• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi

N/A
N/A
Erik

Academic year: 2024

Membagikan "Proposal Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI

OLEH : KELOMPOK 6 1. Aisyah Salsabilla 221059 2. Yesinta Maharani 221060 3. Erik Putra P 221061 4. Hanum Cholida Z 221062 5. Nikita Putri M 221063 6. M. Rana Tsauban 221065 7. Natasya Dwi A 221066 8. Gawi Syaputra M 221068 9. Citra Diah P 221069 10. Tamara Mirna I 221070

KELAS 3B

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN ITSK RS dr. SOEPRAOEN KESDAM V / BRW

TAHUN 2024/2025

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hudayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah kami ini yang berjudul “Proposal Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi“ dengan begitu baik.

Adapun tantangan yang kami hadapi dalam penyusunan makalah ini ialah dengan mencari informasi yang pas tentang materi ini, namun karena berkat-Nya, kami dapat melewati itu dan bisa menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pengajar mata kuliah Keperawatan Kesehatan Jiwa.

Kami pula berterima-kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan, dorongan dan doa, semoga Allah membalas amal baik yang telah kalian lakukan.

Malang, 10 November 2024

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 2

DAFTAR ISI ... 3

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1Latar Belakang ... 1

1.2Tujuan ... 1

1.2.1 Tujuan Umum ... 1

1.2.2 Tujuan Khusus ... 2

BAB II ... 3

TINJAUAN PUSTAKA ... 3

2.1Waktu dan Tanggal ... 3

2.2.Metode ... 3

2.3Media dan Alat ... 3

2.4.Setting Tempat ... 3

2.5Pembagian Tugas ... 4

2.6Pasien ... 5

2.7Susunan Pelaksanaan ... 6

2.8Tata Tertib dan Antisipasi Masalah ... 6

BAB III PEMBAHASAN ... 8

3.1 TAK KEMAMPUAN MEMPERKENALKAN DIRI ... 8

Evaluasi dan dokumentasi ... 10

BAB IV PENUTUP ... 12

4.1Kesimpulan ... 12

4.2Saran ... 12

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sosialisasi adalah kemampuan untuk berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain (Stuart, 2007). Penurunan sosialisasi dapat terjadi pada individu yang menarik diri, yaitu percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain (Rowlins, 1993). Menurut Keliat dan Akemat, (2005) untuk peningkatan sosialisasi pada klien skizofrenia bisa dilakukan dengan pemberian terapi aktifitas kelompok sosialisasi.

Dampak yang dapat ditimbulkan oleh menarik diri pada klien skizofrenia adalah ; 1) Kerusakan komunikasi verbal dan non verbal, 2) Gangguan hubungan interpersonal, 3) Gangguan interaksi sosial, 4) resiko perubahan persepsi sensori (halusinasi). Bila klien menarik diri tidak cepat teratasi maka akan dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain (Keliat, 2006)

Penatalaksanaan klien dengan riwayat menarik diri dapat dilakukan salah satunya dengan pemberian intervensi Terapi Aktivitas Kelompok sosialisasi, yang merupakan salah satu terapi modalitas keperawatan jiwa dalam sebuah aktifitas secara kolektif dalam rangka pencapaian penyesuaian psikologis, prilaku dan pencapaian adaptasi optimal pasien. Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) sosialisasi adalah upaya memfasilitasi kemampuan klien dalam meningkatkan sosialisasi.

Berdasarkan uraian diatas penggunaan terapi aktivitas kelompok dapat memberikan dampak positif dan dapat membantu klien meningkatkan prilaku adaptif serta mengurangi prilaku maladaptive, terutama pada pasien dengan kerusakan interaksi social yang salah satunya disebabkan oleh ketidakmampuan berespon dengan lingkungan sosialnya.

1.2 Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum

(5)

dapat meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok secara bertahap.

1.2.2 Tujuan Khusus

TAK Sosialisasi bertujuan agar pasien mengalami : 1. Klien mampu memperkenalkan diri

2. Klien mampu menyebutkan nama/panggilan 3. Klien mampu menyebutkan alamat/asal

(6)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Waktu dan Tanggal Hari dan tanggal :

Jam :

Tempat :

2.2. Metode

1. Dinamika kelompok 2. Diskusi dan tanya jawab 3. Bermain peran / simulasi

2.3 Media dan Alat 1. Laptop 2. Musik / lagu 3. Bola

4. Buku catatan dan bolpoin 5. Jadwal kegiatan pasien

2.4. Setting Tempat

O CL F

F L P

P P

P F

(7)

Keterangan Gambar : L : Leader CL : Co -Leader O : Observer F : Fasilitator P : Pasien OP : Operator

2.5 Pembagian Tugas A. Leader

Tugas :

 Menyiapakan proposal kegiatan TAK

 Menyampaikan tujuan dan peratauran kegiatan terpi aktivitas kelompok sebelum kegiatan dimulai.

 Menjelaskan aturan permainan.

 Mampu memotivasi anggota untuk aktiv dalam kelompok dan memperkenalkan dirinya.

 Mampu memimpin aktivitas kelompok dengan baik dan bersih.

 Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok B. Co – Leader

Tugas :

 Mendampingi leader

 Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktivitas pasien

 Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang dariu perencanaan yang telah dibuat

 Mengambil alih posisi leader jika leader mengalami bloking dalam proses terapi

(8)

C. Fasilitator Tugas :

 Menyediakan fasilitas selama kegiatan berlangsung

 Ikut serta dalam kegiatan kelompok

 Memfasilitasi dan memberikan stimulus dan motivator pada anggota kelompok untuk aktif mengikuti jalannya terapi

D. Observer Tugas :

 Mengobservasi jalannya proses kegiatan

 Mengamati serta mencatat perilaku verbal dan non-verbal pasien selama kegiatan berlangsung (dicatat pada format yang tersedia)

 Mengawasi jalannya aktivitas kelompok dari mulai persiapan, proses, hingga penutupan

E. Operator Tugas :

 Mengatur alih permainan (menghidupakn dan mematikan music)

 Timer ( mengatur waktu) 2.6 Pasien

A. Kriteria Pasien

 Pasien dengan indikasi menarik diri yang telah mulai melakukan interaksi interpersonal

 Pasien dengan kerusakan komunikasi verbal yang telah berespon sesuai dengan stimulus yang diberikan

B. Proses Seleksi

 Mengidentifikasi pasien yang masuk kriteria

 Mengumpulkan pasien yang masuk kriteria

 Membuat kontak dengan pasien yang setuju mengikuti TAK, meliputi menjelaskan tujuan TAK pada pasien, rencana kegiatan kelompok dan aturan main dalam kelompok

(9)

2.7 Susunan Pelaksanaan

1) Susunan perawat pelaksanaan TAK sebagai berikut : a) Leader

b) Co – Leader c) Fasilitator d) Observer e) Operator

2) Pasien peserta TAK sebagai berikut :

No. Nama Masalah Keperawatan

2.8 Tata Tertib dan Antisipasi Masalah 1) Tata Tertib Pelaksanaan TAK

a) Peserta bersedia mengikuti kegiatan TAK sampai dengan selesai b) Peserta wajib hadir 10 menit sebelum acara dimulai

c) Peserta berpakaian rapi, bersih, dan sudah mandi

d) Peserta tidak diperkenankan makan, minum, ,merokok selama kegiatan TAK berlangsung

e) Jika ingin mengajukan atau menjawab pertanyaan, peserta mengangkat tangan kanan dan berbicara setelah dipersilahkan oleh pemimpin

f) Peserta yang mengacaukan jalannya acara akan dikeluarkan dari permainan

g) Peserta dilarang meninggalkan tempat sebelum acara selesai

h) Apabila waktu yang ditentukan untuk melakukan TAK telah habis, sedangkan permainan belum selesai maka pemimpin akan meminta persetujuan anggota untuk memperpanjang waktu TAK.

2) Antisipasi Kejadian Yang Tidak Diinginkan Pada Pasien TAK a) Penanganan pasien yang tidak aktif saat aktivitas kelompok

 Memanggil pasien

(10)

 Memberi kesempatan pada pasien tersebut untuk menjawab sapaan perawat atau pasien yang lain

b) Bila pasien meninggalkan permainan tanpa pamit :

 Panggil nama pasien

 Tanya alasan pasien mengapa meninggalkan permainan

 Berikan penjelasan tentang tujuan permainan dan berikan penjelasan pada pasien bahwa pasien dapat melaksanakan keperluannya setelah itu pasien boleh kembali lagi

c) Bila pasien lain ingin ikut :

 Memberikan penjelasan bahwa permainan ini ditujukan pada pasien yang telah dipilih

 Katakan pada pasien lain bahwa ada permainan lain yang mungkin dapat di ikuti oleh pasien tersebut

 Jika pasien memaksa, beri kesempatan untuk masuk dengan tidak memberi peran pada permainan tersebut.

(11)

BAB III PEMBAHASAN

3.1 TAK KEMAMPUAN MEMPERKENALKAN DIRI A. Tujuan

Klien mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi.

B. Setting

1. Klien dan terapis/leader duduk Bersama dalam lingkaran 2. Ruangan nyaman dan tenang

C. Alat

1. Laptop 2. Musik 3. Bola

4. Buku catatan dan bolpoin 5. Jadwal kegiatan pasien D. Metode

1. Dinamika kelompok 2. Diskusi dan tanya jawab 3. Bermain peran / simulasi E. Langkah – Langkah Kegiatan

1. Persiapan

a. Membuat kontrak dengan klien yang sesuai indikasi: klien isolasi sosial

b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan 2. Orientasi

a. Salam terapeutik : terapis mengucapkan salam

b. Evaluasi/validasi : terapis menanyakan perasaan klien hari ini

c. Kontrak:

1) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan 2) Terapis menjelaskan aturan main, yaitu :

(12)

 Klien harus mengikuti kegiatan dari awal sampai dengan akhir

 Bila ingin keluar dari kelompok, klin harus meminta izin kepada terapis

 Lama kegiatan 45 menit 3. Kerja

a. Jelaskan kegiatan, yaitu hidupkan laptop dan play musik serta bola diedarkan berlawanan dengan arah jarum jam (yaitu kearah kiri) dan pada saat musik dimatikan maka anggota kelompok yang memegang bola memperkenalkan dirinya.

b. Hidupkan musik kembali dan edarkan bola berlawanan dengan arah jarum jam.

c. Pada saat musik dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola mendapat giliran untuk menyebutkan : salam, nama lengkap , nama panggilan, hobi, dan asal, dimulai oleh terapis sebagai contoh.

d. Tulis nama panggilan pada kertas/papan nama dan tempel/pakai.

e. Ulangi b, c, dan d sampai semua anggota kelompok mendapat giliran.

f. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk tangan.

4. Terminasi a. Evaluasi

1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK

2) Terapis memberikan pujian atas persiapan kelompok b. Tindak lanjut

1) Terapis menganjurkan klien untuk melatih memperkenalkan diri pada orang lain di kehidupan sehari-hari.

(13)

jadwal kegiatan harian pasien.

c. Kontrak yang akan datang

1) Terapis menyepakati kegiatan TAK berikutnya 2) Terapis menyepakati waktu dan tempat TAK Evaluasi dan dokumentasi

No Aspek Yang Dinilai Nama Klien

1. Menyebutkan nama 2. Menyebutkan asal 3. Kontak mata 4. Duduk tegak

5. Menggunakan Bahasa tubuh yang sesuai

6. Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

Petunjuk : Dilakukan = 1, Tidak dilakukan = 0

Kemampuan Berkenalan

Kemampuan verbal

No Jenis kegiatan Nama Klien

1. Menyebutkan nama lengkap

2. Menyebutkan nama panggilan

3. Menyebutkan asal

4. Menyebutkan hobi

5. Menanyakan nama lengkap 6. Menanyakan

nama panggilan 7. Menanyakan asal 8. Menanyakan hobi

Jumlah

(14)

Kemampuan nonverbal No Aspek yang

diobservasi

Nama Klien

1. Kontak mata

2. Duduk tegak

3. Menggunakan bahasa tubuh yang sesuai

4. Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

Jumlah

b. Dokumentasi

Dokumentasikan kemampuan yang klien miliki ketika mengikuti TAKS pada catatan proses keperawatan tiap klien. Misalnya, jika nilai klien 7untuk verbal dan 3 untuk nonverbal, catatan keperawatan adalah; Klien mengikuti TAKS Sesi 2, klien mampu berkenalan secara verbal dan nonverbal, anjurkan klien berkenalan dengan klien lain, buat jadwal.

(15)

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Terapi kelompok merupakan suatu psikoterapi yang dilakukan sekelompok pasien bersama-sama dengan jalan berdiskusi satu sama lain yang dipimpin atau diarahkan oleh seorang therapist atau petugas kesehatan jiwa yang telah terlatih (Pedoman Rehabilitasi Pasien Mental Rumah Sakit Jiwa di Indonesia dalam Yosep,2007). Terapi kelompok adalah terapi psikologi yang dilakukan secara kelompok untuk memberikan stimulasi bagi pasien dengan gangguan interpersonal (Yosep, 2008).

 TAK Memperkenalkan Diri

4.2 Saran

Dengan disusunnya makalah ini mengharapkan kepada semua pembaca agar dapat menelaah dan memahami apa yang telah tertulis dalam makalah ini sehingga sedikit banyak bisa menambah pengetahuan pembaca.

Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan karena pengalaman dan pengetahuan dari kelompok yang terbatas. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi terciptanya makalah yang lebih baik lagi untuk masa mendatang

(16)
(17)
(18)
(19)
(20)

Referensi

Dokumen terkait

Terapi aktivitas kelompok sosialisasi merupakan upaya memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan social,yang bertujuan untuk meningkatkan

Penelitian lain dilakukan oleh Keliat, dkk (2000) yang berjudul Pengaruh Model Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) Terhadap Kemampuan Komunikasi Verbal Dan

Penelitian lain dilakukan oleh Keliat, dkk (2000) yang berjudul Pengaruh Model Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) Terhadap Kemampuan Komunikasi Verbal Dan

“Pengaruh Pelaksanaan Terapi aktivitas kelompok Sosialisasi (TAKS) Terhadap Kemampuan Sosialisasi pada Klien dengan Kerusakan Interaksi Sosial di Rumah Sakit Jiwa Daerah

Terapi Aktivitas Kelompok merupakan sebuah bentuk terapi mandiri perawat yang menunjukkan esensi dari keperawatan jiwa itu sendiri, dimana keperawatan jiwa sebagai

Untuk mengetahui adanya pengaruh terapi aktivitas kelompok sosialisasi (TAKS) terhadap kemampuan interaksi sosial dan Activity Daily Living (ADL) pada klien isolasi

Tujuan : Diketahuinya pengaruh terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap kemampuan sosialisasi pada pasien isolasi sosial di Rumah Sakit Grhasia Provinsi DIY1.

Proposal terapi aktivitas kelompok dengan stimulasi persepsi untuk mengontrol halusinasi pada pasien