• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip dan Implementasi

N/A
N/A
mokhamad dudy Fahrizal

Academic year: 2024

Membagikan " Prinsip dan Implementasi"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

Menjelaskan implementasi hak asasi manusia bagi pejabat fungsional di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Implementasi hak asasi manusia bagi pejabat fungsional di lingkungan kementerian hukum dan hak asasi manusia.

Keanggotaan RANHAM

Panitia RANHAM Nasional dipimpin oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Menteri, pimpinan lembaga, gubernur, dan bupati/walikota menyampaikan laporan hasil pelaksanaan RANHAM kepada Komite RANHAM Nasional setiap empat (empat) bulan.

Aksi Hak Asasi Manusia

Langkah kerja bersama ini berguna untuk mengakui hasil kinerja pemerintah daerah kabupaten/kota dalam mewujudkan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia. Langkah kerja bersama ini berguna untuk mengakui hasil kinerja pemerintah daerah kabupaten/kota dalam mewujudkan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia.

Latihan

Dalam rangka melaksanakan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia, dibentuklah Komite Nasional RANHAM yang dipimpin oleh menteri yang menangani permasalahan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Aksi Nasional HAM dapat kita lihat pada Lampiran II Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2021.

Evaluasi

Convention on the Rights of the Child (Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990) Indonesia adalah Negara yang telah meratifikasi dan mengadopsi prinsip-prinsip dalam Konvensi

Konvensi ini mengatur beberapa prinsip dasar bagi anak, yaitu prinsip non-diskriminasi, prinsip kepentingan terbaik bagi anak, prinsip hak hidup, kelangsungan dan perkembangan, serta prinsip menghargai pendapat anak. Anak merupakan sumber pembangunan nasional yang potensial, sehingga pembinaan dan pengembangannya harus dimulai sedini mungkin agar mereka dapat berperan serta secara maksimal dalam pembangunan bangsa dan negara. Memajukan kesejahteraan anak termasuk memberikan kesempatan bagi pengembangan hak-haknya, yang realisasinya tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, keluarga, bangsa dan negara, tetapi juga memerlukan kerjasama internasional Anak (Konvensi Hak-Hak Anak) hasil sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang disahkan pada tanggal 20 November 1989) sesuai amanat Presiden Republik Indonesia kepada Ketua DPR no. 2826/HK/1960 tanggal 22 Agustus 1960 tentang penandatanganan perjanjian dengan negara lain, maka dipandang perlu untuk meratifikasi konvensi tersebut dengan keputusan presiden.

Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child on the Involvement of Children in Armed Conflict (Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2012).

Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child on the Involvement of Children in Armed Conflict (Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2012)

Pasal 28B ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh kembang, dan berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Dalam rangka melaksanakan ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 24 September 2001 menandatangani Protokol Opsional Konvensi Hak-Hak Anak tentang Keterlibatan Anak dalam Konflik Bersenjata yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Konvensi Hak-Hak Anak (Convention on the Rights of the Child) hasil Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diadopsi pada tanggal 20 November 1989. Untuk meningkatkan keterlibatannya dalam upaya Indonesia mengurangi keterlibatan anak dalam konflik bersenjata, Indonesia harus meratifikasi Protokol Opsional Konvensi Hak Anak tentang Keterlibatan Anak dalam Konflik Bersenjata dengan UU No.

Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child on the Sale of Children, Child Prostitution and Child Pornography (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2012).

Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child on the Sale of Children, Child Prostitution and Child Pornography (Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2012)

  • Latihan

Resolusi tersebut memuat hak-hak penyandang disabilitas dan menyatakan bahwa langkah-langkah akan diambil untuk menjamin implementasi konvensi ini. Dalam upaya melindungi, menghormati, memajukan dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas, pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang perlindungan penyandang disabilitas. Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya (UU No. 6 Tahun 2012).

Hak Asasi Manusia sebagai hak asasi yang secara kodrati melekat pada diri manusia, bersifat universal dan abadi, juga dilindungi, dihormati dan dijunjung tinggi oleh Negara Republik Indonesia, sehingga terlindungi dan pemajuan hak asasi manusia, termasuk hak seluruh pekerja migran dan keluarganya. anggota, diperlukan. Resolusi tersebut memuat seluruh hak pekerja migran dan anggota keluarganya dan menyatakan akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan implementasi konvensi ini. Tanda tangan ini menunjukkan keseriusan negara Indonesia dalam melindungi, menghormati, memajukan dan memenuhi hak-hak seluruh pekerja migran dan anggota keluarganya, yang pada akhirnya diharapkan dapat memenuhi kesejahteraan pekerja migran dan anggota keluarganya.

Ratifikasi Konvensi ini diharapkan dapat mendorong terciptanya ratifikasi universal dan penerapan prinsip dan norma standar internasional untuk perlindungan hak seluruh pekerja migran dan anggota keluarganya di seluruh dunia. Dalam upaya melindungi, menghormati, memajukan dan memenuhi hak-hak pekerja migran beserta anggota keluarganya, pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai peraturan perundang-undangan terkait perlindungan pekerja, antara lain: 1. Indonesia juga memiliki 8 (delapan) undang-undang 9 (sembilan) instrumen dasar hak asasi manusia internasional, yaitu konvensi penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan; konvensi hak-hak anak mengenai keterlibatan anak dalam konflik bersenjata dan penjualan anak, prostitusi anak dan pornografi anak; konvensi yang menentang penyiksaan dan perlakuan atau hukuman lain yang kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat manusia; konvensi penghapusan segala bentuk diskriminasi rasial; keterhubungan dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya;

Evaluasi

Di tingkat global, Indonesia aktif membahas berbagai permasalahan HAM, baik di dalam Mekanisme HAM PBB maupun di luar Mekanisme HAM PBB. Dalam rangka penerapan hak asasi manusia bagi masyarakat, pemerintah hendaknya menganut paradigma customer-driven (fokus pada kepentingan masyarakat) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat luas, dan mempersiapkan segala instrumen untuk memenuhi paradigma tersebut secara sistematis sehingga berkualitas. dijamin. pelayanan publik dapat dicapai (yang nyata, jika memungkinkan)19. Di sinilah letak seni dan ilmu pelayanan yang harus dikembangkan oleh pemerintah bersama seluruh lapisan masyarakat sebagai perwujudan hak asasi masyarakat dalam partisipasi masyarakat.

Dalam bahasa administrasi publik, harus ada keterpaduan dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas antara seluruh pemangku kepentingan pembangunan, yaitu antara pemangku kepentingan internal dalam hal ini sektor publik/negara, dan pemangku kepentingan eksternal dalam hal ini swasta dan sektor lainnya. pemangku kepentingan. sektor masyarakat luas20. Implementasi hak asasi manusia bagi pejabat fungsional di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk mencapai tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam alinea keempat pembukaan.

Implementasi HAM Bagi Pejabat Fungsional di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM Dalam rangka mencapai tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan

5 Tahun 2014 atau UU ASN merupakan upaya untuk menerapkan perubahan mendasar dalam pengelolaan SDM pegawai ASN. Sistem karir terbuka yang diusung melalui UU ASN dapat mendukung kepatuhan terhadap kode etik dan perilaku. Melalui rekrutmen yang baik, instansi pemerintah dapat memastikan pegawai ASN yang bergabung dalam organisasi merupakan pegawai yang mampu menaati kode etik dan menerapkannya dalam perilaku sehari-hari.

Kode etik merupakan suatu bentuk peraturan tertulis yang didasarkan pada kesepakatan bersama atas prinsip-prinsip moral yang ada dan berfungsi sebagai alat untuk menghadapi berbagai jenis tindakan yang dianggap menyimpang. 21 Kode etik biasanya dianut oleh suatu organisasi atau kelompok sebagai suatu tindakan dan pandangan umum sesuai dengan budaya organisasi jika terjadi sesuatu di luar keadaan normal atau di luar bidang pekerjaannya. Kritik utama terhadap kode etik adalah bahwa kode etik tersebut terlalu abstrak sehingga sulit untuk ditegakkan. Intinya, meskipun suatu institusi mempunyai kode etik, tanpa implementasi institusi yang efektif maka hal tersebut tidak akan berdampak apa-apa. 22 Kode etik adalah aturan yang mengatur perilaku apa.

Kode etik dan kode etik merupakan gabungan kerangka hukum yang memberikan kewajiban hukum dan sanksi yang berlaku, juga merupakan kerangka etika yang menggambarkan nilai-nilai inti yang harus diperjuangkan oleh suatu organisasi.25 Selain itu, kode etik etika dan kode etik menekankan pada kewajiban nilai yang diharapkan dari PNS dan menjelaskan kewajiban hukum PNS. Landasan hukum penerapan kode etik dan pedoman perilaku pegawai ASN adalah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara; PP 53 Tahun 2010 dan PP 42 Tahun 2004. Dengan menerapkan dan menaati kode etik dan pedoman perilaku, serta ketentuan lain sesuai ketentuan yang berlaku berdasarkan tugas dan fungsinya, ASN di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah menerapkan Hak Asasi Manusia.

Latihan

Rangkuman

Evaluasi

PENUTUP

Simpulan

6. Bahwa RANHAM dilaksanakan melalui aksi hak asasi manusia, dimana pelaksanaan aksi hak asasi manusia dilakukan oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota dengan melibatkan. 7. Bahwa hak asasi manusia sebagai nilai universal telah tercantum dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, baik dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 maupun dalam UUD 1945 itu sendiri dan ditegaskan dalam Perubahan UUD 1945 Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Hak Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Moral dan Hukum Indonesia sebagai Anggota PBB dalam menghormati dan melaksanakan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR) tahun 1948 serta berbagai instrumen hak asasi manusia lainnya terkait hak asasi manusia yang telah diterima Indonesia.

Protokol Opsional Konvensi Hak Anak tentang Partisipasi Anak dalam Konflik Bersenjata (UU No. 9/2012); Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya (UU No. 6/2012). Bahwa Kode Etik dan Kode Etik merupakan gabungan kerangka hukum yang mendefinisikan kewajiban hukum dan sanksi yang sesuai, juga merupakan kerangka etika yang menggambarkan nilai-nilai fundamental yang harus diupayakan oleh suatu organisasi.

Selain itu, kode etik dan kode etik menonjolkan nilai-nilai wajib yang diharapkan dari PNS dan menjelaskan kewajiban hukum PNS.

Tindak Lanjut

33 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden No. 75 Tahun 2015 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia 2015-2019. Kode Etik dan Kode Etik sebagai Alat untuk Mendorong Pelayanan Publik yang Beretika dan Profesional: Keberhasilan dan Pembelajaran Komparatif. Kode Etik dan Perilaku Pelayanan Publik: Uji Lakmus Pengambilan Keputusan Etis PNS dalam Menyelesaikan Dilema Etis.

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Adanya jaminan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi setiap warga negaranya ditiap-tiap negara dunia ini mengindikasikan bahwa jaminan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi

Dalam pasal 1 Undang- Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai

“Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib

Aborsi ada kaitannya dengan Hak Asasi Manusia (HAM) menurut Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM), HAM adalah

Di Indonesia, pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) ditegaskan dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia “ Hak Asasi Manusia

Paradigma dalam pendidikan luar biasa yang lebih menekankan kepada penghargaan tinggi terhadap hak asasi manusia (HAM), telah menempatkan pentingnya penanganan anak

Di Indonesia, pengertian Hak Asasi Manusia HAM ditegaskan dalam Pasal 1 Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat

viii 2.4.4 Generasi Keempat Hak Asasi Manusia...43 2.5 Universalitas dan Partikularitas Hak Asasi Manusia HAM ...43 2.6 Berlakunya Hukum HAM Internasional dalam Hukum Nasional ...45