Tablet Codein HCl 20mg Metode granulasi
kering
Kelompok 18
Dosen pengampu : Dr.apt.Muslim Suardi,M.Si
Epa Arnas (2148201094)
ANGGOTA
Annisatul Syaida(2148201091)
Annisa Arhama (2148201092) Nabila Takhira (2148201093) 01
02 03
04
Epa Arnas (2148201094) 05
Lisma Ramadhani Dinata (2148201090)
Formulasi
Fase dalam
codein HCl 20 mg Amylum 10%
PVP 5%
Laktosa q.s
Mg-stearat 1%
Talkum 2%
Amprotab 5%
Fase luar
R/ R/
Bobot tab : 1000 mg
jumlah tab yg ingin dibuat : 50 tab
preformulasi
Formulasi Zat Aktif 1. Codein HCl
a. Pemerian : Hablur kecil tidak berwarna atau serbuk hablur kecil berwarna putih atau hampir putih.
b. Kelarutan : Larut dalam air, sukar larut dalam etanol; praktis tidak larut dalam sikloheksan.
c. Wadah dan penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.
2. Amylum
• Pemerian : serbuk hablur putih halus sampaiagak putih, tidak berbau, memiliki rasa lemah, higroskopis
• Kelarutan : praktis tidak larut dalam air dingin dan etanol 95% dingin, mengembang pada suhu 36oC.
• Stabilitas : stabil tapi higroskopik, disimpan dalam wadah tertutup baik pada tempat sejuk dan kering.
• Kegunaan : zat pengikat / penghancur
preformulasi
3. PVP
• Pemerian : Inert, sedikit higroskopis, tidak mengeras selama penyimpanan.
• Kelarutan : Larut air dan alkohol, digunakan dalam konsentrasi 3-15%, Tablet efervesen bisa dibuat menggunakan PVP dalam etanol anhidrat.
Janganmenggunakan isopropanol anhidrat karenameninggalkan bau pada granul.
• Kegunaan : Sebagai zat pengikat
4. Laktosa
• Pemerian : Serbuk atau masa hablur, keras, putihatau putih krem. Tidak berbauda rasa sedikit manis. Stabil di udara, tetapi mudah menyerap bau.
• Kelarutan : Mudah larut dalam air dan lebih mudah larut dalam air mendidih ; sangat sukar larut dalam etanol ;tidak larut dalam kloroform dan dalam eter.
• Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
• Kegunaan : Zat tambahan sebagai zat pengisi
5. Mg-stearat
• Pemerian :Hablur halus, putih; bau lemah khas; mudah melekat dikulit;
bebas dari butiran.
• Kelarutan : Tidak larut dalam air, dalam etanol dandalam eter.
• Penyimpanan :Dalam wadah tertutup baik.
• Kegunaan : Zat tambahan sebagai glidan
preformulasi
Perhitungan
Terlaksana semua alur proses bisinis 02
Cara kerja
Metode granulasi kering
Granulasi kering disebut juga slugging, merupakan salah satu metode pembuatan tablet dengan cara mengempa campuran bahan kering (partikel zat aktif dan eksipien) menjadi massa padat yang selanjutnya dipecah lagi untuk menghasilkan partikel yang berukuran lebih besar (granul) dari serbuk semula.
Dry granulator
kelebihan & kekurangan metode granulasi kering
Kelebihan kekurangan
Kelebihan cara granulasi kering adalah (Andayana, 2009):
1. Peralatan lebih sedikit karena tidak menggunakan larutan pengikat, mesin pengaduk berat dan pengeringan yang memakan waktu
2. Baik untuk zat aktif yang sensitif terhadap panas dan lembab
3. Mempercepat waktu hancur karena tidak terikat oleh pengikat
Kekurangan cara granulasi kering adalah (Andayana, 2009):
1. Memerlukan mesin tablet khusus untuk membuat slug
2. Tidak dapat mendistribusikan zat warna seragam
3. Proses banyak menghasilkan debu sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi silang.