• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT Chapter Training

N/A
N/A
Andi Raida Syahirah

Academic year: 2024

Membagikan "PPT Chapter Training "

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Training

Dosen Pengampuh: Nasrawati Hamid, S.Psi., M.A., Psikolog

Presented by:

Andi Zanirah Regina Mandawana

(220701500021)

(2)

Needs Assesment Objectives

Training Design

Trainee Characteristics

Design Factors That Affect Transfer of Training Work Environment

Training Methods

Electronic Training Mentoring

Executive Coaching

Delivery of a Training Program Evaluation of a Training Program

Set Criteria Choose Design

Choose Measures of the Criteria Collect Data

Analyze and Interpret Data 2. 1.

3.

4. 5.

TRAINING

(3)

Analisis kebutuhan dilakukan untuk menentukan karyawan mana yang membutuhkan pelatihan dan apa konten pelatihan mereka seharusnya (Arthur, Bennett, Edens, & Bell, 2003). Terlalu sering sumber daya pelatihan disia-siakan dengan melatih orang yang salah atau mengajarkan konten yang salah. Pengkajian kebutuhan dapat memastikan bahwa sumber daya pelatihan

digunakan dengan bijak pada bidang-bidang di mana terdapat kebutuhan pelatihan yang nyata.

NEEDS ASSESMENT

(ANALISIS KEBUTUHAN)

(4)

Menurut Goldstein (1993), analisis kebutuhan harus fokus pada tiga tingkatan:

organisasi, pekerjaan, dan orang.

Terlepas dari pentingnya penilaian kebutuhan, organisasi tidak sering

menggunakannya. Sebuah survei terhadap 1.000 perusahaan swasta besar di Amerika Serikat menemukan bahwa hanya 27% yang menggunakan semacam penilaian kebutuhan sebelum melakukan pelatihan bagi orang-orang di tingkat

manajemen mereka (Saari, Johnson, McLaughlin, & Zimmerle, 1988).

PENILAIAN

(5)

Tujuan dilakukannya pelatihan

didasarkan pada kriteria dan harus mencakup pernyataan tentang apa yang dapat dilakukan atau diketahui oleh peserta pelatihan setelah

pelatihan. Kriteria pelatihan adalah pernyataan tentang bagaimana

pencapaian tujuan pelatihan dapat dinilai. Tujuan pelatihan

memperoleh pengetahuan,

TUJUAN

PELATIHAN

(6)

TRAINING DESIGN

Pelatihan di tempat kerja maupun di organisasi dilakukan dengan harapan bahwa karyawan baru tidak kebingungan atas posisinya dan akan

menerapkan apa yang mereka pelajari di tempat kerja atau yang disebut dengan trasnfer pelatihan.

Trainee

Characteristics

Design Factors That Affect

Transfer of Training Work Environment

Training Methods Electronic Training Mentoring

Executive Coaching

(7)

(Karakteristik Peserta Pelatihan)

Tiap individu memiliki cara belajar yang berbeda-beda baik dalam kemampuan maupun motivasi merupakan faktor penting dalam belajar. Tidak semua orang sama- sama mampu mempelajari tugas- tugas tertentu, dan di mana satu orang lebih mampu mempelajari tugas-

tugas kognitif, yang lain memiliki lebih banyak kemampuan dalam tugas-tugas motorik.

CHAR TRAINEE ACTERISTICS

(8)

Faktor Desain yang Memengaruhi Transfer Pelatihan

Feedback

(Masukan/Umpan balik)

General Principles (Prinsip Umum)

Identical Elements (Elemen Identik)

Overlearning Sequencing of Training Sessions

(Urutan Sesi Pelatihan)

(9)

(Lingkungan kerja)

Pelatihan dalam organisasi maupun dalam lingkungan kerja merupakan lingkup yang

kompleks. Apakah keterampilan yang dipelajari dalam pelatihan digunakan pada pekerjaan atau tidak sebagian besar bergantung pada lingkungan pekerjaan.

ENVIRONMENT

WORK

(10)

Audiovisual

Instruction Autoinstruction Lecture

Modeling On-the-Job Training

Role-Playing

Simulations

(Metode Pelatihan)

METHODS

TRAINING

(11)

(Pelatihan Elektronik)

Pelatihan elektronik atau E-learning adalah tren terbaru dalam

pelatihan organisasi dan pendidikan universitas. Beberapa bentuk E- learning hanya memanfaatkan komputer atau teknologi untuk

menyampaikan pelatihan yang awalnya dikembangkan untuk media lain, seperti menyiarkan kuliah melalui web sehingga orang dapat menontonnya dari jarak jauh di komputer atau televisi mereka.

Pendekatan lain yang lebih canggih memungkinkan metode pelatihan individual yang kompleks kemudian menggabungkan penilaian untuk memberikan umpan balik/masukan dan membuat pelatihan lebih

efisien dengan mencocokkannya dengan tingkat peserta pelatihan.

TRAINING

ELECTRONIC

(12)

(Pendampingan)

Mentoring adalah jenis hubungan kerja khusus antara dua karyawan di mana yang lebih berpengalaman menawarkan nasihat/pelatihan, konseling, dan persahabatan dan

berfungsi sebagai panutan (Baranik, Roling, & Eby, 2010). MENTORING

(13)

(Pelatihan Eksekutif)

Eksekutif dan manajer tingkat tinggi, terutama di perusahaan swasta, terkadang dipasangkan dengan konsultan yang dapat berfungsi sebagai pelatih eksekutif untuk membantunya

meningkatkan kinerja pekerjaannya. Pembinaan eksekutif pada awalnya dirancang untuk membantu tingkat tinggi, manajer

dengan masalah kinerja, tetapi telah berkembang menjadi sarana membantu karena manajer berkinerja baik

meningkatkan keterampilan manajemen mereka (Bono, Purvanova, Towler, & Peterson, 2009).

COACHING

EXECUTIVE

(14)

DELIVERY OF A

TRAINING PROGRAM

Bahkan program pelatihan yang dirancang paling baik pun tidak akan efektif kecuali disampaikan dengan benar. Di sebagian besar organisasi, spesialis yang terampil dalam pelatihanlah yang

menyampaikan program kerjanya. Mereka mungkin ahli atau tidak ahli dalam isi pelatihan atau desain pelatihan. Konten adalah

tanggung jawab UKM yang mengetahui topik tertentu yang akan dicakup oleh pelatihan. Psikolog I/O dan orang-orang dari

beberapa bidang lain adalah ahli dalam mendesain sebuah

program. Karena penyampaian program bukanlah aktivitas yang

sering dilakukan oleh psikolog I/O.

(15)

Evaluasi adalah bagian untuk melihat apakah program tersebut diinginkan atau tidak dan untuk mengukur ke efektifan pelatihan.

EVALUASI PROGRAM PELATIHAN

Set Criteria

Choose Design

Choose Measures of The Criteria Collect Data

Analyze and Interpret Data

Langkah-Langkah dalam Evaluasi Pelatihan:

2. 1.

3. 4.

5.

(16)

Langkah-langkah dalam Evaluasi Pelatihan

Kriteria Tingkat Pelatihan

Kriteria Tingkat Kinerja

Yaitu berkaitan dengan apa yang dipelajari

seseorang dan apa yang dapat dilakukan di

lingkungan pelatihan itu sendiri pada akhir

pelatihan.

Kriteria pelatihan berfungsi sebagai

standar evaluasi pelatihan.

1.Set Criteria

(Menetapkan Kriteria)

Yaitu berkaitan dengan pengaruh kinerja

seseorang yang di fokuskan pada

pekerjaan itu sendiri dari pada aturan

pelatihan.

(17)

Mengacu pada kepercayaan diri peserta dalam mengikuti

pelatihan dalam hal peserta, percaya bahwa dia dapat

melewati dan keluar dari

pelatihan tersebut dengan nilai yang tinggi pada akhir sesi

pelatihan.

Mengacu pada perilaku dan keterampilan yang diperoleh

peserta dalam pelatihan.

Mengacu pada efek yang di inginkan pada proses pelatihan atau berfungsi sebagai efektivitas

program pelatihan.

Kriteria perilaku berfokus pada perilaku peserta pelatihan pada

pekerjaan yang mungkin disebabkan oleh pelatihan.

Tingkat Kinerja Tingkat

Pelatihan

Klasifikasi Kriteria:

2. 1.

Kriteria Reaksi Kriteria Perilaku

Kriteria Hasil Kriteria

Pembelajaran

(18)

2. Choose Design

Desain adalah struktur yang menentukan pengumpulan data. Adanya evaluasi

pelatihan, membatasi jenis-jenis kriteria yang digunakan dalam desain. Kriteria dapat dinilai dengan berbagai jenis desain. Namun, ada dua desain yang paling popular yaitu:

Pretest-Posttest dan Kelompok Kontrol.

Penilain peserta pelatihan sebelum dan sesudah pelatihan. Karena ke praktisannya membuat desain ini banyak digunakan dalam organisasi.

Desain dalam pelatihan yang berfungsi untuk mengelompokkan karyawan yang telah mengikuti pelatihan dengan karyawan yang belum dilatih. Desain ini cenderung lebih sulit digunakan dalam

organisasi karena tidak mudah dalam menempatkan karyawan secara acak di dalam kelompok yang dapat menyebabkan kontaminasi antara karyawan yang belum dilatih dan yang sudah dilatih. Namun, desain ini dapat membantu dalam mengontrol hal-hal lain yang kemungkinan terjadinya perubahan pada karyawan.

Kontrol Grup

Pretest-Posttest

(19)

Langkah-Langkah dalam Evaluasi Pelatihan

3. Choose design (Pilih Ukuran Kriteria)

5. Analyze and interpret Data (Menganalisis dan

Menafsirkan Data) Setelah memilih kriteria, ukuran

aktual dari kriteria tersebut perlu dipilih. Kriteria pembelajaran

biasanya melibatkan semacam tes yang diberikan pada akhir pelatihan.

Pelatihan yang dimaksudkan untuk menambah pengetahuan tentang suatu topik dapat dievaluasi dengan tes pengetahuan seperti ujian yang diberikan di sekolah.

4. Choose measure of the Criteria (Mengumpulkan

Data)

Data dari studi evaluasi dianalisis dengan statistik inferensial. Dengan desain pretest-posttest, statistik menunjukkan seberapa banyak peserta pelatihan berubah dari pretest ke posttest. Dengan studi kelompok kontrol, statistik

menunjukkan berapa banyak perbedaan, jika ada, antara

karyawan terlatih dan tidak terlatih.

Meskipun logika yang mendasari studi evaluasi sederhana dan

lugas, melakukan studi bisa menjadi pekerjaan yang sulit karena mengumpulkan data menimbulkan banyak masalah praktis. Orang tidak selalu

kooperatif dan banyak hal yang

bisa dan memang salah.

(20)

Pelatihan Pengembangan SDM Untuk Mendapatkan Tenaga Kerja yang Baik dan Tepat

https://pu.go.id/berita/pelatihan-pengembangan-sdm-untuk-mendapatkan-tenaga-kerja-yang-baik-dan-tepat

Untuk mendapatkan tenaga kerja pendidikan yang bersumberdaya manusia yang baik dan tepat sangat perlu pelatihan dan

pengembangan, karena setiap karyawan memerlukan pengetahuan, kompetensi, dan kebutuhan untuk berkembang supaya bisa bekerja dengan baik dan dapat meniti karir ke jenjang yang lebih tinggi. Demikian sambutan Kapusdiklat Manajemen dan Pengembangan Jabatan Fungsional, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada

pembukaan Pelatihan Manajemen Pengembangan SDM yang dibacakan oleh Kepala Balai Diklat PUPR Wilayah V Yogyakarta, Anwar, Kamis (12/3).

Pengembangan SDM sendiri merupakan suatu rangkaian kegiatan organisasi atau institusi yang dilaksanakan dalam interval waktu tertentu dan didesain untuk melahirkan perubahan sikap mental dan keahlian karyawan, sehingga mereka mampu menyelesaikan

penugasan yang berhubungan dengan peran dan tanggungjawabnya dimasa depan. Pengembangan SDM juga merupakan salah satu cara dalam menghadapi tantangan yang berkaitan dengan dinamika persoalan SDM. Pengembangan SDM biasanya berkaitan dengan upaya upgrade kemampuan intelektual atau emosional yang dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan, sehingga menjadi lebih baik lagi. Pengembangan ini dilandaskan pada kenyataaan, bahwa setiap karyawan memerlukan pengetahuan, kompetensi, dan kebutuhan untuk berkembang supaya bisa bekerja dengan baik dan dapat meniti karir ke jenjang yang lebih tinggi.

Persiapan jenjang karir dalam jangka waktu panjang untuk serangkaian posisi dan jabatan tertentu inilah yang dipahami sebagai proses pengembangan sumber daya manusia. Salah satu fungsi manajemen SDM, adalah training and development,yang berarti untuk

mendapatkan tenaga kerja pendidikan yang bersumberdaya manusia yang baik dan tepat sangat perlu pelatihan dan pengembangan.

Pelatihan bagi SDM di lingkungan Kementerian PUPR dalam hal ini mencakup: pembelajaran tentang Kebijakan Pengembangan SDM ASN PUPR; Pengantar Manajemen SDM; Pelatihan Berbasis Kompetensi; Pengelolaan Talenta, Jalur Karier, dan Perencanaan Suksesi;

Manajemen Kinerja; Kebijakan Manajemen PNS dan P3K; Penilaian Kompetensi; dan Pemetaan Karier ASN PUPR.

Pelatihan Manajemen Pengembangan SDM yang diselenggarakan di Balai Diklat PUPR Wilayah VI Yogyakarta tersebut berlangsung pada 12-14 Maret 2020 dengan diikuti 30 peserta. (Balai V Yogyakarta)

(21)

Referensi

Dokumen terkait

Pembobotan kriteria untuk tingkat 2

Berkaitan dengan pelatihan, Werther dan Davis (1989) menyatakan bahwa sebelum melakukan pelatihan, pimpinan perlu mempersiapkan langkah-langkah penentuan kebutuhan pelatihan,

Hasil evaluasi dapat menggambarkan tingkat kepuasan peserta dalam mengikuti pelatihan, serta dapat memberikan gambaran perkembangan kinerja peserta setelah

PBA tidak melakukan evaluasi hasil pelatihan di institusi klien, walau dilakukan evaluasi pelatihan masih terbatas di kelas, yaitu evaluasi tingkat 1 & 2 se- hingga

Langkah – langkah apa yang harus dilakukan pihak Manajemen agar kebijakannya tersebut mampu mempengaruhi tingkat Kinerja Perusahaan melalui Kinerja Karyawan di PT

Keenam, tahap evaluasi yang dilaksanakan pada dua langkah: 1) Evaluasi oleh teman sejawat peserta pelatihan. Kegiatan evaluasi ini dilakukan oleh teman sejawat berupa kegiatan

1) Evaluasi penerapan/ kepatuhan terhadap SOP dapat dilakukan dengan menilai tingkat kepatuhan terhadap langkah-langkah dalam SOP. Untuk evaluasi ini dapat

Dari tabel 2, Kinerja Guru dalam Kegiatan Pembelajaran Menggunakanmetode Nature Learning.Learning 9 kriteria langkah- langkah yang harus dilakukan dalam proses pembelejaran