Esensi dan Urgensi Identitas Nasional
serta Dinamika dan
Tantangannya
PERBATASAN DARAT 5 PROVINSI PERBATASAN LAUT DI 11 PROVINSI
WILAYAH NEGARA UU NO. 43 TH
2008
Dari Sabang sampai Merauke, Berjajar pulau-pulau Sambung menyambung menjadi satu.. Itulah Indonesia.
SAMUDERA PASIFIK
SAMUDERA HINDIA (ATLANTIK
)
BENUA AUSTRALIA
POSISI WILAYAH NKRI
BENUA
ASIA
PERUBAHAN BATAS WILAYAH NKRI
Proklamasi 17 Agustus 1945
• Semua wilayah bekas jajahan Belanda
• 3 mile dari garis pantai
• Luas 100.000 km2
13 Desember 1957 Deklarasi Djoeanda
• 12 mil batas wilayah NKRI
• Sistem pengukuran berubah
dengan garis pangkal lurus yang menghubungkan pulau-pulau terluar Indonesia
• Luasnya menjadi 3.000.000 km2.
• ZEE luasnya 3.000.000 km2 lagi.
Total wilayah perairan
bertambah 60 kali
JUMLAH BESAR L/KURANG 17.504 PULAU BAIK PULAU BESAR MAUPUN PULAU KECIL.
• PULAU-PULAU KECIL TERLUAR, RAWAN SENGKETA, PENYELUNDUPAN, PEROMPAKAN, DLL.
• PENAMAAN BELUM SELESAI, PADAHAL HARUS SUDAH DI- DEPOSITKAN (DIDAFTARKAN) KE PBB TH.2007-2008.
• DIKUASAI / DISEWAKAN OLEH DAERAH/PERORANGAN KEPADA ORANG ASING.
• WALAU SUDAH ADA PERPRES NO.78 TH.2005 TTG PENGELOLAAN PULAU-2 TERLUAR 🡪 TETAPI PELAKSANANNYA BELUM
SIGNIFIKAN .
MASALAH PULAU
PULAU-2 TERLUAR DI WILAYAH INDONESIA
YG BERPOTENSI KONFLIK DGN NEGARA TETANGGA PULAU-2 TERLUAR DI WILAYAH INDONESIA
YG BERPOTENSI KONFLIK DGN NEGARA TETANGGA
P. RANDO 06 04 30 N 095 06 45
E P.
BERHALA 03 46 30 N 094 30 03 E
P. NIPAH 01 09 13 N 103 39 11E
P.
SEKATUNG 04 47 38 N 108 80 39 E
P.
MIANGAS 05 34 02 N 126 24 54 E P.
MARORE 04 44 14 N 125 25 42 E
JAKARTA
P. BRAS 00 56 57 N 134 20 30 E
P. FANI 01 05 20 N 131 15 35 E
P.
FANILDO 00 56 22 N 134 17 04 E
P. BATEK 09 15 00 S 123 59 00 E
KEP.ANAMBAS 04 49 38 N
108 80 39 E P.
SEBATIK 04 45 24 N 125 28 42 E
P. WETAR 04 15 47 S 123 59 00 E
P.
ASUBATUN 02 05 21 S 131 15 35 E
Kita harus bisa mempersatukan berbagai hal terkait karakteristik, budaya, ragam
profesi, dan keaneka ragaman potensi
daerah
Menelusuri Konsep dan Urgensi Integrasi Nasional
Integrasi Nasional merupakan proses mempersatukan bagian-bagian, unsur
atau elemen yang terpisah dari masyarakat menjadi kesatuan yang lebih bulat, sehingga menjadi satu nation (bangsa).
Jenis-jenis Integrasi: (a) integrasi bangsa; (b) integrasi wilayah; (c) integrasi nilai; (d) integrasi elit-massa; (e) integrasi tingkah laku (perilaku integratif) Dalam realitas nasional, Integrasi Nasional dibagi: (a) Integrasi Politik; (b) Integrasi Ekonomi; (c) Integrasi Sosial
Integrasi berkebalikan dengan Disintegrasi. Jika Integrasi menyiratkan
adanya keterpaduan, kesatuan dan kesepakatan atau konsensus, disintegrasi menyiratkan adanya keterpecahan, pertentangan, dan konflik
Menurut anda, apa sajakah hal-hal yang menyebabkan terjadinya gejala disintegrasi bangsa ?
Carilah faktor-faktor penyebab disintegrasi tersebut melalui diskusi kelompok.
Menggali Sumber Historis, Sosiologis, Politik tentang Integrasi Nasional
Suroyo (2002), sejarah perkembangan integrasi di Indonesia: (a) Model Integrasi Imperium Majapahit; (b) Model Integrasi Kolonial; (c) Model Integrasi Nasional Indonesia
Penumbuhan kesadaran berbangsa Indonesia : (a) Masa perintis, 2o Mei 1908; (b) Masa Penegas, 28 Oktober 1928; (c) Masa Percobaan, GAPI (Gabungan Politik Indonesia) 1938 mengusulkan Indonesia berparlemen; (d) Masa Pendobrak, menghasilkan kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Faktor penentu Integrasi suatu negara: (1) adanya ancaman dari luar; (2) Gaya politik kepemimpinan; (3) Kekuatan lembaga2 politik; (4) Ideologi Nasional; (5) Kesempatan pembangunan ekonomi
Sunyoto Usman (1998), suatu kelompok masyarakat dapat terintegrasi, apabila: (a)
Masyarakat dapat menemukan dan menyepakati nilai-nilai fundamental yang dapat dijadikan rujukan bersama; (b) masyarakat terhimpun dalam unit sosial sekaligus memiliki “cross
cutting affiliation” sehingga menghasilkan “cross cutting loyality”; (c) masyarakat memiliki sifat saling ketergantungan diantara unit-unit sosial yang terhimpun didalamnya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.
Kebijakan strategi Integrasi Nasional, al: memperkuat nilai bersama, Membangun
fasilitas, Menciptakan musuh bersama, Memperkokoh lembaga politik, Membuat
organisasi untuk bersama, Menciptakan ketergantungan ekonomi antar kelompok,
Mewujudkan kepemimpinan yang kuat, Menghapuskan identitas-identitas lokal,
Membaurkan antar tradisi dan budaya lokal, Menguatkan identitas nasional
Membangun Argumen tentang Dinamika dan Tantangan Integrasi Nasional
Dinamika integrasi nasional Indonesia, dapat dikaji dari lima jenis integrasi, yakni:
a) Integrasi bangsa b) Integrasi wilayah c) Integrasi nilai
d) Intgrasi elit-massa e) Integrasi tingkah laku
TANTANGAN MEMBANGUN INTEGRASI, datang dari
(a) dimensi horisontal (perbedaan suku, agama, ras, geografi) ; (b) dimensi vertikal (perbedaan elit-massa).
Di Indonesia dimensi horisontal lebih menonjol daripada dimensi vertikalnya.
Mendeskripsikan Esensi dan Urgensi Integrasi Nasional
Masyarakat yang terintegrasi dengan baik merupakan harapan setiap negara.
Negara yang senantiasa diwarnai konflik akan sulit untuk mewujudkan kemajuan
Integrasi bangsa diperlukan guna membangkitkan kesadaran
identitas bersama, menguatkan identitas nasional, dan membangun persatuan bangsa
Pengembangan Integrasi dapat dilakukan melalui lima strategi, yaitu:
1. Adanya ancaman dari luar;
2. Gaya politik kepemimpinan;
3. Kekuatan lembaga-lembaga politik;
4. Ideologi Nasional,
5. Kesempatan pembangunan ekonomi
INILAH KERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA (MULTIKULTURALISME) . Akibat
Kesenjangan Bisa saja memicu disintegrasi bangsa
TERIMA KASIH