• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prodi: D4 Kesing

N/A
N/A
yuyun Dianti

Academic year: 2024

Membagikan "Prodi: D4 Kesing "

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Nama: Yuyun Dianti Nim: 201021035

Makul: Administrasi Manajemen Kesehatan Liingkungan Prodi: D4 Kesing

1 Sebutkan Lingkup Pekerjaan Sanitarian dan Pekerjaan lulusan Sarjana terapan dalam perencenaan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas.

Jawab:

Lingkup pekerjaan Tenaga Sanitarian merupakan pelayanan kesehatan lingkungan yang meliputi pengelolaan unsur-unsur yang mempengaruhi timbulnya gangguan kesehatan, antara lain:

a. limbah cair;

b. limbah padat;

c. limbah gas;

d. sampah yang tidak diproses sesuai dengan persyaratan yang ditetapkanpemerintah;

e. binatang pembawa penyakit;

f. zat kimia yang berbahaya;

g. kebisingan yang melebihi ambang batas;

h. radiasi sinar pengion dan non pengion;

i. air yang tercemar;

j. udara yang tercemar; dan k. makanan yang terkontaminasi.

2. Sebutkan Tujuan Administrasi Dan Manajemen Kesehatan Lingkungan Jawab:

Secara umum bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melaui upaya preventif, kuratif, dan promotif yang dilakukan secara terpadu, terarah dan terus menerus.

Secara khusus bertujuan:

1. Terciptanya keterpaduan kegiatan lintas program dan lintas sektor dalam program pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan dengan memberdayakan masyarakat;

2. Meningkatnya pengetahuan, kesadaran, kemampuan dan perilaku masyarakat (pasien, klien dan masyarakat) untuk mewujudkan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat;

3. Meningkatnya pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi penyakit berbasis lingkungan serta masalah kesehatan lingkungan dengan sumber daya yang ada;

4. Menurunnya angka penyakit berbasis lingkungan dan meningkatnya kondisi kesehatan lingkungan.

3. Sebutkan Ruang Lingkup Administrasi dan manajemen Kesehatan lingkungan Jawab:

1. Pengawasan Depot Air Minum ( DAM )

2. Pemantauan Tempat Pembuangan Sampah ( TPS ) 3. Pemantauan TP2 Pestisida

4. Sanitasi Tempat – Tempat Umum (TTU)

5. Hygiene Sanitasi Tempat Pengolahan Makanan (TPM) 6. Inspeksi Sanitasi Sekolah

7. Penyehatan Lingkungan Perumahan dan Jamban 8. Penyehatan Sarana Air Bersih (SAB)

9. Klinik Sanitasi

(2)

4. Tulsikan kembali hal-hal yang dilaksanakan saudara dalam praktek lapangan AMKL, tuliaskan secara rinci lokasi tempat praktek, nama kepala puskesmas dan petugas HS, dan tuliskan kembali secara sistematis laporan dan harus sesuai dengan laporan Kelompok Saudara.

Jawab:

Hal-hal yang dilaksanakan dalan praktek lapangan a. Perkenalan

b. Menyiapkan kursioner

c. Minta data program kerja Kesehatan lingkungan pukesmas Nama Pukesmas: Pukesmas Siantan Hulu

Lokasi Praktek: Jl parit Pangeran, Siantan Hulu Kepala Pukesmas: Eka Wahyuni, S.Kep, Perawat Petugas HS: Rusmini, A.Md, Kes

1. Program Kesehatan Lingkungan Puskesmas Siantan Hulu Tahun 2020-2022

Program Kerja Kesehatan Lingkungan Puskesmas Siantan Hulu Tahun 2020-2022

TAHUN 2020

NO Indikator %

Target

Capaian Keterangan

1 Persentase Tempat-Tempat Umum Memenuhi Syarat

78% 93% Tercapai

2 Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Memenuhi Syarat

36% 100% Tercapai

3 Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak

75% 2,6% Tidak Tercapai

4 Sarana Air Minum Yang Dilakukan Pengawasan

75% 100% Tercapai

TAHUN 2021 1 Persentase Tempat-Tempat

Umum Memenuhi Syarat

78,9% 86,6% Tercapaai

2 Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Memenuhi Syarat

38% 78,6% Tercapai

3 Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak

75% 11,7% Tidak Tercapai

(3)

4 Sarana Air Minum Yang Dilakukan Pengawasan

75% 100% Tercapai

TAHUN 2022 1 Persentase Tempat-Tempat

Umum Memenuhi Syarat

79,6% 86% Tercapai

2 Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Memenuhi Syarat

40% 78% Tercapai

3 Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak

75% 100% Tercapai

4 Sarana Air Minum Yang Dilakukan Pengawasan

75% 100% Tercapai

2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan program kerja Kesehatan lingkungan di atas didapatkan identifikasi masalah sebagai berikut :

Identifikasi Masalah Program Kerja Kesehatan Lingkungan Puskesmas Siantan Hulu

NO TAHUN PROGJA TARGET CAPAIAN KETERANGAN

1 2020

Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak

75% 2,6% Tidak Tercapai

2

2021

Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Memenuhi Syarat

38% 78,6% Tercapai

3

Akses Terhadap Fasilitas

75% 11,7% Tidak Tercapai

(4)

Sanitasi Yang Layak

4 2022

Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Memenuhi Syarat

40% 78% Tercapai

3. Prioritas Masalah

Penentuan prioritas masalah ditentukan menggunakan analisis USG (Urgensi, Seriousness, Growt) dengan pemberian skor. Adapun prioritas masalah yang telah ditentukan berdasarkan skor adalah sebagai berikut :

Masalah Program Kerja Kesehatan Lingkungan Puskesmas

NO MASALAH U S G TOTAL

1 Akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak 2 3 1 6 2 Tempat Pengelolaan Makanan (TPM)

Memenuhi Syarat 4 3 3 10

Keterangan : 5 : Sangat Penting 4 : Penting

3 : Netral

2 : Tidak Penting

1 : Sangat Tidak Penting

Berdasarkan Tabel diatas di dapatkan prioritas masalah dari program kerja Kesehatan lingkungan Puskesmas Siantan Hulu yaitu Tempat Pengelolaan Makanan memenuhi syarat.

4. Akar Penyebab Masalah

Proses pembuatan sertifikat yang dinilai rumit

Kurangnya tenaga kesehatan lingkungan puskesmas

Pengelola DAMIU tidak membuat

sertifikat laik sehat AKIBAT

Persentase program kerja bidang TPM memenuhi syarat menjadi turun

(5)

5. Menetapkan Alternatif Pemecahan Masalah

Berdasarkan analisis akar penyebab masalah pada program kerja tempat pengelolaan makanan memenuhi syarat alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan adalah memberikan pemahaman pada masyarakat akan pentingnya sertifikat laik sehat pada suatu depot air minum yang akan mempengaruhi pemenuhan standar persyaratan operasional depot air minum. Selain itu, penetapan alternatif pemecahan masalah berdasarkan analisis pembiayaan (Cost Analysis) adalah sebagai berikut :

Tabel 4. 1 Program Alternatif Pemecahan Masalah

No Alternatif Program Waktu Anggaran 1 Melakukan pemeriksaan kualitas

air pada Depot Air Minum Isi Ulang setiap kali pengawasan, yang dilakukan oleh pihak puskesmas.

Perbulan (min 1x/bulan)

Rp 959.000,00

2 Mengadakan

sosialisasi/penyuluhan mengenai sertifikat laik sehat bagi pengelola DAMIU bersama Dinas Kesehatan

Per 6 bulan sekali (2x/tahun)

Rp 1.800.000,00

Adapun rincian anggaran yang dibutuhkan untuk terlaksananya program jangka pendek (1 tahun) adalah sebagai berikut :

Rincian Penggunaan Biaya

No Program Kebutuhan Biaya

1 Melakukan pemeriksaan kualitas air pada Depot Air Minum Isi Ulang setiap kali pengawasan,

Pengadaan peralatan

pemeriksaan, water test kit

Rp 959.000,00 Biaya pembuatan

sertifikat laik sehat yang dinilai mahal, sehingga pengelola keberatan membuatnya

(6)

yang dilakukan oleh pihak puskesmas.

2 Mengadakan sosialisasi yang mengedukasi pengelola mengenai sertifikat laik sehat maupun persyaratan yang berlaku terkait DAMIU bagi pengelola DAMIU bersama Dinas Kesehatan

Spanduk, brosur, konsumsi

Rp 900.000,00

Pembahasan

a. Program Kerja Kesehatan Lingkungan Puskesmas Siantan Hulu

Program kerja bidang kesehatan lingkungan di pukesmas Siantan Hulu diambil dari data program kerja tahun 2020-2022 yang terdiri dari empat program kerja yaitu :

Tahun 2020

1) Persentase Tempat-Tempat Umum sudah Memenuhi Syarat dengan target 78% dan dengan capaian 93% meliputi :,tempat sarana Pendidikan,sarana Kesehatan,sarana tempat ibadah, dan pasar

2) Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) sudah Memenuhi Syarat dengan target 36% dan dengan capaian 100% meliputi : rumah makan dan depot air minum

3) Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak tidak memenuhi syarat dengan target 75% dan dengan capaian 2,6% dikarenakan pendataan hanya dilakukan pada 628 KK ditahun 2020.

4) Sarana Air Minum Yang Dilakukan Pengawasan sudah memenuhi syarat dengan target 75% dan dengan capaian 100%.

Tahun 2021

1) Persentase Tempat-Tempat Umum sudah Memenuhi Syarat dengan target 78,9% dan dengan target 86,6%

2) Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) sudah Memenuhi Syarat dengan target 38% dan dengan target 78,6%

(7)

3) Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak tidak memenuhi syarat dengan target 75% dan dengan capaian 11,7% dikarenakan pendataan hanya dilakukan pada 2.770 KK ditahun 2021 dari total 23.714 KK

4) Sarana Air Minum Yang Dilakukan Pengawasan sudah memenuhi syarat dengan target 75% dan dengan capaian 100%

Tahun 2022

1) Persentase Tempat-Tempat Umum sudah Memenuhi Syarat dengan target 79,6% dan dengan target 86%

2) Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) sudah Memenuhi Syarat dengan target 40% dan dengan target 78%

3) Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak sudah memenuhi syarat dengan target 75% dan dengan target 100%

4) Sarana Air Minum Yang Dilakukan Pengawasan sudah memenuhi syarat dengan target 75% dan dengan target 100%

b. Identifikasi Masalah

Berdasarkan program kerja Kesehatan lingkungan di atas didapatkan identifikasi masalah sebagai berikut :

1. Pada tahun 2020 program kerja yang tidak tercapai dan tidak memenuhi syarat yaitu : Pada Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak dengan target 75% dan dengan capaian 2,6% dikarenakan pendataan pada tahun 2020 hanya dilakukan pada 628 KK.

2. Pada tahun 2021 program kerja yang sudah memenuhi syarat yaitu : pada Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Memenuhi Syarat dengan target 38% dan dengan capaian 78,6% dan yang tidak memenuhi syarat yaitu : pada Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Yang Layak dengan target 75% dan dengan target 11,7%

dikarenakan pada tahun 2021 pendataan hanya dilakukan pada 2.770 KK dari total 23.714 KK

3. Pada tahun 2022 program kerja yang sudah memenuhi syarat yaitu: Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) Memenuhi Syarat dengan target 40% dan dengan target 78%

c. Penetapan Prioritas Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah di analisis, ditetapkan prioritas masalah menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growt) yaitu penetapan prioritas masalah berdasarkan skor tingkat kepentingan. Hasil dari perhitungan skor

(8)

didapatkan masalah yang menjadi prioritas adalah program kerja Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) memenuhi syarat dengan skor U = 4, S = 3, dan G = 3 sehingga total skor prioritas masalah adalah 10 yang didapatkan dari hasil penjumlahan skor USG.

Program kerja Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) memenuhi syarat dilakukan pada 14 TPM yang terdiri dari rumah makan dan depot air minum isi ulang. Program ini menjadi prioritas masalah dikarenakan terjadi penurunan persentase capaian program kerja dari yang sebelumnya 100% menjadi 78,6%.

d. Akar Penyebab Masalah

Masalah dari program kerja Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) memenuhi syarat terdapat pada Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) yang disebabkan karena kurangnya kesadaran dari penngelola dalam membuat izin laik sehat dengan alasan biaya yang mahal dan tidak ada waktu untuk membuatnya. Hal ini dapat berdampak buruk baik bagi pengelola maupun kesehatan konsumen. Sertifikat laik sehat pada suatu DAMIU merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mengetahui air minum yang dihasilkan memenuhi syarat atau tidak.

e. Alternatif Pemecahan Masalah

Penetapan alternatif pemecahan masalah dilihat dari akar penyebab yang menyebabkan masalah terjadi yaitu dengan melakukan edukasi dan memberikan pemahaman bagi pengelola DAMIU bahwa sangat penting memperhatikan pemenuhan syarat pengelolaan DAMIU, termasuk didalamnya sertifikat laik sehat yang akan menjadi bukti bahwa air yang diolah dan diedarkan ke masyarakan telah memenuhi persyaratan baik fisik, kimia, maupun biologi. Berdasarkan analisis pembiayaan, alternatif pemecahan masalah dapat dilakukan dengan mengadakan program yang dijalankan untuk mengintervensi masalah yang terjadi. Adapun program yang dapat dilakukan terdiri dari dua program yaitu yang pertama melakukan pemeriksaan kualitas air pada depot air minum isi ulang setiap kali pengawasan, yang dilakukan oleh pihak puskesmas dan Mengadakan sosialisasi yang mengedukasi pengelola mengenai sertifikat laik sehat maupun persyaratan yang berlaku terkait DAMIU bagi pengelola DAMIU bersama Dinas Kesehatan.

Program ini merupakan program jangka pendek yaitu dalam kurun waktu satu tahun. Sebelum menjalankan program pertama, perlu adanya pengadaan peralatan penunjang yang diperlukan seperti water test kit, yaitu alat yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan fisik di lapangan. Hal ini dikarenakan pihak Puskesmas Siantan Hulu diketahui tidak melakukan pemeriksaan menggunakan alat pada saat

(9)

pengawasan di lapangan. Dengan adanya peralatan pemeriksaan fisik ini dapat memudahkan petugas dalam melakukan tugas mereka yaitu pengawasan pada setiap depot air minum isi ulang (DAMIU) yang berada di wilayah kerja Puskesmas Siantan Hulu. Fokus pemeriksaan memang dilakukan pada pemeriksaat fisik, sedangkan pemeriksaan biologi maupun kimia dilakukan di laboratorium dan biasanya pihak dinas kesehatan yang menjalankan tugas tersebut ketika pihak Puskesmas tidak dapat melakukannya.

Sedangkan pada program yang kedua dapat dilakukan per 6 bulan atau 6 bulan sekali. Sosialisasi atau penyuluhan ditargetkan pada pengelola DAMIU baik baru maupun lama. Selain untuk mengedukasi pengelola DAMIU terkait pentingnya pemenuhan syarat pengelolaan DAMIU, program ini juga dapat dijadikan sebagai pengingat bagi pengelola DAMIU untuk selalu memperhatikan kualitas air yang diolah dan mematuhi setiap persyaratan yang tertera dalam peraturan yang berlaku.

5. sebutkan persiapan praktek dan apakah telah cukup?

Jawab:

a. Menyiapkan Kursioner b. Menyiapkan seragam

c. Membawa alat tulis berupa buku, pulpen, dll semuanya telah cukup

6. Apa kendala yg dihadapi dilapngan?

Jawab;

a.waktu praktek nya mendadak berubah dikarenakan pihak pukesmas rapat

b.yang pihak pukesmas lakukan di lapngan tidak sesuai dengan program kerje di pukesmas tersebut

7. Tulisan kesan-pesan soudara!

Jawab:

1. Bagi pengelola TPM sebaiknya melengkapi syarat-syarat yang berlaku terutama syarat yang sangat penting seperti sertifikat laik sehat untuk menjamin kenyamanan dan keamanan baik bagi pengelola maupun konsumen.

2. Bagi pihak puskesmas, sebaiknya memberikan penyuluhan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan pengelola TPM akan pentingnya izin laik sehat yang dapat menjamin kualitas dan keamanan air maupun makanan olahan serta membuat program- program yang solutif dan melakukan analisis pembiayaan sebagai upaya dan alternatif pemecahan masalah.

(10)

Referensi

Dokumen terkait

Daftar mata ajaran Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan (PHL1602154)Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (PHL1602152)Analisis Spasial Kesehatan Lingkungan (PHL1602161)Binatang

Diajukan untuk menempuh ujian akhir pada Program Studi Manajemen Keuangan Program Diploma III Manajemen

[r]

Penyelenggaraan Program Studi Analis Kesehatan Program Diploma Empat sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU harus menghasilkan lulusan sesuai dengan Kerangka

Tugas Akhir yang sudah selesai dan disetujui oleh Pembimbing I dan II dapat didaftarkan ke Bagian Program Studi untuk mengikuti Ujian Tugas Akhir

Dari hasil uji statistika didapatkan nilai ñ value = 0,000, maka dapat disimpulkan ada pengaruh penyuluhan kesehatan lingkungan terhadap tingkat pengetahuan dan pelaksanaan

Prototipe Aplikasi Analisis Butir Soal Ujian Akhir Semester Genap Mata Kuliah Konsep Dasar Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi Dan Mulut II Tahun Akademik 2018/2019

Ujian Tugas Akhir merupakan forum untuk mempertanggungjawabkan hasil karya perancangan dan hasil penelitian, berupa pameran karya desain dilengkapi dengan laporan