PENERAPAN MEDIA PEMELAJARAN MLTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MEMBACA AL-QUR'AN ANAK
USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN MULTIMEDIA DI TPA AL FATAH DESA KALIJAMBE, KECAMATAN BENER, KABUPATEN PURWOREJO
BAB I — PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini, khususnya dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an. Namun, di TPA Al Fatah Kalijambe, masih ditemukan rendahnya motivasi belajar anak-anak dalam membaca Al- Qur’an. Hal ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang masih monoton dan belum menggunakan media yang menarik.
Penggunaan media multimedia, seperti video, audio, dan animasi, menjadi solusi yang potensial untuk menarik perhatian anak. Dengan pendekatan yang sesuai karakteristik anak usia dini, pembelajaran dapat menjadi lebih menyenangkan dan efektif. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana multimedia dapat meningkatkan motivasi belajar membaca Al-Qur’an pada anak-anak TPA Al Fatah Kalijambe.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kondisi motivasi belajar membaca Al-Qur’an anak usia dini di TPA Al
Fatah Kalijambe sebelum penggunaan multimedia?
2. Bagaimana penerapan media multimedia dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an di
TPA Al Fatah Kalijambe?
3. Apakah penggunaan media multimedia dapat meningkatkan motivasi belajar membaca Al-Qur’an anak usia dini?
C. Tujuan Penelitian
1. Mendeskripsikan motivasi belajar anak sebelum penggunaan multimedia.
2. Menjelaskan penerapan media multimedia dalam pembelajaran.
3. Menganalisis peningkatan motivasi belajar setelah penggunaan multimedia.
D. Manfaat Penelitian
- Teoritis: Menambah literatur dalam pengembangan PAI berbasis digital.
- Praktis: Memberi inspirasi strategi pembelajaran baru bagi guru TPA dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.
E. Sistematika Penulisan
BAB I: Pendahuluan
BAB II: Kajian Pustaka
BAB III: Metodologi Penelitian
BAB II — KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori
- Motivasi Belajar: Dorongan yang memicu semangat belajar siswa.
- Karakteristik Anak Usia Dini: Suka visual, suara, gerak, dan permainan.
- Multimedia Pembelajaran: Kombinasi teks, suara, video, dan animasi yang menarik.
- Pembelajaran Al-Qur’an Anak: Harus menyenangkan dan komunikatif.
B. Penelitian Terdahulu
1. Lailatul Mufidah (2021): Multimedia meningkatkan minat belajar membaca Al-Qur’an
anak TK.
2. Aminah Fadlilah (2022): Multimedia efektif dalam pembelajaran Iqra’.
3. Wahyuni (2019): Animasi membantu konsentrasi dan motivasi belajar anak.
Penelitian ini menambahkan konteks baru dari sisi lokasi, karakteristik anak, dan penerapan media.
C. Kerangka Berpikir
Anak usia dini mudah bosan dan kurang tertarik dengan metode konvensional.
Penggunaan multimedia membuat pembelajaran lebih hidup dan menarik, sehingga diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar membaca Al-Qur’an.
D. Hipotesis Tindakan
Jika media multimedia diterapkan dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an, maka motivasi belajar anak usia dini di TPA Al Fatah Kalijambe akan meningkat.
BAB III — METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Tujuannya memperbaiki proses belajar membaca Al-Qur’an melalui penggunaan multimedia.
B. Subjek dan Lokasi Penelitian
Subjek: Anak-anak usia 4–7 tahun di TPA Al Fatah Kalijambe, Kecamatan Bener, Purworejo.
C. Waktu Penelitian
Dilaksanakan selama dua bulan, mencakup dua siklus tindakan.
D. Prosedur Penelitian
Setiap siklus meliputi:
1. Perencanaan (menyusun media dan skenario pembelajaran),
2. Pelaksanaan tindakan,
3. Observasi,
4. Refleksi.
E. Teknik Pengumpulan Data
- Observasi: untuk melihat perubahan perilaku belajar anak.
- Wawancara: dengan guru TPA untuk memperkuat temuan.
- Dokumentasi: sebagai bukti proses tindakan.
F. Instrumen Penelitian
Lembar observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi.
G. Teknik Analisis Data
Dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
H. Indikator Keberhasilan
Penelitian berhasil jika ada peningkatan motivasi yang signifikan secara perilaku (lebih aktif, senang, dan tertarik selama pembelajaran).