PENDAHULUAN
Latar Belakang
Angka kejadian dismenore tertinggi terjadi pada wanita dengan tingkat stres sedang hingga berat dibandingkan dengan tingkat stres rendah. Tabulasi silang tingkat stres dengan tingkat dismenore pada kelas X dan manusia (60,0%).
Rumusan Masalah
Penelitian yang dilakukan oleh Yunianti (2014) tentang “Hubungan Tingkat Stres Dengan Tingkat Dismenore Di Kelas Pada Remaja Putri Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al-Fitriyah Bogor Tahun 2021?”.
Tujuan Penelitian
Remaja
Judul Skripsi: Prevalensi Tingkat Stres Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al-Fitriyah Bogor Tahun 2021. Puji dan puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, nikmat dan kasih sayang-Nya, sehingga Saya dapat menyelesaikan disertasi saya yang berjudul “Prevalensi Tingkat Stres Dengan Dismenore Primer Pada Remaja Putri Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al-Fitriyah Bogor Tahun 2021”. “Prevalensi Tingkat Stres Dengan Dismenore Primer Pada Remaja Putri Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al-Fitriyah Bogor Tahun 2021”.
Judul Skripsi : “Prevalensi Tingkat Stres Dengan Dismenore Primer Pada Remaja Putri Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al-Fitriyah Bogor Tahun 2021”. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore primer pada siswi kelas IX Medresah Tsanawiyah Al-Fitriyah Bogor Tahun 2021. Secara klinis dismenore terbagi menjadi dua yaitu dismenore primer (esensial, internal, idiopatik) dan dismenore sekunder (eksternal, didapat, didapat) (Sarwono, 2013).
Keterbatasan Penelitian
Hasil Penelitian Sejenis
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Dismenore Pada Mahasiswa Kelas VI Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Citra Husada Mandiri Kupang (CHMK).
KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL
- Kerangka Teori
- Kerangka Konsep
- Definisi Operasional Variabel
- Hipotesis Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri kelas IX di Madrasah Tsanawiyah Al-Fitriyah Bogor Tahun 2021. HO : Tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore primer di kelas. IX. Remaja Putri Madrasah Al-Fitriyah Al-Fitriyah Bogor Tahun 2021 H1 : Ada Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al-Fitriyah Bogor Tahun 2021.
Penelitian ini menganalisis variabel-variabel yang berhubungan dengan hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri kelas IX di Madresah Tsanawiyah Al-Fitriyah Bogor Tahun 2021. Untuk menguji statistik tersebut, perlu dirumuskan hipotesis untuk mengetahui hubungan tersebut. antara tingkat stres dan dismenore primer pada remaja putri. kelas IX Medresah Tsanawiyah Bogor tahun 2021. Penelitian yang dilakukan pada anak perempuan kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al-Fitriyah dilakukan pada bulan November 2021.
Artinya H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga terdapat hubungan yang bermakna/signifikan antara tingkat stres pada remaja putri kelas IX Madresah Tsanawiyah Al-Fitriyah Bogor Tahun 2021. Setelah mendapat informasi yang cukup dan mengetahui manfaat dan tujuan dari kegiatan tersebut. Penelitian ini berjudul “Hubungan Tingkat Stress dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri IX Madrasah Tsanawiyah Al-Fitriyah Bogor Tahun 2021. Kuesioner Penelitian Hubungan Tingkat Stress Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri kelas Ix Madrasah Tsanawiyah Al-.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan studi cross-sectional dimana variabel independen dan dependen dikumpulkan dalam periode yang sama dan diukur dampaknya sesuai dengan kondisi pada saat penelitian dilakukan. Yang digambarkan secara kuantitatif dengan menggunakan data primer hasil penyebaran kuesioner dan data tersebut diolah dengan menggunakan SPSS, dimana dilakukan uji analisis univariat untuk mengetahui karakteristik sampel dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat dan bebas kemudian korelasi antar variabel menggunakan Uji Chi Square.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Sampel adalah sebagian subjek dalam populasi yang diteliti, yang tentunya dapat mewakili populasi tersebut. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 78 siswi remaja, sehingga besaran tunjangan yang digunakan sebesar 10% dan hasil perhitungannya dapat dibulatkan untuk mencapai kelayakan. Berdasarkan perhitungan di atas, maka sampel responden dalam penelitian ini disesuaikan menjadi 44 orang dari jumlah siswi Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al-Firiyah Bogor.
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya berupa angket yang lebih baik (cermat, teliti dan sistematis) sehingga lebih mudah dalam pengolahannya (Saryono, 2011). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab (Nursalam, 2016). Kuesioner yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup yang berisi tentang hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di Medresah Tsanawiyah Al-Firiyah Bogor.
Untuk variabel tingkat stres pada remaja putri, peneliti menggunakan kuesioner DASS (Depression Anxiety Stress Scale) yang berjumlah 14 pernyataan. Dalam mengukur tingkat stres ini, tidak dilakukan uji validitas dan reliabilitas karena instrumen yang digunakan berstandar internasional. Untuk variabel dismenore pada remaja putri, peneliti menggunakan penilaian dismenore dengan menggunakan Numeral Rating Scale (NRS) yaitu angka 0 berarti tidak nyeri, 1-3 berarti nyeri ringan, 4-6 berarti nyeri sedang (moderate pain) dan 10 berarti nyeri sedang (moderate pain). . sakit parah.
Prosedur Pengumpulan Data
Pengolahan dan Analisis Data
Apabila ada data - data yang belum lengkap, jika memungkinkan perlu dilakukan pengambilan data ulang untuk melengkapi data - data tersebut. Tetapi apabila tidak memungkinkan, maka data yang tidak lengkap tersebut tidak diolah atau dimasukkan dalam pengolahan “data missing”. Data yang dalam bentuk “kode” (angka atau huruf) dimasukkan ke dalam program atau “software” komputer.
Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Analisis bivariat menggunakan tab silang untuk menyoroti dan menganalisis perbedaan atau hubungan antara dua variabel. Untuk menguji apakah terdapat perbedaan/korelasi antara variabel metode ceramah dan metode demonstrasi terhadap peningkatan pola hidup sehat mahasiswa digunakan analisis Chi Square dengan taraf signifikansi á = 0,05.
Hasil yang diperoleh dari analisis Chi Square dengan menggunakan program SPSS adalah p-value, kemudian dibandingkan dengan á = 0,05. Nilai Chi Square, Koefisien Kontingensi dan Korelasi Spearman diperoleh dari hasil pengolahan program SPSS (Santoso, 2000). Penelitian yang berjudul “Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al-Fitriyah Bogor Tahun 2021” telah melalui prosedur tinjauan etik dan dinyatakan layak dilaksanakan dengan NO 053/PE /P/- KEPK/XII/2021.
Profil Madrasah Tsanawiyah Al-Fitriyah Bogor
Hasil Analisis Univariat
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden pada penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami stres berat. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan Hawari (2011) bahwa stres merupakan respon tubuh yang tidak spesifik terhadap setiap tuntutan yang diberikan padanya. Dari tabel diatas terlihat variabel nyeri kategori nyeri sedang sebanyak 29 remaja putri dengan persentase 65,9% dan tingkat nyeri berat sebanyak 15 remaja putri dengan persentase 34,1%.
Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden pada penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami nyeri sedang. Kondisi yang menunjukkan banyak remaja putri mengalami nyeri sedang disebabkan oleh kondisi psikologis yang tidak stabil dan mudahnya emosi serta stres yang dialami remaja putri.
Hasil Analisis Bivariat
Hasil uji Chi-Square 2 x 3 untuk melihat apakah ada hubungan antara tingkat stres dengan dismenore primer diketahui 2 sel (33%) yang mempunyai nilai Expected Count <5 masing-masing pada remaja putri mengalami sangat berat. stres dengan nyeri sedang dan remaja putri mengalami stres sangat berat dan mengalami nyeri hebat sehingga asumsi chi-square tidak terpenuhi. Berdasarkan hasil pengujian di atas dapat dijelaskan bahwa kelompok dengan tingkat stres sedang mempunyai tingkat nyeri sedang sebesar 100% dan kelompok dengan tingkat stres berat sebesar 44,4%. Artinya H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga terdapat hubungan yang signifikan/dapat dimengerti antara tingkat stres dengan dismenore primer.
Artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi terdapat hubungan yang signifikan/bermakna antara tingkat stres pada remaja putri kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al-Fitriyah Bogor. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian Yunianti (2014) tentang “Hubungan Tingkat Stress Dengan Tingkat Dismenore Pada Siswa Perempuan Kelompok Kelas IX, Seperti yang dilakukan penelitian di Madrasah Tsanawiyah Al-Fitriyah Bogor pada bulan November 2021. Berdasarkan hasil penelitian perhitungan statistik tingkat stres dan dismenore primer diperoleh p-value < dari α-value yaitu 0,000 < 0,05.
Bagi remaja putri kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al-Fitriyah Bogor Hasil penelitian yang diperoleh peneliti Madrasah Tsanawiyah Al-Fitriyah dapat memberikan informasi dan wawasan mengenai tingkat stres dan dismenore pada remaja putri. Memberikan edukasi kepada remaja putri tentang cara menghindari stres, mengelola stres dan mengurangi kejadian dismenore pada awal menstruasi. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi sebagai sumber referensi dan daftar pustaka mengenai hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri.
Hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dan dukungan sosial keluarga dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Kota Surabaya. Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 8 Kendari Tahun 2016.
PEMBAHASAN
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Oleh karena itu, saya menyatakan bersedia bekerja sama sebagai tergugat, dengan ketentuan apabila sewaktu-waktu saya merasa dirugikan dalam hal apapun, saya mempunyai hak untuk memutuskan kontrak ini (baik secara sukarela maupun tidak). Jika berbentuk skala penilaian numerik (NRS), maka nyeri haid yang paling sering Anda rasakan adalah dalam bentuk angka. Petunjuk pengisian kuesioner Pada lembar pertanyaan di bawah ini, isilah jawaban pada kolom sebelah kanan pertanyaan dengan mengisi tanda centang atau checklist.
Mohon lengkapi kuesioner penelitian ini dengan akurat agar tidak ada pertanyaan yang terlewat dan isilah dengan sejujurnya karena hasil penelitian ini tidak akan dirugikan.