PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas karunia dan limpahan rahmatNya Profil Kesehatan Kabupaten Ngawi Tahun 2022 ini dapat tersusun. Profil Kesehatan ini disusun dengan mengambil data baik di internal instansi kesehatan maupun dari luar instansi kesehatan. Di instansi kesehatan, data bersumber dari laporan masing-masing pemegang program dan telah dilakukan pemutakhiran data guna menghindari adanya perbedaan data.
Dalam Profil Kesehatan Kabupaten ini memuat informasi tentang input, proses maupun output pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Ngawi selama tahun 2022 agar dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang pembangunan kesehatan maupun hasil-hasil yang telah dicapai selama tahun yang bersangkutan.
Diharapkan Profil Kesehatan ini dapat dimanfaatkan oleh para pembuat kebijakan, pelaksana program maupun sektor lain yang memerlukan guna pengambilan keputusan maupun penentuan strategi pembangunan dalam rangka meningkatkan status kesehatan masyarakat di Kabupaten Ngawi.
Sebagaimana Profil Kesehatan tahun-tahun lalu, Profil Kesehatan Kabupaten Ngawi Tahun 2022 ini masih terdapat banyak kekurangan disamping terbitnya pun masih terlambat. Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini saya menyampaikan permohonan maaf kepada pembaca sekalian, sekaligus mengharapkan adanya saran ataupun masukan dalam rangka penyempurnaan dan peningkatan kualitas Profil Kesehatan Kabupaten Ngawi di tahun mendatang.
Akhir kata terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan Profil Kesehatan Kabupaten Ngawi Tahun 2022 ini.
Ngawi, 2023 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi
Dr. Yudono, MMKes Pembina Utama Muda NIP. 19650828 199910 001
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB 1 : DEMOGRAFI 1
1.1 Letak Geografis dan Letak Administratif 1
A. Gambaran Geografis 1
B. Potensi Ekonomi 4
1.2 Potensi Pendidikan 4
BAB 2 : SARANA KESEHATAN 6
2.1 Fasilitas Kesehatan Dasar 6
2.2 Fasilitas Kesehatan Rujukan 10
2.3 Fasilitas Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat 12
BAB 3 : SUMBER DAYA KESEHATAN 15
3.1 Sumber Daya Kesehatan di Puskesmas 15
A. Tenaga Kesehatan di Puskesmas 15
B. Sumber Daya Kesehatan di Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Swasta 23
BAB 4 : PEMBIAYAAN KESEHATAN 28
4.1 Penerima Bantuan Iuran (PBI) 28
4.2 Kepesertaan Jaminan Kesehatan Non PBI 28
4.3 Anggaran Kesehatan 29
BAB 5 : KESEHATAN KELUARGA 31
5.1 Kesehatan Ibu 31
5.2 Kesehatan Anak 38
5.3 Pelayanan Kesehatan Anak, Remaja dan Usila (ARU) 41
5.4 Imunisasi 44
5.5 Status Gizi Bayi dan Balita 46
BAB 6 : PENGENDALIAN PENYAKIT 51
6.1 Penyakit Menular Langsung 51
6.2 Penyakit Menular Bersumber Binatang 69
6.3 Penyakit Tidak Menular 71
6.4 Penyakit Menular Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) 78 6.5 Pelayanan Kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Berat 81
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
BAB 7 : KESEHATAN LINGKUNGAN 83
7.1 Sarana Air Minum 83
7.2 Sanitasi Layak 84
7.3 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 85
7.4 Tempat dan Fasilitas Umum (TFU) 86
7.5 Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) 88
LAMPIRAN
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
BAB 1 DEMOGRAFI
1.1 Letak Geografis dan Letak Administratif
Secara geografis Kabupaten Ngawi terletak pada posisi 7°21-731 Lintang Selatan dan 11010-11140 Bujur Timur. Topografi wilayah ini adalah berupa dataran tinggi dan tanah rendah. Kabupaten Ngawi terletak di wilayah Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Luas wilayah Kabupaten Ngawi adalah 1.395,80 km (Sumber data : https://gis.dukcapil.kemendagri.go.id/) dimana sekitar 40 persen atau sekitar 558,32 km berupa lahan sawah. Di bagian barat Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Blora (keduanya termasuk wilayah Provinsi Jawa Tengah), serta Kabupaten Bojonegoro di utara; Kabupaten Madiun di timur; Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun di selatan; serta Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar (Jawa Tengah) di barat.
Secara administrasi wilayah ini terbagi ke dalam 19 kecamatan dan 217 desa, di mana 4 dari 217 desa tersebut adalah kelurahan.
A. Gambaran Geografis
Berdasarkan ketinggian tempatnya, wilayah Kabupaten Ngawi paling tinggi 2.700 m dari permukaan laut yang terletak di wilayah lereng Gunung Lawu. Sisi utara meliputi 4 kecamatan yaitu, Kecamatan Sine, Kecamatan Ngrambe, Kecamatan Jogorogo, dan Kecamatan Kendal.
Berikut adalah gambaran wilayah kecamatan Kabupaten Ngawi berdasarkan ketinggian dari permukaan laut :
1. Daerah dengan ketinggian < 50 m di atas permukaan laut terdiri atas sebagian wilayah Kecamatan Ngawi, Paron, Geneng, Pangkur, dan Kasreman.
2. Daerah dengan ketinggian 50-100 m di atas permukaan laut terdiri atas sebagian wilayah Kecamatan Pangkur, Karangjati, Bringin, Kasreman, dan Ngawi.
3. Daerah dengan ketinggian 100-150 m di atas permukaan laut terdiri atas sebagian wilayah Kecamatan Ngrambe, Jogorogo, Kendal, dan Sine.
4. Daerah dengan ketinggian 150-200 m di atas permukaan laut terdiri atas sebagian wilayah Kecamatan Mantingan, Karanganyar, Widodaren, Kedunggalar, Gerih, Pitu, Bringin, Kasreman, Ngrambe, Jogorogo, Kendal dan Sine.
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
5. Daerah dengan ketinggian 200 – 250 m di atas permukaan laut terdiri atas sebagian wilayah Kecamatan Ngrambe, Jogorogo, Kendal dan Sine.
6. Daerah dengan ketinggian 200 – 500 m di atas permukaan laut terdiri atas sebagian wilayah Kecamatan Ngrambe, Jogorogo, Kendal dan Sine.
7. Daerah dengan ketinggian 500 – 800 m di atas permukaan laut terdiri atas sebagian wilayah Kecamatan Ngrambe, Jogorogo, Kendal dan Sine.
8. Daerah dengan ketinggian 800 – 1200 m di atas permukaan laut terdiri atas sebagian wilayah Kecamatan Ngrambe, Jogorogo, Kendal dan Sine.
9. Daerah dengan ketinggian 1200 – 1500 m di atas permukaan laut terdiri atas sebagian wilayah Kecamatan Ngrambe, Jogorogo, Kendal dan Sine.
10. Daerah dengan ketinggian 1500-1800 m di atas permukaan laut terdiri atas sebagian wilayah Kecamatan Ngrambe, Jogorogo, Kendal dan Sine.
11. Daerah dengan ketinggian 1800-2100 m di atas permukaan laut terdiri atas sebagian wilayah Kecamatan Ngrambe, Jogorogo, Kendal dan Sine.
12. Daerah dengan ketinggian 2100-2400 m di atas permukaan laut terdiri atas sebagian wilayah Kecamatan Ngrambe, Jogorogo, Kendal dan Sine.
13. Daerah dengan ketinggian 2400-2700 m di atas permukaan laut terdiri atas sebagian wilayah Kecamatan Ngrambe, Jogorogo, Kendal dan Sine.
Kabupaten Ngawi dialiri dua sungai besar yaitu Bengawan Solo yang membujur dari barat ke timur dan Sungai Madiun dari selatan ke utara. Sungai tersebut bertemu di ujung Kota Ngawi dan mengalir menjadi satu ke utara memasuki wilayah Kabupaten Bojonegoro. Disamping itu terdapat pula sungai-sungai kecil yaitu Sungai Banger, Sidolaju, Alas Tuwo, Batu Bunder dan Kenteng. Kasihan, Plampok, Ketonggo yang bermuara di Sungai Bengawan Solo dan Sungai Kuku Ketonggo yang bermuara di Sungai Madiun dengan aliran sungai-sungai yang ada, maka tingkat kesuburan tanah di Kabupaten Ngawi dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Wilayah sebelah timur Sungai Madiun bagian selatan merupakan daerah subur dan merupakan daerah pertanian tanaman pangan tingkat pertama.
2. Wilayah sebelah utara Bengawan Solo dan sebelah timur Sungai Madiun bagian utara merupakan daerah perbukitan Pegunungan Kendeng Tengah yang merupakan daerah kurang subur sampai tandus dan tanahnya mengandung kapur.
3. Wilayah selatan paling ujung merupakan kaki Gunung Lawu yang berbukit-bukit
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
merupakan daerah subur bagi tanaman perkebunan.
Sedangkan menurut penggunaan tanahnya, keadaaan Kabupaten Ngawi dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Persawahan yang luas terdapat di Kecamatan Geneng, Paron, Karangjati, Kedunggalar dan Padas yang umumnya terletak pada ketinggian 25-100 meter dari permukaan laut dengan kemiringan tanah 0-2%.
2. Tegalan yang luas terdapat di Kecamatan Bringin, Kendal, Ngawi, Pitu, Mantingan dan Widodaren yang umumnya terletak pada ketinggian 100-500 meter dari permukaan laut dengan kemiringan tanah 2-15%.
3. Pekarangan yang luas terdapat di Kecamatan Geneng, Karangjati, Kedunggalar, Kendal, Paron, Ngawi dan Widodaren.
4. Tanaman Pinus terdapat di Kecamatan Jogorogo, Kendal, Ngrambe dan Sine yang umumnya terletak pada ketinggian 100-lebih dari 1000 meter dari permukaan laut dengan kemiringan tanah 2-15%
5. Kebun karet terdapat di Kecamatan Widodaren, sedangkan kebun teh terdapat di Kecamatan Sine, dan kebun kelapa terdapat di Kecamatan Ngawi.
Untuk tipe iklim di Kabupaten Ngawi dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Bulan kering: Curah hujan 60 mm/bulan 2. Bulan basah: Curah hujan 100mm/bulan
Gambar 1.1 Peta Kabupaten Ngawi
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Potensi Ekonomi
Perekonomian Kabupaten Ngawi berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada tahun 2022 mencapai Rp. 22,45 triliun sementara atas dasar harga konstan tahun 2010 adalah Rp. 14,26 (BPS Kabupaten Ngawi, 2022)
Ekonomi Kabupaten Ngawi tahun 2022 tumbuh persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa lainnya sebesar persen, diikuti transportasi dan pergudangan sebesar persen. Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang merupakan basis perekonomian Kabupaten Ngawi pada tahun 2022 tumbuh persen atau mengalami perlambatan sebesar poin dibandingkan tahun 2021 (BPS Ngawi.
https://ngawikab.bps.go.id/) 1.2 Potensi Pendidikan
Kabupaten Ngawi tahun 2022 memiliki 4 perguruan tinggi yang terletak di Kecamatan Ngawi. Adapun pendidikan dasar dan menegah di Kabupaten Ngawi terdiri dari 79 SMK, 50 SMA sederajat, 128 SMP sederajat dan 633 SD sederajat yang tersebar merata di 19 kecamatan di Kabupaten Ngawi. Pendidikan TK/RA sebanyak 688 sekolah dan KB sebanyak 240 sekolah (Portal Data Ngawi (ngawikab.go.id)).
Angka melek huruf pada penduduk usia 15 tahun ke atas 94,2 % atau 646.866 jiwa (Data PISPK Kabupaten Ngawi Tahun 2022) dari proyeksi jumlah penduduk usia 15 tahun
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
ke atas pada tahun 2022 sebesar 686.950 jiwa. Adapun tingkat pendidikan penduduk di Kabupaten Ngawi secara rinci adalah sebagai berikut:
Gambar 1.2. Tingkat Pendidikan dan Angka Melek Huruf Kabupaten Pada Tahun 2022
11,7
36,7 23,7
25,7 5,1
0,5 1,1
2,7 0,1
0,0 10,0 20,0 30,0 40,0 TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD
SD/MI SMP/ MTs SMA/ MA SEKOLAH MENENGAH
KEJURUAN DIPLOMA I/DIPLOMA II
AKADEMI/DIPLOMA III S1/DIPLOMA IV S2/S3 (MASTER/DOKTOR)
6%
94%
PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KE ATAS YANG TIDAK MELEK HURUF
PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
BAB 2
SARANA KESEHATAN
2.1 Fasilitas Kesehatan Dasar
Kabupaten Ngawi memiliki 24 puskesmas yang tersebar di 19 kecamatan.
Berdasarkan jumlah penduduk tahun 2022, dibandingkan dengan puskesmas didapatkan rasio 1: 35.067 penduduk yang artinya 1 puskesmas rata-rata melayani 35.067 penduduk.
Berikut adalah rincian jumlah penduduk dilayani per Puskesmas :
Gambar 2.1 Grafik Penduduk Dilayani Per Puskesmas Tahun 2022 (dalam ribuan)
Berdasarkan grafik diatas, diketahui bahwa rata-rata puskesmas melayani 22.979 penduduk atau pasien. Adapun puskesmas yang paling banyak memiliki kunjungan adalah Puskesmas Ngawi sebanyak 47.343 penduduk dan puskesmas yang paling sedikit memiliki kunjungan jumlah penduduk yang dilayani adalah Puskesmas Bringin sebanyak 1.000 penduduk.
Mendasar data tersebut dalam pelayanannya, puskesmas memiliki jejaring berupa rumah sakit, Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling, Klinik Swasta, Pengobatan Tradisional, Laboratorium, Unit Transfusi Darah, dan Apotek. Berikut adalah rincian jumlah fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Ngawi:
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Gambar 2.2 Jumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
Berdasarkan grafik di atas diketahui untuk Kategori Rumah Sakit, bahwa Kabupaten Ngawi pada tahun 2022 memiliki 1 (33%) Rumah Sakit Pemerintah dan 2 ( 67 % ) Rumah Sakit Swasta.
Untuk kategori puskesmas dan jaringannya, terdapat 23 Puskesmas Rawat Inap (14,47%), 1 Puskesmas Non Rawat Inap (0,63%), 73 Puskesmas Keliling (45,9%), dan 62 Puskesmas Pembantu (40%).
Untuk Kategori Sarana Pelayanan Lainnya, terdapat 167 Bidan Praktik Mandiri (47,04%), 58 Dokter Praktik Mandiri (20%), 43 Perawat Praktik Mandiri (16,62%), 21 Klinik Pratama (5,92%), 2 Klinik Utama (0,56%), 7 Dokter Gigi Praktik Mandiri (1,97%), 19 Dokter Spesialis Praktik Mandiri (5,35%), 0 Griya Sehat (0%), 4 Laboratorium Kesehatan (1%), 4 Panti Sehat (1,13%), dan 1 Unit Tranfusi Darah (0,28%).
Untuk Sarana Produksi dan Distribusi Kefarmasian, didominasi dengan keberadaan apotek sebanyak 136 buah (89,47%), Toko Alkes 12 buah (7,89%) dan Pedagang Besar Farmasi 2 buah (1,32%). Sampai dengan akhir tahun 2022, belum ada industri farmasi di
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Kabupaten Ngawi.
Jumlah kunjungan penduduk ke fasilitas kesehataan di Kabupaten Ngawi pada tahun 2022 sebanyak 839.841 kunjungan yang terdiri dari kunjungan rawat jalan sebanyak 790.074, kunjungan rawat inap sebanyak 45.918, dan kunjungan jiwa sebanyak 3.849. Rata- rata kunjungan ke fasilitas kesehatan di Kabupaten Ngawi sebanyak 29.994 kunjungan di fasilitas kesehatan yang terdiri dari puskesmas, Rumah Sakit Umum dan Swasta, serta Klinik Kesehatan Swasta. Adapun rincian jumlah kunjungan per fasilitas kesehatan di Kabupaten Ngawi sebagai berikut:
Gambar 2.3 Grafik Kunjungan Penduduk Dilayani Oleh Puskesmas di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022 (dalam ribu)
Berdasarkan grafik di atas, diketahui bahwa jumlah kunjungan penduduk ke fasilitas kesehatan puskesmas tertinggi di Puskesmas Ngawi sebanyak 47.343 kunjungan penduduk, sedangkan kunjungan yang terendah sebanyak 9.520 kunjungan penduduk pada Puskesmas Kasreman.
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Gambar 2.4 Grafik Kunjungan Penduduk Dilayani oleh Klinik di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022 (dalam ribu)
Berdasarkan grafik di atas, diketahui bahwa jumlah kunjungan penduduk ke fasilitas kesehatan klinik tertinggi di Klinik Mediva (Klinik Utama) sebanyak 17.451 kunjungan penduduk, dan terdapat 4 klinik tidak tersedia data kunjungannya.
Gambar 2.5 Grafik Kunjungan Penduduk Dilayani oleh Rumah Sakit di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022 (dalam ribu)
Berdasarkan grafik di atas, diketahui bahwa jumlah kunjungan penduduk ke fasilitas kesehatan Rumah Sakit tertinggi di RS At-Tin sebanyak 165.640 kunjungan penduduk.
26.391
149.428
165.637
0 20.000 40.000 60.000 80.000 100.000 120.000 140.000 160.000 180.000
RS WIDODO RSUD SOEROTO RS AT TIN
Jumlah Pasien
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Fasilitas Kesehatan Rujukan
Indikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit (RS) antara lain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur dengan jumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasio terhadap jumlah penduduk.
Jumlah seluruh rumah sakit di Kabupaten Ngawi pada tahun 2022 sebanyak 5 buah dengan rincian Rumah Sakit Umum Daerah sebanyak 3 buah, dan Rumah Sakit Swasta 2 buah (Rumah Sakit At-Tin dan Rumah Sakit Widodo). Jumlah tempat tidur yang dimiliki seluruh rumah sakit adalah 705 tempat tidur, dengan rincian sebagai berikut:
No Nama Rumah Sakit Jumlah Tempat Tidur
1 RSUD dr. Soeroto 277
2 RS. Widodo 161
3 RS. AT-TIN 181
Total 619
Gambar 2.6 Grafik Tempat Tidur Pasien di Rumah Sakit pada Tahun 2022
Berdasarkan grafik di atas, diketahui bahwa jumlah tempat tidur terbanyak terdapat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soeroto sebanyak 277 tempat tidur.
Bed Operation Rate (BOR) merupakan prosentase pemakaian tempat tidur pada satu satuan waktu tertentu. Indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur di Rumah Sakit. Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60-85% (Depkes RI, 2005). Adapun rata-rata Bed Operation Rate (BOR) Rumah Sakit yang
277 44,75%
26,01% 161 181 29,24%
RSUD dr. Soeroto RS. Widodo RS. AT-TIN
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
ada di Kabupaten Ngawi adalah 66,0 % dengan rincian sebagai berikut :
Gambar 2.7 Bed Operation Rate (BOR) Rumah Sakit di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
Average Long of Stay (ALOS) menurut Depkes RI (2005) adalah rata-rata lama rawat seorang pasien. Indikator ini disamping memberikan gambaran tingkat efisiensi, juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan, apabila diterapkan pada diagnosis tertentu dapat dijadikan hal yang perlu pengamatan yang lebih lanjut. Rata-rata lama dirawat di rumah sakit di Kabupaten Ngawi pada tahun 2022 adalah 3,91 hari dengan perincian sebagai berikut :
Gambar 2.8 Grafik ALOS Rumah Sakit di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
64,96
53,63
78,62 RSUD dr. Soeroto
RS. Widodo RS. AT-TIN
3,82
4,26 3,76
3,50 3,60 3,70 3,80 3,90 4,00 4,10 4,20 4,30
RSUD dr. Soeroto RS. Widodo RS. AT-TIN
Hari
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
2.2 Fasilitas Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
Fasilitas Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat adalah fasilitas kesehatan berbasis komunitas yang sarana dan prasarana nya disediakan secara mandiri oleh masyarakat. Jenis Fasilitas Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat ini antara lain adalah: Polindes, Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Posbindu PTM.
Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu, bayi, dan balita (Kemenkes, 2011). Jumlah posyandu aktif merupakan jumlah posyandu dengan strata Mandiri dan Purnama. Posyandu aktif di Kabupaten Ngawi pada tahun 2022 sebanyak 1.106 posyandu dengan perincian sebagai berikut :
Gambar 2.9 Jumlah Posyandu Aktif di Kabuapten Ngawi Tahun 2022
Berdasarkan grafik di atas, dapat diketahui bahwa terdapat 10 puskesmas 100%
dengan posyandu aktif dan prosentase posyandu aktif terendah sebesar 46,7% yaitu posyandu aktif di wilayah Puskesmas Tambakboyo.
Strata Posyandu meliputi Posyandu Pratama, Madya, Purnama, dan Mandiri. Jumlah posyandu yang terdapat di Kabupaten Ngawi pada tahun 2022 sebanyak 1.221 posyandu terdaftar. Berdasarkan tingkatan stratanya dapat diketahui prosentase strata posyandu di Kabupaten Ngawi sebagai berikut:
73 66
39 59 46 52 54 52 62 29
59 43
22 52 41 67
38 35 63
44 40 31 25 14 100100
100
100100100100100100 100
93,7 93,5
91,7 91,291,1
90,5 90,585,4
80,8 80 80
77,5 59,5
46,7 POSYANDU AKTIF Prosentase
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Gambar 2.10 Prosentase Strata Posyandu di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
Berdasarkan grafik di atas, di ketahui jumlah posyandu di Kabupaten Ngawi dengan strata purnama sebanyak 0 (0%) atau tidak terdapat Posyandu Pratama, posyandu dengan strata madya sebanyak 115 (9,4%), posyandu dengan strata purnama sebanyak 1.009 (83%), sedangkan posyandu dengan strata mandiri sebanyak 97 (8%), sedangkan rincian jumlah posyandu berdasarkan strata per wilayah puskesmas yang terdapat di Kabupaten Ngawi pada tahun 2022 sebagai berikut:
Gambar 2.11 Strata Posyandu di Wilayah Kerja Per Puskesmas di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
0%
9,4%
82,6%
7,9%
PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI
15 7 0 0 4 0 0 5 11 0 0 0 10 0 3 4 17
4 11 6 0 16
0 2 59 63
66 66
49 62
44 45 26 49 48 51 40
37 43 41 25
33 31
30 39 12 28 22
4 4 7 0
10 0
15 7 18 5 4 1 0
9 0 0 0 5 0 5 0
2 1 0
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa 3 puskesmas seluruh posyandunya terstrata purnama yaitu Puskesmas Kendal, Puskesmas Pangkur dan Puskesmas Walikukun, sedangkan Puskesmas yang memiliki posyandu mandiri terbanyak adalah Puskesmas Ngawi sebanyak 18 (32,7%).
Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM Utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Jumlah Posbindu PTM di Kabupaten Ngawi sebanyak 358 posbindu PTM di wilayah seluruh puskesmas dengan rincian sebagai berikut:
Gambar 2.12 Jumlah Posbindu PTM Per Puskesmas di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
Berdasarkan grafik di atas, dapat diketahui bahwa puskesmas yang memiliki Posbindu terbanyak adalah Puskesmas Teguhan sebanyak 55 Posbindu, sedangkan yang memiliki Posbindu paling sedikit adalah Puskesmas Kauman dan Puskesmas Mantingan sebanyak 4 Posbindu.
55 53 46
17 15 14 14 14 13 13
10 10 10 9 8 8 8 8
6 6 6 5 4 4 0
10 20 30 40 50 60
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
BAB 3
SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN
3.1 Sumber Daya Kesehatan di Puskesmas
World Health Organization (2006) melaporkan bahwa tenaga kesehatan memberikan konstribusi hingga 80% dalam keberhasilan pembangunan kesehatan dan salah satu jalan terbaik untuk menyelesaikan krisis ketenagaan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yaitu melalui pendidikan dan pelatihan, bersama dengan perbaikan kebijakan manajemen SDM.
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu unsur terpenting dalam organisasi. Jalan tidaknya suatu organisasi sangat tergantung dari keberadaan SDM. SDM Kesehatan yang memiliki kompetensi tentu akan menunjang keberhasilan pelaksanaan kegiatan, program, dan pelayanan Kesehatan.
Salah satu layanan kesehatan yang paling mudah diakses masyarakat adalah puskesmas. Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Dinas Kesehatan Ngawi berupaya untuk selalu meningkatnya kualitas pelayanan di Puskesmas. Kabupaten Ngawi memiliki 24 UPT Puskesmas yang sudah terakreditasi dan dengan status BLUD dengan 23 puskesmas rawat inap dan 1 puskesmas non rawat inap.
Puskesmas di Kabupaten Ngawi diharapkan dapat memberikan pelayanan yang paripurna dengan dukungan tenaga kesehatan, sarana prasarana, dan alat kesehatan yang sesuai standart.
A. Tenaga Kesehatan di Puskesmas
1. Dokter Umum, Dokter Spesialis dan Dokter Gigi
Dokter umum, dokter spesialis, dan dokter gigi dengan status PNS dan non PNS baik yang bekerja di puskesmas, rumah sakit, dan klinik swasta total sebanyak 275 orang. 24 puskesmas di Kabupaten Ngawi memiliki jumlah dokter sebanyak 65 orang dan rata-rata jumlah dokter yang terdapat di puskesmas sebanyak 3 orang.
Berikut adalah gambar sebaran dokter di puskesmas sebagai berikut:
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Gambar 3.1 Peta Sebaran Dokter Umum Per Puskesmas di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
Berdasarkan gambar di atas, diketahui bahwa puskesmas yang memiliki dokter umum 5-7 orang adalah Puskesmas Ngrambe 7 (10,77%), puskesmas yang memiliki dokter umum 1-2 orang adalah Puskesmas Tambakboyo, Puskesmas Mantingan, Puskesmas Kauman, Puskesmas Kedunggalar, Puskesmas Paron, Puskesmas Kendal, Puskesmas Widodaren, Puskesmas Kwadungan, Puskesmas Ngawi, Puskesmas Pangkur dan Puskesmas Bringin (32,31 %). Puskesmas yang hanya memiliki 1 dokter umum adalah Puskesmas Tambakboyo (1,54 %).
Sebaran sumberdaya dokter gigi yang terdapat di seluruh puskesmas di Kabupaten Ngawi total sebanyak 25 orang. Berikut adalah sebaran dokter gigi pada puskesmas di Kabupaten Ngawi :
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Gambar 3.2 Peta Sebaran Dokter Gigi Per Puskesmas di Kabupaten Ngawi Tahun 2022
Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui bahwa puskesmas yang tidak memiliki dokter gigi adalah Puskesmas Teguhan (0), namun puskesmas yang memeliki dokter gigi yang lebih dari 1 adalah Puskesmas Kendal 2 (8%) dan Puskesmas Kwadungan 2 (8%).
2. Apoteker dan Tenaga Kefarmasian
Tenaga Farmasi terdiri dari Sarjana Farmasi dengan profesi Apoteker dan Tenaga Teknis Farmasi. Total tenaga apoteker dan kefarmasian di seluruh puskesmas Kabupaten Ngawi tahun 2022 sebanyak 73 orang yang terdiri dari 30 apoteker dan 43 tenaga kefarmasian. Berikut adalah grafik sebaran tenaga apoteker dan tenaga kefarmasian di setiap puskesmas:
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Gambar 3.3 Grafik Tenaga Kefarmasian Per Puskesmas di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
Berdasarkan grafik di atas, diketahui bahwa puskesmas yang memiliki data apoteker dan kefarmasian terbanyak adalah Puskesmas Ngrambe sebanyak 6 orang (4 orang tenaga kefarmasian dan 2 orang apoteker), Puskesmas Geneng dan Puskesmas Kendal tidak memiliki tenaga Teknis Kefarmasian (0), sedangkan Puskesmas Karanganyar tidak memiliki tenaga apoteker (0).
3. Perawat dan Bidan
Total tenaga perawat di Puskesmas Kabupaten Ngawi pada tahun 2022 sebanyak 616 orang dengan rincian sebanyak 226 orang berjenis kelamin laki-laki dan sebanyak 390 berjenis kelamin perempuan. Rerata jumlah perawat di puskesmas sebanyak 26 orang. Adapun sebaran tenaga perawat di seluruh puskesmas adalah sebagai berikut:
1 4
2
0 0 2
1 1 3
1 2
3 4
1 3
2 2
1 2
1 1 3
1 2
1 2
1 1 1 1 1 1 1
2
1 1 1
2 1
3
1 2
1 1 1
2 1 0 0
0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5
Tenaga Teknik Kefarmasian Apoteker
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Gambar 3.4 Peta Sebaran Tenaga Perawat Per Puskesmas di Kabupaten pada Tahun 2022
Berdasarkan data di atas, diketauhi bahwa puskesmas yang memiliki jumlah tenaga perawat terbanyak adalah Puskesmas Gemarang sebanyak 33 (5,36%) orang, sedangkan Puskesmas yang memiliki tenaga perawat sedikit adalah Puskesmas Kauman sebanyak 18 (2,92%) orang.
Kabupaten Ngawi pada tahun 2022 memiliki tenaga bidan sebanyak 584 orang yang di tugaskan di Puskesmas. Rerata jumlah bidan di Puskesmas 24 orang.
Adapun sebaran bidan di Puskesmas adalah sebagai berikut :
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Gambar 3.5 Peta Sebaran Bidan Per Puskesmas Di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
Berdasarkan sebaran data di atas, dapat di ketahui bahwa puskesmas yang memiliki jumlah tenaga bidan terbanyak adalah Puskesmas Karangjati dan Puskesmas Kasreman dengan masing-masing memiliki bidan sebanyak 31 (5,31%) orang, sedangkan Puskesmas yang memiliki jumlah tenaga bidan paling sedikit adalah Puskesmas Ngawi dan Puskesmas Tambakboyo masing-masing memiliki bidan sebanyak 11 (1,88%) orang.
4. Sarjana Kesahatan Masyarakat dan Sarjana Kesehatan Lingkungan
Tenaga Sarjana Kesehatan Masyarakat di seluruh puskesmas pada tahun 2022 total berjumlah 56 orang dan tenaga Sarjana Kesehatan Lingkungan sejumlah 38 orang, dengan sebaran sebagai berikut:
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Gambar 3.6 Grafik Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas pada Tahun 2022
Berdasarkan grafik di atas, diketahui bahwa semua puskesmas memiliki tenaga Sarjana Kesehatan Masyarakat. Puskesmas Bringin dan Puskesmas Kauman memiliki jumlah tenaga Sarjana Kesehatan masyarakat terbanyak yaitu masing- masih berjumlah 4 orang.
Puskesmas yang memiliki tenaga Kesehatan Lingkungan atau Sanitarian terbanyak adalah Puskesmas Jogorogo dan Puskesmas Kauman dengan masing- masing sebanyak 3 orang tenaga Sanitarian, sedangkan puskesmas yang tidak memiliki tenaga Sanitarian adalah Puskesmas Bringin dan Puskesmas Kendal.
5. Tenaga Gizi
Tenaga Kesehatan Gizi di seluruh puskesmas pada tahun 2022 total sebanyak 57 orang. Rerata petugas gizi di puskesmas sejumlah 2 orang. Sebaran jumlah tenaga gizi di puskesmas pada tahun 2022 dapat dilihat sebagai berikut:
1 1 3
2 2
1 1 2 2
4
2
3 3 3
2 3 3
2 2 3
4
2 3
2
1 1 3
0 2
1 1 2 2
0 2
1 2
1 2
1
2 2 2 2
3 2
1 2
0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5
SINE NGRAMBE JOGOROGO KENDAL GENENG WIDODAREN KWADUNGAN PANGKUR KARANGJATI BRINGIN PADAS KASREMAN NGAWI NGAWI PURBA PARON TEGUHAN KEDUNGGALAR GEMARANG PITU WALIKUKUN KAUMAN MANTINGAN TAMBAKBOYO KARANGANYAR Tenaga Kesehatan Masyarakat Tenaga Kesehatan Lingkungan
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Gambar 3.7 Peta Sebaran Tenaga Gizi Per Puskesmas pada Tahun 2022
Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui bahwa tenaga gizi terbanyak terdapat di Puskesmas Mantingan dan Puskesmas Ngawi masing-masing sebanyak 4 (7,02%) orang, sedangkan tenaga Kesehatan Gizi puskesmas terendah adalah Puskesmas Karangjati, Puskesmas Kendal, Puskesmas Geneng, dan Puskesmas Kwadungan masing – masing terdiri dari 1 orang petugas.
6. Tenaga Kesehatan Lain
Tenaga kesehatan lain di puskesmas berjumlah 159 orang yang terdiri dari Ahli Teknologi Laboratorium Medik sebanyak 31 orang, Tenaga Biomedik lainnya sebanyak 0 orang, Tenaga Keterapian Fisik sebanyak 41 orang, dan Keteknisian Medis sebanyak 87 orang. Berikut adalah sebaran tenaga kesehatan lain di puskesmas:
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Gambar3.7 Grafik Tenaga Kesehatan Lain Per Puskesmas pada Tahun 2022
Berdasarkan grafik di atas diketahui bahwa tidak ada Puskesmas yang memiliki Tenaga Biomedik . Puskesmas yang tidak memiliki tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik adalah Puskesmas Kendal. Puskesmas yang tidak memiliki tenaga Keterapian Fisik adalah Puskesmas Teguhan. Puskesmas yang tidak memiliki tenaga Keteknisian Medik adalah Puskesmas Kasreman.
B. Sumber Daya Kesehatan di Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Swasta 1. Tenaga Kesehatan
Kabupaten Ngawi memiliki dokter spesialis sebanyak 153 orang yang memberikan pelayanan di Rumah Sakit Pemerintah, Rumah Sakit Swasta dan Fasilitas Kesehatan Swasta. Berikut adalah grafik sebaran dokter spesialis di Kabupaten Ngawi:
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
SINE NGRAMBE JOGOROGO KENDAL GENENG WIDODAREN KWADUNGAN PANGKUR KARANGJATI BRINGIN PADAS KASREMAN NGAWI NGAWI PURBA PARON TEGUHAN KEDUNGGALAR GEMARANG PITU WALIKUKUN KAUMAN MANTINGAN TAMBAKBOYO KARANGANYAR AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK TENAGA TEKNIK BIOMEDIKA LAINNYA
KETERAPIAN FISIK KETEKNISIAN MEDIS
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Gambar 3.10 Grafik Sebaran Dokter Spesialis di Kabupaten Ngawi Tahun 2022
Dokter umum yang memberikan pelayanan di rumah sakit baik Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta, serta Sarana Pelayanan Kesehatan Lainnya di Kabupaten Ngawi sebanyak 191 Dokter Umum dan 48 Dokter Gigi. Berikut adalah sebaran Dokter Umum dan Dokter Gigi di rumah sakit dan klinik swasta:
Gambar 3.11 Sebaran Dokter Umum dan Dokter Gigi di Rumah Sakit dan Klinik Swasta Kabupaten Ngawi Tahun 2022
Jumlah total tenaga perawat di rumah sakit umum dan swasta serta Sarana Pelayanan Kesehatan Lainnya sebanyak 740 orang, dan bidan sebanyak 149 orang.
37
36 31
0 0 49
RSUD dr. SOEROTO RS. WIDODO RS. AT-TIN RS GENENG RS MANTINGAN SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN
28 13
13 23
180
RSUD dr. SOEROTO RS. WIDODO RS. AT-TIN RS GENENG RS MANTINGAN SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Berikut adalah perincian perawat dan bidan di Rumah Sakit Umum dan Swasta serta Sarana Pelayanan Kesehatan Lainnya:
Gambar 3.12 Sebaran Tenaga Perawat dan Bidan di RS Klinik Swasta Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
Berdasarkan grafik di atas, diketahui bahwa jumlah perawat dan bidan di RSUD dr. Soeroto sebanyak 300 perawat dan 44 bidan, RS Widodo 158 perawat dan 20 bidan, RS At-Tin 141 perawat dan 14 Bidan, RS Geneng 18 perawat dan 8 bidan, RS Mantingan 10 perawat dan 4 bidan, serta pada Sarana Pelayanann Kesehatan lainnya terdapat 99 orang perawat dan 59 bidan.
Tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, dan tenaga gizi di rumah sakit sejumlah 31 orang dengan perincian sebagai berikut:
300
158 155
1810
99 44
20 8 14
4 59
RSUD dr. SOEROTO RS. WIDODO RS. AT-TIN RS GENENG RS MANTINGAN SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Gambar 3.13 Sebaran Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Lingkungan di Rumah Sakit pada Tahun 2022
Berdasarkan grafik di atas, diketahui bahwa tenaga Kesehatan Masyarakat di rumah sakit sebanyak 4 orang dan tenaga Kesehatan Lingkungan sebanyak 10 orang.
Tenaga kefarmasian di rumah sakit sebanyak 36 orang yang terdiri dari apoteker dan tenaga teknis farmasi. Tenaga teknis kefarmasian adalah tenaga yang membantu apoteker dalam menjalani pekerjaan kefarmasian yang terdiri atas Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi, Analisis Farmasi, dan Tenaga Menengah Farmasi/Asisten Apoteker. Berikut adalah rincian tenaga kefarmasian di rumah sakit Kabupaten Nngawi tahun 2022:
Gambar 3.14 Tenaga Kefarmasian di Rumah Sakit Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
0 0
3 0
1 0
6 0
2 1
1 0
12 1
3 1
0 0
0 5 10 15 20
RSUD dr. SOEROTO RS. WIDODO RS. AT-TIN RS GENENG RS MANTINGAN SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN
Tenaga Kesehatan Masyarakat Tenaga Kesehatan Lingkungan Tenaga Gizi
24 15 2
2 1 1
14 4
4 1 1
6
0 5 10 15 20 25 30 35 40
RSUD dr. SOEROTO RS. WIDODO RS. AT-TIN RS GENENG RS MANTINGAN SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN
Tenaga Teknik Kefarmasian Apoteker
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Tenaga kesehatan lain di rumah sakit sebanyak 164 orang dengan perincian seperti pada gambar berikut:
Gambar 3.15 Tenaga Kesehatan Lain di Rumah Sakit Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
Berdasarkan grafik di atas, diketahui bahwa tenaga kesehatan lainnya yang terdapat di rumah sakit terdiri dari Ahli Gizi, Ahli Teknologi Laboratotrium Medik, Tenaga Teknik Biomedika Lainnya, Keterapian Fisik, dan Keteknisian Medis.
18 15 11 0
1 14
15 7 9 1
3
0
4 3
3 4
2 0
21 16
14 0
1 2
0 10 20 30 40 50 60 70
RSUD dr. SOEROTO RS. WIDODO RS. AT-TIN RS GENENG RS MANTINGAN SARANA PELAYANAN KESEHATAN LAIN
Ahli Teknologi Laboratorium Medik Tenaga Teknik Biomedika Lainnya
Keterapian Fisik Keteknisian Medis
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
BAB 4
PEMBIAYAAN KESEHATAN
4.1 Penerima Bantuan Iuran (PBI)
Jaminan Sosial merupakan salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak. Sistem Jaminan Sosial Nasional adalah suatu tata cara penyelenggaraan program jaminan sosial oleh beberapa badan penyelenggara.
Penerima Bantuan Iuran (PBI) adalah peserta Jaminan Kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 Tentang Sistem Jaminan Nasional, dimana iurannya dibayari yang ditetapkan oleh pemerintah dan diatur melalui Peraturan Pemerintah.
Tahun 2022 Kabupaten Ngawi memiliki jumlah peserta PBI sebanyak 553.585 dengan perincian peserta PBI APBN sebanyak 508.338 dan peserta PBI APBD sebanyak 45.247.
Berikut adalah rincian kepersertaan Penerima Bantuan Iuran di Kabupaten Ngawi:
Gambar 4.1 Kepersertaan PBI di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
4.2 Kepersertaan Jaminan Kesehatan Non PBI
Program Non PBI dikhususkan untuk warga Indonesia meliputi Pekerja Penerima Upah (PPU) seperti karyawan swasta, dan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) seperti pemilik perusaaan. Jumlah Kepersertaan Jaminan Kesehatan Non PBI di Kabupaten Ngawi pada tahun 2022 sebanyak 230.009 peserta. Adapun perincian Kepersertaan Jaminan
508.338 92%
45.247 8%
PBI APBN PBI APBD
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Kesehatan Non PBI adalah sebagai berikut:
Gambar 4.2 Kepersertaan Jaminan Kesehatan Non PBI di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
Berdasarkan grafik diatas dapat diketahui bahwa peserta Non PBI terdiri dari 136.729 (59%) Peserta Penerima Upah, 75.718 (33%) Bukan Pekerja Penerima Upah, dan 17.562 (8%) berasal dari Bukan Pekerja.
4.3 Anggaran Kesehatan
Total anggaran kesehatan Kabupaten Ngawi pada tahun 2022 sebesar Rp.
491.811.110.110,- yang bersumber dari APBD Kabupaten yang terdiri dari Belanja Langsung, Belanja Tidak Langsung dan DAK, serta Sumber Pemerintah Lain (BLUD).
Rincian anggran kesehatan dapat dilihat sebagai berikut:
136.729 59%
75.718 33%
17.562 8%
Pekerja Penerima Upah (PPU) Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/mandiri
Bukan Pekerja (BP)
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Gambar 4.3 Sumber Anggaran Kesehatan di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022 (dalam satuan Milyar Rupiah)
Dana APBD Kabupaten di peruntukkan untuk Belanja Langsung Rp.
196.163.814.842,- dan Belanja Tidak Langsung Rp. 0,-. Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. Dana Alokasi Khusus Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi total sebesar Rp. 58.953.080.338,- yang digunakan untuk kegiatan fisik Rp. 32.844.137.913,- dan non fisik Rp. 26.108.942.425,-.
Penggunaan Dana DAK Non Fisik Dinas Kabupaten Ngawi pada tahun 2022 di peruntukan untuk BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) Kabupaten Rp. 2.476.684.425,-, BOK Stunting Rp. 420.151.000,-, BOK Jampersal Rp.556.474.000,- BOK Puskesmas Rp.
22.655.633.000,- dan Akreditasi Rp. 0,-. Rincian Penggunaan DAK Non Fisik adalah sebagai berikut:
Gambar 4.4 Rincian Penggunaan DAK Non Fisik Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
Rp255,12 52%
236,69 48%
APBD KAB/KOTA SUMBER PEMERINTAH LAIN (BLUD)
9,49%
1,61%
2,13%
86,77%
0,00%
BOK Kabupaten BOK Stunting BOK Jampersal BOK Puskesmas Akreditasi
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
31
`
BAB 5
KESEHATAN KELUARGA
5.1 Kesehatan Ibu
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan. Untuk menurunkan Angka Kematian Ibu diperlukan upaya kesehatan melalui program kesehatan yang terpadu dan berkelanjutan. Program Kesehatan Ibu dimulai sejak masa pra remaja, remaja, usia subur, ibu hamil dan ibu bersalin.
Setiap ibu hamil disarankan untuk melakukan kunjungan antenatal yang yang komprehensif dan berkualitas minimal 4 kali yaitu 1 kali sebelum bulan ke 4 kehamilan, kemudian sekitar bulan ke 6 kehamilan dan 2 kali kunjungan sekitar bulan ke 8 dan 9 kehamilan.
Indikator pelayanan ibu hamil adalah K1 dan K4. K1 adalah kunjungan ibu hamil yang pertama kali pada masa kehamilan. Sedangkan kunjungan antenatal empat kali (K4) adalah bentuk pelayanan selama masa kehamilan untuk mendapatkan pelayanan antenatal yang terdiri atas minimal satu kali kontak pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua, dan tiga kali pada trimester ketiga. Jumlah ibu hamil di Kabupaten Ngawi pada tahun 2022 sebanyak 10.843. Cakupan K1 tahun 2022 di Kabupaten Ngawi 10.157 (93,7%) ibu hamil dan cakupan K4 sebesar 9.746 (89,9%) ibu hamil. Adapun rincian prosentase capaian K1 dan K4 tiap puskesmas adalah sebagai berikut:
Gambar 5.1 Cakupan K1 dan K4 Per Puskesmas di Kabupaten Ngawi Tahun 2022
102,5
93,0 91,2 94,5 79,9
100,0
87,8 87,7 84,1 96,1
87,997,0 95,6 94,9 98,5 92,9 92,2 96,6 95,489,697,0101,7108,2
101,4 102,2
85,9 85,691,3
79,4 100,0
84,5 85,380,7
89,1 80,1
90,1 93,694,2 96,1 91,2 89,396,0 93,5
83,1
91,0 93,7 91,4 94,4
0,0 20,0 40,0 60,0 80,0 100,0 120,0
SINE NGRAMBE JOGOROGO KENDAL GENENG WIDODAREN KWADUNGAN PANGKUR KARANGJATI BRINGIN PADAS KASREMAN NGAWI NGAWI PURBA PARON TEGUHAN KEDUNGGALAR GEMARANG PITU WALIKUKUN KAUMAN MANTINGAN TAMBAKBOYO KARANGANYAR
K1 K4
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Berdasarkan grafik di atas, dapat diketahui bahwa cakupan prosentase K1 tertinggi adalah Puskesmas Tambakboyo 108,2% dan terendah adalah Puskesmas Geneng 79,9%.
Cakupan prosentase K4 ibu hamil tertinggi adalah Puskesmas Sine 102,2% dan cakupan prosentase terendah adalah Puskesmas Geneng 79,4%. Sedangkan prosentase cakupan K1 dan K4 total Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi pada tahun 2022 tidak mencapai target SPM 100% hanya sebesar K1 93,7% dan K4 89,9%.
Persalinan di fasilitas kesehatan yang baik merupakan persalinan yang dapat dipantau faktor resiko ibu hamil sehingga dapat dilakukan tindakan persalinan dengan tepat di fasilitas kesehatan. Tahun 2022 total persalinan ibu bersalin di fasilitas kesehatan sebesar 9.228 (89,1%). Berikut adalah rician cakupan persentase persalinan di fasilitas kesehatan di puskesmas:
Gambar 5.2 Cakupan Persentase Persalinan di Fasilitas Kesehatan pada Tahun 2022
Berdasarkan grafik di atas, dapat diketahui bahwa prosentase persalinan tertingggi di fasilitas kesehatan yaitu Puskesmas Pitu sebesar 103,5% dan cakupan prosentase persalinan di fasilitas kesehatan terendah adalah Puskesmas Padas sebesar 77,7%.
Data perbandingan antara K1 dan K4 dengan persalinan di tenaga kesehatan data absolute persalinan di sandingkan dengan data K1 dan K4 maka didapatkan gambaran seperti berikut:
103,5 101,9 97,0 95,8 95,7 95,2 94,6 94,5 93,0 91,5 90,6 89,7 89,2 86,8 86,3 85,9 85,7 84,0 82,6 82,1 81,2 79,7 78,9 77,7
0,0 20,0 40,0 60,0 80,0 100,0 120,0
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Gambar 5.3 Cakupan Persalinan di Fasilitas Kesehatan Per Puskesmas pada Tahun 2022
Berdasarkan grafik di atas, tidak ada kesenjangan absolute antara persalinan di tenaga kesehatan (9.228) dengan KN (9.196), namun masih ada kesenjangan dari data K4 (89,9%) dengan data pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan (89,2%).
Saat kehamilan, ibu mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD), dengan pemberian tablet tambah darah diharapkan dapat mengurangi resiko berat bayi lahir rendah dan mengurangi resiko kehamilan dan persalinan. Berikut adalah cakupan persentase program pemberian TTD untuk ibu hamil:
Gambar 5.4 Cakupan Persentase TTD 90 Ibu Hamil pada Tahun 2022
0 100 200 300 400 500 600 700
K1 K4 SAL NAKES KN
0,0 10,0 20,0 30,0 40,0 50,0 60,0 70,0
WALIKUKUN KAUMAN KASREMAN MANTINGAN KENDAL PARON KEDUNGGALAR WIDODAREN NGAWI SINE GEMARANG TEGUHAN BRINGIN PANGKUR KARANGJATI NGRAMBE NGAWI PURBA GENENG KWADUNGAN TAMBAKBOYO PADAS JOGOROGO PITU KARANGANYAR 69,4 64,4 58,1 55,9 54,9 54,8 50,7 50,2 50,0 49,1 49,1 49,0 48,6 48,4 46,6 43,3 40,9 40,8 40,5 40,0 39,3 39,1 37,8 32,2
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Mendasar grafik di atas, diketahui bahwa cakupan prosentase pemberian TTD pada ibu hamil tertinggi terdapat pada Puskesmas Walikukun (69,4%) dan cakupan prosentase terendah pada Puskesmas Karanganyar (32,2%).
Program upaya pelayanan kesehatan ibu diharapkan mampu menekan angka kematian ibu dan mengurangi risiko pada kesehatan ibu. Angka Kematian Ibu di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022 sebanyak 8 ibu dengan perincian sebagai berikut:
Gambar 5.5 Kematian Ibu Per Puskesmas di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
Mendasar grafik di atas, dapat diketahui kematian ibu tertinggi terdapat pada Puskesmas Pangkur sebanyak 2 orang. Kematian ibu terjadi pada beberapa fase yaitu fase kehamilan, fase bersalin, dan fase nifas. Adapun rincian banyaknya kematian ibu berdasarkan fasenya dapat dibedakan sebagai berikut:
3 37,50%
3 37,50%
2
25,00% JUMLAH KEMATIAN IBU HAMIL
JUMLAH KEMATIAN IBU BERSALIN
JUMLAH KEMATIAN IBU NIFAS
0 0,5 1 1,5 2 2,5
FASE KEHAMILAN FASE PERSALINAN FASE NIFAS
PROFILKESEHATANKABUPATENNGAWI2022
Gambar 5.6 Rincian Fase Kematian Ibu Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
Berdasarkan grafik di atas, dapat diketahui bahwa jumlah kematian ibu pada fase kehamilan dan fase persalinan sama banyaknya yaitu masing-masing 3 kematian (37,5%), sedangkan kematian ibu pada fase nifas sebanyak 2 kematian (25%). Angka kematian ibu menurun dibanding tahun 2021 sebanyak 22 menjadi 8 kematian. Hal ini kemungkinan karena selama kehamilan, persalinan, dan masa nifas ibu ditolong dan didampingi oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan baik di puskesmas, Klinik Swasta maupun rumah sakit.
Kematian ibu dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain perdarahan, Gangguan Hipertensi, infeksi, Kelainan Jantung dan Pembuluh Darah, Gangguan Autoimun, Gangguan Cerebrovaskular, Covid-19, Komplikasi Pasca Keguguran (Abortus) dan faktor lainnya. Berikut adalah rincian faktor penyebab kematian ibu, antara lain:
Gambar 5.7 Faktor Penyebab Kematian Ibu di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2022
Berdasarkan grafik di atas, diketahui bahwa faktor Kelainan Jantung dan Pembuluh Darah menjadi faktor penyebab kematian ibu serbanyak 50 % di Kabupaten Ngawi.
Masa nifas adalah masa pemulihan pasca persalinan hingga seluruh organ reproduksi wanita pulih kembali sebelum kehamilan berikutnya. Masa nifas ini berlangsung sekitar 6-8 minggu pasca persalinan, pada fase nifas ibu mendapatkan pemberian Vitamin A.
Sasaran suplementasi Vitamin A pada ibu nifas 0-42 hari yaitu kapsul merah dengan dosis (200.000 IU) yang diberikan sebanyak 2 kali, 1 (satu) kapsul Vitamin A diminum
25%
12%
0%
50%
0%
0% 0%
0%
13%
PERDARAHAN
GANGGUAN HIPERTENSI INFEKSI
KELAINAN JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH*
GANGGUAN AUTOIMUN**
GANGGUAN CEREBROVASKULAR***
COVID-19
KOMPLIKASI PASCA KEGUGURAN (ABORTUS)
LAIN-LAIN