• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Kegiatan Bolu Kukus Daun Katuk

N/A
N/A
Arif Algifari

Academic year: 2024

Membagikan "Proposal Kegiatan Bolu Kukus Daun Katuk"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL KEGIATAN

BOLU KUKUS DARI DAUN KATUK

TEKNOPRENEUR III

Disusun Oleh Nurul Aulia (2239030)

Eva Puspita (2239049) Tafdila Febriani (2239009)

PRODI S1 KEBIDANAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN

(2)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kita Panjatkan Atas Kehadirat Allah Swt Atas Karunia, Hidayah Dan Nikmatnya Hingga Kami Dapat Menyelesaikan Makalah Ini Yang Berjudul “Bolu Pandan Dari Daun Katuk”.Atas Terwujudnya Makalah Ini Kami Mengucapkan Terimakasih Kepada Semua Pihak Yang Telah Membantu Dalam Menyelesaikan Makalah Ini. Ucapan Terimakasih Kami Sampaikan Kepada Dosen Mata Kuliah Teknopreneur II Ibu Rika Herawati M.Kes Dan Orang Tua Yang Sudah Mensekolahkan Kami Sampai Jenjang Yang Sekarang Ini.,Rekan-Rekan Yang Mendukung Terwujudnya Makalah Ini .Makalah Ini Disusun Berdasarkan Hasil Rangkuman Dari Berbagai Sumber Referensi Yang Membahas Tentang “Bolu Kukus Dari Daun Katuk”.

Maksud Dan Tujuan Dari Penulisan Makalah ini Adalah Sebagai Tugas Akademis Yang

Diberikan Dosen Pada Mata Kuliah Praktikum Kwirausahaan Untuk Membantu Mahasiswa Pada Umumnya Dan Kami Sendiri Dalam Belajar.Kami Sadar Makalah Ini Masih Jauh Dari

Sempurna, Maka Dari Itu Kami Mengharapkan kritik Dan Saran Dari Pembaca Demi Perbaikan Menuju Arah Yang Lebih Baik.Demikan Makalah Ini, Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Yang Membacanya

Pasir Pengaraian, 17 April 2024

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...

DAFTAR ISI...

BAB 1 PENDAHULUAN...

1.1 Latar Belakang………...

1.2 Rumusan Masalah………..

1.3 Tujuan Penelitian………

1.4 Manfaat Penelitian………..

BAB II PEMBAHASAN

………..

2.1 Sejarah Bolu………

2.2 Pengertian Bolu………...

2.3 Tahap-Tahap Pembuatan Bolu Kukus……….

2.4 Bahan Baku Pembuatan Bolu Kukus………..

2.5 Langkah Langkah Pembuatan Bolu Kukus………

2.6 Rencana Anggaran Biaya………...

2.7 Analisa pendapatan……….

BAB III PENUTUP

………

3.1 Kesimpulan……….

3.2 Saran………

DAFTAR PUSTAKA

………

(4)

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Kue adalah kudapan atau makanan ringan yang bukan makanan utama. Kue biasanya bercita rasa manis atau ada pula yang gurih dan asin. Kue merupakan pengolahan dari suatu adonan baik itu tepung terigu,tepung beras ataupun tepung sagu aren yang dicampur dengan bahan tambahan lainnya seperti bahan pemberi rasa, warna, aroma, dan lain-lain. Sedangkan kue tradisional Indonesia adalah kudapan yang terbuat dari bahan hasil kekayaan alam Indonesia, dengan teknik membuat, alat dan penyajian yang khas Indonesia. Kue trradisional Indonesia biasanya dikategorikan menurut kadar airnya menjadi kue basah dan kue kering. Kue Indonesia dapat diolah dengan cara dikukus, direbus, dipanggang dan digoreng. Eksistensi kue tradisional di Indonesia sudah kalah dengan kue- kue modern. Penyebab menurunnya eksistensi kue tradisional Indonesia adalah pengaruh globalisasi yang membuat kue-kue tradisional Indonesia menjadi kurang diminati dibandingkan dengan kue-kue kontinental dan lainnya selain itu, para pembuat kue tradisional adalah mereka-mereka yang sudah dapat dikatakan lansia dan tidak sedikit pemuda yang enggan untuk ikut serta meneruskan membuat kue tradisional Indonesia sehingga kue tradisional Indonesia sulit ditemui

Salah satu contoh kue tradisional Indonesia adalah bolu kukus. Bolu kukus yang beredar dipasaran adalah bolu kukus yang berbentuk mekar dan memiliki corak dibagian atasnya, corak tersebut di dapatkan dari tambahan pewarna atau pasta yang dimasukkan kedalam adonan.

Penggunaan bolu kukus di Indonesia adalah sebagai kudapan pada saat acara perayaan agama, upacara adat dan acara sosial. Kue bolu kukus ini banyak diminati oleh penduduk Indonesia karena bentuknya yang unik yaitu mekar seperti bunga, tekstur yang lembut serta warna yang sangat menarik.Bolu merupakan salah satu makanan yang sangat disukai oleh masyarakat Indonesia. Bolu kukus sangat beranekaragam, ada yang dibuat dengan menambahkan santan, gula merah, daun pandan dan pisang,.Menurut Veranita (2012),

bolu kukus adalah bolu yang berbahan dasar tepung terigu dan dimasak dengan cara dikukus. Bolu kukus merupakan salah satu sajian kuliner kue yang sangat istimewa sangat terkenal diseluruh penjuru Indonesia. Bolu kukus sendiri tergolong dalam makanan atau jajanan yang cukup mudah dijumpai, karena sering kali dijual di pinggir pinggir jalan.

Bolu kukus ini memiliki rasa yang begitu enak, lezat dan memiliki tekstur yang lembut.

Kue bolu itu sendiri merupakan jenis makanan berbahan dasar dari tepung terigu, kue bolu biasanya menggunakan bahan campuran seperti tepung terigu, gula dan telur. Kue bolu umumnya dimasak dengan menggunakan dua cara yaitu dengan cara dipanggang di dalam oven serta dengan cara dikukus (Rohimah, 2008).

(5)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, identifikasi masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana sejarah bolu ? 2. Apa pengertian bolu ?

3. Bagaimana tahap- tahap pembuatan bolu kukus ? 4. Apa saja bahan baku pembuatan bolu kukus ? 5. Bagaimana proses pembuatan bolu ?

6. Bagaimana langkah- langkah membuat bolu kukus

1.3 TUJUAN PENULISAN

1. Untuk mengetahui sejarah bolu ? 2. Untuk mengetahui pengertian bolu ?

3. Untuk mengetahui tahap- tahap pembuatan bolu kukus ? 4. Untuk mengetahui bahan baku pembuatan bolu kukus ? 5 Untuk mengetahui proses pembuatan bolu ?

6. Untuk mengetahui langkah- langkah membuat bolu kukus ?

1.4 MANFAAT PENULISAN

Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah:

1. Bermanfaat sebagai suatu proses belajar dalam membuat makalah.

2. Bermanfaat sebagai suatu proses belajar untuk mengetahui mengenai cara pembuatan bolu kukus

(6)

BAB II PEMBAHASAN 2.1 SEJARAH BOLU

Bolu merupakan makanan manis (sweet goods) yang terbuat dari bahan utama: tepung terigu, gula, telur dan margarin. Sejarah Cake sangat panjang dan tidak dapat dilepaskan dengan sejarah roti, yang berasal dari mesir kuno. Secara etimologi berdasar Kamus Oxford, kata bolu atau Cake (dalam bahasa Inggris) berasal dari kata “Kaka” yang berasal dari bahasa kuno Norse (yaitu bahasa yang di gunakan oleh pendatang dari utara Jerman) di wilayah scandinavia masa era viking pada abad 13. Cake pada masa itu sangat berbeda dengan cake yang kita makan pada masa sekarang.Bentuk cake menyerupai roti dengan rasa manis yang berasal dari madu.Pada awal sejarah Bolu, bolu di buat untuk memperingati ritual upacara keagamaan, namun seiring dengan perkembangan zaman cake di sajikan secara khusus untuk memperingati hari bersejarah dalam kehidupan manusia seperti hari kelahiran, perkawinan, pembabtisan, masa liburan dan bahkan di sajikan saat ada kematian, sebagai kue spesial untuk penghormatan bagi orang-orang tercinta.Perkembangan bolu mulai sangat bervariatif pada abad 19 sejak di ketemukannya baking powder sebagai bahan pengembang cake (leavening agent) sehingga kita dapat mengenal cake seperti yang kita makan saat ini, dengan penambahan gula icing sebagai topping ataupun penggunaan butter cream sebagai hiasan ataupun filling.Istilah bolu yang sebelumnya di kenal sebagai makanan yang memiliki bentuk seperti roti dengan penambahan madu sebagai pemanis, menjadi sangat beragam setelah di ketemukannya bahan pengembang cake tersebut. Di berbagai negara Eropa sejarah cake di kenal sangat beragam.Ditinjau dari penggunaan bahan utama yaitu Tepung terigu, gula, telur, dan margarin dengan perbandingan 1:1:1:1 , maka di kenal dengan Istilah Pound Cake yang berkembang di wilayah Inggris Raya. Penyajian bentuk pound cake biasanya dengan menggunakan Loyang roti (loaf Pan) atau di bentuk “bundt” dengan bagian tengah berlubang dengan taburan gula icing. Sedangkan di Perancis Cake atau bolu di kenal istilah gateaux yang merupakan makanan yang berasal dari adonan pastry seperti:puff pastry, shortcrust pastry,sweet pastry, choux pastry (kue sus), Genoese dan meringue. Gateaux adalah jenis cake sederhana berbentuk bulat dengan bahan utama terigu dan air dengan penambahan bahan telur, madu, butter cream dan susu

(7)

2.2 PENGERTIAN BOLU

Kue bolu adalah kue berbahan dasar tepung (umumnya tepung terigu, gula, telur). Kue bolu umumnya dimasak dengan cara dipanggang dengan oven, walaupun ada jugayang namanya bolu kukus. Banyak macam bolu, misalnya kue tart yang bisa digunakan untuk acara pesta pernikahan dan hari raya ulang tahun, dan bolu juga bias digunakan untuk acara lain (veranita, 2012). Bolu merupakan produk yang terbuat dariterigu, gula, dan telur. Pembuatan bolu

membutuhkan pengembangan gluten dan biasanya digunakan bahan pengembang kimiawi serta dibutuhkan pembentukan emulsi kompleks air dalam minyak dimana lapisan air terdiri dari gula terlarut dan partikel tepung terlarut. Perbedaan yang paling utama antara bolu dengan produk lain adalah ada tekstur adonan, adonan bolu bertekstur kental (Sunaryo 1985 dalam Rakhmah, 2012).

Sedangkan menurut Anissa (2011) bolu kukus adalah adonan cake bolu berbentuk bulat dimana kukusan yang digunakan dipanaskan terlebih dahulu sebelum adonan dimasukkan agar adonan dapat mengembang dengan baik dan sempurna

2.3 TAHAP- TAHAP

Menurut muchtar (2019) Tahap tahap pembuatan bolu kukus adalah sebagai berikut:

1.Pengadukan

Gula pasir dan telur ayam sehingga berbusa,kemudian pemasukan SP/ovalet,pengadukan di lakukan hingga putih kental

2.pencampuran

Penambahan tepung terigu,vanili,baking powder dengan kecepatan rendah hingga adonan tercampur rata,kemudian pengadukan himgga adonan rata

3.Pencetakan

Adonan yang sudah siap pemasukan ke dalam loyang (cetakan) beralas kertas hingga hampir penuh

(8)

4.pengukusan

Memanaskan terlebih dahulu dandang berisi air yang cukup kemudian kukus adonan yang sudah cetak dalam dandang panas selama 15 menit

. 5. Penirisan

Mengangkat bolu kukus yang sudah jadi, agar tidak terkena tetasan dari tutup dandang dan mengunggu bolu kukus hingga dingin

. 6. Pengemasan

Setelah bolu kukus dingin, kemudian memotong bolu sesuai selera dan dikemas dengan plastik satu persatu atau dimasukan ke dalam tempat yang memiliki tutup, agar bolu lembut hingga esok harinya.

2.4 BAHAN BAKU PEMBUATAN BOLU

1. Tepung Terigu

Tepung terigu memiliki kandungan protein unik yang membentuk suatu massa lengket dan elastis ketika dibasahi air. Protein tersebut dikenal sebagai gluten. Gluten merupakan campuran antara dua kelompok atau jenis protein gandum, yaitu glutenin dan gliadin. Glutenin memberikan sifat-sifat yang tegar dan gliadinmemberikan sifat yang lengket sehingga mampu memerangkap gas yang terbentuk selama proses

pengembangan adonan dan membentuk struktur remah produk (Faridah dkk, 2008). Fungsi tepung terigu adalah untuk membentuk jaringan roti.Gunakan tepung terig yang mempunyai kandungan protein tinggi (±13%), karena protein tinggi membantu memberikan volume yang baik terhadap hasil jadi roti. Kadang kala tepung terigu berprotein tinggi dicampur dengan tepung terigu protein sedang (±11%)supaya

menghasilkan roti yang empuk dengan volume yang baik. Protein tepung mengandung glutenin dan gliadin, yang kalau dicampur dengan air dan diuleni akan menjadi gumpalan yang elastis atau gluten (Makmoer, 2003)

(9)

.2. Gula pasir

Fungsi gula dalam pembuatan kue adalah menghaluskan crumb,memberirasa manis, membantu aerasi, menjaga kelembaban, memberi warna pada kulit,melembutkan crumb, memperpanjang umur simpan. Gula ini dapat digunakan untuk teknik creaming atau sponge.

3.Telur

Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memiliki rasa lezat, mudah dicerna dan bergizi tinggi. Telur terdiri dari protein 13%, lemak 12%, serta vitamin dan mineral. Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian kuning telurnya,Macam-macam jenis telur antara lain telur ayam, telur bebek, puyuh, dan lain-lain (Gardjito, 2009)

Dalam pembuatan kue telur yang biasa digunakan adalah telur ayam.Kualitas telur yang baik adalah telur yang utuh dan bersih dari kotoran, masih segar dan kuning telurnya masih utuh dan berada ditengah- tengah putih telur dan kental, jika dipecahkan warna nya kuning dan tidak kusam. Adapun fungsi telur adalah sebagai pengikat bahan- bahan lain dalam adonan, membantu mempertajam warna pada permukaan kulit (Desrosier, 1988)

Telur merupakan bahan yang harus ada dalam pembuatan roti dan kue. Lecitin dalam kuning telur mempunyai daya emulsi sedangkan lutein dapat membangkitkan warna pada hasil produk.Telur berfungsi sebagai penambah warna, rasa, kelembaban, membentuk struktur, dan menambah gizi,Fungsi telur dalam penyelenggaraan gizi kuliner sebagai pengental,perekat atau pengikat (Veronita 2012)

2.5 PROSES PEMBUATAN BOLU

Menurut Erdia, (2014), pada dasarnya proses pembuatan bolu kukus yaitu

1. Pengocokan gula dan telur.Gula pasir dan telur dikocok menggunakan mixer dengan kecepatan tinggi hingga mengembang dan putih kaku

.2. Pencampuran Kemudian bahan dimasukan seperti tepung terigu,

(10)

3. Pengukusan Adonan yang sudah jadi kemudian dimasukkan ke dalam cetakan bolu kukus yang telah dialasi kertas kue. Dikukus selama 20-30menit.Pengukusan merupakan proses pemasakan bahan pangan dengan menggunakan media air panas diletakkan di atas wadah berlubang-lubang kecil sebagai saringan berada di dalam panci yang berisi air.

2.6 LANGKAH – LANGKAH PEMBUATAN BOLU KUKUS

Bahan alat 1.tepung segitiga biru (2 gelas polos) 1.Mixer 2.gula ( satu gelas polos) 2.Baskom 3.telur (2 butir ) 3.Dandang

4.tbm (1 sendok the) 4.cetakan bolu kukus 5.daun katuk ( 1 ikat ) 5.kertas bolu kukus

- langkah pembuatan

1. Mixer bahan gula,tbm,telur sampai putih

2. Masukan bahan tepung sambil diayak dan masukan air katuk yang sudah di blender dan disaring Mixer sebentar sampai tercampur dan mengembang

3. Tuang bahan ke dalam cetakan lalu di kukus di dandang dengan api sedang 4. Tutup dandang dengan dilapisi kain segi empat .

5. Kukus selama 15-20 menit. Gunakan api sedang supaya bolu matang merata.

6. Angkat,Dinginkan,lepas bolu dari cetakan dan susun di tempat lain

7. Setelah uap panas hilang. Masukan dalam mika yg telah diberi alas,kemudian bolu siap di sajikan.

(11)

2.6 RENCANA ANGGARAN BIAYA

NO NAMA BARANG KUANTITAS HARGA

1. Tepung Segitiga Biru 1/4 Rp.3.500

2. Gula 1/4 Rp.4.500

3. TBM 1 Bungkus Rp.2.000

4. Telur 2 Butir Rp.6.000

5. Kertas Kukus 1 pack (isi 50) Rp.1.000

6. Daun Katuk 1 ikat 1 Ikat Rp.3.000

Total modal :Rp.20.000.00 Di jual dengan harga :Rp.3.000.00

2.7 ANALISA PENDAPATAN

(Harga jual x jumlah produksi) - Modal usaha bahan baku

= (Rp .3.000 x 25 ) – Rp.20.000

= Rp.75 .000 – Rp.20.000

= Rp.55.000

(12)

BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN

Kue bolu adalah kue berbahan dasar tepung (umumnya tepung terigu, gula, telur). Kue bolu umumnya dimasak dengan cara dipanggang dengan oven, walaupun ada juga yang namanya bolu kukus. Banyak macam bolu, misalnya kue tart yang bisa digunakan untuk acara pesta

pernikahan dan hari raya ulang tahun, dan bolu juga bisa digunakan untuk acara lain. Poses pembuatan bolu kukus pada dasarnya yaitu tahap pengocokan gula dan telur, lalu tahap pencampuran dan tahap pengukusan.

3.2 SARAN

Kami sebagai penulis menyadari jika makalah ini banyak sekali memiliki kekurangan yang jauh dari kata sempurna. Tentunya, penulis akan terus memperbaiki makalah dengan mengacu kepada sumber yang bisa dipertanggungjawabkan nantinya. Oleh sebab itu, penulis sangat

mengharapkan adanya kritik serta saran mengenai pembahasan makalah di ata

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Andriani, D. 2012. Studi Pembuatan Bolu Kukus Tepung Pisang Raja [skripsi].

Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan. Universitas Hassanudin.

Makasar.

Anshari, A., Desyana, O., Misna, M. 2010. Pemanfaatan Biji Cempedak Sebagai Alternatif Pengganti Tepung Terigu Dengan Kualitas dan Gizi Tinggi.

Program Kreatif Mahasiswa. Universitas Negeri Malang.

Aprianto, A. 2006. Bahan Pembuat Bakery dan Kue.

http://dunia.pelajarislam.or.id. Diakses tanggal 12 September 2015.

Apriliyanti, T. 2010. Kajian Sifat Fisikokimia dan Sensori Tepung Ubi Jalar Ungu Dengan Variasi Proses Pengeringan. Skripsi. Fakultas Pertanian

Universitas Sebelas Maret Surakarta.

APTINDO (Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia). 2014. Overvie Industri Tepung Terigu Nasional Indonesia. Jakarta: APTINDO.

Arpah. 2001. Penentuan Kadaluwarsa Produk Pangan. Program Studi Ilmu Pangan, IPB.

BPS (Badan Pusat Statistik). 2009. Konsumsi Pangan Pokok Susenas. Jakarta:

Statistik Indonesia. Diakses 12 September 2015.

Referensi

Dokumen terkait

Hal tersebut juga dilakukan pada mata kuliah lapangan seperti mata kuliah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)/ Magang III. Mata kuliah PPL / Magang III memiliki kegiatan yang

Substitusi Tepung Biji Nangka Pada Pembuatan Kue Bolu Kukus Ditinjau dari Kadar Kalsium, Tingkat Pengembangan dan Daya Terima.. Rafiq, Kazi; Shamshad J Sherajee; MA

Mata kuliah Penyusunan Proposal Penelitian (P3) oleh sebagian besar mahasiswa dipersepsikan sebagai awal dari proses pengerjaaan skripsi, sehingga tugas-tugas pada mata kuliah

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kelompok daun katuk dosis 1 (kelompok III) dan dosis 2 (kelompok IV) dengan kelompok kontrol

Kesimpulan adalah ekstrak daun katuk dan ekstrak daun kelor bisa diberikan pada ibu hamil trimester III dan tidak menimbulkan komplikasi proses persalinan, ekstrak

Hasil Pembuatan Bolu dari Daun Kelor SIMPULAN Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat oleh tim pelaksana pengabdian IKIP Muhammadiyah Maumere di Desa Bola menunjukan

Proposal bisnis untuk perusahaan CV. HIFNOT- EGG guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar

Laporan berisi identifikasi simplisia yang berasal dari daun (folium) untuk memenuhi tugas mata kuliah