• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Simplisia Dari Daun (Folium)

N/A
N/A
Intan Indiraputri Kurniawan

Academic year: 2024

Membagikan "Identifikasi Simplisia Dari Daun (Folium)"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM VIII

IDENTIFIKASI SIMPLISIA YANG BERASAL DAUN (FOLIUM)

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah : Farmakognosi

Dosen Pengampu:

Meiliza Ekayanti, M.Si.

Oleh:

Intan Indiraputri Kurniawan 12023031

KELAS NON-REGULER

PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

PRIMA INDONESIA BEKASI

2024

(2)

2 KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmatnya penyusun dapat menyelesaikan laporan praktikum ini tepat waktu tanpa ada halangan yang berarti dan sesuai dengan harapan.

Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada ibu Meiliza Ekayanti, M.Si.

sebagai dosen pengampu mata kuliah Farmakognosi yang telah membantu memberikan arahan dan pemahaman dalam penyusunan laporan praktikum ini.

Saya menyadari bahwa dalam penyusunan laporan praktikum ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan saya. Maka dari itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan laporan praktikum ini.

Semoga apa yang ditulis dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

Bekasi, 6 Agustus 2024

Intan Indiraputri Kurniawan

(3)

3 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………..………. 2

DAFTAR ISI………..……… 3

BAB I: PENDAHULUAN

1.1 Teori Singkat ………. 4

1.2 Tujuan Praktikum …..……… 5

BAB II: PEMBAHASAN

2.1 Alat dan Bahan …………...

2.2 Prosedur Kerja ………..………..…………

2.3 Data Pengamatan ………...…………...………...

2.4 Hasil dan Pembahasan ………..……...………...

6 6 7 14

BAB III: KESIMPULAN.……… 18

DAFTAR PUSTAKA……… 19

(4)

4 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Teori Singkat

Simplisia daun (folium) merupakan jenis simplisia yang paling umum digunakan sebagai bahan baku ramuan obat tradisional atau minyak atsiri.

Simplisia daun biasanya dipakai dalam bentuk segar atau dikeringkan. Sebagian simplisia daun terkadang berupa pucuk tanaman yang terdiri dari beberapa daun muda. Daun adalah salah satu organ bagian dari tubuh tumbuhan. Secara umum, pada tumbuhan harus mempunyai daun batang dan akar. Daun sendiri merupaka organ bagian tumbuhan yang sangat penting karena daun adalah tempat pengambilan zat-zat makanan terutama pada berupa zat gas CO2, selain itu sebagai pengelola zat-zat makanan, penguapan air, dan pernapasan bagi tumbuhan itu sendiri (Amaroh, 2019).

Daun merupakan organ tumbuhan yang sangat penting dan pada umumnya merupakan bagian yang terbanyak pada tumbuhan. Daun terdapat pada batang.

Bagian batang tempat duduknya daun atau tempat melekatnya daun disebut dengan buku-buku (nodus) batang, dan tempat diatasnya daun merupakan sudut antara batang dengan tangkai daun disebut dengan ketiak daun (axilla).

Daun biasanya pipih, lebar, bewarna hijau dan memiliki bentuk paling berdgam dibandingkan dengan organ tumbuhan yang lain. Daun pada umumnya memiliki umur yang terbatas sehingga pada saat tertentu akan gugur dan pada beberapa jenis tanaman meninggal bekas yang mat jelas seperti pada nangka (Artocarpus heterophylla) dan singkong (Manihot uttilisima). Sepanjang perjalannan daun mengalami perubahan warna yang pada saat mudah bewarna hijau muda, saat dewasa bewarna hijau tua, namun menjelang gugur akan berubah warna menjadi pucat atau kekuningan. Pada tumbuhan tertentu daun dewasa tidak bewarna hijau tetapi merah atu kuning seperti pada tanaman puring (Puring variegatum) (Novita, 2023)

Morfologi daun (Folium) terdiri dari daun tunggal (Folium simplex) dan daun majemuk (Folium compositum) dengan struktur daun meliputi bangun daun (Circumscription) bertipe memanjang (Oblongus), bulat telur (Ovatus),

(5)

5 lanset (Lanceolatus), pedang (Ensiformis), segitiga (Triangularis), jantung (Cordatus), delta (Deltoideus), pita (Ligulatus), jorong (Ovalis), Pangkal daun (Basis Folli) bertipe membulat (Rotundus), tumpul (Obtusus), meruncing (Acuminatus). Ujung daun (Apex folii) bertipe ruancing (Acutus), tumpul (Obtusus), merunacing (Acuminatus), memabulat (Rotundus), dan rata (Integer). Tepi daun (Margo folii), bertipe bergerigi (Partitus), rata (Integer), bercangap (Fissus), berlekuk (Lobatus) . System pertulangan daun (Nervatio) bertipe menyirip (Penninervis), menjari (Palminervis), dan sejajar (Rectinervis). Daging daun (Intervenium), bertipe kaku (Perkamenteus), tipis seperti kertas (Papyraceus), lunak (Herbaceous), dan berdaging (Carnosus), permukaan daun bertipe kasar, berbulu (Pilosus), gundul (Glaber), bersisik (Lepidus), licin (Laevis), rata (Integer), dan berbulu (Pilosusu). Warna daun berwarna hijau (Ardila et al., 2022).

Tata letak daun (Phyllotaxis), terdiri dari 3 jenis yaitu tersebar (Folia sparsa), saling berhadapan (Folia opposite), dan berkarang (Folia verticillata).

Modifikasi tumbuhan yang ditemukan adalah sulur (Cirrus), rimpang (Rhizoma), dan duri (Spina). Morfologi bunga (Flos) bertipe bunga tunggal (Planta unifloris), dan bunga majemuk (Anthotaxis), yang terdapat pada ketiak daun (Flos axillaris) dan ujung daun (Flos terminalis). Morfologi buah (Fructus) bertipe buah semu (semu tunggal, semu ganda, semu majemuk) dan buah sejati, (buah sejati tunggal tunggal kering (bunga kendaga, buah kotak, buah polong), buah sejati tunggal berdaging dengan jenis (buah buni dan buah batu), buah sejati majemuk (buah tongkol dan buah bongkol) (Ardila et al., 2022).

1.2 Tujuan Praktikum

Mahasiswa mampu mengidentifikasi serbuk simplisia yang berasal dari folium (daun) secara makroskopik dan mikroskopik.

(6)

6 BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Alat dan Bahan

Alat: Bahan:

1. Gelas objek 1. Orthosiphon stamineusFolium 2. Gelas penutup (cover) 2. Vitex trifoliaFolium

3. Mikroskop 3. Syzygium polyanthum Folium 4. Aquadest 4. Elephantopus scaberFolium 5. Pipet tetes 5. Anacardium occidentaleFolium

2.2 Prosedur Kerja

1. Ambil sampel daun yang akan diamati kemudian cuci dengan bersih 2. Sayat daun secara longitudinal untuk bagian atas dan bawah daun, atau

sayat secara cross sectional pada bagian tengah daun.

3. Amati dibawah mikroskop dan perhatikan fragmen pengenal masing- masing daun sebagai berikut:

a. Orthosiphonis Folium

Tanaman asal : Orthosiphon stamineus

Fragmen id : Epidermis dengan rambut penutup, epidermis atas dengan sisik kelenjar, rambut penutup, epidermis bawah dengan stomata dan berkas pengangkut penebalan spiral.

b. Caricae Folium

Tanaman asal : Carica papaya L.

Fragmen id : Epidermis atas berbentuk segiempat sampai poligonal, kutikula tebal, banyak stomata di epidermis bawah, mesofil, hablur kalsium oksalat bentuk roset lepas atau dalam parenkim,

pembuluh kayu.

c. Syzygii Folium

Tanaman asal : Syzygium polyanthum

Fragmen id : Epidermis bawah dengan stomata tipe parasitik, berkas pengangkut, serabut

sklerenkim, epidermis atas dan kristal kalsium oksalat bentuk roset, lepas

(7)

7 d. Morindae Folium

Tanaman asal : Morinda citrifolia L.

Fragmen id : Epidermis atas berbentuk poligonal dengan stomata tipe parasitik, stomata lebih banyak daripada epidermis atas, berkas pembuluh tipe kolateral, kutikula tebal, hablur kalsium oksalat berbentuk jarum, lepas atau terdapat di dalam mesofil, epidermis bawah berbentuk poligonal dinding antiklinal lurus.

e. Psidii Folium

Tanaman asal : Psidium guajava L.

Fragmen id : Epidermis atas bentuk poligonal tidak terdapat stomata, epidermis bawah bentuk poligonal terdapat stomata, rambut penutup pada kedua permukaan namun lebih banyak pada permukaan bawah, jaringan air di bawah epidermis atas, idioblas berisi hablur kalsium oksalat bentuk roset dan prisma, kelenjar minyak, mesofil dengan kelenjar lisigen.

2.3 Data Pengamatan

Nama Simplisia: Orthosiphonis Staminei Folium (Daun Kumis Kucing) Gambar Mikroskopik

1.

Perbesaran: 10x

Fragmen Sel Pengenal:

1. Epidermis atas 2. Bagian tengah daun 3. Epidermis bawah

(8)

8 2.

3.

Nama Simplisia: Caricae Folium (Daun Pepaya) Gambar Mikroskopik

1.

Perbesaran: 10x

Fragmen Sel Pengenal:

1. Stomata

2. Rambut pelindung/penutup 3. Kristal kalsium oksalat 4. Epidermis bawah

(9)

9 2.

3.

4.

(10)

10 Nama Simplisia: Syzygium

polyanthum (Daun Salam) Gambar Mikroskopik A. Bagian bawah

B. Bagian tengah

Perbesaran: 10x

Fragmen Sel Pengenal:

A. Bagian bawah 1. Sel minyak 2. Stomata 3. Sklerenkim

B. Bagian Tengah 1. Rambut 2. Stomata

(11)

11 C. Bagian atas

C. Bagian atas 1. Sel minyak

2. Parenkim berbentuk gelombang

Nama Simplisia: Morindae Folium (Daun Mengkudu)

Gambar Mikroskopik 1.

Perbesaran: 10x

Fragmen Sel Pengenal:

1. Aerenkim 2. Sklerenkim 3. Stomata

(12)

12 2.

3.

(13)

13 Nama Simplisia: Psidii Folium

(Daun Jambu Biji) Gambar Mikroskopik A. Bagian atas

B. Bagian tengah

C. Bagian bawah

Perbesaran: 10x

Fragmen Sel Pengenal:

A. Bagian atas 1. Epidermis 2. Aerenkim 3. Mesofil

B. Bagian tengah 1. Rambut penutup

C. Bagian bawah 1. Rambut penutup 2. Kristal kalsium oksalat

(14)

14 2.4 Hasil dan Pembahasan

a. Orthosiphonis Staminei Folium (Daun Kumis Kucing)

Pemerian daun kumis kucing berupa helaian daun, rapuh, bentuk bulat telur, lonjong, belah ketupat memanjang atau bentuk lidah tombak, pangkal membulat sampai runcing, tepi beringgit sampai bergerigi tajam, ujung runcing sampai meruncing, pertulangan daun menyirip, ibu tulang daun tampak jelas, batang dan cabang-cabang berbentuk persegi, warna agak ungu, kedua permukaan halus; warna hijau kecokelatan; tidak berbau;

rasa agak pahit.

Klasifikasi tanaman asal:

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermathopyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae

Ordo : Lamiales

Familli : Lamiaceae

Genus : Orthosiphon

Spesies : Orthosiphon stamineus Benth.

Fragmen pengenalnya adalah epidermis atas dengan rambut penutup, epidermis bawah dengan stomata dan rambut sisik, rambut penutup dan berkas pengangkut dengan penebalan tipe spiral.

Pengamatan mikroskopis perbesaran 10x Orthosiphonis Staminei Folium pada praktikum ini dapat ditemukan fragmen sel pengenal berupa epidermis atas dan epidermis bawah daun yang disayat dengan cara longitudinal, dan diambil bagian tengah daun yang disayat secara cross sectional.

b. Caricae Folium (Daun Pepaya)

Daun papaya memiliki bau aromatic yang khas dan rasa yang sangat pahit. Helaian daun rapuh dengan warna permukaan atas hijau tua, permukaan bawah berwarna lebih muda, bentuknya bundar dengan tulang- tulang daun menjari, pinggir daun bercangap sampai berbagi menjari. Ujung

(15)

15 daun lancip, pangkal daun berbentuk jantung. Garis tengah helaian daun 25 cm sampai 75 cm.

Klasifikasi tanaman asal:

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta Kelas : Dicotyledoneae

Ordo : Caricales

Famili : Caricaceae

Genus : Carica

Spesies : Carica papaya L.

Fragmen pengenalnya adalah fragmen epidermis atas, fragmen epidermis bawah dengan stomata tipe anomositik, hablur kalsium oksalat berbentuk roset, lepas atau dalam parenkim, dan fragmen pembuluh kayu.

Pengamatan mikroskopis perbesaran 10x Caricae Folium pada praktikum ini dapat ditemukan fragmen sel pengenal berupa epidermis atas dan epidermis bawah dimana terdapat stomata, rambut pelindung/penutup, dan terlihat kristal kalsium oksalat.

c. Syzygium polyanthum (Daun Salam)

Pemerian dari daun salam berupa helaian daun tunggal, bertangkai pendek, bentuk jorong memanjang, pangkal daun runcing, tepi rata, menggulung, ujung runcing, tumpul bahkan terbelah, kedua permukaan halus, licin, mengilat, pertulangan daun menyirip, ibu tulang daun tampak jelas menonjol ke permukaan bawah; permukaan atas berwarna cokelat kehijauan, permukaan bawah cokelat tua; bau aromatik lemah; rasa kelat.

Klasifikasi tanaman asal:

Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliopyta Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Myrtales

Famili : Myrtaceae

Genus : Syzygium

Spesies : Syzygium polyanthum (Wight) Walp

(16)

16 Fragmen pengenalnya adalah kristal kalsium oksalat bentuk prisma, epidermis atas, epidermis bawah dengan stomata, unsur-unsur xilem dengan noktah, dan sklerenkim.

Pengamatan mikroskopis perbesaran 10x Syzygium polyanthum pada praktikum ini dapat ditemukan fragmen sel pengenal berupa sklerenkim pada epidermis bawah daun, rambut penutup pada bagian tengah daun, stomata pada epidermis bawah dan bagian tengah daun, parenkim berbentuk gelombang di epidermis atas, dan sel-sel minyak pada epidermis atas dan bawah.

d. Morindae Folium (Daun Mengkudu)

Berdasarkan Materia Medika Indonesia edisi 5 tahun 1989, helaian daun mengkudu umumnya tidak utuh, berwarna hijau sampai hijau tua kekuningan, bentuk bundar telur, lebar hingga berbentuk elip, panjang 4,5 cm sampai 21 cm. lebar 4,5 cm sampai 8 cm, ujung daun runcing, pangkal daun meruncing, pinggir daun rata. Daun penumpu berbentuk bundar telur, pinggir rata warna hijau kekuningan, Panjang 0,5 cm sampai 1,5 cm, tangkai daun 0,5 cm sampai 1,5 cm. Tulang daun menyirip jelas.

Klasifikasi tanaman asal:

Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledone Sub kelas : Sympatalae

Ordo : Rubiales

Famili : Rubiaceae

Genus : Morinda

Spesies : Morinda citrifolia L.

Fragmen pengenal Morindae Folium pada penampang melintang melalui tulang daun tampak epidermis atas terdiri dari 1 lapis sel berbentuk empat persegi panjang, kutikula tebal, stomata sedikit. Epidermis bawah terdiri dari 1 lapis sel berbentuk segi empat, kutikula tebal dan stomata lebih banyak dengan tipe parasitik. Mesofil meliputi jaringan palisade, terdapat

(17)

17 hablur kalsium oksalat berbentuk jarum, berkas pembuluh tipe kolateral (MMI, 1989).

Pengamatan mikroskopis perbesaran 10x Morindae Folium pada praktikum ini berhasil ditemukan fragmen sel pengenalnya berupa aerenkim, sklerenkim dan stomata.

e. Psidii Folium (Daun Jambu Biji)

Pemerian dari daun jambu biji berupa helaian daun tunggal, bertangkai pendek, helai daun berbentuk bulat memanjang, pangkal daun bulat sampai rata, tepi rata, agak menggulung ke atas, ujung runcing sampai meruncing, permukaan atas agak licin, pertulangan daun menyirip, ibu tulang daun dan tulang cabang menonjol pada permukaan bawah;

permukaan atas berwarna hijau kecokelatan, permukaan bawah berwarna hijau; bau khas; mula-mula tidak berasa lama-lama kelat dan pahit.

Klasifikasi tanaman asal:

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta Sub Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae

Ordo : Myrtales

Famili : Myrtaceae

Genus : Psidium

Spesies : Psidium guajava L.

Fragmen pengenalnya adalah epidermis bawah dengan rambut sisik dan kristal kalsium oksalat bentuk roset, rambut penutup, epidermis bawah dengan stomata, berkas pengangkut dengan penebalan tipe tangga, dan mesofil dengan idioblas berupa sel minyak.

Pengamatan mikroskopis perbesaran 10x Psidii Folium pada praktikum ini dapat ditemukan fragmen sel pengenal berupa epidermis, aerenkim dan mesofil pada bagian atas daun yang disayat secara longitudinal, rambut penutup dan kristal kalsium oksalat pada epidermis bawah, dan saat dilakukan penyayatan secara cross sectional pada daun bagian tengah ditemukan juga rambut penutup.

(18)

18 BAB III

KESIMPULAN

1. Orthosiphonis Staminei Folium pada praktikum ini dapat ditemukan fragmen sel pengenal berupa epidermis atas dan epidermis bawah daun yang disayat dengan cara longitudinal, dan diambil bagian tengah daun yang disayat secara cross sectional.

2. Caricae Folium pada praktikum ini dapat ditemukan fragmen sel pengenal berupa epidermis atas dan epidermis bawah dimana terdapat stomata, rambut pelindung/penutup, dan terlihat kristal kalsium oksalat.

3. Syzygium polyanthum pada praktikum ini dapat ditemukan fragmen sel pengenal berupa sklerenkim pada epidermis bawah daun, rambut penutup pada bagian tengah daun, stomata pada epidermis bawah dan bagian tengah daun, parenkim berbentuk gelombang di epidermis atas, dan sel-sel minyak pada epidermis atas dan bawah.

4. Morindae Folium pada praktikum ini berhasil ditemukan fragmen sel pengenalnya berupa aerenkim, sklerenkim dan stomata.

5. Psidii Folium pada praktikum ini dapat ditemukan fragmen sel pengenal berupa epidermis, aerenkim dan mesofil pada bagian atas daun yang disayat secara longitudinal, rambut penutup dan kristal kalsium oksalat pada epidermis bawah, dan saat dilakukan penyayatan secara cross sectional pada daun bagian tengah ditemukan juga rambut penutup.

(19)

19 DAFTAR PUSTAKA

Amaroh, Efa. 2019. Kajian Mikroskopi Simplisia Folium. STIKes RS Anwar Medika Sidoarjo.

Ardila, Liani et al. Karakteristik Morfologi Tanaman Buah Di Desa Suka Damai Kecamatan Tungkaljaya Kabupaten Musi Banyuasin. Jurnal Indobiosains.

Vol 4. No. 2 Edisi Agustus 2022.

Farmakope Herbal Indonesia Edisi 1 Tahun 2008.

Materia Medika Indonesia Jilid 1 Tahun 1977.

Materia Medika Indonesia Jilid 5 Tahun 1989.

Novita, Aisar. 2023. Morfologi dan Anatomi Tumbuhan. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efek daun cengkeh (Caryophylli Folium) terhadap Ascaris suum.. Dalam penelitian ini digunakan 210 ekor Ascaris suum betina yang

Obat tradisional yang dapat digunakan untuk terapi analgetik adalah daun kelor (Moringae folium), sedangkan obat sintetik yang digunakan dalam terapi analgetik

Daun singkong ( Manihotis Folium ) dari tanaman singkong ( Manihot utilissima Pohl.) telah diketahui mempunyai kandungan rutin yang merupakan salah satu jenis

Karakteristik simplisia daun muda, daun tua dan daun campuran gaharu (A. malaccencis Lamk) memenuhi syarat standarisasi yang telah ditentukan. Simplisia daun muda

LAPORAN DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI. DISUSUN

Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas besar mata kuliah Perancangan Tata Letak Fasilitas Studi Teknik memenuhi tugas besar mata kuliah Perancangan Tata Letak

Penelitian mengenai terapi simplisia daun simpur bagi penderita dengan kondisi hiperglikemia merupakan suatu penelitian baru, sebelumnya telah ada beberapa

Makalah ini berisi tentang integrasi ekonomi regional untuk memenuhi tugas mata kuliah bisnis