolan.

Sumber: Rusmawan (2019:49)

2.3.4 Pengertian Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Mata-Toledo dan Cushman dikutip Rusmawan (2019:63), “Entity Relationshop Diagram (ERD) merupakan representasi grafis dari logika database dengan menyertakan deskripsi detail mengenai seluruh entitas (entitiy), hubungan (relationship), dan batasan (constraint).

Menurut Brady dan Loonam dikutip Rusmawan (2019:63), “Entity Relationshop Diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi, biasanya oleh Sistem Analis dalam tahap analisis persyaratan proyek pengembangan sistem.”

(12)

Bab II Tinjauan Pustaka Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Entity Relationshop Diagram (ERD) merupakan teknik yang digunakan atau representasi grafis dari logika database yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan data mengenai seluruh entitas (entitiy), hubungan (relationship), dan batasan (constraint).

Tabel 2.4 Simbol-simbol pada Entity Relationship Diagram (ERD)

No Simbol Keterangan

1. Entitas mendeskripsikan tabel

2. Atribut mendeskripsikan field dalam

tabel

3. Relasi mendeskripsikan hubungan

antar tabel

4. Garis mendeskripsikan penghubung

antar himpunan relasi Sumber: Rusmawan (2019:65)

2.4 Teori Program 2.4.1 Pengertian HTML

Menurut Aprilia (2021), “Hypertext Markup Language atau HTML adalah adalah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web.

Isinya terdiri dari berbagai kode yang dapat menyusun struktur suatu website.”

HTML terdiri dari kombinasi teks dan simbol yang disimpan dalam sebuah file. Dalam membuat file HTML, terdapat standar atau format khusus yang harus diikuti. Format tersebut telah tertuang dalam standar kode internasional atau ASCII (American Standard Code for Information Interchange).

(13)

Bab II Tinjauan Pustaka 2.4.1.1 Struktur Penulisan HTML

Penulisan elemen pada HTML harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan pada HTML5. Atribut dan nilai yang melekat pada elemen HTML juga haruslah ditulis sesuai standar format yang sudah ditetapkan. Misalnya penulisan nama tag harus menggunakan huruf kecil semua. Kemudian tag pembuka elemen HTML harus segera ditutup dengan tag penutup. Jika elemen tersebut menyertakan atribut, nama atribut harus menggunakan huruf kecil semua. Nilai atribut harus menggunakan tanda petik tunggal maupun ganda. Berikut merupakan struktur dasar dalam penulisan HTML.

Gambar 2.1 Struktur Penulisan HTML

2.4.2 Pengertian CSS

Menurut Mega (2021), “CSS adalah Cascading Style Sheet yang merupakan kumpulan dari perintah dimana digunakan untuk dapat menjelaskan tampilan dari sebuah laman website dalam markup language.”

Menurut Ariata C. (2021), “CSS adalah bahasa Cascading Style Sheet dan biasanya digunakan untuk mengatur tampilan elemen yang tertulis dalam bahasa markup, seperti HTML.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa CSS adalah bahasa Cascading Style Sheets dan biasanya digunakan untuk mengatur tampilan dari sebuah halaman web.

<!DOCTYPE html>

<html>

<head>

<title>Ini bagian judul</title>

</head>

<body>

</body>

</html>

(14)

Bab II Tinjauan Pustaka 2.4.3 Sekilas Tentang PHP

Gambar 2.2 Logo PHP

2.4.3.1 Pengertian PHP

Menurut Sibero dikutip Habibi dan Sandi (2020:16), “PHP (Personal Home Page) adalah pemrograman (interpreter) yang melakukan proses penerjemahan baris sumber menjadi kode mesin yang dimengerti oleh komputer secara langsung saat baris kode dijalankan.”

Menurut Kustiyaningsih dikutip Habibi dan Sandi (2020:16), “PHP (atau resminya PHP: Hypertext Pre-Processor) adalah skrip yang bersifat server-side yang ditambahkan ke dalam HTML.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa PHP adalah suatu bahasa pemrograman bersifat server side yang digunakan untuk menerjemahkan sejumlah baris kode program menjadi kode mesin dimengerti oleh mesin komputer.

2.4.3.2 Menggunakan PHP

Menurut Intermedia (2019), “Pengertian Syntax PHP adalah aturan penulisan agar mampu dimengerti dengan benar oleh compiler saat membaca bahasa pemrograman. Dalam penulisan PHP yang benar diawali dengan ‘<?php’

dan diakhiri dengan ‘?>’. Dan di dalam File PHP juga dapat berisi tag seperti HTML dan skrip sisi klien seperti JavaScript.” Berikut contoh penulisan syntax PHP yang benar.

Gambar 2.3 Sintak PHP

<?php

echo ‘Hello World’;

?>

(15)

Bab II Tinjauan Pustaka 2.4.4 Sekilas Tentang MySQL

Gambar 2.4 Logo MySQL

2.4.4.1 Pengertian MySQL

Menurut Ariata C. (2021), “MySQL adalah sistem manajemen database relasional (RDBMS) berbasis SQL (Structured Query Language) yang bersifat open-source dengan model client-server.”

Menurut Fitri (2020:2), “MySQL merupakan database engine atau server database yang mendukung bahasa database SQL sebagai bahasa interaktif dalam mengola data.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa MySQL adalah sistem manajemen database yang bersifat open-source dalam mengola data dengan model client-server.

2.4.5 Sekilas Tentang Bootstrap

Gambar 2.5 Logo Bootstrap

(16)

Bab II Tinjauan Pustaka 2.4.5.1 Pengertian Bootstrap

Menurut Haekal (2021), “Bootstrap adalah framework HTML, CSS, dan JavaScript yang berfungsi untuk mendesain website responsive dengan cepat dan mudah.”

Menurut Yonata (2022), “Bootstrap adalah sebuah framework HTML, CSS, dan JavaScript yang berfokus untuk menyederhanakan pengembangan halaman web atau website. Pada umumnya, Bootstrap digunakan untuk mengimplementasikan berbagai pilihan warna, ukuran, font, dan layout yang ada dalam framework tersebut ke dalam sebuah website.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Bootstrap adalah sebuah framework HTML, CSS, dan JavaScript yang dapat memberikan kemudahan dalam membuat halaman website.

2.4.6 Sekilas Tentang XAMPP

Gambar 2.6 Logo XAMPP

2.4.6.1 Pengertian XAMPP

Menurut Saputra (2020), “XAMPP adalah perangkat lunak sumber terbuka yang dikembangkan oleh teman-teman Apache.”

Menurut Appkey (2020), “XAMPP adalah aplikasi berupa development tool yang diperuntukan bagi web designer dan web developer untuk melakukan test project mereka pada komputer mereka sendiri secara offline (tanpa akses dari internet) dengan memanfaatkan localhost.”

(17)

Bab II Tinjauan Pustaka Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa XAMPP adalah perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan test sebuah website secara offline dan diperuntukan bagi web designer dan web developer.

2.4.7 Sekilas Tentang Sublime Text

Gambar 2.7 Logo Sublime Text

2.4.7.1 Pengertian Sublime Text

Menurut Pradana (2021), “Sublime Text 3 merupakan salah satu aplikasi text editor yang sangat berguna untuk menulis sejumlah code serta mampu membuka berbagai macam jenis file. Sublime Text 3 juga mendukung berbagai bahasa pemrograman seperti HTML, C++, C, C#, CSS, Java, JS, ASP, dan masih banyak lagi.”

Menurut Rabbani (2022), “Sublime Text adalah text editor yang sering digunakan oleh programmer khususnya seorang web developer. Sublime sangat berguna untuk menulis sejumlah code serta mampu membuka berbagai macam jenis file, serta mendukung berbagai bahasa pemrograman seperti C++, C, C#, CSS, ASP, html, dan sebagainya.”

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Sublime Text adalah salah satu text editor yang banyak digunakan para programmer atau web developer dalam membuat sebuah code dan mampu mendukung berbagai macam bahasa pemrograman.

(18)

Bab II Tinjauan Pustaka 2.5 Referensi Jurnal

Dalam pembuatan tugas akhir ini, penulis melakukan resume terhadap beberapa jurnal sebagai referensi dalam pembuatan aplikasi sistem pakar. Berikut beberapa referensi jurnal yang digunakan oleh penulis, yaitu:

Tabel 2.5 Referensi Jurnal

No Resume Jurnal

1. Judul Sistem Pakar Diagnosis Penyakit yang Disebabkan Oleh Rokok dengan Metode Forward Chaining Volume, Nomor

ISSN

Vol 5 No. 2 (2017), ISSN : 2338-1477, E-ISSN : 2541-6375

Tahun 2017

Penulis H. Akik Hidayat, Gilang Gumilang

Latar Belakang

Jurnal ini memiliki latar belakang berdasarkan kurangnya pengetahuan, kemauan, dan kesadaran masyarakat akan bahaya dari kebiasaan mengisap rokok.

Metode Penelitian Metode Forward Chaining.

Kelebihan dan Kekurangan

- Kelebihan penelitian ini adalah dapat memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya para perokok, untuk mengetahui beberapa penyakit yang diakibatkan oleh kebiasaan mengisap rokok.

- Kekurangan penelitian ini adalah tingkat keamanan yang harus lebih ditingkatkan lagi serta masih ada kekurangan yang harus diperbaiki dan perlu penambahan fitur agar lebih menarik lagi.

Hasil Penelitian

Hasil dari pengujian yang telah dilakukan yaitu menghasilkan sebuah aplikasi yang melakukan diagnosis sekaligus memberikan informasi terhadap penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh rokok.

(19)

Bab II Tinjauan Pustaka Lanjutan Tabel 2.5 Referensi Jurnal

No Resume Jurnal

2. Judul

Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit pada Anak Bawah Lima Tahun Menggunakan Metode Forward Chaining

Volume, Nomor

ISSN Vol. 3, No. 1, e-ISSN 2443-2555

Tahun 2017

Penulis Bagus Fery Yanto, Indah Werdiningsih, Endah Purwanti

Latar Belakang

Jurnal ini memiliki latar belakang berdasarkan lambatnya tindakan pencegahan dan penanganan pada kondisi anak-anak pada usia 2 bulan sampai 5 tahun (Balita) yang rentan terkena penyakit yang berasal dari lingkungan tidak sehat.

Metode Penelitian Metode Forward Chaining.

Kelebihan dan Kekurangan

- Kelebihan penelitian ini adalah terdapat fitur yang cukup lengkap untuk mendukung proses mendiagnosa penyakit pada Balita, serta tingkat keakuratannya yang tinggi.

- Kekurangan penelitian ini adalah masih terdapat kegagalan pada sistem yaitu hasil evaluasi dari 50 data uji coba menghasilkan tingkat akurasi sebesar 82%, dimana 41 hasil diagnosa yang benar dan 9 diagnosa yang salah.

Hasil Penelitian

Hasil dari pengujian yang telah dilakukan adalah sangat baik. Sistem dapat menjalankan hasil pengujian sesuai dengan apa yang ada pada data, sama seperti proses non-sistem atau manual.

(20)

Bab II Tinjauan Pustaka Lanjutan Tabel 2.5 Referensi Jurnal

No Resume Jurnal

3. Judul

Sistem Pakar Berbasis Android untuk Diagnosa Penyakit Kulit Kucing dengan Metode Forward Chaining

Volume, Nomor ISSN

Vol. 14, No. 1, P-ISSN: 1978-1946, E-ISSN: 2527- 6514

Tahun 2018

Penulis Siti Nurajizah, Maulana Saputra

Latar Belakang

Jurnal ini memiliki latar belakang berdasarkan minimnya pengetahuan dari pemilik kucing mengenai penyakit kulit kucing. Serta keterbatasan para pakar khususnya spesialis penyakit kulit kucing yang dapat membantu memberikan informasi penyakit dan solusi penanganannya.

Metode Penelitian Metode Forward Chaining.

Kelebihan dan Kekurangan

- Kelebihan penelitian ini adalah tampilannya yang sangat user friendly dan juga mudah diakses bahkan oleh masyarakat awam sekalipun, Sangat membantu sekali dalam tindakan awal untuk penanganan penyakit kulit pada kucing.

- Kekurangan penelitian ini adalah data yang ditampilkan belum lengkap sepenuhnya. Dan masih dibutuhkan data tambahan lebih banyak seperti gejala, jenis penyakit serta solusi yang diberikan.

Hasil Penelitian

Hasil dari pengujian tersebut yaitu menghasilkan sebuah sistem pakar yang memberikan informasi kepada masyarakat awam tentang berbagai macam gejala & jenis penyakit serta solusi dari penyakit kulit pada kucing.

(21)

Bab II Tinjauan Pustaka Lanjutan Tabel 2.5 Referensi Jurnal

No Resume Jurnal

4. Judul Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Jantung dengan Metode Forward Chaining

Volume, Nomor

ISSN Vol. 3, No. 2, ISSN 2541-1004

Tahun 2018

Penulis Fajar Agung Nugroho

Latar Belakang

Jurnal ini memiliki latar belakang berdasarkan dikarenakan pengetahuan dan informasi yang minim sehingga mustahil untuk dapat menjaga kesehatan jantung, padahal penyakit jantung sangat mengingat bahwa banyak kematian disebabkan oleh penyakit jantung.

Metode Penelitian Metode Forward Chaining.

Kelebihan dan Kekurangan

- Kelebihan penelitian ini adalah mampu menghasilkan sebuah sistem pakar yang akan memberikan kemudahan apabila suatu saat terjadi penambahan aturan atau pengetahuan baru seiring dengan meningkatnya pengetahuan medis.

- Kekurangan penelitian ini adalah Sistem ini memerlukan pengembangan lebih lanjut mengenai data kepakaran/basis data pakar (penyakit, gejala dan solusi) agar hasil diagnosa lebih akurat.

Hasil Penelitian

Hasil dari pengujian yang telah dilakukan yaitu menghasilkan sebuah sistem pakar yang mampu membantu membantu dalam melakukan diagnosa awal penyakit jantung yang dirasakan oleh orang awam.

(22)

Bab II Tinjauan Pustaka Lanjutan Tabel 2.5 Referensi Jurnal

No Resume Jurnal

5. Judul

Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Alergi pada Anak Berbasis Web dengan Metode Forward Chaining di Kota Batam

Volume, Nomor

ISSN V3.i2, ISSN : 2407-0491, E-ISSN : 2541-3716

Tahun 2017

Penulis Nanda Jarti , Roden Trisno

Latar Belakang

Jurnal ini memiliki latar belakang berdasarkan sulitnya memprediksi gejala-gejala yang ada pada alergi. Oleh sebab itu banyak orang belum mengetahui berbahayanya alergi itu dan mengetahui cara mencegah dan mengobati alergi itu.

Metode Penelitian Metode Forward Chaining.

Kelebihan dan Kekurangan

- Kelebihan penelitian ini adalah mampu menyajikan fitur yang lengkap beserta macam-macam alergi yang sering diderita oleh anak.

- Kekurangan penelitian ini adalah pada tampilan UI (User Interface) yang perlu dikembangkan lagi serta pengembangan lagi mengenai sistem pakar agar dapat menganalisis lebih banyak penyakit alergi pada anak.

Hasil Penelitian

Hasil dari pengujian yang telah dilakukan yaitu menghasilkan sebuah sistem pakar yang mampu mendiagnosa penyakit pada anak berdasarkan gejala- gejala yang di input oleh user, serta mempermudahkan user untuk mendapatkan data-data atau informasi yang diperlukan oleh user tentang penyakit alergi pada anak.

(23)

Bab II Tinjauan Pustaka Lanjutan Tabel 2.5 Referensi Jurnal

No Resume Jurnal

6. Judul Sistem Pakar Penyakit Lambung Menggunakan Metode Forward Chaining

Volume, Nomor

ISSN Vol. 13, No. 1, ISSN 0216-7395, e-ISSN 2406-9329

Tahun 2017

Penulis Andi Nurkholis, Agung Riyantomo dan Mohammad Tafrikan

Latar Belakang

Jurnal ini memiliki latar belakang berdasarkan kebutuhan terhadap sistem yang dapat membantu dalam mendefinisikan dan mendiagnosa suatu penyakit berdasarkan gejala-gejala yang dialami oleh manusia khususnya penyakit bagian lambung.

Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Forward Chaining.

Kelebihan dan Kekurangan

- Kelebihan penelitian ini adalah penerapan metode Forward Chaining yang digunakan terhadap pendiagnosaan penyakit lambung adalah sama dengan proses secara non-sistem atau manual.

- Kekurangan penelitian ini adalah perlunya penelitian dengan data-data penyakit lambung yang lebih diperbanyak agar pendiagnosaan dapat lebih baik lagi.

Hasil Penelitian

Dalam jurnal ini disebutkan bahwa hasil dari pengujian yang telah dilakukan adalah sangat baik.

Sistem dapat menjalankan hasil pengujian sesuai dengan apa yang ada pada data, sama seperti proses non-sistem atau manual.

(24)

Bab II Tinjauan Pustaka Lanjutan Tabel 2.5 Referensi Jurnal

No Resume Jurnal

7. Judul

Implementasi Algoritma Forward Chaining untuk Sistem Pakar Diagnosis Hama Tanaman Kacang Kedelai pada Dinas Pertanian Pandeglang Provinsi Banten

Volume, Nomor

ISSN Vol. 8, No.1, p-ISSN:2252-5351, e-ISSN:2656-0860

Tahun 2020

Penulis Zaenal Hakim, Lili Sujai, Neli Nailul Wardah, Ervi Nuravlian Susanti, Robby Rizky

Latar Belakang

Jurnal ini memiliki latar belakang berdasarkan tanaman kacang kedelai yang menjadi makanan pokok bagi penduduk kabupaten pandeglang, oleh karena itu sangat dibutuhkan sistem yang mampu mendeteksi hama tanaman yang ada pada kacang kedelai.

Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Forward Chaining.

Kelebihan dan Kekurangan

- Kelebihan penelitian ini adalah tampilan aplikasi yang dibuat sangat user friendly dan menarik.

- Kekurangan penelitian ini adalah gaya bahasa yang digunakan oleh penulis kurang dapat dimengerti dan tidak menggunakan bahasa yang baku.

Hasil Penelitian

Dalam jurnal ini disebutkan bahwa hasil dari pengujian yang telah dilakukan adalah menghasilkan sebuah sistem pakar yang menerapkan algoritma forward chaining yang mampu berjalan dengan baik sesuai keinginan user atau pengguna.

(25)

Bab II Tinjauan Pustaka Lanjutan Tabel 2.5 Referensi Jurnal

No Resume Jurnal

8. Judul Penerapan Sistem Pakar untuk Diagnosa Autis dengan Metode Forward Chaining

Volume, Nomor ISSN

Vol.6 No. 2, ISSN: 2355-6579, E-ISSN: 2528-2247

Tahun 2019

Penulis Rizal Rachman

Latar Belakang

Jurnal ini memiliki latar belakang untuk mendeteksi autism secara dini sehingga khususnya para masyarakat awam dan para orang tua akan adanya gangguan autism pada anak, sehingga informasi tersebut dapat ditindak lanjuti lebih dini.

Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Forward Chaining.

Kelebihan dan Kekurangan

- Kelebihan penelitian ini adalah mampu menyajikan data dari berbagai sumber dan melakukan penelitian secara lengkap dengan berbagai metode.

- Kekurangan penelitian ini adalah masih perlu dilakukan pengembangan menggunakan model inferensi lain atau menggunakan algoritma lain guna mendapatkan hasil diagnosa dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

Hasil Penelitian

Dalam jurnal ini disebutkan bahwa hasil dari pengujian yang telah dilakukan adalah menghasilkan sebuah sistem yang mampu menambah pengetahuan dan wawasan tentang jenis-jenis autisme dan gejalanya sejak usia dini dan memberikan solusi dalam menangani gangguan autisme.

(26)

Bab II Tinjauan Pustaka Lanjutan Tabel 2.5 Referensi Jurnal

No Resume Jurnal

9. Judul Sistem Pakar Identifikasi Modalitas Belajar Siswa Menggunakan Metode Forward Chaining

Volume, Nomor

ISSN Vol. 3, No.3, ISSN Media Elektronik: 2580-0760

Tahun 2019

Penulis Asep Kurniawan, Sumijan, Jufriadif Na`am

Latar Belakang

Jurnal ini memiliki latar belakang berdasarkan sering terjadi dalam proses belajar mengajar guru belum mengetahui modalitas belajar siswa sehingga materi yang di ajarkan guru sulit diterima oleh siswa.

Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Forward Chaining.

Kelebihan dan Kekurangan

- Kelebihan penelitian ini adalah sudah dapat direkomendasikan untuk membantu guru dan siswa dalam meningkatkan cara belajar siswa yang tepat karena hasilnya yang sudah sesuai.

- Kekurangan penelitian ini adalah tampilan dari sistem pakar yang kurang menarik.

Hasil Penelitian

Dalam jurnal ini disebutkan bahwa hasil dari pengujian yang telah dilakukan adalah Metode Forward Chaining ini telah mampu mengidentifikasi modalitas belajar siswa dengan jelas tanpa harus berkonsultasi dengan pakar atau guru Bimbingan Konseling di sekolah dan Sistem Pakar ini dapat memberikan gambaran jenis modalitas belajar serta anjuran cara belajar untuk siswa dan strategi mengajar untuk guru.

(27)

Bab II Tinjauan Pustaka Lanjutan Tabel 2.5 Referensi Jurnal

No Resume Jurnal

10. Judul Aplikasi Sistem Pakar untuk Mendiagnosis Penyakit Kusta dengan Metode Forward Chaining

Volume, Nomor

ISSN VOL.03, NO.01, ISSN (Online): 2715-6265

Tahun 2020

Penulis Muhammad Angga Kurnia Cahyana, Pastima Simanjuntak

Latar Belakang

Jurnal ini memiliki latar belakang berdasarkan minimnya biaya untuk melakukan pengobatan ke instansi rumah sakit atau puskesmas terdekat dan kurangnya kesadaran terhadap pentingnya kesehatan tubuh untuk mengetahui gejala serta pengobatan penyakit kusta.

Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Forward Chaining.

Kelebihan dan Kekurangan

- Kelebihan penelitian ini adalah sudah mampu menyajikan sebuah aplikasi sistem pakar dengan hasil yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh user atau pengguna.

- Kekurangan penelitian ini adalah fitur yang ada pada aplikasi sistem pakar tersebut masih belum lengkap.

Hasil Penelitian

Dalam jurnal ini disebutkan bahwa hasil dari pengujian yang telah dilakukan adalah telah sesuai dengan perpaduan antara laporan hasil penemuan system pakar dengan hasil penemuan seorang pakar.

Referensi

Dokumen terkait

Pengujian akurasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sistem menggunakan metode forward chaining dan Dampster Shafer berdasarkan 20 data diagnosa gejala

Berdasarkan hasil pengamatan penulis terhadap data yang diperoleh pada perusahaan didapati perusahaan belum melakukan pengklasifikasian unsur-unsur biaya bahan baku

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan

Untuk mengatasi permasalahan yang ada di PT Sinar Musi Jaya yaitu seperti yang disebutkan di atas maka diperlukan sebuah sistem informasi yang dapat mengolah data secara

Aplikasi adalah program siap pakai yang dapat digunakan untuk menjalankan perintah-perintah dari pengguna aplikasi tersebut dengan tujuan mendapatkan hasil yang lebih akurat

Eksperimen yang dilakukan yaitu menerapkan metode forward chaining dan backward chaining dalam satu aplikasi sistem pakar identifikasi gaya belajar, dimana hasil akhir dari penelitian

“Pembuatan Aplikasi Kuesioner Evaluasi Belajar Mengajar Menggunakan Bot Telegram Pada Fakultas Teknik Universitar Muhammadiyah Jakarta FT-UMJ Dengan Metode Polling”.. Seminar Nasional

Metode Observasi Pada metode ini dilakukan dengan cara pengamatan langsung di lapangan dalam menghadapi serta mengatasi masalah yang kemudian dicatat sebagai data pembantu dalam