• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip, Penggunaan, dan Mekanisme Diet Tinggi Antioksidan dan Serat

N/A
N/A
Rainman

Academic year: 2025

Membagikan "Prinsip, Penggunaan, dan Mekanisme Diet Tinggi Antioksidan dan Serat"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

PRINCIPLE, USE AND METHOD FOR

HIGH ANTIOXIDANT & FIBER DIET

(2)

HIGH ANTIOXIDANT

(3)

Definition

 Antioxidants are nutrients in food that protect your cells from damage from free radicals (ADA, 2010).

 An antioxidant is a molecule capable of slowing or preventing the oxidation of other molecules.

Oxidation is a chemical reaction that transfers electrons from a substance to an oxidizing agent.

Oxidation reactions can produce free radicals (Sies,

1997)

(4)

Definition

 Antioxidants are “any substance that delays, prevents or removes oxidative damage to a target molecule”

(Halliwell, B. and Gutteridge, J.M.C. (2007) Free Radicals in Biology and Medicine, 4th edn, Clarendon Press, Oxford)

(5)

Mekanism

(6)

Classification

Endogen

•Enzim superoksida dismutase (SOD)

•Katalase,

•Glutation peroksidase (GSH-Px)

Exogen

•Antioksidan larut lemak

•Antioksidan larut air

(7)

Peran terhadap Kesehatan

 Membantu dalam menekan pembentukan radikal bebas dan ROS yang terbentuk selama proses pencernaan serta mengurangi keaktifan zat-zat yang merugikan tubuh.

 Melindungi LDL dan VLDL dari reaksi oksidasi

 Dapat menekan proliferasi (perbanyakan) sel

kanker

(8)

Peran terhadap Kesehatan

 Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

 Mencegah penuaan dini, meningkatkan fungsi

memori dan menjaga sistem kerja sel otak

(9)

Food antioxidant

Ciri-ciri

 Aman dalam penggunaan;

 Tidak memberi flavor dan warna pada produk;

 Efektif pada konsentrasi rendah;

 Tahan terhadap proses pengolahan; dan

 Tersedia dengan harga yang murah

( Coppen, 1983)

(10)

Diet Tinggi Antioxidant

adalah konsumsi bahan makanan yang mengandung

tinggi antioksidan, seperti vitamin E, vitamin C,

Carotenoids, Flavonoid, Phenol, Asam amino.

(11)

High Antioxidant Diet

 A high antioxidant diet (HAD) was designed based on the

"Sistema Mexicano de Equivalentes".

 Three food groups were created in order to guarantee 150%

of the intake of the Suggested Daily Intake (SDI) of vitamin A (1050 μg retinol equivalent), 660% of the Recommended Daily Intake (RDI) of vitamin C (500 mg) and 133% of the RDI of vitamin E (20 mg) for Mexican women

 The groups were named as follows: "Vegetables A", "Fruit A"

and "Seeds", respectively

(Mier-Cabrera, et al., 2009)

(12)

Indikasi

 Kardiovaskuler

 Dislipidemia

 Kesuburan

 Kanker

(13)

Vitamin C

Fungsi

 Sistem pertahanan tubuh terhadap senyawa oksigen reaktif dalam plasma dan sel

 Menyumbangkan elektron ke dalam reaksi biokimia intraseluler dan ekstraseluler

 Menghilangkan senyawa oksigen reaktif

(14)

Vitamin C

Angka kecukupan

Golongan Umur AKC (mg/hari)

0 bl – 3 th 40 40

4 – 9 th 45 45

10 – 12 th 50 50

13 – 15 th 75 65

≥16 th 90 75

(15)

Vitamin C

Tolerable Upper Intake Levels (UL)

Golongan Umur UL (mg/hr)

0 bl – 12 bl ND

1 – 3 th 400

4 – 8 th 650

9 – 13 th 1200

14 – 18 th 1800

≥ 19 th 2000

Pregnant/lactating ≤ 18 th 1800

Pregnant/lactating 19 – 50 th 2000

(16)

Vitamin C

Content (mg/100 g

edible portion Food

< 10 Apricot, Pear, Apple, Plum, Grape, Banana, Cherries

10 Potatoes (boiled)

50 Citrus fruit and strawberries

100 Broccoli (raw), parsley, brussels sprouts (raw), cauliflower (raw), kiwi fruit

200 – 300 Blackcurrants, guavas, peppers

1250 Rosehips (Rosa canina)

1000 – 2300 Acerola fruit

2300 – 3150 Terminalia ferdinandiana

(17)

Vitamin C

Kehilangan dalam Pengolahan

 Lama disimpan pada suhu panas

 Membiarkan terbuka pada udara (oksidasi),

 Pencucian

 Perendaman dalam air

 Memasak dengan suhu tinggi untuk waktu lama,

 Memasak dalam panci besi atau tembaga,

 Membiarkan lama sesudah dimasak pada suhu kamar atau suhu panas sebelum dimakan

(18)

Vitamin C

Studi Penelitian

A pooled analysis of 9 case-control studies found a 31% decrease in breast cancer risk associated with each 300 mg of vitamin C per day (Howe GR,et al.,1990).

Vit C supplementation reduced total cholesterol in younger participants (≤52 years age) (−0.26 mmol/L, 95% CI: −0.45, −0.07) and LDL-C in healthy par cipants (−0.32 mmol/L, 95% CI: −0.57, −0.07). In diabe cs, vitamin C supplementa on reduced triglycerides significantly (−0.15 mmol/L, 95%

CI: −0.30, −0.002) and increased HDL-C significantly (0.06 mmol/L, 95% CI:

0.02, 0.11) (Ashor, et al. 2016)

(19)

Vitamin E

Fungsi

 Memiliki 8 isomer yang dikelompokkan dalam 4 tokoferol (α,β,γ,δ) dan 4 tokotrienol (α,β,γ,δ) homolog

 α-tokoferol sebagai antioksidan mampu

mempertahankan integritas membran  bekerja sebagai

scavenger radikal bebas oksigen, peroksi lipid, dan

oksigen singlet

(20)

Vitamin E

Angka kecukupan

Golongan Umur AKE (mg/hr)

0 – 6 bl 4 4

7 – 11 bl 5 5

1 – 3 th 6 6

4 – 9 th 7 7

10 – 12 th 11 11

≥ 13 th 15 15

(21)

Vitamin E

Tolerable Upper Intake Levels (UL)

Golongan Umur UL (mg/hr)

0 bl – 12 bl ND

1 – 3 th 200

4 – 8 th 300

9 – 13 th 600

14 – 18 th 800

≥ 19 th 1000

Pregnant/lactating ≤ 18 th 800

Pregnant/lactating 19 – 50 th 1000

(22)

Vitamin E

Sumber

Minyak (mg/100 g)

Biji kapas 30 – 81

Jagung 53 – 162

Kacang kedelai 56 – 160

Kacang tanah 20 – 32

Kelapa 1 – 4

Kelapa sawit 33 – 73

Safflower 25 – 49

Zaitun 5 – 15

(23)

Vitamin E

Kehilangan dalam Pengolahan

 Tidak hilang selama dimasak dengan air.

 Pembekuan dan penggorengan dalam minyak banyak merusak sebagian besar vitamin E

(24)

Vitamin E

Studi Penelitian

Pocobelli, et al. (2009) In cause-specific analyses, use of multivitamins and use of vitamin E were associated with decreased risks of CVD mortality. The hazard ratio comparing persons who had a 10-year average frequency of multivitamin use of 6–7 days per week with nonusers was 0.84 (95% confidence interval: 0.70, 0.99); and the hazard ratio comparing persons who had a 10-year average daily dose of vitamin E greater than 215 mg with nonusers was 0.72 (95%

confidence interval: 0.59, 0.88).

(25)

Vitamin A

Fungsi

 Vit A merupakan nama generik yg menyatakan semua retinoid dan prekursor/provitamin A karotenoid yang mempunyai aktivitas biologik sebagai retinol

 karotenoid bersifat larut dalam lemak dan berfungsi sebagai peredam singlet oksigen dan radikal bebas

 Karotenoid tersusun atas β-karoten, likopen, lutein, zeaxanthin, dan cryptoxanthin

(26)

Vitamin A

Angka kecukupan

Golongan Umur AKA (mg/hr)

0 – 6 bl 375 375

7 bl – 3 th 400 400

4 – 6 th 450 450

7 – 9 th 500 500

10 – 18 th 600 600

≥ 19 th 600 500

(27)

Vitamin A

Tolerable Upper Intake Levels (UL)

Golongan Umur UL (mg/hr)

0 bl – 12 bl 600

1 – 3 th 600

4 – 8 th 900

9 – 13 th 1700

14 – 18 th 2800

≥ 19 th 3000

Pregnant/lactating ≤ 18 th 2800

Pregnant/lactating 19 – 50 th 3000

(28)

Vitamin A

Sumber

Bahan Makanan RE Bahan Makanan RE

Hati sapi 13170 Daun katuk 3111

Kuning telur bebek 861 Sawi 1940

Kuning telur ayam 600 Kangkung 1890

Ayam 243 Bayam 1827

Ginjal 345 Ubi jalar merah 2310

Ikan Sardin 250 Mentega 1287

Minyak ikan 24000 Margarin 600

Minyak kelapa sawit 18000 Susu bubuk, full cream 471

Minyak hati ikan hiu 2100 Keju 225

Wortel 3600 Susu kental manis 153

Daun singkong 3300 Susu segar 39

Daun pepaya 5475 Mangga masak pohon 1900

Daun lamtoro 5340 Pisang raja 285

Daun tales 3118 Tomat masak 450

(29)

Vitamin A

Kehilangan dalam Pengolahan

 Pada cara memasak biasa tidak banyak vitamin A yang hilang.

 Pengeringan buah di matahari dan cara dehidrasi lain menyebabkan kehilangan sebagian dari vitamin A.

 Ketersediaan biologik vitamin A meningkat dengan kehadiran vitamin E dan antioksidan lain

(30)

Vitamin A

Studi Penelitian

Hasil: wanita yang mengkonsumsi β-karoten > 11.000 IU per hari mempunyai risiko mengidap penyakit jantung 22% lebih rendah dibanding dengan mereka yang hanya mengkonsumsi 3.800 IU/hari

Konsumsi vitamin A dosis tinggi > 25.000 IU/hari hipervitaminosis A (Muchtadi, 2009)

In quintile 5 compared with quintile 1, a-carotene (OR: 0.61; 95%

CI: 0.39, 0.98) and b-carotene (OR: 0.41; 95% CI: 0.26, 0.65) were inversely associated with risk of ER2 breast tumors (Bekker, et al., 2016)

(31)

Karotenoid

β-karoten

 β-karoten biasanya digunakan sebagai suplemen maupun prekursor vitamin A

 Hasil penelitian  subyek yang banyak mengonsumsi buah dan sayur tinggi β-karoten memiliki risiko rendah terkena berbagai jenis kanker dan penyakit kardiovaskuler

(32)

Karotenoid

Likopen

 Likopen dapat berinteraksi dengan ROS; mencegah kerusakan oksidatif lipoprotein dan DNA

 Likopen kadar tinggi terdapat dalam tomat dan olahannya,

 Sumber:

jus tomat olahan, jus sayuran olahan, saus spaghetti olahan, saus pizza kalengan, tomat utuh/olahan, semangka merah segar, sup tomat, pasta tomat, jus jambu biji

(33)

Karotenoid

Lutein dan Zeaxantin

 Merupakan karotenoid xantofil yang ditemukan dalam daun hijau gelap dan kuning telur

 Lutein dan zeaxantin diyakini dapat mecegah penyakit jantung dan stroke (Ribayo-Mercado, Blumberg, 2004)

(34)

Karotenoid

Astaxanthin

Senyawa ini memiliki gugus radikal yang mampu melindungi tubuh terhadap proses peroksidasi lipid dan kerusakan akibat proses oksidasi pada membran sel dan jaringan tubuh menghambat proses penuaan

Sumber:

berbagai jenis udang-udangan seperti lobster air tawar atau lobster air laut dan kepiting

Di alam, dihasilkan oleh tanaman dan alga renik alga renik Haematococus pluvialis dikenal mempunyai kandungan astaxanthin tinggi

(35)

Flavonoid

 Lebih dari 4000 jenis flavonoid telah diidentifikasi dan beberapa diantaranya berperan dalam pewarnaan bunga, buah, dan daun

 Quercetin dan myricetin  flavonoid

- Melindungi sel CaCO2 yang terdapat pada saluran pencernaan dari oksidasi rantai ganda DNA

- Bersifat antioksidan yang melindungi kolonosit dari stress oksidatif

(36)

Isoflavon

 Banyak terdapat pada tanam-tanaman khususnya dari golongan Leguminoceae

 Isoflavon paling banyak terdapat dalam kedelai dan produk olahannya seperti tempe, tahu, susu kedelai

(37)

Tips for Getting More Antioxidants

Eat a rainbow of fruits and vegetables.

Plan at least two dinners per week with beans as the main source of protein

Experiment with fresh herbs and spices

Choose whole grain products, such as whole wheat bread and brown rice.

Add nuts to salads, soups, and cereal.

Snack on fresh vegetables with bean dip

(38)
(39)
(40)

HIGH FIBER

(41)

Fiber

Menurut Johnson dan Southgate (1994) serat makanan adalah keseluruhan komponen lignin dan polisakarida tanaman yang tidak dapat dicerna oleh sekresi endogenus dari pencernaan mamalia

Sedangkan menurut Schmid dan Labuza (2002) adalah polisakarida non pati dan lignin

 Fiber is the non-digestible part of plant food that we eat.

(42)

Fiber

Menurut Johnson dan Southgate (1994) serat makanan adalah keseluruhan komponen lignin dan polisakarida tanaman yang tidak dapat dicerna oleh sekresi endogenus dari pencernaan mamalia

Sedangkan menurut Schmid dan Labuza (2002) adalah polisakarida non pati dan lignin

 Fiber is the non-digestible part of plant food that we eat.

(43)

Fiber

 Insoluble dietary fiber - Selulosa,

- Hemiselulosa - Lignin

 Soluble dietary fiber - Pektin

- Gum

- Mucilage

(44)

Fiber

Insoluble Fiber

Prevents constipation

May help prevent colon cancer, diverticulitis Soluble Fiber

Controls blood sugar levels Helps lower cholesterol

Both insoluble and soluble fibers prevent overeating and reduce hunger between meals

(45)

Fiber

Recommended intake levels for fiber (adequate intake)1

Age(y) male Female

1 – 3 19 19

4 – 8 25 25

9 – 13 31 26

14 – 18 38 26

19 – 50 38 25

>51 30 21

Intakes for females ar e increased to 28 g/d during pregnancy and to 29 g/d for lactation.

(46)

Diet Tinggi Serat

 Diet tinggi serat adalah diet dengan kandungan serat 30-50 gram/hari atau 25 g/ 1000 Kkal per hari (Almatsier, 2004).

 This is a normal diet with fibre increased to 15–20 gms daily.

Fluid intake is also increased (Advances in Diet Therapy)

(47)

Diet Tinggi Serat

Asupan serat ≥ 20 g/1000 kkal Asupan serat 10-19,9g/1000 kkal

Asupan serat < 10 g/1000 kkal

(Arisman, 2011) Tinggi

Sedang

Rendah

(48)

Diet Tinggi Serat

 Tujuan dari diet ini adalah memberi makanan sesuai kebutuhan gizi yang tinggi serat sehingga dapat merangsang peristaltic usus agar defekasi berjalan normal

(49)

Diet Tinggi Serat

Indikasi pemberian

 Pasien konstipasi kronis

 Penyakit divertikulosis

(50)

Diet Tinggi Serat

Syarat diet

 Energi cukup sesuai kebutuhan

 Protein cukup (10-15%)

 Lemak cukup ( 10-25%)

 Karbohidrat cukup

 Vitamin dan mineral tinggi

 Cairan tinggi

 Serat tinggi  30-50 g/hr

(51)

Diet Tinggi Serat

Bahan makanan yang dianjurkan

 Sumber Karbohidrat  Beras tumbuk/merah; Havermout;

Roti whole wheat

 Sumber protein nabati  Kacang-kacangan yg dikonsumsi dengan kulitnya & Hasil olah kacang-kacangan

 Sayur-sayuran  Sayuran serat tinggi

 Buah-buahan  Buah-buahan berserat tinggi

(52)

Diet Tinggi Serat

Kandungan serat Larut dan tak larut (%)

Bahan Makanan Serat tak larut Serat larut

Oat bran 13,8 14,0

Corn flakes 5,0 7,2

Jagung 1,5 1,8

Ubi rambat 1,5 1,1

asparagus 1,1 0,5

Ketimun 0,5 0,4

Apel 1,1 0,9

Jeruk 1,4 0,6

Pisang 1,0 0,8

(53)

Diet Tinggi Serat

Kandungan serat pada Bahan Makanan 100 g

Bahan Makanan Total gram Gram larut

Bekatul 31,6 5,24

Bekatul jagung 85,19 1,16

Kacang merah 20,9 5,26

Kacang polong 33,91 8,13

asparagus 32,23 5,8

Bayam 28,75 6,56

Bit merah 24,27 7,5

brokoli 30,4 13,63

kubis kecil 26,94 10,86

(irianto, K & Waluyo, K. 2004. Gizi dan Pola Hidup Sehat) (irianto, K & Waluyo, K. 2004. Gizi dan Pola Hidup Sehat)

(54)

Diet Tinggi Serat

Kandungan serat pada Bahan Makanan 100 g

Bahan Makanan Total gram Gram larut

kembang kol 26,7 8,92

kol 33,48 9,94

labu 19,79 7,39

sawi 23,24 8,68

wortel 23,76 11,32

apel 12,73 4,48

jeruk 11,54 6,47

pisang 7,35 2,14

(irianto, K & Waluyo, K. 2004. Gizi dan Pola Hidup Sehat) (irianto, K & Waluyo, K. 2004. Gizi dan Pola Hidup Sehat)

(55)

Diet Tinggi Serat

Tips to Add Fiber to Your Diet

Choose at least seven (7) fresh fruits and vegetables per day or two (2) cups of fruit and 2 ½ cups of vegetables per day. Eat whole fruits instead of juices.

Choose at least three (3) whole grains per day such as breads, cereals and crackers. Choose cereals with at least five (5) grams of fiber per serving size.

Add beans or lentils to soups and salads. Nuts and seeds are also good sources of fiber.

Drink plenty of water to help avoid constipation.

Add fiber to your diet a little at a time, over a few weeks, to avoid excess gas and bloating

(56)

Referensi

Buck, D F. 1991. Antioxidants. Di dalam: J. Smith, editor. Food Additive User’s.

Coppen, P.P. 1983. Rancidity in Foods: The Use of Antioxidant. Applied Science Publishers, London.

Gordon, M H. 1990. Food Antioxidants: The Mechanism of Antioxidants Action In Vitro. Elvisier Applied Science, London.

Haliwell, B and Gutteridge, J MC. 1999. Free Radicals in Biology and Medicine. Third edition.

Oxford University Press, London. P. 37-39.

Kochar, SP and Rossell, B. 1990. Food Antioxidants: Detection Estimation and Evaluation of Antioxidants in Food System. Elvisier Applied Science, London.

Muchtadi, D. 2009. Gizi Anti Penuaan Dini. Penerbit Alfabeta, Bandung

Pratt. D E. 1992. Phenolic Compounds in Food and Their Effects on Health: Natural Antioxidants from Plant Material. American Society, Washington DC.

Pratt, DE and Hudson, BJF. 1990. Food Antioxidants: Natural Antioxidants not Exploited Commercially. Elvisier Applied Science, London.

Widjaya, CH. 2003. Peran Antioksidan Terhadap Kesehatan Tubuh. Healthy Choise. Edisi IV.

Winarsi, Hery. 2011. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Cetakan ke-5. Kanisius, Yogyakarta.

(57)

Referensi

Bekker et al. Plasma carotenoids, vitamin C, tocopherols, and retinol and the risk of breast cancer in the European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition cohort. Am J Clin Nutr 2016;103:454–64.

Youngson, R. 2005. Antioksidan Manfaat vitamin C & E bagi Kesehatan. Arcan, Jakarta

Mier-Cabrera, et al.,. Women with endometriosis improved their peripheral antioxidant markers after the application of a high antioxidant diet. Reproductive Biology and Endocrinology 2009, 7:54

Ashor et al., Systematic review and meta-analysis of randomised controlled trials testing the effects of vitamin C supplementation on blood lipids. Clinical nutrition. 2016, 35 (3): 626-637

(58)

Terima kasih..

Semoga bermanfaat

Referensi

Dokumen terkait

Prinsip dari diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) adalah untuk memberikan makanan secukupnya guna bagi pasien yang mengalami kekurangan gizi sehingga dapat

Minyak Kelapa Sawit Mentah (Crude palm oil). Badan Standarisasi Nasional. Antioksidan: Jenis Sumber, Mekanisme Kerja, dan Peran.

Keripik yang direkomendasikan adalah keripik dengan penggunaan ampas brokoli 85% karena memiliki kandungan serat kasar, vitamin C dan aktivitas antioksidan tertinggi

Pada penelitian ini penulis menganalisa dan membandingkan pengaruh penggunaan bahan serat serabut kelapa dengan persentase kandungan 1,5 %, 2 %, 2,5 %, dan 3 % pada beton mutu tinggi

Dokumen ini membahas penggunaan dilatometer untuk mengevaluasi keuletan suhu tinggi pada

Dokumen ini membahas tentang prinsip yang harus perhatikan perawat komunitas saat memberikan pelayanan

Dokumen ini membahas tentang mekanisme penyeluran, penggunaan, dan pelaporan dana desa tahun 2020 di

Penyebab struktur serat lebih kuat dibandingkan material masif yaitu distribusi tegangan yang lebih baik, mekanisme penghentian retak, orientasi serat sesuai arah beban, dan rasio kekuatan-berat yang