• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK "

Copied!
87
0
0

Teks penuh

Tugas akhir ini disusun sebagai salah satu syarat akademik untuk menyelesaikan program studi di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar. Bapak/Ibu sekalian, para dosen dan pegawai fakultas teknik yang telah sepanjang waktu dalam pendidikan dan pengabdian penulis selama mengikuti proses belajar mengajar di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Latar Belakang Masalah

Dari tabel diatas terlihat bahwa dari 5 unit penyulang otomatis dibawah naungan ULP Kalebajeng, penyulang otomatis Parangbanoa lah yang paling banyak mengalami gangguan pakan. Oleh karena itu, permasalahan penyulang Parangbanoa harus segera diatasi untuk meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik.

Tabel 1.1 Data gangguan penyulang ULP Kalebajeng
Tabel 1.1 Data gangguan penyulang ULP Kalebajeng

Rumusan Masalah

Penyulang Parangbanoa mempunyai panjang penyulang 268 km yang terdiri dari 4 ULP dengan panjang penyulang masing-masing ULP sebagai berikut: ULP Takalar 5,00 km, ULP Sungguminasa 23,00 km, ULP Malino 53,30 km dan ULP Kalebajeng 186,7 km. Pasokan listrik ganguan dapat menyebabkan berkurangnya keandalan operasi sistem tenaga listrik. Gunakan ArcGIS (Geometry Informindo System) 3 untuk menyelesaikan permasalahan di Waduk Parangbanoa dengan cepat.

Batasan Masalah

Permasalahan yang sering terjadi pada jaringan 20 kV adalah gangguan pada penyulang akibat pohon bersentuhan dengan jaringan, layang-layang menyentuh penghantar, gangguan binatang, putusnya penghantar tersambar petir. Jika pemeliharaan jaringan pada satu penyulang tidak baik, kadang penyulang lain akan mati sehingga menyebabkan pemadaman meluas.

Gangguan Pada Sistem Tenaga Listrik

Gangguan sementara yang dapat hilang dengan sendirinya atau dengan memutus sebentar bagian yang terganggu tersebut dari sumber tegangan. Gangguan permanen yang memerlukan tindakan korektif untuk menghilangkannya dan menghilangkan penyebab gangguan tersebut.

Upaya Mengatasi Gangguan

Gangguan lonjakan sambungan antara lain penutupan saluran yang tidak sinkron pada pemutus arus tiga fasa, penutupan saluran yang cepat, pelepasan beban karena gangguan, penutupan saluran yang awalnya tidak ada dalam sistem untuk masuk ke sistem, dll. Identifikasi lokasi gangguan merupakan upaya untuk mengetahui gangguan yang telah terjadi dengan perkiraan lokasi gangguan yang akurat.

Teori Dasar Jaringan Distribusi

Tujuan dari kenaikan tegangan adalah untuk meminimalkan rugi-rugi daya listrik pada saluran transmisi, dimana dalam hal ini rugi-rugi daya sebanding dengan kuadrat arus yang mengalir (I2.R). Dengan daya yang sama, jika nilai tegangan dinaikkan maka arus yang mengalir akan semakin kecil sehingga rugi-rugi daya juga akan semakin kecil.

Pengelompokan Jaringan Distribusi Tenaga Listrik

Dari saluran transmisi, tegangan diturunkan kembali menjadi 20 kV dengan trafo step down di stasiun distribusi, kemudian sistem tegangan ini digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik melalui saluran transmisi primer. Dari saluran distribusi primer inilah stasiun trafo distribusi mengambil tegangan untuk menurunkan tegangan tersebut dengan menggunakan trafo distribusi menjadi sistem tegangan rendah yaitu 220/380V. Jelaslah bahwa sistem distribusi merupakan bagian penting dari keseluruhan sistem tenaga listrik.

Jaringan distribusi primer adalah jaringan tenaga listrik yang menyalurkan tenaga listrik dari gardu transmisi ke gardu distribusi. Sama halnya dengan distribusi primer, juga terdapat pertimbangan mengenai kondisi pelayanan dan pengaturan tegangan.Distribusi sekunder merupakan jaringan tenaga listrik yang menyalurkan tenaga listrik dari gardu distribusi sampai ke konsumen. Sistem distribusi sekunder digunakan untuk mendistribusikan tenaga listrik dari gardu distribusi ke beban konsumen.

Pengguna listrik yang dimaksud umumnya bergantung pada negara pemberi pinjaman atau dalam kerangka kerja sama, dimana seluruh peralatan listrik mulai dari genset hingga peralatan kerja (motor listrik). Berdasarkan penjelasan di atas, secara sistematis bagian-bagian jaringan distribusi dapat dijelaskan pada gambar 2.2 di bawah ini.

Klasifikasi Jaringan Distribusi Tegangan Menengah

Berdasarkan Tegangan Pengenal

Berdasarkan Konfigurasi Jaringa Primer

Dalam menyalurkan tenaga listrik ke pusat-pusat beban, sistem distribusi harus disesuaikan dengan kondisi setempat dengan mempertimbangkan faktor beban, lokasi beban, perkembangan masa depan, keandalan dan nilai ekonomis. Pola radial merupakan suatu jaringan dimana setiap saluran primer mampu mendistribusikan daya hanya pada satu arah aliran daya. Jaringan model sirkuit adalah jaringan yang dimulai dari suatu titik pada rel daya yang mengelilingi area beban dan kemudian kembali ke titik semula pada rel daya.

Jaringan dengan pola ini biasanya digunakan pada sistem distribusi yang melayani beban-beban yang memerlukan kontinuitas pelayanan yang baik (lebih baik dibandingkan pola radial). Pola jaringan ini mempunyai beberapa busbar dan busbar-busbar tersebut dihubungkan melalui saluran penghubung yang disebut tie feeder. Kekurangannya terletak pada sistem keamanan yang rumit dan mahal serta biaya investasi yang juga mahal.

Beberapa saluran yang berasal dari stasiun utama disalurkan ke suatu tempat yang disebut gardu switching (GH), setelah itu GI dan GH dihubungkan ke saluran yang disebut pengumpan ekspres. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keandalan Sistem Distribusi Beberapa faktor harus diperhatikan untuk menjaga keandalan pekerjaan.

Gambar 2.3  Pola jaringan radial  b. Jaringan Distribusi Pola Loop
Gambar 2.3 Pola jaringan radial b. Jaringan Distribusi Pola Loop

Faktor-faktor yang mempengaruhi Keandalan Sistem Distribusi Beberapa faktor yang harus diperhitungkan untuk menjaga keandalan kerja

Jatuh tegangan pada saluran merupakan selisih antara tegangan pada sisi pemancar dengan tegangan pada sisi penerima arus listrik. Untuk saluran AC, tegangan bergantung pada impedansi dan akses saluran, serta beban dan faktor pengoperasian.

ArcGIS (Geometry informindo system)

Waktu dan Tempat penelitian 1 Waktu dan Tempat 1 Waktu dan Tempat

  • Alat dan Bahan

Input Data Subsistem ini bertugas mengumpulkan dan menyiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber. Subsistem ini juga bertanggung jawab untuk mengubah atau mengubah format data asli menjadi format yang dapat digunakan oleh ArcGIS. Output Data Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan output seluruh atau sebagian database dalam bentuk softcopy maupun hardcopy, seperti: tabel, grafik, peta, dan lain sebagainya.

Manajemen Data Subsistem ini mengatur data spasial dan data atribut dalam database sehingga dapat dengan mudah diperbarui. Selain itu subsistem ini juga menganalisis dan memodelkan data untuk menghasilkan informasi yang diinginkan. RCPS merupakan suatu metode kerangka analisis yang dapat digunakan untuk menganalisa gangguan pada penyulang Parangbanua sehingga dapat diketahui penyebab gangguan tersebut dan dari hasil analisa tersebut dapat ditentukan tindakan yang akan dilakukan untuk mengatasi gangguan pada penyulang. menundukkan. Pakan Parangbanua.

Dari permasalahan tersebut akan diperoleh ide-ide perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan banyaknya gangguan pasokan yang terjadi pada penyulang Parangbanua. Berikut gagasan perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tingginya gangguan pakan yang terjadi pada penyulang Parangbanoa.

gambar dan lokasi yang ditunjuk
gambar dan lokasi yang ditunjuk

Skala Prioritas

Gagasan yang dihasilkan di atas dapat digunakan untuk membentuk matriks skala prioritas berdasarkan besaran dampak terhadap pengumpan Parangbanua dan tingkat kesulitan pekerjaan pada setiap penugasan, seperti terlihat pada tabel berikut. Berdasarkan Matriks Skala Prioritas di atas, penulis dapat menentukan ide pemeliharaan dan perbaikan penyulang Parangbanoa yang dapat dilaksanakan sebagai berikut. Single Line pada penyulang Parangbanoa pada sistem kelistrikan bertujuan untuk menjelaskan sistem kelistrikan pada ULP Kalebajeng, sehingga memudahkan untuk mengetahui kondisinya, serta fungsi dan letak sistem yang ada pada penyulang.

Gambar 3.3  Matriks Skala Prioritas
Gambar 3.3 Matriks Skala Prioritas

PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Kalebajeng

Untuk mencapai kualitas pelayanan yang baik, ULP Kalebajeng dibagi menjadi beberapa bidang yaitu Distribusi, Transaksi Energi serta Pelayanan dan Administrasi. PLN (Persero) banyak mengalami gangguan dan menyebabkan pemadaman jaringan, baik karena gangguan yang disebabkan oleh peralatan dan material yang digunakan, lingkungan maupun sumber daya manusia. Pada tahap ini permasalahan penyebab matinya feeder diidentifikasi bersama unit layanan pelanggan Kalebajeng untuk mendapatkan data yang akurat sehingga dapat diambil langkah-langkah penyelesaian permasalahan yang ada.

Gambar 4.2.  Lokasi Kantor Unit Layanan Pelanggan Kalebajeng  4.2.   Identifikasi Masalah
Gambar 4.2. Lokasi Kantor Unit Layanan Pelanggan Kalebajeng 4.2. Identifikasi Masalah

Penyulang Bermasalah

Analisa Data Gangguan Penyulang Parangbanoa

Berdasarkan lamanya gangguan, sifat gangguan feeder dikelompokkan menjadi dua, yaitu gangguan permanen dan gangguan sementara. Gangguan permanen adalah gangguan yang menyebabkan penyulang mati lebih dari 5 menit, sehingga memerlukan tindakan perbaikan untuk mengatasi penyebab gangguan tersebut sepenuhnya. Selain gangguan permanen, ada juga gangguan sementara yang dapat menyebabkan penyulang trip.

Gangguan sementara hanya bersifat sementara dan mungkin hilang dengan sendirinya sehingga pemasok dapat memperoleh kembali tegangannya dengan sendirinya. Dari data di atas terlihat bahwa supplier Parangbanua telah mengalami gangguan pasokan yang menyebabkan terhentinya pasokan sebanyak 188 kali pada tahun 2019. Terlihat juga bahwa penyebab gangguan yang paling banyak adalah gangguan sementara yang mengakibatkan pasokan dengan pasokan sementara. dan penyebabnya tidak ditemukan.

Hal ini dapat dilakukan setelah dilakukannya pemeriksaan pada penyulang JUTM Parangbanua, sehingga dapat diketahui hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan pada penyulang Parangbanua.

Tabel 4.5. Data Gangguan Penyulang Parangbanua berdasarkan jenis gangguan
Tabel 4.5. Data Gangguan Penyulang Parangbanua berdasarkan jenis gangguan

Data Gangguan PenyulangParangbanua

Dari faktor korelasi yang dihasilkan ArcGIS, diperoleh faktor dominan dengan melihat nilai korelasi Pearson yang diurutkan menjadi tiga besar serta pengaruh long outlier dan energi tidak terdistribusi. Dari faktor-faktor yang diperoleh dari hasil ArcGIS (Geometry informindo system) ditemukan beberapa faktor gangguan yang terjadi yang mengakibatkan listrik padam dalam waktu lama dan energi tidak tersalurkan. Sinkronkan data gangguan yang dimasukkan terlebih dahulu oleh rekan survey di lapangan dengan aplikasi di kantor dengan mencocokkan nama gangguan yang terjadi pada JUTM di penyulang Parangbanoa.

Untuk mencari titik lokasi tercepat ketika terjadi gangguan yang disinkronkan dengan Sistem Informasi Operasi Distribusi, aplikasi ArcGIS akan memberikan kode pada aplikasi jika terjadi gangguan pada bagian suplai di ULP Kalebajeng, sehingga ditampilkan titik lokasi. dalam aplikasi. Hasil Output Data Aplikasi ArcGIS (Sistem Informasi Geometri) yang diekspor ke Excel Tabel 4.9. Pada tahap ini dilakukan analisis untuk mengidentifikasi permasalahan yang menjadi penyebab gangguan penyulang di ULP Kalebajeng untuk mendapatkan data yang akurat.

Jadi setelah mendapatkan output ArcGIS (Geometry informindo system), kita tentukan faktor penyebab apa saja yang berdampak pada tidak terdistribusinya energi dan lama padamnya penyulang. Akibat gangguan SUTM, dapat dilakukan pengukuran kuantitatif berupa jumlah pemadaman (menit) dan energi tidak terdistribusi (kWh).

Tabel 4.6. Tabel Input gangguan penyulang Parangbanoa
Tabel 4.6. Tabel Input gangguan penyulang Parangbanoa

Data Koefisien Banyak Kali Padam

Data Koefisien Lama Padam

Data Koefisien kWh Tidak Tersalurkan

Analisis Tindakan dan Kegiatan Pemeliharaan

Berikut ini adalah kegiatan maintenance yang dilakukan pada kegiatan maintenance inspeksi jaringan yang merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui kondisi supplier Parangbanua saat ini. Hasil pemeriksaan supplier Parangbanua Berdasarkan data kekhawatiran pada supplier warbanua tahun 2019, 80% kekhawatiran terjadi bersifat sementara yang tidak ditemukan penyebabnya. Setelah dilakukan peninjauan di feeder Parangbanua, kami menemukan banyak kawasan rawan pepohonan sehingga berpotensi mengganggu perjalanan feeder.

Beberapa gawang ditemukan di feeder Parangbanua dengan pemandunya lepas dan lepas, terutama di Nyulu kp. Ada 3 gawang dan Paranglompoa 2 gawang. Pada penyulang Parangbanoa ditemukan 28 buah isolator bantalan patah dan 4 buah isolator bentang poros pada bagian poros penyulang, terutama dari manual LBS Tanah Karaeng – DCC Paranglompoa. Pada penyulang Parangbanua khususnya pada sumbu penyulang ditemukan 4 titik tiang miring yaitu antara LBS manual Tanah Karaeng – DCC Pattallikang.

Di Feeder Parangbanua ditemukan 2 tempat gerbong JUTM lepas yaitu antara Mangngempang LBS – Paranglompoa DCC manual, tepat di Kp. Setelah melakukan pemeriksaan dan menindak lanjuti hasil pemeriksaan tersebut dengan melakukan pemeliharaan, selanjutnya dilakukan monitoring terhadap status penyulang Terputus untuk mengetahui keandalan penyulang setelah dilakukan pemeliharaan dengan harapan akan terjadi pengurangan jumlah gangguan pada penyulang tersebut. pengumpan.

Saran

Gambar

Tabel 1.1 Data gangguan penyulang ULP Kalebajeng
Gambar 2.2 Bagian – bagian jaringan distribusi
Gambar 2.3  Pola jaringan radial  b. Jaringan Distribusi Pola Loop
Gambar 2.4.  Pola Jaringan Loop  c.  Jaringan Distribusi Pola Grid
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penampilan Makanan Penampilan makanan adalah penampakan pada makanan yang terlihat sat penyajian makanan waktu disajikan dimeja makan yang dipengaruhi yaitu: 1 Warna Makanan Warna