• Tidak ada hasil yang ditemukan

proposal herawati fiks - Copy

N/A
N/A
Ika Mulyani2812

Academic year: 2024

Membagikan "proposal herawati fiks - Copy"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS BREAK EVENT POINT PADA USAHA MOIS CAKE DI ANDONOHU KECAMATAN POASIA

PROPOSAL

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam penyelesaiain studi pada Program Studi Ekonomi Syariah

OLEH :

HERAWATI 2021050101052

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KENDARI

KENDARI 2024

(2)

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KENDARI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

Jl. Sultan Qaimuddin No.17 Baruga Kendari Telp.(0401) 3192081 Fax. 3193710 Email : [email protected] – Wabsite : http:/febi.iainkendari.ac.id

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Proposal yang berjudul “Analisis Break Event Point Pada Usaha Mois Cake Di Andonohu Kecamatan Poasia” yang ditulis oleh saudari Herawati, NIM 2021050101052, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Kendari, telah dikonsultasikan dan disetujui oleh Pembimbing I dan Pembimbing II, untuk selanjutnya dibukakan agar mengikuti seminar proposal.

Kendari, 20 April 2024 Mengetahui,

Pembimbing I Pembimbing II

Muhammad Imran Se, M.Ak Kiki Novita Sari ME NIP.198611212019031003 NIP. 199011082019032021

(3)

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim,...

Puji syukur senantiasa kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan Rahmat-Nya, berupa ilmu, Kesehatan, dan kesempatan sehingga neliti dapat menyusun dan menyelesaikan penelitian ini. Sholawat serta salam kami haturkan kepada baginda Rasulullah SAW, sebagai tokoh revolusioner yang telah merubah tatanan kehidupan dari kejailiahan menjadi hikmah dan tentram.

Proposal penelitian ini berjudul “Analisis Break Event Point Pada Usaha Mois Cake Di Andonohu Kecamatan Poasia“ ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan studi Strata Satu (S1) Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari. Dalam penyusunan proposal ini terdapat berbagai kendala yang dihadapi. Namun segala proses tersebut dapat dijalani dengan bimbingan, arahan, dan dukungan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan kontribusi, yakni Ayah saya Bapak Muh. Askin dan Ibu saya Ibu Irmayani yang telah membantu baik moral maupun materil dengan iringan doa sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini.

Dengan segala ketulusan hati peneliti juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :

1. Prof. Dr. Husain Insawan M.Ag, selaku Rektor IAIN Kendari yang telah memberi dukungan sarana dan fasilitas serta kebijakan yang mendukung penyelesaian studi peneliti.

(4)

2. Dr. Muhammad Hadi, M. HI selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kendari yang telah memberikan izin untuk melaksanakan ujian proposal.

3. Adzil Arsyi Sabana SE, ME selaku Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kendari yang senantiasa memberikan motivasi, nasehat serta saran kepada penulis.

4. Muhammad Imran SE, M.AK, selaku pembimbing pertama yang senantiasa memberikan masukan, saran dan bimbingan serta motivasi kepada penulis.

5. Kiki Novita Sari ME, selaku pembimbing kedua yang senantiasa pula memberikan masukan, saran, bimbingan serta motivasi kepada peneliti.

6. Kepada seluruh dosen dan tenaga kerja kependidikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kendari yang ramah dan cekatan dalam melayani setiap keluhan penulis dalam menyelesaikan penulisan proposal ini.

7. Kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Angkatan 2021 dan terkhusus sahabat-sahabat saya yang selalu memotivasi saya dan meluangkan waktunya untuk membantu saya terimakasih atas kebaikan kalian.

8. Serta semua pihak yang telah memberikan banyak bantuan dan arahan yang namanya tidak dapat tertulis satu persatu.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan proposal ini masih jauh dari kata sempurna baik dari segi isi maupun penulisannya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan partisipasi aktif dari semua pihak berupa saran dan kritik yang bersifat membangun demi

(5)

Semoga Allah SWT memberikan Rahmat, rezeki dan inayah-Nya kepada orang-orang yang berjasa kepada penulis yang telah mendo’akan dan membantu penulis. Semoga diberikan balasan yang berlipat ganda dan mendapat balasan yang lebih baik di sisi Allah’ Azza wa jalla. Aamiin.

Kendari, 20 April 2024 Penulis

Herawati 2021050101052

(6)

DAFTAS ISI

PERSETUJUAN PEMBIMBING...ii

KATA PENGANTAR...iii

DAFTAS ISI... vi

DAFTAR GAMBAR... viii

DAFTAR TABEL...ix

BAB I...1

PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang Masalah...1

1.2 Batasan Masalah... 6

1.3 Rumusan Masalah... 6

1.4 Tujuan Penelitian...6

1.5 Manfaat Penelitian...7

1.6 Definisi Oprasional...8

1.7 Sistematika Pembahasan... 10

BAB II... 12

TINJAUAN PUSTAKA...12

2.1. Penelitian Terdahulu yang Relevan...12

(7)

2.2.1 Break Event Point... 21

2.2.2 Margin Of Safety...32

2.3. Kerangka Pikir...34

BAB III...36

METODOLOGI PENELITIAN...36

3.1 Jenis Penelitian...36

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian...37

3.3 Jenis dan Sumber Data...37

3.4 Teknik Pengumpulan Data...38

3.6 Teknik Analisis Data...40

DAFTAR PUSTAKA... 41

LAMPIRAN...48

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir...22

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Penelitian Sebelumnya yang Relafan ...11

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Menurut Kurnia (2020)di Indonesia kata bisnis sudah tidak asing lagi, bahkan memiliki peranan penting bagi pendapatan negara. Bisnis adalah entitas penghasil laba yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau perusahaan lain. Secara historis, kata bisnis berasal dari kata bahasa Inggris busy, yang berarti "sibuk" dalam konteks orang, komunitas, atau masyarakat. Bisnis, dalam arti luasnya, mengacu pada aktivitas atau institusi apa pun yang menciptakan komoditas dan jasa dalam kehidupan sehari-hari.

Pada saat ini bisnis tidak hanya selalu berkaitan dengan Perusahaan besar tetapi juga berkaitan dengan usaha-usaha tergolong kecil dan tidak memiliki asset yang besar seperti usaha mikro, kecil, maupun menengah (UMKM). Usaha kecil merupakan suatu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak Perusahaan atau bukan anak cabang yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian, baik langsung maupun tidak langsung, dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha miro, kecil dan menengah (UMKM). (Salman Al Farisi 2022)

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tumbuh dengan sangat pesat saat ini, UMKM juga merupakan pilar penting pembangunan ekonomi Indonesia.

(11)

kontribusi lebih besar bagi perekonomian, dan menyerap tenaga kerja lebih banyak. Menurut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Siaran (2023) sektor UMKM memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61%, atau senilai dengan Rp9.580 triliun, bahkan kontribusi UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja mencapai sebesar 97% dari total tenaga kerja. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, Indonesia memiliki 65,5 juta UMKM yang jumlahnya mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha.

Dapat diakui bahwa usaha mikro kecil menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, artinya pemilik usaha harus suskses dalam mengembakan usaha yang dijalankan. Kesuksesan usaha tidak di dapatkan begitu saja, tetapi haru menggunakan strategi untuk bersaing dipasar.

Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha adalah Break event point. Break even point sering digunakan dalam perencanaan keuangan sehingga pelaku usaha dapat mengambil keputusan untuk meminimalkan kerugian, memaksimalkan keuntungan, dan melakukan prediksi keuntungan yang diharapkan melalui penetuan harga jual persatuan, produksi minimal, pendesaian produk, dan lainnya. Analisis Break Even Point (BEP) atau titik impas yang merupakan teknik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya total, laba yang diharapkan dan volume penjualan. Secara umum analisa ini juga memberikan informasi mengenai margin of safety yang mempunyai kegunaan sebagai indikasi dan gambaran kepada manajemen berapakah penurunan

(12)

penjualan dapat ditaksir sehingga usaha yang dijalankan tidak menderita rugi.

(Yuliani, Noremansyah, and Kartika 2021)

Berbagai penelitian yang berkenaan dengan pengunaan analisis Break event point telah banyak dilakukan seperti pada penelitian yang dilakukan oleh, Henny Putri dan Rorim Panday (2021) menunjukan dengan break event poin jumlah produksi tahu sumedang dengan menggunakan break event poin para pelaku usaha dapat melihat titik pulang modal dan dapat mengatur manajemen yang baik, menentukan volume produksi barang dan perencanaan laba.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Rahmi dan Aminus, (2022) menunjukkan bahwa dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perencanaan laba dengan menggunakan analisis Break Even Point (BEP) memberikan gambaran yang bagus dikarenakan dapat mengetahui margin kontribusi, titik impas dan seberapa aman margin of safety perusahaan dalam mengambil  keputusan.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Handayani, (2023) menunjukan bahwa usaha Geblek Renny dapat memperkirakan keuntungan lebih berdasarkan dari analisis BEP, dimana Berdasarkan dari hasil analisa Break Even Point (BEP) Home industri geblek Renny dapat disimpulkan bahwa walaupun rencana awal jumlah produksi adalah 600 unit dan realisasinya hanya bisa memproduksi 500 unit akan tetapi home industri ini telah mencapai titik impas atau Break Even Point (BEP) pada saat produksi geblek 321 unit, sehingga home industri geblek Renny memperoleh laba sejumlah 79 unit atau sebesar Rp.4.475.000,-

(13)

Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat di tarik Kesimpulan bahwa perbedaaan dari penelitian ini dengan penelitian yang saya lakukan terletak pada objek penelitian yang dilakukan, tempat penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu, teknik pengesahan data dan pada peneitian ini juga menghitung margin of safety. Dimana margin of safety adalah elemen yang digunakan untuk mengukur tingkat keamanan penjualan.

Berdasatkan pernyataan kemetrian koodinator bidang perekonomian republic Indonesia dari ada tahun 2020 sampai dengan 2021 pada survey yang dilakukan oleh Berdasarkan survei UNDP dan LPEM UI yang melibatkan 1.180 responden para pelaku UMKM diperoleh hasil bahwa pada masa itu lebih dari 48% UMKM mengalami masalah bahan baku, 77% pendapatannya menurun, 88% UMKM mengalami penurunan permintaan produk, dan bahkan 97% UMKM mengalami penurunan nilai aset. Banyaknya UMKM yang tidak menggunakan metode break event point dalam memanajemen biaya modal dan produksi dalam usaha.

Sedangkan dengan mengunakan break even point itu sendiri industri UMKM akan memperoleh informasi mengenai keuntungan ataupun perencanaan laba bagi perusahaan. Dengan adanya analisis break even point yang dilakukan UMKM setidaknya bisa mengakomodir kerugian dari tahun ketahun sehingga kerugian tersebut akan menurun sedikit atau bahkan bisa terantisipasi menjadi laba. (Paddilah 2018)

Salah satu UMKM yang ada masyarakat dan masih malakukan produksi saat ini adalah usaha kue yang dijalankan oleh ibu Fransisika tepat beralamat di jalan Belimbing, Andonohu kecamatan Poasia kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

(14)

Usaha yang dijalankan oleh ibu Farnsisika ini sudah berjalan selama 3 tahun dengan modal awal RP 22.500.000 . Usaha yang dijalankan masih merupakan home industri, produk yang dibuat mesih menggunakan cara manual dengan menggunakan tenaga manusia.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada tangga 6 juni 2024, usaha kue yang di jalankan tidak melakukan pembukuan dengan benar pada usaha mois cake, pada saat melakukan wawancara langsung pengusaha menentukan harga penjualan dari harga bahan yang digunakan dikali dengan jumlah bahan yang digunakan lalu dibagai dengan jumlah produlsi barang yang dihasilkan. melalui wawancara dengan pemilik usaha yaitu ibu Fransiska, di ketahui bahwa tidak adanya pemisahan biaya-biaya produksi, baik itu biaya tetap maupun biaya variabel (biaya tidak tetap). Dari data yang didapatkan membuktikan bahwa usaha Mois Cake tidak melakukan analisis break even point untuk merencanakan laba usahanya.

Dengan melakukan wawancara dan observasi langsung usaha Mois Cake pada tanggal yang sama yaitu pada tanggal 6 Juni 2024 bahwa, tidak ada juga perhitungan hasil penjualan sama dengan jumlah biaya total atau hasil penjualan berada diatas jumlah biaya total atau bahkan sebaliknya sehingga besarnya tingkat keuntungan yang diperoleh usaha ini belum diketahui secara pasti.

(15)

Berdasarkan fenomena tersebut, maka penulis tertarik untuk meneliti titik impas dan batas aman baiaya dan volume produksi pada usaha batu merah yang sedang dijalankan oleh bapak Arif dan kemudian menuangkannya dalam bentuk proposal yang berjudul “Analisis Break Event Point Pada Usaha Mois Cake Di Andonohu Kecamatan Poasia

1.2 Batasan Masalah

Pada pembahasan latar belakang diatas maka perlu adanya batasan masalah ruang lingkup dalam penelitian ini. Batasan masalah pada penelitian ini yaitu hanya berfokus pada penerapan Break Event Point pasa usaha Mois Cake yang dijalankan oleh ibu Fransiska, guna mengukur titik impas dari usaha batu merah yang berada di jalan Belimbing, Andonohu kecamatan Poasia kota Kendari.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah yang telah diuraikan datas maka dapat dirumuskan masalah yang diteliti yaitu analisis break event point dan margin of safety pada usaha Mois Cake yang berada di jalan Belimbing, Andonohu kecamatan Poasia, yang dijalankan oleh ibu Fransiska

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan msalah penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui analisis break event point dan margin of safety pada usaha mois cake

(16)

yang berada di jalan Belimbing, Andonohu kecamatan Poasia, yang dijalankan oleh ibu Fransiska.

1.5 Manfaat Penelitian

Dari penulisan penelitian ini yang dilakukan pada usaha usaha Mois Cake yang berada di jalan Belimbing, Andonohu kecamatan Poasia, di harapkan dapat mebeikan manfaat yang positif bagi banyak pihak di anataranya yaitu :

1. Kajian Teoritis

Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sarana informasi, ilmu pengetahuan dan wawasan bagi banyak orang maupun sebagai rujukan penelitian bagi mahasiswa lain terkait break even point

2. Manfaat paktis

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat untuk berbagai pihak, yaitu :

a) Bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kendari

Hasil dari penelitian ini semoga dapat berguna sebagai bahan referensi kepustakaan IAIN Kendari khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan dapat menjadi acuan bagi penelitan selanjutnya.

b) Bagi usaha yang diteliti

Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat berupa masukkan bagi usaha UMKM masyarakat terutama yang bergerak

(17)

dibidang batu merah agar dapat mempertimbangkan sebagai pengambilan keputusan untuk mengembangkan usaha yg di jalankan.

c) Manfaat bagi peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengalaman dan pengetahuan serta menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama masa perkuliahan.

1.6 Definisi Oprasional

1.6.1 Biaya Tetap

Break even point (BEP) merupakan titik di mana pendapatan dari penjualan sama dengan total biaya, dan merupakan elemen kritis dalam perencanaan laba. Penentuan BEP memungkinkan manajer untuk mengevaluasi tingkat penjualan minimum yang diperlukan agar bisnis tetap beroperasi tanpa mengalami kerugian. Analisis ini tidak hanya membantu identifikasi risiko finansial, tetapi juga memberikan wawasan dalam pengambilan keputusan terkait penetapan harga produk, alokasi sumber daya, dan perencanaan produksi. (Fauzi. 2024)

Indikator biaya tetap dari usaha kue Mois Cake merah adalah Biaya yang dikelurkan pada produksi awal dan harga barang yang di gunakan selama proses produksi.

(18)

1.6.2 Biaya Tidak Tetap

Biaya variabel (biaya tidak tetap) merupakan biaya yang jumlah totalnya berubah-ubah secara proporsional dengan perubahan volume produksinya, semakin besar volume produksi maka semakin besar pula jumlah total biaya variabelnya. Jika produksi dihentikan maka biayanya juga tidak akan ada lagi.

(Suharnitha 2022)

Indikator dari biaya tidak tetap yaitu Biaya bahan yang digunakan untuk produksi kue pada usaha Mois Cake dan biaya tidak terduga lainnya.

1.6.3 Maegin Of Safety

Margin of safety merupakan elemen untuk mengukur tingkat keamanan penjualan perusahaan. Selain memberikan informasi seberapa jauh penurunan realisasi penjualan terhadap perencanaan penjualan sehingga perusahaan tidak rugi, margin keamanan akan digunakan manajer dalam menilai suatu risiko dari kegiatan operasi perusahaan yang dijalankan dan risiko rencana operasi yang akan datang.(Tangeren, Sondakh, and Pontoh 2018)

Indikator dari margin of safety adalah Biaya yang dikeluarkan dari biaya tetap dan biaya variabel dan penegeluaran atau biaya tidak terduga lainnya

(19)

1.6.4 Tititk Impas Pada Usaha

Titik impas (BEP) mengacu pada keadaan dimana tidak ada keuntungan atau kerugian dalam operasional bisnis suatu perusahaan. Keadaan ini terjadi karena jumlah pendapatan dan jumlah biaya yang dikeluarkan sama, sehingga keuntungan yang dicapai adalah nol. (Azahra 2023)

indikator dari titik impas yaitu , miminnya resiko kerugian yang di dapatkan , terukurnya semua hasil produksi dan harga jual produk manajemen yang telah di tentukan dengan seksama.

1.7 Sistematika Pembahasan

Untuk mempermudah pengertian dan pemahaman penulisan ini, maka penulis menyusun dalam suatu sistematika penulisan sebagai berikut

:

BAB I : PENDAHULUAN

Pada bab ini mencakup hal yang menjelaskan bagaimana latar belakang penelitian ini dilakukan, dilanjutkan dengan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian kemudian diakhiri dengan sistematika penulisan.

BAB II : TELAAH PUSTAKA

Bab ini merupakan bagian yang khusus mengemukakan teori-teori yang ada kaitannya dengan masalah yang dikemukakan dalam penelitian yang dilakukan, Pengertian dari break event point, persyaratan yang perlu dilakukan dalam break

(20)

event point, dasar asumsi break event point, manfaat dari analisis break event point, metode yang akan di gunakan, dan margin of safety. Penelitian terdahulu, Kerangka pemikiran, Hipotesa, dan Variabel penelitian.

BAB III : METODE PENELITIAN

Bab ini adalah merupakan bab yang khusus berkaitan dengan cara penulisan dilakukan meliputi lokasi penelitian, jenis data dan sumber data, metode pengumpulan data dan analisis data.

BAB IV Hasil dan Pembahasan

Bab ini memuat uraian tentang hasil yang diperoleh dalam penelitian gambaran umum, deskripsi objek, karakteristik responden, analisis data, pembahasan atas hasil pengelolaan data.

BAB V Penutup

Bab ini berisi tentang kesimpulan dari pembahasan yang telah dikaji dalam bab-bab sebelumnya dan berisi saran agar penerapan kajian kedepan lebih efektif dari sebelumnya.

(21)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Penelitian Terdahulu yang Relevan

Penelitian terdahulu yang relefan merupakan penelitian-penelitian yang sudah pernah dilakukan olen peneliti terdahulu yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan yaitu “ Analisi break event point pada usaha Mois Cake di andonohu, kecamatan poasia”. Guna untuk membantu penyusunan yang akan dilakukan maka peneliti mengumpulkan hasil penelitian yang berkaitan dengan “ Analisi break event point pada usaha Mois Cake di andonohu, kecamatan poasia”.

a)

Penelitian yang dilakukan oleh Abdullah Mustopa (2021), dengan judul

Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba (Studi Kasus Koperasi Agrina Pintu Angin Parsalakan Tapanuli Selatan)”. Hasil Penelitian menjelaskan bahwa Break Even Point lebih besar dari biaya tetap, margin contribution tinggi yang menandakan keefektifitasan koperasi baik, Sedangkan Margin of Safety pada usaha produksi Koperasi Agrina Pintu Angin Parsalakan Tapanuli Selatan dalam keadaan baik atau tingkat aman, perencanaan laba dapat di capai dengan memaksimalkan penjualan pada Koperasi Agrina Pintu Angin Parsalakan Tapanuli Selatan. Analisis Break even Point belum diterapkan sebagai alat perencanaan laba.

(22)

b)

Penelitian yang dilakukan oleh Astrin Kusumawardani dan Muhammad Iqbal Alamsyah (2020), denga judul “Analisis Perhitungan Bep (Break-Even Point) Dan Margin Of Safety Dalam Penentuan Harga Jual Pada Usaha Kecil Menengah”. Berdasarkan hasil perhitungan Break-even (BEP) dan Margin of savety (MOS) dengan menggunakan evaluasi kelayakan, maka dapat disimpulkan rekomendasi keputusan pada penjualan dan penentuan harga jual Boeds Coffe. Berdasarkan hasil penelitian Break-even (BEP) pada Boed’s Coffe akan di peroleh pada penjualan 100.334 bungkus kopi dan pada hasil penjualan mencapai Rp. 9.832.775. Dikarenakan Boed’s coffe penjualan sudah mencapai angka tersebut, maka penjualan layak di lanjutkan. Berdasarkan Margin of Savety (MOS) / Margin Kontribusi yang akan di peroleh oleh Boed’s Coffe adalah ketika penjualan di 0,46 atau pada ratio 46%.

c) Penelitian yang dilakukan oleh Rani Aminus dan Refi Sarina (2022), yang berjudul “Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada Pt. Golden Oilindo Nusantara Palembang”. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perencanaan laba dengan menggunakan analisis Break Even Point (BEP) memberikan gambaran yang bagus dikarenakan dapat mengetahui margin kontribusi, titik impas dan seberapa aman margin of safety perusahaan dalam mengambil keputusan. Berikut kesimpulan sebagai berikut: Analisis Break Even Point tersebut dapat membantu manajer perusahaan dalam memahami perilaku total biaya,

(23)

harga jual, biaya variabel, atau biaya tetap. Hal ini diperlukan untuk membantu manajer dalam membuat kalkulsi perencaanaan laba sehingga perusahaan menjadi akurat dalam pengambilan keputusan dalam menentukan laba yang optimal/diinginkan. PT. Golden Oilindo Nusantara belum memiliki standar dalam melakukan analisis biaya dengan cara membandingkan biaya yang dikeluarkan pada tahun berjalan dengan biaya pada tahun sebelumnya. Dengan mempertahankan pelanggan dan menambah pelanggan baru menjadi aspek sangat penting dalam menentukan laba karena dapat meningkatkan produksi perusahaan. Dan kinerja perusahaan akan menjadi lebih baik lagi. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa analisis Break Even Point dapat digunakan untuk mengetahui atau membuat peramalan laba produksi. Dan mengetahui sejauh mana kondisi kinerja perusahaan dengan menggunakan metode Break Even Point, Metode contribution margin, analisis margin of safety. dengan penggunaan alat tersebut memberikan hasil bahwa produksi terbukti sangat produktif dan memberikan kontribusi laba yang cukup besar.

d) Penelitian yang dilakukan oleh Yulinda, Uswatun Hasanah dan Dyah Panuntun Utami (2022), yang berjudul “Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba (Studi Kasus: P-IRT Tempe Syafira Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo)”. Hasil penelitian bahwa Break Even Point unit dan Break Even Point sales selama 10 bulan terhitung dari bulan Agustus tahun 2021 hingga bulan Mei tahun 2022 mengalami fluktuatif.

Break Even Point unit tertinggi pada bulan Mei yaitu 11.817 dan terendah

(24)

bulan Januari yaitu 7.689 dengan rata-rata 98.405 unit. Break Even Point sales tertinggi pada bulan Mei yaitu Rp 75.680.373 dan terendah pada bulan Januari yaitu Rp 31.491.045 dengan rata-rata Rp 414.209.417.

Perhitungan Margin Of Safety tertinggi pada bulan Januari yaitu 77% dan terendah pada bulan Mei yaitu 36% sedangkan rata-rata dalam 10 bulan yaitu 66%. Perencanan laba tertinggi pada bulan Januari sebesar Rp 88.947.896,00 dan terendah pada bulan Mei yaitu Rp 28.679.422,00 sedangkan rata-rata selama 10 bulan yaitu Rp 66.180.974,00. Berdasarkan hasil analisis break even point membuktikan bahwa Industri Rumah Tangga Tempe Syafira dinyatakan telah mencapai titik impas atau hasil produksi dan hasil penjualan melebihi break even point unit dan break even point sales.

e)

Penelitian yang dilakukan oleh Aqiel Khalisun Nada Imron dan Meta Ardiana (2020), dengan judul “Analisis Efektivitas Break Even Point Dan Margin Of Safety Pada PT. Sumber Mesthi Abadi”. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Metode break even point dan margin of safety dalam perencanaan laba pada PT Sumber Mesthi Abadi Kabupaten Ngawi yaitu sudah efektif untuk diterapkan di perusahaan tersebut. Hal ini dikarenakan nilai penjualan yang dikeluarkan PT Sumber Mesthi Abadi Kabupaten Ngawi diatas nilai break even point dan margin of safety. Perencanaan laba menggunakan dua metode tersebut juga efektif dikarenakan sebelumnya perusahaan belum pernah mengadakan perencanaan laba, dengan nilai break even point sejumlah Rp. 771.297.300 dan margin of safety sebesar 84%.

(25)

Dengan menetapkan nilai break even point, perusahaan dapat mengetahui batas aman dalam kegiatan produksi.

f) Penelitian yang dilakukan oleh Erda Dwi Ananda Asyadi, Sesarini Rahma Indahsari, Nurul Iffatil Azizah dan Mohamad Bastomi, yang berjudul

“Analisis Break Event Point Pada UMKM Ayam Geprek Pak Iwan”. Dari perhitungan pada poin hasil, didapatkan nilai BEP ayam geprek + nasi dalam unit sebanyak 312 unit dan dalam rupiah sebesar Rp 3.395.000. Artinya untuk mencapai suatu titik impas dalam penjualan rupiah, produk ayam geprek + nasi harus mampu mencapai penjualan sebesar Rp 3.395.000 atau sebanyak 312 unit selama per bulan. Berdasarkan perhitungan di atas, diperoleh nilai BEP ayam saus teriyaki dalam unit sebanyak 270 unit dan dalam rupiah sebesar Rp 1.264.000. Artinya untuk mencapai suatu titik impas dalam penjualan rupiah, produk ayam saus teriyaki harus mampu mencapai penjualan sebesar Rp 1.264.000 atau sebanyak 270 unit selama per bulan. Dari perhitungan di atas, diperoleh nilai BEP ayam geprek original dalam unit sebanyak 334 unit dan dalam rupiah sebesar Rp 2.264.000.

Artinya untuk mencapai suatu titik impas dalam penjualan rupiah produk ayam geprek original harus mampu mencapai penjualan sebesar Rp 2.264.000 atau sebanyak 334 unit selama per bulan.

(26)

Tabel 1. Penelitian Sebelumnya yang Relafan

NO Penulis Hasil penelitian Persamaan Perbedaan

1 (Abdullah Mustopa, 2021), Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba (Studi Kasus Koperasi Agrina Pintu Angin Parsalakan Tapanuli Selatan)

Usaha yang dijalankan dapat mencapai titik impas dan batas aman pada penjualan produk yang diproduksi

Persamaa dari penelitian ini adalah sama-sama

menganalisi break evenpoint pada usaha yang diteliti dan Penelitimenggunakan metode kualitatif berdasarkan dari studi kasus.

Perbedaaan dari penelitian ini terletan pada tempat penelitian yang juga objek Pada penelitian terdahulu

2 (Kusumawardani dan Alamsyah 2020) Analisis Perhitungan Bep (Break-Even Point) Dan Margin Of Safety Dalam Penentuan Harga Jual Pada Usaha Kecil Menengah

Bisnis dapat menjual produknya dengan baik dan mencapai titik impas maka usaha dapat mencapai Tingkat keuntungan yang baik.

Persamaan dari penelitian ini adalah sama-sama meneliti tentang break event point dan margin of safety pada usaha.

Perbedaan dari penelitian ini terletak pada objek dan tempat penelitian yang dilakukan

(27)

3 (Aminus, Sarina, 2022) Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada PT. Golden Oilindo Nusantara Palembang

Penjualan dan produksi CPO dan Kernel telah melampaui titik impas secara keseluruhan pada tahun 2017 hingga 2021. Dalam hal ini, PT. Golden Oilindo Nusantara

Palembang menggunakan teknik perencanaan laba seperti

analisisBEP.

Persamaan dari penelitian ini adalah sama-sama meneliti tentang break efek point dan margin of safety, usaha yang diteliti juga tidak menerapkan break event point pada tahun berjalan da tahun sebelumnya.

Perbedaaan dari penelitian ini terletak pada objek, waktu dan tempat penelitian

4 (Yulinda, Hasanah, 2022) Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba (Studi Kasus: P-Irt

emuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi penjualan dan unit BEPselama

Persamaan dari penelitian ini adalah sama-sama meneliti tentang break efek point dan usaha yang

Perbedaan dari penelitian ini terletak pada objek dan tempat

(28)

Tempe Syafira Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo)

sepuluh bulan dari Agustus 2021 hingga Mei 2022.

diteliti tidah menerapkan break event point pada usahanya.

penelitian yang dilakukan, pada penelitian terdahulu juga menganlissi perencanaan laba pada usaha.

5 (Kusumawardani dan Alamsyah 2020) Analisis Efektivitas Break Even Point Dan Margin Of Safety Pada PT. Sumber Mesthi Abadi

Metode break even point dan margin of safety dalam

perencanaan laba pada usaha sudah efektif untuk diterapkan di

perusahaan tersebut.

Perencanaan laba menggunakan dua metode tersebut juga efektif dikarenakan

Persamaan dari penelitian ini adalah sama-sama meneliti tentang break efek point dan margin of safety pada usaha dan usaha yang diteliti sama-sama belum menerapkan metode titik impas.

Perbedaaan dari penelitian ini terletak pada objek dan tempat penelitian.

(29)

sebelumnya perusahaan belum pernah mengadakan perencanaan laba.

6 (Fitriani, 2023) Break Even Point (Bep) Sebagai Alat

Perencanaan Laba Pada Usaha Kecil Menengah Produk Gorengan Pisang Molen Di Kecamatan Muara Uya

Produk Goreng Pisang menggunakan BEP sebagai dasar merencanakan Laba bagi UMKM dan memperoleh laba yang diantisipasi

Persamaan dari penelitian ini adalah sama-sama meneliti tentang break efek point dan margin of safety pada usaha dan usaha yang diteliti sama-sama belum menerapkan metode titik impas.

Perbedaaan dari penelitian ini terletak pada objek, wqaktu dan tempat penelitian.

2.2. Landasan Teori

(30)

2.2.1 Break Event Point

a) Pengertian Break Event Point

Break even point adalah posisi dimana perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita kerugian. BEP atau titik impas sangat penting bagi manajemen untuk mengambil keputusan untuk menarik produk atau mengembangkan produk, atau untuk menutup anak perusahaan yang tidak menguntungkan. Dengan kata lain, suatu usaha dikatakan impas jika jumlah pendapatan atau revenue (penghasilan) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja. (Manuho dkk 2021)

Menurut Supriyono “Break even point atau sering disebut dengan impas atau pulang pokok merupakan suatu keadaan perusahaan dimana besarnya jumlah total penghasilan sama dengan jumlah total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan atau rugilabanya = nol”. (Murthosiyah dan Widyarti 2015)

Break even point adalah suatu keadaan dimana dalam operasi perusahaan, perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi (Penghasilan = Total Biaya). Titik impas (break even point) adalah keadaan suatu usaha yang memperoleh laba dan tidak menderita rugi. Suatu usaha dikatakan impas jika jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja. (Ferisanti 2023)

(31)

Salah satu dari kegunaan break event point yaitu untuk menegtahui jumlah hasil penjualan sama dengan biaya, atau perusahaan beroprasi dalam kondisi tidak laba dan tidak menglami kerugian, atau laba sama dengan nol.

Menurut Handoko (2015)Analisa break even point dapat digunakan manajer baik sebagai alat bantu pembuatan keputusan maupun sebagai alat pengawasan. Sebagai alat bantu pembuatan keputusan dan pengawasan, analisa break even point dapat digunakan untuk:

a.

Penentuan volume penjualan minimum yang dibutuhkan untuk menghindari kerugian

b.

Penentuan volume produksi dan penjualan minimum yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran laba yang telah ditetapkan

c.

Penyediaan data dalam pembuatan keputusan penambahan atau pengurangan jenis produk

d.

Pembuatan keputusan menaikkan atau menrunkan harga.

Memberikan pengukuran yang obyektif untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja organisasi atau perusahaan dan memberikan dasar untuk tindakan korektif yang akan diambil.

Biaya yang timbul dari perolehan atau untuk produk dan jasa akan mempengaruhi harga jual produk. Harga jual produk atau jasa akan berpengaruh terhadap besarnya volume penjualan produk atau jasa.

Sedangkan besarnya volume penjualan berpengaruh terhadap volume produksi peoduk dan jasa. Selanjutnya pada volume produksi akan

(32)

memepengaruhi besar kecilnya biaya produksi denga demikian vaktor-vaktor diatas saling berkaitan satu sama lain.

Analisis break event point dapat dihitung dengan menggunakan metode persamaan (equation method) dan metode margin kontribusi (contribution margin method). Persamaan tersebut sebagai berikut:

a. Metode Persamaan (equation method) adalah metode yang berdasarkan pada pendekatan laporan laba rugi. Penentuan break even atau impas dengan teknik persamaan dilakukan dengan mendasarkan pada persamaan pendapatan sama dengan biaya ditambah laba.

b. Metode margin kontribusi (contribution margin method), menurut Supriyono, dkk (2018)margin kontribusi adalah pendapatan penjualan dikurangi semua biaya variabel. Margin kontribusi menurut penjelasan tersebut menunjukan jumlah yang tersedia untuk menutup semua biaya tetap dan setelah biaya tetap tertutup maka sisanya untuk menghasilkan laba pada periode yang bersangkutan

b) Persyaratan Yang Perlu Di Lakukan Dalam Break Event Pont

Diperlukan sejumlah persyaratan agar analisis Break Event Point dari perusahaan dapat dilakukan. Dari syarat-syarat tersebut harus dipenuhi dahulu agar perusahaan dapat menentukan tingkat volume penjualan dna produksi yang akan menghasilkan pokok pulang atau tidak menghasilkan laba atau rugi.

(33)

Menurut (Siregar 2019) syarat-syarat yang diperlukan untuk menentukan titik impas adalah sebagai berikut:

a. Bahwa prinsip variabilitas biaya dapat diterapkan dengan tepat (principle of cost variability is valid).

b. Bahwa biaya-biaya yang dikorbankan harus dapat dipisahkan menjadi dua kelompok biaya, yakni biaya tetap dan biaya variabel. Biaya-biaya yang bersifat meragukan, yaitu bersifat semi tetap atau semi variabel harus ditegaskan kelompoknya sehingga akhirya hanya ada dua kelompok biaya saja, yakni “biaya tetap” dan “biaya variabel”.

c. Bahwa yang dikelompokan sebagai biaya tetap tersebut akan tinggal konstan sepanjang kisaran periode kerja atau kapasitas produksi tertentu, artinya tidak mengalami perubahan walaupun volume produksi atau volume kegiatan berubah. Apabila dihitung per unit biaya tetap ini berarti akan semakin menurun dengan meningkatnya volume produksi.

d. Bahwa yang dikelompokan sebagai biaya variabel itu akan berubah sebanding dengan perubahan volume produksi. Dengan demikian, biaya variabel itu akan tetap sama bila dihitung per unit, berapa pun jumlah unit barang yang diproduksikan.

e. Bahwa harga jual per unit barang itu akan tetap saja tidak naik atau turun, berapa, saja jumlah unit barang yang dijual. Harga per unit tidak akan menurun walaupun volume penjualan meningkat, dan sebaliknya

(34)

volume penjualan barang tidak akan mempengaruhi harga jual atau harga pasarnya. Persyaratan ini berlaku bagi pasar barang yang bersaing sempurna dimana perusahaan secara individual tidak dapat mempengarahi harga pasar.

f. Bahwa tingkat harga umum tidak akan mengalami perubahan selama kisaran tertentu. Bahwa perusahaan yang bersangkuatan hanya memproduksi dan menjual satu jenis barang saja. Bagi perusahaan yang memproduksi dan menjual lebih dari satu jenis barang maka produk-produk itu harus dianggap satu jenis produk saja dengan perbandingan (mix) yang selalu konstan

g. Bahwa produktivitas tenaga kerja pada perusahaan yang bersangkutan akan tinggal tetap atau tidak berubah.

Bahwa dalam perusahaan yang bersangkutan harus ada sinkronisasi antara volume produksi dengan volume penjualan, artinya bahwa barang yang diproduksi mesti tejual semua pada periode yang bersangkutan (tidak ada sisa atau persediaan).

c) Dasar Asumsi Break Event Point

Analisis break event point membtuhkan asumsi dasar. Jika asumsi dasar mengalami perubahan walau sedikiit, maka hal tersebut akan

(35)

berpengaruh pada posisi titik impas, sehingga perubahan tersebut akan berpengaruh terhdap laba pada usaha.

Terdapat bebrapa asumsi dasar dalam analisi brea event point, yaitu menurut (Maruta 2018)

a) Satu-satunya faktor yang memengaruhi biaya adalah perubahan volume. 

b) Manajer menggolongkan setiap biaya (atau komponen biaya gabungan) baik sebagai biaya variabel maupun biaya tetap. 

c) Beban dan pendapatan adalah linier di seluruh cakupan volume relevannya. 

d) Tingkat persediaan tidak akan berubah.

e) Penjualan atas gabungan produk tidak akan berubah. Penjualan gabungan merupakan kombinasi produk yang membentuk total penjualan.

Sedangkan menurut (Mulyadi 2023) asumsi yang mendasari break event poin adalah sebagai berikut :

1) Variabilitas biaya dianggap akan mendekati pola perilaku yang diramalkan. Biaya tetap akan selalu konstan dalam kisar volume yang dipakai dalam perhitungan break even point, sedangkan biaya variabel berubah sebanding dengan perubahan volume penjualan. 

2) Harga jual produk dianggap tidak berubah-ubah pada berbagai tingkat kegiatan. Jika dalam usaha menaikkan volume penjualan dilakukan

(36)

penurunan harga jual atau dengan memberikan potongan harga, maka hal ini mempengaruhi hubungan biaya-volume-laba.

3) Kapasitas produksi pabrik dianggap secara relatif konstan.

Penambahan fasilitas produksi akan berakibat pada penambahan biaya tetap dan akan mempengaruhi hubungan biaya-volume-laba.

4) Harga faktor-faktor produksi dianggap tidak berubah. Jika harga bahan baku dan tarif upah menyimpang terlalu jauh dibanding data yang dipakai sebagai dasar perhitungan break even point, maka hal ini akan mempengaruhi hubungan biaya-volume-laba.

5) Efisiensi produk dianggap tidak berubah. Apabila terjadi penghematan biaya karena adanya penggunaan bahan pengganti yang harganya lebih rendah atau perubahan metode produksi, maka hal ini akan mempengaruhi hubungan biaya-volume-laba.

6) Perubahan jumlah sediaan awal dan akhir dianggap tidak signifikan.

7) Komposisi produk yang dijual dianggap tidak berubah. Jika perusahaan menjual lebih dari satu macam produk, maka meskipun volume penjualan sama tetapi apabila komposisinya berbeda, maka hal ini akan mempunyai pengaruh terhadap pendapatan penjualan.

d) Manfaat Analisis Break Event Point

Break event point sanagt bermanfaat bagi usaha untuk menentukan

(37)

Tingkat keuntungan. Break Event Piont sangat dibutuhkan dalam menjalankan usaha agar biaya biaya tetap dan biaya variable dapat diperhitungkan agar akan minim terjadinya kerugian dalam usaha. Berukut beberapa mamfaat dari break event point :

Menurut (Maruta 2018) BEP amatlah penting jika kita membuat sebuah usaha agar kita tidak mengalami kerugian, baik itu usaha yang bergerak di bidang jasa atau manufaktur. Berikut manfaatdari BEP:

a) Alat perencanaan untuk menghasilkan laba.

b) Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.

c) Untuk mengetahui hubungan volume penjualan yang diproduksi, harga jual dan biaya-biaya yang dikeluarkan, sehingga laba rugi perusahaan akan diketahui.

d) Untuk mengetahui jumlah penjualan minimum (dalam unit produk maupun satuan uang) agar perusahaan tidak menderita rugi.

e) Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan.

f) Mengganti sistem laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti.

g) Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan harga jual.

h) Sebagai bahan atau dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan terhadap hal-hal berikut :

(38)

 Jumlah penjualan minimalyang harus dipertahankanagar perusahaan tidak mengalami kerugian.

 Jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh keuntungan tertentu.

 Seberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita rugi.

 Untuk mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual, biaya dan volume penjualan terhadap keuntungan yang diperoleh Sedangkan menurut Budisantoso (2009) analisa Break Even Point mempunyai beberapa manfaat, diantaranya adalah:

a.

Sebagai dasar merencanakan kegiatan operasional dalam usaha mencapai laba tertentu.

b.

Sebagai dasar atau landasan untuk mengendalikan aktivitas yang sedang berjalan.

c.

Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan harga jual.

d.

Sebagai bahan atau dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan Manfaat analisis break even poin sangat banyak, namun secara umum adalah untuk mengetahui titik pulang pokok dari sebuah usaha dengan diketahuinya titik pulang pokok, manajemen dapat mengetahui harus memproduksi atau menjual pada jumlah berapa unit agar peruasahaan tidak mengalami kerugian.

(39)

i) Metode Penghitung Break Event Point

1. Menurut Siregar (2019) menghitung break event point dalam dasar rupiah adalah sebagai berikut

BEP = FC 1−VC

S

Keterangan : FC = Biaya tetap

VC = Biaya variabel per unit P = Harga jual per unit S = Penjulan

I = K onstanta

2. Menurut (Muzdalifah 2017) menghitung break event point atas dasar unit yaitu sebagai berukut :

BEP = TR – TC

TR – TC = 0

(Unit Price X Q) – TC = 0

(Unit Price X Q) – (VC + FC) = 0 (Unit Price X Q) – (Q X Unit VC + FC) = 0 (Unit Price X Q) – (Q X Unit VC) – FC = 0

(40)

(Unit Price X Q) – (Q X Unit VC) – FC = 0

Q= FC

(Unit priceUnit VC

Sehingga diperoleh rumus sebagai berikut :

BEP(Q)= FC PVC

Keterangan:

FC = Biaya Tetap

VC = Biaya variabel per unit P = Harga jual per unit S = Penjualan

BEP (Rp) = Jumlah untuk produk yang dihasilkan impas dalam rupiah BEP (Q) = Jumlah untuk produk yang dihasilkan impas dalam unit

2.2.2 Margin Of Safety (MOS)

(41)

Margin of safety merupakan kelebihan penjualan yang dianggarkan atau realisasi di atas titik impas. Hasil perhitungannya menunjukan jumlah sampai seberapa besar penjualan dapat turun sehingga sampai pada titik impas. Perhitungannya dapat dinyatakan dalam unit, satuan uang, dan persentase. Perhitungan ini dapat dijadikan acuan bagi manajemen agar lebih berhati-hati dalam memelihara tingkat penjualan yang sudah dicapai, agar perusahaan tidak mengalami penurunan penjualan yang sudah dicapai, agar perusahaan tidak mengalami penurunan penjualan sampai pada suatu tingkat yang merugikan. (Palenteng, Karamoy, dan Lambey 2022).

Margin of safety adalah hubungan atau selisih antara penjualan yangdibudget atau tingkat penjualan tertentu dengan penjualan pada tingkat break even merupakan tingkat keamanan (margin of safety) bagi perusahaan dalam melakukan penurunan penjualan. Jika hasil penjualan pada tingkat BEP dikaitkan dengan penjualan yang dianggarkan pada tingkat penjualan tertentu, maka diperoleh informasi tentang seberapa jauh volume penjualan turun sehingga perusahaan tidak mengalamoi kerugian. Selisih antara tingkat BEP dengan penjualan yang di anggarkan merupakan tingkat keamanan (margin of safety) bagi perusahaan dalam melakukan penjualan. (Iqdam Bima Habbatil Izzi dan Setyo Budiwitjaksono 2023)

Margin of safety adalah ukuran keamanan operasi penjualan suatu perusahaan. Selain memberikan informasi tentang sejauh mana realisasi penjualan telah turun dibandingkan dengan perencanaan penjualan sehingga bisnis tidak kehilangan uang, manajer akan menggunakan margin keselamatan

(42)

untuk menilai risiko dari operasi, bisnis, dan risiko rencana operasi di masa depan. (Fauji 2023).

Menurut (Setyo Budiwitjaksono, 2023) pada dasarnya Margin of safety adalah merupakan konsep yang muncul dalam dunia investasi, namun dengan berjalanya waktu konsep ini diterapkan dalam perusahaan dan termasuk UMKM. manfaat margin of safety bagi UMKM yaitu :

a. Membantu UMKM untuk mengukur risiko potensi keuntungan atau kerugian dari investasi yang dilakukan.

b. Margin of safety didasarkan pada titik impas atau BEP (Break Even Point) yang menunjukkan ukuran keuntungan yang diperlukan agar bisnis tidak merugi.

c. Margin of safety adalah jumlah penyangga untuk mengamankan keuangan usaha, di mana bisnis tidak akan lagi menguntungkan.

Dengan mengetahui margin of safety, bisnis akan lebih aman dan tidak akan terlalu dekat dengan titik impas.

d. Membantu perencanaan keuangan, dapat digunakan sebagai alat bantu perencanaan keuangan yang memberikan informasi bermanfaat bagi UMKM

Menurut (Kasmir 2016) rumus yang digunakan dalam mencari Tingkat keamanan atau margin of safety adalah sebagai berikut :

(43)

MOS = Penjualan per bujet

Pemjualan per titik impas X100 %

2. Penjualan MOS

MOS = Penjualan per bujetpenjualan pertitik impas

Penjualan berbujet X100 %

Dalam penelitian ini akan menggunakan rumus kedua yaitu Penjualan MOS dimana penjualan titk impas dibagi penjualan perbujet dibagi 100%, maka akan diketahui tingkat keamanan (MOS) penjualan perusahaan.

2.3. Kerangka Pikir

Kerangkan pikir merupakan penjelasan dar suatu gejala yang menjad objek yang akan di kaji. Kerangka berfikir di susun berdasarkan tunjauan pustaka dan hasil penelitian yang relevan dan terkait. Kerangka berfikir juga berperan sebagai argument yang akan menjadi rumusan hipotesis.

Menurut (Sugiono S 2019) kerangka pemikiran adalah sebuah konsep yang menjelaskan hubungan antara teori dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai sebuah masalah.

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir Analisis Break Event Point Pada Usaha

Mois Cake di Andonohu Kecamatan

(44)

BAB III

Break Event Point

Biaya Variabel Bahan – bahan pembuatan kue dan biaya tidak terduga lainnya

Biaya tetap

Alat yang digunakan dalam pebuatan kue

Analisis titik impas pada usaha Mois Cake

1. Melihat nilai BEP dan

menyimpulkan rugi dan laba usaha 2. Melakukan nalisis lanjitan

menghitung masrgin of safety (MOS)

Margin of safety

Kesimpulan

(45)

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk memahami fenomena tertentu. Fenomena ini dapat berupa sesuatu hal yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan sebagainya yang secara holistik dideskripsikan dalam bentuk kata-kata yang menggambarkan kondisi apa adanya. Data yang diperoleh tersebut diolah dengan menggunakan metode kualitatif, dengan analisis data bersifat induktif/kualitatif.

Hasil penelitian kualittatif ini lebih menekankan makna daripada generalisasi.

(Feny Rita Fiantika dkk 2022)

Menurut Sugiyono (2018) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat, yang digunakan untuk meneliti pada kondisi ilmiah (eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen, teknik pengumpulan data dan di analisis yang bersifat kualitatif lebih menekan pada makna.

Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data. Metode Deskriptif adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. (Atmajaya 2017)

(46)

Penelitian deskriptif kualitatif adalah salah satu dari jenis penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan strategi penelitian dimana di dalamnya peneliti menyelidiki kejadian, fenomena kehidupan individu-individu dan meminta seorang atau sekelompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka. Informasi ini kemudian diceritakan kembali oleh peneliti dalam kronologi deskriptif (Rusandi 2021)

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian a) Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan setelah proposal ini disetujui dengan rentang waktu 2 sampai 3 bulan

b) Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan lokasi usaha Mois Cake, yang beralamat tepat di jalan Belimbing, Andonohu kecamatan Poasia kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

3.3 Jenis dan Sumber Data

(47)

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Data primer

Data Primer adalah data yang diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan sehingga menemukan data yang akurat. Data ini harus dicari melalui responden (wawancara), yaitu orang yang kita jadikan obyek penelitian atau orang yang kita jadikan sebagai sarana untuk mendapatkan informasi ataupun data yang dibutuhkan, selain itu data primer juga dapat diperoleh dari pengamatan langsung. (Sawo, Rogi, and Lakat 2021) 2. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung dari objek penelitian. Data sekunder dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti: Biro Pusat Statistik (BPS), buku, laporan, jurnal, dan sumber data lainnya. (Widjanarko 2019)

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Menurut (Hendryadi 2011) pengumpulan data adalah prosedur ekstensif untuk mengumpulkan detail tentang topik penelitian tertentu yang dilakukan dengan cara yang sistematis. Informasi yang dikumpulkan harus dalam bentuk tertentu sehingga mampu digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian.

a. Observasi langsung

(48)

observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara menghimpun bahan dan keterangan, yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap berbagai fenomena yang menjadi objek pengamatan atau terhadap indikator-indikator dari variabel penelitian. (Aksara 2021)

b. Wawancara

Menurut Menurut Saroso (2017:47) dalam (Yusra, Zulkarnain, and Sofino 2021) wawancara adalah salah satu alat yang paling banyak digunakan untuk mengumpulkan data penelitian kualitatif. Wawancara memungkinkan peneliti mengumpulkandata 1yang beragam dari responden dalam berbagai situasi dan konteks.

c. Dukumentasi

Menurut Sugiono (2018) dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian.

Dalam penelitian ini mengumpulkan bukti-bukti atau catatan-catatan penting yang berkaitan seperti prmbukuan daru usaha Mois Cake, selain itu selain itu peneliti juga akan mengumpiulkan data berupa dokumentasi foto-foto saaat proses wawancara berlnagsung dan berupa dokumentasi foto-foto lainnya sebagai pendukung hasil penelitian.

(49)

` Menurut (Jogiyanto 2005) Analisis dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagianbagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analissi deskriftif kualitatif yaitu mengindentifikasi dan memberikan gambaran tentang penerapan analisis break event poinr pada usaha Mois Cake yang beralamat di jalan Belimbing, Andonohu kecamatan Poasia.

Langkah-langkah yang dilakuklan saat menganalisis data adalah sebagai berikut :

1. Langkah awal yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data hirostikal yaitu berupa Sejarah UMKM, data penjualan, biaya-biaya dan harga jual dari usaha yang dipilih sebagai onjek penelitian yaitu UMKM usaha Mois Cake yang beralamat di jalan Belimbing, Andonohu kecamatan Poasia.

2. Setelah memperoleh data yang dibutuhkan, selanjutnya akan dipilah baiaya-biaya yang dikeluarkan umkm menjadi biaya tetap dan biaya variable

3. Selanjutnya menghitung break event point, dan margin of safety pada usaha

(50)

4. Menganalisis hasil yang telah dihitung kemudian menyusun asumsi laba maksimal yang diperoleh UMKM usaha Mois Cake yang beralamat di jalan Belimbing, Andonohu kecamatan Poasia.

5. Penarikan kesimpulan.

3.6 Uji Keabsahan Data

Menurut Sugiyono (2015) menjelaskan bahwa uji konfirmabilitas merupakan uji objektivitas di dalam penelitian kuantitatif, penelitian bisa dikatakan objektif apabila penelitian ini telah disepakati oleh orang banyak. mengatakan bahwa menguji konfirmabilitas berarti menguji hasil penelitian yang dihubungkan dengan proses penelitian dilakukan.

Dalam jurnal (Mekarisce 2020) menyatakan untuk memeriksa keabsahan data dalam penelitian meliputi :

1.

Uji Kredibilitas (Credibility), Dalam penelitian kualitatif, data dapat dinyatakan kredibel apabila adanya persamaan antara apa yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti.

2.

Uji Transferabilitas (Transferability), Pada penelitian kualitatif, nilai transferabilitas tergantung pada pembaca, sampai sejauh mana hasil penelitian tersebut dapat diterapkan pada konteks dan situasi sosial yang lain.

(51)

3.

Uji Dependabilitas (Dependability), Dalam penelitian kualitatif, uji dependability dilakukan dengan cara melakukan audit (pemeriksaan) terhadap keseluruhan proses penelitian.

4.

Uji Konfirmabilitas (Konfirmability), Dalam penelitian kualitatif, uji confirmability mirip dengan uji dependability, sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara bersamaan. Menguji confirmability berarti menguji hasil penelitian dikaitkan dengan proses yang dilakukan

Menurut Moleong (2021) pemeriksaan terhadap keabsahan data pada dasarnya, selain digunakan untuk menyanggah balik yang dituduhkan kepada penelitian kualitatif yang mengatakan tidak ilmiah, juga merupakan sebagai unsur yang tidak terpisahkan dari tubuh pengetahuan penelitian kualitatif.

Validitas atau keabsahan data adalah data yang tidak berbeda antara data yang diperoleh oleh peneliti dengan data yang terjadi sesungguhnya pada objek penelitian sehingga keabsahan data yang telah disajikan dapat dipertanggungjawabkan

DAFTAR PUSTAKA

(52)

16, Nim, Fakultas Ekonomi, and Dan Bisnis Islam. 2021. “ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA (Studi Kasus Koperasi Agrina Pintu Angin Parsalakan Tapanuli Selatan) SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Dan Syarat-Syarat Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi (S.E) Dalam Bidang Ekonomi Syariah Konse.”

Aksara, P. T. B. 2021. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Bumi Aksara.

Anon. 2022. “Jurnal Manajemen, Volume 10 No 3, Juli 2022.” 10(3).

Atmajaya, Sonny. 2017. “Perspektif Dan Sikap Mahasiswa Terhadap Kesetaraan Gender.” Universitas Pendidikan Indonesia 46–57.

Azahra, Nadia, Achmad Fauzi, Enny Widayati, Rizki Naufal Azhar, Via Kustiara, Ilham Fathurrahman, and Nofita Sari. 2023. “Signifikansi Analisis Titik Impas Bagi Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (Umkm).” Jurnal Akuntansi Dan Manajemen Bisnis 3(3):108–14. doi: 10.56127/jaman.v3i3.1019.

Budisantoso, Sigit Triandaru dan Totok. 2009. Bank Dan Lembaga Keuangan Lain.

Fauji, Robby. 2023. “Analisis Break Even Point Dan Margin Of Safety Sebagai Alat Perencanaan Laba (Studi Pada B.O Coffee Shop Periode 2019-2021 Di

Kab.Karawang).” Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan (JISIP) 7(1):2598–9944.

doi: 10.58258/jisip.v7i1.4853/http.

Fauzi, Achmand, Eva Rukmayani, Gabriella Estevani, Nurmila Gumelarasati, and Muhammad Kadifa Fahrezi. 2024. “Analisis Break Even Point (BEP) Sebagai Alat Perencanaan Laba.” Jurnal Bisnis Dan Ekonomi 2(1):83–102. doi:

10.61597/jbe-ogzrp.v2i1.25.

Feny Rita Fiantika et all. 2022. Metodologi Penelitian Kualitatif. In Metodologi Penelitian Kualitatif.

Ferisanti, Febrisi Dwita, Supardi, and Mislawardah. 2023. “Volume 29 Nomor 4 Oktober-Desember 2023 ANALISA BREAK EVENT POINT (BEP)

TERHADAP LABA PERUSAHAAN.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 29 Nomor 4:593–97.

Handayani, Murnaningsih Wahyu. 2023. “Analisis Perencanaan Produksi Dengan Metode Titik Impas (Break Even Point).” Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Kontemporer (JAKK) 6(2). doi: 10.30596/jakk.v6i2.15875.

Handoko, T. 2015. “Manajemen Personalia Dan Sumber Daya Manusia.”

Hendryadi. 2011. Metode Pengumpulan Data Sekunder.

(53)

Iqdam Bima Habbatil Izzi, Al, and Gideon Setyo Budiwitjaksono. 2023.

“Profitabilitas UMKM: Analisis Perencanaan Laba Dengan Pendekatan Margin Of Safety.” Jurnal Riset Ilmu Akuntansi 2(3):57–66.

Jogiyanto. 2005. Analisis & Desain : Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur Teori Dan Praktik Aplikasi Bisnis.

Kasmir. 2016. Pengantar Manajemen Keuangan: Edisi Kedua. Prenada Media.

Kurnia, muhammad rizal. 2020. Pengantar Bisnis: Pengantar Bisnis.

Kusumawardani, Astrin, and Muhammad Iqbal Alamsyah. 2020. “Analisis

Perhitungan Bep (Break Even Point) Dan Margin of Safety Dalam Penentuan Harga Jual Pada Usaha Kecil Menengah.” Jurnal Ilmu Keuangan Dan

Perbankan (JIKA) 9(2):117–30. doi: 10.34010/jika.v9i2.2911.

Manuho, Priskila, Zevania Makalare, Trixie Mamangkey, and Novi Swandari Budiarso. 2021. “Analisis Break Even Point (Bep).” Jurnal Ipteks Akuntansi Bagi Masyarakat 5(1):21. doi: 10.32400/jiam.5.1.2021.34692.

Maruta, Heru. 2018. “Laba, Perencanaan Manajemen, Bagi.” Jurnal Akuntasi Syariah 2(1):9–28.

Mekarisce, Arnild Augina. 2020. “Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Pada Penelitian Kualitatif Di Bidang Kesehatan Masyarakat.” JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat 12(3):145–51. doi: 10.52022/jikm.v12i3.102.

Moleong, Prof. Dr. Lexy J. 2021. Metodologi Penelitian Kualitatif.

Mulyadi. 2023. Sistem Akuntansi. Penerbit Salemba.

Murthosiyah, Siti, and Maria Theresia Heni Widyarti. 2015. “Perencanaan Laba Menggunakan Analisis Biayavolume-Laba Pada Ukm Slamet Semarang Tahun 2014.” Jurnal Akuntansi Bisnis Dan Perbankan Indonesia 23(1).

Muzdalifah. 2017. “Analisis Break Event Point Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada D’yumnies Cake and Cookies Di Sungguminasa.” Ekonomi 4(1):9–15.

Paddilah, Sifa. 2018. “Analisis Break Even Point Sebagai Perencanaan Laba Pada Home Industri Kain Kasur Palembang Di Desa Kadu Kabupaten Tanggerang.”

(C):1–12.

Palenteng, Meylan F., Herman Karamoy, and Robert Lambey. 2022. “Penerapan Analisis Break Even Point Dan Margin Of Safety Sebagai Alat Bantu Manajerial Untuk Perencanaan Laba Pada De Nearby Hotel Manado.” Jurnal LPPM Bidang

(54)

EkoSosBudKum (Ekonomi, Sosial, Budaya, Dan Hukum) 6(1):159–68.

Rusandi, and Muhammad Rusli. 2021. “Merancang Penelitian Kualitatif

Dasar/Deskriptif Dan Studi Kasus.” Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam 2(1):48–60. doi: 10.55623/au.v2i1.18.

Salman Al Farisi. 2022. “Dalam Meningkatkan Kesejahteraan.” Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah 9(1):73–84.

Sawo, Milano Khemal, Octavianus H. A. Rogi, and Ricky S. M. Lakat. 2021.

“Analisis Pengembangan Kawasan Permukiman Berdasarkan Kemampuan Lahan Di Distrik Muara Tami.” Jurnal Spasial Vol. 8 No. 3, 2021 ISSN 2442- 3262 8(3):311–25.

Siregar, Sri. 2019. “Analisis Pengaruh Break Even Point (BEP) Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada PT. Kalbe Farma, Tbk Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.” 1–49.

Sugiono. 2018. Metode Penelitian Bisnis : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi Dan R&D. Alfabeta.

Sugiono S. 2019. “Metodologi Penelitian Kualitatif Kuantitatif Dan R\&D.”

Sugiyono. 2021. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D.”

Sugiyono, Prof. Dr. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan Kombinasi (Mixed Methods).

Suharnitha. 2022. “Pengaruh Biaya Variabel Dan Biaya Tetap Terhadap Penentuan Harga Jual Pada Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) Roti Di

Kecamatan Bone- Bone Kabupaten Luwu Utara.” Jurnal Universitas Muhammadiyah Palopo 1(3):1–11.

Supriyono, R. A., U. G. M. Press, and G. M. U. Press. 2018. Akuntansi Keperilakuan.

UGM PRESS.

Tangeren, Rachel, Jullie J. Sondakh, and Winston Pontoh. 2018. “Analisis Titik Impas Dan Batas Aman Sebagai Dasar Perencanaan Laba Jangka Pendek Pada Pt. Soho Industri Pharmasi Cabang Manado.” Going Concern : Jurnal Riset Akuntansi 13(04):373–80. doi: 10.32400/gc.13.03.20274.2018.

Widjanarko, Bambang. 2019. “Konsep Dasar Dalam Pengumpulan Data Penyajian Data.” Sats4213/Modul 1 1–45.

Yuliani, Ratna Ayu., Asrofi Langgeng. Noremansyah, and Dewi. Kartika. 2021.

“Analisis Break Even Point (Bep) Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada Umkm

(55)

Nara Grosir Desa Grogol Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal.” Jurnal Poltek Tegal 5(1):6.

Yulinda, Uswatun Hasanah, and Dyah Panuntun Utami. 2022. “Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba (Studi Kasus: P-IRT Tempe Syafira Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo).” Surya Agritama 11(2):159–73.

Yusra, Zhahara, Rufran Zulkarnain, and Sofino Sofino. 2021. “Pengelolaan Lkp Pada Masa Pendmik Covid-19.” Journal Of Lifelong Learning 4(1):15–22. doi:

10.33369/joll.4.1.15-22.

(56)

LAMPIRAN

(57)

PEDOMAN WAWANCARA

PENELITIAN PROPOSAL DENGAN JUDUL

“ANALISIS BREAK EVENT POINT PADA USAHA BATU MERAH DI KECAMATAN RANOMEETO”

Nama : Usia : Jabatan :

PERTANYAAAN :

1. Bagaimana awal berdirinya usaha Mois Cake?

2. Berapa modal awal usaha Mois Cake?

3. Dari mana sajakan ketersediaan biaya dan bahan baku kue yang diproduksi?

4. Bagaimana prosespembuatan prodak kue?

5. Apakah ada kenaikan biaya produksi diwaktu tertentu?

6. Berapakah jumlah produk kue yang dihasilkan setiap satu kali produksi?

7. Berapakah harga setiap kue yang di jual?

8. Berapakah laba yang di dapatkan dari hasil Penjualan?

(58)

9. Berapakah biaya tetap pada produksi kue?

No Bahan baku Harga

1 Minyak goreng 2 Telur

3 Gula 4 Tepung 5 Susu

6 Cocoa powder 7 Baking powder 8 Perisai coklat 9 Whip cream 10 Selay strawberry 11 Garnish

12 Tatakan kue 13 Dos kue

(59)

10. Berapakah biaya variabel pada produksi ?

No Alat pembuatan kue Harga

1 Listrik

2 Gas

3 Oven 4 Mixer

5 Gaji karyawan 6 Kompor 7 Kulkas 8 Loyang kue 9 Spatula

Gambar

Tabel 1. Penelitian Sebelumnya yang Relafan

Referensi

Dokumen terkait

Bertolak dari latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul “ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA

Rahmadani Lubis: Analisis Break Event Point dalam Perencanaan Laba UD... Rahmadani Lubis: Analisis Break Event Point dalam Perencanaan

Lila Fitriani: Analisis break even point terhadap peningkatan laba perusahaan..., 2006... Lila Fitriani: Analisis break even point terhadap peningkatan laba

ANALISA BREAK EVEN POINT MULTI PRODUK Sf,BAGAI ALAT PERENCANAAN LABA. PADA USAIIA KON'I'E(SI MIMI

melakukan penelitian dengan mengambil judul “ Analisis Break Even Point Dalam Perencanaan Laba Pada Usaha Jasa Persewaan Kendaraan ABBAD

ANALISIS METODE BREAK EVEN POINT TERHADAP PERENCANAAN PENJUALAN DAN TARGET LABA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu..

ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) SEBAGAI DASAR PERENCANAAN LABA DAN PENJUALAN (Studi Kasus pada Usaha Kerupuk Rambak UD Wahyu Abadi).. adalah hasil karya saya

PERANAN ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PRODUK KERUPUK IKAN PADA