• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM PASCASARJANA STIE NOBEL INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PROGRAM PASCASARJANA STIE NOBEL INDONESIA "

Copied!
112
0
0

Teks penuh

PENGARUH MODAL MANUSIA, MODAL RELATIONSHIP DAN MODAL ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PARIWISATA, PEMUDA DAN OLAHRAGA. Pengaruh Human Capital, Relational Capital Dan Organizational Capital Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar Dibimbing Oleh H. Pengaruh Human Capital, Relational Capital Dan Organizational Capital Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pariwisata Kabupaten Takalar, Pemuda dan Dinas Olahraga, di bawah bimbingan H.

DAFTAR LAMPIRAN

Rumusan Masalah

Apakah Human Capital, Relational Capital dan Organizational Capital Berpengaruh Secara Parsial Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar. Apakah modal manusia, modal relasional dan modal organisasi berpengaruh secara simultan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar. Apakah human capital mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Modal manusia mencerminkan kemampuan kolektif perusahaan untuk menghasilkan solusi terbaik berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh orang-orang di perusahaan. Human Capital mencerminkan kemampuan kolektif perusahaan dalam menghasilkan solusi terbaik berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh orang-orang di perusahaan. Modal manusia merupakan salah satu unsur modal intelektual yang sangat penting karena dapat menciptakan persaingan bagi organisasi/perusahaan.

Pengukuran Intellectual Capital

Secara operasional, modal struktural/organisasi diartikan sebagai kemampuan sumber daya internal (fisik) yang dimiliki organisasi, yang memungkinkan terjadinya proses transformasi pengetahuan individu karyawan dalam proses penciptaan nilai. Metode ini menghitung kelebihan pengembalian aset berwujud perusahaan dan memperlakukannya sebagai aset tidak berwujud yang dianggap sebagai modal intelektual. Value Added Intellectual Coefisien (VAIC) merupakan metode yang dikembangkan oleh Pulic. VAIC merupakan alat untuk mengukur kinerja modal intelektual suatu perusahaan.

Value added of Capital Employed (VACA)

VA merupakan indikator yang paling obyektif untuk menilai keberhasilan bisnis dan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai (value Creation). STVA mengukur jumlah SC yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 rupee VA dan merupakan indikator seberapa sukses SC dalam penciptaan nilai.

Kinerja Organisasi/Karyawan 1. Pengertian Organisasi

  • Pengertian Kinerja
  • Pengertian Kinerja Organaisasi
  • Pengukuran Kinerja Organisasi

Menurut Yuwono dkk (2002), pengukuran kinerja adalah suatu tindakan mengukur berbagai aktivitas dalam rantai nilai dalam suatu perusahaan atau organisasi. Pengukuran kinerja merupakan penilaian berkala terhadap efektivitas operasional suatu organisasi dan pengaruhnya berdasarkan standar dan tujuan kinerja (Mulyadi, 2001). Menurut Robertson dalam Mahmudi (2010), pengukuran kinerja diartikan sebagai suatu proses penilaian kemajuan kerja terhadap tujuan dan sasaran yang telah ditentukan, termasuk informasi efisiensi, penggunaan sumber daya dalam produksi barang dan jasa, kualitas barang dan jasa, perbandingan kinerja. hasil kegiatan dengan sasaran, dan efektivitas tindakan untuk mencapai tujuan.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian pengukuran kinerja, terdapat benang merah yang menjadi dasar kita dapat menyimpulkan bahwa pengukuran kinerja adalah suatu sistem evaluasi kinerja pegawai secara berkala yang menunjang keberhasilan organisasi atau berkaitan dengan kinerja tugas mereka. Robertson dalam Mahmuda (2010) menyatakan pengukuran kinerja adalah proses evaluasi kemajuan pekerjaan menuju pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, termasuk informasi efisiensi penggunaan sumber daya dalam produksi barang atau jasa, kualitas barang atau jasa. , perbandingan hasil pekerjaan. dengan tujuan dan langkah-langkah efektif untuk mencapai tujuan. Merupakan pengukuran kinerja organisasi sektor publik yang hanya berfokus pada seberapa besar anggaran yang telah dikeluarkan.

Merupakan ukuran kinerja organisasi publik yang bergantung pada jumlah produk atau jasa yang dihasilkan dan jumlah orang yang dilayani. Pengukuran kinerja terkonsentrasi pada pelayanan yang mengarah pada ketentuan oleh lembaga sertifikasi dan akreditasi publik. Merupakan ukuran kinerja berdasarkan konsep value for money yang merupakan perluasan dari ruang lingkup audit keuangan.

Mengukur kinerja ekonomi berkaitan dengan mengukur seberapa ekonomis pengeluaran dengan cara membandingkan pengeluaran aktual dengan anggaran.

Kerangka Konseptual

Hal ini dikarenakan organisasi dengan modal organisasi yang umum akan memiliki budaya sportivitas yang memungkinkan individu untuk mencoba hal baru, belajar dan bersedia gagal (Bontis et al., 2000 dalam Astuta, 2004). Selain itu, modal organisasi merupakan mata rantai penting yang memungkinkan pengukuran modal intelektual pada tingkat analisis organisasi (Bontis et al., 2000 dalam Astuta, 2004). Jika sistem dan proses yang dimiliki organisasi berjalan dengan baik maka modal intelektual secara keseluruhan akan mampu mencapai potensi maksimalnya, sehingga kinerja organisasi yang dicapai juga akan maksimal.

Hal ini sesuai dengan Bontis (1998), Bontis dkk (2000) dan Astuti (2004) dalam Astuti dan Sabeni (2005) yang menemukan adanya hubungan positif dan signifikan antara modal organisasi dengan kinerja organisasi. Jika suatu organisasi mampu mengkodifikasikan pengetahuan perusahaan dan mengembangkan modal organisasi, misalnya menciptakan rutinitas yang baik, budaya organisasi yang baik, maka keunggulan kompetitif akan tercapai. Berdasarkan teori berbasis sumber daya, modal intelektual (modal organisasi, salah satu unsur IC) yang dimiliki perusahaan mampu menciptakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan sehingga dapat meningkatkan kinerja.

Relational Capital merupakan suatu jaringan relasional atau asosiasi yang harmonis yang dimiliki suatu perusahaan dengan mitra-mitranya dari mana keduanya berasal.

Hipotesis Penelitian

Modal manusia, modal relasional dan modal organisasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar. Modal manusia, modal relasional dan modal organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar. Modal relasional merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar.

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Modal relasional merupakan hubungan yang terjalin baik antara organisasi dengan seluruh pihak dalam lingkungan strategisnya, terutama dengan pemangku kepentingan organisasi. Adapun indikator modal relasional terdiri dari: hubungan pemangku kepentingan, reputasi perusahaan, saluran distribusi, aktivitas lingkungan dan jaringan sosial (Marr dan CIMA dalam Wiwit Hariyanto dan Sigit Hermawan, 2015). Kinerja pegawai adalah kemampuan mencapai atau tingkat kinerjanya. hasil kerja berdasarkan program kerja yang telah ditentukan.

Kelima skala pengukuran ini akan dicantumkan dalam kuesioner dan akan menjadi pilihan jawaban responden terhadap pernyataan-pernyataan dalam kuesioner. Jika digolongkan berdasarkan jenisnya, maka penelitian ini tergolong dalam penelitian tingkat penjelasan atau level of explanation. Jadi penelitian pada tingkat penjelasan adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan letak variabel-variabel yang diteliti dan hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain (Sugiyono, 2014).

Kuesioner yang dibagikan kepada responden digunakan sebagai alat atau instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan daftar pertanyaan (indikator) yang diberikan sebagai alat ukur dengan menggunakan skala Likert yang dimodifikasi.

Lokasi Dan Waktu Penelitian

Jenis dan Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Populasi Dan Sampel

Metode yang digunakan adalah metode sensus atau sampel jenuh, dimana seluruh populasi yaitu 43 karyawan akan dijadikan responden.

Metode Analisis Data

  • Uji Validitas dan Reliabilitas
  • Analisis Kinerja pegawai Dengan Metode Regresi Linear Berganda Regresi linier berganda digunakan untuk melakukan pengujian hubungan

Objek penelitian dalam penelitian ini adalah pengaruh modal manusia, modal organisasi, dan modal organisasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar. Untuk poin pernyataan keempat, 1 responden tidak setuju, 19 responden menjawab netral, 22 responden setuju, 1 responden sangat setuju. Terhadap pernyataan ketiga, 23 responden menjawab netral, 19 setuju, dan 1 sangat setuju.

Tidak ada yang menjawab sangat tidak setuju dan tidak setuju. Pada pernyataan kelima, 1 responden tidak setuju, 18 responden netral, 21 responden setuju, dan 3 responden menjawab sangat setuju. Untuk pernyataan keempat sebanyak 18 responden menjawab netral, 23 responden setuju dan 2 sangat setuju. Berdasarkan tujuan penelitian ini, hal pertama yang dianalisis adalah pengaruh berbagai faktor antara lain modal manusia, modal organisasi, dan modal organisasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar.

Konstanta sebesar 0,876 menunjukkan jika tidak ada faktor modal manusia, modal organisasi, dan modal organisasi, maka tingkat kinerja pegawai pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar adalah sebesar 0,876 satuan. H1 = Variabel independen dalam hal ini Human Capital, Organizational Capital dan Organizational Capital secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Dengan kata lain ketiga faktor yang dianalisis secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar.

Hal ini menunjukkan bahwa koefisien regresinya signifikan, sehingga dapat dikatakan bahwa variabel X2 berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini menunjukkan bahwa koefisien regresinya signifikan, sehingga dapat dikatakan bahwa variabel X3 berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah human capital merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Daerah Takalar.

Tabel 2 Tanggapan Responden terhadap Variabel   Human Capital  No  Indikator
Tabel 2 Tanggapan Responden terhadap Variabel Human Capital No Indikator

Uji Statistik

Berdasarkan Tabel 12, nilai F statistik sebesar 32,333 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 kurang dari 0,09. Dapat diketahui bahwa secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara human capital dan relasional capital terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pariwisata Kabupaten Takalar. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen (human capital, relasional capital dan organisasional capital kerja) berpengaruh signifikan atau tidak signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pariwisata Kabupaten Takalar pada taraf signifikansi α = 5 persen secara terpisah atau sebagian.

Tabel 13  Hasil Uji Parsial
Tabel 13 Hasil Uji Parsial

Koefisien Determinasi (R 2 )

  • Pembahasan
  • Saran

Artinya variabel modal manusia (X1), modal organisasi (X2) dan modal organisasi (X3) secara simultan berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar. Ftabel. Hal ini menunjukkan bahwa koefisien regresinya signifikan, sehingga dapat dikatakan bahwa human capital berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Divianto, (2010), penelitian berjudul Pengaruh faktor modal intelektual (modal manusia, modal struktural dan modal pelanggan) terhadap kinerja bisnis (survei pada perusahaan swasta di palembang) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal intelektual faktor: modal manusia, modal pelanggan dan modal struktural terhadap kinerja bisnis sebagai uji teori dan model Bontis et. non-moneter), dengan perusahaan swasta yang disurvei di kota palembang.

Hal ini menunjukkan bahwa koefisien regresinya signifikan sehingga dapat dikatakan bahwa modal relasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini menunjukkan bahwa koefisien regresinya signifikan, sehingga dapat dikatakan bahwa variabel modal organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruhnya. faktor modal intelektual: modal manusia, modal pelanggan dan modal struktural terhadap kinerja bisnis sebagai uji teoritis dan model Bontis et. non-moneter), dengan perusahaan swasta yang disurvei di kota palembang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen, 2 variabel memberikan kontribusi yang signifikan dan positif terhadap variabel human capital dan customer capital, sedangkan variabel struktural modal tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja bisnis perusahaan swasta di kota palembang. . Secara bersama-sama ketiga faktor atau variabel yang menjadi analisis penelitian yaitu faktor modal manusia, modal relasional dan modal organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar. . Secara individual maupun parsial bahwa faktor modal manusia, modal relasional dan modal organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan atau signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar.

Hal ini diperkuat dengan hasil analisis yang menunjukkan bahwa human capital merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kinerja organisasi.

IdentitasResponden

ST1£ NOB£L 1NDON£S1A MAKASSAR

Letter of Acceptance)

Gambar

Gambar : 3.1 Kerangka Konseptual
Tabel 2 Tanggapan Responden terhadap Variabel   Human Capital  No  Indikator
Tabel 3   Tanggapan Responden terhadap Variabel Relational  Capital
Tabel 4    terhadap variabel Organizational Capital
+7

Referensi

Dokumen terkait

The result of this study contains thirty-nine object destinations and explanations with several steps in making the social media, collecting the data and providing material, making