Program Pengurangan Risiko Bencana Melalui Peningkatan Kapasitas Berbasis Masyarakat Oleh: Azizah Wardaningtyas Putri Aprilia Tumakaka
NIM 20/456704/TK/50528 1. Rasionalitas
Program pengurangan risiko bencana melalui peningkatan kapasitas berbasis masyarakat merupakan perwujudan dari visi Kabupaten Gresik yaitu "Gresik yang unggul dan berdaya saing global berbasis ekonomi sirkuler dengan mengoptimalkan sektor industri dan sumber daya pada tahun 2043”.
Program ini juga merupakan perwujudan misi menciptakan industri yang unggul dan berdaya saing, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang sasarannya adalah menciptakan lingkungan dan sumber daya manusia yang berkualitas melalui optimalisasi sumber daya alam guna pengurangan risiko bencana.
Program ini sejalan dengan RPJMD Kabupaten Gresik 2021-2026 yang mana Kabupaten Gresik merupakan daerah rawan bencana hidrometeorologi salah satunya banjir Kali Lamong. Selain itu, pada RTRW Kabupaten Gresik 2010-2030 juga dijelaskan bahwa wilayah Kabupaten Gresik memiliki tingkat potensi bencana yang tinggi. Hal ini dibuktikan dari adanya permasalahan dan ancaman bencana yang melanda setiap tahun, dampal kerugian ekonomi berdasarkan isu strategis bencana banjir terhadap ekonomi wilayah yang dapat merugikan hingga 16 Miliar serta masih banyaknya area yang memiliki kemampuan sangat rendah untuk mengadaptasi bencana.
Dengan begitu, program ini bertujuan agar terjadi penurunan risiko bencana melalui optimalisasi sumber daya guna mendukung Gresik yang unggul dan berdaya saing.
Dengan terlaksananya program ini, diharapkan masyarakat dapat memiliki kapasitas kebencanaan agar risiko yang ditimbulkan dari bencana dapat ditekan.
2. Preseden
2.1. Preseden: Nature-based Solution Demak
Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dikenal sebagai Nature-based solutions (NBS). NBS dapat mengatasi berbagai masalah seperti perubahan iklim, kesehatan manusia, ketahanan pangan, polusi air, keamanan air, kehilangan keanekaragaman hayati, dan manajemen risiko bencana. NBS yang diterapkan di Demak terbukti berhasil dalam mengurangi angka abrasi. NBS memiliki kelebihan yaitu dapat mengurangi biaya energi, mengendalikan erosi dan perlindungan banjir, filtrasi polutan, dan dapat mengurangi dampak urban heat island, serta implementasinya dapat dilakukan melalui pendekatan green infrastructure, grey infratructure, ataupun hybrid. Namun, NBS juga memiliki kekurangan yaitu
Penyalahgunaan NbS memiliki peran membahayakan keanegakaraman hayati dan sarana greenwashing serta
perlunya pemeliharaan rutin menyebabkan bertambahnya biaya operasi dan manajemen.Sumber: www.progress-project.eu/
Elemen yang diadopsi dari NBS yang dapat diterapkan pada program pengurangan risiko bencana melalui peningkatan kapasitas berbasis masyarakat yaitu pengelolaan yang berbasis masyarakat, pengelolaan hutan dengan konservasi dan restorasi lahan hutan bakau, pembangunan struktur permeabel , integrasi NBS ke dalam masterplan pembangunan, serta emulihan ekosistem sungai dan lahan basah
3. Rencana Detail Program 3.1. Profil Program
Tabel 3. 1 Profil Program Pengurangan Risiko Bencana Melalui Peningkatan Kapasitas Berbasis Masyarakat
Nama Program Pengurangan Risiko Bencana Melalui Peningkatan Kapasitas Berbasis Masyarakat Leading sector Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana,
Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Komunikasi dan Informatika.
Lokasi Kecamatan Ujungpangkah, Kecamatan Sidayu, Kecamatan Bungah, Kecamatan Dukun, Kecamatan Balongpanggang, Kecamatan Benjeng, Kecamatan Kedamean, Kecamatan Cerme, Kecamatan Manyar, Kecamatan Duduksampeyan, Kecamatan Gresik, dan Kecamatan Menganti
Kegiatan program dan besaran volume
Desa tanggub bencana sebanyak 176 desa Early warning system sebanyak 176 unit
Sistem pengelolaan data dan informasi kebencanaan 176 unit Kawasan hutan bakau 1920 hektar
Drainase vertikal 110.420 unit Evakuasi bencana 1760 unit
Dokumen kajian risiko bencana dan SOP penangangan bencana 1 dokumen Jangka waktu 10 Tahun (2024-2033)
Sumber: Analisis Penyusun, 2023 3.2. Deskripsi Program
Kawasan ini dikembangkan untuk menjadi kawasan yang tangguh bencana berbasis kapasitas masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, terdapat berbagai fasilitas pendukung kawasan tangguh bencana.
Tabel 3. 2 Deskripsi Program Pengurangan Risiko Bencana Melalui Peningkatan
Kapasitas Berbasis Masyarakat Fasilitas Visualisasi Deskripsi Early
Warning System
Sumber: semarangkota.go.id/
EWS guna
peringatan dini bencana sebagai upaya adaptasi mitigasi bencana
Kawasan Hutan Bakau
Sumber: paramount-land.com
Kawasan hutan bakau sebagai upaya mitigasi bencana berbasis
alam untuk
menghindari abrasi/banjir rob
Desa Tangguh Bencana
Sumber: sindikasi.republika.co.id
Desa Tangguh Bencana sebagai antisipasi dini penanggulangan bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.
Titik kumpul dan jalur evskuasi bencana
Sumber: jawatengah.online
Fasilitas titik
kumpul dan
evakuasi bencana sebagai upaya pengurangan risiko bencana.
Drainase Vertikal
Sumber: jakarta.tribunnews.com/
Sebagai salah satu upaya pengendalian banjir karena air diserap dan tidak langsung dibuang ke sungai sehingga dapat menjadi cadangan air juga
untuk musim
kemarau.
Sistem pengelolaa n data dan informasi kebencana an
Sumber: jawatengah.online
Aplikasi untuk pengelolaan data dan informasi kebencanaan disekitar. Aplikasi ini menggunakan hasil Kajian yang dibangun oleh BNPB bersama Kementerian/Lemba ga terkait serta dukungan organisasi kebencanaan yang ada di Indonesia.
Sumber: Analisis Penyusun, 2023 3.3. Visualisasi Program
Kawasan ini akan dibangun di 176 desa atau setara dengan 22.388 hektar. Program ini merupakan perwujudan dari rencana pola ruang Kabupaten Gresik pada zona kawasan kawasan pantai berhutan bakau dan kawasan perlindungan setempat serta rencana struktur ruang sistem jaringan sumber daya air.
Gambar 3. 1 Visualisasi Program Pengurangan Risiko Bencana Melalui Peningkatan Kapasitas Berbasis Masyarakat
Sumber: Analisis Penyusun, 2023 3.4. Kerangka Kerja Logis
Program pengurangan risiko bencana melalui peningkatan kapasitas berbasis masyarakat memiliki tujuan menurunnya risiko bencana di daerah rawan bencana sebesar 30% pada tahun 2043. Program ini diharapkan dapat mewujudkan kawasan yang tangguh bencana supaya risiko yang ditimbulkan dapat ditekan. Beberapa aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu analisis dan kajian risiko bencana, pengembangan fasilitas mitigasi bencana, sosialisasi, komunikasi, informasi, edukasi (KIE), dan simulasi kebencanaan, pengembangan desa tangguh bencana, dan pemulihan serta rekonstruksi pasca bencana.
Rincian kerangka kerja logis dapat dilihat melalui tautan berikut: bit.ly/KKL_PRB.
3.5. Project Cycle
Siklus proyek program ini meliputi tahap inisiasi yaitu identifikasi program, dasar dan landasan hukum, pengumpulan data, sosialisasi, dan penyusunan RAB. Setelah itu dilanjutkan tahap perencanaan meliputi penetapan ruang lingkup dan batasan, identifikasi stakeholder, penyusunan desain rencana, serta monitoring dan evaluasi hasil rencana. Pada tahap pelaksanaannya meliputi
konstruksi, operasional, serta monitoring dan evaluasi on-going. Rincian siklus proyek dapat dilihat melalui tautan berikut: bit.ly/PC_PRB 3.6. Pentahapan dan Pembiayaan
Program pengurangan risiko bencana melalui peningkatan kapasitas berbasis masyarakat dilaksanakan selama 10 tahun dengan total pengeluaran Rp1.201.287 juta. Program ini diharapkan dapat menghasilkan manfaat langsung dan tidak langsung dengan total Rp15.305.005 juta. Berdasarkan analisis biaya-manfaat, proyek ini termauk feasible karena NPVnya positif yaitu 4.981.325 juta >
0 dan BCR 12,831 > 1. Rincian pentahapan dan pembiayaan dapat dilihat pada tautan berikut: bit.ly/CBA_PRB.
4. Daftar Pustaka
Fristyananda, M. A., & Idajati, H. (2017).
Tingkat Bahaya Bencana Banjir di Kali Lamong Kabupaten Gresik. Jurnal Teknik ITS, 6(1), C56-C59.
Sagala, S., Murwindarti, A., Avila, B. E., Rosyidie, A., & Azhari, D. (2022, February). Sustainable Urban Drainage System (SUDS) as Nature Based Solutions Approach for Flood Risk Management in High-Density Urban Settlement. In IOP Conference Series:
Earth and Environmental Science (Vol.
986, No. 1, p. 012055). IOP Publishing.
Sari, A. A., Sabilla, A. A., & Hertati, D.
(2020). Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dalam Manajemen Bencana Banjir Di Kabupaten Gresik.
Syntax, 2(5), 21-35.
Tumakaka, A. W. P. A. (2022). Bencana Banjir terhadap Ekonomi Wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
2019. Laporan Kinerja. Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Gresik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
(2007). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana. Pemerintah menyediakan dana bantuan kepada daerah yang terkena bencana dalam bentuk dana bantuan sosial berpola hibah.