(Studi kasus pada perancang bus ana Ramia)
Oleh:
Sylvia Kumala Dewi
Fakultas Ekonomi
Universitas Katolik Parahyangan Bandung
ABSTRAK
Perekonomian suatu negara tidak dapat lepas dari usaha/bisnis yang dijalankan oleh masyarakat di negara tersebut. Sejarah telah membuktikan bahwa saat Indonesia dilanda krisis ekonomi pad a tahun 1997 yang lalu, usaha/bisnis yang masih dapat bertahan melawan krisis tersebut bukanlah usaha- usaha besar melainkan justru usaha/bisnis kecil dan menengah.
Namun, usaha kecil terkadang masih dikelola secara pribadi atau turun-temurun di keluarga. Oleh karena itu, perlu selalu dievaluasi dalam tiap perkembangannya, apakah usaha tersebut akan tetap berlangsung di masa yang akan datang.
Untuk mengevaluasi sebuah usaha/bisnis, salah satu metode yang digunakan adalah menggunakan PRIME Analysis. PRIME Analysis mengevaluasi suatu usaha/bisnis dari 5 (lima) poin, yaitu Produk/Proses, Sumber Daya, Individual, Pasar, dan Ekonomi. Masing-masing poin tersebut mempunyai kategori penilaian masing-masing. Melalui analisis ini diharapkan suatu usaha yang dijalankan dapat dievaluasi keberlangsungannya di masa yang akan datang.
Kesimpulan yang didapatkan dari usaha perancang busana Ramia ini melalui anal isis PRIME bahwa usaha ini tidak membutuhkan modal yang besar, pasarnya luas karena Ramia membuat desainnya untuk masing-masing klien sehingga dapat dibuat customized. Usaha ini dapat berlangsung lama karena desain yang dimiliki unik dan kualitas tetap baik. Namun, yang perlu diperhatikan adalah sumber daya yang dimiliki karena sang at bergantung kepada perancang itu sendiri dan membutuhkan karyawan yang mempunyai keahlian tertentu.
Kata kunci : usaha, bisnis, ide, analisis PRIME, kewirausahaan
PRIME ANALYSIS TEMPLATE ©
For Evaluating New Venture Ideas & Concepts PRODUCTSISERVICESIPROCESSES:
~~_~ategory Rating Superiority ++
UnIqueness ++
Protectiori ._._-- +
Ethicality +
Readiness ++
-Busiiiess~~-
-
++Model
_"' _ _ '_"~"'~'_'M_~"'_
Facts from the cas e, your knowledge .. or reasonable assump~()n~ __ _ --
Karena design yang d ibuat customized, maka akan selalu mempunyai produk lain. Dan pasti selalu sesuai dengan keinginan
ds and wantsnya) differensiasi dengan
customer (sesuai nee
-.. ~~---.-.-... -~~~ .••.••....• ~ ... ~-... ---.. - - - -
.. Tiap design yang d kainnya), selain itu
ibuat selalu menggunakan pengolahan bahan (untuk Ramiajuga membuat kain batik yang didesain sendiri ' gan event dan kepribadian klien (customized)
i
design disesuaikan den
. •.• _ J
iap pola design harus d pekerjanya, namun hal secara maksimal
- perlu memperhatika
ikerjakan di workshop, tidak boleh dibawa pulang o'ehi imbelum dapat melindungi hak cipta untuk deSign:
n hak cipta terhadap design produk dalam hal ini 1
design dress maup un design pengolahan bahan/kain
I
: Tidak membutuhkan modal yang terlalu besar untuk memulai bisnis, apalagi r
pengalaman kerja di bidang yang sama
i
jika didukung dengan
- ----.-~.
Explicit: resource jela s, target market jelas, perhitungan biaya jelas rena selalu memberikan design yang unik bagi Innovative: inovatif ka
kliennya
Scalable: dapat teruk ur secara kuantitatif (perhitungan pendapatan dan uhan)
biaya, tingkat pertumb
'" .. " .. -,---
. J
I
RESOURCES
e ...
financial social human h sical or anizationaletc. :
-- Prime Category Rating Facts from the case, your knowledge, or reasonable assumptiol1s --~---~-
Defined
r++-
Resourcesyang dibutuhkan adalah financial, para penjahit, tern-pat untui(--I
workshop, raw material untuk membuat design, pola, sampai menjadi sebuahI
dress_--Accesslble--+++ Entrepreneu-ime-mpunyai akses untuk mendapatkan resources yang
I
dibutuhkan:financial-> modal sendiri
para penjahit -> berasal dari tempat dulu ia bekerja tempat untuk workshop -> rumah pribadi
raw material-> selama ini karena Ramia tinggal di Bandung, dia sudah kenai baik tempat-tempat untuk membeli raw material yang dibutuhkan
f-.~ __ ~--~---I ---" .. -~ ~ ... ~ .. ~ .. -.. -.~.--"--
Minimized
i
0 Untuk memulai usaha ini, Ramia tidak butuh modal besar (modal sendiri),I
karyawan awal hanya 2 orang (karyawan lepas), Ramia masih menjadi one man-showSustainable ++
Advantage
--~- ___ ~_~I
INDIVIDUALS:
Prime Category Rating
Skills ++
I
Rareness_- dengan design yang unik,produk yang sama akan jarang didapatkan
Imitate-ability: walaupun design bisa diimitasi, tetapi untuk menghasilkan I keseluruhan produk yang berkualitas dengan pengolahan bahan yang sama, i akan sangat sulit
Substitutability- ada substitute tapi tidak ada yang benar-benar dapat menggantikan, karena unik dan rare
Value_- customer mendapatkan dress sesuai keinginan dengan kualitas terjamin
Ability to Focus_- selalu mengawasi pekerjaan karyawannya, selalu mengerjakan sendiri proses fitting
BusinesslFunctionar punya background pendidikan yang sesuai, jadi tahu tekniknya
Interpersonal.- ramah, risk taking, berorientasi ke depan, mampu menangkap keinginan klien, mempunyai kemampuan networking Self Discipline_' selalu menepati deadline yang sudah dijanjikan kepada customer
Creative Problem Solving_- menghadapi klien yang berbeda-beda membuat Ramia harus tahu karakter masing-masing kliennya, ada yang rewel, ada yang susah ditagih, membuatnya harus memikirkan jalan keluar dari tantangan ini
T raits---r-.-++-;---t_
II-~-:-~-;-~-:-~-~e-i ~-:~~~~~~::~menetaPka-n-Cta-r-ge-t-s-eb-elum-lIm~u~r3
:CO::-t:-ac-hu-n-I
Personal ResponsibilityControl: selalu mengedepankan kualitas dan tepat
I
~ ______ L
waktudalamrTI~rTle_"-uI1i?r~er
klien _____________ , _____ J....
Aspirations ++
---~-~- -~~
Relevant ++
Experience
Synergies
MARKETS:
--.---~
Personal Flexibility: ma mpu mengatur waktu dengan baik
Resourcefulness:punya skill, modal, dan resource untuk menjalankan bisnisnya
Proactiveness: selalu pu nya motivasi dan inovatif
Risk Taking Propensity: berani ambil keputusan untuk memulai usaha sendiri di usia begitu mu
-_.. - ..
Fff: karena bisnis ini diba ngun sendiri dan masih dikenakan oleh Ramia da dengan modal sendiri
~
•••• "I
sendiri maka bisnis ini se suai dengan visi dan misinya Commitment:
rjaan/order yang sudah diterima dari klien, menepati komitmen terhadap peke
dead fine, selalu menda mpingi sendiri saat fitting (mencurahkan waktu dan lien puas)
tenaga untuk membuat k
-~----.. -,~.
. EntrepreneuriallLeaders hip: sempat magang kepada seorang fashion ' designer terkenal dan pe
Educational: background
rnah mengadakan show untuk baju rancangannya S1 di desain seni rupa ITB jurusan Tekstil/nduslry:
fashion industry
I
Masih mengerjakan send . - - - -.. - - - 1 iri mulai dari proses fitting, pengecekan, pengiriman , ke klien, sampai urusan keuangan (pembayaran dari klien) -> jika bisnissudah mulai besar harus yang lain (marketing, fina Facts from the case, you
ada SOM yang membantul mengurus fungsi bisnis nce,distribusi)
r -knowledge, or reasonable assumptions Prime Category Rating
····++--tMarket size untiJkbisnis inimasihsangat besar, melih3t
bahwaia;:get--~1 I
,
segmen yaitu artis makin tumbuh subur di dunia hiburan, dan untuk high level di Indonesia juga besar potensinya karena behavior wan ita IndonesiaI
cenderung konsumtif. I-- - j-- --- - -- -- -- --- -- -._---_ ... _.,,-_._---_. __ . --- ---.--.. ,~----~---
++
i
High level dan artis saat ini kebanyakan kliennya berasal dari Jakarta, danI
sedikit dari Bandung, tapi tidak menutup kemungkinan jika brandnya sudahI
baik, maka orang dari luar Jakarta dan Bandung akan mencari prod uk Ramia ,I I
++
j
Oengan harga 1 juta - 5 juta per dress sangat tefjangkau bagl target!
I segmennya.
d'
Other
C'ho~ic-e-s+-+cc+-ih::ompetitomya
a-dalah rancangan sesame fashion deslgner,peru-sahaan yang'I· memproduksi fashion. Tetapi karena design yang ditawarkan unik dan sesuai
I
I keinginan customer maka tergantung pada pilihan customer -> tidak akan 'I·
I
menemukan rancangan yang benar-benar sama di tempat lain, karen aI
customizedI
++--lsesuai dengan market needs and wants, karena design dibuat
sesu~
I
keinginan customer. -.I
... ---~.--~--.~--- .~_----"I
++ Dimulai dari tahun 2006 dengan modal a mencapai rata-rata 40 juta per bulan, (asu dress @ 2,5 juta},
[.m'
---... ,.".-,~~~~------_._-
ECONOMICS: ,," ----Facts from the case, your'knowledge,
wal 1,5 juta, kin(Psn, dapatanny
:!
msi: tiap minggu mengerjakan
J
or reasonable assumptioJls--' Prime Category Rating
, Forg iv1i1
fj--
... ~. + - jika ada karyawan yang tidak masuk har us cari pengganti atau tetap .... ~ karyawan yang ada-
mengerjakan order tepat waktu dengan
jika ordernya sudah ban yak, harus men ambah karyawan, dan mencari p
tempat yang lebih besar untuk worksho
Rewarding ++ Sang at menguntungkan karena marketnya premium sehingga pricenya pun premium, profitnya juga tinggi
.~-.. -
Enduring ++ Bisnis ini akan tetap bertahan lama karena marketnya akan terus berkembang, dan mode selalu bergantL Sel
ciri khas masing-masing dan biasanya suda
ain itu tiap designer mempunyai h ada kliennya masing-masing
Stable ++ Karena sudah ada klien tetap dengan pemb ayaran yang sudah pasti bisa rketnya premium sehingga tidak dikatakan bisnis ini stabil, apalagi target ma
price sensitif
l-".~-.-.--.
•.. -~ .. ~.--+:;.---
---_.-... _ - - - - _ . . . ~ .. ,."'-,,-,-,-Harvest Jika sudah dikenal oleh banyak orang, akan dibuka butik/display outlet untuk baru di kota Bandung dan Jakarta Options rancangan-rancangannya, saat ini targetnya
i.," _____ .-.-...
~,-~-.-
ANALYSIS
Secara keseluruhan, bisnis yang digeluti oleh Ram ia dari tahun 2006 ini merupakan bisnis yang mcnguntungkan dan mempunyai prospek yang sangat baik. Alasan yang mendasari hal ini adalah:
•
•
Potensial market untuk bisnis fashion sangat bescH, jika dalam hal ini premium fashion maka untuk pasar Indonesia masih sangat besar. Hal ini dapal diJihat dengan banyaknya bennuncuIan artis-arns baru di dunia hiburan tanah air, tingkat ekonorni masyarakat yang makin meningkat serta perilaku konsumtif masyarakat Indonesia tcrutama kaum wanitanya.
Bisnis fashion mempunyai banyak varietas produk. Jadi prospek untuk meluaskan prouuk pun masih sangal luas. Jika saat ini ]\amia hanya mengandalkan produk dress saja, mungkin suatu saat dapat digabungkan menjadi produk yang lain seperti tas, sepatu, dan asesoris. Jika Ramia ingin mengembangkan prod uk fashion lajnnya seperti sepatu, tas, asesoris, mungkin darat bersinergi dengan orang lain yang ahli di dalam merancang sepatuj tas.
Ramia mempunyai keunikanj diferensiasi dalam produknya yang membuat sulit ditiru oleh
pesaingnya, hal ini dapat memberikan sustainable advantage bagi Ramia. Untuk klien yang sudah merasa coeak pasti akan selalu menggunakan jasa Ramia dalam mendesign serta membuat dress. Salah satu keuntungan yang bisa dimanfaatkan ketika mempunyai customer
artis adalah fans/penggemar dari sang artis biasanya akan mencari/mengikuti penampilan artis idalanya. Jika artis menggunakan raneangan Ramia, tidak tertutup kemungkinan bahwa penggemar artis tersebut juga akan menyukai rancangan Ramia.
Ramia mempunyai target market yang tidak sensitif terhaelap harga membuat profit margin yang dihasilkan pun tinggi. Untuk barang yang unik/eustomized (tidak bisa didapatkan eli tempat lain) maka penetapan harga dan margin dilakukan oJeh produsen (bargaining powernya Jebih kuat di sisi penjuaJ).
BUSINESS MODEL
Ramia Wulandari memulai bisnis di fashion industry sejak September 2006 dengan bermodal awal dua buah gaun. Bisnisnya mempunyai target segmen high level income dan para artis, saat ini kebanyakan customemva berasal dari Jakarta. Salah salu artis yang pernah memakai gaun rancangannya adalah Shcrina. Saat ini ia mcmpckcrjakan karyav . .ran f;cbanyak cmpat orang dengan workshop yang bertempat di rumahnya sendiri di Jalan Pelanduk no 21 Bandung.
Menurut Harvard Business Essentials (2005), Entrepreneur's Toolkit,"A business model describes ]LOU) an enterprise proposes to wake 11101le~t, Untuk membuat sebuah business model ada tiga pertanyaan penting yaitu :
1. How will Ollr ll(,W business create value for customers?
2. How will it make a profit for us and our investors?
3. How will the business differentiate itself from competitors?
Dalmll kasus Ramia il1i jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas adalah:
1. Value yang ditawarkan/ didapatkan oleh customer ketika membeli produk Ramia adalah design yang unik/customized (sesuai keinginan), kualitas bahan dan jahitan, fitting yang sesuai karena ada layanan fitting dua kali setelah rancangan seIesai, pengiriman produk Iangsung ke customer,
2. Sebagai investor atau dalam kasus ini Ramia memperoleh profit dad menetapkan harga premium untuk gaun rancangannya. Hal ini disesuaikan dengan design dan kualitas dad bahan-bahan yang dipakai, selain itu target marketnya adalah kalangan atas dan artis. Strategi bisnis yang dipakai adalah differentiation strategy, higher profit margin, lower sales voiUllle.
3. Diferensiasi dari prod uk Ramia adalah terdapat pada designnya, selain it'u ciri khas rancangan Ralnia adalah pada teknik pengolahan bahan/ tekstil yang digunakannya. Misalnya teknik pewarnaan ulang pada kain, teknik membatik.
11lfrastmcture
•
•
•
core capabilities yaitu kemampuan dan kompetensi inti bisnis Ramia adalah pada design dan pengolahan bahan/ tekstil serta kualitas produk
partner network yaitu jaringan/parbler dalam menjalankan bisnisnya yaitu untuk mempromosikan rancangannya, Ramia mcmpunyai network di majalah fashion, network dalam show artis, supplier raw material.
value configuration yaitu value yang ditawarkan agar bisnis ini menjadi lebih bernilai adalah
o Pemilihan raw material yang berkualitas 0 Kualitas jahitan yang baik 0 Update design dan model fashion 0
Fitting sangat diperhatikan
Offerillg
value proposition yaitu produkfjasa yang ditawarkan Ramia adalah jasa perancangan dan pembuatan dress/ gaun sesuai dengan keinginan customer dengan kualitas yang baik dan tepat waktu.
Customers
•
•
•
target customer dari Ramia adalah high level income (kaIangan ekonomi atas) dan artis.
distribution channel yaitu eara pendistribusian produk serta marketing yang dilakukan Rarnia adalah:
o Distribusi masih dilakukan oleh Ramia stmdiri karena 111asih ked!
market-nya, selain itu customemya biasanya berasaI dari Jakarta dan Bandung sehingga masih bisa dian tar sendiri, 0 Marketing dilakukan lewat mensponsori show artis (misa]nya Sherina dan Bunga Citra Lestari), mcnyelenggarakan fashion shmv, menaruh iklan di majalah fashion, dan strategi mulut ke mulut.
customer relationship yang dilakukan Ramia adalah selalu melakukan sendiri proses fitting, hal ini dilakukan agar customer merasa diperhatikan dan dihargai, selain itu juga dapat lebih mengenal karakter customemya. Jika sudah mengenal karakter customer akan lebih mudah untuk merancang sesuai keinginan customer.
Fiuallces
• cost structure yaitl! biaya -biaya yang harus dikeluarkan Ramia dalam menjalankan bisnis modelnya adalah:
o Biaya gaji karyawan
o Biaya bahan-bahan/raw material (kain, benang, jarum,dll) o Biaya overhead (listrik, telepon) 0 Biaya transportasi a Biaya design prod uk
• revenue yaitu pendapatan yang diperoleh Ramia adalah dari penjualan rancangan-rancangannva kepada customer.
•
Hubungan antar aspek dalam Ramia business model dapat dijabarkan sebagai berikut:
Core capacities/ capabilities bisa didapatkan dari resources yang kita miliki, dalam hal ini Ramia mempunyai core capabilities dalam design dan kuaIitas. Untuk mendapatkan produk yang berkualitas dibutuhkan raw material yang berkualitas dan sumber daya yang berkualitas. Ramia masih tetap mengerjakan ordernya di Bandung karena mempunyai supplier yang berkualitas di kota Handung, selain itu pekerjanya pun ia kenaI sewaktu ia magang di fashion designer ternama.
Dengan core capabilities dan partner network yang dipunyai Ramia, ia dapat menawarkan produk/jasa yang rnemberikan value kepada customemya yaitu bahan dan jahitan berkuaIitas, serta design yang sesuai keinginan customer. Selain itu, Ramia juga dapat menghitung biaya- biaya yang dikeluarkan ketika menghasilkan sebuah gaun rancangannya.
Value proposition yang ditawarkan kepada customer adak akan sampai kepada customer tanpa adanya distribution channet marketing, serta customer relationship. Oleh karena itu, Ranlia selalu mengutamakan hubungannya dengan customer agar ia tahu karakteristik masing-masing customemya. Untuk mengirim gaun yang akan difitting atau telah jadi, Ramia masih melakukannya sendiri. Marketing yang dilakukan adalah lewat mensponsori artis dan mengandalkan strategi mulut ke mulu!.
Dari customer yang menjadi targetnya, Ramia memperoleh pendapatan/revenue. Hila Ramia mempunyai target market premium yang tidak sensitif terhadap harga, Ramia menetapkan harga premium untuk produknya. Hal ini disesuaikan dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan serta margin yang ingin dicapai oleh Ramia. Dari perbandingan cost dan revenue akan didapatkan profit margin dari bisnis ini.
II