• Tidak ada hasil yang ditemukan

BELAJAR TENTANG COMPUTATIONAL THINKING

N/A
N/A
Shinta Carmelia

Academic year: 2023

Membagikan "BELAJAR TENTANG COMPUTATIONAL THINKING"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Shelvia Anggreini – X AKL

COMPUTATIONAL

THINKING

(2)

CONTOH

Berisi contoh

computational thinking dalam kehidupan sehari- hari

PRINSIP PENGERTIAN

Berisi makna dan tujuan dari

computational thinking

01

Berisi langkah-langkah dari computational thinking

02

TABLE OF CONTENTS

03

(3)

PENGERT

IAN 0

1

(4)

Computational thinking (berpikir komputasional) adalah sebuah proses untuk menyelesaikan suatu masalah atau persoalan dengan menerapkan teknik

informatika. Istilah ini sering dikaitkan dengan problem solving. Berpikir

komputasional itu penting karena dapat digunakan sebagai alat untuk memecahkan masalah yang kompleks. Cara penyelesaiannya adalah dengan menguraikan setiap masalah menjadi beberapa tahapan yang efektif dan efisien.

Dengan berpikir komputasional, seseorang akan mudah untuk mengamati

masalah, mencari solusi dari suatu permasalahan, memecahkan permasalahan, dan dapat mengembangkan solusi atau pemecahan masalah.

APA ITU COMPUTATIONAL

THINKING?

(5)

PRINSIP 0

2

(6)

Ada 4 prinsip dalam computational thinking, yaitu :

 Dekomposisi (decomposition)

 Pengenalan pola (pattern recognition)

 Abstraksi (abstraction)

 Penulisan algoritma (algorithms)

APA SAJA PRINSIP-

PRINSIPNYA?

(7)

CONTOH 0

3

(8)

Contoh-contoh dari computational thinking dalam kehidupan sehari-hari, yakni :

 Memasak nasi

 Mencuci pakaian

 Membeli rumah

 Membuat secangkir kopi

APA CONTOH KEHIDUPAN NYATANYA?

 Merakit layangan

 Mengerjakan tugas

 Menulis laporan

 Memasak ayam goreng

(9)

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics & images by

Freepik

TERIMA KASIH

Please keep this slide for attribution

Referensi

Dokumen terkait

Strategi PBL adalah suatu pendekatan untuk pembelajaran siswa supaya mampu mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah (Jauhar, 2011). Keunggulan

mengembangkan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah. Selain tujuan, Pembelajaran Berbasis Masalah memiliki kelebihan... 1) Realistis dengan kehidupan siswa. 2) Konsep

Sesuai yang dikemukakan oleh Brown [3] bahwa Design Thinking telah berkontribusi dalam memecahkan berbagai masalah yang membutuhkan solusi yang inovatif, dapat

Penerapan metode problem solving dapat membuat siswa mempertajam analisis, memupuk tanggung jawab, mengembangkan daya tahan mental, memecahkan masalah, berpikir

Berpikir lateral didefinisikan sebagai pola berpikir untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan, melalui penciptaan asosiasi dengan hal-hal lain (yang pada

Nilai hasil skor keterampilan berpikir kritis sama dari pernyataan berpikir kritis ialah keahlian seorang memecahkan masalah dan menciptakan data pada suatu permasalahan dengan memakai

Fase yang diambil sesuai jenjang yang diampu yaitu Fase D Pada akhir fase D, peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menghasilkan beberapa solusi dari persoalan

o Mampu menerapkan berpikir komputasional untuk menyelesaikan o Siswa secara mandiri berpikir kritis, mengekslorasi, menganalisis, merancang solusi,dan mempalidasi ide o Siswa