• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROPOSAL PEMBUATAN KERAJINAN DARI SEDOTAN PLASTIK BUNGA

N/A
N/A
rose netfc

Academic year: 2024

Membagikan "PROPOSAL PEMBUATAN KERAJINAN DARI SEDOTAN PLASTIK BUNGA"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL

PEMBUATAN KERAJINAN DARI SEDOTAN PLASTIK BUNGA

DISUSUN OLEH

NAMA : PUTRI OKTAVIANI KELAS : XI BD

SMK PANCAKARYA TANGERANG

TAHUN PELAJAR 2024/2025

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada zaman yang serba modern ini, banyak orang yang menghabiskan uang hanya untuk membeli produk-produk atau aksesoris sebagai pelengkap kebutuhan sekunder. Sebenarnya sangat banyak benda atau bahkan limbah di sekitar kita yang dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai kerajinan atau produk yang kreatif, inovatif dan memiliki nilai jual ekonomis. Salah satunya adalah pemanfaatan limbah sedotan plastik dan sendok plastic untuk pembuatan produk seperti hiasan bunga.

Pemanfaatan limbah sebagai bahan utama produk ini sebagai bentuk dukungan terhadap program daur ulang yang banyak digencarkan oleh pemerintah maupun organisasi-organisasi masyarakat. Selain itu memanfaatan limbah dapat menambah dan mengembangkan kreativitas wirausaha dan mengurangi dampak pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah tersebut. Sehingga pemanfaatan limbah sebagai bahan dasar pembuatan produk ini memiliki banyak manfaat untuk pendiri maupun untuk lingkungan sekitarnya.

1.2 Tujuan

1. Menciptakan usaha yang kreatif, inovatif dan ramah lingkungan 2. Mengembangkan potensi kerajinan dari limbah di daerah sekitar 3. Menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar

4. Mengurangi dampak pencemaran lingkungan

BAB II

(3)

PEMBAHASAN

A. NAMA / JENIS PRODUK

“BUNGA DARI SEDOTAN PLASTI

K”

B. BAHAN-BAHAN YANG DIBUTUHKAN

1. Sedotan plastik ( ukuran sedang 2. Lem tembak

C. CARA PEMBUATAN

1. Siapkan sedotan plastik

2. Setelah itu tipis kan sedotan menggunakan penggaris / gunting 3. Gunting sedotan dengan panjang 8cm

4. Tekuk bagian tengah sedotan yang sudah di potong , lalu gunting bagian kiri dan kanan

5. Setelah itu , buatlah garis-garis pada bagian tengah sedotan agar sedotan bisa melebar

6. Buatlah gagang untuk bunga menggunakan lidi dan sedotan 7. Masukan bunga kedalam gagang yang sudah di buat

(4)

D. RENCANA ANGGARAN A. Modal

Sedotan plastik Rp. 5.000 Lem Rp. 5.000

E

.

ANALISIS SWOT

Strengths (Kekuatan) 1. Menarik.

2. Harga terjangkau.

3. Jaringan pemasaran yang luas.

4. Kreativitas dan keahlian dalam merancang.

5. Ketersediaan barang baku yang mudah di dapatkan.

WEAKNESSES (Kelemahan) 1. Keterbatasan skala produksi.

2. Banyaknya kualitas botol yang kurang bagus.

3. Kurangnya kesadaran pasar dalam produk kerajinan

botol bekas.

(5)

OPPURTUNITY (Peluang)

1. Peningkatan minat masyarakat pada produk ramah lingkungan.

2. Pasar kerajinan tangan yang berkembang.

3. Adanya potensi kerjasama pada pihak lain.

4. Perkembangan teknologi yang memungkinkan untuk pemasaran online.

THREATS (Ancaman)

i. Perubahan trend dan gaya hidup masyarakat.

ii. Persaingan di pasar kerajinan.

(6)

BAB III PENUTUP

1.3 KESIMPULAN

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam memilih suatu usaha perlu mengetahui terlebih dahulu berbagai macam hal yang berhubungan dengan usaha yang didirikan.

Seperti mengetahui peluang usaha, pemasaran produk dan aspek-

aspek lain yang berkenaan dengan pendirian usaha, sehingga

usaha yang akan dijalankan dapat berjalan dengan baik. Usaha

tempat lilin elektrik ini merupakan suatu usaha skala kecil yang

dapat membantu menciptakan lapangan usaha baru, sehingga

mengurangi pengangguran. Usaha ini tidak memerlukan modal

yang cukup besar, namun memerlukan perencanaan yang matang.

Referensi

Dokumen terkait

Kebutuhan akan laporan keuangan bagi sebuah usaha adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja usaha apakah perusahaan telah berjalan dengan baik atau belum, selain laporan

Latar belakang: Program pemberdayaan umat (Prodamat) di SMK Muhammadiyah Mlati merupakan tujuan yang dilakukan untuk mengembangkan siswa yang kreatif, inovatif, dan terampil melalui pengalaman praktis dan penerapan teori. Namun, program ini tidak memiliki fondasi yang kuat dalam pengajaran dan pembelajaran. Tujuan: Pada kegiatan pengabdian ini akan membahas salah satu peluang usaha yang bisa dilakukan secara skala rumahan dengan peluang yang cukup menjanjikan saat ini, yakni pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku lilin aromaterapi. Metode: Program yang dilaksanakan oleh Universitas Ahmad Dahlan berfokus pada pengembangan lilin aromaterapi dari bahan baku dengan menggunakan metode praktikum, yang bertujuan untuk menciptakan kreativitas mahasiswa sebagai ide ekonomi. Hasil: Program ini mengeksplorasi aspek sosiologis dan budaya dari aromaterapi dengan menggunakan produk alami, dengan fokus pada kreativitas dan inovasi. Kegiatan ini melibatkan 21 siswa dari kelas XII SMK Muhammadiyah Minggir. Lilin aromaterapi dibuat dari bahan alami dengan cara melarutkan alat dan bahan, menyiapkan parafin dan bahan anti panik, mengangin-anginkan, menyiapkan bahan anti panik, menyiapkan pewangi, melarutkan lilin, menyiapkan bahan, menyiapkan aromaterapi, dan mengaplikasikan. Penelitian ini mengeksplorasi produk aromaterapi untuk produksi lilin aromaterapi untuk pasar lokal, meningkatkan kualitas, keamanan, dan dampak lingkungan, sekaligus menggali potensi sumber daya ekonomi. Kesimpulan: Program ini dapat mengembangkan aromaterapi dari minyak jelantah yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Minggir kelas XII. Ide kreatif ini dapat meningkatkan perekonomian dan mengurangi limbah minyak

Buku "Pendampingan UMKM Naik Kelas" hadir dari kesadaran pentingnya untuk terus melakukan upaya pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian, salahs atunya mendukung UMKM meningkatkan kapasitas dan perannya, antara lain melalui pendampingan. Buku ini adalah panduan praktis yang sangat bermanfaat bagi para pendamping, konsultan, penggiat dan pelaku UMKM. Buku ini ditulis Bahrul ulum Ilham, yang telah lebih 15 tahun terlibat dalam pendampingan dan pemberdayaan UMKM. Penulis adalah koordinator konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Sulsel dan dosen di Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia. Buku setebal 203 halaman ini berisi seputar urgensi dan peran UMKM, strategi dan fungsi pendamping UMKM dan kiat dan langkah mendampingi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar makin berdaya saing dan bisa naik kelas. Dalam buku ini, penulis juga membagikan seputar manajemen pendampingan UMKM serta berbagai langkah-langkah pendampingan UMKM, mulai dari pendampingan legalitas dan perizinan usaha, pendampingan berbasis kelompok , identifikasi dan peluang bisnis bagi UMKM, pendampingan penyusunan rencana usaha, pendampingan aspek pemasaran, pendampingan aspek keuangan, pendampingan produk KUMKM dan manajemen SDM pada UMKM. Salah satu hal yang menarik dari buku ini adanya contoh melakukan pendampingan pada bisnis UMKM yang didominasi usaha mikro bahkan ultra mikro. Secara keseluruhan, buku "Pendampingan UMKM Naik Kelas" diharapkan menjadi wahana perwujudan komitmen bersama untuk terus menyebarkan semangat, komitmen dan kerja keras memajukan negeri dengan aktifitas pendampingan UMKM di seluruh pelosok tanah air. Info: