• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efek Daun Cengkeh (Caryophylli Folium) Sebagai Antelmintik Terhadap Ascaris suum In Vitro.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Efek Daun Cengkeh (Caryophylli Folium) Sebagai Antelmintik Terhadap Ascaris suum In Vitro."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

EFEK DAUN CENGKEH (Caryophylli Folium) SEBACAI ANTELMINTIK TERHADAP Ascaris suum IN VITRO

Wita Tando, 2004. Pembimbing I : Sugiarto Puradisastra, dr. Pembimbing II : Rosnaeni, Ora., Apt.

Ascaris atau cacing gelang banyak terdapat di daerah yang sanitasinya kurang baik. Infeksi Ascaris serir..g ditemukan pada anak-anak dan dapat menimbulkan malnutrisi. Antelmintik seperti Mebendazole dan Piperazine sitrat efektif untuk mengobati ascariasis namun efek samping dan kontraindikasinya cukup beragam. Oleh sebab itu penduduk Indonesia sering menggunakan obat altematif sebagai antelmintik antara lain daun cengkeh (Caryophylli Folium)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efek daun cengkeh (Caryophylli Folium) terhadap Ascaris suum.

Dalam penelitian ini digunakan 210 ekor Ascaris

suum

betina yang direndam

dalam 7 kelompok perlakuan selama 3 jam pada suhu 37°C. Kelompok perlakuan yang digunakan adalah larutan NaCl 0,9% (kontrol -), larutan Piperazin sitrat (kontrol +), dan jus daun cengkeh dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, masing-masing 400 mt Setelah itu akan dihitung jumlah cacing yang hidup, parlisis dan mati. Analisis statistik menggunakan Statistik non Parametrik Chi Kuadrat dengan a = 0,01.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua konsentrasi jus daun cengkeh berefek antelmintik terhadap Ascaris. Efek paling kuat didapatkan pada konsentrasi 25 %.

(2)

ABSTRACT

THE EFFECT OF CLOVE'S LEAF (Caryophylli Folium) AS ANTHELMINTIC ON Ascaris suum IN VITRO

Wita Tando, 2004. Tutor I : Sugiarto Puradisastra, dr. Tutor II : Rosnaeni, Dra., Apt.

Many Ascaris or roundworm is found in area which have poor sanitation. A

great number of Ascaris infection are found in children which causes

malnutrition. Anthelmintic such as Mebendazole and Piperazin sUrat effective to

treat ascariasis but the side effects and contra indications are various. Because of

that, Indonesia citizen usually use alternative medicine as anthelmintic such as

clove's leaf (Caryophylli Folium).

The aim of this experiment is to examine the effect of clove's leaf(Caryophylli

Folium) on Ascaris suum.

In this experiment we used 210 female Ascaris suum and soaked in 7 group of

treatment for 3 hours at 3l'C. The treatment are NaCl 0.9 % solution (control-),

Piperazine sUrat solution (control +) and varying concentration of clove's leaf

(5%, 10%, 15%, 20%, 25%). After that, we would counted the amount of life,

paralyse, and dead Ascaris. Data analysis using Statistical non Parametric Chi

Square, a= 0,01.

The result of experiment has shown that all concentration of clove's leaf juice

had an anthelmintic effect on Ascaris and the strongest effect were found in 25%

concentration of clove's leaf juice.

The conclusion of this experiment is clove's leaf (Caryophylli Folium) has

anthelmintic effect on Ascaris suum in vitro.

(3)

DAFfAR ISI

Halaman

LEMBAR PERSETUJUAN ii

SURAT PERNY AT AAN ... iii

ABSTRAK ...IV

ABSTRA.CT v

PRAKA TA ...vi

DAFT AR IS! .viii

DAFT AR TABEL x

DAFT AR GAMBAR ...xi

DAFT AR LAMP1RAN.. .. . . .. . .. .., . . ...xii

BABIPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Identifikasi Masalah ... ... ..2

1.3 Maksud dan Tujuan

1 .3.1 Maksud. . . .. . . .. . . ..2

1.3.2 Tujuan ... ...2

1.4 Kerangka Pemikiran. ..3

1.5 Kegunaan Penelitian

1.5.1 Kegunaan Akademis 3

1.5.2 Kegunaan Praktis ..3

1.6 Hipotesis Penelitian 4

1.7 Metodologi Penelitian ...4

1.8 Lokasi dan Waktu Penelitian 4

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Ascaris /umbricoides.. 5

2.1.1 Morfologi 6

2.1.2 Anatomi

2.1.2.1 Dinding Tubuh ... ..7

2.1.2.2 Sistim Saraf.. ... ... ...9

2.1.2.3 Sistim Pencemaan .,. 9

2.1.2.4 Sistim Ekskresi 10

2.1.2.5 Sistim Reproduksi ...11

2.1.3 Morfologi dan Fisiologi Telur dan Larva 13

(4)

V III

2.1.7 T erap i. . . .. . . .. .. . .. . .. . . .. . . . .. . .. . .. . .. . .. . .. . .. . .. . .. . .. .. .20

2.1.7.1 Mebendazole ...20

2.1.7.2 Piperazin citrate ...21

2.1.7.3 Pirantel pamoate ..21

2.1.7.4 Levamisol 22

2.1.8 Pencegahan. ... . ... .., . . .. . ... .. . .. . .. . .. . .. . .. ... . ... ..23

2.1.9 Prognosis 23

2.2 Caryophylli Folium ..24

2.2.1 Morfologi dan Manfaat Daun Cengkeh ..25 2.2.2 Kandungan Kimia dan bfek Antelmintik 26 BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian .27

3.2 Bahan dan Alat

3.2. 1 Bahan Pene 1itian.. .. . .. . .. .. . . .. . .. . .. .. . . .. . .. . .. . .. . . .. .. . .. . ..27

3.2.2 Alat-alat yang diguna1<an 27

3.3 Metode Penelitian

3.3.1 Variabel Penelitian ..28

3.3.2 Persiapan Penelitian 28

3.3.3 Prosedur Penelit ian ... . .. . ... . . .. . .28

3.3.4 Analisis Data ...30

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

Efek Daun Cengkeh terhadapAscaris

suum

In Vitro

..31

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan .33

5.2

Saran

.,.

... .

..

... ... ... ... ... ... ....

....33

DAFT AR PUST AKA .34

LAMPIRAN 1 37

LAMP IRAN 2 .. . .. ... . .38

LAMPIRAN 3 .41

(5)

Tabel4.1

DAFfAR TABEL

Halaman Data Jumlah Cacing yang Hidup, Paralisis, dan Mati

(6)

Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 2.4 Gambar 2.5 Gambar 2.6 Gambar 2.7 Gambar 2.8

DAFTARGAMBAR

Halaman

Ascaris lumbricoides jantan dan betina 6

Lapisan-lapisan kutikula ...7

Anatomi sistim organ tubuh Ascaris /umbricoides ..12 Telur Ascaris lumbricoides yang berembrio 14 Telur Ascaris lumbricoides tidak berembrio ...14

Telur dekortikasi 14

Siklus Hidup Ascaris lumbricoides .., ..16

Tanaman Cengkeh ...25

(7)

Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3

DAFfAR LAMPIRAN

Halaman

Perhitungan Konsentrasi Bahan Uji 37

Perhitungan Statistik Uji Non Parametrik Chi Kuadrat

secara ManuaL ..38

Uji Chi Kuadrat berdasarkan Program Epi Info

(8)

LAMP IRAN 1

Perhitungan Konsentrasi Daun Cengkeh

.

Daun cengkeh 5 % = 20 gram daun cengkeh ditambahkan aquadest sampai 400 cc

.

Daun cengkeh 10% = 40 gram daun cengkeh ditambahkan aquadest sampai 400 cc

.

Daun cengkeh 15 % = 60 gram daun cengkeh ditambahkan aquadest sampai 400 cc

.

Daun cengkeh 20% = 80 gram daun cengkeh ditambahkan aquadest sampai 400 cc

Daun cengkeh 25% = 100 gram dauli cengkeh ditambahkan aquadest sampai 400 cc

,

.

(9)

Jumlah Cacing

Kelompok Perlakuan n Hidup Paralisis Mati

Kontrol - 30 30 0 0

Kontrol + 30 16 5 9

Bahan uji 5% 30 16 10 4

Bahan uji 10% 30 11 10 9

Bahan uji 15% 30 7 9 14

Bahan uji 20% 30 6 10 14

Bahan uji 25% 30 3 12 15

1: 210 89 56 65

LAMP IRAN 2

Perhitungan Statistik Uji Non Parametrik Chi Kuadrat secara

Manual

Perhitungan Data dan Analisis Data

A. Perhitungan Data

Tabell Data Jumlah Cacing yang Hidup, Paralisis, dan Mati dalam Berbagai Kelompok Perlakuan

Keterangan : Kontrol

-

Larutan NaCI 0,9%
(10)

r

Kelompok Perlakuan N XI PI XI.PI

r

Kontrol (-) 30 30 1 30

Kontrol (+) 30 16 0,533333333 8,533333333

Daun cengkeh 5% 30 16 0,533333333 8,533333333

Daun cengkeh 10% 30 11 0,366666666 4,033333333

Daun cengkeh 15% 30 7 0,233333333 1,633333333

Daun cengkeh 20% 30 6 0,2 1,2

Daun cengkeh 25% 30 3 0,1 0,2

~210 89 2,96666665 54,23333333

[image:10.595.87.476.114.299.2]

39

Tabel 2 Perhitungan Data Statistik Uji Non Parametrik Chi Kuadrat

Keterangan : n = Jumlah Ascaris yang digunakan X I

= Jumlah Ascaris yang hidup

P = Peluang

B. Analisis Data

2

X =

~X1.pl-p.XI p.q

p =~

= ~ = 0,423809523

~ n

210

q = 1- P = 1- 0,423809523 = 0,576190477

(11)

40

2

X =

LX1.pl-p.X1 p.q

X2 = 54,23333333

- (0,423809523 x 89) 0,244195011

X2 = 54,23333333 - 37,71904755 0,244195011

')

X

-

= 16,51428578 0,244195011

-X2 = 67,62744952

(12)

+

Disease -+

30 0 30

E 16 14 30

X 16 14 30

P II 19 30

0 7 23 30

S 6 24 30

U 3 27 30

R 89 121

E

LAMP IRAN 3

Uji Chi Kuadrat berdasarkan Program Epi Info Version G

Stat Calc

Analysis of Single Table Chi Square = 67,63 6 degrees of freedom

p value = 0,00000000

(13)

RIWAYAT

HIDUP

Nama

Nomor

Pokok Mahasiswa

Tempat Tanggat Lahir Atamat

Wita Tando 0110110

Makassar, 21 Agustus 1983 Jatan Sukajaya no. 9 Bandung Riwayt Pendidikan

SO Ujung Pandang, Makassar, 1995 SMP Nusantara, Makassar, 1998

SMUK Kolese Santo Yusuf, Malang, 2001

(14)

BAD I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Helakang

Ascaris atau cacing gelang adalah golongan nematoda usus yang transmisinya melalui tanah dan banyak terdapat di daerah bersanitasi kurang baik. Di Asia seperti India dan Asia Tenggara, khususnya daerah yang beriklim tropik, ditemukan lebih kurang 71 % kasus (Bundy dan DeSilva, 2002).

Infeksi oleh Ascaris pada manusia disebut ascariasis. Prevalensi ascariasis di Indonesia adalah sekitar 80-90% (Gandahusada dkk, 1998). Insidensinya lebih ban yak ditemukan terutama pada anak-anak berusia <10 tahun daripada orang dewasa. Infeksi ascaris pada anak-anak dapat menyebabkan malnutrisi dan gangguan pertumbuhan, sedangkan pada orang dewasa dapat berakibat menumnnya kapasitas kerja (Weller dan Nutman, 2001). Ascaris dalam usus manusia biasanya tidak menimbulkan gejala, namun pada infeksi berat dapat terbentuk sumbatan oleh cacing dalam lumen usus yang dapat menyebabkan obstruksi usus. Komplikasi ascariasis yang berbahaya terjadi jika terdapat migrasi larva atau cacing dewasa ke organ lain seperti pam-pam, pankreas dan hepar yang bisa bermanifestasi menjadi asthma, appendicitis, peritonitis, dan abses (Weller dan Nutman, 2001; Bundy dan DeSilva, 2002).

Ascaris betina, dalam usus manusia, dapat menghasilkan 240.000 telur/hari. Di luar tubuh, telur-telur tersebut dapat bertahan pada suhu panas maupun dingin. Pemberantasan telur Ascaris sulit dilakukan karena bisa bertahan di tanah selama bertahun-tahun (Weller dan Nutman, 2001).

(15)

2

sehingga tidak dapat diberikan pada wanita yang hamil dan menyusui (Sukarban dan Santoso, 2001).

Di daerah pedalaman, penduduk banyak menggunakan tumbuhan sebagai antelmintik tradisional seperti temu giring, petai cina, mengkudu, dan cengkeh. Tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum (L.)) banyak ditemukan di Indonesia karena biasanya tumbuh pada iklim tropik dengan suhu antara 25"C - 30°C. Tanaman cengkeh selain digunakan sebagai antelmintik juga digunakan sebagai analgesik, aroma terapi dll (VBA Depkes, 1989).

1.2 Identifikasi Masalah

Apakah daun cengkeh (Caryophylli Folium) mempunyal efek antelmintik terhadap Ascaris suum in vitro

1.3 Maksud dan Tujuan

1.3.1 Maksud

Ingin mengetahui apakah daun cengkeh (Caryophylli Folium) dapat dipakai sebagai obat antelmintik altemati£

1.3.2 Tujuan

(16)

3

1.4 Kerangka Pemikiran

Sekitar 20%-80% dari tubuh parasit (cacing) terdiri dari protein. Bagian Ascaris yang banyak mengandung protein berupa kolagen adalah kutikula. Kutikula, yang terletak di lapisan terluar tubuh Ascaris, merupakan komponen rangka hidrostatik cacing. (Schmidt dan Roberts, 1985)

Daun cengkeh (Caryophylli Folium) tllengandung antara lain 75-88% eugenol, 5-14% beta-caryophyllene, 4-15% eugenyl acetate, 17% tanin, air, asam galatanat, flavonoids, dan vanilin (VBA Depkes, 1989; Bruneton, 1999). Komponen daun cengkeh yang berperan penting sebagai antelmintik adalah eugenol dan tan in. Tanin termasuk gol.ongan astringents yaitu obat yang bereaksi lokal dengan cara mempresipitasi protein (Bone, 2003). Kombinasi eugenol dan tanin akan merusak protein kutikula sehingga kutikula menjadi 1emah dan tidak berfungsi. Hal ini dapat menyebabkan cu.cing paralisis bahkan mati, yaitu jika seluruh komponen tubuh cacing ikut rusak (bursting of the worms) (Cannas, 2001; Bone, 2003).

1.5 Kegunaan Penelitian

1.5.1 Kegunaan Akademis

Untuk menamb~h pengetahuan dalam bidang farmakologi, khususnya tanaman obat, tentang efek daun cengkeh (Caryophylli Folium) sebagai antelmintik.

1.5.2 Kegunaan Praktis

(17)

4

1.6 Hipotesis Penelitian

Daun cengkeh (Caryophylli Folium) mempunyai efek antelmintik terhadap Ascaris.

1.7 Metodologi Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian prospektif experimental laboratorium sungguhan yang bersifat komparatif dengan menggunakan

Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan hewan coba Ascaris suum betina.

Data yang diukur adalah jumlah cacing yang hid up, paralisis dan mati. Analisis data memakai statistik non parametrik Chi Kuadrat. a = 0,01

1.8 Lokasi dan Waktu Penelitian

(18)

BABV

KESIMPULAN DAN SARAN

1.1 Kesimpulan

Daun Cengkeh (Caryophylli Folium) berefek antelmintik terhadap Ascaris suum in vitro

5.2 Saran

Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai dosis efektif terkecil daun cengkeh sebagai antelmintik terhadap Ascaris. Selain itu disarankan juga agar bahan uji daun cengkeh dibuat dalam bentuk sediaan lain dan dilakukan uji toksisitas terhadap daun cengkeh.

(19)

DAFfAR

PUSTAKA

Bone, Kerry. 2003. Clove Bud Essential Oil. http://www.mediherb.com. 16 Maret 2004

Bundy, DAP & DeSilva N. 2002. Intestinal Nematodes That Migrate Through Lungs (Ascariasis) dalam Manson's Tropical Disease. 21st. ed. London: ELBS with W.B Saunders. 726-730

Bruneton, Jean. 1999. Pharmacognosy, Phytochemistry Medicinal Plants. 2nd.ed.

New York: Lavoiser publishing. 553-555.

Cambridge University. 1998. Ascaris lumbricoides.

http://www.path.cam.ac.uk/-schisto/nematodeslascarislhtml.. 11 Mei

2004

Cannas, Antonello. 2001. Tannins: interaction with other macromoleculs http://www .ansci.comell.edu/p lants/toxicagentsltannin/interaction.html.,

24 Maret

2004

Chatham, Anne S. 2002. Medicinal Botany.

http://www .mobot.org.M OBOT /researchlapp liedJesearch/actiond ictionary. html. 5 Maret 2004

Depkes. 1989. Vademekum Bahan Obat Alam. Jakarta: Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan. 42-47

Depkes. 1989. Materia Medika Indonesia. Jilid V. Jakarta: Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan. 120-123

(20)

35

Haburhack, David R. 2002. Ascariasis.

http://www.emedicine.com/med/topic172.htm.. 3 Maret 2004

Himalaya Drug Company. 2002. Syzygium aromaticum (1.) http://www/himalayahealthcare.com/herbfmder/h_syzygium.htm. 17 Juni 2004

Intan Diana Sari. 2002. Penyaldt Cacing Gelang (Ascariasis) http://kalbe.co.id/kiportal.nsf/., 11 Mei 2004

Kansas State University, Parasitology Laboratory. 1999. Animal Parasitology http://www.ksu.edu/parasitology/classes/625nematodeI6.html,. 17 Juni 2004

Kaiser, Gary E. 1999. Parasitology.

http://www.cat.cc.md.uslcourses/bio 141 /labmanuaVlab22/dnemsys.html, http://www.cat.cc.md.us/courses/bio 141 /labmanuaVlab22/lcascar.html.

17 Juni 2004

Llorca Nathalie. Parasitologie.

http://www.ac_montpellier.fi./Diciplines/stilbiotechn/templates.

17 Juni 2004

Miyazaki, Ichiro. 1991. An Illustrated book of Helminthic Zoonoses. Tokyo: International Medical Foundation. 290-305

P. Hadijaja, E.Bonang, MA Suryadi, SA Abidin, IS Ismid, SS Margono. 1998. The Effect of Intervention Methods on Nutritional Status and Cognitive Function of Primary School Children Infected with Ascaris Lumbricoides. http://www .ajtmh.org/cgilcontent/abstract/59/5/75. 24 Maret 2004

Sadler, Jill K. 1999. Ascaris Image.

http://www.lawrence.edu/dept/biology/animaVascaris6b.html. 17 Juni 2004

Schmidt, GD & Roberts, LS. 1985. Foundation of Parasitology. 3m. ed. St. Louis: Times MirrosiMorby College Publishing. 410-433 ; 487-492

Schoepke, Thomas. Syzygium aromaticum (1.)

(21)

36

Skinner, Mark W. 2003. Taxonomy and Nomenclature.

http://www.cbif.gc.ca/p Is/itisca/taxastep ?king=every &p

_

action=containing&t

axa=syzygium+aromaticum&p _ifX=aafc. 11 Mei 2004

Sukamo S dan Sardjono O.S. 1995. Antelmintik dalam Farmakologi dan Terapi. Edisi 4. Jakarta: Bagian Farmakologi FKUI. 523-536

Tan Hoal Tjay dan Kirana Rahardja. 2002. Obat-Obat Penting, Khasiat, Penggunaan dan Efek-Efek Sampingnya. Edisi 5. Jakarta: Elex Media Komputindo. 185-195.

Viqar Zaman, Loh Ah Keong, Bintari Rukmono, Sri Oemijati, Wita Pribadi. 1988. Buku Penuntun Parasitologi Kedokteran. Edisi 1. Bandung: Binacipta.

121-125

Gambar

Tabel 2 Perhitungan Data Statistik Uji Non Parametrik Chi Kuadrat

Referensi

Dokumen terkait

EFEK INFUSA DAUN GANDARUSA (Justicia gendarussa Burm. f.) TERHADAP CACING Ascaris suum SECARA IN VITRO.. Manasye Jutan, 2014 ; Pembimbing I : Rita

EFEK ANTELMINTIK JUS RIMPANG TEMU HITAM (Curcuma aeruginosa Roxb.) TERHADAP Ascaris suum INVITRO..

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya efek antihelmintik infusa herba sambiloto ( Andrographis paniculata , Nees) terhadap Ascaris suum secara in

Sebagai negara tropis, Indonesia sangat rentan akan adanya penyakit infeksi, salah satunya adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang (Ascaris lumbricoides).. Dengan

Penelitian efek antihelmintik ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa) terhadap Ascaris suum Goeze in vitro dilakukan pada 5 kelompok perlakuan yaitu terdiri

Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “EFEK ANTELMINTIK JUS BIJI PETE (Parkia speciosa Hassk) TERHADAP CACING Ascaris suum SECARA IN VITRO”3. ini disusun sebagai salah satu

Pada penelitian jurnal Monica Amelia dengan judul Efek Antelmintik Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) terhadap Ascaris suum Betina secara In Vitro tahun

Dalam penelitian ini digunakan Ascaris suum sebagai model untuk Ascaris lumbri- coides karena secara etis tidak memungkinkan untuk mendapatkan Ascaris lumbricoides