• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT MASA DEMOKRASI LIBERAL 1950-1959

N/A
N/A
Santa Simanjuntak

Academic year: 2024

Membagikan "PPT MASA DEMOKRASI LIBERAL 1950-1959"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

M a s a D e m o k r a s i L i b e r a l

1 9 5 0 - 1 9 5 9

(2)

Pengakuan kedaulatan adalah pengakuan dari negara-negara lain terhadap suatu negara yang baru merdeka sebagai entitas berdaulat.

Konferensi Meja Bundar 1949 adalah konferensi yang diadakan di Den Haag, Belanda, untuk membahas status Indonesia yang baru merdeka.

Pada konferensi ini, Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia setelah negosiasi yang panjang. Kesepakatan utama yang dicapai adalah penarikan pasukan Belanda dari Indonesia, dan pengakuan kedaulatan Indonesia secara penuh. Ini menandai akhir dari periode kolonialisme Belanda di Indonesia.

(3)

Pembubaran Republik Indonesia Serikat (RIS)

Republik Indonesia Serikat (RIS) adalah entitas politik yang

terbentuk pada tahun 1949 sebagai hasil dari perjanjian antara

Belanda dan Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar. Namun,

RIS tidak bertahan lama karena terjadi ketegangan internal

antara pemerintah pusat dan beberapa negara bagian di

Indonesia. Ketidakstabilan politik ini berujung pada pembubaran

RIS pada tahun 1950, dan Indonesia kemudian menjadi negara

kesatuan dengan nama Republik Indonesia yang merupakan

nama yang digunakan sejak proklamasi kemerdekaan pada

tahun 1945.

(4)

Masa demokrasi liberal di Indonesia pada tahun 1950-1959 ditandai dengan berbagai peristiwa politik dan pemerintahan yang dinamis.

Pemerintahan dijalankan berdasarkan sistem parlementer dengan parlemen yang kuat, di mana partai politik memegang peranan penting.

Pada awalnya, terdapat persaingan politik yang

sengit antara beberapa partai utama seperti

Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Komunis

Indonesia (PKI), dan Masyumi.

(5)

pemilihan Umum 1955 adalah pemilihan

umum pertama yang diadakan di Indonesia setelah kemerdekaannya. Pemilu ini

diadakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang akan

membentuk Konstituante, badan yang

bertugas menyusun konstitusi baru untuk Republik Indonesia. Pemilu ini diikuti oleh berbagai partai politik yang aktif pada masa itu, termasuk Partai Nasional Indonesia

(PNI), Partai Komunis Indonesia (PKI),

Masyumi

(6)

Sidang Konstituante pada masa demokrasi liberal 1950-1959 merupakan upaya untuk menyusun konstitusi baru bagi Republik Indonesia. Konstituante terdiri dari wakil-wakil rakyat yang dipilih dalam Pemilihan Umum 1955.

Namun, proses penyusunan konstitusi ini tidak

berjalan lancar karena adanya perbedaan

pendapat yang tajam di antara anggota

Konstituante, terutama terkait dengan sistem

pemerintahan yang akan diadopsi

(7)

Masa demokrasi liberal di Indonesia pada 1950-1959 dipenuhi dengan pergolakan daerah dan ketidakstabilan politik yang meresahkan. Sejumlah konflik bersenjata, pemberontakan, dan ketegangan politik regional menjadi ciri khas periode ini.

ketidakstabilan ini merugikan proses pembangunan dan konsolidasi negara yang baru merdeka.

Akibatnya, kondisi politik yang rapuh ini menjadi

salah satu faktor utama yang mendorong terjadinya

perubahan politik ke arah sistem pemerintahan yang

lebih otoriter dengan munculnya Orde Baru di tahun

1960-an

(8)

Pada akhirnya, masa demokrasi liberal di Indonesia pada tahun 1950-1959 ditandai oleh berbagai pergolakan politik, pemberontakan, dan ketidakstabilan regional.

Meskipun demikian, periode ini juga merupakan waktu di mana Indonesia memulai eksperimen demokrasi multiparti yang relatif terbuka setelah merdeka pada tahun 1945.Akhirnya, pada akhir dekade 1950-an, ketidakstabilan politik ini menyebabkan pergantian rezim politik, mengarah pada berakhirnya masa demokrasi liberal dan

munculnya Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno pada tahun 1960-an.

Ini menandai akhir dari periode demokrasi liberal yang singkat namun penting dalam sejarah politik Indonesia.

3 . 5

(9)

THANK

YOU VERY

MUCH!

Referensi

Dokumen terkait