PERTANIAN TERPADU
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa mampu memahami konsep pertanian terpadu, keterkaitannya dengan pertanian yang produktif, ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Definisi Sistim Pertanian Terpadu
❑ Sistem Pertanian Terpadu (integrated farming system) adalah satu sistem yang menggunakan ulang
(kembali) dan mendaur ulang, menggunakan tanaman dan/atau hewan sebagai mitra,
menciptakan suatu ekosistem yang meniru cara alam bekerja.
❑ Satu praktek budidaya aneka tanaman, aneka kultur yang beragam dimana "micro output" dari satu
budidaya menjadi input kultur lainnya, sehingga meningkatkan kesuburan tanah dengan tindakan alami, menyeimbangkan semua unsur hara organik yang pada akhirnya membuka jalan untuk pertanian organik, produktif, ramah lingkungan dan
berkelanjutan.
Keunggulan Sistem Pertanian Terpadu
1. Efisiensi
Memanfaatkan sumber daya alam secara optimum
2. Mandiri
Sistem dapat berjalan dengan input luar minimum.
3. Produktif
Pada satu areal dapat menghasilkan lebih dari satu produk.
4. Berkelanjutan
Berkelanjutan dilihat dari tiga aspek, yakni Ekologi &
Biosfer, Ekonomi dan Manusia.
BERKELAN JUTAN
Biosfer: 1) Keberlanjutan Lingkungan 2 ) Kerberlanjutan Sumberdaya
Ekonomi :
1) Keberlanjutan Fisik 2) Keberlanjutan
Ekonomi Manusia:
1) Keberlanjutan Kultural
2) Kebrlanjutan Sosial
Sistem Produksi
Ekonomi
Wilayah
Komuni tas SDM
Sistem Energi
dan Biomas
Efisiensi Produktivitas
Kemandirian Pemberdayan
Cakupan Sistem Pertanian Terpadu
Prinsip Sistim Pertanian Terpadu
❑ Memaksimalkan keterkaitan input-output dan aliran antar sistem produksi (produktifitas dan efisiensi
produksi biomass/energi/nilai tambah = Y)
➢ Memaksimalkan:
P : Produk utama (output) I : Income (nilai tambah) L : Lapangan kerja
➢ Meminimalkan:
W : Waste (produksi limbah)
C : Cost (pengeluaran untuk input eksternal) (P + I + L)
❑ Memaksimalkan: Y = --- (W +C)
Sistem Pertanian Konvensional
1. Tidak ramah lingkungan,
✓ Terjadi karena penggunaan teknologi yang sarat masukan luar berupa
agrokimia terutama pupuk dan pestisida anorganic
2. Tidak efisien
✓ Lahan luas
✓ Mengelola satu sub sektor 3. Tidak mandiri
✓ Tergantung input dari luar
Pertanian Indigenus
Tidak Ramah lingkungan
Ketidakramahan sistem pertanian terjadi karena
penggunaan teknologi yg kurang bijak, pergeseran lokasi usaha pertanian ke perbukitan akibat tekanan kebutuhan penduduk dan konversi lahan menjadi non pertanian.
Arah Perkembangan Pertanian di Wilayah Tropika Basah
Traditional Conventional
Industrial
Pasar Uang
Masukan Eksternal (Agrokimia)
RT Pengelola
Proses Produksi Ternak
Produk Utama (Daging)
Proses Produksi Tanaman Produk Utama
(Pangan)
Produk Ikutan (Hijauan)
Produk Ikutan (Kotoran)
Aliran materi dan uang dalam sistem konvensional
Buangan
Pasar Uang
Masukan Eksternal (Organik)
RT Pengelola
Proses Produksi Ternak
Produk Utama (Daging)
Proses Produksi Tanaman Produk Utama
(Pangan)
Produk Ikutan (Hijauan)
Produk Ikutan (Kotoran)
Aliran materi dan uang dalam Sistim Pertanian Terpadu
Limbah RT/Desa
Contoh Komponen yang terlibat dalam Integrated Farming System (IFS)
1. Manusia
❑ Manusia sebagai pengelola ekosistem.
❑ Melalui IFS, manusia tidak hanya
mendapatkan keuntungan finansial
tetapi juga pangan sebagai kebutuhan primer dan energi, serta keberlanjutan sistem.
2. Ternak
❑ Peternakan memainkan peran sebagai sumber energi dan penggerak ekonomi dalam IFS.
❑ Sumber energi berasal dari daging, susu, telur serta organ tubuh lainnya bahkan kotoran hewan.
❑ Sedangkan fungsi penggerak ekonomi berasal dari hasil penjualan ternak, telur, susu dan hasil sampingan ternak lainnya.
❑ Dalam mendesain komponen peternakan yang akan digunakan dalam IFS faktor
biosekuriti adalah faktor penting yang harus selalu diperhatikan.
❑ Pencegahan penularan penyakit antar hewan adalah menjadi fokus biosekuriti tersebut.
3. Tanaman
Syarat tanaman yang dapat diusahakan adalah: bernilai ekonomi dan dapat
menyediakan pangan dan/atau pakan untuk ternak yang diusahakan.
4. Ikan
❑ Ikan yang digunakan dalam IFS adalah ikan air tawar yang dapat beradaptasi baik
dengan lingkungan air yang keruh, tidak membutuhkan perawatan ekstra, mampu
memanfaatkan nutrisi yang ada dan memiliki nilai ekonomis.
❑ Ikan yang sering digunakan adalah ikan nila, gurami, mas, dan lele.
❑ Ikan dapat dipelihara secara tunggal
(monoculture) atau campuran (polyculture), asalkan jenis yang dipelihara mempunyai
kebiasaan makan berbeda agar tidak terjadi perebutan makanan, misalnya ikan mas
dengan gurami.
5. Waste Treatment (pengelolaan limbah)
❑ Kegiatan ini berperan dalam penyediaan energi dan penekan pencemaran
lingkungan.
❑ Hasil dari pengolahan limbah tersebut dapat berupa:
✓ Kompos dan/atau pupuk kandang
✓ Biogas
Tujuan utama kegiatan pertanian adalah hasil optimum yang berkelanjutan, melalui
pengelolaan unsur-unsur produksi yg cermat sesuai dengan daya dukung lingkungan.
❑ Aspek produksi dalam agronomi dapat dirumuskan sbb :
Y = f (E, G, C) Y = hasil
E = environmental/lingkungan (tanah, iklim, pengelolaan, dsb.)
G = genotype
C = kultur teknis, alat, dsb.
Luaran dari Sistim Pertanian Terpadu jika Dikelola dengan Tepat dan Benar
1. Food untuk manusia
❑ Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia selama hidup.
❑ Pangan menjadi fondasi awal sebelum melakukan berbagai aktivitas.
❑ Sumber pangan manusia ada dua jenis, yaitu nabati dan hewani.
❑ Untuk memperoleh keduanya, harus ada upaya maksimal, terutama yang terkait
finansial, dengan sistem pertanian terpadu, semuanya terpenuhi.
2. Feed untuk Ternak
❑ Saat ini sudah mulai terjadi persaingan
antara pakan dan pangan (jagung untuk pakan ternak, padahal utamanya sebagai bahan pangan)
❑ Di sinilah peran sistem pertanian terpadu dalam menyeimbangkan kedua hal
tersebut.
Contoh:
Pertanian memproduksi jagung. Bijinya sebagai bahan pangan manusia, sedangkan jerami dan tongkolnya diberikan kepada ternak sebagai pakan.
3. Fertilizer untuk Tumbuhan
❑ Lahan bisa disuburkan kembali dengan pemberian pupuk kompos dari kotoran ternak yang dipelihara secara bersama- sama dengan tanaman.
❑ Dengan demikian, petani mampu
menghasilkan pangan secara mandiri, produktif dan berkelanjutan.
4. Fuel untuk Manusia
❑ Biogas merupakan keluaran fuel dari sistem pertanian terpadu.
❑ Biogas berasal dari kotoran ternak sapi yang dikemas dalam instalasi khusus.
❑ Dengan adanya biogas, setiap rumah tangga tidak perlu lagi membeli gas alam.
❑ Biogas lebih aman digunakan.