1
PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI PERSEPSI PADA DENGAN PASIEN HALUSINASI
Dosen pembimbing: Ns. Tati Suryati, M.Kep, Sp.Kep.J
Disusun oleh:
Puja Nurmayanti 12221044 Putri Intan 12221045 Tiara Aulia 12221056 Tiara Noor Pratita 12221057 Tinesia Mila Amelia 12221058 Sophie Kesuma Dewi 12221054
Yuliani 12221061
Zuyyina Tri Hapsari 12221062
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERTAMEDIKA JAKARTA
2025
2
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI PERSEPSI
A. TOPIK
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi 1. Sesi I : Klien mengontrol halusinasi
2. Sesi II :Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik.
3. Sesi III :Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain 4. Sesi IV :Mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas terjadwal 5. Sesi V :Mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat
B. TUJUAN
Tujuan Umum : Pasien dapat meningkatkan kemampuan diri dalam mengontrol halusinasi dalam kelompok secara bertahap
Tujuan Khusus:
a. Pasien dapat mengenal halusinasi
b. Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
c. Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain
d. Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas terjadwal e. Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat
C. LANDASAN TEORI
Gangguan jiwa, seperti skizofrenia dengan halusinasi, dapat membuat klien menarik diri dari lingkungan sosial. Halusinasi merupakan persepsi palsu terhadap stimulus yang tidak ada, seperti suara yang mengancam atau memerintah. Dampaknya, klien kehilangan teman dan asyik dengan pikirannya sendiri. Salah satu pendekatan untuk membantu klien adalah Terapi Aktivitas Kelompok (TAK).
Terapi Aktivitas Kelompok bertujuan meningkatkan kemampuan sosialisasi klien, mengidentifikasi halusinasi, dan mengontrolnya. TAK diberikan kepada klien yang sudah mampu mengendalikan diri agar dapat bekerja sama dalam kelompok dan tidak mengganggu anggota lainnya.
3 D. KLIEN
1. Kriteria:
a. Klien gangguan orientasi realita yang mulai terkontrol.
b. Klien yang mengalami perubahan persepsi.
c. Klien halusinasi yang sudah kooperatif.
d. Klien dalam kondisi fisik yang baik dan sehat.
e. Klien mau mengikuti aktifitas.
2. Proses Seleksi:
f. Berdasarkan observasi pasien sehari-hari dan adanya kesepakatan dengan klien g. Berdasarkan informasi dan diskusi dengan pembimbing klien mengenai
perilaku klien sehari-hari h. Hasil diskusi kelompok
i. Peserta merupakan pasien kelolaan mahasiswa E. PENGORGANISASIAN
1. Waktu dan tempat:
1) Hari/Tanggal : Jumat, 10 Januari 2025 2) Pukul
3) Tempat
: : 2. Tim terapis:
1) Leader: Sophie Kesuma Dewi (12221054) a. Mengkoordinasi seluruh kegiatan b. Memimpin jalannya terapi kelompok
c. Membuka dan menutup kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok d. Menetralisir masalah- masalah yang timbul pada saat
pelaksanaan
2) Co- Leader: Zuyyina Tri Hapsari (12221062)
a. Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan b. Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang c. Menyampaikan infomasi jalannya kegiatan
d. Menggantikan leader jika terhalang tugas 3) Observer: Tiara Aulia (12221056)
a. Mengobservasi respon klien selama proses kegiatan.
b. Mencatat perilaku klien selama dinamika kelompok.
4
c. Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua anggota kelompok dengan evaluasi kelompok
4) Dokumentasi: Puja Nurmayanti (12221044)
a. Mendokumentasikan seluruh kegiatan TAK dalam bentuk foto atau video.
5) Fasilitator:
Putri Intan 12221045
Tiara Noor Pratita 12221057 Tinesia Mila Amelia 12221058 Yuliani 12221061
a. Menyiapkan segala kebutuhan untuk TAK b. Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok
c. Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan d. Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk
melaksanakan kegiatan
e. Membimbing kelompok selama permainan diskusi f. Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan
g. Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalah
3. Rencana Pelaksanaan TAK
Sesi : II Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik 1. Tujuan:
a. Klien dapat menjelaskan cara yang selama ini dilakukan untuk mengatasi halusinasi
b. Klien dapat mempragakan cara menghardik halusinasi 2. Setting:
a. Klien dan terapis duduk bersama dalam posisi berikut
b. Tempat yang nyaman dan tenang
5 3. Alat dan bahan:
a. Spidol b. Kertas HVS c. Buku catatan d. Bola
e. Speaker f. Papan nama
4. Metode : Diskusi dan tanya jawab 5. Langkah kegiatan
a. Persiapan:
a) Melakukan kontrak dengan klien
b) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan b. Orientasi:
a) Salam Terapeutik
1. Menanyakan perasaan klien saat ini
2. Menanyakan pengalaman halusinasi yang terjadi: isi, waktu, frekuensi, situasi dan kondisi, serta perasaan saat mengalami halusinasi
b) Evaluasi/ Validasi
1. Menanyakan kemampuan klien untuk mengontrol halusinasi c) Kontrak:
1. Leader menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu latihan cara mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
2. Leader menjelaskan aturan main
a. Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok harus meminta izin kepada leader dengan mengangkat tangan
b. Lama kegiatan ± 30 menit
c. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
d) Tahap kerja
6
1. Co Leader meminta klien menceritakan apa yang dilakukan pada saat mengalami halusinasi dan bagaimana hasilnya.
Ulangi sampai semua pasien mendapat giliran 2. Beri Pujian setiap klien bercerita
3. Co Leader menjelaskan cara mengatasi halusinasi dengan menghardik halusinasi pada saat halusinasi muncul
4. Co Leader memperagakan cara menghardik halusinasi yaitu:
“Pergi!! Pergi!! Jangan ganggu saya! Kamu suara palsu!.”
5. Co Leader meminta masing-masing klien memperagakan cara menghardik halusinasi
6. Co Leader memberikan pujian dan mengajak semua klien bertepuk tangan setiap klien memperagakan menghardik halusinasi
e) Tahap Terminasi 1. Evaluasi:
a. Leader menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
b. Leader memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
2. Tindak lanjut
a. Leader mengajarkan klien untuk menerapkan cara yang telah dipelajari jika halusinasi muncul
b. Memasukkan kegiatan menghardik kedalam jadwal kegiatan klien
3. Kontrak yang akan datang
a. Leader mengakhiri sesi TAK stimulasi persepsi untuk mengontrol halusinasi.
6. Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja.
Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai tujuan TAK. untuk TAK stimulasi persepsi halusinasi sesi II kemampuan yang diharapkan adalah mengatasi halusinasi dengan cara menghardik. formulir yang diisi adalah sebagai berikut:
7
Sesi : II TAK
Stimulasi persepsi sensori (halusinasi) Kemampuan Menghardik Aspek yang
Dinilai Nama Klien
Menyebutkan cara yang
selama ini digunakan mengatasi halusinasi Menyebutkan efektifitas cara
Menyebutkan cara mengatasi
halusinasi dengan menghardik Memperagakan menghardik halusinasi Jumlah
Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama
2. Untuk setiap klien beri penilaian kemampuan menyebutkan, cara yang biasa digunakan untuk mengatasi halusinasi dengan menghardik dan memperagakan cara menghardik halusinasi
3. Beri tanda V jika klien mampu dan berikan tanda × jika klien tidak mampu 7. Dokumentasi
Dokumentasi kemampuan klien yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proses keperawatan setiap klien, contoh: klien mengikuti TAK stimulasi persepsi sensori.
Klien mampu memperagkan cara menghardik halusinasi, anjurkan klien menggunakannya jika halusinasi muncul.