• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL PERILAKU BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS XI SMA PGRI 3 PADANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PROFIL PERILAKU BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS XI SMA PGRI 3 PADANG"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PROFIL PERILAKU BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS XI SMA PGRI 3 PADANG

By:

Hayatul Mardiyah*

*Student

Student Guidance and Counseling, STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRACT

The background of this research was appointed by students that have bad attitude in learning process. The aims of this research was to describe: 1) The profile of cognitive attitude, 2) The profile of affective attitude, 3) The profile of psychomotor attitude. This research used descriptive quantitative as the design. The population of this research all of students in class XI SMA PGRI 3 Padang. Where the count of the students were 37 students. The technique sampling of this research was total sampling. The sample of this research were 37 students. The data was gotten from questionnaire. The data analysis used technique percentage. The result of research and the data analysis were gotten the result that: 1) The profile of students learning attitude based on cognitive in position less good category, 2) The profile of students learning attitude based on affective position good enough, 3) The profile of students attitude learning based on psychomotor in position good enough. The result of this research was recommended to teachers counseling, school and parents in order able to help the students to have good attitude in learning.

Keyword: Cognitive attitude, affective attitude, psychomotor attitude.

Pendahuluan

Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan pengajaran, bimbingan atau latihan keterampilan untuk meningkatkan peranan peserta didik di masa yang akan datang. Sehubungan dengan hal itu, pendidikan di sekolah tidak hanya bertujuan untuk akademis tetapi juga menyangkut aspek perkembangan pribadi, sosial, kematangan pribadi, kematangan intelektual dan nilai peserta didik. Peserta didik merupakan unsur yang terlibat langsung dalam proses pendidikan terutama dalam melakukan pelayanan bimbingan dan konseling.

Menurut Djamarah (2008:13) ”Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor”. Sedangkan menurut Slameto (2003:2) ”Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil

pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. Pada proses pembelajaran di kelas sering sekali terjadi aktivitas dan perilaku yang berbeda antara satu dengan yang lainnya yang bisa membuat kegiatan belajar terganggu.

Menurut Walgito (2003:15) perilaku adalah aktivitas yang ada pada diri individu atau organisme itu timbul dengan sendirinya, tetapi sebagai akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik stimulus eksternal maupun stimulus internal.

Willis (2012:81) mengemukakan pada saat guru mengajar, tentu ada interaksi antara peserta didik dengan guru. Pada waktu interaksi itu guru berusaha mengubah perilaku peserta didik. Adapun perilaku- perilaku yang akan diubah terdiri dari:1) Perilaku kognitif, 2) Perilaku afektif, 3) Perilaku psikomotor, 4) Perilaku konatif.

Sekolah merupakan pusat pembelajaran. Guru bertindak menjelaskan atau mengarahkan dan peserta didik bertindak belajar. Tindakan belajar tersebut

(2)

dilakukan oleh peserta didik. Dimyati (2010:255) menjelaskan bahwa sebagai lazimnya tindakan seseorang, maka tindakan tersebut dapat diamati sebagai perilaku belajar. Sebaliknya, tindakan belajar tersebut terutama dialami oleh peserta didik sendiri.

Peserta didik mengalami tindakan belajarnya sendiri sebagai suatu proses belajar yang berjalan dari waktu ke waktu. Peserta didik dapat menghentikan sendiri, atau mulai belajar lagi. Tindakan belajar adalah peserta didik mengalami proses belajar dan meningkatkan kemampuan serta perilaku.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti selama mengikuti PLBK kependidikan dan PLBK sekolah di SMA PGRI 3 Padang dari bulan Agustus sampai Desember pada proses pembelajaran ditemukan adanya peserta didik yang keluar masuk dalam proses belajar, peserta didik bermain HP, peserta didik membuat PR pada saat pelajaran berlangsung, peserta didik mengganggu temannya belajar, peserta didik melamun, peserta didik masuk terlambat, peserta didik merokok, peserta didik belum bisa menghargai gurunya, peserta didik mengantuk dan gelisah dalam belajar.

Wawancara yang dilakukan dengan Ibu Am Erni selaku guru bidang studi pada hari Rabu tanggal 11 Agustus 2015 menyatakan bahwa saat proses belajar mengajar berlangsung hampir setiap kelas ada peserta didik yang tidak memperhatikan guru saat menyampaikan materi pelajaran, tidak displin dalam belajar.

Berdasarkan latar belakang tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan:

1. Profil perilaku kognitif peserta didik.

2. Profil perilaku afektif peserta didik.

3. Profil perilaku psikomotor peserta didik.

Metode Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif Musfiqon (2012:61).

Populasi dalam penelitian ini berjumlah 37 peserta didik. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling (Arikunto, 2010:110), peneliti mengambil sampel yang akan diteliti yaitu peserta didik kelas XI SMA PGRI 3 Padang dengan sampel 41 peserta didik.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data interval. Kuswanto

(2012:20) data interval adalah data yang jaraknya sama, tetapi tidak mempunyai nilai nol absolute (mutlak).Data yang dibutuhkan dalam pengumpulan data yaitu angket.

Prosedur yang dilakukan sebelum pengadminstrasian angket kepada peserta didik yang berkaitan dengan perilaku belajar peserta didik adalah:

a. Peneliti membaca berbagai sumber untuk menguatkan kajian teori sehingga memudahkan peneliti dalam mengembangkan instrumen penelitian.

b. Penyusunan kisi-kisi angket.

Menetapkan variabel, sub variabel, dan indikator. Kisi-kisi angket diturunkan menjadi item pernyataan untuk mengetahui profil perilaku belajar peserta didik. Kemudian dikonsultasikan kepada dosen pembimbing.

c. Untuk menguji dan mengetahui validasi alat pengumpulan data atau instrumen maka dilakukan judge dengan 3 orang dosen bimbbingan dan konseling.

d. Uji validitas dan reliabilitas

Angket yang telah diisi oleh responden, akan diolah dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Memeriksa kelengkapan dan kesesuaian isi angket yang telah diisi oleh subjek penelitian.

2. Membuat tabel pengolahan dan mengalisis masing-masing data yang diperoleh. Sebelum data diolah dilakukan penskoran terhadap jawaban responden.

Menurut Sturgess (Mangkuatmodjo (2003: 37) mencari interval skor sebagai berikut:

Skor Tertinggi-Skor Terendah i =

Alternatif jawaban

3. Mentally dan menghitung jumlah jawaban peserta didik, serta memasukkannya ke dalam tabel pengolahan.

4. Mengolah data dengan menggunakan program Microsoft Excel 2007.

5. Menghitung persentase masing-masing frekuensi yang diperoleh, dengan menggunakan teknik analisis persentase (Sudijono, 2014:43) sebagai berikut:

(3)

= × 100%

Keterangan

p : Angka persentase

f : Frekkuensi yang sedang dicari persentasenya

N : Number of Cases (jumlah frekuensi/banyaknya individu) 100% : Jumlah Angka Mutlak

Hasil dan Pembahasan

1.

Perilaku Kognitif

Berdasarkan hasil pengolahan data yang peneliti lakukan, dapat diungkapkan bahwa perilaku belajar peserta didik di kelas XI dilihat dari perilaku kognitif dengan persentase 54,05% berada pada kriteria kurang baik, artinya peserta didik kurang baik dalam pengetahuan dan kecerdasanya.

Berdasarkan hal tersebut menurut Willis (2012:81) perilaku kognitif adalah kemampuan yang berhubunngan dengan kecerdasan dan kepintaran otak.

a. Pengetahuan

Berdasarkan hasil pengolahan data yang peneliti lakukan, dapat diungkapkan bahwa perilaku belajar peserta didik kelas XI dilihat dari pengetahuan dengan persentase 32,43% sebanyak 12 peserta didik berada pada kategori kurang baik.

Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan peserta didik kurang baik di dalam belajar. Peserta didik kurang baik dalam kemampuan menyimpan dan mengingat hal-hal yang telah dipelajari.

Bagi peserta didik yang berada pada kategori kurang baik peserta didik dibimbing untuk bertambah luas pengetahuannya. Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:49) pengetahuan mencakup kemampuan ingatan tentang hal-hal yang telah dipelajari dan tersimpan di dalam ingatan, pengetahuan berkenaan dengan peristiwa, pengertian, kaidah, teori, prinsip atau metode.

b. Pemahaman

Berdasarkan hasil pengolahan data tentang perilaku belajar peserta didik dilihat dari pemahaman dengan persentase 35,14% sebanyak 13 peserta didik berada pada kategori cukup baik.

Artinya peserta didik cukup mampu dalam memahami dan menangkap pelajaran, sementara bagi peserta didik yang kurang baik dalam pemahamannya dalam belajar diberikan bimbingan agar mampu memahami pelajaran dengan baik.

Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:49) pemahaman adalah kemampuan menangkap sari dan makna yang dipelajari.

c. Penerapan

Berdasarkan hasil pengolahan data, perilaku belajar peserta didik dilihat dari penerapan dengan persentase 37,84% sebanyak 14 peserta didik berada pada kategori cukup baik. Artinya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dominan peserta didik cukup baik dalam menerapkan metode dan kaidah di dalam proses belajar.

Sementara peserta didik yang berada di kategori kurang baik diberikan pelatihan agar mampu untuk menerapkan kemampuannya di dalam belajar. Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:49) penerapan adalah kemampuan menerapkan metode kaidah untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru, misalnya tampak dalam kemampuan menggunakan prinsip.

d. Analisis

Berdasarkan hasil pegolahan data, perilaku belajar peserta didik dilihat dari analisis dengan persentase 40,54%

sebanyak 15 peserta didik berada pada kategori cukup baik. Artinya, hasil penelitian dan pengolahan data yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa peserta didik cukup mampu dalam memisahkan, membedakan, merinci suatu kesatuan dalam bagian-bagian.

Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010: 49) adalah kemampuan merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian sehingga struktur

(4)

keseluruhan dapat dipahami dengan baik.

e. Sintesis

Berdasarkan hasil pengolahan data yang penulis lakukan, dapat diungkapkan bahwa perilaku belajar peserta didik di kelas XI SMA PGRI 3 Padang dilihat dari sintesis dengan persentase 43,24% sebanyak 16 peserta didik berada pada kategori kurang baik.

Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik kurang baik dalam menyusun atau membuat perencanaan.

Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:49) sintesis adalah kesanggupan membentuk sutu pola baru misalnya tampak di dalam kemampuan menyusun suatu program kerja.

f. Evaluasi

Hasil pengolahan data mengenai perilaku belajar peserta didik dilihat dari evaluasi berada pada kategori kurang baik dengan persentase 45,95%

sebanyak 17 peserta didik. Artinya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dominan peserta didik kurang mampu mengevaluasi pelajaran.

Jadi dapat disimpulkan, peserta didik kurang bisa menilai dalam belajar. Bagi peserta didik yang belum sanggup menilai diberikan bimbingan agar mampu menilai di dalam proses belajar. Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:49) evaluasi adalah kemampuan membentuk pendapat tentang beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu.

2. Perilaku Afektif

Berdasarkan hasil pengolahan data yang peneliti lakukan, dapat diungkapkan bahwa perilaku belajar peserta didik di kelas XI dilihat dari perilaku afektif dengan persentase 59,46% sebanyak 22 peserta didik berada pada kriteria cukup baik, artinya peserta didik cukup baik dalam perasaan dan emosinya. Berdasarkan hal tersebut menurut Willis (2012:81) perilaku afektif adalah kemampuan yang berhubunngan dengan emosi dan perasaan.

a. Penerimaan

Berdasarkan hasil pengolahan data yang peneliti lakukan, dapat diungkapkan bahwa secara umum perilaku belajar peserta didik kelas XI dilihat dari penerimaan dengan persentase 43,24% sebanyak 18 peserta didik berada pada kategori cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku belajar peserta didik cukup baik dalam menerima sebagaimana adanya dan kesediaan memperhatikan di dalam belajar.

Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:51) penerimaan kemampuan menjadi peka tentang sesuatu dan menerima sebagaimana adanya.

b. Partisipasi

Berdasarkan hasil pengolahan data tentang perilaku belajar peserta didik dilihat dari partisipasi dengan persentase 40,54%

sebanyak 15 peserta didik berada pada kategori cukup baik. Hal ini mengungkapkan bahwa kebanyakan/dominan peserta didik cukup mampu memperhatikan dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan. Sementara bagi peserta didik yang kurang baik partisipasinya dalam belajar diberikan bimbingan dan pelatihan agar mampu untuk berpartisipasi di dalam belajar.

Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:51) partisipasi adalah kerelaan memperhatikan dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan.

c. Penilaian dan Penerapan Sikap Berdasarkan hasil pengolahan data mengenai perilaku belajar peserta didik dilihat dari penerapan dengan persentase 37,84%

sebanyak 14 responden berada pada kategori cukup baik. Artinya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dominan peserta didik kelas XI di SMA PGRI 3 Padang cukup baik dalam kemampuan memberikan nilai dan menentukan sikap.

Sementara peserta didik yang berada di kategori kurang baik diberikan pelatihan agar mampu

(5)

untuk melakukan penilaian dan penerapan sikap di dalam proses belajar. Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:51) penilaian dan penerapan sikap adalah penerimaan terhadap suatu nilai, menghargai, mengakui dan menentukan sikap.

d. Organisasi

Berdasarkan hasil pengolahan data mengenai perilaku belajar peserta didik dilihat dari organisasi dengan persentase 35,14%

sebanyak 13 peserta didik berada pada kategori cukup baik. Artinya, hasil penelitian dan pengolahan data yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa peserta didik cukup baik dalam kemampuan membentuk sistem nilai sebagai pedoman hidup. Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:51) organisasi adalah kemampuan membentuk suatu sistem nilai sebagai pedoman dan pegangan hidup.

e. Pembentukan Pola Hidup

Berdasarkan hasil pengolahan data yang penulis lakukan, dapat diungkapkan bahwa perilaku belajar peserta didik di kelas XI SMA PGRI 3 Padang dilihat dari pembentukan pola hidup dengan persentase 32,43% sebanyak 12 peserta didik berada pada kategori cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku belajar peserta dapat dikatakan cukup baik dalam menghayati nilai sehingga menjadi pedoman hidup.

Untuk mencapai pembentukan pola hidup yang baik diberikan bimbingan agar peserta didik lebih baik lagi dalam melakukan pola hidip. Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:51) pembentukan pola hidup adalah kemampuan menghayati nilai dan membentuk pola nilai kehidupan pribadi.000000

3. Perilaku Psikomotor

Berdasarkan hasil pengolahan data yang peneliti lakukan, dapat diungkapkan bahwa perilaku belajar peserta didik di kelas XI dilihat dari

perilaku psikomotr dengan persentase 48,65% berada pada kriteria cukup baik sebanyak 18 peserta didik, artinya peserta didik cukup baik dalam perasaan dan emosinya. Berdasarkan hal tersebut menurut Willis (2012:81) perilaku afektif adalah kemampuan yang berhubunngan dengan gerakan motorik, seperti gerakan kaki, tangan, bicara dan sebaianya.

a. Persepsi

Hasil pengolahan data mengenai perilaku belajar peserta didik dilihat dari persepsi berada pada kategori baik dan cukup baik dengan persentase 43,24% sebanyak 16 peserta didik. Artinya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dominan peserta didik mampu untuk memilah-milah dan kepekaan terhadap sesuatu hal.

Jadi dapat disimpulkan, peserta didik dapat mempersepsi dengan baik di dalam belajar. Sementara yang belum sanggup mempersepsi pelajaran diberikan bimbingan dan pengarahan. Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:51) persepsi adalah kemampuan memilah-milahkan sesuatu secara khusus dan menyadari adanya perbedaan antara sesuatu.

b. Kesiapan

Berdasarkan hasil pengolahan data yang peneliti lakukan, dapat diungkapkan bahwa secara umum perilaku belajar peserta didik di kelas XI dilihat dari kesiapan dengan persentase 40,54% sebanyak 15 peserta didik berada pada kategori cukup baik. Hal ini manenunjukkan bahwa peserta didik cukup baik dalam kemampuan bersiap diri secara fisik.

Berkaitan dengan itu, peserta didik dibimbing untuk bisa mempersiapkan diri sebelum belajar, persiapan dalam belajar termasuk alat tulis dan tugas yang diberikan guru.

Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:53) kesiapan adalah kemampuan menempatkan diri dalam suatu keadaan dimana akan terjadi suatu gerakan atau rangkaian gerakan, kemampuan ini

(6)

mencakup aktivitas jasmani dan rohani.

c. Gerakan Terbimbing

Berdasarkan hasil pengolahan data tentang perilaku belajar peserta didik dilihat dari gerakan terbimbing dengan persentase 37,84% sebanyak 14 peserta didik berada pada kategori cukup baik. Hal ini mengungkapkan bahwa kebanyakan/dominan peserta didik cukup mampu dalam melalukakan gerakan sesuai contoh atau gerakaan peniruan.

Walaupun masih ada peserta didik yang berada pada kategori kurang baik, akan tetapi dilihat dari keseluruhan peserta didik telah bisa melakukan gerakan seseuai dengan contoh. Bagi peserta didik yang berada pada kategori kurang baik diberikan bimbingan dan pelatihan agar mampu melakukan gerakan sesuai dengan contoh. Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:52) gerakan terbimbing adalah mencakup kemampuan melakukan gerakan sesuai contoh atau peniruan.

d. Gerakan Terbiasa

Berdasarkan hasil pengolahan data, perilaku belajar peserta didik dilihat dari gerakaan tebiasa dengan persentase 35,14% sebanyak 13 peserta didik berada pada kategori cukup baik. Artinya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dominan peserta didik kelas XI di SMA PGRI 3 Padang cukup mampu melakukan gerakan-gerakan tanpa contoh.

Sementara peserta didik yang berada di kategori kurang baik diberikan pelatihan agar bisa untuk melakukan gerakan tanpa contoh.

Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:52) gerakan terbiasa adalah kempuan melakukan gerakan tanpa contoh.

e. Gerakan Kompleks

Berdasarkan hasil pengolahan data perilaku belajar peserta didik dilihat dari gerakan kompleks dengan persentase 32,43% sebanyak 12 peserta didik berada pada kategori cukup baik. Artinya, hasil penelitian dan pengolahan data yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa peserta

didik cukup baik dalam kemampuan melakukan gerakan atau keterampilan yang terdiri dari banyak tahap, secara lancar, efisien dan tepat. Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:52) gerakan kompleks adalah kemampuan melakukan gerakan atau keterampilan yang terdiri dari banyak tahap secara lancar, efisien dan tepat.

f. Penyesuaian Pola Gerakan

Berdasarkan hasil pengolahan data yang penulis lakukan, dapat diungkapkan bahwa secara umum perilaku belajar peserta didik di kelas XI Sma PGRI 3 Padang dilihat penyesuaian pola gerakan dengan persentase 29,73% sebanyak 11 peserta didik berada pada kategori cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik cukup baik dalam melakukan perubahan dan penyesuaian pola gerak gerikdengan persyaratan khusus yang berlaku.

Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:52) penyesuaian pola gerakan adalah kemampuan mengadakan perubahan dan penyesuaian pola gerak gerik dengan persyaratan khusus yang berlaku. intesis adalah kesanggupan membentuksutu pola baru misalnya tampak di dalam kemampuan menyusun suatu program kerja.

g. Kreativitas

Hasil pengolahan data mengenai perilaku belajar peserta didik dilihat dari kreativitas berada pada kategori cukup baik dengan persentase 29,73% sebanyak 11 peserta didik.

Artinya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dominan peserta didik mampu untuk melahirkan pola- pola gerak-gerik yang baru atas dasar prakarsa sendiri. berkreasi di dalam belajar.

Sementara peserta didik yang belum kreativif di dalam belajar diberikan bimbingan dan pelatihan agar mampu untuk mengembangkan kreativitasnya. Berdasarkan hal tersebut, menurut Aunurrahman (2010:53) kreativitas adalah kemampuan melahirkan pola-pola gerak gerik yang baru atas dasar prakasa sendiri.

(7)

Kesimpulan dan Saran Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai profil perilaku belajar peserta didik di kelas XI SMA PGRI 3 Padang dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Perilaku belajar peserta didik berdasarkan perilaku kognitif berada pada kategori kurang baik.

2. Perilaku belajar peserta didik berdasarkan perilaku afektif berada pada kategori cukup baik.

3. Perilaku belajar peserta didik berdasarkan perilaku psikomotor berada pada kategori cukup baik.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penulis mengajukan saran sebagai berikut:

1. Peserta didik, dapat mengetahui dan meningkatkan perilaku kognitif, afektif dan psikomotor sehingga peserta didik bisa berperilaku baik dan mendapatkan nilai yang yang diinginkan.

2. Guru Mata Pelajaran, diharapkan agar membuat kelompok belajar, menambah jam pelajaran dan memberikan perhatian yang lebih kepada peserta didik untuk dapat meningkatkan perilaku belajar.

3. Kepala SMA PGRI 3 Padang, diharapkan agar mampu bekerjasama dengan guru mata pelajaran dan guru BK agar lebih memperhatikan peserta didik untuk meningkatkan perilaku belajar peserta didik.

4. Pengelola program studi bimbingan dan konseling STKIP PGRI Sumatera Barat, agar dapat lebih meningkatkan potensi dan kemampuan calon guru bimbingan dan konseling untuk kedepannya.

5. Peneliti selanjutnya, peneliti harapkan bisa mengkaji penelitian ini lebih dalam lagi dari segi kualitasnya, yaitu dengan metode penelitian kualitatif dan juga peneliti harapkan bisa mengkaji tentang faktor- faktor yang mempengaruhi perilaku belajar dan usaha guru BK untuk mengatasinya.

Kepustakaan

Aunurrahman. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik) Edisi Revisi. Yogyakarta: Rineka Cipta.

Dimyati, Mudjiono. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2008. Psikologi Belajar, Jakarta : Rineka Cipta.

Kuswanto, Dedy. 2012. Statistik untuk Pemula & Orang Awam. Cipayung:

Laskar Aksara.

Mangkuatmodjo, Soegyarto. 2003.

Pengantar Statistik. Jakarta: PT.

Rineka Cipta.

Musfiqon. 2012. Panduan Lengkap Metodologi Penelitian Pendidikan.

Jakarta: Prestasi Pustakaraya.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:

Rineka Cipta.

Sudijono, Anas. 2014. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada

.

Walgito, Bimo. 2003. Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Yogyakarta: Andi Offset.

Willis, Sofyan. 2012. Psikologi Pendidikan.

Bandung : Alfabeta.

Referensi

Dokumen terkait

Theoretical Linguistics focuses on the examination of the structure of English in all its manifestations (phonetics, phonology, morphology, syntax, grammar at large). Other